Fikriyah Iftinan Fauzi, S.Psi, M.Psi
LUPA dan INGAT dalam BELAJAR
Hermann Ebbinghaus (1850-1909)
Orang pertama yang melaksanakan studi sis-
tematik tentang memori dan kelupaan.
Teori-teori Kelupaan
Hal pertama yang perlu kita ke- tahui dalam situasi kelupaan
adalah jawaban atas per- tanyaan ini:
1
2
3
4
Apakah suatu informasi sungguh-sungguh memasuki otak kita? Apakah sistem sensorik kita tidak bekerja saat informasi kita terima (misalnya, kita sedang menge- nakan headphone dan tidak dapat mendengar suara lain)?
Apakah energi atensi kita tidak diarahkan kepada stimuli yang relevan dalam lingkungan (misalnya, kita sedang melihat ke arah lain ketika seorang pencopet merogoh dompet kita – dan kita tidak melihat pencopet tersebut)?
Jika informasi tidak memasuki otak kita melalui reseptor- reseptor sensorik akibat pengaruh sistem atensi, akibatnya tidak ada informasi yang dapat diingat. Hal ini disebut kegagalan penyandian (failure to encode) dan mengacu pada kegagalan memasukkan materi ke dalam LTM.
Kegagalan memasukkan materi ke dalam LTM (misal Anda ku- rang berhasil dalam mengerjakan soal-soal ujian meskipun Anda tidak pernah sekalipun membolos satu sesi kuliah; namun bila selama kuliah Anda sering melamun atau mengerjakan aktivitas lain, informasi dari kuliah tersebut tidak memasuki LTM Anda sehingga Anda tidak dapat mengambilnya kelak.
Mengapa kelupaan dapat terjadi? Mengapa memori kita kadang “tidak berfungsi”? Mengapa kita tidak
mampu mengingat informasi yang kita inginkan?
Hukum Yerkes-Dodson
Mendalilkan bahwa tingkat arousal yang sangat rendah atau sangat tinggi menghambat ki nerja memori dan proses-proses kognitif yang lain.
Ketika tingkat arousal sedemikian kuatnya, hal tersebut menyebabkan kelupaan karena m emori yang disimpan mungkin hanya berupa bagian emosional dari pengalaman tersebut, tanpa detail yang jelas.
Kegagalan konsolidasi (consolidation failure)
Hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori (memory trace) yang berakibat pada terbentuknya memori-memori yang tidak sempurn a, yang bagi individu yang bersangkutan dirasakan sebagai “kelupaan”.
Dalam kegagalan konsolidasi, STM bekerja dengan normal namun gangguan terjadi
pada proses perpindahan informasi dari STM ke LTM.
Sebagian besar kemampuan mengingat dan melupakan dikendalikan oleh proses-proses neural yang mengatur seluruh proses tersebut (mengingat dan melupakan) tanpa upaya sadar.
Faktor-faktor yang Meningkatkan Kin- erja Memori
Pemusatan perhatian kepada stimuli dalam
lingkungan akan meningkatkan kecenderungan memori memasuki sistem sensorik dan
memasuki STM.
Pemusatan Per- hatian
Pengulangan pemeliharaan akan menjaga informasi tetap di
dalam STM Maintenance
rehearsal
Pengulangan elaboratif mendorong informasi STM
ke LTM.
Elaborative rehearsal
Prinsip kekhasan penyandian dapat
menyebabkan meningkatkan
potensi pengambilan memori dari LTM Encoding Speci-
ficity Principle
Mengingat
Kemampuan mengingat dan melupakan adalah kemampuan yang penting dan bermanfaat.
Faktor-faktor yang Meningkatkan Kinerja Memori
Membantu kinerja memori deklaratif.
Fase tidur non-REM (rapid eye movement)
Membantu kinerja memori prosedural.
Fase tidur REM
Teknik yang dirancang untuk
meningkatkan penyandian dan memu- dahkan pengambilan (retrieval)
Menggunakan Teknik Mnemonik
Teknik-teknik Mnemonik
Sistem Kata Bergantung
Peg Word System
Mempelajari serangkaian kata yang berfungsi se- bagai “gantungan” untuk
“menggantungkan” item- item yang dihapalkan.
Metode Kata Kunci
Key Word Method Berguna dalam upaya mempela- jari kosakata ba-
hasa asing.
Teknik-teknik Verbal Menggunakan akronim
Kata yang dibentuk berdasarkan huruf- huruf pertama dalam
sebuah frase atau kumpulan kata-kata.