• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN KL

N/A
N/A
nrlasyiqnn

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN KL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 MAKALAH

ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN COMMON SIZE

Dosen Pengampu : Manisha, SKM., S.Ak., BBA., MKM Mata Kuliah : Manajemen Keuangan

Disusun oleh Kelompok 5 :

Nurul Asiqin ( 2302041034 ) Sumayyah Manurung ( 2302041046 ) Dedy Samputra Halawa ( 2302041019 )

S1 ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

INSTITUT KESEHATAN HELVETIA T.A 2023

(2)

2

KATA PENGANTAR

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan susunan Makalah Manajemen Keuangan dengan baik yang berjudul “ Analisis Rasio Keuangan ” . Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca mengenai cara melakukan analisis rasio keuangan yang baik dan benar.

Makalah ini kami susun melalui beberapa sumber buku dan jurnal literasi sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan agar makalah ini dapat berkembang menjadi lebih baik. Harapan kami, informasi dan materi yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Demikian makalah ini kami buat, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan atau pun adanya ketidaksesuaian materi yang kami angkat pada makalah ini, kami mohon maaf. Tiada yang sempurna di dunia, melainkan Allah SWT. Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin

Medan, 26 September 2024

Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN COMMON SIZE ...

Kata Pengantar ...

BAB I ...

PENDAHULUAN ...

1.1 Latar Belakang ...

1.2 Rumusan Masalah ...

1.3 Tujuan ...

BAB II ...

PEMBAHASAN ...

2.1. Apa Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

2.2. Apa Saja Fungsi Analisis Rasio Keuangan ...

2.3. Apa Tujuan Dari Analisis Common Size ...

2.4. Apa Manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

2.5. Apa Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

BAB III ...

PENUTUP ...

3.1 KESIMPULAN ...

DAFTAR PUSTAKA ...

(4)

4 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan dalam beberapa kurun waktu dapat digunakan untuk memprediksi laba atau deviden diwaktu yang akan datang. Dari sudut pandang investor analisa laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi prospek masa depan perusahaan tersebut.

Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan atau membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.

Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding posisi pperusahaan dengan pesaing. Untuk kebijakan keuangan perusahaan ke depan.

Dan Analisis common size adalah teknik dalam akuntansi keuangan yang digunakan untuk mengevaluasi laporan keuangan dengan cara menyajikan setiap pos sebagai persentase dari total. Dalam laporan laba rugi, setiap item diukur sebagai persentase dari penjualan total, sedangkan dalam neraca, setiap pos diukur sebagai persentase dari total aset. Pendekatan ini memudahkan perbandingan antara perusahaan atau periode waktu yang berbeda, karena menghilangkan perbedaan skala dan memungkinkan pengguna untuk melihat proporsi setiap item terhadap total keseluruhan.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

a ) Apa Pengertian dari Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ? b ) Apa saja fungsi dari Analisis Rasio Keuangan ?

c ) Apa tujuan dari Analisis Common Size ?

d ) Apa manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ? e ) Apa Rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ?

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah diatas, dapat diketahui tujuan nya antara lain : a ) Untuk mengetahui pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size b ) Untuk Mengetahui fungsi dari Analisis Rasio Keuangan

c ) Untuk mengetahui tujuan dari Analisis Common Size

d ) Untuk mengetahui manfaat dari Analisis Rasio Keuangan dan Common Size e ) Untuk Mengetahui Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size

(5)

5 BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size

Menurut (James C V Hornes dalam Kasmir). Rasio Keuangan adalah suatu indeks yang menghubungkan antara dua angka akuntansi yang didapat dengan cara membagi satu angka dengan angka lainya dalam akuntansi.

Analisis Rasio Keuangan ialah suatu analisis kuantitatif yang digunakan untuk bisa mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan keuangan perusahaan berdasarkan suatu informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan seperti pada suatu laporan neraca (balance sheet), laporan aliran kas (cash flow statement) dan laporan laba-rugi (income statement).

Rasio Keuangan ini juga dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, kreditur atau pemberi pinjaman serta investor dan para pemegang saham.

Analisis Rasio Keuangan adalah suatu kegiatan untuk dapat membandingkan nominal (angka-angka) yang terdapat pada laporan keuangan suatu perusahaan guna mengetahui posisi keuangan serta menilai kinerja manajemen dalam periode tertentu.

Dan Analisis common size merupakan angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang ada dineraca, common base-nya adalah total aktiva. Hal ini artinya total aktiva dianggap100%.

Sementara itu, pada laporan laba rugi yang dianggap 100% adalah penjualan neto atau penjualan bersih.

Menurut Hanafi dan Halim, analisis common size ialah analisis yang disusundengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadiproporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untukneraca).

Laporan keuangan dalam persentase per komponen (common size) menyatakan masing masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya. Penyajian dalam bentuk analisis common size mempermudah untuk melakukan analisis laporan keuangan dengan memperhatikan perubahan perubahan yang terjadi dalam neraca dan laporan laba rugi.

2.2. Fungsi Analisis Rasio Keuangan

Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaandan kinerjanya.4 Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporankeuangan atau membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahankeuangan perusahaan.

Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding posisi perusahaandengan pesaing, untuk kebijakan keuangan perusahaan ke depan.

Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Dengan membandingkan rasio keuangan terhadap perusahaan lainnya yang sejenis atau terhadap rata-rata industri dapat membantu mengidentifikasi adanya penyimpangan dalam keuangan perusahaan.

2.3. Tujuan Analisis Common Size

Menurut Sugiono dan Untung (2016, hal.11) Menyatakan bahwa tujuan dari analisiscommon size mengkonversikan satuan yang terdapat dalam laporan keuangan ke dalamsatuan persen.

Tujuan dari analisis common size adalah untuk memperoleh gambaran tentang : 1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.

(6)

6 2. Struktur modal dan pendanaan.

3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba.

Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi,investasi, dan pendanaan) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, sertakemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masayang akan datang.

2.4. Manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size Analisis Rasio Keuangan

• Membantu untuk menganalisis tren kinerja sebuah perusahaan.Membantu para stakeholder untuk dapat membandingkan hasil keuangan suatu perusahaan dengan pesaingnya.

• Membantu Manajemen, kreditur dan investor untuk mengambil suatu keputusan.

• Dapat menunjukan suatu letak permasalahan keuangan perusahaan serta kekuatan dan kelemahannya.

Analisis Common Size

Common size bermanfaat untuk melakukan perbandingan kinerja keuangan antar perusahaan, karena laporan keuangan beberapa perusahaan dapat diubah dalam bentuk common size format. Perbandingan common size statement dengan pesaing dapat mengungkapkan perbedaan akun dan distribusinya dalam neraca. Dengan demikian analis dapat mengevaluasi alasan mengapa terjadi perbedaan kinerja antar perusahaan. Analisis ini dapat melihat kekuatan pada setiap akun seperti angka penjualan pada laba rugi dan pembentukan aktiva pada laporan posisi keuangan.

2.5. Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size 1. Rasio Likuiditas

a) Current Ratio

Rumus: Current Ratio = Aset Lancar / Kewajiban Lancar Contoh:

Aset Lancar = Rp 100.000.000 Kewajiban Lancar = Rp 50.000.000

Current Ratio = 100.000.000 / 50.000.000 = 2 b) Quick Ratio

Rumus: Quick Ratio = (Aset Lancar - Persediaan) / Kewajiban Lancar Contoh:

Aset Lancar = Rp 100.000.000 Persediaan = Rp 30.000.000 Kewajiban Lancar = Rp 50.000.000

Quick Ratio = (100.000.000 - 30.000.000) / 50.000.000 = 1,4 2. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas

a) Net Profit Margin

Rumus: Net Profit Margin = (Laba Bersih / Penjualan Bersih) x 100%

Contoh:

Laba Bersih = Rp 20.000.000 Penjualan Bersih = Rp 100.000.000

Net Profit Margin = (20.000.000 / 100.000.000) x 100% = 20%

(7)

7 b) Return on Assets (ROA)

Rumus: ROA = (Laba Bersih / Total Aset) x 100%

Contoh:

Laba Bersih = Rp 20.000.000 Total Aset = Rp 200.000.000

ROA = (20.000.000 / 200.000.000) x 100% = 10%

3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio a) Debt to Equity Ratio

Rumus: Debt to Equity Ratio = Total Kewajiban / Total Ekuitas Contoh:

Total Kewajiban = Rp 150.000.000 Total Ekuitas = Rp 100.000.000

Debt to Equity Ratio = 150.000.000 / 100.000.000 = 1,5 b) Debt to Asset Ratio

Rumus: Debt to Asset Ratio = Total Kewajiban / Total Aset Contoh:

Total Kewajiban = Rp 150.000.000 Total Aset = Rp 250.000.000

Debt to Asset Ratio = 150.000.000 / 250.000.000 = 0,6 4. Rasio Aktivitas atau Activity Ratio

a) Inventory Turnover

Rumus: Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Rata-rata Persediaan Contoh:

Harga Pokok Penjualan = Rp 500.000.000 Rata-rata Persediaan = Rp 100.000.000

Inventory Turnover = 500.000.000 / 100.000.000 = 5 kali b) Receivables Turnover

Rumus: Receivables Turnover = Penjualan Kredit Bersih / Rata-rata Piutang Contoh:

Penjualan Kredit Bersih = Rp 800.000.000 Rata-rata Piutang = Rp 200.000.000

Receivables Turnover = 800.000.000 / 200.000.000 = 4 kali 5. Rasio Investasi

a) Price Earnings Ratio (P/E)

Rumus: P/E Ratio = Harga Saham per Lembar / Laba per Lembar Saham Contoh:

Harga Saham per Lembar = Rp 5.000 Laba per Lembar Saham = Rp 500 P/E Ratio = 5.000 / 500 = 10

(8)

8 b) Dividend Yield

Rumus: Dividend Yield = (Dividen per Lembar Saham / Harga Saham per Lembar) x 100%

Contoh:

Dividen per Lembar Saham = Rp 200 Harga Saham per Lembar = Rp 5.000

Dividend Yield = (200 / 5.000) x 100% = 4%

 Rumus Common Size

Analisis Common Size adalah metode analisis laporan keuangan di mana setiap item dalam laporan keuangan dinyatakan sebagai persentase dari item dasar atau total.

a) Common Size untuk Laporan Laba Rugi

Rumus: Persentase Item = (Nilai Item / Total Penjualan) x 100%

Contoh:

Misalkan sebuah perusahaan memiliki laporan laba rugi sebagai berikut:

Penjualan: Rp 1.000.000.000

Harga Pokok Penjualan: Rp 600.000.000 Biaya Operasional: Rp 200.000.000 Laba Bersih: Rp 200.000.000

Analisis Common Size:

Penjualan: (1.000.000.000 / 1.000.000.000) x 100% = 100%

Harga Pokok Penjualan: (600.000.000 / 1.000.000.000) x 100% = 60%

Biaya Operasional: (200.000.000 / 1.000.000.000) x 100% = 20%

Laba Bersih: (200.000.000 / 1.000.000.000) x 100% = 20%

b) Common Size untuk Neraca

Rumus: Persentase Item = (Nilai Item / Total Aset) x 100%

Contoh:

Misalkan sebuah perusahaan memiliki neraca sebagai berikut:

Total Aset: Rp 500.000.000

(9)

9 Aset Lancar: Rp 200.000.000

Aset Tetap: Rp 300.000.000 Total Kewajiban: Rp 300.000.000 Ekuitas: Rp 200.000.000

Analisis Common Size:

Total Aset: (500.000.000 / 500.000.000) x 100% = 100%

Aset Lancar: (200.000.000 / 500.000.000) x 100% = 40%

Aset Tetap: (300.000.000 / 500.000.000) x 100% = 60%

Total Kewajiban: (300.000.000 / 500.000.000) x 100% = 60%

Ekuitas: (200.000.000 / 500.000.000) x 100% = 40%

Analisis Common Size membantu dalam membandingkan laporan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun atau membandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, terlepas dari ukuran perusahaan.

