• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Perancangan Stasiun Kerja

N/A
N/A
Caca Yulizar

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Praktikum Perancangan Stasiun Kerja"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI

MODUL 3

(PERANCANGAN STASIUN KERJA)

Oleh:

Kelompok 15

Anggota:

Puan Sandra Ramadhanie (2110932028) Bratama Ibramgara (2110932040) Anisah Yulizar (2110933010)

Asisten Pembimbing:

Hania Mukhrima Rahmat Zaki Aulia

Laboratorium Sistem Produksi, Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi, dan Laboratorium Bisnis dan

Manajemen

Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik

Universitas Andalas 2023

ACC

03/10/2023 10.58 WIB

(2)

Resume Modul 3 Perancangan Stasiun Kerja

A. Ringkasan Kegiatan Praktikum

Praktikum Perancangan Teknik Industri (PTI) modul 3 ini berjudul

“Perancangan Stasiun Kerja”. Kegiatan praktikum modul 3 dilaksanakan selama 2 minggu dengan jadwal pengerjaan mulai dari tanggal 19 September 2023 hingga 29 September 2023. Jadwal praktikum PTI untuk kelas A dilaksanakan pada shift Selasa pukul 13.30 WIB hingga 17.30 WIB di Laboratorium Sistem Produksi (LSP) dan Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LPSKE).

Kegiatan praktikum modul 3 pada minggu pertama, diawali dengan pengambilan absen praktikan dan dilanjutkan dengan penyampaian prosedur kerja oleh asisten. Setelah itu, asisten memperagakan prosedur pemakaian mesin Flashforge Professional 3D Printer Manufacture yang di set melalui aplikasi Flashprint 5 yang sudah di instal sebelum melaksanakan praktikum modul 3 oleh masing-masing praktikan. Dilanjutkan dengan diskusi dan pengerjaan output- output pada praktikum modul 3 minggu pertama. Produk yang dirakit pada modul ini yaitu Hoist Crane Truck (HCT), yang mana terdapat 2 buah HCT yang digunakan, yaitu HCT A dengan bumper belakang dan HCT B tanpa bumper belakang. Output praktikum modul 3 ini yaitu elemen kerja yang dibuat menggunakan Microsoft Excel, layout keseluruhan stasiun kerja yang dibuat menggunakan Draw Io, data antropometri beserta allowance yang dibuat menggunakan Microsoft Excel, serta pembuatan 2D dan 3D alat bantu yang dibuat menggunakan SolidWorks. Kegiatan praktikum modul 3 selanjutnya yaitu kegiatan manufaktur pada tripleks lurus bawah, tripleks lurus atas, dan tripleks trapesium lubang 3, yang mana kegiatan manufaktur yang dilakukan yaitu pengukuran, pemotongan, dan pengeboran. Terakhir, melanjutkan pengerjaan output praktikum modul 3 dan mengumpulkan file yang telah dibuat masing-masing kelompok.

Pengumpulan laporan dan hasil praktikum modul 3 ini ditetapkan pada hari Selasa,

(3)

29 September 2023 pukul 09.30 WIB.

Kegiatan praktikum modul 3 pada minggu kedua, dilakukan pembuatan output-output pada minggu kedua, yang meliputi diagram aliran dan peta tangan kiri dan tangan kanan. Pembuatan diagram aliran dan peta tangan kiri dan tangan kanan dibuat menggunakan Draw Io. Pengumpulan laporan dan hasil praktikum modul 3 minggu kedua ditetapkan pada hari Selasa, 2 Oktober 2023 pukul 09.30 WIB.

B. Prosedur Kerja Praktikum

Tahap kerja pada praktikum modul 3 ini dimulai dengan melakukan pembuatan elemen kerja yang berisikan langkah-langkah atau setiap kegiatan yang dilakukan dalam melakukan suatu pekerjaan atau pembuatan suatu produk. Elemen kerja terbagi menjadi 17 elemen yang disebut Therblig, yang mana 17 elemen tersebut dikelompokkan pula menjadi Therblig efektif dan Therblig inefektif.

Tahap selanjunya dilakukan perancangan layout masing-masing stasiun kerja, yang mana terdapat 7 stasiun kerja dan dilanjutkan dengan pembuatan layout keseluruhan stasiun kerja. Selanjutnya dilakukan pembuatan data antropometri beserta allowance yang berisikan ukuran dimensi tubuh manusia, yang mana data antropometri ini nantinya berguna untuk pembuatan rancangan stasiun kerja. Tahap terakhir dilakukan pembuatan gambar 2D dan 3D alat bantu yang digunakan pada saat proses pembuatan produk. Pembuatan alat bantu ini dibuat menggunakan SolidWorks. Alat bantu yang digunakan berupa kotak sekat, yang mana kotak sekat tersebut digunakan sebagai wadah untuk meletakkan dan menyimpan komponen- komponen sebelum digunakan.

