• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laprak Komunikasi Penyuluhan

N/A
N/A
Aulia Rizki Utami

Academic year: 2024

Membagikan "Laprak Komunikasi Penyuluhan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN

KOMUNIKASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN

DI KELURAHAN 1 ILIR, KECAMATAN ILIR TIMUR II, KOTA PALEMBANG

Oleh:

Kelompok 4

1. M. Rendi Dwi Yedi (412022106) 2. M. Rega Setiawan (412022078) 3. Aulia Rizki Utami (412022108)

4. Fera Yulanda (412022096)

5. Nila Herzaria (412022081)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

TAHUN AJARAN 2022/2023

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan. dan kesehatan pada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum Mata Kuliah Kornmunikasi Penyuluhan Pertanian.

Praktikum Komunikasi Penyuluhan Pertanian ini bertujuan untuk memantapkan serta merealisasikan semua ilmu yang telah didapat di perkuliahan pada program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen yang telah mengarahkan dan memberi masukan pada penyusunan laporan praktikum ini kepada rekan-rekan mahasiswa seperjuangan yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga laporan praktikum ini dapat diselesaikan.

Penulis menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan maka dengan rendah hati penulis menerima saran dan kritik demi kesempurnaan laporan yang akan datang.

Palembang, … Desember 2023

Penulis

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......i

DAFTAR ISI.....ii

BAB I PENDAHULUAN......1

A. LATAR BELAKANG......1

B. TUJUAN.....1

BAB II......2

LANDASAN TEORI......2

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI......2

B. KOMUNIKASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN......2

C. SISTEM KOMINIKASI DALAM PENYULUHAN PERTANIAN......3

BAB III......4

PELAKSANAAN PRAKTEK LAPANGAN......4

A. OBSERVASI DAN WAWANCARA KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN:......4

BAB IV......5

HASIL DAN PEMBAHASAN......5

A. GAMBARAN UMUM PETANI DAN PENYULUH......5

B. DESKRIPSI KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN......5

C. SISTEM KOMUNIKASI DALAM PENYULUHAN PERTANIAN......6

BAB V......8

KESIMPULAN......8

DAFTAR PUSTAKA......9

LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI.......10

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu mengorganisasikan dirinya dalam dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya, serta upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan demikian penyuluhan pertanian mengambil peranan yang sangat penting terhadap pembangunan pertanian di Indonesia karena dengan adanya kegiatan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku utama dan pelaku usaha serta melestarikan lingkungan hidup.

Untuk itu, praktikum mata kuliah Komunikasi Penyuluhan Pertanian melakukan penelitian di Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2, Kota Palembang untuk mengetahui potensi dan masalah di kelurahan tersebut, sebab kelurahan tersebut merupakan salah satu kelurahan penghasil produk pertanian di kota Palembang, Sumatera Selatan.

B. TUJUAN

1. Bagi Mahasiswa

 Untuk mengetahui efektivitas kegiatan penyuluhan (berdasarkan materi, waktu, dan metode penyuluhan yang biasa digunakan).

 Untuk mengetahui kondisi pada kegiatan pertanian di kelurahan tersebut.

2. Bagi Petani

 Mendapatkan informasi dan inovasi terbaru dari penyuluh.

 Mendapatkan bantuan untuk melakukan kegiatan pertanian.

3. Bagi Pemerintah

 Untuk membantu mengembangkan kegiatan pertanian agar lebih baik (sikap, perilaku, dan keterampilan).

(6)

 Memberikan bantuan berupa dana maupun barang.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan pertukaran informasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan maksud dan tujuan tertentu. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan informasi, berita, atau pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sehingga maksud atau pesan tersebut dapat dipahami.

Komunikasi adalah “proses atau tindakan menyampaikan pesan (message) dari pengirim (sender) ke penerima (receiver), melalui suatu medium (channel) yang biasa mengalami gangguan (noice). Dalam definisi ini, komunikasi haruslah bersifat intentional (disengaja) serta membawa perubahan.

Komunikasi adalah "suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Komunikasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal.

B. KOMUNIKASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN

Komunikasi pertanian adalah pernyataan antar manusia yang berkaitan dengan bidang pertanian, baik secara perorangan, kelompok, maupun massa yang sifatnya umum dengan mengunakan lambang- lambang tertentu Sedangkan Penyuluhan Pertanian adalah sistem pendidikan Informal (di luar sekolah) yang diberikan kepada petani dan keluarganya di pedesaan dengan maksud agar mereka mampu, sanggup dan berswadaya memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan keluarganya sendiri dan bila dimungkinkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekelilingnya

Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian merupakan studi yang mempelajari cara menyampaikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat khususnya yang berkecimpung di sektor pertanian mengenai informasi, teknologi baru di bidang pertanian. Hal ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi pertanian.

(7)

C. SISTEM KOMINIKASI DALAM PENYULUHAN PERTANIAN

1. Pendekatan Personal

Melakukan hubungan atau pendekatan secara langsung dengan sasaran yaitu seorang petani, biasanya dilakukan secara berdialog langsung.

2. Kunjungan Langsung ke Lokasi Pertanian (Sawah dan Hidroponik) Untuk meningkatkan hasil pertanian, metode kunjungan ke lokasi lebih memudahkan petani mengadopsi suatu informasi karena bersifat latihan dan kunjungan ke lokasi mereka dan tidak menghabiskan biaya yang cukup besar.

3. Pertemuan Kelompok

Metode ini efektif dibandingkan dari metode lainnya karena petani dibimbing dan diarahkan secara berkelompok untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktivitas atas dasar kerjasama.

4. Sekolah Lapang

Sekolah lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif bagi petani karena merupakan metode pembelajaran bagi orang dewasa (andragogi) karena sifatnya yang tidak formal.

(8)

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTEK LAPANGAN

A. OBSERVASI DAN WAWANCARA KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN:

1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

 Hari : Rabu

 Tanggal : 13 Desember 2023

 Waktu : 10:00 WIB s/d selesai

 Tempat : Kampung Aer, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 2. Materi Penyuluhan Pertanian

 Pengendalian Hama Penyakit Tanaman

 Pembentukan Kelompok Tani

 Pengendalian Hama Penyakit Cabai 3. Alat Bantu Penyuluhan Pertanian

 Tikar

 Lampu

 Microphone

 Speaker 4. Alat Peraga

 Laptop

 Foto

 Power Point

5. Teknik Komunikasi Penyuluhan Pertanian

 Pendekatan Personal

 Pendekatan Kelompok

 Sekolah Lapang

 Proses komunikasi yang terjadi dilapangan

(9)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM PETANI DAN PENYULUH

Kehidupan petani bergantung pada lahan sebagai sarana produksi.

Petani berperan sebagai pemelihara tanaman untuk memperoleh hasil yang dibutuhkan demi kelangsungan hidupnya. Selain itu petani juga berperan sebagai penggerak Pembangunan ekonomi didaerah tersebut. Dengan

meningkatkan produktivitas pertanian,petani dapat meningkatkan pendapatan mereka sendiri dan juga membantu mengurangi angka kemiskinan didaerahnya.

Karena kurangnya tanah untuk lahan pertanian, petani ,memanfaatkan bantuan dari BI dalam mengembangkan tanaman hidroponik. Mereka juga memanfaatkan tanaman eceng gondok untuk dijadikan kerajinan tangan dan dijadikan kompos untuk menambah pendapatan didaerah tersebut. Ketika petani padi sedang tidak menggarap sawah mereka melakukan pekerjaan sampingan seperti mengendarai perahu ketek untuk ditumpangi orang.

B. DESKRIPSI KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN

Potensi ekonomi yang dimiliki Kampung Aer adalah tanaman

hidroponik, tanaman padi, tanaman bonsai dan kerajinan dari eceng

gondok. Penyuluh memberi bantuan berupa alat pertanian seperti traktor,

benih dan bibit. Penyuluh membatu petani untuk lebih baik dalam

berperilaku, bersikap, dan meningkatkan keterampilan. Penyuluh

memberikan materi kepada petani mengenai pembentukan kelompok

tani, tata cara dalam pengendalian hama dan penyakit. Dengan adanya

penyuluh dalam mendampingi petani dapat membantu petani dalam

meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan

kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian

fungsi lingkungan hidup.

(10)

C. SISTEM KOMUNIKASI DALAM PENYULUHAN PERTANIAN

1. Pendekatan Personal

Melakukan hubungan atau pendekatan secara langsung dengan sasaran yaitu seorang petani, biasanya dilakukan secara berdialog langsung, melakukan kunjungan ke rumah, surat-menyurat, melalui telepon, dll. Metode ini sangat efektif, tetapi akan banyak menyita waktu dan energi.

2. Kunjungan Langsung ke Lokasi Pertanian (Sawah dan Hidroponik) Untuk meningkatkan hasil pertanian, metode kunjungan ke lokasi lebih memudahkan petani mengadopsi suatu informasi karena bersifat latihan dan kunjungan ke lokasi mereka dan tidak menghabiskan biaya yang cukup besar. Sistem ini diterapkan bagi penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilaksanakan penyuluh dapat dilakukan secara berkesinambungan supaya bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap petani dan sekaligus untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam tugasnya di lapangan. Sistem ini bukan hal yang baru dalam penyuluhan, namun demikian bukan berarti dalam penyuluhan hanya dikenal sistem tersebut.

3. Pertemuan Kelompok

Metode ini efektif dibandingkan dari metode lainnya karena petani dibimbing dan diarahkan secara berkelompok untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktivitas atas dasar kerjasama. Metode kelompok pada umumnya berdaya guna dan berhasil guna tinggi, namun keberadaan kelompok di pedesaan cukup baik dan terorganisir dengan baik dan menjadi kendala bagi penyuluh.

Metode dengan pendekatan kelompok lebih menguntungkan dan lebih efektif karena memungkinkan adanya umpan balik dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap anggotanya. Pada metode ini pengoraganisasian dalam kegiatan penyuluhan diarahkan pada upaya mempercepat pemerataan teknologi pada tiap tingkat sasaran binaan.

(11)

Disamping itu adanya pengorganisasian akan mempermudah koordinasi, memperlancar arus informasi sekaligus menjalin kerja sama antar penyuluh di lapangan. Adanya pengorganiasian penyuluhan juga akan mempermudah penyuluh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sekaligus dalam melakukan evaluasi atas kegiatan yang sedang dan telah dilaksanakan.

4. Sekolah Lapang

Sekolah lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif bagi petani karena merupakan metode pembelajaran bagi orang dewasa (andragogi) karena sifatnya yang tidak formal. Dalam kegiatan sekolah lapang kelompok tani ini para petani dipandu untuk menemukan masalah pada usaha tani nya dan didiskusikan dengan para penyuluh sebagai pendamping kegiatan SL ini.

Dengan demikian, pola pendidikan Sekolah Lapangan bukan sekedar “belajar dari pengalaman”, melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang kesemuanya adalah orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari- hari. Hal ini penting, karena jaman ini sarat dengan unsur perubahan.

Diharapkan agar proses Sekolah Lapangan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan.

(12)

BAB V KESIMPULAN

Setelah menyelesaikan praktik kerja lapangan di Kampuang Aer, banyak pengetahuan dan pembelajaran yang kami dapatkan. Dengan demikian kami dapat menyimpulkan beberapa hal yang kami dapatkan dari praktik kerja lapangan, yaitu:

1. Cara berkomunikasi dengan para petani.

2. Mendapatlkan informasi yang baru tentang pertanian.

3. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan adalah pendekatan kelompok.

4. Teknik penyuluhan yang digunakan yaitu secara diskusi massal, tidak efektif karena harus mengumpilkan petani dalam satu forum, padahal tidak semua petani dapat hadir dikarekan adanya kesibukan yang berbeda-beda.

5. Kami menggunakan alat peraga berupa power point pada LCD laptop.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Ruyadi, I., Winoto, Y., & Komariah, N. (2017). Media komunikasi dan informasi dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 5(1), 37- 50.

Alif, M. (2017). Partisipasi petani dalam komunikasi penyuluhan. Metacommunication;

Journal of communication Studies, 2(2).

Rasyid, A. (2012). Metode komunikasi penyuluhan pada petani sawah. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), 1(01).

Bahua, M. I. (2016). Kinerja penyuluh pertanian. Deepublish.

https://fisip.umsu.ac.id/2023/08/07/komunikasi-adalah-pengertian-jenis-dan-tujuannya/

https://campus.quipper.com/majors/id-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian

(14)

LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Maksud dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu untuk mengetahui, menganalisa dan menceritakan tentang Pola Komunikasi Balai Penyuluhan Pertanian Indramayu

Penelitian ini bertujuan menganalisis model komunikasi humas dalam kegiatan penyuluhan 

Hasil skor yang diperoleh PPL 1 dalam peran komunikasi penyuluhan yang dilakukan pada kelompok tani Desa Raringis, Desa Raringis Selatan, Desa Noongan dan Desa

kelembagaan tani (tujuan kelompok, fungsi kelompok, manfaat rencana kerja, iklim komunikasi kelompok, perilaku kepemimpinan), aksesibili- tas (media massa, penyuluhan,

Selain sistem penyuluhan yang efektif, penyediaan akses informasi, penerapan teknologi pertanian, upaya lain adalah pengembangan strategi komunikasi massa dalam

Selain sistem penyuluhan yang efektif, penyediaan akses informasi, penerapan teknologi pertanian, upaya lain adalah pengembangan strategi komunikasi massa dalam

Penyuluhan pertanian dan peternakan merupakan bagian dari sistem pembangunan pertanian dan peternakan yang merupakan sistem pendidikan di luar sekolah (pendidikan non

Tujuan dari penelitian ini (1) mengkaji adanya perubahan perilaku komunikasi, dalam arti tingkat penggunaan media massa oleh para peternak dalam memanfaatkan pesan penyuluhan