• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kelompok 4 Kesehatan dan Kerahasiaan Bank 2i

N/A
N/A
Nabila Raisa Ifana

Academic year: 2025

Membagikan "Makalah Kelompok 4 Kesehatan dan Kerahasiaan Bank 2i"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN

“ Kerahasiaan dan Kesehatan Bank ”

Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah bank dan lembaga keuangan lain

Dosen Pengampu : Fredianto Bimatara Kasim, S.E.,M.E.

Disusun Oleh : Kelompok 4

1. Awang Wisnu Graha (2312010391)

2. Adiel Narhendra Wibie S (2312010298) 3. Nabila Raisa Ifana (2312010436)

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI MANAJEMEN 2025/2026

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwata’ala yang mana atas segala rahmat, berkat serta karunia-nya makalah ini dapat terselesaikan. Tidak lupa sholawat serta salam kami panjatkan kepada nabi kita, nabi besar, yakni Muhammad Shallahu’alaihi Wassallam.

Makalah ini yang berjudul “Kesehatan Dan Kerahasiaaan Bank” ini bertujuan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah bank dan lembaga keuangan lain, selain dari itu juga makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan keilmuan mengeai komunikasi bisnis.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam segala bentuk baik itu dalam bentuk materi atau moril. Terutama kami sangat berterima kasih sekali kepada dosen pengampu mata kuliah bank dan lembaga keuangan lain yakni Fredianto Bimatara Kasim, S.E.,M.E. yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat lebih berfikir kritis, logis, dan sistematis terhadap keilmuan tentang perilaku organisasi.

Juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan- kesalahan, kami sadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna oleh karenanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan supaya kami dapat memperbaikinnya dikemudian hari.

Kediri, 10 April 2025

Kelompok 4

(3)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

2.1 Pengertian kesehatan bank ... 3

2.2 Aturan kesehatan bank ... 3

2.3 Faktor pemodalan cpital... 4

2.4 Faktor kualitas aset ... 4

2.5 Faktor manajemen ( management) ... 5

2.6 Faktor Rentabilitas (Earning)...5

2.7 Faktor Likuiditas (Liquidity)...,,...6

2.8 Faktor Sensitivitas terhadap Risiko Pasar (Sensitivity to Market Risk)...6

2.9 Pelanggaran Aturan Kerahasiaan Bank ... 6

2.10 Rahasia Bank ...7

BAB III PENUTUP ... 8

3.1 Kesimpulan ... 8

3.2 Saran ... 8

DAFTAR PUSTAKA ... 9

(4)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bank adalah bagian dari sistem keuangan dan sistem pembayaran suatu negara. Bahkan pada era globalisasi sekarang ini, bank juga telah menjadi bagian dari system keuangan dan sistem pembayaran dunia. Mengingat hal yang demikian itu, maka begitu suatu bank telah memperoleh izin berdiri dan beroperasi dari otoritas moneter dari negara yang bersangkutan, bank tersebut menjadi “milik” masyarakat. Oleh karena itu eksistensinya bukan saja hanya harus dijaga oleh para pemilik bank itu sendiri dan pengurusnya, tetapi juga oleh masyarakat nasional dan global.

Kepentingan masyarakat untuk menjaga eksistensi suatu bank menjadi sangatpenting, lebih-lebih bila diingat bahwa ambruknya suatu bank akan mempunyai akibatrantai atau domino effect, yaitu menular kepada bank-bank yang lain, yang padagilirannya tidak mustahil dapat sangat mengganggu fungsi sistem keuangan dan systempembayaran dari negara yang bersangkutan.

Untuk menjaga agar bank tetap eksis dalam dunia perekonomian global maka bank perlu dinilai secara rutin yang disebut dengan penilaian kesehatan bank untuk mengetahui kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Kesehatan bank mencakup kesehatan suatu bank untuk melaksanakan seluruh kegiatan usah perbankan, baik dari kemampuan menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain, dan dari modal sendiri, mengelola dana, menyalurkan dana ke masyarakat, karyawan, pemilik modal, dan pihak lain, pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.