C. Penjelasan dan Analisis Kendali Mutu

Sub bab ini berisikan penjelasan dan analisis terhadap terhadap elemen kerja,

layout stasiun kerja, data antropometri beserta allowance, dan alat bantu.

(4)

C.1 Elemen Kerja

Elemen kerja merupakan bagian-bagian atau langkah-langkah setiap kegiatan yang dilakukan dalam melakukan suatu pekerjaan atau pembuatan suatu produk. Elemen kerja dibuat dalam bentuk tabel, yang mana terdapat 4 pembagian tabel elemen kerja yang dibuat berdasarkan proses perakitan yang dilakukan, yaitu tabel elemen kerja rakitan kepala, elemen kerja rakitan chasis, elemen kerja rakitan crane, dan elemen kerja assembly produk. Produk yang dibuat ada 2, yaitu Hoist Crane Truck (HCT) A dengan bumper belakang dan HCT B tanpa bumper belakang. Elemen kerja terbagi menjadi 17 elemen yang disebut Therblig, yang mana 17 elemen tersebut dikelompokkan pula menjadi Therblig efektif yang terdiri dari menjangkau (Reach), memegang (Grasp), membawa (Move), melepas (Release Load), mengarahkan sementara (Pre-position), memakai (Use), merakit (Assembly), lepas rakit (Disassembly), dan Therblig inefektif yang terdiri dari mencari (Search), memilih (Select), mengarahkan (Position), memeriksa (Inspection), merencanakan (Plan), keterlambatan yang tak terhindarkan (Unavoidable Delay), keterlambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable Delay), istirahat untuk menghilangkan lelah (Rest to Overcome Fatigue), memegang untuk memakai (Hold).

Tabel elemen kerja dapat dilihat pada Lampiran A, yang mana pada tabel tersebut menjelaskan gerakan-gerakan apa saja yang dilakukan pada saat proses perakitan produk HCT A dan HCT B mulai dari sub-assembly hingga produk jadi.

Tabel elemen kerja berisikan deskripsi kegiatan perakitan, Therblig, dan simbol Therblig. Therblig yang digunakan yaitu menjangkau (Reach), memegang (Grasp), membawa (Move), merakit (Assembly), memakai atau menggunakan (Use), melepas atau meletakkan (Release Load), dan memeriksa (Inspection).

C.2 Stasiun Kerja

Stasiun kerja merupakan lokasi atau area dimana operator melakukan

(5)

kegiatan perakitan atau pembuatan suatu produk (Tarwaka, 2004). Stasiun kerja perlu dirancang dengan baik dan benar guna menciptakan lingkungan kerja yang optimal untuk memaksimalkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk, dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Stasiun kerja dirancang dengan ukuran dan tata letak ruang kerja yang sesuai dengan mempertimbangkan ergonomi untuk meningkatkan kenyamanan operator.

Kegiatan praktikum modul 3 ini, produk HCT dibuat dengan menggunakan 7 stasiun kerja yang dapat dilihat pada Lampiran B. Stasiun Kerja (SK) yang dibuat terbagi 2, diantaranya stasiun kerja manufaktur dan stasiun kerja perakitan. Stasiun kerja manufaktur terdiri dari stasiun kerja pengukuran, stasiun kerja pemotongan, dan stasiun kerja pengeboran. SK pengukuran, pemotongan, dan pengeboran terletak di ruang fabrikasi, yang mana terdapat fasilitas berupa rak bahan baku proses dan rak bahan setengah jadi proses manufaktur. SK perakitan kepala, perakitan chasis, perakitan crane, dan perakitan HCT terletak di ruang perakitan, yang mana terdapat fasilitas berupa rak bahan baku proses perakitan dan rak bahan jadi. Stasiun kerja pengukuran memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area pengukuran dengan ukuran 50 cm x 50 cm, posisi alat tulis dengan ukuran 15 cm x 5 cm, posisi mal dengan ukuran 35 cm x 5 cm, dan posisi tripleks dengan ukuran 10 cm x 10 cm. Stasiun kerja pemotongan memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area pemotongan dengan ukuran 50 cm x 50 cm, posisi gergaji dengan ukuran 25 cm x 25 cm, posisi gunting dengan ukuran 15 cm x 10 cm, dan posisi tripleks dengan ukuran 10 cm x 10 cm. Stasiun kerja pengeboran memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area pengeboran dengan ukuran 50 cm x 50 cm, posisi mesin bor dengan ukuran 20 cm x 15 cm, posisi styrofoam dengan ukuran 25 cm x 15 cm, dan posisi tripleks dengan ukuran 10 cm x 10 cm.

Stasiun kerja perakitan terdiri dari SK perakitan kepala, SK perakitan

chasis, SK perakitan crane, dan SK perakitan HCT. Stasiun kerja perakitan kepala

memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area perakitan dengan ukuran

50 cm x 50 cm, posisi obeng dengan ukuran 14 cm x 4 cm, posisi kunci dengan

(6)

ukuran 14 cm x 4 cm, dan posisi alat bantu atau wadah tempat meletakkan komponen-komponen yang belum digunakan dengan ukuran alat bantu 40 cm x 24 cm. Stasiun kerja perakitan chasis memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area perakitan dengan ukuran 50 cm x 40 cm, posisi obeng dengan ukuran 24 cm x 4 cm, posisi kunci dengan ukuran 14 cm x 4 cm, dan alat bantu dengan ukuran 40 cm x 24 cm. Stasiun kerja perakitan crane memuat informasi mengenai posisi operator, posisi area perakitan dengan ukuran 50 cm x 50 cm, posisi obeng dengan ukuran 14 cm x 4 cm, posisi kunci dengan ukuran 14 cm x 4 cm, dan posisi alat bantu dengan ukuran 32 cm x 16 cm. Alat bantu yang digunakan berupa kotak sekat.

Ukuran sekat alat bantu pada SK perakitan HCT dibuat berdasarkan ukuran rakitan kepala, rakitan chasis, dan rakitan crane, begitu juga dengan ukuran alat bantu pada 6 SK lainnya. Ukuran sekat alat bantu dibuat mempertimbangkan ukuran komponen-komponen yang akan diletakkan pada alat bantu. Terdapat conveyor pada SK untuk memudahkan operator dalam memindahkan atau mengambil alih komponen atau rakitan dari SK yang satu ke SK lainnya.

C.3 Layout Area Kerja Keseluruhan

Layout area kerja diartikan sebagai penataan fasilitas operasi secara ekonomis guna memaksimalkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk, dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja (Sofyan, 2015). Layout area kerja keseluruhan ini berisikan tata letak keseluruhan SK yang mana sebelumnya sudah dibuat rancangan SK masing-masing kegiatan pada proses manufaktur. Rancangan SK ini dibuat dengan mempertimbangkan ukuran-ukuran pada data antropometri.

Terdapat conveyor, meja, dan rak untuk memudahkan kegiatan produksi agar lebih

efisien. Conveyor yang digunakan conveyor berukuran 400 cm x 50 cm yang

terletak di samping meja. Ukuran stasiun kerja dapat dilihat pada Lampiran C.

(7)

C.4 Data Antropometri dan Allowance

Data antropometri merupakan pengukuran dan analisis karakteristik fisik manusia, seperti ukuran tubuh, proporsi tubuh, jarak antara berbagai titik pada tubuh, dan berbagai parameter lainnya. Menurut Sokhibi (2017), anthropometri adalah suatu bagian yang mendukung ergonomi, terutama dalam perancangan peralatan berdasar prinsip ergonomi. “anthropometri” berasal dari kata “anthro”

yang artinya manusia, dan “metri” yang artinya ukuran. Sehingga, “anthropometri”

adalah ilmu tentang hubungan antara struktur dan fungsi tubuh (termasuk bentuk dan ukuran tubuh) dengan desain alat-alat yang digunakan manusia (Sokhibi, 2017). Data antropometri ini digunakan untuk memahami variasi dalam ukuran tubuh manusia yang mencakup berbagai kelompok usia, jenis kelamin, etnis, dan populasi. Allowance merupakan toleransi tertentu dalam desain produk atau perancangan stasiun kerja agar sesuai dengan variasi individu dalam data antropometri guna memudahkan operator untuk bergerak, berinteraksi, atau menggunakan produk tanpa hambatan atau ketidaknyamanan (Suhardi, 2015).

Meja dan kursi digunakan pada pembuatan HCT. Meja dan kursi tersebut perlu disesuaikan dengan ukuran dimensi tubuh operator pada SK. SK perakitan menggunakan fasilitas meja dan kursi, sedangkan pada SK manufaktur hanya menggunakan meja saja. Hal ini dikarenakan pada kegiatan manufaktur, dengan bekerja sambil berdiri lebih memudahkan operator untuk menjangkau komponen- komponen yang akan digunakan. Terdapat beberapa data antropometri untuk meja dan kursi pada SK perakitan dapat dilihat pada Lampiran D.1 untuk meja dan Lampiran D.2 untuk kursi, yang mana data antropometri meja stasiun kerja perakitan memuat informasi mengenai dimensi yang digunakan, keterangan dari dimensi, penggunaan dari data antropometri, persentil, allowance, dan ukuran total.

Dimensi yang digunakan pada meja stasiun kerja perakitan yaitu dibutuhkan data

tinggi siku dalam posisi duduk dengan dimensi D11 digunakan untuk merancang

ukuran tinggi meja bagian luar dari lantai, data panjang rentang tangan ke depan

dengan dimensi D24 digunakan untuk ukuran lebar alas meja bagian luar, data

panjang rentang tangan ke samping dengan dimensi D32 digunakan untuk ukuran

(8)

panjang meja, data tinggi popliteal dengan dimensi D16 dan data tebal paha degan dimensi D12 digunakan untuk ukuran tinggi meja bagian dalam dari lantai, data panjang lutut dengan dimensi D13 dan data tinggi lutut dengan dimensi D15 digunakan untuk ukuran lebar meja. Untuk data antropometri kursi stasiun kerja perakitan, dibutuhkan data tinggi bahu dalam posisi duduk dengan dimensi D10 digunakan untuk ukuran tinggi kursi dari lantai, data panjang lengan atas dengan dimensi D22 digunakan untuk ukuran tinggi sisi bahu sampai bagian atas dari sandaran tangan pada kursi, data tinggi siku dalam posisi duduk dengan dimensi D11 digunakan untuk ukuran tinggi bagian atas dari sandaran tangan hingga alas duduk pada kursi, data lebar sisi bahu dengan dimensi D17 digunakan untuk ukuran lebar sisi bahu pada kursi, data lebar bahu bagian atas dengan dimensi D18 digunakan untuk ukuran lebar bahu bagian atas pada kursi, data lebar pinggul dengan dimensi D19 digunakan untuk ukuran lebar alas duduk pada kursi, data panjang popliteal dengan dimensi D14 digunakan untuk ukuran panjang alas duduk pada kursi, dan data tinggi popliteal dengan dimensi D16 digunakan untuk ukuran tinggi alas duduk kursi dari lantai.

Data antropometri untuk meja pada SK manufaktur dapat dilihat pada

Lampiran D.3, yang mana data antropometri meja stasiun kerja manufaktur

memuat informasi mengenai dimensi yang digunakan, keterangan dari dimensi,

penggunaan dari data antropometri, persentil, allowance, dan ukuran total. Dimensi

yang digunakan pada meja SK manufaktur yaitu data tinggi siku dengan dimensi

D4 digunakan untuk ukuran tinggi meja bagian luar dari lantai, data panjang rentang

tangan ke depan dengan dimensi D24 digunakan untuk ukuran lebar alas meja

bagian luar, dan data panjang rentang tangan ke samping dengan dimensi D32

digunakan untuk ukuran panjang meja. Terdapat beberapa data antropometri yang

tidak diberi allowance. Hal ini dikarenakan penggunaan allowance itu sendiri tidak

ada bedanya bagi operator.

(9)

C.5 Alat Bantu

Alat bantu yang digunakan pada proses pembuatan produk HCT yaitu kotak bersekat yang berguna sebagai wadah atau tempat meletakkan komponen- komponen sebelum digunakan. Komponen-komponen tersebut akan disusun pada kotak sekat dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Alat bantu dibuat menggunakan SolidWorks. Kotak sekat yang digunakan pada SK perakitan kepala dan chasis yaitu kotak dengan 15 sekat, karena pada perakitan kepala membutuhkan 15 komponen berbeda, begitu juga dengan perakitan chasis. Sedangkan pada SK peakitan crane, kotak sekat yang digunakan yaitu kotak dengan 8 sekat, karena karena pada perakitan crane membutuhkan 8 komponen berbeda. Kotak sekat yang digunakan pada SK perakitan HCT yaitu kotak dengan 5 sekat, dengan tiap sekatnya memiliki ukuran yg berbeda. Hal ini dikarenakan pada proses perakitan HCT dibutuhkan 2 komponen dan 3 rakitan dengan ukuran yang berbeda-beda.

Pembuatan ukuran tiap sekat pada kotak alat bantu mempertimbangkan ukuran dari komponen-komponen yang akan digunakan. Gambar alat bantu pada proses pembuatan HCT dapat dilihat pada Lampiran E.

C.6 Diagram Aliran

Diagram aliran merupakan tampilan dari skala tata letak bangunan yang menunjukkan lokasi seluruh kegiatan pada setiap stasiun kerja yang berlangsung dalam peta aliran proses (Zadry, 2015). Peta diagram memuat informasi relatif lengkap sehubungan dengan proses pembuatan produk. Informasi proses pembuatan produk pada diagram aliran meliputi penyimpanan atau gudang dengan simbol segitiga, langkah atau proses dengan simbol berupa lingkaran, transfer atau transportasi dengan simbol panah, menunggu atau delay dengan simbol berbentuk “D”, inspeksi atau pemeriksaan dengan simbol persegi, kegiatan yang mengambil keputusan dengan simbol berbentuk ketupat, dan kegiatan + inspeksi dengan simbol persegi dengan lingkaran didalamnya.

Terdapat 2 Stasiun Kerja (SK) pada diagram aliran proses pembuatan HCT, yaitu

SK proses manufaktur dan SK proses perakitan, yang meliputi penyimpanan, proses,

(10)

transportasi, delay, dan inspeksi. Diagram aliran proses pembuatan HCT dapat dilihat pada Lampiran F. Proses pembuatan HCT dimulai dengan pengambilan bahan baku pada rak bahan baku proses manufaktur, kemudian bahan baku dibawa menuju stasiun kerja pengukuran, dilanjutkan dengan proses pemotongan pada bahan baku, dan dilanjutkan dengan proses pengeboran, yang mana setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap bahan setengah jadi tadi setelah selesai dilakukan proses manufaktur. Bahan setengah jadi lalu dibawa menuju rak bahan setengah jadi proses manufaktur. Dilanjutkan pada proses perakitan dengan pengambilan bahan setengah jadi pada rak bahan setengah jadi dan dibawa menuju SK perakitan crane. Setelah proses perakitan crane, rakitan crane dibawa menuju SK perakitan HCT. Dilanjutkan dengan pengambilan bahan baku perakitan chasis pada rak yang kemudian dibawa menuju SK perakitan chasis. Setelah dilakukan proses perakitan chasis, kemudian dibawa menuju SK perakitan HCT. Dilanjutkan dengan pengambilan bahan baku perakitan kepala HCT pada rak, yang kemudian dibawa menuju SK perakitan HCT. Setelah dilakukan proses perakitan kepala, chasis, dan crane, dilanjutkan dengan proses perakitan produk HCT. Dilakukan pemeriksaan pada produk yang telah dirakit yang kemudian dibawa menuju rak bahan jadi.

C.7 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Peta tangan kiri dan tangan kanan merupakan peta yang menggambarkan semua kegiatan atau gerakan yang dilakukan selama proses pembuatan suatu poduk. Gerakan-gerakan tersebut meliputi gerakan saat bekerja dan saat menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan. Peta tangan kiri dan tangan kanan dibuat untuk menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan serta menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif (Zadry, 2015). Peta tangan kiri dan tangan kanan proses pembuatan produk HCT dapat dilihat pada Lampiran G.

Peta tangan kiri dan tangan kanan menggambarkan semua kegiatan ataupun

delay yang terjadi secara detail yang dilakukan oleh tangan kanan maupun tangan

kiri. Berdasarkan dari hasil pengamatan video perakitan, maka dapat dilakukan

analisis terhadap gerakan tangan kiri dan tangan kanan operator dalam proses

perakitan HCT. Komponen-komponen yang akan digunakan pada proses

(11)

pembuatan HCT telah diletakkan sesuai dengan jangkauan yang seharusnya.

Jangkauan tangan operator dengan komponen dan alat bantu yang digunakan

termasuk dalam jarak normal dan tidak jauh melewati batas, sehingga dapat

memudahkan operator dalam mengambil komponen yang dibutuhkan dan

melakukan proses perakitan HCT. Adanya kegiatan menganggur atau menunggu

dan ketidakseimbangan gerakan yang dilakukan tangan kiri ataupun tangan kanan,

menjadi kurang efektif dalam proses pengerjaan. Hal ini dapat dilihat bahwa

gerakan kerja yang dilakukan tangan kanan lebih banyak dibanding tangan kiri,

sehingga perlu menyeimbangkan gerakan dan mengilangkan gerakan menganggur

atau delay. Berdasarkan peta tangan kiri dan tangan kanan yang dibuat, didapatkan

waktu tiap siklus perakitan chasis yaitu selama 707,9 detik, waktu tiap siklus

perakitan kepala yaitu selama 536,7 detik, waktu tiap siklus perakitan crane yaitu

selama 532,5 detik dan waktu tiap siklus perakitan crane yaitu selama 56,8 detik.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Sofyan,dkk. (2015). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Konvensional Berbasis 5s (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu Dan Shitsuke). Jurnal Teknovasi, 27-41.

Sokhibi, A. (2017). Perancangan Kursi Ergonomis Untuk Memperbaiki Posisi Kerja Pada Proses Packeging Jenang Kudus. Jurnal Ergonomi, 63.

Suhardi, B. (2015). Perancangan Sistem Kerja. Surakarta: UNS Press.

Tarwaka, d. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan

Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS.

(13)

LAMPIRAN

(14)

LAMPIRAN A

(Elemen Kerja)

(15)

Tabel A.1 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT

Kegiatan Therblig Simbol

Menjangkau obeng Reach R

Memegang obeng Grasp G

Membawa obeng Move M

Menjangkau besi bengkok lubang 9 Reach R

Memegang besi bengkok lubang 9 Grasp G

Membawa besi bengkok lubang 9 dari tangan kanan ke tangan kiri Move M

Menjangkau pintu kiri Reach R

Memegang pintu kiri Grasp G

Membawa pintu kiri Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Meletakkan rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau besi bengkok lubang 9 Reach R

Memegang besi bengkok lubang 9 Grasp G

Membawa besi bengkok lubang 9 Move M

Menjangkau rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Reach R

Memegang rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Grasp G

Membawa rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Meletakkan rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau besi bengkok lubang 9 Reach R

Memegang besi bengkok lubang 9 Grasp G

Membawa besi bengkok lubang 9 Move M

Menjangkau rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Reach R

Memegang rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Grasp G

Membawa rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Meletakkan rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Release Load RL

Menjangkau pintu kanan Reach R

Memegang pintu kanan Grasp G

Membawa pintu kanan Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Reach R

Memegang rakitan pintu kiri dengan besi bengkok lubang 9 yang sudah dirakit Grasp G

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp H

(16)

Tabel A.2 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT (lanjutan)

Membawa mur Move M

Merakit pintu kanan dengan rakitan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau rakitan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan pintu kanan Reach R

Memegang rakitan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan pintu kanan Grasp G

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit pintu kanan dengan rakitan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan pintu kanan yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan pintu kiri Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau lampu Reach R

Memegang lampu Grasp G

Membawa lampu Move M

Merakit lampu dengan rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 Assembly A Melepas rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Release Load RL

Menjangkau setir Reach R

Memegang setir Grasp G

Membawa setir Move M

Menjangkau sekrup M4x20 Reach R

Memegang sekrup M4x20 Grasp G

Membawa sekrup M4x20 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit stir dengan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau besi L lubang 3 Reach R

Memegang besi L lubang 3 Grasp G

Membawa besi L lubang 3 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi L lubang 3 dengan stir yang sudah dirakit dengan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Reach R

Memegang rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Grasp G

Membawa rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

(17)

Tabel A.3 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT (lanjutan)

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit stir dengan rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Melepas rakitan setir yang sudah dirakit dengan rakitan pintu kanan dan pintu kiri yang sudah terpasang besi bengkok lubang 9 dan lampu Release Load RL

Menjangkau plat kursi Reach R

Memegang plat kursi Grasp G

Membawa plat kursi Move M

Menjangkau besi L lubang 2 Reach R

Memegang besi L lubang 2 Grasp G

Membawa besi L lubang 2 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit plat kursi dengan besi L lubang 2 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau plat kursi Reach R

Memegang plat kursi Grasp G

Membawa plat kursi Move M

Menjangkau besi L lubang 2 Reach R

Memegang besi L lubang 2 Grasp G

Membawa besi L lubang 2 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit plat kursi dengan besi L lubang 2 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau besi oval lubang 3 Reach R

Memegang besi oval lubang 3 Grasp G

Membawa besi oval lubnag 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Merakit besi oval lubang 3 dengan plat kursi yang sudah dirakit dengan besi L lubang 2 Assembly A

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau rakitan kepala HCT A yang belum terakit sempurna Reach R

Memegang rakitan kepala HCT yang belum terakit sempurna Grasp G

Membawa rakitan kepala HCT yang belum terakit sempurna Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

(18)

Tabel A.4 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT (lanjutan)

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Merakit rakitan kursi yang sudah dirakit dengan besi L lubang 2 dan besi oval lubang 3 dengan rakitan kepala HCT A yang belum terakit sempurna Assembly A

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Melepas rakitan kepala yang belum terakit sempurna Release Load RL

Menjangkau plat lengkung lubang 10 Reach R

Memegang plat lengkung lubang 10 Grasp G

Membawa plat lengkung lubang 10 Move M

Menjangkau besi lurus lubang 3 Reach R

Memegang besi lurus lubang 3 Grasp G

Membawa besi lurus lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Merakit plat lengkung lubang 10 dengan besi lurus lubang 3 menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau besi bengkok lubang 9 Reach R

Memegang besi bengkok lubang 9 Grasp G

Membawa besi bengkok lubang 9 Move M

Menjangkau sekrup M4x12 Reach R

Memegang sekrup M4x12 Grasp G

Membawa sekrup M4x12 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Merakit besi bengkok lubang 9 dengan plat lengkung lubang 10 dan besi lurus lubang 3 yang sudah dirakit Assembly A

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau karet Reach R

Memegang karet Grasp G

Membawa karet Move M

Menjangkau sekrup M4x12 Reach R

Memegang sekrup M4x12 Grasp G

Membawa sekrup M4x12 Move M

Memasangkan karet pada sekrup Assembly A

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Merakit karet yang sudah dipasangkan sekrup dengan rakitan bumper depan Assembly A

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Melepas kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menjangkau rakitan kepala yang belum terakit sempurna Reach R

Memegang rakitan kepala yang belum terakit sempurna Grasp G

Merakit rakitan kepala yang belum terakit sempurna dengan rakitan bumper depan Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Assembly A

Melepas kunci Release Load RL

Memeriksa kelengkapan rakitan kepala Inspect I

Meletakkan rakitan kepala Release Load RL

(19)

Tabel A.5 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A

Kegiatan Therblig Simbol

Menjangkau roda dan besi panjang Reach R

Memegang roda dan besi panjang Grasp G

Membawa roda dan besi panjang Move M

Merakit roda dengan besi panjang Assembly A

Meletakkan rakitan roda Release Load RL

Menjangkau roda dan besi panjang Reach R

Memegang roda dan besi panjang Grasp G

Membawa roda dan besi panjang Move M

Merakit roda dengan besi panjang Assembly A

Meletakkan rakitan roda Release Load RL

Meletakkan obeng Release Load RL

Menjangkau plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Reach R

Memegang plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Grasp G

Membawa plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau obeng Reach R

Memegang obeng Grasp G

Membawa obeng Move M

Merakit plat besi pendek dengan plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup pada plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau plat bengkok lubang 10 Reach R

Memegang plat bengkok lubang 10 Grasp G

Membawa plat bengkok lubang 10 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit plat bengkok lubang 10 dengan rakitan plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 pertama Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup pada plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau plat besi pendek Reach R

Memegang plat besi pendek Grasp G

(20)

Tabel A.6 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Membawa plat besi pendek Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang pada plat besi pendek menggunakan sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang plat besi pendek menggunakan sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

(21)

Tabel A.7 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 3 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 3 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi lurus lubang 9 Reach R

Memegang besi lurus lubang 9 Grasp G

Membawa besi lurus lubang 9 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi lurus lubang 9 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

(22)

Tabel A.8 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi lurus lubang 9 Reach R

Memegang besi lurus lubang 9 Grasp G

Membawa besi lurus lubang 9 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi lurus lubang 9 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

(23)

Tabel A.9 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan chasis yang belum sempurna menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan chasis yang belum sempurna menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi bengkok lubang 7 Reach R

Memegang besi bengkok lubang 7 Grasp G

Membawa besi bengkok lubang 7 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi bengkok lubang 7 pada rakitan chasis yang belum sempurna menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x12 Reach R

Memegang sekrup M4x12 Grasp G

Membawa sekrup M4x12 Move M

(24)

Tabel A.10 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Menjangkau karet Reach R

Memegang karet Grasp G

Membawa karet Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang karet pada sekrup Assembly A

Memasang sekrup yang sudah dipasang karet dan mur pada rakitan yang sudah terpasang besi bengkok lubang 7 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x12 Reach R

Memegang sekrup M4x12 Grasp G

Membawa sekrup M4x12 Move M

Menjangkau karet Reach R

Memegang karet Grasp G

Membawa karet Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang karet pada sekrup Assembly A

Memasang sekrup yang sudah dipasang karet dan mur pada rakitan yang sudah terpasang besi bengkok lubang 7 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi L lubang 2 Reach R

Memegang besi L lubang 2 Grasp G

Membawa besi L lubang 2 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi L lubang 2 menggunakan sekrup dan mur pada rakitan chasis yang belum sempurna Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi L lubang 2 Reach R

Memegang besi L lubang 2 Grasp G

Membawa besi L lubang 2 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi L lubang 2 menggunakan sekrup dan mur pada rakitan chasis yang belum sempurna Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau lampu Reach R

Memegang lampu Grasp G

Membawa lampu Move M

Memasang lampu ke besi L lubang 2 pada rakitan chasis yang belum sempurna Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan lampu Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Meletakkan rakitan chasis yang belum sempurna Release Load RL

Menjangkau rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Reach R

Memegang rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Grasp G

(25)

Tabel A.11 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)

Membawa rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Move M

Menjangkau rakitan chasis yang belum sempurna Reach R

Memegang rakitan chasis yang belum sempurna Grasp G

Membawa rakitan chasis yang belum sempurna Move M

Memasang rakitan roda pada rakitan chasis yang belum sempurna Assembly A

Menjangkau rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Reach R

Memegang rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Grasp G

Membawa rakitan roda yang sudah dirakit sebelumnya Move M

Memasang rakitan roda pada rakitan chasis yang belum sempurna Assembly A

Memeriksa kelengkapan rakitan chasis Inspect I

Meletakkan rakitan chasis Release Load RL

(26)

Tabel A.12 Elemen Kerja Rakitan Chasis HCT B

Kegiatan Therblig Simbol

Menjangkau roda dan besi panjang Reach R

Memegang roda dan besi panjang Grasp G

Membawa roda dan besi panjang Move M

Merakit roda dengan besi panjang Assembly A

Meletakkan rakitan roda Release Load RL

Menjangkau roda dan besi panjang Reach R

Memegang roda dan besi panjang Grasp G

Membawa roda dan besi panjang Move M

Merakit roda dengan besi panjang Assembly A

Meletakkan rakitan roda Release Load RL

Meletakkan obeng Release Load RL

Menjangkau plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Reach R

Memegang plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Grasp G

Membawa plat besi pendek dan plat bengkok lubang 10 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Menjangkau obeng Reach R

Memegang obeng Grasp G

Membawa obeng Move M

Merakit plat besi pendek dengan plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup pada plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau plat bengkok lubang 10 Reach R

Memegang plat bengkok lubang 10 Grasp G

Membawa plat bengkok lubang 10 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit plat bengkok lubang 10 dengan rakitan plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 pertama Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup pada plat besi pendek yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau plat besi pendek Reach R

Memegang plat besi pendek Grasp G

(27)

Tabel A.13 Elemen Kerja Rakitan Chasis HCT B (lanjutan)

Memegang plat besi pendek Grasp G

Membawa plat besi pendek Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang pada plat besi pendek menggunakan sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang plat besi pendek menggunakan sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang plat bengkok lubang 10 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

(28)

Tabel A.14 Elemen Kerja Rakitan Chasis HCT B (lanjutan)

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 3 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 3 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau besi lurus lubang 9 Reach R

Memegang besi lurus lubang 9 Grasp G

Membawa besi lurus lubang 9 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit besi lurus lubang 9 pada rakitan menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

(29)

Tabel A.15 Elemen Kerja Rakitan Chasis HCT B (lanjutan)

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 5 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 5 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 5 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 5 pada rakitan yang sudah terpasang besi lubang 9 menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Memasang sekrup dan mur pada rakitan yg sudah terpasang tripleks trapesium lubang 5 Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

(30)

Tabel A.16 Elemen Kerja Rakitan Chasis HCT B (lanjutan)

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan chasis yang belum sempurna menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunci Move M

Menggunakan obeng dan kunci untuk mengencangkan sekrup Use U

Meletakkan kunci Release Load RL

Menjangkau tripleks trapesium lubang 3 Reach R

Memegang tripleks trapesium lubang 3 Grasp G

Membawa tripleks trapesium lubang 3 Move M

Menjangkau sekrup M4x5 Reach R

Memegang sekrup M4x5 Grasp G

Membawa sekrup M4x5 Move M

Menjangkau mur Reach R

Memegang mur Grasp G

Membawa mur Move M

Merakit tripleks trapesium lubang 3 pada rakitan chasis yang belum sempurna menggunakan sekrup dan mur Assembly A

Menjangkau kunci Reach R

Memegang kunci Grasp G

Membawa kunc

Gambar

Tabel A.1 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT
Tabel A.4 Elemen Kerja Rakitan Kepala HCT  (lanjutan)
Tabel A.11 Elemen Kerja Rakitan Chasis pada HCT A (lanjutan)
Tabel A.18 Elemen Kerja Assembly HCT
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah perancangan stasiun kerja yang akan digunakan sebagai stasiun kerja finishing pada praktikum Pengantar Teknik

Puji syukur dengan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan modul ajar yang berjudul Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi 2. Modul ini disusun dengan

Laporan praktikum perancangan proses modul 2 mengenai perencanaan proses yang dilakukan oleh kelompok 15 pada tanggal 12 September

Ini adalah laporan praktikum Gambar Teknik yang disusun oleh kelompok 5 dari program studi Teknik Industri Universitas

Laporan Kerja Praktek Departemen Teknik Sipil – Fakultas Teknik Universitas Andalas Laporan Kerja Praktek II-6 mengadakan atau memilih kontraktor yang akan melaksanakan

Laporan Praktikum Mekanika Fluida Departemen Teknik Lingkungan – Fakultas Teknik Universitas Andalas dengan: t = Tebal Ambang H = Tinggi Muka Air terhadap Ambang Maka aliran

Dokumen ini adalah laporan akhir praktikum Vertebrata Hama yang disusun oleh mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas