MAKALAH
KEMAMPUAN KOLABORATIF DAN KOMUNIKATIF
(Mata Kuliah Evaluasi dan Asesmen Pendidikan IPA)
DOSEN PEMBIMBING
1. Prof. Dr. Undang Rosidin, M.Pd.
2. Dr. Tri Jalmo, M.Si.
Oleh :
Umamah Apriyanti (2223025003) Fitri Meliniasari (2223025012)
PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
2023
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 2
BAB II. PEMBAHASAN... 3
A. Pengukuran dan Instrumen... 3
B. Validitas ... 3
C. Jenis-Jenis Validitas ... 6
D. Pengujian Validitas ... 9
BAB III. KESIMPULAN ...17
A. Kesimpulan ...17
DAFTAR PUSTAKA ...18
BAB I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketentuan penting dalam evaluasi adalah bahwa hasilnya harus sesuai dengan keadaan yang dievaluasi. Mengevaluasi dapat diumpamakan sebagai pekerjaan memotret. Gambar potret/ fhoto dikatakan baik apabila sesuai dengan hasilnya (bukan lebih baik dari aslinya) Sedangkan gambar pemotretan hasil evaluasi tersebut dalam kegiatan evaluasi dikenal dengan data evaluasi.
Agar dapat diperoleh data yang valid ,maka alat dan instrumennya juga harus valid, dengan kata lain instrumen evaluasi dipersyaratkan valid agar hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi valid. Untuk mengukur kesesuaian, efisiensi dan kemantapan (consistency) suatu alat penilaian atau evaluasi dipergunakan bermacam-macam kualitas seperti validitas, keandalan, objektivitas dan kepraktisan.
Validitas adalah kualitas yang menunjukkan hubungan antara suatu pengukuran (diagnosis) dengan arti atau tujuan kriteria belajar atau tingkah laku. Data yang kurang memiliki validitas , akan menghasilkan kesimpulan yang bias, kurang sesuai dengan yang seharusnya, dan bahkan bisa saja bertentangan dengan kelaziman. Oleh karena itu penting sekali dibahas lebih dalam terkait kevalidan suatu instrument dan pengujiannya
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan validitas?
2. Apa saja jenis-jenis validitas?
3. Bagaimana cara menguji kevlidan suatu instrument?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk : 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan validitas.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis validitas
3. Mengetahui cara menguji kevlidan suatu instrument
BAB II PEMBAHASAN
A. Kemampuan Kolaboratif B. Kemampuan Komunikatif 1. Pengertian Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communico yang berarti membagi.
Membagi disini memiliki makna yaitu membagi informasi, pemikiran dan ide kreatif. Kata komunikasi berasal dari Bahasa Latin communicatio yang artinya sama. Arti sama disini yaitu memiliki suatu makna yang sama (Sari, 2020).
Komunikasi merupakan proses mengirim dan menerima informasi atau ide dari orang lain, maupun untuk orang lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa komunikasi yaitu proses menyampaikan, menerima dan memahami informasi, ide, gagasan dan perasaan yang disampaikan oleh seseorang baik dalam bentuk pesan verbal atau non verbal secara disengaja atau tidak disengaja (Septikasari & Frasandy, 2018). Sehubungan dengan hal ini Effendi (1996) mengemukakan bahwa,
"Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap-sikap, pendapat atau perilaku". Sejalan dengan hal ini Supihara (1999) menyatakan, "Komunikasi adalah proses penyampaian pesan-pesan baik secara lisan maupun mempergunakan informasi".
Komunikasi juga dapat dipandang sebagai suatu peristiwa sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Sejalan dengan hal ini Rahmad (1990) menyatakan,
"Komunikasi adalah peristiwa sosial, peristiwa yang terjadi ketika manusia berinteraksi dengan orang lain". Adapun Colin Cherry (dalam Mardikunto, 1992) menyebutkan Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian yang sama (pengertian bersama) yang lebih baik mengenai masalah-masalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. Komunikasi bukan jawabannya sendiri,
tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerima rangsangan dan pembangkitan balasan.