Bank juga merupakan suatu lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung mutlak pada kepercayaan dari para nasabahnya yang mempercayakan dana simpanan mereka padabank. Oleh karena itu bank sangat berkepentingan agar kadar kepercayaan masyarakat,yang telah maupun yang akan menyimpan dananya, terpelihara dengan baik dalamtingkat yang tinggi. Mengingat bank adalah bagian dari sistem keuangan dan systempembayaran, yang masyarakat luas berkepentingan atas kesehatan dari sistem- sistemtersebut, sedangkan kepercayaan masyarakat kepada bank merupakan unsur paling pokokdari eksistensi suatu bank, maka terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepadaperbankan adalah juga kepentingan masyarakat banyak. Salah satu faktor yang

(5)

2

dapat mempengaruhi kadar kepercayaan masyarakat kepada bank adalah terjamin atau tidaknya rahasia nasabah yang ada di bank. Data nasabah yang berada di bank, baik data keuangan maupun non keuangan, seringkali merupakan suatu data yang ingin diketahui oleh pihak lain. Jumlah kekayaan yang tersimpan di bank bagi nasabah tertentu merupakan sesuatu yang perlu dirahasiakan dari orang lain.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang Dimaksud dengan Kesehatan Bank?

2. Bagaimana Aturan Kesehatan Bank?

3. Apa Saja yang Melanggar Aturan Kesehatan Bank?

4. Apa yang Dimaksud dengan Kerahasiaan Bank?

5. Apa Dasar Hukum Rahasia bank?

6. Apa Saja Pengecualian Terhadap Rahasia Bank yang Boleh Dibuka?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui Apa yang Dimaksud dengan Kesehatan Bank.

2. Mengetahui Bagaimana Aturan Kesehatan Bank.

3. Mengetahui Apa Saja yang Melanggar Aturan kesehatan Bank.

4. Mengetahui Apa yang Dimaksud dengan Kerahasiaan Bank.

5. Mengetahui Apa Tujuan Penerapan dari Rahasia Bank 6. Mengetahui Apa Dasar Hukum Rahasia bank

7. Mengetahui Apa Saja Pengecualian Terhadap Rahasia Bank yang Boleh Dibuka.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kesehatan Bank

Kesehatanan bank diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Pengertian tentang kesehatan bank tersebut merupakan suatu batasan yang sangat luas, karena kesehatan bank memang mencakup kesehatan suatu bank untuk melaksanakan seluruh kegiatan usah perbankannya. Kegiatan tersebut mencakup Kemampuan menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain, dan dari modal sendir.Kemampuan mengelola dana.Kemampuan untuk menyalurkan dana ke masyarakat, karyawan, pemilik modal, dan pihak lain.Pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.

2.2 Aturan Kesehatan Bank

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang- undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia. Undang-undang tersebut lebih lanjut menetapkan bahwa :

Bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuditas, rentabilitas, dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank, dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan melakukan kegiatan usaha lainnya, bank wajib menempuh cara-cara yang tidak merugikan bank dan kepentingan nasabah yang mempercayakan dananya kepada bank.Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia segala keterangan, dan penjelasan mengenai usahanya menurut tata cara yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bank atas permintaan Bank Indonesia wajib memberikan kesempatan bagi pemeriksaan buku-buku dan berkas-berkas yang ada padanya, serta wajib memberikan bantuan yang diperlukan dalam rangka memperoleh kebenaran dari segala keterangan, dokumen, dan penjelasan yang dilaporkan oleh bank yang bersangkutan.Bank Indonesia melakukan pemeriksaan

(7)

4

terhaap bank, baik secara berkala maupun setiap waktu apabila diperlukan.Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia neraca, perhitungan laba rugi tahunan dan penjelasannya, serta laporan berkala lainnya, dalam waktu dan bentuk yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.Bank wajib mengumumkan neraca perhitungan neraca dan perhitungan laba rugi dalam waktu dan bentuk yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Sesuai Lampiran dari Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP Tanggal 31 Mei 2004 kepada semua bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional perihal setiap penilaian tingkat kesehatan bank umum. Penilaian tingkat kesehatan bank mencakup penilaian terhadap faktor-faktor CAMELS, yang terdiri dari :

2.3 Faktor Permodalan (Capital)

1) Kecukupan pemenuhan KPMM terhadap ketentuan yang berlaku, dengan membagi modal dan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).

2) Komposisi permodalan.

3) Tren ke depan/proyeksi KPMM. Tren rasio KPMM dan atau persentase pertumbuhan modal dibandingkan dengan persentase pertumbuhan ATMR.

4) Aktiva Produktif yang Diklasifikasikan (APYD) dibandingan dengan modal bank.

Ditentukan dengan membagi APYD dengan Modal Bank.

5) Kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan).

6) Rencana permodalan untuk mendukung pertumbuhan usaha.

7) Akses kepada sumber permodalan. Indikator pendukung seperti Laba per saham atau rasio harga terhadap saham dan tingkat pemesanan saham.

