Nama: Luh Tania Priyandani NIM/No: 21108061/01 Kelas: TAH C/6
LATIHAN SOAL BAB 5 BUDGET KAS 1. Jelaskan dengan singkat
a. Laporan sumber dan penggunaan kas (Statement of Source and Use of Cash) penting bagi sebuah bisnis karena memberikan gambaran yang jelas tentang arus kas perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini menyajikan informasi mengenai dari mana kas masuk (sumber) dan kemana kas keluar (penggunaan), sehingga membantu manajemen dalam mengelola likuiditas perusahaan, merencanakan keuangan, dan membuat keputusan strategis. Dengan memahami sumber dan penggunaan kas, perusahaan dapat mengidentifikasi pola arus kas, mengevaluasi efisiensi pengelolaan kas, serta mengidentifikasi potensi risiko dan peluang keuangan yang perlu diperhatikan.
b. Proses membuat laporan sumber dan penggunaan kas melibatkan langkah-langkah berikut:
1) Pengumpulan Data: data kas harus dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk catatan keuangan, rekening bank, dan transaksi kas lainnya.
2) Klasifikasi Transaksi: Setelah data dikumpulkan, transaksi harus diklasifikasikan menjadi dua kategori utama: sumber dan penggunaan kas. Transaksi yang menyebabkan kas masuk ke perusahaan dikategorikan sebagai sumber kas, sementara transaksi yang menyebabkan kas keluar dari perusahaan dikategorikan sebagai penggunaan kas.
3) Pemrosesan Data: Data kemudian diolah dan diatur sesuai dengan format laporan sumber dan penggunaan kas. Ini melibatkan pengelompokan transaksi berdasarkan jenis (misalnya, penjualan, pembelian, investasi) dan periode waktu tertentu (biasanya bulanan, kuartalan, atau tahunan).
4) Penyusunan Laporan: Setelah data diproses, laporan sumber dan penggunaan kas disusun. Laporan ini biasanya terdiri dari dua bagian utama: sumber kas (penerimaan kas) dan penggunaan kas (pengeluaran kas). Informasi disajikan dalam format tabel atau grafik untuk memudahkan pemahaman.
Data yang harus disiapkan agar bisa menyusun laporan sumber dan penggunaan kas meliputi:
- Catatan kas dan bank
- Bukti transaksi keuangan, seperti faktur, kwitansi, dan bukti pembayaran - Informasi tentang penerimaan kas, seperti penjualan, pinjaman, atau
pendanaan eksternal
- Informasi tentang pengeluaran kas, seperti pembelian inventaris, pembayaran hutang, atau investasi
c. Ketika sebuah bisnis sedang berjalan atau bertahan (survival), sumber penerimaan kas utama biasanya berasal dari:
1) Penjualan Produk atau Jasa: Pendapatan utama bisnis berasal dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan.
2) Penerimaan Piutang: Jika bisnis memiliki piutang dari penjualan sebelumnya, penerimaan kas dapat berasal dari penagihan piutang tersebut.
3) Modal Sendiri atau Investasi: Bisnis mungkin juga menerima kas dari pemilik atau investor sebagai modal tambahan untuk mendukung operasional.
Pengeluaran kas pada saat bisnis sedang berjalan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk:
1) Pembelian Bahan Baku atau Inventaris: Untuk menjaga operasional, bisnis harus membeli bahan baku atau inventaris yang diperlukan.
2) Biaya Operasional: Pengeluaran kas juga terjadi untuk membayar biaya operasional sehari-hari, seperti gaji karyawan, sewa tempat usaha, utilitas, dan biaya administratif lainnya.
3) Pembayaran Utang: Bisnis mungkin harus membayar utang kepada pemasok atau kreditor.
4) Pembayaran Pajak dan Pungutan lainnya: Pengeluaran kas juga dapat terjadi untuk membayar pajak, iuran, atau pungutan lainnya kepada pemerintah atau lembaga terkait.
5) Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan: Bisnis mungkin memerlukan pengeluaran kas untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan, fasilitas, atau infrastruktur.
2. Jika supplier memberikan discount 2% dari Rp 9.600.000,- maka restoran akan mendapat potongan Rp 192.000,- jika restoran meminjam uang dengan harga sebesar itu di bank pada tanggal 15 januari dan akan dikembalikan pada 30 pebruari, restoran akan dikenakan bunga sebesar 18% setahun atau 1,5% sebulan, maka akan mendapakan hasil :
Rp 9.600.000 x 3% = Rp 288.000 Rp 192.000 – Rp 288.000 = - Rp 96.000
Restoran tidak mendapatkan untung jika meminjam dengan harga tersebut karena jika restoran meminjam dengan harga tersebut maka restoran harus membayar ke bank sebesar Rp 9.888.000.
Maka dari itu restoran tidak perlu meminjam uang sebesar Rp 9.600.000,- di bank karna tidak akan mendapat peluang discount 2% dari supplier tersebut. Keputusan berubah jika restoran hanya meminjam uang sebesar Rp 5.000.000 di bank, dan membayar dengan mengambil kas direstoran karena hasil yang diperoleh adalah:
Rp 5.000.000 x 3% = Rp 150.000 Rp 192.000 – Rp 150.000 = Rp 42.000,-
Jadi terdapat peluang restoran mendapatkan discount dari supplier dibandingkan dengan meminjam uang sebesar harga peralatan tersebut, dan restoran hanya perlu membayar sebesar Rp 5.150.000 di bank, dilihat juga dari kondisi kas restoran yang masih tersedia.
3. Anda memiliki informasi sebuah Restoran sebagai berikut:
Budget
Penjualan tunai Penjualan kredit
Januari Rp 32,415,000 Rp 15,925,000
Februari Rp 25,303,000 Rp 12,250,000
Maret Rp 28,110,000 Rp 13,175,000
April Rp 27,805,000 Rp 14,615,000
Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya, rata-rata 75 % dari penjualan kredit bulan yang bersangkutan sudah tertagih pada akhir bulan tersebut, sedangkan sisanya 25 % tertagih pada bulan berikutnya. Jumlah pembelian bahan makanan (harga pokok penjualan) rata-rata 35 % dari total penjualan. Dari jumlah tersebut 40 % dibayar dalam bulan bersangkutan selebihnya dibayar pada bulan berikutnya.
Biaya Gaji dibayarkan tunai dengan anggaran sebagai berikut:
Pebruari Rp 14,250,000
Maret Rp 13,925,000
April Rp 15,317,000
Anggaran pengeluaran lainnya sebagai berikut:
Februari Maret April
Biaya Sewa Gedung Rp 6,500,000 Rp 6,500,000 Rp 6,500,000 Biaya Asuransi Rp 2,000,000 Rp 2,000,000 Rp 2,000,000 Biaya Energy Rp 4,500,000 Rp 4,800,000 Rp 5,000,000
Biaya Pinjaman Rp 800,000 Rp 800,000 Rp 800,000
Biaya Depresiasi Rp 1,100,000 Rp 1,100,000 Rp 1,100,000 Biaya-biaya lain Rp 1,500,000 Rp 1,000,000 Rp 1,400,000
Biaya energi, bunga pinjaman, dan biaya lainnya dibayar secara tunai dalam bulan yang bersangkutan. Sedangkan biaya sewa gedung dan biaya asuransi dibayar dimuka pada bulan januari tahun yang bersangkutan sejumlah biaya sewa gedung setahun. Restoran membayar juga angsuran pinjaman atas kredit yang diperoleh dari bank yang jumlahnya Rp 950.000,- per bulan. Pada bulan Pebruari direncanakan seluruh staf melakukan darma wisata dengan anggaran biaya Rp. 12.000.000,- Sedangkan dalam bulan Maret akan dijual kendaraan lama senilai Rp 45.000.000,- Dalam bulan April akan dibeli peralatan baru senilai Rp 20.000.000,-
Berdasarkan data di atas, buatlah Anggaran/budget kas untuk bulan pebruari, maret, dan april. Perediaan kas 01 pebruari sejumlah Rp. 11.400.000,- Sedangkan persediaan minimum kas yang dianggarkan sejumlah 25.000.000,- setiap bulannya.
Jawab:
Preparation Cash Cash Receipt - February
Penjualan tunai Rp 25,303,000
Revenue bulan sebelumnya x 25%
= Rp 15,925,000 x 25% Rp 3,981,250 Revenue bulan ini x 75%
= Rp 12,250,000 x 75% Rp 9,187,500
Total Cash Receipt Rp 38,471,750
Cash Disbursment - February Food cost
Food cost bln ini x 35%
= 35% x Rp 37,553,000 x
40% Rp 5,257,420
Food cost bln sebelumnya x 60%
= 35% x Rp 48,340,000 x
60% Rp 10,151,400
Biaya Gaji Rp 14,250,000
Biaya Energy Rp 4,500,000
Biaya Pinjaman Rp 800,000
Biaya biaya lain Rp 1,500,000
Angsuran Pinjaman Rp 950,000
Biaya Darma wisata Rp 12,000,000
Total Disbursment Rp 49,408,820
Net cash flow -Rp 10,937,070
Cash Receipt - March
Penjualan tunai Rp 28,110,000
Revenue bulan sebelumnya x 25%
= Rp 12,250,000 x 25% Rp 3,062,500 Revenue bulan ini x 75%
= Rp 13,175,000 x 75% Rp 9,881,250
Penjualan peralatan Rp 45,000,000
Total Cash Receipt Rp 86,053,750
Cash Disbursment - March Food cost
Food cost bln ini x 35%
= 35% x Rp 41,285,000 x 40% Rp 5,779,900 Food cost bln sebelumnya x 60%
= 35% x Rp 37,553,000 x 60% Rp 7,886,130
Biaya Gaji Rp 13,925,000
Biaya Energy Rp 4,800,000
Biaya Pinjaman Rp 800,000
Biaya biaya lain Rp 1,100,000
Angsuran Pinjaman Rp 950,000
Total Disbursment Rp 35,241,030
Net cash flow Rp 50,812,720
Cash Receipt - April
Penjualan tunai Rp 27,805,000
Revenue bulan sebelumya x 25%
= Rp 13,175,000 x 25% Rp 3,293,750 Revenue bulan ini x 75%
= Rp 14,615,000 x 75% Rp 10,961,250
Total Cash Receipt Rp 42,060,000
Cash Disbursment - April Food cost
Food cost bln ini x 35%
= 35% x Rp 42,420,000 x 40% Rp 5,938,800 Food cost bln sebelumnya x 60%
= 35% x Rp 41,285,000 x 60% Rp 8,669,850
Biaya Gaji Rp 15,317,000
Biaya Energy Rp 5,000,000
Biaya Pinjaman Rp 800,000
Biaya biaya lain Rp 1,400,000
Angsuran Pinjaman Rp 950,000
Biaya Peralatan Rp 20,000,000
Total disbursment Rp 58,075,650
Net cash flow -Rp 16,015,650
Cash Budget
February March April
Total cash receipts Rp 38,471,750 Rp 86,053,750 Rp 42,060,000 Less:
Total cash disbursement Rp 49,408,820 Rp 35,241,030 Rp 58,075,650 Net cash flow -Rp 10,937,070 Rp 50,812,720 -Rp 16,015,650 Add :
Beginning cash Rp 11,400,000 Rp 462,930 Rp 51,275,650
Ending cash Rp 462,930 Rp 51,275,650 Rp 35,260,000
Less :
Minimum cash balance Rp 25,000,000 Rp 25,000,000 Rp 25,000,000 Required financing Rp 24,537,070
Excess cash balance Rp 26,275,650 Rp 10,260,000