• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN WORKSHOP 3 FAADIL 518955

N/A
N/A
Faadil Faadil

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN WORKSHOP 3 FAADIL 518955"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Faadil 23/518955/TK/57197

(2)

Rumah Tradisional (yg akan diambil) Jolopong

Lokasi : daerah sunda, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Iklim : Daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan sejuk

Topografi : Banyak ditemukan di daerah perbukitan dan pegunungan dengan lanskap yang berbukit

Latar Belakang Sosio-Budaya :

Rumah adat Jolopong memiliki desain sederhana dan terbuka, mencerminkan budaya masyarakat Sunda yang ramah dan harmonis dengan alam.

1.

Biasanya digunakan sebagai tempat tinggal keluarga dan memiliki ruang utama yang luas tanpa sekat untuk berkumpul.

2.

Dibangun dengan material alami seperti kayu dan bambu agar sesuai dengan lingkungan sekitar dan tahan terhadap gempa.

3.

Denah : tata letak ruang yang memiliki area teras (namanya lupa) dengan kondisi kosong tidak ada perabot, untuk menerima tamu, ketika ada tamu, baru gelar tikar

(3)

kondisi lahan

lahan sangat berkontur, level dari utara site ke selatan site sekitar 0 sampai -6

meter (kalo gasalah, blm diitung lagi)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil distribusi curah hujan spasial menunjukkan bahwa pada daerah dengan topografi yang lebih tinggi mempunyai nilai curah hujan yang relatif lebih tinggi sesuai

intensitas hujan mengakibatkan tingkat kerawanan longsor meningkat, khususnya di daerah dengan topografi berbukit yang terdapat pemukiman padat penduduk. Salah satu

1 MMI.. Curah hujan tinggi serta alih fungsi lahan di daerah perbukitan juga menjadi faktor penyebab meningkatnya potensi gerakan tanah. Daerah perbukitan dengan

gurun mempunyai kisaran curah hujan sekitar 250 mm/tahun atau kurang sehingga termasuk curah hujan rendah dan tidak teratur. Gurun banyak terdapat di daerah tropis yang

Iklim di Pulau Moyo umumnya beriklim tropis, Curah hujan antara 1250 mm/th di daerah rendah dan 1500-2000 mm/th di daerah dataran tinggi. Jenis tanah Regosol

Untuk memanfaatkan potensi yang ada maka dapat dilakukan dengan analisis, salah satunya adalah analisis potensi fisik (topografi, hidrologi, iklim/curah hujan)

Indonesia juga sebagai negara yang memiliki iklim tropis yang sangat rentan terhadap bencana banjir karena memiliki durasi musim hujan yang lama dan curah hujan

Bentukan atap selain disesuaikan untuk bengunan yang berada di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi, juga berguna karena terbentuknya ruangan diantara atap dan plafon