Pendapat lain tentang komunikasi sebagaimana dijabarkan oleh Suprapto dan Fahrianoor (2004) yang menyebutkan bahwa komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian pesan dalam bentuk simbol atau lambang yang melibatkan dwperson atau lebih yang terdiri atas pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan) dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama mengenai masalah atau persoalan masing-masing pihak.
Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai makna hakiki komunikasi yaitu suatu proses interaksi yang didalamnya terdapat maksud saling melengkapi, memperbaiki, dan memahami persoalan-persoalan yang dialami oleh personil teriibat dalam komunikasi tersebut. Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa komunikasi tidak sekedar media penyampaian pesan belaka (yang mungkin menguntungkan salah satu pihak saja) melainkan lebih kepada jalinan antar personal (pribadi) antar pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Oleh sebab itu, agar komunikasi berjalan dengan baik dan lancar serta memberi manfaat baik bagi pihak penyampai pesan maupun bagi pihak penerima pesan, maka diperlukan adanya keterampilan atau kemampuan dalam berkomunikasi.
Keterampilan ialah sebuah kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dengan tepat. Keterampilan komunikasi ialah keterampilan yang dibutuhkann siswa dalam berbicara atau menyampaikan informasi. Keterampilan berkomunikasi siswa dapat diartikan sebagai suatu kemampuan siswa dalam mengungkapkan pikiran, gagasan, dan ide yang ia miliki, baik itu dilakukan secara verbal maupun non verbal.Setiap siswa wajib memiliki kemampuan untuk berkomunikasi (Ika, 2018).
Keterampilan berkomunikasi meliputi kemampuan dalam berbicara, mendengar, dan berbicara baik secara verbal maupun non verbal. Keterampilan berbicara mencakup keterampilan berbicara di depan orang banyak. Dalam menyampaikan pesan dengan, bisa melalui gaya berkomunikasi yang tidak menampakkan sikap
yang bisa menyakiti perasaan lawan bicara dan bisa menggunakan gaya bahasa yang sopan, baik, dan benar supaya lawan bicara tidak merasa sakit hati, tersindir, atau merasa terhakimi
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan komunikasi adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan atau mengirim pesan yang jelas dan mudah dipahami oleh penerima pesan. Untuk itu, agar mampu melakukan komunikasi yang baik, maka seseorang harus memiliki ide dan penuh daya kreativitas yang tentunya dapat dikembangkan melalui berbagai latihan dengan berbagai macam cara, salah satunya membiasakan diri dengan berdiskusi.
Keterampilan komunikasi bukan merupakan kemampuan yang dimiliki individu sejak lahir dan tidak muncul secara tiba-tiba, keterampilan komunikasi perlu dipelajari dan dilatihkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan komunikasi ada tiga macam, keterampilan komunikasi lisan, keterampilan komunikasi tulisan, dan keterampilan komunikasi visual (Djoko, 2006).
a. Koterampilan komunikasi lisan
Keterampilan komunikasi lisan (oral communication skill) merupakan keterampilan seseorang dalam berkomunikasi melalui berbicara dan memberi umpan balik (feedback) dapat diberikan secara langsung.
Keterampilan komunikasi lisan meliputi kemampuan dalam wawancara kerja, seminar, lokakarya, public speaking, pidato formal dan presentasi (Djoko, 2006).
b. Keterampilan komunikasi tulisan
Keterampilan komunikasi tulisan (written communication skill) merupakan kemampuan seseorang membuat pesan-pesan secara tertulis dalam berbagai macam bentuk, memo, surat, proposal, dan laporan. Kelebihan keterampilan komunikasi tulisan adalah memiliki kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan yang telah dibuat (Djoko, 2006).
c. Keterampilan komunikasi visual
5
Menurut Rakhmat Supriyono (2010) komunikasi visual merupakan keterampilan eseorang dalam mengkomunikasikan pesan atau informasi dengan pembaca secara visual, seperti tipografi, ilustrasi, gambar, garis, grafik, warna dan lain sebagainya dengan bantuan teknologi. Keterampilan komunikasi visual salah satunya dapat dilihat dari karya desain grafis.
Desain grafis dapat dikategorikan sebagai commercial art, karena merupakan paduan antara seni rupa (visual art) dan keterampilan komunikasi untuk berbisnis (Djoko, 2006).
Sedangkan menurut (Wilhalminah, 2017) Komunikasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu melalui kata – kata langsung (verbal) dan tidak melalui kata – kata (non verbal). Dalam melakukan komunikasi secara verbal, informasi atau pesan disampaikan secara lisan dan tulisan. Sedangkan untuk komunikasi non verbal, informasi disampaikan melalui ekspresi wajah, bahasa isyarat, dan gerakan bagian tubuh.
Berdasarkan sifatnya, menurut (Romdon, Juhanda & Suhendar, 2016) kemampuan berkomunikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, kemampuan berkomunikasi lisan dan kemampuan berkomunikasi tulisan. Komunikasi lisan dapat dilakukan melalui kegiatan penyampaian informasi secara langsung, sebagai contoh yaitu penyampaian hasil penelitian melalui kegiatan presentasi di depan orang banyak. Sedangkan komunikasi tulisan bisa dituangkan dalam bentuk tulisan laporan, data dalam bentuk peta konsep, bagan, grafik, gambar, simbol - simbol, dan diagram.
2. Indikator Keterampilan Komunikasi
Pendapat dari Cangara (2011) di dalam keterampilan berkomunikasi terdapat dua macam kode yaitu:
a. Kode Verbal
Kode verbal menggunakan bahasa, bahasa merupakan seperangkat kata yang telah disusun secara terstruktur sehingga menjadi himpunan kalimat
yang mempunyai arti. Bahasa dalam menciptakan komunikasi yang efektif, mempunyai tiga fungsi, yaitu untuk mengetahui sikap dan perilaku, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pewarisan nilai- nilai budaya, serta menyusun sebuah ide yang sistematis.
Keterampilan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan ialah siswa dapat mempresentasikan apa yang telah dipelajari (Kulsum & Nugroho.
2014).
Adapun yang menjadi indikator komunikasi lisan dan tulisan menurut Cangara (2011) adalah sebagai berikut :
1) Indikator keterampilan komunikasi secara lisan
Keterampilan berkomunikasi lisan merupakan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi melalui berbicara dan umpan balik yang dapat diberikan secara langsung. keterampilan berkomunikasi lisan meliputi kemampuan dalam wawancara kerja, seminar, lokakarya, publicspeaking, pidato formal dan presentasi.
Keterampilan berkomunikasi lisan juga dapat diartikan sebagai keterampilan untuk menyampaikan temuan yang didapat dalam diskusi. Keterampilan ini sudah digunakan sejak zaman dahulu, sebab keterampilan komunikasi lisan menjadi hakikat komunikasi yang digunakan sejak manusia diciptakan. Komunikasi lisan menjadi sebuah budaya bagi masyaratkat dalam menyampaikan pesan secara lisan atau kata-kata.Seperti halnya, kita berbicara kepada orang lain dimasyarakat.
Adapun indikator keterampilan berkomunikasi secara lisan adalah sebagai berikut :
a) Dapat mengeluarkan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain
b) Menguasai materi yang akan dijadikan bahan presentasi c) Menyampaikan hasil laporan secara sistematis dan jelas 2) Indikator keterampilan komunikasi secara tulisan
7
Keterampilan berkomunikasi tulisan merupakan keterampilan siswa dalam membuat pesan-pesan secara tertulis dalam berbagai macam bentuk memo, surat, proposal dan laporan. Keterampilan ini tidak hanya berkaitan dengan kemahiran seseorang menyusun dan menuliskan simbol-simbol tertulis, tetapi juga mengungkapkan pendapat, sikap, dan perasaannya secara jelas dan sistematis sehingga dapat dipahami oleh orang yang menerimanya (Purwanto, 2006).
