• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH ORGANISASI KLMPK 2[1]

N/A
N/A
Muhammad Irtaslim

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH ORGANISASI KLMPK 2[1]"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MANAJEMEN PROYEK KEORGANISASIAN

DISUSUN OLEH:

AL-KHAIR RAKHMATULLAH DARS HATS (41121064)

AZKIYAH AMALIAH (41121066)

KHAIRUL MUKMIN (41121067)

M. IRTASLIM (41121068)

MUH ALIM AFANDI S (41121070)

KELAS 1C

PROGRAM STUDI D4 PERANCANGAN BANGUNAN GEDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2022

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yg maha esa, yang telah memberikan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah manajemen proyek yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah kami ini.

Sehingga bisa dikatakanbahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, saran dan kritikan dari para pembaca sangat dibutuhkan oleh penulis untuk menyempurnakan tugas makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Dan semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai ajang pembelajaran bagi penulis dalam penulisan makalah selanjutnya.

Makassar, April 2022

Penulis

(3)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Proyek merupakan suatu kegiatan dalam jangka waktu yang sifatnya tidak rutin, mempunyai anggaran dan sumber daya terbatas,dimaksudkan mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat banyak dan beragam. Hal ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga pada akhir proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Pelaksana proyek harus diselenggarakan secara menyeluruh mulai dari konsep perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pemeliharaan yang melibatkan bermacam-macam unsur dann komponen pendukung. Salah satu bagian dari manajemen proyek yang memegang peran cukup penting adalah organisasi proyek, sebuah proyek akan berhasil jika di dalamnya terdapat pengorganisasian yang baik.

Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas sehingga tujuan proyek bisa tercapai.

1.2. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka muncul beberapa rumusan masalah, yakni :

1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?

2. Seberapa pentingkah organisasi didalam suatu proyek?

3. Apa saja jenis-jenis organisasi proyek?

4. Apa saja pedoman dalam organisasi proyek?

1.3. Tujuan

Dari rumusan masalah tersebut, maka didapatkan tujuan yang ingin dicapai,diantaranya:

1. Menjelaskan tentang pengertian organisasi

2. Menjelaskan pentingnya organisasi dalam suatu proyek 3. Menjelaskan jenis-jenis organisasi proyek

4. Menjelaskan pedoman dalam organisasi proyek

(4)

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Organisasi

Kata organisasi sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Seperti organisasi di dalam kampus, organisasi tingkat desa, hingga organisasi internasional antarnegara. Lantas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan organisasi itu sendiri?

Berikut ini beberapa arti organisasi menurut ahli.

1. Louis Allen

Organisasi adalah proses mengidentifikasi dan mengelompokkan pekerjaan yang harus dilakukan, mendefinisikan dan mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang dan membangun hubungan untuk tujuan memungkinkan orang untuk bekerja paling efektif bersama dalam mencapai tujuan.

2. Stephen P. Robbins

Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

3. Stoner

Ahli yang satu ini mengatakan bahwa yang disebut dengan organisasi adalah hubungan antara beberapa orang dimana di dalamnya ada pengarahan dari pimpinan agar apa yang menjadi tujuan bersama bisa tercapai.

4. Max Weber

Organisasi merupakan sebuah kerangka hubungan sosial yang sifatnya terstruktur dimana didalamnya tercantum apa yang menjadi wewenang, pembagian tugas/ kerja dan tanggung jawab untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.

5. Prof. Dr. Sondang P. Siagian

Prof. Dr. Sondang mengatakan bahwa organisasi merupakan bentuk perserikatan atau persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk saling melakukan kerjasama dalam sebuah ikatan yang formal. Kerjasama yang dilakukan dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama yang telah

(5)

ditetapkan sebelumnya. Dalam melakukan kerjasama tersebut beberapa orang disebut sebagai atasan dan beberapa lainnya merupakan bawahan.

Sedangkan Menurut Wikipedia, Orgаnіѕаѕі раdа dаѕаrnуа dimanfaatkan ѕеbаgаі tеmраt аtаu wаdаh bаgі оrаng-оrаng untuk bеrkumрul, bеkеrја ѕаmа ѕесаrа rаѕіоnаl dаn ѕіѕtеmаtіѕ, tеrеnсаnа, tеrріmріn dаn tеrkеndаlі, dаlаm mеmаnfааtkаn ѕumbеr dауа (uаng, mаtеrіаl, mеѕіn, mеtоdе, lіngkungаn), ѕаrаnа-раrаѕаrаnа, dаtа, dаn lаіn ѕеbаgаіnуа уаng dіgunаkаn ѕесаrа еfіѕіеn dаn еfеktіf untuk mеnсараі tuјuаn оrgаnіѕаѕі.

Itulah beberapa pengertian dari organisasi yang disampaikan oleh para ahli.

Di dalam pengertian organisasi di atas disebutkan bahwa kerjasama yang dilakukan adalah untuk mencapai tujuan bersama. Atau dengan kata lain setiap organisasi pasti memiliki tujuan yang hendak dicapai.

Secara garis besar organisasi dibuat dan dibentuk bertujuan untuk :

Wadah untuk beberapa orang dalam rangka mencapai tujuan bersama dengan cara yang efisien dan efektif.

Untuk menambah kemandirian, kemampuan serta sumber daya dari anggota didalamnya.

Sebagai sarana bagi orang yang ingin mendapatkan penghargaan, jabatan dan pembagian pekerjaan.

Sarana untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh secara bersama-sama.

Membantu individu atau seseorang untuk bisa menambah kenalan, pergaulan dan memanfaatkan waktu senggang dengan hal yang positif atau berguna.

Sedangkan secara lebih detail tujuan dari organisasi dibagi menjadi 3 yaitu :

 Tujuan jangka pendek

 Tujuan jangka menengah

 Tujuan jangka Panjang

(6)

2.2. Pentingnya Organisasi Dalam Suatu Proyek

Proyek merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidak rutin, memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai. Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Organisasi merupakan bagian dari suatu manajemen proyek. Suatu perusahaan tidak terlepas dari suatu kegiatan pengorganisasian dalam melaksanakan proyek. Seperti mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan modal secara efektif. Proses pengorganisasian sebagai suatu cara dimana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.

2.3. Jenis-jenis Organisasi

Adapun jenis-jenis organisasi menurut struktur jabatan antara lain:

1. Organisasi Garis

Organisasi Garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana.

Dalam organisasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan berada satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan. Bentuk organisasi ini diciptakan oleh Henry Fayol. Adapun ciri-ciri organisasi ini yaitu mempunyai tujuan yg sederhana, organisasinya kecil, jumlah karyawannya sedikit, pemimpin dan semua karyawan saling mengenal, serta hubungan antar pimpinan dan karyawan bersifat langsung.

(7)

2. Organisasi garis dan Staf

Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalah orang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.

3. Organisasi staf/fungsional

Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut.

Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda. Ciri-ciri Organisasi Fungsional antara lain:

- setiap pimpinan dapat memberikan perintah kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungan dengan fungsi atasan tersebut.

- setiap pimpinan dapat menerima perintah dari pimpinan mana saja asal lebih tinggi kedudukannya

- tidak terlalu menekankan pada struktur hirarki

- tanggung jawab pelaksanaan kepada lebih dari satu pimpinan.

(8)

4. Organisasi matriks

Struktur organisasi ini sering terpakai oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.

Struktur organisasi matriks memberikan kekuasaan atau wewenang multi/ganda. Yaitu hak dan kekuasaan sejajar atau horisontal oleh manajer proyek. Sementara hak dan kekuasaan secara fungsionalnya dapat disesuaikan. Dengan keahlian serta tugas yang melekat padanya sampai proyek telah selesai pengerjaan. struktur organisasi matriks ini dapat beresiko terjadinya multi komando. Yaitu seorang karyawan wajib untuk melapor kepada dua pimpinan sekaligus. Yakni pimpinan yang sebelumnya tempat karyawan berada, di unit kerja fungsional lalu pimpinan proyek.

(9)

2.4. Pedoman dalam organisasi proyek

Organisasi berpedoman pada dinamika organisasi, efisiensi organisasi, dan Kesehatan organisasi. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

1. Dinamika organisasi

Dinamika organisasi merupakan sebuah konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah.

Selain itu dinamika organisasi dapat juga diartikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu, memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama.

Fungsi dari dinamika organisasi itu antara lain:

- Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.

- Memudahkan segala pekerjaan.

- Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat, efektif dan efesian.

- Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat 2. Efisiensi organisasi

Efisiensi pada dasarnya membandingkan antara sumber yang digunakan (input ) dengan keluaran yang dihasilkan (output). Dan pada prinsipnya, efisiensi mengutamakan penghematan dan ketepatan cara pengelolaan sumber daya, sehingga tidak membuang-buang waktu, tenaga dan biaya.

Efisiensi dalam organisasi memiliki beberapa manfaat, antara lain:

- Menghemat dan mengurangi penggunaan sumber daya.

- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya sehingga tidak terbuang percuma.

- Meningkatkan kinerja unit kerja dalam organisasi sehingga menghasilkan - output optimal.

- Meningkatkan kualitas output kinerja.

- Mengoptimalkan keuntungan atau laba yang didapatkan dari proses produksi.

- Memangkas potensi pemborosan dan penyelewengan/penyalahgunaan sumber daya

3. Kesehatan organisasi

 Organisasi yang sehat adalah organisasi yang harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya. Organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat; Artinya, jelas di mana alamat kantornya. Tampak pula aktivitas sehari-hari kantor tersebut dalam menjalankan roda organisasi. Ada pula nama, lambang, dan tujuan organisasi yang termuat dalam AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga).

Demikian pula struktur organisasinya. Masih banyak lagi yang bisa membuktikan keberadaan organisasi itu di mata masyarakat. Jika identitas tak

(10)

jelas, maka jangan salahkan masyarakat bila menaruh curiga terhadap organisasi itu.

Organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya; Masing-masing bagian, divisi, maupun seksi juga aktif memainkan perannya. Tidaklah bagus ketika suatu organisasi yang terlihat aktif hanyalah ketuanya saja. Ini sangat ganjil dan bisa disebut ”sakit parah”, bahkan tampak seperti pertunjukan sirkus one man show dalam manajemen organisasi itu.

Dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat; Misalnya, ada tiga tahapan dalam menjalankan roda organisasi, yaitu planning (perencanaan), action (pelaksanaan), dan evaluation (penilaian ). Ketiga tahapan itu selalu dimusyawarahkan dan melibatkan sebanyak mungkin anggotanya, terutama saat melewati tahap action.

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan

3.2. Saran

R

Referensi

Dokumen terkait

merupakan jaminan dalam pekerjaan dan kepercayaan pada sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan bersaing. Ini berarti dibutuhkan

Organisasi  adalah  suatu  kumpulan  individu  yang  bersepakat  untuk  menjalankan  misi  tertentu  melalui  berbagai  perangkat  dan  sumber  daya  yang  dimiliki 

Keterbatasan yang dimiliki pelaku usaha peternakan terhadap sumber daya yang dimiliki dalam memenuhi kebutuhan pakan menjadi sangat penting untuk dioptimalkan dengan

Sumber daya manusia akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan perusahaan, untuk itu agar tercapainya tujuan organisasi dalam suatu perusahaan, dibutuhkan kompetensi

(en.wikipedia.org) Manajemen proyek adalah ilmu dari mengorganisasikan dan mengatur sumber daya – sumber daya dengan cara yang di mana sumber daya – sumber daya ini mengantarkan

Selain sumber daya, perusahaan juga harus memiliki kapabilitas untuk mengatur sumber daya yang dimiliki, karena jika tidak memiliki kapabilitas untuk mengatur

Dari pengertian di atas maka pengembangan sistem sumber daya manusia merupakan proses merubah sumber daya manusia yang dimiliki organisasi, dari suatu keadaan ke

Analisa partisipasi stakeholder Organisasi / kelompok Karakteristik Kepentingan Utama Sumber Daya yang Dimiliki Sumber Daya yang Dibutuhkan Tindakan yang Harus dilakukan