LAPORAN PRAKTIKUM SITEM PRODUKSI MODUL II
Material Requirement Planning
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Kebutuhan Praktikum Sistem Produksi
Disusun Oleh Kelompok 5
LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA JAKARTA
2023
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan Praktikum Sistem Produksi Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
1. Gilang Darmawan 2170031052
2. Rhaka Pramudja 2170031055
3. Muhammad Rafy Purnowo 2170031064
4. M. Fikri Widiawan 2270033004
5. Bayu Anggoro 2170031056
6. Edo Lesmana 7. Wahyu Nugroho
2170031057 2170031058 8. Ari Prasetyo Wibowo
9. Syafiq Dwi Priyantono
2170031060 2170031061 Kelompok : 5
Modul : Material Requirement Planning
Jakarta, 10 Juni 2023 Menyetujui,
Kepala Laboratorium Mesin-Industri
Asisten Laboratorium Sistem Produksi
Arries Abbas, ST, MM, MT NIDN: 03290565505
Bagas Ade Maulana NIM: 1970031048 Mengetahui,
Kepala Program Studi Teknik Industri
Ir. Florida Butarbutar, MT NIDN: 0310056507
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat Rahmat, hidayah, dan petunjuknya, serta Kesehatan yang diberikan sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan hasil Praktikum Modul 1 dengan judul “Material Requirement Planning”
Dalam kesempatan ini penyusun mengucapakan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikam banyak motivasi serta membantu hingga laporan praktikum selesai, terutama kepada :
1. Ir. Florida Butarbutar, MT. Selaku Ketua Program Studi Teknik Industri sekaligus dosen mata kuliah Perancangan Sistem Kerja Ergonomi Teknik Industri Universitas Krisnadwipayana
2. Asisten Laboratorium praktikum Sistem Produksi Teknik Industri Universitas Krisnadwipayana
3. Rekan-rekan Kelompok 5 yang sudah bekerja dan bersinergi dengan baik untuk bekerja sama
Laporan Praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi dan cara penulisan, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun penyempurnaan tugas laporan praktikum Sistem Produksi. Peserta praktikum berharap hasil laporan praktikum ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan belajar dan referensi dalam proses pembelajaran.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Dalam melakukan setiap pekerjaan, seorang pekerja yang baik harus mampu menciptakan suatu sistem kerja yang optimal dalam melakukan Material Requirement Planning agar menghasilkan produk dengan biaya minimum namun kualitas maksimum. Selain itu, pekerja bisa melakukan peramalan untuk merencanakan sistem kerja yang lebih baik dari sistem kerja yang telah ada sebelumnya atau memilih sistem kerja yang paling baik dari beberapa sistem kerja yang telah diajukan dengan mempelajari perancangan sistem kerja supaya tujuan utama ketika bekerja dapat dicapai. Dalam kasus ini membuat Meja Komputer.
Perencanaan dan persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting dalam suatu proses produksi, terutama pada industri manufaktur (AKPRIND,2018).
Apabila persediaan bahan baku tidak tersedia dengan baik sesuai dengan rencana atau kebutuhan produksi, maka akan menghambat proses produksi. Persediaan adalah bahan mentah, barang dalam proses (work in process), barang jadi, bahan pembantu, bahan pelengkap, komponen yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan. Persediaan bahan baku harus diatur dengan baik, agar proses produksi terus berjalan sesuai dengan permintaan pelanggan memenuhi kebutuhan pasar.
MRP merupakan Teknik pendekatan yang bertujuan meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menjadwalkan kebutuhan akan material dan komponen
untuk membantu perusahaan dalam mengatasi kebutuhan minimum dari komponen- komponen yang kebutuhannya dependen dan menjamin tercapainya produksi akhir.
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dapat kami simpulkan identifikasi masalah sebagai berikut
1. praktikan dapat memahami dan menerapkan metode MRP dalam proses pengelolaan persediaan di tempat industry
2. Praktikan Mengelola dan membandingkan hasil MRP dengan software Microsoft excel dan software Windows for QM
3. Belum diketahui BOM pada Perakitan Meja Komputer 1.3 Perumusan Masalah
1. Bagaimana Praktikan dapat memahami dan menerapkan metode MRP dalam proses Pengelolaan Persediaan di tempat Industri?
2. Bagaimana cara Membandingkan hasil MRP pada perhitungan dengan menggunakan software Microsoft excel dan software Windows for QM ?
3. Bagaimana Menentukan BOM sejak awal praktikum di mulai sebagai bahan Analisa?
1.4 Maksud dan Tujuan
Tujuan dilaksanakan Penelitian sebagai berikut
1. Peserta Mampu memahami dan menerapkan metode MRP pada bidang industry 2. Peserta Mampu melakukan perbandingan pada perhitungan MRP menggunakan
software Microsoft excel dan software Windows for QM 3. Peserta Dapat mengelola MRP dari BOM yang telah di buat 1.5 Batasan Masalah
Batasan Masalah pada Modul ini sebagai berikut
1. Data yang digunakan dalam pembuatan modul ini ialah dari data pengamatan masa lampau dalam bulan januari sampai Februari 2023
2. Mengolah data MRP yaitu Jadwal Induk Produksi (JIP),Gross Requirement (GR) ,Inventory on Hand (OH),Net Requirement (NR) dan Schedule Reicipt(SR) 3. Pengolahan data menggunakan software Microsoft Excel dan Windows For QM.
1.6 Metodologi penelitian
Penelitian ini di maksudkan agar para peserta praktikum dapat Menerapkan, menganalisis, dan mengelola MRP (Material Requirement Planning) agar menghasilkan produk dengan biaya minimum dengan kualitas maksimum.
Data-data yang terlampir dan diproses merupakan data yang bersumber dari Asisten lab yang di berikan pada tanggal 10 Juni 2023 yang berlokasi di Ruang 304 Gedung Praktikum Teknik di Universitas Krisnadwipayana
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Observasi dan dokumentasi data dilakukan di Ruang 304 Gedung Praktikum Teknik di Universitas Krisnadwipayana tanggal 10 Juni 2023
1.6.1 Flowchart Pemecahan Masalah
Gambar 1.1 Flowchart Pemecahan Masalah
Tidak
Ya
Asisten si
Pengolahan Data 1. Pembuatan BOM
2. Pengolahan data menggunakan Ms excel 3. Pengolahan data menggunakan software
Windows For QM
Selesai
Responsi
Mengumpulkan Laporan akhir praktikum Tujuan Penelitian
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Pengumpulan Data Data JIP
Data Permintaan barang Data komponen
Data Persediaan & Pembelian Mulai
Latar Belakang Masalah
1.6.2 Filosofi Alur Pemecahan Masalah
1. Mulai
Praktikum di mulai dengan briefing serta penjelasan dari asleb mengenai Modul yang terdapat di Praktikum serta pemberian tugas pendahuluan.
2. Pengumpulan Tugas Pendahuluan
Mempresentasikan jawaban dari tiap tiap soal yang di berikan pada tugas pendahuluan di hadapan asleb yang bertugas serta menerima evaluasi singkat mengenai tugas tersebut
3. Praktikum
Memulai Praktikum di Ruang 304 Gedung Praktikum Universitas Krisnadwipayana
4. Pengumpulan dan Pemberian Data
Tiap Tiap Kelompok Peserta Praktikum di berikan kesempatan untuk Menyusun BOM masing-masing serta Pemberian data fiktif tambahan dari Asleb yang bertugas untuk pelengkap data..
5. Pengerjaan Laporan Praktikum
Aslab memberikan waktu selama 8 hari kepada para peserta Praktikum untuk menyelesaikan Laporan Praktikum
6. Asistensi
Bimbingan dari pada Asleb yang bertugas untuk mengarahkan dan mengevalusai laporan yang di kerjakan oleh Peserta Praktikum
7. Pengumpulan Laporan
Peserta mengumpulkan Laporan Praktikum sesuai waktu yang di berikan 8. Responsi
Adanya Interaktif antara Peserta dengan Asleb mengenai Laporan 9. Selesai
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan pada Laporan ini ditulis dan di susun sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Terdapat 7 point yang terdapat pada bab ini sesuai dengan lampiran di modul praktikumBAB II Landasan Teori
Terdapat penjelasan mengenai pemahaman , pembuatan, dan pengaplikasian MRPPada data fiktif yang di berikan Asisten Lab UNKRIS
BAB III Pengumpulan dan Pengolahan Data
Menjelaskan dan mengelola data-data fiktif yang telah diberikan oleh AslabBAB IV Analisis
Menjelaskan nalisa dari pengaplikasian MRP pada metode kerja di bidang industriBAB V Kesimpulan dan Saran
menjelaskan mengenai kesimpulan hasil dari pengolahan data penelitian dan juga saran untuk menunjang mutu dan kualitas praktikum dimasa yang akan datingDAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian MRP ( Material Requirement Planning )
Menurut Stevenson (2005), Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menterjemahkan Jadwal Produksi Induk (Master Production Schedule) untuk barang Jadi (produk akhir) menjadi beberapa tahapan kebutuhan sub-assy, komponen dan bahan baku. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa MRP adalah suatu rencana produksi untuk sejumlah produk jadi dengan menggunakan tenggang waktu sehingga dapat ditentukan kapan dan berapa banyak dipesan untuk masing-masing komponen suatu produk yang akan dibuat.(Kho, 2016)
Perusahaan yang menggunakan sistem MRP tidak akan mengalami kekurangan barang atau stok barang terlalu banyak. Sebab sistem bisa mengestimasi untuk mengolah bahan baku menjadi produk. Bahkan bisa membuat jadwal pengirimannya secara otomatis. MRP selalu berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi dan tuntutan terhadap sistem perusahaan maka sampai saat ini MRP dibagi menjadi 4 bagian dan tidak tertutup kemungkinan untuk masa yang akan datang. Keempat bagian tersebut terdiri dari :
1. Material Requirement Planning (MRP) dapat didefenisikan sebagai suatu teknik atau set prosedur yang sistematis dalam penentuan kuantitas serta waktu dalam proses pengendalian kebutuhan bahan terhadap komponen-komponen permintaan yang saling bergantungan. (Dependent demand items).
2. Material Requirement Planning II (MRPII), Oliver Wight dan George Plossl, partner konsultan, diakui oleh orang yang melakukan perluasan konsep MRP atas area manufaktur, sehingga MRP dapat mencakup area-area perusahaan lain. Hasil perluasan konsep tersebut dinamakan MRP II, dan arti dari singkatan tersebut berubah menjadi Manufacturing resource planning (Perencanaan Sumber Manufactur).(Wahono, 2019)
3. Material Requirement Planning III (MRP III), proses ini diperluas didalam tingkat akurasi peramalan permintaan, penggunaan secara tepat dan baik peramalan permintaan (Forecast Demand), akan dapat secara otomatis dan tepat melakukan perubahan terhadap Master Production Schedule. Dan apabila juga Master Production Schedule telah penuh atau tidak dapat lagi melakukan Work Order maka system MRP III ini dapat melakukan rekomendasi terhadap permintaan.
4. Material Requirement Planning 9000 (MRP 9000), MRP 9000 sudah merupakan tawaran yang benar-benar merupakan system yang lengkap dan terintegrasi dengan system management manufacturing. Kemampuan sistem MRP 9000 didalam manufaktur, termasuk juga inventory, penjualan, perencanaan, pembuatan, dan pembelian dengan mengunakan General Ledger, dan sebuah Administrasi, dan Executive Information System (EIS) secara graphical dalam membuat sebuah keputusan untuk permasalahan manufaktur.
2.2 Tujuan MRP ( Material Requirement Planning )
Bukan tanpa alasan, perusahaan manufaktur menggunakan sistem karena pasti memiliki tujuan dalam penerapan MRP (Material Requirement Planning), berikut tujuannya:
2.2.1 Mengurangi Jumlah Persediaan
Jika dilihat dari tujuan utamanya, MRP adalah sistem untuk menentukan jumlah komponen/bahan baku yang dibutuhkan dan kapan komponen/bahan baku tersebut dibutuhkan sesuai jadwal produksi induk (master produksi schedule).
Dengan adanya sistem ini juga akan membuat perusahaan manufaktur yang bersangkutan hanya perlu membeli material (komponen/bahan baku) tersebut pada saat dibutuhkan saja (mengestimasi).
2.2.2 MENGURANGI WAKTU TENGGANG ( LEAD TIME )
Tujuan yang selanjutnya dari MRP adalah bisa membantu mengidentifikasikan jumlah dan waktu material yang dibutuhkan sehingga pihak purchasing bisa melakukan tindakan yang tepat khususnya untuk memenuhi batas waktu yang ditetapkan.
2.2.3 KOMITMEN PENGIRIMAN REALISTIS
Perusahaan yang menggunakan sistem MRP, maka mereka bisa menginformasikan dengan cepat dari pihak produksi ke bagian pengiriman barang sehingga bisa mengestimasi kemungkinan waktu pengirimannya.
2.2.4 MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASI
Tujuan berikutnya dari MRP adalah bisa membantu setiap unit kerja agar selalu terkoordinasi dengan baik. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan operasionalnya ketimbang perusahaan yang tidak menerapkan sistem MRP.
2.3 SISTEM PADA MRP ( MATERIAL REQUIREMENT PLANNING )
Seperti sistem pada umumnya , tentu terdapat Input dan Output . Berikut adalah Input dan output yang ada pada sistem MRP adalah :
2.3.1 Input :
1. Master Production Schedule ( MPS )
Merupakan suatu rencana produksi yang menggambarkan hubungan antara kuantitas setiap jenis produk akhir yang diinginkan dengan waktu penyediaannya.
2. Inventory Status File
Menggambarkan keadaan dari setiap komponen atau material yang ada dalam persediaan, yang berkaitan dengan :
1. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory)
2. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang (on order Inventory)
3. Waktu ancang–ancang (lead time) dari setiap bahan.
3. Struktur Produk ( Product Structure Record & Bill Of Material )
Merupakan kaitan antara produk dengan komponen penyusunnya. Informasi yang dilengkapi untuk setiap komponen ini meliputi:
1. Jenis komponen
2. Jumlah yang dibutuhkan 3. Tingkat penyusunannya
2.3.2 Output :
1. Planned Order Schedule (Jadwal Pesanan Terencana) adalah penentuan jumlah kebutuhan material serta waktu pemesanannya untuk masa yang akan datang.
2. Order Release Report (Laporan Pengeluaran Pesanan) berguna bagi pembeli yang akan digunakan untuk bernegosiasi dengan pemasok, dan berguna juga bagi Manajer manufaktur, yang akan digunakan untuk mengontrol proses produksi.
3. Changes to planning Orders (Perubahan terhadap pesanan yang telah direncanakan) adalah yang merefleksikan pembatalan pesanan, pengurangan pesanan, pengubahan jumlah pesanan.
4. Performance Report (Laporan Penampilan) suatu tampilan yang menunjukkan sejauh mana sistem bekerja, kaitannya dengan kekosongan stock dan ukuran yang lain.
2.4 Struktur Sistem MRP ( Material Requirment Planning )
Sebagai sebuah sistem, Material Requirement Planning terdiri dari input, proses dan output. Struktur sistem MRP:
2.5 Prosedur MRP ( Material Requirement Planning )
Dalam proses menganalisis MRP bisa dilakukan dengan dua cara, yakni manual maupun dengan bantuan suatu program (software).
Berikut empat langkah dasar prosedur sistem MRP yang bisa kamu terapkan :
2.5.1 Proses Netting
Merupakan proses perhitungan untuk menetapkan jumlah kebutuhan bersih.Di mana nilainya adalah selisih antara kebutuhan kotor dengan keadaan persediaan (yang ada dalam persediaan dan yang sedang dipesan atau tinggal menunggu jadwal penerimaan).
2.5.2 Proses Lotting
Proses yang kedua adalah lotting atau lot sizing, yang merupakan teknik guna menentukan besarnya kuantitas pesanan, yang optimal untuk setiap item bahan atau material.
Di sini, proses lotting sangat berperan penting dalam perencanaan kebutuhan bahan, terutama pada perusahaan yang memiliki keterbatasan fasilitas atau ruang.
Selanjutnya, ukuran lot dikaitkan dengan besarnya ongkos-ongkos persediaan, sebut saja seperti ongkos pengadaan barang (ongkos setup), ongkos simpan, biaya modal, dan harga barang itu sendiri.
2.5.3 Proses Offesetting
Yang ketiga ada proses offsetting, yang berguna untuk menentukan waktu dilakukannya kegiatan pemesanan sehingga upaya untuk memenuhi tingkat kebutuhan bersih bisa segera tercapai.
2.5.4 Proses Explosion
Proses yang terakhir adalah explosion yang merupakan sebuah perhitungan kebutuhan tiap item, di mana perhitungannya menilai tingkat yang lebih rendah dari struktur produk yang tersedia.
Perhitungan ini juga didasarkan atas rencana pemesanan yang sebelumnya telah disusun pada proses offsetting
.
2.6 Keuntungan Sistem MRP ( Material Requirement Planning )
Material requirement planning (MRP) merupakan sistem manajemen manufaktur
yang membantu produsen dalam menangani perencanaan produksi, penjadwalan, dan mengelola persediaan barang.
MRP sudah digunakan oleh banyak produsen di berbagai industri sejak lebih dari 30 tahun lalu. Kondisi teknologi data dan komputerisasi yang semakin berkembang membuat sistem MRP menjadi tools produksi yang sangat penting karena dapat memberikan banyak keuntungan bagi bisnis manufaktur atau pabrik. Berikut ini manfaat sistem MRP:
2.6.1 Kontrol Persediaan Barang
Salah satu kunci efisiensi proses produksi barang adalah sistem manajemen persediaan yang baik di perusahaan. Salah satu cara MRP bekerja adalah memberikan data jadwal produksi untuk menentukan level permintaan barang dan biaya persediaan yang tepat untuk memenuhi produksi tersebut.
Sistem MRP menjaga level persediaan optimal untuk material dan suku cadang, mengurangi biaya penyimpanan persediaan. Intinya, MRP akan membantu mengurangi dan mengoptimalkan biaya persediaan dalam satu periode produksi.
2.6.2 Perencanaan Pembelian
Menyederhanakan proses produksi sangat bergantung pada data ketersediaan bahan baku dan barang jadi, apa saja yang perlu dibeli dan kapan waktu untuk membeli bahan baku.
Perencanaan pembelian memerlukan sistem yang cerdas untuk melacak langkah- langkah produksi dan memahami setiap pembelian yang diperlukan sembari melakukan pengecekan balik dengan jadwal produksi dan pengiriman material.
Manager procurement (pembelian) memerlukan data di MRP untuk menghubungi supplier secara otomatis saat ada kebutuhan untuk pembelian bahan baku.
2.6.3 Perencanaan Produksi
Sistem MRP dapat menemukan keterlambatan di jalur produksi yang disebabkan oleh kelangkaan atau material yang jumlahnya kurang.
Ketika masalah itu terjadi, sistem MRP dapat mengubah rute produksi atau merekomendasikan rute ulang ke produksi produk lain di mana bahan tersedia.
MRP juga dapat difokuskan pada upaya dalam tahap produksi tertentu dengan mengorbankan tahap lain yang kekurangan bahan baku dan spareparts.
MRP membantu produsen merencanakan lini produksi bahkan ketika ada kendala ketersediaan material.
2.6.4 Penjadwalan Kerja
Penjadwalan kerja dapat didefinisikan mengelola waktu aktif produksi, memprediksi hasil yang produksi dan kepatuhan terhadap jadwal produksi.
Manager dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengontrol operasi per jam, peralatan dan tugas tenaga kerja, bahkan memprediksi waktu tenaga kerja dan biaya operasional secara akurat.
2.6.5 Pengelolaan Sumber Daya
Bahan baku adalah sumber kehidupan dari setiap proses manufaktur. Memiliki kontrol dan informasi mengenai ketersediaan bahan baku dan hasil yang diharapkan juga memberi perusahaan manufaktur sebuah insight mengenai sumber daya lain untuk terlibat dalam proses tersebut.
Efisiensi sumber daya adalah kunci. Informasi dari sistem MRP memberitahu petugas di pabrik mengenai peralatan apa yang dibutuhkan, jam berapa dan kapan tenaga kerja tambahan dibutuhkan, serta apakah perlu menyewa atau membeli aset operasional.
2.6.6 Manajemen Data
Sistem MRP membantu produsen dalam menangani informasi mengenai pembuatan, analisis dan penyajian banyak data. MRP memproses dan mendokumentasikan data pembelian, inventaris, pengiriman, data arus kas ke dalam faktur, laporan, dan presentasi terstruktur lainnya dengan mudah.
2.6.7 Pembelian Ekonomis
Sistem MRP memudahkan Anda dalam menghitung jumlah dan biaya bahan yang dibutuhkan termasuk biaya pengiriman, penyimpanan, dan pengangkutan untuk menghasilkan pembelian yang paling ekonomis untuk memenuhi permintaan.
Sistem MRP mengoptimalkan pembelian dengan ketepatan tinggi, menghemat biaya pembelian yang tidak perlu bagi produsen.
2.6.8 Hemat Waktu
Salah satu keunggulan dari sistem MRP adalah dapat mengotomatisasi proses kerja dan hanya membutuhkan sedikit campur tangan manusia. Ini tentu akan menghemat banyak waktu tenaga kerja yang dipakai untuk melakukan inventarisasi, pembelian, dan manajemen produksi.
Tingkat akurasi dalam sistem MRP jauh lebih akurat dibandingkan dengan metode manusia yang rawan kesalahan. Itu juga membantu mengelola dan menyimpan data produksi dalam satu database.(Safitri, 2023)
2.7 Pengertian Microsoft Excel
Pengertian Microsoft Excel adalah sebuah program atau aplikasi yang merupakan bagian dari paket instalasi Microsoft Office, berfungsi untuk mengolah angka menggunakan spreadsheet yang terdiri dari baris dan kolom untuk mengeksekusi perintah. Microsoft Excel telah menjadi software pengolah data / angka terbaik di dunia, selain itu Microsoft Excel telah didistribusikan secara multi-platform.(Advernesia, 2015)
2.7.1 Fungsi Microsoft Excel
Microsoft Excel digunakan di berbagai bidang pekerjaan, baik usaha kecil maupun perusahaan berskala internasional. Adapun beberapa fungsi dan kegunaan Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
1. Membuat, mengedit, mengurutkan, menganalisis, meringkas, dan memformat data serta grafik.
2. Membuat catatan keuangan dan anggaran keuangan.
3. Menghitung dan mengelola investasi, pinjaman, penjualan, inventaris, dll.
4. Melakukan analisis dan riset harga.
5. Melakukan perhitungan statistika.
6. Membantu berbagai sektor bisnis untuk mempermudah melakukan laporan keuangan.
7. Membuat daftar nilai sekolah maupun universitas.
8. Konversi mata uang.
9. Membuat grafik persamaan matematika.
10. Membuat program Excel dengan Visual Basic.
11. Melakukan penelitian dengan berbagai metode penelitian.
12. Sarana pembelajaran komputer dan logika.(Advernesia, 2015)
2.7.2 Kelebihan Microsoft Excel
1. User interface yang mudah untuk dipahami.
2. Kompatibilitas dengan berbagai platform/sistem operasi.
3. Mudah dipelajari untuk pengguna pemula.
4. Tersedia lisensi dalam versi grosir.
5. Mempunyai ekstensi (.xls) terpopuler untuk software spreadsheet.
6. Dapat membaca ekstensi standar spreadsheet (.csv).
7. Fitur pivot untuk mempermudah manajemen data.
8. Spreadsheet yang besar, dapat digunakan sebagai alternatif SQL untuk penggunaan sederhana.
9. Resource RAM dan memory kecil dibanding program sejenis.
10. Digunakan oleh berbagai industri, instansi dan pekerjaan.
11. Mendukung Visual Basic
12. Menyediakan fitur Research Pane untuk mempermudah mencari referensi analisis data dengan Microsoft Excel menurut para ahli terkait topik yang diteliti.(Advernesia, 2015)
2.7.3 Kekurangan Microsoft Excel
1.Akses fungsi tertentu seperti fungsi statistik terbatas.
2.Jumlah sel terbatas.
3.Add-ins untuk disiplin ilmu tertentu seperti neural network, fuzzy logic tidak powerfull dibandingkan software sejenis contoh: MATLAB dan SAS .(Advernesia, 2015)
2.8 Pengertian QM For Windows
QM for Windows (Quantum Mechanics for Windows) merupakan aplikasi berbasis Windows yang dirancang khusus untuk membantu para peneliti dan mahasiswa dalam mempelajari dan melakukan simulasi kuantum mekanik.
Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai macam konsep kuantum mekanik dan melakukan simulasi kompleks. Program ini menyediakan berbagai macam alat analisis, seperti grafik, animasi dan berbagai macam alat visualisasi lainnya yang membantu Anda memahami konsep kuantum mekanik dengan lebih mudah.
Anda juga dapat melakukan simulasi kuantum secara real-time dan menganalisis hasil dengan menggunakan alat visualisasi tersebut. Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dapat menemukan jawaban atas masalah-masalah kuantum mekanik dengan lebih cepat dan akurat.
2.8.1 Kelebihan QM For Windows
1. Mengizinkan pengguna untuk mengakses dan mengimplementasikan proses kualitas secara efisien.
2. Memungkinkan pengguna untuk mengelola data dan menyimpan informasi yang relevan dengan proses kualitas.
3. Menyediakan laporan yang dapat diunduh untuk menganalisis data secara lebih rinci.
4. Ini adalah aplikasi yang mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang intuitif.
5. Memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan sistem lain.
2.8.2 Kekurangan QM For Windows
1. Beberapa fitur yang diharapkan dalam aplikasi ini hanya tersedia dalam versi berbayar.
2. Dukungan teknis yang berbasis web terbatas.
3. Beberapa fitur yang diharapkan dalam aplikasi ini mungkin tidak tersedia di semua wilayah.
4. Aplikasi ini membutuhkan kompatibilitas dengan sistem operasi Windows dan hanya dapat diakses oleh pengguna yang menggunakan sistem operasi Windows.
BAB III
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
3.1 Pengumpulan DataPengumpulan data terdiri dari : data JIP, data Permintaan Barang, data Komponen, data Persediaan dan Pembelian Barang yang diperoleh dari hasil data pada saat Praktikum membuat meja komputer
3.1.1 Data Jadwal Induk Produksi (JIP)
Yaitu jadwal rencana produksi yang akan dilaksanakan selama periode tertentu, yang umumnya dilakukan selama 12 Bulan (1 Tahun). Berikut data masa lampau pada Mei 2022 sampai April 2023 :
Tabel 3.1 Data JIP
No Bulan Aktual JIP FORECAST by 4 MA JIP
1 Mei 684 591,75 592
2 Juni 630 630,75 631
3 Juli 512 640,5 641
4 Agustus 549 615,5 616
5 September 614 593,75 594
6 Oktober 544 576,25 577
7 November 678 554,75 555
8 Desember 618 596,25 597
9 Januari 571 613,5 614
10 Februari 603 602,75 603
11 Maret 617 617,5 618
12 April 579 602,25 603
1.7.1 Data Permintaan Barang
Tabel 3.2 Data Permintaan Barang
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
Jumlah 614 603
1.7.2 Data Komponen
Tabel 3.3 Data Komponen
Level Description Quantity Lead Time
(Week) Make or Buy
0 Meja Komputer 1 1 M
1 Alas 1 1 M
1 Laci 1 1 M
1 Kaki 4 1 M
2 Baut 20 1 B
2 Multiplek 7 1 B
2 HPL 7 1 B
2 Rel Laci 2 1 B
2 Penyangga 12 1 M
2 Karet Kaki 4 1 B
1.7.3 Data Persediaan
Tabel 3.4 Data Persediaan
No Nama Komponen Onhand Inventory
1 Meja Komputer 15
2 Alas 0
3 Laci 170
4 Kaki 175
5 Penyangga 300
6 Multiplek 30
7 Karet Kaki 75
8 Rel Laci 45
1.7.4 Data Pembelian Barang
Tabel 3.5 Data Pembelian Barang
No Nama Komponen SR Due Date (Week)
1 Baut 1000 3
1250 4
2 HPL 1560 2
1900 7
3 Rel Laci 770 1
680 6
4 Karet Kaki 1200 1
1250 5
3.2 Pengolahan Data
Pengolahan data dalam pembuatan MRP Meja computer terdiri dari : Pembuatan Bill Of Material (BOM), perhitungan MRP manual menggunakan Ms Excell dan Perhitungan MRP menggunakan software QM for Windows
3.2.1 Bill Of Material (BOM)
Gambar 3.1 Bill Of Material (BOM)
Level 2 Level 1 Level 0
3.2.2 Perhitungan MRP Manual Menggunakan Ms Excell
Ada beberapa data yang harus diketahui dalam membuat MRP menggunakan Ms Excell diantaranya : GR, SR, OI, NR, PO. Dan berikut cara mencari data tersebut :
GR : Diperoleh dari data permintaan yang diperlukan dalam suatu periode tertentu (umumnya selama 12 bulan)
SR : Diperoleh dari data rencana penerimaan supplier OI : Diperoleh dari data stock yang tersedia di gudang
NR : Diperoleh dari data permintaan dikurang data yang tersedia di stock PO : Diperoleh dari data permintaan pasar
3.2.1.1 Tabel Perhitungan MRP Menggunakan Ms Excell
Tabel 3.6 MRP Meja Komputer
Meja Komputer (1 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 614 603
SR
OI 15 15 15 15 15
NR 599 603
PO 599 603
Tabel 3.7 MRP Alas
Alas (1 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 599 603
SR
OI 100 100 100 100
NR 499 603
PO 499 603
Tabel 3.8 MRP Baut
Baut (20 pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 9980 12060
SR 1000 1250
OI 1000 2250 2250
NR 9980 9810
PO 9980 9810
Tabel 3.9 MRP Multiplek
Multiplek (7 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 3493 4221
SR
OI 30 30 30
NR 3463 4221
PO 3463 4221
Tabel 3.10 MRP HPL
HPL (7 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 3493 4221
SR 1560 1900
OI 1560 1560 1560 1560 1900
NR 3493 2661
PO 3493 2661
Tabel 3.11 MRP Laci
Laci (1 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 599 603
SR OI 170 170 170 170 NR 429 603
PO 429 603
Tabel 3.12 MRP Rel Laci Rel Laci (2 Pcs) Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 GR 858 1206
SR 770 680
OI 45 45 815 680
NR 43 1206
PO 43 1206
Tabel 3.13 MRP Kaki Kaki (4 Pcs) Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 GR 2396 2412
SR OI 175 175 175 175 NR 2221 2412
PO 2221 2412
Tabel 3.14 MRP Kaki Penyangga (12 Pcs) Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 GR 26652 28944
SR OI 300 300 300 NR 26352 28944
PO 26352 28944
Tabel 3.15 MRP Karet Kaki
Karet Kaki (4 Pcs)
Minggu ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8
GR 8884 9648
SR 1200 1250
OI 75 75 75 1200 1200 1200 1200 1250
NR 8809 8448
PO 8809 8448
3.2.3 Perhitungan MRP Menggunakan QM For Windows
3.2.3.1 Data Awal Input MRP Penjadwalan Meja Komputer
Gambar 3.2 Data Awal Input BOM
Berikut pengertian dari masing – masing data yang harus di input pada saat input awal di software QM for Windows :
1. Item Name : Nama material yang ada didalam BOM 2. Level : Urutan proses dalam pembuatan produk
3. Lead Time : Waktu yang diperlukan untuk membuat produk 4. #Per Parent : Qty yang digunakan pada saat membuat produk 5. Onhand Invetory : Jumlah Qty yang tersedia di gudang
6. Lot Size : Jumlah produksi yang ditentukan dalam pesanan 7. Minimum Qty : Pembatasan jumlah minimal stock
Gambar 3. 3 MRP Meja Komputer dengan Software QM for Windows
Gambar 3.4 MRP Alas dengan software QM for Windows
Gambar 3.5 MRP Baut dengan software QM for Windows
Gambar 3.6 MRP Multiplek dengan software QM for Windows
Gambar 3.7 MRP HPL dengan software QM for Windows
Gambar 3. 8 MRP Laci dengan software QM for Windows
Gambar 3.9 MRP Laci dengan software QM for Windows
Gambar 3.10 MRP Kaki dengan software QM for Windows
Gambar 3.11 MRP Penyangga dengan software QM for Windows
Gambar 3.12 MRP Karet Kaki dengan software QM for Windows
BAB IV ANALISIS
4.1 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Akurasi MRP
Faktor-Faktor yang mempengaruhi akuraasi MRP antara lain : 1. Struktur Bill Of Material (BOM)
Menjelasakan sesuatu susunan secara sistematis secara hierarkis mengenai keterkaitan antara bahan dan pembentuk suatu produk.
2. Data GR, SR, OI, NR, PO.
Data yang digunakan untuk perhitungan MRP yang didapat dari data permintaan, komponen, persediaan, dan penerimaan produk
3. Data dari pengolahan MRP menggunkan Sofware Microsoft Excel dan QM for Windows
Data dari pengolahan tersebut sangat penting karena sangat bermanfaat untuk penjadwalan MRP dalam membuat suatu produk
4.2 Perbandingan Hasil MRP Pada Perhitungan Dengan Menggunakan Software Microsoft Excel Dan Software Windows For QM.
Perbandingannya adalah pada perhitungan menggunakan Microsoft Excell Data SR baru digunakan di minggu setelah data SR diperoleh, sedangkan pada Perhitungan menggunakan QM for Windows data SR langsung digunakan pada saat di terima pada minggu yang sama.
4.3 Penerapan MRP Di Perusahaan Yang Memproduksi Meja Komputer
Menurut kami penerapan MRP untuk perusahaan yang memproduksi meja komputer ini sangat bermanfaat, karena :
1. Perusahan dapat membuat schedule produksi secara efektif dan efisien
2. Perusahan mampu memprediksi jumlah permintaan pada pasar Dapat menentukan perencanaan produksi atau rencana pemesanan komponen dan material yang diperlukan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KesimpulanKesimpulan yang diperoleh dari laporan penelitian dalam proses produksi Meja computer dalam perhitungan MRP adalah sebagai berikut :
1. praktikan dapat memahami dan menerapkan metode MRP dalam proses pengelolaan persediaan di tempat industry
2. Praktikan telah Mengelola dan membandingkan hasil MRP dengan software Microsoft excel dan software Windows for QM
3. Telah diketahui dan sudah di buat BOM pada Perakitan Meja Komputer 4. Dalam Perhitungan MRP hasil perbandingan MRP pada perhitungan software
Microsoft Excel dan Software Windows For QM yaitu Kita dapait menguraikan suatu produk menjadi struktur-struktur komponen dan Dapat memahami dan menerapkan metede MRP dalam proses pengelolaan persediaan di perusahaan industry.
5. Namun apabila ada kesalahan dalam pengimputan data pada microsoft excel salah maka dalam percobaan dengan for QM pun salah.
5.2 Saran
Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaanya dan adapun kelemahan-kelemahan dari penulis dalam penulisan laporan ini, baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas dalam menjamin penyelesaian penulisan laporan ini sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari dosen.
DAFTAR PUSTAKA
Advernesia. (2015). Pengertian Microsoft Excel dan Fungsinya.
https://www.advernesia.com/bibliography/
Kho, B. (2016). No Title. Pengertian MRP (Material Requirement Planning) Dan Tujuan Penerapannya.
https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-mrp-material- requirement-planning-tujuan-penerapannya/
Safitri, S. N. (2023). No Title. https://www.mas-software.com/blog/mrp- adalah
Wahono, S. (2019). No Title. https://id.linkedin.com/pulse/perbedaan-mrp-
i-ii-dan-erp-suryo-wahono
LAMPIRAN
Lampiran. 1
Lampiran. 2
Lampiran. 3