• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Studi Kasus PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam Manajemen Sumber Daya Manusia

N/A
N/A
Atheena

Academic year: 2025

Membagikan "Laporan Studi Kasus PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam Manajemen Sumber Daya Manusia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN STUDI KASUS

Pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia

Dosen Pengampu: Chintya Prabawati, S.pd

Disusun Oleh:

Muhammad falikh affa ikmaliza NIM : 2023020096

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV ADMINISTRASI BISNIS INTERNASIONAL

POLITEKNIK BALEKAMBANG JEPARA TAHUN 2025

KATA PENGANTAR

(2)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan kelancaran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan dan menyusun makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen SDM.

Kami menyadari bahwa hal tersebut terlaksana berkat bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Karunia-Nya.

2. Keluarga di rumah yang selalu memotivasi penulis demi terselesaikanya penyusunan laporan ini.

3. Bapak Miftahuddin, S.Ag, M.M, selaku Direktur Politeknik Balekambang Jepara.

4. Ibu Mar’atus Sholikhah M.Pd, selaku Ketua Program Studi Politeknik Balekambang Jepara.

5. Ibu Chintya Prabawati, S.pd, selaku Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen SDM di Politeknik Balekambang Jepara.

Kami juga menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari sempurna walaupun kami telah berusaha dengan semaksimal mungkin dan daya upaya yang ada pada kami. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak, penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jepara, 21 Januari 2025

Penulis

2

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I... 4

PENDAHULUAN... 4

A. Latar Belakang...4

B. Rumusan Masalah... 4

C. Tujuan... 4

BAB II... 5

PEMBAHASAN...5

A. Landasan Teori Studi Kasus...5

B. Analisa Studi Kasus...6

BAB III... 8

PENUTUP... 8

A. Kesimpulan... 8

B. Saran... 8

DAFTAR PUSTAKA... 9

(4)

3 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sukses atau tidaknya suatu perusahaan tergantung pada struktur formal dan informal serta pengawasan harus sesuai dengan strategi perusahaan. Contoh: strategi transnasional membebankan alat-alat yang sangat berbeda untuk staffing, perkembangan manajemen dan praktek kompensasi dibandingkan dengan strategi yang dilakukan oleh perusahaan multidomestik. Perusahaan mengejar kebutuhan strategi transnasional untuk membangun kerjasama budaya yang kuat dan jaringan manajemen informal untuk mentransmisikan informasi dengan organisasi. Selanjutnya seleksi pegawai, perkembangan manajemen, penilaian penampilan, dan kebijaksanaan upah fungsi MSDM bisa membantu

mengembangkan hal ini. Sumber daya manusia (SDM) Merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki ketrampilan dan berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang sangat kompetitif. Kondisi ekonomi di abad 21, ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan perekonomian dan perdagangan ketika Negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan yang terintegrasi dan tanpa batas teritorial Negara

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta, khususnya perusahaan berbasis aplikasi seperti Grab?

2. Bagaimana peran perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas?

3. Apa saja kendala yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan kebijakan inklusi bagi penyandang disabilitas?

C. Tujuan

1. Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta.

2. Mengembangkan model implementasi kebijakan inklusi bagi penyandang disabilitas di perusahaan.

3. Memberikan rekomendasi kepada perusahaan, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.

(5)

4

BAB II PEMBAHASAN

A. Landasan Teori Studi Kasus

perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi. kasus yang sempat ramai itu terjadi saat Salah satu Calon Mitra Tuli yang tengah ingin menjalani test interview namun di perlakukan tidak baik oleh salah satu karyawan security dari pihak grab . Kejadian pada kasus tersebut terjadi pada Tonan ( Mitra Tuli Grab) dengan beberapa Karyawan Security pada saat proses Interview, dimana Tonan saat menghadiri proses interview disambut dengan tatapan musam dari pihak security. Bahkan Tonan juga sempat Di test Baca dengan keras hingga test pendengaran dimana sikap tersebut tidak pantas untuk dilakukan. Dimana sebenarnya hal semacam itu telah dalam UU ketenagakerjaan sudah tercantum pasal yang menjelaskan mengenai perlindungan dan hak tenaga kerja yaitu UU No. 13 tahun2003 paragraf 5 pasal 1 mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu: setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. . Terdapat juga beberapa pengaturan mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia. PerUndang-Undangan tersebut mecakup:

1. Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945 Pasal 28/I ayat 2 mengenai keberhakkan seseorang untuk mendapatkan perlakukan bebas dari diksriminsai 2. Undang-Undang Tahun 1997 No.4 Tentang Penyandang Cacat yang menekankan

mengenai pemenuhan hak disbalitas dalam pekerjaan.

3. Undang-Undnag Thaun 2002 No,13 Tentang Ketenakerjaan menegnai kesmepatan yang sama bagi setiap pekerja tanpa diskriminasi

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas.

Walaupun Peraturan mengenai Hak penyandang Disabilitas dalam penempatan Kerja Sudah ada , Namun hal tersebut masih belum dapat menjamin para penyandang disabilitas mendapatkan hak mereka dalam bekerja secara optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh fakor pekerja maupun penyedia kerja, terkadang perusahaan mendapatkan kesulitan akses informasi mengenai data penyandang disabilitas yang Membutuhkan kerja. Demikin juga sebaliknya pencari kerja tidak mengetahui perusahaan mana saja yang menyediakan

(6)

kesempatan kerja buat mereka dengan keterbatas yang dimiliki. Faktor lain yang mengakibatkan hal tersebut adalah kurang matangnya perusahaan dalam mempersiapkan kebutuhan penyandang disabilitas mulai dari peraturan perusahaan yang menekan hak penyandang disabilitas, maupun juga kurang nya pemeliharaan karyawan yang mengakibatkan diskriminasi masih kerap terjadi.

B. Analisa Studi Kasus

Hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan Grab adalah dengan melakukan pemeliharaan Karyawan khususnya bagi penyandang disabilitas. Dimana Menurut Edwin B. Flippo, fungsi pemeliharaan karyawan adalah memberikan perhatian terhadap kondisi fisik, mental dan emosi karyawan. pemeliharaan disabilitas tersebut meliputi, menetapkan kebijakan bagi penyandang disabilitas. Dimana dalam menentukan kebijakan disabilitas sebaiknya meliputi tiga hal, yang pertama adalah startegi perusahaan dengan tujuan jangka panjang tehadap kesinambungan pekerjaan dengan para penyandang disabilitas, hal ini sangat penting dalam startegi dalam ketenagakerjaan penyandang disabilitas. Hal ini juga berkaitan dengan mempertimbangkan isu pekerja disabilitas yang akan dicakup dan isu mana yang harus dikaitkan dengan kebijakan yang sudah ada. Yang kedua adalah pelatihan bagi pekerja maupun pihak perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka pada penyandang disabilitas. Yang terakhir adalah kebijakan perekrutan untuk penyandang disabilitas. Hal tersebut sangat penting dalam mempertimbangkan dalam hal jumlah perekrutan penyandang disabilitas, melakukan koneksi terhadap penyandang disabilitas yang membutuhkan pekerjaan, serta analisis pekerjaan untuk penyandang disabilitas agar mampu sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan penyandang disabilitas.

Selanjutnya adalah sebaiknya perusahaan grab menjalin hubungan dan berkonsultasi dengan organisasi penyandang Disabilitas. Dukungan yang bisa didapat dari OPD dalam berbagai bidang, misalnyaimplementasi kebijakan disabilitas; saran dan pertimbangan mengenai akomodasi bagi penyandang disabilitas di tempat kerja; pelatihan bagi manajer dan karyawan mengenai bagaimana cara memperlakukan penyandang disabilitas;

pelatihan bagi penyandang disabilitas agar dapat memenuhi persyaratan kerja; dan memberikan konsultasi pada perusahaan dalam mencari penyandang disabilitas yang berminat bekerja untukperusahaan atau yang memenuhi persyaratan keahlian kerja.

Penyesuaian tempat kerja juga harus diperhatikan oleh perusahaan yang hendak membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, hal yang dapat dilakukan adalah memberikan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas seperti; menyiapkan

(7)

akomodasi fisik yang layak, tempat kerja yang bersih dan rapi, menata koridor yang luas dan bebas hambatan, membuat tanda atau simbol yang mudah dibaca, memastikan fasilitas kamar kecil dapat diakses oleh penyandang disabilitas, menambahkan jalur melandai (ramps) atau susuran tangan di mana akan dibutuhkan.

Dan hal terakhir yang harus dilakukan perusahaan adalah menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas pada lingkungan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan terhadap karyawan tentang bagaimana memperlakukan disabilitas, hak-hak yang harus didapatkan oleh penyandang disabilitas, keberagaman, dan memotivasi lingkungan kerja serta mempromosikan non diskriminasi di tempat kerja yang lebih baik bagi penyandang disabilitas. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagiperusahaan tetapi juga seluruh masyarakat dengan membuat mereka mengubah pola pikir mereka dan menghilangkan stigma negatif.

(8)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kasus diskriminasi yang dialami Tonan menyoroti masih adanya kesenjangan antara regulasi yang ada dengan implementasi di lapangan. Meskipun Indonesia telah memiliki sejumlah peraturan yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, namun praktik diskriminasi masih terjadi, terutama dalam dunia kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman mengenai inklusivitas bagi penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan, baik di kalangan perusahaan maupun masyarakat secara umum.

B. Saran

1. Menyesuaikan kebijakan perusahaan agar lebih inklusif dan mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas

2. Bagi pemerintah dapat melakukan sosialisasi secara masif mengenai pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas

3. Membentuk tim khusus yang bertugas mengelola program inklusivitas dan memastikan bahwa semua kebijakan dilaksanakan dengan baik

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/andreastanaputra3053/6460dcd908a8b574c90679d5/

studikasus-msmd-pad-kasus-dikriminasi-mitra-tuli-pt-grab-holdingsinc?

page=1&page_images=1

https://www.grab.com/id/press/consumers-drivers/pernyataan-lanjutan-grab-terkait- prosesrekrutmen-calon-mitra-grab-penyandang-disabilitas/

https://news.detik.com/berita/d-6058219/aksi-grab-copot-sana-sini-di-kasus- diskriminasicalon-mitra-tuli

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat dinyatakan semakin baik hubungan kemitraan yang dibangun dan semakin tinggi kompensasi yang diberikan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh dengan menggunakan model Grover mengenai financial distress pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dapat disimpulkan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk maka penulis menarik kesimpulan bahwa terdapat analisa laporan keuangan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan yang ekstrim pada tahun 2017, sehingga mendapatkan predikat CCC dengan skor sebesar 35,36 yang menunjukkan

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bentuk strategi komunikasi pemasaran terintegrasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam mempertahankan brand

Hasil prediksi Financial Distress atau prediksi kebangkrutan yang menggunakan model Altman menunjukkan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk berada pada area bangkrut, yaitu

Garuda Indonesa (Persero) Tbk) adalah perusahaan maskapai penerbangan nasional Indonesia yang berkonsep full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh)

Tujuan dari pembuatan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara Penilaian Prestasi Kerja Karyawan pada Sales Office PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.,