Adapun indikator keterampilan berkomunikasi tulisan (Cangara, 2011) adalah sebagai berikut :
a) Kelengkapan hasil laporan diskusi
b) Menyajikan hasil diskusi dalam bentuk tulisan yang tepat c) Laporan disusun secara sistematis dan jelas
b. Kode Nonverbal
Kode nonverbal ialah bahasa isyarat atau bahasa diam, yang mempunyai beberapa fungsi, yaitu meyakinkan sesuatu yang diucapkan, menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, menunjukkan jati diri, dan menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna (Cangara, 2011).
c. Komunikasi Interpersonal (Komunikasi Antarpribadi)
Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk verbal atau nonverbal, seperti komunikasi pada umumnya komunikasi interpersonal selalu mencakup dua unsur pokok yaitu isi pesan dan bagaimana isi pesan dikatakan verbal ataupun nonverbal. Dua unsur tersebut sebaiknya diperhatikan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan situasi, kondisi dan keadaan sipenerima pesan. Menurut Deddy Muliana dan Ganiem (2011) komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara verbal maupun non verbal.
Adapun beberapa indikator keterampilan berkomunikasi interpersonal siswa antara lain sebagai berikut:
1) Keterampilan menjaga sopan santun 2) Cepat tanggap
3) Perhatian dan kepedulian (Kamaruzzaman, 2016).
3. Komunikasi dalam Sains
Secara etimologi, Fisher dalam (Mariana & Praginda, 2009) menyatakan kata sains berasal dari bahasa Latin, yaitu scientia yang artinya secara sederhana adalah pengetahuan (knowledge). Kata sains mungkin juga berasal dari bahasa Jerman, yaitu Wissenchaft yang artinya sistematis, pengetahuan yang terorganisasi. Sains diartikan sebagai pengetahuan yang secara sistematis tersusun (assembled) dan bersama-sama dalam suatu urutan terorganisasi. Misalnya, pengetahuan tentang fisika, biologi, dan kimia. sedangkan menurut Oxford Dictionary, definisi sains adalah
“the intellectual and practical activity encompassing the systematic study of the structure and behavior of the physical and natural world through observation and experiment”.
Pengertian di atas menekankan pada dua kata utama, yaitu observasi dan eksperimen. IPA merupakan pengetahuan yang secara rasional dan objektif mempelajari tentang alam semesta dengan segala isinya (Djumhana, 2009).
Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam dapat diartikan sebagai kegiatan mengamati fenomena-fenomena alam serta berbagai proses yang terjadi di dalamnya (Syar, 2018).
Para ilmuwan atau para ahli sains seringkali menerapkan prosedur setiap kegiatan mereka. Langkah-langkah atau proses yang ditempuh para ilmuwan dalam mengembangkan ilmu kemudian disebut metode ilmiah. Proses yang dimaksud tidak sekadar mengamati fenomena dan kejadian alam, melainkan bagaimana seseorang dapat berpikir, bertindak dan mengambil kesimpulan berdasarkan metode ilmiah. Hakikat IPA yang cukup penting adalah dimensi proses ilmiah
9
(metode ilmiah). Intinya bahwa siswa dalam belajar IPA bukan belajar hafalan konsep tetapi belajar menemukan melalui proses sains.
Menurut Rustaman et al (2005), karakteristik keterampilan proses sains secara khusus adalah :
a. Mengamati, b. Mengklasifikasi, c. Menafsirkan, d. Meramalkan, e. Berkomunikasi,
f. Mengajukan pertanyaan, g. Berhipotesis,
h. Merencanakan percobaan, i. Menerapkan konsep
Berdasarkan karakteristik diatas, kemampuan komunikasi juga termasuk keddalam keterampilan proses sains. Menurut Fatmawati et al., (2014) mengkomunikasikan dapat diartikan sebagai proses menyampaikan informasi atau data hasil pengamatan atau hasil percobaan agar dapat di ketahui dan dipahami oleh orang lain. Kemampuan mengkomunikasikan juga dapat dilatih dengan memberi tugas terhadap kelompok siswa untuk menyusun data dari suatu eksperimen ke dalam tabel atau grafik dan menyampaikan penemuannya kepada siswa lainnya (Gulo, 2018)
Menurut Rustaman (2005), indicator kemampuan berkomunikasi adalah sebagai berikut :
a. Memberikan atau menggambarkan data empiris hasil percobaan atau pengamatan dengan grafik atau tabel atau diagram
b. Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis c. Menjelaskan hasil percobaan atau penelitian
d. Membaca grafik atau tabel atau diagram.
e. Mendiskusikan hasil kegiatan suatu masalah atau pristiwa.
Pada intinya indikator keterampilan berkomunikasi mengandung arti mencatat hasil pengamatan yang relevan dengan penyelidikan, mentransfer suatu bentuk penyajian ke bentuk penyajian yang lainnya atau menggunakan kriteria untuk menyajikan data ke bentuk yang dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain (Ardiyanti & Puspito, 2021).
11
4. Contoh penilaian keterampilan komunikasi Contoh Instrumen Tes Keterampilan Komunikasi
Indikator Soal Jawaban
Siswa menjelaskan hasil
praktikum kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis
Hamdi melakukan percobaan tentang osmosis pada kentang menggunakan tiga jenis larutan berbeda.
Hasilnya ditunjukkan pada tabel dibawah
Larutan Sebelum Sesudah Keadaan
A Gula 30% 1 gr 0,2 gr Lembek
B Gula 5% 1 gr 0,4 gr Agak
lembek
C Aquades 1 gr 1,2 gr Kera
Nyatakan informasi dari tabel tersebut dalam bentuk kalimat
Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5%
akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan sehingga berat kentang menurun dan menjadi lembek. Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi.
Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah
Siswa dapat menyajikan data table kedalam bentuk grafik
Tabel. Jumlah Penangkapan Ikan oleh Nelayan di Dunia Tahun Penangkapan Ikan (Juta Ton) Total (Juta
Air Tawar Laut Ton)
1998 29.3 101.0 130.3
1999 31.6 108.6 140.2
2000 33.0 111.3 144.3
2001 34.4 109.6 144.0
2002 35.9 110.7 146.6
2003 37.7 108.0 145.7
Berdasarkan tabel di atas, grafik yang menggambarkan aktifitas penangkapan ikan air tawar pertahunnya ialah....
a. d.
b. e.
c.
B
Indikator Soal Jawaban
Siswa dapat
menyajikan data table kedalam bentuk grafik
Berdasarkan tabel di atas, diagram batang yang
menggambarkan aktifitas penangkapan ikan air laut per tahunnya ialah....
a. d.
b. e.
c.
D
Membuat grafik hubungan gaya yang bekerja pada piston kecil dan piston besar (F1 &
F2)
Sebuah dongkrak hidrolik mempunyai luas penampang piston kecil A1 dan luas penampang besar A2 dengan perbandingan seperti tabel di bawah ini
No Luas penampang A1 Luas penampang A2
1 1 4
2 2 8
3 3 12
4 4 16
Di bawah ini yang grafik menunjukkan hubungan F1
dan F2 yang benar adalah….
C
13
Contoh Instrumen Non Tes Keterampilan Komunikasi
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN KOMUNIKASI SMA NEGERI 1 MARTAPURA
Kelas :
Mata Pelajaran : Pertemuan :
Tujuan : Untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan berkomunikasi siswa dalam kegiatan diskusi dan proses pembelajaran
Petunjuk : Berilah angka yang sesuai pada kolom berdasarkan hasil observasi Keterangan : 4 = Baik; 3 = Cukup Baik; 2 = Kurang Baik; 1 = Tidak Baik
No Nama siswa Indikator keterampilan komunikasi Jumlah
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst
Keterangan Butir Indikator :
1. Dapat mengeluarkan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.
2. Menguasai materi yang akan dijadikan bahan presentasi 3. Menyampaikan hasil laporan secara sistematis dan jelas 4. Kelengkapan hasil laporan diskusi
5. Menginterpretasikan ide ke dalam bentuk tulisan 6. Laporan disusun secara sistematis dan jelas 7. Keindahan dan kerapian
8. Cepat tanggap dan sopan santun 9. Perhatian dan kepedulian 10. Penggunaan bahasa
RUBRIK LEMBAR OBSERVASI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA
N
o Item Keterampilan Komunikasi Lisan
yang diamati Sko
r Kriteria Penilaian
1 Dapat mengeluarkan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain
1 Siswa tidak mengeluarkan pendapat dan tidak mendengarkan pendapat orang lain 2 Siswa tidak mengeluarkan pendapat tetapi mendengarkan pendapat orang lain 3 Siswa mengeluarkan pendapat kurang tepat tetapi mendengarkan pendapat orang
lain
4 Siswa mengeluarkan pendapat dengan benar dan mendengarkan pendapat orang lain
2 Menguasai materi yang akan dijadikan bahan presentasi
1 Siswa mempresentasikan bahan presentasi dengan terbata-bata dan tidak bisa menjawab pertanyaan.
2 Siswa dapat mempresentasikan bahan presentasi tetapi tidak bisa menjawab pertanyaan
3 Siswa mampu mempresentasikan bahan presentasi dengan lancar dan dapat menjawab 1 pertanyaan
4 Siswa mampu mempresentasikan bahan presentasi dengan lancar dan dapat menjawab minimal 2 pertanyaan
3 Menyampaikan hasil laporan secara
sistematis dan jelas 1 Siswa tidak menyampaikan hasil laporan
2 Siswa menyampaikan hasil laporan secara tidak berurutandan tidak dijelaskan secara rinci
3 Siswa menyampaikan hasil laporannya secara berurutan tetapi tidak dijelaskan secara rinci
4 Siswa menyampaikan hasil laporannya secara berurutan dan dijelaskan secara rinci
N
o Item Keterampilan Komunikasi Tulisan
yang diamati Sko
r Kriteria Penilaian
1 Kelengkapan hasil laporan diskusi 1 Siswa tidak membuat data hasil laporan
2 Siswa membuat data hasil laporan tanpa menulis kesimpulannya
3 Siswa membuat data hasil laporan dengan menulis kesimpulan yang kurang tepat 4 Siswa menulis hasil laporan dengan data hasil laporan dan kesimpulan yang tepat 2 Menginterpretasikan ide kedalam
bentuk tulisan 1 Siswa tidak menginterpretasikan ide yang dihasilkan
2 Siswa menginterpretasikan ide yang dihasilkan dengan menggunakan kata tidak baku
3 Siswa menginterpretasikan ide yang dihasilkan dengan menggunakan kata baku dan tidak baku
4 Siswa menginterpretasikan ide dengan tepat dengan kata baku 3 Laporan disusun secara sistematis dan
jelas 1 Siswa tidak membuat hasil laporan
2 Siswa membuat hasil laporan secara tidak berurutan dan tidak dijelaskan secara rinci
3 Siswa membuat hasil laporannya secara berurutan tetapi tidak dijelaskan secara rinci
4 Siswa membuat hasil laporannya secara berurutan dan dijelaskan secara rinci 4 Keindahan dan kerapihan 1 Siswa dalam menulis laporan banyak coretan
2 Siswa menulis laporan dengan sedikit coretan dan tidak rapi 3 Siswa menulis laporan dengan sedikit coretan dan rapi 4 Siswa menulis laporan dengan indah dan rapi
N Item Keterampilan Komunikasi Sko Kriteria Penilaian
o Interpersonal yang diamati r
