• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL I

N/A
N/A
aulia wijaya

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL I"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“OPERASI DAN PRODUKTIVITAS”

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Muh. Yunus Amar, SE., MT., CIPM

Kelompok 6:

Adim Juliadin : A021221212

Muh. Fuadhel Saleh : A031221008 Indra Rezky Rauf : A031221014

Nurilmi Fatahuddin : A031221026 Israel Ben Yeimo : A031221044

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul

“Operasi dan Produktivitas” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah “Manajemen Operasional”. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Operasi dan Produktivitas” bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah yang telah memberikan membimbing kami dalam penyelesaian tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi dan bekerja sama dalam pembuatan makalah ini.

Mungkin dalam makalah ini masih terdapat kesalahan yang belum kami ketahui, maka dari itu kami mohon saran serta kritik yang bersifat membangun dari teman-teman maupun dosen. Sehingga makalah ini dapat berguna bagi kami dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.

Makassar, 29 Agustus 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah... 1

C. Tujuan...1

BAB II PEMBAHASAN...2

A. Pengertian manajemen operasi... 2

1. Mengorganisir untuk menghasilkan barang dan jasa...2

2. Rantai Pasokan/supply chain...2

3. Apa yang Manajer Operasi lakukan...3

B. Operasi Barang dan Jasa...4

C. Tantangan Produktivitas...5

D. Pengukuran Produktivitas...5

1. Variabel Produktivitas...5

2. Produktivitas dan sektor jasa...6

E. Tantangan saat ini dalam Manajemen Operasi...6

F. Etika, Tanggung Jawab Sosial, dan Keberlanjutan...7

BAB III PENUTUP...8

A. Kesimpulan...8

B. Saran... 8

Daftar Pustaka... 10

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manajemen operasi adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasi input menjadi output. Input terdiri dari bahan mentah, tenaga kerja, modal, energi dan informasi lalu ditransformasi dalam kegiatan produksi dan operasi sehingga menghasilkan output berupa barang atau jasa.

Manajemen operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan-penggunaan sumberdaya berupa Sumber daya manusia, sumber daya alat, Sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa (Assauri, 2008). Manajemen operasi merupakan usaha-usaha mengelola sumber daya-sumber daya secara optimal. Penggunaan sumberdaya-sumberdaya (sering disebut faktor produksi-tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah, dan sebagainya) dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa (Handoko, 2016).

Dewasa ini istilah manajemen dan operasi lebih dikenal dengan istilah manajemen operasi saja. Bidang manajemen operasi mencakup manufaktur dan juga jasa. Orang yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengelola operasi disebut manajer operasi. Manajer operasi bertanggung jawab untuk menghasilkan barang atau jasa dalam organisasi. Manajer operasi mengambi keputusan yang berkenaan dengan suatu fungsi operasi dan sistem transformasi yang digunakan.

Manajemen operasi adalah kajian pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Manajamen Operasi?

2. Apa perbedaan operasi barang dan jasa?

3. Apa yang dimaksud produktivitas dalam manajemen operasional?

4. Bagaimana mengukur produktivitas?

5. Tantangan apa saja dalam manajemen operasi?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian manajemen operasi 2. Memahami perbedaan operasi barang dan jasa 3. Mengetahui pengertian produktivitas

4. Mengetahui cara mengukur produktivitas

5. Mengetahui tantangan dalam manajemen operasi

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian manajemen operasi

Manajemen operasi adalah disiplin yang digunakan oleh restoran seperti Hard Rock Café serta pabrik-pabrik seperti Ford dan Whirlpool. Teknik manajemen operasi berlaku di seluruh dunia untuk Sebagian besar Perusahaan produktif.

Produksi adalah menciptakan barang dan jasa. Manajemen operasi (MO) adalah Kumpulan kegiatan yang menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Kegiatan menciptakan barang dan jasa ini dilakukan di semua organisasi. Dalam Perusahaan manufaktur, kegiatan produksi yang menciptakan barang biasanya cukup jelas yang didalamnya kita bisa melihat terciptanya produk seperti TV Sony atau motor Harley-Davidson.

Lain halnya pada organisasi yang tidak menciptakan barang atau jasa yang nyata, fungsi produksinya masih kurang jelas, hal ini biasa disebut dengan aktivitas pelayanan. Yang pelayanannya mungkin saja “tersembunyi” dari Masyarakat dan bahkan dari pelanggan. Produknya itu bisa berbentuk seperti transfer dana dari rekening tabungan ke rekening pengecekan, transplantasi hati, pengisian kursi kosong di pesawat, atau Pendidikan siswa. Terlepas dari apakah produk akhir itu berupa barang atau jasa, aktivitas produksi yang terjadi dalam suatu organisasi itu disebut sebagai operasi, atau manajemen operasi (MO).

1. Mengorganisir untuk menghasilkan barang dan jasa

Untuk menghasilkan barang dan jasa, terdapat tiga fungsi yang dapat dilakukan oleh organisasi, fungsi ini adalah bahan yang diperlukan tidak hanya untuk produksi tetapi juga untuk kelangsungan hidup organisasi.

Adapun fungsi tersebut yaitu :

1. Pemasaran, yang menghasilkan permintaan, atau setidaknya memerlukan pesanan untuk produk atau jasa (tidak ada yang terjadi sampai ada penjualan).

2. Produksi/operasi, yang menghasilkan, menciptakan, dan mengantarkan produk

3. Keuangan/akuntansi, yang melacak seberapa baik organisasi tersebut, membayar tagihan, dan mengumpulkan uang.

2. Rantai Pasokan/supply chain

Rantai pasokan adalah jaringan organisasi dan aktivitas global yang memasok Perusahaan dengan barang dan jasa. Melalui tiga fungsi pemasaran, operasi, dan keuangan untuk pelanggan ini dibuat, namun Perusahaan jarang

(6)

menciptakan nilai ini sendiri. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan berbagai pemasok yang menyediakan segala hal mulai dari bahan baku hingga layanan akuntansi. Pemasok ini, bila diambil Bersama, bisa disebut sebagai rantai pasokan.

3. Apa yang Manajer Operasi lakukan

Semua manajer yang baik melakukan fungsi dasar proses manajemen.

Proses manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, kepegawaian, manufaktur, dan pengendalian. Manajer operasi menerapkan proses manajemen ini terhadap keputusan yang mereka buat dalam fungsi MO.

Adapun 10 strategi manajemen operasi yaitu :

1. Desain barang dan jasa: dana dari banyak yang beroperasi dalam operasi di masing-masing keputusan MO lainnya. Misalnya, desain produk biasanya menentukan batas biaya yang lebih rendah dan batas atas kualitas, serta implikasi utama untuk keberlanjutan dan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

2. Mengelola kualitas: menentukan harapan kualitas pelanggan dan menetapkan kebijakan prosedur untuk mengidentifikasi dan mencapai kualitas itu.

3. Strategi proses dan kapasitas: menentukan bagaimana kebaikan atau layanan diproduksi (proses produksi) dan berkomitmen untuk manajemen teknologi, kualitas, sumber daya manusia, dan investasi modal yang menentukan Sebagian besar struktur biaya dasar Perusahaan

4. Strategi lokasi: memerlukan penilaian mengenai kedekatan kepada pelanggan, pemasok, dan bakat, sambal mempertimbangkan biaya, infrastruktur, logistic, dan pemerintah

5. Strategi tata letak: memerlukan perluasan kapasitas, tingkat personal, teknologi dan persyaratan persediaan untuk menentukan efisiensi bahan, Masyarakat, dan informasi

6. Sumber daya manusia dan desain job: menentukan bagaimana merekrut, memotivasi, dan mempertahankan personal dengan bakat dan keterampilan yang dibutuhkan. Orang adalah bagian integral dan mahal dari total sistem perancangan.

7. Manajemen rantai pasokan: memutuskan bagaimana mengintegrasikan rantai pasokan ke dalam strategi Perusahaan, termasuk keputusan yang menentukan apa yang akan dibeli, dari siapa, dan dalam kondisi apa 8. Manajemen persediaan: menganggap persediaan dan persediaan yang

tersisa dan bagaimana mengoptimalkannya sebagai keputusan pelanggan, kemampuan pemasok, dan jadwal produksi dipertimbangkan

(7)

9. Penjadwalan: menentukan dan menerapkan jadwal menengah dan jangka pendek yang efektif dan efisien menggunakan baik personal dan fasilitas sambal memenuhi permintaan pelanggan

10. Pemeliharaan: memerlukan keputusan yang menganggap kapasitas fasilitas, tuntutan produksi, dan personal yang diperlukan untuk menjaga proses yang andal dan stabil.

B. Operasi Barang dan Jasa

Kegiatan operasi untuk barang dan jasa seringkali sangat mirip. Misalnya, keduanya memiliki standar kualitas, dirancang dan diproduksi pada jadwal yang memenuhi permintaan pelanggan, dan dibuat di fasilitas tempat orang-orang bekerja. Namun, ada beberapa perbedaan utama antara barang dan jasa. Jasa adalah kegiatan ekonomi yang biasanya menghasilkan produk tak berwujud, seperti Pendidikan, hiburan, penginapan, pemerintah, keuangan dan layanan Kesehatan.

Adapun perbedaan antara barang dan jasa yaitu sebagai berikut:

a. Karakteristik jasa - Tidak berwujud

- Diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan - Unik

- Interaksi dengan pelanggan tinggi - Definisi produk tidak konsisten - Sering berdasarkan pada pengetahuan - Layanan yang disebar

- Kualitas bisa sulit dievaluasi - Tidak bisa dijual Kembali b. Karakteristik barang

- Memiliki wujud

- Produk biasanya bisa disimpan di persediaan - Produk yang diproduksi serupa

- Terbatasnya keterlibatan pelanggan dalam produksi - Produk terstandarisasi

- Standar wujud produk cenderung dibuat otomatis agar layak digunakan - Produk biasanya diproduksi di fasilitas tetap

- Banyak aspek kualitas dari produk yang mudah dievaluasi - Produk seringkali memiliki nilai residu

(8)

C. Tantangan Produktivitas

Produktivitas adalah rasio output (barang dan jasa) dibagi berdasarkan input (sumber daya, misalnya tenaga kerja dan modal). Adapun tugas dari manajer operasi adalah meningkatkan rasio output terhadap input, yang dimana meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan efisiensi.

Peningkatan produktivitas ini dapat dicapai melalui dua cara: yaitu mengurangi input dan mempertahankan output atau meningkatkan output dengan tetap menjaga input. Dalam pengertian ekonomi, input diartikan sebagai tenaga kerja, modal, dan manajemen yang terintegrasi dalam sistem produksi.

Manajemen menciptakan sistem produksi yang menyediakan konversi input menjadi output.

D. Pengukuran Produktivitas

Pengukuran produktivitas bisa dilakukan secara langsung melalui dua cara, yaitu dengan single factor productivity (produktivitas faktor Tunggal) dan multifactor productivity (produktivitas multifaktor). Produktivitas faktor Tunggal menunjukkan rasio barang dan jasa yang dihasilkan (output) menjadi sumber daya (input), contohnya:

Produktivitas = unit produksi / input yang digunakan

Misalnya, jika unit produksi = 1.000 dan jam kerja yang digunakan adalah 250. Maka :

Produktivitas faktor Tunggal = unit produksi / jam kerja yang digunakan = 1.000/250 = 4 unit per jam kerja

Sedangkan produktivitas multifaktor menunjukkan rasio barang dan jasa yang dihasilkan (output) ke banyak atau semua sumber daya (input), contohnya :

Produktivitas multifaktor = output / tenaga kerja + bahan + energi + modal + lain-lain

1. Variabel Produktivitas

Terdapat tiga faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, yaitu tenaga kerja, modal dan manajemen.

- Tenaga kerja, memberikan kontribusi sekitar 10% terhadap kenaikan produktivitas tahunan

(9)

- Modal, memberikan kontribusi sekitar 38% terhadap kenaikan produktivitas tahunan

- Manajemen, memberikan kontribusi sekitar 52% terhadap kenaikan produktivitas tahunan

2. Produktivitas dan sektor jasa

Produktivitas sektor jasa terbukti sulit ditingkatkan karena sektor jasa pekerjaan terkadang memiliki hambatan seperti :

- Biasanya padat karya (misalnya konseling, pengajaran)

- Sering berfokus pada atribut atau keinginan individu yang unik

- Seringkali merupakan tugas intelektual yang dilakukan oleh para profesional

- Seringkali sulit untuk di mekanisasi dan di otomatisasi - Seringkali sulit untuk mengevaluasi kualitasnya

E. Tantangan saat ini dalam Manajemen Operasi

- Globalisasi: penurunan pesat dalam biaya komunikasi dan transportasi telah terjadi di pasar global. Demikian pula sumber daya berupa modal, material, bakat, dan tenaga kerja. Akibatnya, negara-negara di dunia berkontribusi terhadap globalisasi seiring mereka bersaing untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Manajer operasi dengan cepat mencari kreativitas design, produksi yang efisien, dan barang berkualitas tinggi melalui kolaborasi internasional

- Kemitraan rantai pasokan: siklus hidup produk yang lebih pendek, pelanggan yang menuntut, dan perubahan yang cepat dalam hal teknologi, material dan proses memerlukan mitra rantai pasokan yang selaras kebutuhan pengguna akhir. Dan karena pemasok mungkin dapat menyumbangkan keahlian uniknya, manajer operasi melakukan outsourcing dan membangun kemitraan jangka Panjang dengan Perusahaan kritis pemain dalam rantai pasokan.

- Keberlanjutan: perjuangan berkelanjutan para manajer operasi untuk meningkatkan produktivitas berkaitan dengan perancangan produk dan proses yang berkelanjutan secara ekologis. Ini berarti merancang produk dan kemasan ramah lingkungan yang meminimalkan penggunaan sumber daya, dapat didaur ulang atau digunakan Kembali, dan secara umum ramah lingkungan

- Perkembangan produk yang pesat: teknologi yang dikombinasikan dengan komunikasi internasional yang cepat mengenai berita, hiburan, dan gaya hidup secara dramatis mengurangi masa hidup produk. MO menjawabnya

(10)

dengan struktur manajemen baru, peningkatan kolaborasi, teknologi digital, dan aliansi kreatif yang lebih responsif dan efektif.

- Kustomisasi massal: Di dunia di mana konsumen semakin sadar akan inovasi dan pilihan, perusahaan mendapat tekanan besar untuk meresponsnya cara yang kreatif. Dan OM harus merespons dengan cepat dengan desain produk dan produksi yang fleksibel proses yang memenuhi keinginan individu konsumen. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk yang disesuaikan, kapanpun dan dimanapun dibutuhkan.

- Operasi Lean: Lean adalah model manajemen yang melanda dunia dan menyediakan standar yang harus disaingi oleh manajer operasi. Lean dapat dianggap sebagai kekuatan pendorong dalam operasi yang dijalankan dengan baik, dimana pelanggan puas, karyawan pun puas dihormati, dan sampah tidak ada.

F. Etika, Tanggung Jawab Sosial, dan Keberlanjutan

Sistem yang dibangun manajer operasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa adalah kompleks. Mengidentifikasi respons yang etis dan bertanggung jawab secara sosial sambil mengembangkan proses yang berkelanjutan yang juga merupakan sistem produktif yang efektif dan efisien tidaklah mudah. Manajer juga ditantang untuk:

- Mengembangkan dan menghasilkan produk ramah lingkungan yang aman dan berkualitas tinggi

- Melatih, mempertahankan, dan memotivasi karyawan di tempat kerja yang aman

- Hormati komitmen pemangku kepentingan

Para manajer harus melakukan semua ini sambil memenuhi tuntutan dunia yang sangat kompetitif dan dinamis pasar. Jika manajer operasi memiliki kesadaran moral dan fokus pada peningkatan produktivitas dalam sistem ini, maka banyak tantangan etika akan berhasil diatasi. Organisasi akan menggunakan lebih sedikit sumber daya, karyawan akan berkomitmen, pasar akan puas, dan iklim etika akan ditingkatkan.

(11)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Manajemen operasi merupakan disiplin yang esensial dalam menciptakan dan mengelola nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output. Proses ini mencakup berbagai aspek seperti pemasaran, produksi, dan keuangan. Rantai pasokan memainkan peran penting dalam menghubungkan pelanggan dengan penyediaan barang dan jasa, menciptakan kolaborasi global yang efektif. Manajer operasi menghadapi berbagai tantangan dalam mengoptimalkan produktivitas, termasuk peningkatan input-output ratio, perubahan dalam sektor jasa yang kompleks, dan pengukuran produktivitas dengan berbagai metode. Variabel penting dalam produktivitas adalah tenaga kerja, modal, dan manajemen.

Selain itu, operasi barang dan jasa memiliki perbedaan karakteristik, terutama dalam hal keberwujudan dan interaksi dengan pelanggan. Produktivitas juga menjadi fokus utama dalam usaha mencapai efisiensi dan efektivitas dalam operasi. Pengukuran produktivitas melalui faktor tunggal dan multifaktor memberikan pandangan yang komprehensif terhadap kinerja operasional.

Tantangan saat ini dalam manajemen operasi mencakup globalisasi, kemitraan rantai pasokan, keberlanjutan, perkembangan produk yang pesat, kustomisasi massal, dan penerapan prinsip operasi lean. Etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan juga menjadi perhatian penting bagi manajer operasi, yang harus mengembangkan sistem yang efektif, efisien, dan berkelanjutan sambil memenuhi tuntutan kompetitif pasar global.

B. Saran

1. Peningkatan Kolaborasi Global: Dalam menghadapi globalisasi, manajer operasi perlu mendorong kolaborasi internasional dan mengembangkan strategi desain, produksi, dan pengiriman yang efisien di pasar global.

2. Optimasi Rantai Pasokan: Mengelola rantai pasokan yang kompleks memerlukan kemitraan yang kuat dengan pemasok dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pelanggan akhir. Manajer perlu memastikan koordinasi yang baik dan pemenuhan pesanan yang tepat waktu.

3. Fokus pada Keberlanjutan: Manajer operasi harus berinovasi dalam merancang produk dan proses yang ramah lingkungan, mengurangi limbah, dan memanfaatkan sumber daya dengan efisien untuk menjawab tuntutan keberlanjutan.

(12)

4. Adopsi Prinsip Operasi Lean: Penggunaan prinsip operasi lean dapat membantu perusahaan mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

5. Peningkatan Etika dan Tanggung Jawab Sosial: Fokus pada praktik etis, kesejahteraan karyawan, dan tanggung jawab sosial akan membantu membangun citra perusahaan yang baik dan mendukung hubungan yang positif dengan pemangku kepentingan.

6. Inovasi Produk dan Proses: Dalam era perkembangan produk yang pesat, manajer operasi harus berani berinovasi dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta proses produksi yang responsif.

7. Perhatikan Kustomisasi Massal: Menyediakan produk yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan dapat menjadi keunggulan kompetitif. Manajer operasi perlu mempertimbangkan fleksibilitas dalam proses produksi.

8. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan: Fokus pada pengembangan tenaga kerja yang terampil dan berkomitmen akan membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

9. Penerapan Teknologi Digital: Manfaatkan teknologi digital untuk memantau dan mengelola operasi dengan lebih efisien, termasuk dalam pengukuran produktivitas, manajemen rantai pasokan, dan inovasi proses.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, manajer operasi dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dan menciptakan operasi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

(13)

Daftar Pustaka

Heizer, J. (2017). Operation Management Sustainability and Supply Chain Management 12th.Ed. pearson.

Desiyanti, R. (2020). Manajemen Operasi. LPPM Universitas Bung Hatta.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini terfokus pada pengkajian mekanisme rantai pasokan minyak akar wangi di Garut mulai dari Petani, Pengumpul Bahan Baku, Penyuling, dan Pengumpul Minyak yang berada

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen rantai pasokan ( supply chain management ) Pepsodent terhadap loyalitas konsumen

Proses inti adalah suatu rantai tugas, biasanya mencakup berbagai departemen atau fungsi yang mengirimkan nilai (produk, jasa, dukungan, informasi) kepada para pelanggan

Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk. secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses

jalan : pembedaan, biaya rendah, respon yang cepat,ini berarti manajer operasi diminta untuk mengantarkan barang dan jasa yang lebih baik atau paling tidak berbeda dengan yang

Berkembangnya teknologi sistem informasi, maka penyajian informasi yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan oleh setiap orang.Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini

Disamping mengembangkan kecerdasan budaya para manajer dapat memepersiapkan diri untuk bekerja dikancah internasional dengan memahami nilai nilai sosial hofstade dn GLOBE yang dianut

Hasil penelitian efisiensi desain jaringan manajemen rantai pasokan pala di Kecamatan Kendahe, melakukan metode kerja yang efisien dimana pedagang pengumpul di Tahuna digantikan