• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Enzim Katalase Pada Ha

N/A
N/A
Danu Han

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Praktikum Enzim Katalase Pada Ha"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Praktikum

Enzim Katalase Pada Hati Ayam dan Faktor yang Mempengaruhinya

Laporan ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Biologi dari Ibu Neni Handayani, S.Pd, M.Pd.

Disusun Oleh:

Ammar Sufyan Jehan Zachry Ibrahim

Laxmi Lazuardi Nurhadi Ghifari Ramadhan

Zahra Shafiyah

KELAS XII IPA 3

SMAN 8 KOTA TANGERANG SELATAN

JL. CIRENDEU RAYA NO.5 RT.004 RW.01 CIRENDEU, CIPUTAT TIMUR, KOTA TANGERANG SELATAN 15419

2019

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan laporan ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti- natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk menyelesaikan pembuatan laporan sebagai tugas dari Ibu Neni Handayani, S.Pd, M.Pd. yang berjudul

“Laporan Praktikum Enzim Katalase Pada Hati Ayam dan Faktor yang Mempengaruhinya”.

Kami tentu menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk laporan ini, supaya laporan ini nantinya dapat menjadi laporan yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada laporan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca laporan kami ini dengan tulus dan ikhlas. Semoga laporan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan pembaca.

Tangerang Selatan, 09 September 2019

Penyusun

(3)

Daftar isi

Kata pengantar...i

Daftar isi...ii

Bab I Pendahuluan...1

1.1 Latar belakang...1

1.2 Rumusan masalah...1

1.3 Tujuan...2

Bab II Landasan Teori...3

2.1 Enzim...3

2.2 Enzim Katalase...5

2.3 Hati...6

2.4 Larutan yang digunakan di dalam praktikum...7

Bab III Metode penelitian ...9

3.1 Variabel Penelitian ...9

3.2 Alat dan Bahan ...9

3.3 Cara Kerja ...9

Bab IV Hasil penelitian...13

4.1 Tabel Pengamatan ...13

4.2 Pembahasan Pengamatan...14

Bab V Pembahasan ...15

5.1 Diskusi dan pembahasan ...15

Bab VI Penutup ...18

6.1 Kesimpulan ...18

6.2 Saran ...18

Daftar pustaka...19

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Metabolisme adalah suatu reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup.

Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi.

Kumpulan metabolisme memerlukan enzim untuk mempercepat laju reaksi. Enzim adalah suatu kelompok protein yang menjalankan dan mengatur perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologi.Tentunya dalam melakukan kerjanya enzim memiliki beberapa faktor penghambat seperti ph, suhu, konsentrasi asam, konsentrasi enzim, dan inhibitor.

pH mempengaruhi laju reaksi enzim dalam bekerja. Menurut teori perubahan kondisi asam dan basa disekitar enzim mempengaruhi bentuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkan denaturai enzim.Sehingga enzim tidak dapat bekerja pada kondisi yang terlalu asam ataupun konsisi yang terlalu basa. Sedangkan suhu optimum suatu reaksi adalah 40 derajat celcius. Dalam pratikum ini kami membuktikan pengaruh derajat keasaman dan suhu dalam kerja enzim dan pengaruh enzim sebagai biokatalisator.

Enzim merupakan senyawa yang dibentuk oleh organisme. Enzim pencernaan banyak terdapat dalam sel-sel tubuh. Enzim merupakan zat yang membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidrogen Peroksida (H2O2) bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri.

Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Cara kerja yang dilakukan enzim adalah sebagai berikut bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

1.2 Rumusan masalah

Setelah membaca latar belakang dari buah apel di atas, masalah yang akan di bahas dalam penelitian kali ini adalah, sebagai berikut :

1. Reaksi kimia apakah yang terjadi pada percobaan?

2. Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2? 3. Faktor apa saja yang mempengaruhi enzim katalase?

4. Apakah enzim katalase terdapat pada organel selain hati?

5. Bagaimana pengaruh pH dan suhu terhadap kerja enzim katalase?

(5)

1.3 Tujuan

1. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.

2. Mengetahui pengaruh pH dan suhu terhadap kerja enzim katalase.

3. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

4. Mengetahui ada tidaknya enzim katalase pada organel selain hati.

(6)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Enzim

     Enzim adalah protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup atau disebut dengan biokatalisator . Enzim hanya dibuat di dalam sel manusia. Menurut Karmana, Oman (2008) menyatakan bahwa enzim adalah senyawa organik yang tersusun atas protein. Enzim merupakan bioatalisator, yaitu enzim merupakan zat yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup yang berfungsi mempercepat reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi.

Enzim biasanya sangat spesifik terhadap reaksi yang ia kataliskan maupun terhadap substrat yang terlibat dalam reaksi. Bentuk, muatan dan katakteristik hidrofilik/hidrofobik enzim dan substrat bertanggung jawab terhadap kespesifikan ini. Enzim juga dapat menunjukkan tingkat stereospesifisitas, regioselektivitas, dan kemoselektivitas yang sangat tinggi.

Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.

1. Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.

2. Bagian bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa – senyawa kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.

a. Cara Kerja Enzim

Enzim merupakan protein yang memiliki struktur tiga dimensi. Pada enzim terdapat sisi aktif enzim yang berfungsi sebagai tempat menempelnya substrat yang akan diubah menjadi produk. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi.

Meningkatkan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk reaksi). Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dan substrat. Secara sederhana kerja enzim dapat digambarkan sebagai berikut:

Cara kerja enzim dapat diterangkan dengan dua teori yaitu teori gembok dan kunci serta teori kecocokan terinduksi. Pada teori gembok dan kunci menyatakan bahwa enzim dan substrat akan bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk ke dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Sedangkan pada teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah bentuk menyesuaikan bentuk substrat. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupinya membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim kembali tidak

(7)

aktif menjadi bentuk yang lepas, hingga substrat yang lain dapat bereaksi dengan enzim tersebut.

b. Ciri Ciri Enzim

1. Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan untuk mempercepat proses reaksi.

2. Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH

3. Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi reaksi lainnya. Zat yang terpengaruhi oleh enzim tersebut substrat. Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak 4. Dapat Digunakan Berulang Kali : dapat digunakan berulang kali karena enzim

tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali- kali selama enzim itu tidak rusak.

5. Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.

6. Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi.

7. Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.

c. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim

Suhu

Pada suhu yang lebih tinggi , kecepatan molekul substrat meningkat , sehingga ketika subtrat bertumbukan dengan enzim mengakibatkan energi molekul substrat berkurang.hal ini memudah enzim dalam mengikat substrat. Tetapi kecapatan enzim dalam mengkatalis reaksi mencapai suatu puncaknya adala pada suhu . Enzim dapat mengalami denaturasi apabila suhunya lebih dari

pH

Selain suhu, faktor lingkungan yang mempengaruhi kerja enzim adalah pH.

Sebagaimana faktor suhu, enzim juga mempunyai pH tertentu agar dapat bekerja secara efektif. Enzim dapat bekerja optimal pada pH netral (pH = 7), pH basa (>7) atau pH asam (<7) tergantung pada jenis enzim masing-masing.

Konsentrasi Substrat

Bila jumlah enzim dalam keadaan tetap, kecepatam reaksi akan meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi subtrat . Namun, pada saat sisi aktif enzim bekerja semua maka penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi.

Konsentrasi Enzim

Semakin besar konsentrasi maka semakin cepat pula reaksi yang akan berlangsung.

(8)

Konsentrasi Produk atau Inhibitor

Produk hasil dari substrat yang dipecah oleh enzim menjadi inhibitor atau penghambat. Apabila produk ini banyak,maka enzim akan sulit bergabung dengan substrat sehingga reaksi kimianya berlangsung lambat.

2.2 Enzim Katalase

Katalase adalah enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati. Aktivitas enzim ditemukan dalam mitokondria, sitoplasma dan peroksosom. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidrogen Peroksida (H_2 O_2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.

Enzim katalase ini dimasukkan ke dalam golongan enzim hidroperoksidase dimana ia melindungi tubuh organisme dari senyawa peroksida yang berbahaya. Penumpukan senyawa ini bisa memancing radikal bebas yang jika tidak diurai akan membuat membran sel di dalam tubuh rusak dan memancing penyakit semacam kanker dan juga arterosklerosis.

Enzim ini tak hanya ditemukan dalam sel-sel manusia dan hewan, namun sel-sel tumbuhan juga memiliki enzim sebagai salah satu komponen metabolismenya.Enzim katalase merupakan salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan.Enzim diproduksi oleh peroksisom dan aktif dalam melakukan reaksi oksidatif bahan-bahan yang dianggap toksik oleh tanaman, seperti hidrogen peroksida(H2O2). Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase, yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C- N pada substrat yang diikatnya

a. Fungsi dan Peranan Katalase

Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan hasil dari respirasi dan dibuat dalam seluruh sel hidup. H2O2 berbahaya dan harus dibuang secepatnya. Enzim katalase diproduksi sel untuk mengkatalis H2O2.Katalase berperan sebagai enzim peroksidasi khusus dalam reaksi dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Enzim ini mampu mengoksidasi 1 molekul hydrogen peroksida menjadi oksigen. Kemudian juga dapat mereduksi molekul hydrogen peroksida kedua menjadi air.Reaksi dapat berjalan bila terdapat senyawa pemberi ion hydrogen (AH2) sepertimethanol, etanol dan format.

Peran katalase dalam mengkatalis H2O2 relatif lebih kecil dibandiingkan dengan kecepatan pembentukannya.Sel-sel yang mengandung katalase dalam jumlah sedikit sangat rentan terhadap peroksida. Oleh karena itu katalase berperan penting dalam mekanisme pertahanan sel darah merah terhadap serangan oksidator hydrogen peroksida. 

b. Penyakit Kurangnya Enzim Katalase

Pada kondisi tertentu, organisme utamanya manusia bisa saja kekurangan enzim katalase. Kondisi akan akan membawa sejumlah kerugian terutama yang berkaitan dengan organ yang banyak menyimpan enzim katalase. Kondisi kurangnya enzim ini akan memicu sejumlah penyakit antara lain:

1. Akatalasia, yakni penyakit dimana seseorang mengalami kelainan pada darahnya sehingga gusi dan bagian mulutnya mudah terluka. Gejala ini akan muncul semakin sering setelah masa pubertas tiba. Penyakit ini diturunkan secara genetis.

(9)

2. Penyakit Vitiligo yakni sejenis penyakit kulit yang gejalanya muncul berupa bercak putih di beberapa bagian kulit tubuh. Hal ini merupakan indikasi H2O2 di dalam tubuh tidak sebanding dengan enzim katalase.

3. Rambut beruban. Gejala ini disebabkan melimpahnya H2O2 dan kurangnya enzim katalase yang pada akhirnya menghambat produksi melamin yakni pigmen yang menjadi pewarna alamiah rambut manusia.

2.3 Hati

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan.

Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen. Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses.

Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati. Secara fisiologis, fungsi utama dari hati adalah:

a. Membantu dalam metabolisme karbohidrat

Fungsi hati menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Misalnya, pada saat kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar gula darah menurun, maka cadangan glikogen di hati atau asam amino dapat diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk tetap normal. Hati juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

b. Membantu metabolisme lemak

Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati mampu menghasilkan asam lemak dari Asetil Koenzim A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis). Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.

c. Membantu metabolisme Protein

Fungsi hati dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh bakteri-bakteri dalam usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma, seperti alfa dan

(10)

beta globulin, albumin, fibrinogen, dan protombin (bersama-sama dengan sel tiang, hati juga membentuk heparin) dan transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan senyawa lain.

d. Menetralisir obat-obatan dan hormon

Hati dapat berfungsi sebagai penetralisir racun, yakni pada obat-obatan seperti penisili.

2.4 Larutan-larutan yang digunakan di dalam praktikum a) Larutan Asam klorida (HCL)

Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida, H+ ini bergabung dengan molekul air membentuk ion H3O+

HCl + H

2

O → H3O

+

 + Cl

Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida. Asam klorida dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida karena ia berdisosiasi penuh dalam air.

Asam monoprotik memiliki satu Ka yang mengindikasikan tingkat disosiasi zat tersebut dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, nilai Ka cukup besar. Beberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk menghitung nilai KaHCl. Ketika garam klorida seperti NaCl ditambahkan ke larutan HCl, ia tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Asam Klorida adalah yang sangat lemah dan HCl secara penuh berdisosiasi dalam larutan tersebut. Untuk larutan asam klorida yang kuat, asumsi bahwa molaritas H+ sama dengan molaritas HCl cukuplah baik, dengan ketepatan mencapai empat digit angka bermakna. Walaupun asam, ia mengandung ion klorida yang tidak reaktif dan tidak beracun. Asam klorida dalam konsentrasi untuk menengah cukup stabil untuk disimpan dan terus mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam klorida merupakan reagen pengasam yang sangat baik.

b) Larutan hidrogen peroksida (H2O2)

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air, yang merupakan oksidator kuat. Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri, teknologi yang digunakan untuk Hidrogen Peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air, dalam kondisi normal (ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.

Salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya.

Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

c) Larutan natrium hidrogen (NAOH)

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industry. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.

(11)

Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan . Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas.

    

(12)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Variabel Penelitian

Variabel terikat : banyaknya gelembung dan percikan-percikan api yang ditimbulkan.

Variabel bebas : NaOh, NaCl, HCL, suhu, dan garam.

Variabel terkontrol : H2O2 dan ekstrak hati ayam 3.2 Alat dan Bahan :

a. Pisau b. Lidi

c. Tabung reaksi d. Bunsen e. Cawan petri

f. Mortal

g. Larutan H2O2 h. Larutan HCl

i. Larutan NaOH

j. Hati ayam mentah (secukupnya)

k. Hati ayam yang sudah direbus (secukupnya) 3.3 Cara Kerja

1. Percobaan 1 (hati ayam mentah + H2O2) 1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah berbentuk dadu kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Letakkan pada mortal, lalu hancurkan dengan menggunakan alu.

4) Masukkan potongan hati ayam mentah tersebut ke dalam tabung reaksi.

5) Masukkan 5 tetes H2O2 ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam mentah.

6) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

7) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

8) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

(13)

9) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah berubah menjadi bara ke dalam tabung reaksi.

10) Amati nyala bara api yang berada di ujung lidi dan catat hasilnya.

2. Percobaan 2 (hati ayam mentah + HCl + H2O2) 1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah berbentuk dadu kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Letakkan pada mortal, lalu hancurkan dengan menggunakan alu.

4) Masukkan potongan hati ayam mentah tersebut ke dalam tabung reaksi.

5) Masukkan 5 tetes H2O2 kemudian teteskan 5 tetes HCl ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam mentah.

6) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

7) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

8) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

9) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah berubah menjadi bara ke dalam tabung reaksi.

10) Amati nyala bara api yang berada di ujung lidi dan catat hasilnya.

3. Percobaan 3 (hati ayam mentah + NaOH + H2O2) 1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Letakkan pada mortal, lalu hancur sedikit dengan menggunakan alu.

4) Masukkan potongan hati ayam mentah yang sudah sedikit halus ke dalam tabung reaksi.

5) Masukkan 5 tetes H2O2 kemudian teteskan 5 tetes NaCl ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam mentah.

6) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

7) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

8) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

9) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah berubah menjadi bara ke dalam tabung reaksi.

10) Amati nyala bara api yang berada pada ujung lidi dan catat hasilnya.

(14)

4. Percobaan 4 (hati ayam rebus + H2O2)

1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah berukuran dadu kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Masukkan potongan hati ayam mentah ke dalam tabung reaksi dan tambahkan sedikit air.

4) Rebus hati ayam sampai mendidih.

5) Hilangkan air rebusan pada tabung reaksi hingga kering.

6) Letakkan pada mortal, lalu hancurkan dengan menggunakan alu.

7) Masukkan potongan hati ayam rebus yang sudah sedikit halus ke dalam tabung reaksi.

8) Masukkan 5 tetes H2O2 ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam rebus.

9) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

10) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

11) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

12) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah menjadi bara ke dalam tabung reaksi.

13) Amati nyala bara api yang berada pada ujung lidi dan catat hasilnya.

5. Percobaan 5 (hati ayam rebus + HCl + H2O2) 1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah berbentuk dadu kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Masukkan potongan hati ayam mentah ke dalam tabung reaksi dan tambahkan sedikit air.

4) Rebus hati ayam sampai mendidih.

5) Tiriskan air pada tabung reaksi hingga kering.

6) Letakkan pada mortal, lalu hancurkan dengan menggunakan alu

7) Masukkan potongan hati ayam rebus yang sudah sedikit halus ke dalam tabung reaksi.

8) Masukkan 5 tetes H2O2 kemudian teteskan 5 tetes HCl ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam rebus.

9) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

(15)

10) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

11) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

12) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah menjadi bara ke dalam tabung reaksi.

13) Amati nyala bara api yang berada pada ujung lidi dan catat hasilnya.

6. Percobaan 6 ( hati ayam rebus + NaOH+ H2O2) 1) Siapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan.

2) Potong hati ayam mentah berbentuk dadu kurang lebih berukuran (1x1 cm).

3) Masukkan potongan hati ayam mentah ke dalam tabung reaksi dan tambahkan sedikit air.

4) Rebus hati ayam sampai mendidih.

5) Tiriskan air pada tabung reaksi hingga kering.

6) Letakkan pada mortal, lalu hancur sedikit dengan menggunakan alu.

7) Masukkan potongan hati ayam rebus yang sudah sedikit halus ke dalam tabung reaksi.

8) Masukkan 5 tetes H2O2 kemudian teteskan 5 tetes NaOH ke dalam tabung reaksi berisi hati ayam rebus.

9) Tutup tabung reaksi menggunakan kertas.

10) Amati ada tidaknya gelembung yang muncul pada reaksi tersebut.

11) Bakar lidi menggunakan bunsen sampai berbentuk bara pada ujungnya.

12) Buka kertas yang menutupi tabung reaksi dan langsung masukkan ujung lidi yang sudah menjadi bara ke dalam tabung reaksi

13) Amati nyala bara api yang berada pada ujung lidi dan catat hasilnya.

(16)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Tabel Hasil Pengamatan

No Perlakuan Gelembung Nyala/terang

1. hati ayam mentah +

H2O2 ++++ +++

2. hati ayam mentah + HCl

+ H2O2 ++ ++

3. hati ayam mentah +

NaOH + H2O2 ++++ +++

4. hati ayam rebus + H2O2 ++ -

5. hati ayam rebus + HCl +

H2O2 + -

6. hati ayam rebus + NaOH+

H2O2 +++ -

Ketentuan 1 :

Berikan tanda 1 positif (+), jika gelembung sedikit.

Berikan tanda 2 positif (++), jika gelembung sedang.

Berikan tanda 3 positif (+++), jika gelembung banyak.

Berikan tanda 4 positif (++++), jika gelembung banyak sekali.

Berikan tanda negatif (-), jika tidak ada gelembung.

Ketentuan 2 :

Berikan tanda 1 positif (+), jika menyala.

Berikan tanda 2 positif (++), jika menyala sedang.

Berikan tanda 3 positif (+++), jika menyala terang.

Berikan tanda 4 positif (++++), jika menyala terang sekali.

Berikan tanda negatif (-), jika tidak menyala.

(17)

4.2 Pembahasan Pengamatan

1. Pada Tabung pertama yang berisi hati ayam mentah di tambah H2O2, karena Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air). Sedangkan pada waktu di masukkan bara api kedalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi O2

2. Pada Tabung yang kedua berisi hati ayam mentah yang ditambah H2O2 + HCL, Pertambahan HCL disini di maksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. pada percobaan ini terjadi sedikit gelembung-gelembung udara dan api menyala.

Hal ini membuktikan bahwa enzim mampu berkerja dalam keadaan basa.

3. Pada tabung yang ketiga berisi hati ayam mentah yang ditambah H2O2 + NAOH, penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak, dan api menyala. Hal ini membuktikan bahwa enzim mampu mengubah H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen) dalam kondisi yang basa.

4. Pada tabung yang keempat berisi hati ayam rebus yang ditambah H2O2, yang terjadi gelembung muncul sedang dan ketika bara api dimasukkan kedalam tabung reaksi juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Itu membuktikan juga bahwa dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.karena kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.

5. Pada tabung yang kelima berisi hati ayam rebus yang ditambah HCl + H2O2,

Pertambahan HCl bermaksud untuk membuat keadaan ekstrak menjadi asam.

Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung udara lebih sedikit. Ketika bara api dimasukkan kedalam tabung reaksi juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak disebabkan suhu tinggi sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.

6. Pada tabung yang keenam berisi hati ayam rebus yang ditambah NaOH + H2O, penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Ketika bara api dimasukkan kedalam tabung reaksi juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan karena protein di

(18)

dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak disebabkan suhu tinggi sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Diskusi dan Pembahasan

1. Reaksi kimia apakah yang terjadi pada percobaan?

 H2O2H2O + O2

 HCL  H+ + Cl

 NaOH  Na+ + OH

 2H2O2  2H2O + O2

 HCl + H2O  H3O+ + Cl

2. Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?

Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.

Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :

2H2O2  2H2O + O2

Enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O dan O

2. Ini ditunjukkan dari gelembung dan nyala api yang terbentuk, gelembung merupakan uap air dan nyala api terjadi karena adanya oksigen, H2O dan O2

merupakan produk dari H2O2. Semakin banyak kadar H2O2 maka semakin cepat kerja enzim, ini ditunjukkan dari waktu terbentuknya gelembung, semakin banyak kadar H2O2 maka semakin cepat gelembung terbentuk.

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi enzim katalase?

1. tingkat pH atau keasaman

Enzim katalase bekerja lebih efisien di pH netral (pH = 7) . Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = 7). Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

(19)

2. Suhu

Enzim katalase bekerja lebih efisien di suhu optimal (37oC ). Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas)

3. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor

Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada.

Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi.

4. Inhibitor enzim

Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.

4. Apakah enzim katalase terdapat pada organel lain selain hati?

Ya, Enzim katalase juga ditemukan di darah, sumsum tulang, membran mukosa dan ginjal. Di dalam organel sel yaitu peroksisome kaya akan enzim katalase.

5. Bagaimana pengaruh pH dan suhu terhadap kerja enzim katalase?

Dalam Percobaan yang dilakukan membuktikan bahwa kinerja enzim katalase yang terdapat dalam hati ayam dapat dipengaruhi oleh suhu dan tingkat keasaman (pH)

A. Derajat keasaman (pH)

Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat.

Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7). Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

B. Suhu

Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Hal ini disebabkan karena enzim memiliki sifat termolabil (tidak tahan panas). Protein akan

(20)

mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas).

Peningkatan suhu diatas suhu optimum menyebabkan putusnya ikatan hydrogen dan ikatan lain yang merangkai molekul enzim, sehingga enzim mengalami denaturasi. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya.

(21)

BAB VI PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

1. Enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi karena enzim katalase akan bekerja optimal pada suhu ruang atau kamar (37oC)

2. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral (7)

3. Pada umumnya konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.

4. Enzim katalase berperan menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2.

5. Kadar enzim katalase tertinggi yaitu pada ekstrak hati.

6. Enzim bekerja berpengaruh pada derajat keasaman dan suhu. Pada pH yang terlalu asam maupun basa enzim tidak dapat bekerja maksimal. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi enzim akan mengalami denaturasi.

7. Semakin besar konsentrasi enzim katalase, maka semakin banyak molekul substrat yang dapat dipecahkan.

4.2. SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat kami sarankan bahwa dalam pengerjaan penelitian kali ini diperlukan kerjasama antara anggota dalam satu kelompok agar proses penelitian dapat berlangsung dengan cepat, Tepat dan teratur.

Selain itu, ketika ekstrak hati dimasukkan dalam tabung, hendaknya ekstrak hati yang dimasukkan sama ukurannya agar hasil penelitian bisa sesuai dengan harapan. Hati hati juga saat melakukan penelitian karena ada beberapa reaksi yang membuat iritasi pada kulit.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Affandi, Rian. 2017. Menguji Enzim katalase [Internet].

Tersedia dari: https://www.academia.edu/9210202/Menguji_enzim_katalase [diakses 15 September 2019]

Aziz, Muhammad. 2017. Laporan Praktikum Enzim Katalase Pada Hati Ayam [Internet].

Tersedia dari: https://kumpulanmakalah4.blogspot.com/2017/05/makalah-uji-coba-enzim- katalase-pada.html

[diakses 15 September 2019]

Chamberly, dkk. 2014. Makalah Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim Katalase [Internet]. Tersedia dari: http://ekscerita.blogspot.com/2015/09/laporan-biologi-faktor-faktor- enzim-katalase.html

[diakses 15 September 2019]

Wikipedia. Enzim [Internet].

Tersedia dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Enzim [diakses 15 September 2019]

Referensi

Dokumen terkait

dimasukkan bara api kedalamnya ternyata hanya menyala sedikit sangat berbeda keadaannya apabia dibandingkan dengan hati saat dididihkan.Itu membuktikan juga bahwa dimana enzim