1 Cepat tanggap dan sopan santun 1 Siswa tidak menggunakan bahasa yang sopan atau tidak mahir dalam menyampaikan hasil diskusi kelompok
2 Siswa menggunakan bahasa yang sopan namun tidak percaya diri dalam berbicara atau kurang mahir dalam menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok
3 Siswa menggunakan bahasa yang sopan dan percaya diri, namun konsepnya tidak sesuai materi
4 Siswa menggunakan bahasa yang sopan dan percaya diri serta konsepnya benar 2 Perhatian dan kepedulian 1 Siswa tidak perhatian dan tidak peduli terhadap sesama kawannya
2 Siswa kurang perhatian dan peduli ketika presentasi
3 Siswa perhatian dan peduli terhadap kawannya (tampak 1 kali)
4 Siswa perhatian dan peduli terhadap sesama kawannya (tampak 2 kali atau lebih) 3 Penggunaan bahasa 1 Siswa tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar pada saat presentasi
2 Siswa menggunakan bahasa yang bertele-tele dan sulit dipahami pada saat presentasi
3 Siswa menggunakan bahasa yang bertele-tele tetapi mudah dipahami pada saat presentasi
4 Siswa menggunakan bahasa yang bertele-tele tetapi mudah dipahami pada saat presentasi
17
BAB III.
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada makalah ini adalah :
1. Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur.
2. Jenis validitas dibedakan berdasarkan cara pengujiannya menjadi internal dan eksternal, berdasarkan cara menetapkannya menjadi logis dan empiris, dan tujuannya menjadi isi, konstruk, konkuren, dan prediksi.
3. Uji kevalidan instrument dapat dilakukan dengan Teknik pengukuran ulang, Teknik belah dua, Teknik parallel. Untuk menguji validitas instrument dapat dilakukan dengan uji “korelasi product moment”.
DAFTAR PUSTAKA
Rosidin, Undang. 2017. Evaluasi dan Asesmen Pembelajaran. Yogyakarta : Media Akademi.
Wilhalminah, A. (2017). Pengaruh Keterampilan Komunikasi Terhadap Perkembangan Moral Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Limbung (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Sari, A. N. L. (2020). Perbandingan Keterampilan Berkomunikasi Sains Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Genuine Object Dan Non Genuine Object Pada Mata Pelajaran IPA Di SMP Negeri 2 Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Septikasari, R., & Frasandy, R. N. (2018). Keterampilan 4C abad 21 dalam pembelajaran pendidikan dasar. Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar, 8(2), 107-117.
Effendi, Onong Uchyana. (1999). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung:
Rosda.
Ardiyanti, Y., & Puspito, H. (2021). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Metode Inquiry Terbimbing Pada Pembelajaran Biologi Sma. Journal of Education Action Research, 5(3), 49-58.
Ika, Y. E. (2018). Pembelajaran berbasis laboratorium IPA untuk melatih keterampilan komunikasi ilmiah siswa SMP kelas VII. JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Dan Riset Ilmiah), 2(2), 101-113.
Romdon, H. F., Juhanda, A., & Suhendar, S. (2016). Penggunaan Penilaian Autentik untuk Menilai Kemampuan Berkomunikasi Siswa melalui Model Jigsaw pada Materi Pencemaran Lingkungan. utile: Jurnal Kependidikan, 2(1), 27-32.
Cangara, H. (2011). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada Kulsum, U., & Nugroho, S. E. (2014). Penerapan model pembelajaran cooperative
problem solving untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan komunikasi ilmiah siswa pada mata pelajaran fisika. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 3(2).
Purwanto, D. (2006). Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Mulyana, D. dan Ganiem. 2011. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung:
Rosdakarya.
Kamaruzzaman, K. (2016). Analisis keterampilan komunikasi interpersonal siswa.
Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2).