8) Kinerja keuangan pemegang saham (PS) untuk meningkatkan permodalan bank.

Indikator pendukung seperti kondisi keuangan PS, usaha utama PS dan catatan reputasi PS.

2.4 Faktor Kualitas Aset (Asset Quality)

1) Aktiva Produktif yang Diklasifikasikan dibanding dengan total aktiva produktif.

2) Debitor inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit.

3) Perkembangan Aktiva Produktif bermasalah dibanding dengan aktiva produktif.

4) Tingkat kecukupan pembentukan PPAP. Membandingkan PPAP yang telah dibentuk dengan PPAP yang wajib dibentuk.

(8)

5

5) Kecukupan kebijakan dan prosedur Aktiva Produktif. Indikator pendukung seperti keterlibatan pengurus bank dalam menyusun dan menetapkan kebijakan Aktiva Produktif serta memonitor pelaksanaan; konsistensi kebijakan dengan pelaksanaan, tujuan, dan strategi usaha bank.

6) Sistem kaji ulang internal terhadap Aktiva Produktif. Indikator seperti kaji ulang independen, ketaatan terhadap peraturan internal dan eksternal, dan proses keputusan manajemen.

7) Dokumentasi Aktiva Produktif. Indikator pendukung seperti kelengkapan dokumen dan kemudahan penelusuran jejak audit, sistem penatausahaan dokumen, serta back up dan penyimpanan dokumen.

8) Kinerja penanganan Aktiva Produktif bermasalah. Indikator seperti kualitas penanganan Aktiva Produktif bermasalah.

2.5 Faktor Manajemen (Management)

1) Manajemen Umum. Indikator pendukung seperti praktik tata kelola perusahaan yang baik (good coporate governance/GCG), struktur dan komposisi pengurus bank, penanganan pertentangan kepentingan, independensi pengurus bank, kemampuan untuk membatasi/mencegah penurunan kualitas GCG, transparansi informasi dan edukasi nasabah, serta efektivitas kinerja fungsi komite.

2) Penerapan sistem manajemen risiko. Indikator pendukung seperti penerapan sistem manajemen risiko nilai berdasarkan empat cakupan, yaitu :

a. Pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi, b. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit,

c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko, Sistem pengendalian internal menyeluruh

3) Kepatuhan Bank. Indikator pendukung seperti Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan kepatuhan terhadap komitmen dan ketentuan lainnya.

2.6 Faktor Rentabilitas (Earning)

1) Pengembalian atas Aset (Return on Asset-ROA) 2) Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity-ROE)

(9)

6 3) Margin bunga bersih

4) Biaya Operasional dibanding dengan Pendapatan Operasional.

5) Perkembangan laba operasional

6) Komposisi portofolio Aktiva Produktif dan diversifikasi pendapata 7) Penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya 8) Prospek laba operasional

2.7 Faktor Likuiditas (Liquidity)

1) Aktiva likuid yang kurang dari 1 bulan dibanding dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan

2) 1-Month Maturity Mismatch Ratio. Dengan formula Selisih Aktiva dan Pasiva yang akan jatuh tempo 1 bulan terhadap Pasiva yang akan jatuh tempo 1 bulan.

3) Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (Loan to Deposits Ratio-LDR)

4) Proyeksi arus kas 3 bulan mendatang. Dengan formula membandingkan Arus Kas Bersih dengan Dana Pihak Ketiga.

5) Ketergantungan pada dana antarbank dan deposan inti.

6) Kebijakan dan penelolaan likuiditas.

7) Kemampuan bank memperoleh akses kepada pasar uang, pasar modal, atau sumber- sumber pendanaan lainnya.

8) Stabilitas Dana Pihak Ketiga (DPK). Indikator pendukung seperti pertumbuhan DPK dan Pertumbuhan deposan inti.

2.8 Faktor Sensitivitas terhadap Risiko Pasar (Sensitivity to Market Risk)

1) Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengatasi fluktuasi suku bunga dibanding dengan potensi kerugian suku bunga.

2) Modal/cadangan untuk fluktuasi nilai tukar debandingkan dengan potensi kerugian nilai tukar.

3) Kecukupan penerapan Sistem Manajemen Risiko Pasar (Market Risk).

2.9 Pelanggaran Aturan Kerahasiaan Bank

(10)

7

Apabila terdapat penyimpangan terhadap aturan tentang kesehatan bank, Bank Indonesia dapat mengambil tindakan-tindakan tertentu dengan tujuan agar bank yang bersangkutan menjadi sehat dan tidak membahayakan kinerja perbankan secara umum.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang- undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dalam hal suatu bank mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya, Bank Indonesia dapat melakukan tindakan agar Pemegang saham menambah modal.Pemegang saham mengganti dewan komisaris dan atau direksi bank.Bank melakukan merger atau konsolidasi dengan bank lain.Bank dijual kepada pembeli yang bersedia mengambil alis seluruh kewajiban.Bank menyerahkan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan bank kepada pihak lain.Bank menjual sebagian atau seluruh harta dan atau kewajiban bank kepada bank atau pihak lain.

2.10 Rahasia Bank

Pasal 1 angka 16 UU No. 7 thn 1992 ttg Perbankan:

” Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan, dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan”.

Pasal 1 angka 28 UU No. 10 thn 1998

” Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dangan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.”

Ketentuan Rahasia Bank dalam UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan diatur dlm Pasal 40 s.d Pasal 45.Menurut UU No. 10 tahun 1998, ketentuan rahasia bank mengalami perubahan dan penambahan. Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya kecuali dlm hal sebagaimana dimaksud dlm Pasal 41, 41A,42, 43, 44 dan 44A.

(11)

8 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Kesehatanan bank diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Penilaian tingkat kesehatan bank mencakup penilaian terhadap faktor-faktor CAMELS, yang terdiri dari :Faktor Permodalan (Capital). Faktor Kualitas Aset (Asset Quality).Faktor Manajemen (Management).Faktor Rentabilitas (Earning).Faktor Likuiditas (Liquidity).Faktor Sensitivitas terhadap Risiko Pasar (Sensitivity to Market Risk).Kecukupan penerapan Sistem Manajemen Risiko Pasar (Market Risk).

” Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dangan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.” Namun ketika nasabah juga sebagai peminjam maka rahasia tetap akan terjamin oleh bank.Dasar hukum yang mengatur rahasia bank adalah:Pasal 1 angka 16 UU No. 7 thn 1992 ttg PerbankanPasal 1 angka 28 UU No. 10 thn 1998Pengecualian kerahasiaan BankUrusan perpajakanPenyelesaian piutang bank yang diserahkan ke BUPLN atau PUPNKepentingan peradilan dalam perkara pidanaPerkara perdata antara bank dengan nasabahnyaTukar-menukar informasi antar bankAtas permintaan, persetujuan, atau kuasa dari nasabah penyimpan yang dibuat secara tertulisDalam hal nasabah penyimpan telah meninggal dunia.

3.2 Saran

Menekankan pentingnya menjaga stabilitas lembaga keuangan perbankan sekaligus melindungi informasi nasabah sebagai bentuk tanggung jawab hukum dan etika. Bank wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas aset, serta memenuhi rasio keuangan yang ditetapkan oleh otoritas untuk kesehatan operasional. Di sisi lain, aspek kerahasiaan bank menjadi fondasi kepercayaan masyarakat, sehingga bank harus menjaga kerahasiaan data dan transaksi nasabah sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan, kecuali dalam kondisi tertentu yang diatur oleh hukum. Kombinasi pemahaman tentang kesehatan dan kerahasiaan bank akan mendukung terciptanya sistem keuangan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan.

(12)

9 DAFTAR PUSTAKA

Budisantoso, Totok dan Sigit Triandaru. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta:

Salemba Empat.

Edratna. (2008). "Apa yang perlu diketahui dari rahasia Bank?" dalam https://edratna.wordpress.com/ diakses 3 April 2025

Kuliahade. (2010). "Hukum Perbankan : Rahasia Bank" dalam https://kuliahade.wordpress.com/ diakses 3 April 2025

Pangka, Mujiharjo. (2013). "Kesehatan Dan Rahasia Bank", dalam https://mahasiswa.ung.ac.id/ diakses 3 April 2025

Referensi

Dokumen terkait

Seperti hal nya pada fungsi perbankan dimana lembaga keuangan bank memiliki peranan untuk sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat luas dan kemudian dana

Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk

Terkait dengan fungsinya sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dan menyalurkannya kembali pada masyarakat maka setidaknya lembaga keuangan seperti bank

Berbeda dangan lembaga keuangan bukan bank, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1998 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

Simpanan tabungan merupakan aktivitas perbankan dalam menghimpun dana masyarakat dengan syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya, dan persyaratan masing-masing bank berbeda,

Lembaga keuangan non bank adalah Semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan

Bank adalah sebagai lembaga keuangaan yang kegiatan usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta

1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah “badan usaha yang.. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan