• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DALAM HOME CARE

N/A
N/A
Mesakh onesimus Mewalo

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DALAM HOME CARE "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DALAM HOME CARE

OLEH : Kelompok 1 : Novita S. Lungka Mesakh Onesimus Mewalo

Mutiara Restu Rasyid

Supiana

Alfiqhalbi Nur Shadri Ramadani.A Suci Ramadani

Sitti Risna Wati Fadly Masbait

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AMANAH MAKASSAR DIII KEPERAWATAN GIGI

T.A 2024/2025

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya,penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul "Pengambilan Keputusan Klinis Dalam Home Care" dengan tepat waktu. Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Home Care. Selain itu, Makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang home care bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada drg.Ayu Rahayu F., M.Kes, Sp.Perio selaku Dosen Mata kuliah Home Care. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu,saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar, 7 Februari 2024 Penulis

Kelompok I

(3)

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang ... 4

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Maksud Dan Tujuan ... 4

BAB II ... 5

PEMBAHASAN ... 5

A. Pengertian Pengambilan Keputusan Klinis ... 5

B. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pengambilan keputusan klinis ... 5

BAB III ... 10

PENUTUP ... 10

A. Kesimpulan ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

(4)

4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (Depkes, 2002)1.

Pasien yang membutuhkan perawatan di rumah ini terdiri dari lansia yang masih sehat sampai yang sakit, pasien dengan berbagai kondisi jenis penyakit dengan berbagai latar belakang yang melandasi keputusan untuk menggunakan jasa ini di lingkungan keluarga. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan antara lain: pertimbangan ekonomi, kenyamanan pasien, dan kemudahan akses bagi keluarga.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Pengambilan Keputusan klinis

2. Hal-hal apa saja yang Perlu di perhatikan dalam pengambilan keputusan klinis 3. Langkah apa saja yang Perlu di lakukan dalam pengambilan keputusan klinis 4. Apa saja faktor yang berpengaruh pada pengambilam keputusan klinis

C. Maksud Dan Tujuan

1. Agar pembaca dapat memahami arti dari pengambilan Keputusan klinis

2. Agar pembaca dapat mengetahui hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan Keputusan klinis

3. Agar pembaca dapat mengetahui Langkah apa saja perlu dilakukan dalam pengambilan Keputusan klinis

4. Agar pembaca memahami faktor apa saja yang memengaruhi dalam pengambilan Keputusan klinis

(5)

5

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengambilan Keputusan Klinis

Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data, menentukan alternatif yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang tepat. Pengambilan keputusan dalam penyelesaian masalah adalah kemampuan mendasar bagi praktisi kesehatan, khususnya dalam asuhan keperawatan. Tidak hanya berpengaruh pada proses pengelolaan asuhan keperawatan, tetapi penting untuk meningkatkan kemampuan merencanakan perubahan.

Perawat pada semua tingkatan posisi klinis harus memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang efektif, baik sebagai pelaksana/staf maupun sebagai pemimpin. Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan bukan merupakan bentuk sinonim pemecahan masalah dan proses.

Pengambilan keputusan membutuhkan pemikiran kritis dan analisis yang dapat ditingkatkan dalam praktek. Pengambilan keputusan merupakan upaya pencapaian tujuan dengan menggunakan proses yang sistematis dalam memilih alternatif. Tidak semua pengambilan keputusan dimulai dengan situasi masalah. Pemecahan masalah termasuk dalam langkah proses pengambilan keputusan, yang difokuskan untuk mencoba memecahkan masalah secepatnya. Masalah dapat digambarkan sebagai kesenjangan diantara “apa yang ada dan apa yang seharusnya ada”. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang efektif diprediksi bahwa individu harus memiliki kemampuan berfikir kritis dan mengembangkan dirinya dengan adanya bimbingan dan role model di lingkungan kerjanya

B. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pengambilan keputusan klinis Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan : 1. Dalam proses pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan.

2. Pengambilan keputusan tidak dilakukan secara sembrono tapi harus berdasarka pada sistematika tertentu :

a. Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil.

b. Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia c. Falsafah yang dianut organisasi.

d. Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi administrasi dan manajemen di dalam organisasi.

3. Masalah harus diketahui dengan jelas.

4. Pemecahan masalah harus didasarkan pada fakta-fakta yang terkumpul dengan sistematis.

5. Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai alternatif yang telah dianalisa secara matang.

(6)

6

Apabila pengambilan keputusan tidak didasarkan pada kelima hal diatas, akan menimbulkan berbagai masalah :

a. Tidak tepatnya keputusan.

b. Tidak terlaksananya keputusan karena tidak sesuai dengan kemampuan organisasi baik dari segi manusia, uang maupun material.

c. Ketidak mampuan pelaksana untuk bekerja karena tidak ada sinkronisasi antara kepentingan organisasi dengan orang-orang di dalam organisasi tersebut.

d. Timbulnya penolakan terhadap keputusan.

C. Langkah-langkah yang perlu di lakukan dalam pengambilan keputusan klinis Ada beberapa langkah yang perlu di perhatikan dalam pengambilan keputusan yaitu :

⚫ Penentuan Masalah

⚫ Analisa Situasi Yang Ada

⚫ Pengembangan Alternatif

⚫ Analisa Alternatif

⚫ Pilihan ALternatif Yang Paling Baik

Dari langkah-langkah tersebut ada tujuan dari pengambilan keputusan klinis yaitu :

1) Tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain

2) Tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.

Cooke & Slack (1991) menjelaskan 9 tahap yang dilalui individu dalam mengambil keputusan yaitu:

(7)

7 Observasi.

Disini individu perlu memperhatikan bahwa ada sesuatu yang keliru atau tidak sesuai, sesuatu yang merupakan sebuah kesempatan untuk memutuskan apa yang sedang terjadi pada lingkungannya. Suatu kesadaran bahwa keputusan sedang diperlukan.Kesadaran ini diikuti oleh satu periode perenungan seperti proses inkubasi.

Mengenali masalah.

Sesudah melewati masa perenungan, atau karena akumulasi dari banyaknya bukti bukti atau tanda-tanda yang tertangkap, maka individu akan menyadari bahwa kebutuhan untuk memutuskan sesuatu menjadi nyata.

Menetapkan tujuan.

Fase ini adalah masa individu untuk mempertimbangkan harapan yang akan dicapai dalam mengambil sebuah keputusan. Tujuan ini umumnya berkaitan dengan kesenjangan antara sesuatu yang telah diobservasi dengan sesuatu yang diharapkan, berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.

Memahami masalah.

Merupakan suatu kebutuhan bagi individu untuk memahami secara benar permasalahan yang terjadi, yaitu mendiagnosa akar permasalahan yang terjadi.

Kesalahan dalam mendiagnosa dapat terjadi karena mendefenisikan masalah secara salah, karena hal ini akan mempengaruhi proses selanjutnya.

Menentukan Pilihan pilihan.

Jika batas batas keputusan telah didefinisikan dengan lebih sempit maka pilihan- pilihan dengan sendirinya lebih mudah Namun, jika keputusan yang diambil masih didefinisikan secara luas maka proses menetapkan pilihan merupakan proses kreatif.

Mengevaluasi Pilihan pilihan.

Fase ini melibatkan penentuan yang lebih luas mengenai ketepatan masing‐ masing pilihan terhadap tujuan pengambilan keputusan.

Memilih.

Pada fase ini salah satu dari beberapa pilihan keputusan yang tersedia telah dipilih, dengan pertimbangan apabila diterapkan akan menjanjikan suatu kepuasan diri.

Menerapkan.

Fase ini melibatkan perubahan‐ perubahan yang terjadi karena pilihan yang telah dipilih. Efektivitas penerapan ini bergantung pada ketrampilan dan kemampuan individu dalam menjalankan tugas serta sejauh mana kesesuaian pilihan tersebut dalam penerapan.

(8)

8 Memonitor.

Setelah diterapkan, maka keputusan tersebut sebaiknya dimonitor atautpun diawasi untuk melihat keefektivitasan dalam memecahkan masalah atau mengurangi permasalahan yang sesungguhnya.

D. Faktor-faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputuasan Klinis Faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan antara lain:

a. Faktor Internal

Faktor internal dari diri manajer sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.Faktor internal tersebut meliputi: keadaan emosional dan fisik, personal karakteristik, kultural, sosial, latar belakang filosofi, pengalaman masa lalu, minat, pengetahuan dan sikap pengambilan keputusan yang dimiliki.

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal termasuk kondisi dan lingkungan waktu. Suatu nilai yang berpengaruh padasemua aspek dalam pengambilan keputusan adalah pernyataan masalah, bagaimana evaluasi itudapat dilaksanakan. Nilai ditentukan oleh salah satu kultural, sosial, latar belakang, filosofi,sosial dan kultural.

Pengambilan keputusan klinik berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya adalah:

Usia, pendidikan serikat yang dimiliki perawat, lama kerja di unit dan unit tempat perawat bekerja. Usia merupakan indikator seseorang dalam mengambil keputusan klinik. Semakin bertambahnya umur seseorang maka akan membuat seseorang tersebut semakin bertanggung jawab dan berpengalaman. Selain usia faktor pendidikan juga berperan dalam hal pengambilan keputusan. Survey peneliti ditemukan bahwa masih banyak perawat yang berlatar belakang pendidikan DIII Keperawatan. Data ini menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi atau rendah tentu akan berpengaruh bagi seseorang untuk mengambil keputusan. Faktor serfikat yang dimiliki oleh perawat juga seharusnya memiliki hubungan dalam hal perawat mengambil keputusan. Serfikat yang dimiliki perawat sebagai kompetensi yang di miliki perawat tak ternilai harganya, karena kompetensi ini akan mendukung perawat dalam mengambil keputusan independen dalam lingkungan perawatan kritis.

Pengambilan keputusan merupakan suatu proses yang mencakup semua penilaian kegiatan yang diperlukan guna membuktikan dan meperlihatkan pilihan terbaik dalam menyelesaiakan suatu masalah tertentu. setiap keputusan adalah akibat dari sebuah proses dinamis yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan, pengambilan keputusana bukan merupakan prosedur yang tetap akan tetapi sebuah proses yang beruntun. pengambilan keputusan adalah proses yang melibatkan pendekatan sistemik yang harus di adaptasikan dengan lingkungan. Ketepatan

(9)

9

pengambilan keputusan akan di pengaruhi oleh kompentisi perawat, kemampuan berkomunikasi, lingkungan serta budaya. Penting bagi perawat untuk selalu meningkatkan kapasitas dirinya dalam pemberian asuhan keperawatan hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perawat yang selanjutnya akan meningkatkan profesionalisme perawat. Hal ini bisa digunakan sebagai acuan dalam melakukan hubungan interdisiplin

(10)

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (Depkes, 2002)1.Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data, menentukan alternatif yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang tepat.

Pengambilan keputusan dalam penyelesaian masalah adalah kemampuan mendasar bagi praktisi kesehatan, khususnya dalam asuhan keperawatan.

(11)

11

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/document/544959592/Makalah-Pengambilan-keputusan- klinik

https://www.scribd.com/presentation/407875568/2-Pengambilan-Keputusan https://www.scribd.com/presentation/423740385/Pengambilan-Keputusan-Klinis- Dalam-Home-Care

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan perawatan kesehatan rumah diberikan kepada individu dan keluarga sesuai kebutuhan mereka, dengan perencanaan dan koordinasi yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan

menyatakan tidak nyaman karena menggunakan home care kurang dari seminggu. sehingga belum terbiasa dengan pelayanan home care dan merasa

Di Indonesia, layanan Home Care (HC) sebenarnya bukan merupakan hal yang baru, karena merawat pasien di rumah baik yang dilakukan oleh anggota keluarga yang dilatih dan atau oleh

Dan berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi sistem penunjang keputusan untuk penerima home care dengan metode Simple Aditive Weighting

Pelayanan kesehatan rumah merupakan kunjungan rumah dan bagian integral dari pelayanan keperawatan, yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga, dan masyarakat

Pelayanan perawatan kesehatan rumah diberikan kepada individu dan keluarga sesuai kebutuhan mereka, dengan perencanaan dan koordinasi yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan

Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan

Hubungan antara Kualitas Pelayanan Home Care Berdasarkan Reability dengan Tingkat Kepuasan Keluarga di Wilayah Puskesmas Mesjid Raya Tabel 4.4.1 Hubungan antara Kualitas Pelayanan