(10)

10 BAB III PENUTUP

Dari penyampaian makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa:

Analisis Rasio Keuangan merupakan alat penting yang digunakan untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan. Alat ini berfungsi untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, dengan fokus pada aspek-aspek seperti likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas, dan pasar.

Analisis Common Size mengubah angka-angka dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase dari total tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran mengenai komposisi aktiva, struktur modal, serta distribusi hasil penjualan terhadap biaya dan laba. Analisis ini berguna untuk membandingkan kinerja keuangan antar perusahaan, sehingga memudahkan identifikasi prestasi dan kelemahan perusahaan.

Hasil dari analisis rasio keuangan dan common size sangat berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti manajemen, investor, dan kreditur, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat. Interpretasi atas laporan keuangan menjadi kunci bagi berbagai pihak untuk memahami kondisi perusahaan, meskipun masing-masing memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda.

(11)

11

DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, K. E. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Surabaya: STIESIA.

Darmawan. (2022). Dasar-dasar Memahami Rasio & Laporan Keuangan. Yogyakarta: UNY PRESS.

Diah Nurdiwaty, B. Z. (2016). Analisis Rasio Keuangan Daerah untuk Menilai Kinerja KeuanganDaerah di Kota Kediri. Jurnal Ekonomika-Bisnis, 31-40.

Fatahuddin, I. (2017). Analisis Rasio untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT.

CiptaBeton Sinar Perkasa di Kota Makassar.

Ginting, M. C. (2018). Peranan Modal Kerja dalam Meningkatkan Profitabilitas. Jurnal Manajemen,187-196.

Hidayat, W. W. (2018). Dasar-dasar Analisa Laporan Keuangan. Ponorogo: Uwais InspirasiIndonesia.

Meilinda Eka Rusti’ani, N. T. (2017, Juli-Desember). Rasio Keuangan sebagai Indikator untukmengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Semen. Jurnal Akuntansi, Vol. 17 (No. 2), 128.

Michael Agyarana Barus, d. (2017). Penggunaan Rasio Keuangan untuk mengukur Kinerja KeuanganPerusahaan (Studi pada PT. Astra Otoparts, Tbk dan PT. Goodyer Indonesia, Tbk yang GoPublic di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 44(No. 1), 156-158.

Tyas, Y. I. (2020). Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan pada Elzatta Probolinggo. Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 28-39.

Yogaswara Dewa, S. S. (2016). Analisi Rasio Keuangan sebagai Alat Penilaian untuk MengukurKinerja Keuangan Perusahaan pada SPBU Gedog. 185-201

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan, yang terdiri dari laporan neraca dan laporan rugi laba.. Analisis rasio adalah

Dalam penelitian cara yang dilakukan didalam membandingkan rasio keuangan perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode time series

Bagi Perusahaan, dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan melalui analisis laporan keuangan menggunakan rasio-rasio keuangan untuk membuat perbandingan di setiap tahunnya

Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang di dalamnya terdapat posisi keuangan perusahaan

Analisis Rasio Keuangan adalah proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa lalu, dengan tujuan

Contoh yang akan disajikan untuk menggambarkan penggunaan rasio keuangan untuk analisis laporan keuangan adalah menggunakan Laporan Perusahaan Bartlett yang telah

Laporan keuangan yang biasanya disajikan pada perusahaan dagang meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal,

Berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) terdapat lima jenis laporan keuangan, yaitu : Laporan Laba atau Rugi, digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan