LATAR BELAKANG PERGERAKAN
NASIONAL
YESANDRA AMELIA SISWAHANI
Munculnya pergerakan nasional di Indonesia
disebabkan oleh 2 (dua) faktor. Ada faktor dari
dalam negeri (internal) dan faktor luar negeri
(ekternal).
A. Perluasan Pendidikan
Perluasan pendidikan bagi Indonesia karena penerapan Politik Etis pada tahun 1901 yang dilakukan oleh Belanda.
Pada abad ke 20 kesempatan memperoleh
pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin tinggi.
Pendidikan merupakan investasi pendidikan, yang menamkan pengetahun dan kesadaran nasionalisme.
Perkembangan pendidikan diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta.
Pendidikan diselenggarakan dalam organisasi
Misionaris, Zending, sekolah kebangsaan (taman siswa dan sekolah yang didirikan organisasi
pendidikan)
B. Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah
Kesadaran bangsa Indonesia dalam melawan penjajah di masa lalu yang bersifat kedaerahan.
Pada abad 20, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari sifat kedaerahan menuju perjuangan yang bersifat nasional.
Paham kebangsaan atau nasionalisme tumbuh menjadi sarana perjuangan
yang kuat.
C. Rasa Senasib Sepenanggungan
D. Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan dan Keagamaan
Organisasi etnis banyak didirikan para pelajar perantauan seperti Serikat Pasundan. Muncul pula organisasi kedaerahan Jong Java (1915) dan Jong Sumatranen Bond (1917).
Organisasi bernapaskan keagamaan yang muncul pada abad 20,
diantaranya Jong Islamieten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, dan NU.
Kaum wanita juga berperan aktif dalam berorganisasi baik sosial maupun politik diantaranya RA Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis.
E. Berkembangnya Berbagai Paham Baru
Munculnya paham-paham baru seperti pan-Islamisme, nasonalisme, liberialisme, sosialisme dan demokrasi
Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-
langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia.
F. Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri
Berkembangnya nasionalisme di berbagai negara :
a. Di india Mahatma Gandhi (muncul kesadaran kebangsaan Rakyat India yang diwujudkan dalam penyelenggaraan All Indian Nation Congress.
gerakan ini mempengaruhi rakyat India yang menuntut kemerdekaan dari Inggris)
b. Jepang (memenangkan perang atas Rusia) sehingga memunculkan semangat kebangsaan orang Asia terhadap kolonialisme Eropa.
c. Di Tiongkok, dr. Sun Yat Sen (berhasil meruntuhkan Dinasti Qing.
Peristiwa ini dikenal sebagai bentuk revolusi Xinhai dan Pemberontakan
Wuchang)
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
INDONESIA
Tahap-tahap Perkembangan Pergerakan Nasional
Masa pembentukan (1908 - 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij.
Masa radikal/nonkooperasi (1920 - 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
Masa moderat/kooperasi (1930 - 1942), berdiri organisasi seperti Parindra,
Partindo, dan Gapi. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan,
organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.
Ada berapa organisasi pergerakan yang berkembang di Indonesia?
"Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.”
Pramoedya Ananta Toer
A. Budi Utomo (1908)
Berdiri di Jakarta pada 20 Mei 1908
Tujuan Budi Utomo yaitu ingin mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa
Pergerakan ini diawali dengan Belanda mendirikan sebuah sekolah
kedokteran yang bernama STOVIA (Sekolah Pendidikan Kedokteran Pribumi).
Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, kebudayaan, serta tidak bersifat politik.
Jangkauan geraknya yang semula hanya terbatas di Pulau Jawa dan Madura, kemudian diperluas untuk masyarakat Tanah Air seluruhnya dengan tidak memerhatikan perbedaan keturunan, jenis kelamin, dan juga agama.
A. Budi Utomo (1908)
Budi Utomo telah mengubah perjuangan bangsa Indonesia yang awalnya secara dilakukan secara fisik menjadi perjuangan secara diplomatis.
Budi Utomo juga mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional.
Budi Utomo menjadi pelopor organisasi pergerakan nasional karena merupakan sebuah organisasi yang mengumandangkan makna nasionalisme
Hari kelahiran Budi Utomo merupakan Hari Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia.
B. Sarekat Islam
Pada tahun 1911 didirikan Serikat Dagang Islam (SDI) oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo.
Tujuan utamanya untuk melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman Tiongkok (Tiongkok berkuasa terhadap perdagangan dan
menganggap kaum pribumi kurang pendidikan dan pengalaman)
Dalam Kongres di Surabaya tanggal 30 September 1912 SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI)
Pada tahun 1913, SI dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto.
Jumlah anggota SI mencapai 800.000 orang
Tahun 1927 terjadi perubahan nama menjadi PSI, dan tahun 1927
menetapkan tujuan secara jelas yaitu indonesia merdeka beralaskan Islam
SI Putih &
SI Merah
1914, ISDV yang berideologi komunis berdiri.
ISDV didirikan oleh Sneevliet.
Beberapa anggota Sarekat Islam bergabung dengan ISDV.
1921, SI menerapkan "disiplin partai" yang melarang rangkap keanggotaan organisasi selain SI.
Pada tahun 1921, SI terpecah menjadi 2 kubu, yaitu SI Putih dan SI Merah.
SI Putih berkembang dan dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto (Yogyakarta), sedangkan SI Merah dipimpin oleh Semaun
(Semarang).
Dalam kongresdi Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
SI Merah berubah menjadi Sarekat Rakyat kemudian
berkembang menjadi Perserikatan Komunis Hindia. namanya diubah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI)
C. Indische Partij (IP)
Merupakan partai politik pertama di Indonesia
Tujuannya untuk mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia, serta anggotanya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama dan ras.
Pada tahun 1913 para tokoh Indische Partij menentang rencana Belanda untuk merayakan 100 tahun pembebasannya dari kekuasaan Prancis
Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang berisikan kecaman terhadap Belanda
Pemerintah Belanda marah terhadap tokoh Indische Partij sehingga mereka ditangkap dan dibuang di Belanda.
Perhimpunan Indonesia
Organisasi ini didirikan di Belanda pada tahun 1908.
Awalnya organisasi ini diberi nama Indische Vereeniging oleh Sutan Kasayangan dan R.M. Noto Suroto. Kemudian pada 1925 Indische Vereeniging mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Istilah Indonesia
digunakan untuk
menunjukkan identitas diri bangsa dan negara serta menggantikan kata Hindia Belanda.
Tokoh-tokoh yang tergabung dalam organisasi ini adalah Mohammad Hatta, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat.
Organisasi ini memiliki azas perjuangan dengan kekuatan sendiri dan tidak
meminta kepada
pemerintah kolonial Belanda. Perhimpunan Indonesia memiliki majalah yang disebut sebagai Hindia Poetra dan kemudian diubah menjadi Indonesia Merdeka.
Pada tahun 1925, PI secara tegas mngeluarkan manifesto arah perjuangan yaitu :
a. Indonesia bersatu, menyingkirkan perbedaan, dapat mematahkan kekuasaan penjajah b. Diperlukan aksi massa yang percaya pada kekuatan sendiri untuk mencapai Indonesia Merdeka.
c. Melibatkan seluruh lapisan masyarakat merupakan sarat mutlak untuk perjuangan kemerdekaan
d. Penjajah telah merusak dan demoralisasi jiwa dan fisik bangsa, sehingga normalisasi jiwa dan materi perlu dilakukan secara sungguh-sungguh.
Manifeso ini menggugah kesadaran bangsa Indonesia, serta sangat mempengaruhi pola pergerakan nasional bangsa Indonesia. Gagasan manifesto 1925 terealisasi saat Sumpah Pemuda diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928
Terjadi kongres-kongres pemuda yang dilaksanakan
Kongres II diselenggrakan 27-28 Oktober 1928 dan dihadiri oleh wakil- wakil organisasi dari seluruh Indonesia. dalam kongres ini, keinginan untuk membentuk negara sendiri semakin kuat.
Sehingga tanggal 28 oktober 1928 dibacakan ikrar sumpah pemuda.
Ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928
Menetapkan lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia
Menetapkan bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia Beberapa keputusan penting Kongres II 27-28 Oktober 1928:
Realisasi hasil kongres : didirikan Indonesia Muda tahun 1930 Berasaskan : kebangsaan dan Indonesia Raya
Pemerintah Belanda sangat menekan rapat-rapat yang diselenggarakan para tokoh pemuda. Lagu Indonesia Raya dilarang dan penyebutan Indonesia Merdeka tidak
diperbolehkan. Sehingga para tokoh pemuda menyiasati tekanan ini di Kongres III yang
bertepat di Yogyakarta tahun 1938, tujuan kemerdekaan nusa dan bangsa diganti dengan menjunjung tinggi martabat nusa dan bangsa.
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Bandung, 4 Juli 1927
Tujuannya Indonesia merdeka, dengan ideologi nasionalisme.
Organisasi yang terbuka dan revolusioner
Asas PNI bersandar pada tiga pokok perjuangan:
Self-helf, memperbaiki keadaan dengan kekuatan sendiri
Nonkooperasi, tidak bersedia bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda.
Marhaenisme, ajaran yang berkeinginan mengangkat rakyat yang melarat.
1.
2.
3.
Bidang politik, memeperkuat rasa kebangsaan dan persatuan, mengajukan pengetahuan sejarah
kebangsaan, mempererat kerja sama antar bangsa Asia, dan menupas segala rintangan dalam politik bagi kemerdekaan
Bidang ekonomi, memajukan perdagangan pribumi, kerajinan, bank-bank, dan koperasi.
Bidang sosial, memajukan pendidikan, meningkatkan derajat kaum wanita, memberantas pemadatan dan mendirikan serta menyokong serikat-serikat kerja.
1.
2.
3.
Sejak berdirinya PNI langsung menyoroti kepincangan- kepincangan yang ada di dalam masyarakat
Semangat nasionalisme yang dikobarkan PNI merupakan sebuah ancaman bagi Belanda.
Belanda mengadakan kampanye untuk menentang PNI, bahkan menangkap Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuraja, Maskun Sumadireja, dan Supriadinata dengan dalih
pemberontakan
Ir. Soekarno menyampaikan pembelaan dengan tulisan
"Indonesia menggugat"
Belanda tetap menjatuhkan hukuman penjara.
Partai Komunis Indonesia
Cikal bakal PKI adalah Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan oleh Henk Sneevelt (orang Belanda) pada tahun 1914 di Semarang.
Tokoh-tokoh Indonesia yang bergabung dalam ISDV antara lain Darsono, Semaun, Alimin, dan lain-lain. Partai Komunis Indonesia didirikan tanggal 23 Mei 1920, diketuai oleh Semaun.
Pada tanggal 13 November 1926, Partai Komunis Indonesia mengadakan pemberontakan melawan pemerintah kolonial di Batavia, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
PKI ditetapkan sebagai partai terlarang oleh pemerintah kolonial. Tokoh-tokoh PKI diasingkan ke Digul.
Partindo
Partai Indonesia (atau yang sering disingkat dengan istilah “PARTINDO” saja) adalah sebuah organisasi partai politik di masa pergerakan nasional Indonesia.
PARTINDO terbentuk setelah PNI mengalami perpecahan internal.
PARTINDO didirikan Sartono (Ketua PNI) pada 30 April 1931.
Pada tahun 1936, PARTINDO dibubarkan oleh pemerintah kolonial atas alasan keamanan.PARTINDO dianggap radikal karena visi yang diusung masih serupa dengan yang dibawakan oleh partai politik pendahulunya, yaitu PNI. Dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PARTINDO, disebutkan bahwa visi partai politik tersebut adalah menggapai dan mengusahakan segala kebutuhan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Selepas dibubarkannya PARTINDO, gerakan dalam partai politik ini menjelma lagi ke dalam organisasi pergerakan nasional lainnya, yaitu Gerakan Indonesia (GERINDO).
PARINDRA berdiri pada kongres bersama antar organisasi tanggal 24-26 Desember 1935 oleh Sutomo yang bersifat kooperasi.
Parindra merupakan gabungan beberapa organisasi antara lain PBI (Persatuan Bangsa Indonesia), Serikat Selebes, Serikat Sumatera, Serikat Ambon, Budi Utomo, dan lainnya, sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan.
Beberapa aksi PARINDRA yang terkenal antara lain adalah pembentukan Rukun Tani, pembentukan Bank Nasional Indonesia, dan lainnya.
PARINDRA meraih simpati yang tinggi dari masyarakat. Bahkan, Gubernur-Jenderal Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer yang menggantikan Gubernur- Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge pada tahun 1936 ikut bersimpati atas kegiatan yang dilakukan oleh PARINDRA saat itu.
Pasca wafatnya Soetomo yang menjadi tokoh sentral dalam PARINDRA, pamor partai menurun dan digantikan oleh Mochammad Hoesni Thamrin yang fenomenal. Ia menjadi tokoh yang mempunyai hubungan baik dengan Jepang dan memanfaatkan hubungan tersebut sebelum kedatangannya di Indonesia pada tahun 1942.
PARINDRA
Petisi Soetardjo
Petisi Soetardjo merupakan petisi yang diajukan oleh Soetardjo Kartohadikoesoemo, pada tanggal 15 Juli 1936 terhadap Ratu Wilhelmina dan Staten Generaal (parlemen) di negeri Belanda.
Isi Petisi Sutarjo antara lain permohonan agar dilaksanakan suatu musyawarah antara wakil Indonesia dan Belanda dengan kedudukan dan hak yang sama yang bertujuan menyusun suatu rencana pemberian suatu pemerintahan yang berdiri sendiri (otonom) kepada Indonesia dalam batas Undang-undang Dasar Kerajaan Belanda.
Petisi Soetardjo ditolak Ratu Wilhelmina
GAPI
GAPI merupakan federasi (gabungan sejajar para organisasi dengan pemimpin pusat) dari ragam organisasi seperti PARINDRA (Partai Indonesia Raya), GERINDO (Gerakan Indonesia), dan PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia).
GAPI didirikan oleh Muhammad Hoesni Thamrin pada tanggal 21 Mei 1939.
Tujuan dibentuknya GAPI adalah mendorong persatuan aksi, program kerja, dan ideologi para organisasi pergerakan nasional yang ada.
Salah satu contoh kiprah yang dilakukan GAPI dalam rangka menyatukan kekuatan perjuangan adalah dengan mengusung konsep “Indonesia Berparlemen” pada kongres pertama GAPI tanggal 4 Juli 1939.
GAPI juga dibentuk atas kegagalan Petisi Soetardjo yang ditolak oleh Kerajaan Belanda.
Kegiatan Gapi ialah memperjuangkan Indonesia agar memliki parlemen sendiri Anggota-anggota perlemen harus berasal dan dipilih oleh rakyat Indonesia
Dalam menanggapi keinginan bangsa Indonesia, Maret 1941 pemerintah
Belanda membentuk Komisi Visman yang bertugas menyelidiki kehendak rakyat.
Namun hasil dari Komisi Visman memberikan kesimpulan yang mengecewakan bagi bangsa Indonesia.
Menurut komisi tersebut, sebagian besar bangsa Indonesia berkeinginan hidup dalam ikatan Kerajaan Belanda.
Gapi menilai pernyataan tersebut merupakan rekayasa Belanda untuk mengelabuhi tokoh-tokohnya.
Jelaskan bagaimana dampak positif politik etis pada bidang edukasi !
Mengapa setiap 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia?
Apa tujuan perjuangan Perhimpunan Indonesia?
Bagaimana proses awal masuknya ajaran komunis di Indonesia?
Apakah yang dimaksud dengan Petisi Soetardjo?
1.
2.
3.
4.
5.
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI
:
Salah satu faktor yang mendorong timbulnya organisasi profesional yakni...
A. para pekerja membutuhkan wadah penyaluran ide
B. ingin mengikuti pola kerja organisasi-organisasi pekerja Eropa
C. para pekerja menolak pola kerja yang telah ditetapkan oleh Belanda
D. akibat kesejahteraan penduduk pribumi yang tidak diperhatikan kaum kolonial Faktor eksternal yang mendorong timbulnya pergerakan nasional Indonesia yaitu...
A. lahirnya kaum terpelajar dari Belanda
B. kemenangan Jepang menduduki Indonesia
C. munculnya gerakan nasional di negara-negara lain
D. berkembangnya paham nasionalisme di negara-negara terjajah
Munculnya nasionalisme di Indonesia diakibatkan oleh....
A. keaneragaman suku bangsa di Indonesia
B. adanya perasaan cinta pada bangsa dan tanah air Indonesia
C. adanya perasaan senasib dan sepenanggungan rakyat Indonesia D. kolonialis Belanda banyak melakukan tindakan sewenang-wenang
Alasan partai-partai politik di Indonesia mengubah strategi radikal menjadi moderat-kooperatif adalah...
A. partai-partai politik mendapat tekanan kolonial Belanda sejak pemberontakan PKI B. adanya persaingan antara partai-partai politik yang ada di Indonesia
C. pergerakan dengan taktik kooperasi akan mempermudah perjuangan
D. penggunaan taktik nonkooperasi dinilai cukup banyak mengeluarkan dana
Arti penting Sumpah Pemuda bagi perjuangan bangsa Indonesia antara lain...
A. melahirkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa B. setiap daerah semakin bertekad melestarikan budayanya
C. mulai dilaksanakannya perjuangan secara fisik dan diplomasi
D. bangsa Indonesia semakin lantang dalam menyatakan anggaran dasar organisasinya