• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PRIBADI SGU

N/A
N/A
NICOLAS SAPUTRA TOGATOROP

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH PRIBADI SGU"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH GEREJA UMUM

“Bernardus dari Clairvaux”

Disusun oleh:

Nicolas Saputra Togatorop NIM.

2310259 Dosen Pengampu : Bernat Sitorus, M. Th

NIDN : 0125057202

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI GEREJA METHODIST INDONESIA BANDAR BARU

2024

(2)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Gambaran umum tentang tokoh Bernardus dari Clairvaux

Bernardus dari Clairvaux, juga dikenal sebagai Santo Bernardus, adalah seorang tokoh abad ke-12 yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Gereja Katolik. Dia lahir pada tahun 1090 di Fontaines-les-Dijon, Prancis, dan meninggal pada tahun 1153.

Bernardus adalah seorang biarawan Cistercian, ordo yang didirikan oleh Robert dari Molesme. Dia adalah salah satu pendiri biara Clairvaux, yang menjadi pusat spiritual dan intelektual penting pada zamannya. Sebagai seorang biarawan, Bernardus menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan taat, mengabdikan dirinya untuk doa, meditasi, dan pekerjaan fisik.Salah satu kontribusi besar Bernardus adalah pengaruhnya dalam Reformasi Gregorian, sebuah gerakan yang bertujuan untuk memperbaiki dan membersihkan Gereja Katolik pada abad ke-11 dan ke-12. Dia adalah pendukung kuat Paus Innosensius II dalam perjuangannya melawan Anti-Paus yang bermusuhan.

Bernardus juga terkenal karena upayanya untuk memanggil orang-orang untuk berperang dalam Perang Salib Kedua. Bernardus adalah seorang penulis yang produktif dan pemikir yang berpengaruh. Dia menulis banyak surat, khotbah, dan tulisan-tulisan lainnya yang menggambarkan pemikirannya tentang teologi, kehidupan spiritual, dan peran Gereja.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah "De Consideratione", yang ditulis untuk Paus Innosensius II dan memberikan nasihat spiritual dan administratif kepada paus.1

Sebagai seorang teolog, Bernardus mendorong pemujaan kepada Bunda Maria dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan spiritualitas Marialis. Dia menulis Dennis E. Tamburello. 2000. Bernard of Clairvaux: Essential Writings. (The Crossroad

(3)

banyak khotbah tentang Maria dan mempopulerkan doa Salve Regina. Bernardus juga memainkan peran penting dalam penyebaran ordo Cistercian, yang menjadi salah satu ordo keagamaan yang paling sukses dan berpengaruh pada Abad Pertengahan. Santo Bernardus diangkat menjadi santo oleh Gereja Katolik pada tahun 1174 oleh Paus Aleksander III. Dia dihormati sebagai santo pelindung bagi banyak hal, termasuk biarawan, tentara, pemikir, dan para pembela kebenaran. Secara keseluruhan, Bernardus dari Clairvaux adalah seorang tokoh yang sangat penting dalam sejarah Gereja Katolik.

Pengaruhnya dalam reformasi gerejawi, spiritualitas, dan teologi masih dihargai hingga saat ini.2

1.2 Periode dan latar belakang kehidupan Bernardus dari Clairvaux

Bernardus dari Clairvaux hidup pada abad ke-12, tepatnya dari tahun 1090 hingga 1153. Dia lahir di Fontaines-les-Dijon, sebuah desa di wilayah Bourgogne, Prancis. Latar belakang kehidupannya terjadi pada periode yang penting dalam sejarah Gereja Katolik dan Eropa pada umumnya. Pada saat kelahiran Bernardus, Eropa sedang mengalami periode pertumbuhan dan perubahan yang signifikan. Gereja Katolik sedang dalam proses reformasi dan memperkuat posisi kepausan. Pada abad ke-11, terjadi apa yang dikenal sebagai Investitur Kontroversi, yaitu perselisihan antara Kepausan dan Kekaisaran Romawi Suci mengenai siapa yang berhak untuk menunjuk uskup dan imam.

Reformasi Gregorian, yang bertujuan untuk membatasi pengaruh penguasa sekuler dalam urusan gerejawi, juga sedang berlangsung pada masa itu.3

2 Thomas, P.C. 1993. General Councils of the Church: A Compact History. (Mumbai:

Bombay St. Paul Society). Hal 75–78.

3Adian Husaini. 2005. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. (Jakarta: Gema Insani). Hal 32-33

(4)

Bernardus tumbuh dalam keluarga bangsawan. Ayahnya adalah seorang ksatria yang terkenal dan memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat. Bernardus memiliki banyak saudara, termasuk enam saudara laki-laki. Meskipun ia memiliki kemungkinan untuk hidup dalam kemewahan dan kekayaan, ia memilih jalan kehidupan monastik yang sederhana. Pada tahun 1112, Bernardus bergabung dengan biara Cistercian di Citeaux bersama dengan saudara-saudaranya. Di biara itu, ia menjalani kehidupan yang sangat taat dan sederhana, mengabdikan dirinya untuk doa, meditasi, dan kerja fisik. Pada tahun 1115, Bernardus dipilih untuk memimpin sebuah biara baru di Clairvaux. Biara ini kemudian berkembang menjadi pusat spiritual dan intelektual yang penting. Selama hidupnya, Bernardus terlibat dalam banyak peristiwa dan perjuangan gerejawi. Ia mendukung Paus Innosensius II dalam perjuangannya melawan Anti-Paus yang bermusuhan. Ia juga aktif dalam mendorong orang-orang untuk berperang dalam Perang Salib Kedua dan berpartisipasi dalam kampanye untuk menarik dukungan untuk Salib.4

Bernardus juga merupakan seorang penulis yang produktif. Ia menulis surat- surat, khotbah-khotbah, dan tulisan-tulisan teologis lainnya yang menggambarkan pemikirannya tentang kehidupan spiritual, teologi, dan peran Gereja. Ia juga memiliki pengaruh besar dalam pengembangan spiritualitas Marialis dan penyebaran ordo Cistercian. Secara keseluruhan, Bernardus hidup pada periode penting dalam sejarah Gereja Katolik dan Eropa. Latar belakang kehidupannya mencerminkan dinamika sosial, politik, dan gerejawi pada zamannya. Kehidupan dan karya-karya Bernardus memiliki dampak yang signifikan dalam mempengaruhi perkembangan Gereja dan spiritualitas Kristen pada Abad Pertengahan.5

Robinson, I.S. 1990. The Papacy, 1073-1198. (Cambridge University Press). Hal 138

(5)

1.3 Pentingnya Bernardus dari Clairvaux dalam sejarah Gereja

Bernardus dari Clairvaux memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Gereja Katolik. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ia dianggap penting:

 Reformasi Gereja: Bernardus merupakan salah satu tokoh utama dalam Reformasi Gregorian, gerakan yang bertujuan untuk memperbaiki dan membersihkan Gereja Katolik pada abad ke-11 dan ke-12. Ia berjuang untuk mengembalikan otoritas kepausan, membatasi campur tangan penguasa sekuler dalam urusan gerejawi, dan mempromosikan kehidupan religius yang sederhana dan saleh.6

 Pengaruh teologis: Bernardus adalah seorang teolog yang berpengaruh. Karya- karyanya, seperti surat-surat, khotbah-khotbah, dan tulisan-tulisan lainnya, memberikan kontribusi penting dalam teologi Kristen pada masa itu. Ia membahas berbagai topik, termasuk kehidupan spiritual, kesalehan, teologi Trinitas, dan peran Bunda Maria dalam keselamatan. Pemikirannya memberikan landasan bagi perkembangan teologi Katolik pada masa selanjutnya.7

 Spiritualitas Marialis: Bernardus memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengembangan spiritualitas Marialis. Ia menulis banyak khotbah tentang Bunda Maria dan mempopulerkan doa Salve Regina. Bernardus memandang Maria sebagai pengantara yang kuat dan memberikan perhatian khusus pada pemujaan kepada Maria. Pengajaran dan devosi Marialis yang ia promosikan terus mempengaruhi kehidupan spiritual orang-orang Katolik hingga saat ini.

6 Deri Susanto. 2023. Sosiologi Agama Max Waber. (Cempaka: Inovasi Pratama Internasional). Hal 92

7 Albertus, OFM. 2019. Riwayat Api Penyucian: Dalam Kitab Suci dan Tradisi.

(Yogyakarta: Kanisius). Hal 180

(6)

 Pendeta dan Pendukung Paus: Bernardus adalah pendeta yang tekun dan setia kepada otoritas kepausan. Ia aktif dalam mendukung Paus Innosensius II dalam perjuangannya melawan Anti-Paus yang bermusuhan. Dukungannya terhadap kepausan membantu memperkuat otoritas gerejawi dan menjaga stabilitas dalam Gereja pada masa itu.8

 Pengaruh dalam Ordo Cistercian: Sebagai salah satu pendiri biara Clairvaux dan anggota ordo Cistercian, Bernardus memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan ordo tersebut. Cistercian menjadi salah satu ordo keagamaan yang paling sukses dan berpengaruh pada Abad Pertengahan. Kehidupan saleh dan sederhana yang diperjuangkannya, serta pemikiran teologisnya, membentuk identitas dan spiritualitas ordo tersebut.9

Keseluruhan, Bernardus dari Clairvaux adalah tokoh yang penting dalam sejarah Gereja Katolik. Pengaruhnya dalam reformasi gerejawi, teologi, spiritualitas Marialis, dan perkembangan ordo Cistercian membuatnya dikenang sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah Gereja.

BAB II. PEMBAHASAN

8 Dennis E. Tamburello. 2000. Bernard of Clairvaux: Essential Writings. (The Crossroad Spiritual Legacy Series). Hal 17-18

Rogers, Randall.1997. Latin Siege Warfare in the Twelfth Century. (Oxford: Clarendon

(7)

2.1 Latar belakang keluarga dan masa muda Bernardus dari Clairvaux

Bernardus dari Clairvaux lahir pada tahun 1090 di Fontaines-les-Dijon, Prancis.

Ia berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang. Ayahnya adalah Tescelin, seorang ksatria yang terkenal dan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Ibunya bernama Aleth, dan ia memiliki enam saudara laki-laki. Masa muda Bernardus diwarnai oleh kehidupan keluarga bangsawan. Ia tumbuh dalam kemewahan dan kekayaan, namun memiliki ketertarikan yang kuat terhadap kehidupan religius. Pada usia yang relatif muda, Bernardus mengalami kehilangan yang mendalam ketika ibunya meninggal dunia.

Peristiwa ini mempengaruhi dirinya secara emosional dan mendorongnya untuk merenungkan tentang arti kehidupan dan tujuan hidupnya.10

Pada tahun 1112, Bernardus dan enam saudara laki-lakinya memutuskan untuk masuk ke biara Cistercian di Citeaux. Keputusan ini mengejutkan banyak orang, termasuk ayah mereka. Meskipun demikian, mereka memilih jalan hidup monastik yang sederhana dan taat. Bernardus dan saudara-saudaranya kemudian dipilih untuk mendirikan biara baru di Clairvaux pada tahun 1115. Bernardus menjadi kepala biara tersebut dan memainkan peran penting dalam mengembangkannya menjadi pusat spiritual dan intelektual yang signifikan. Biara Clairvaux menjadi contoh bagi biara-biara Cistercian lainnya dalam tekad untuk hidup dalam kesederhanaan, kerja fisik, dan kesalehan.11

Masa muda Bernardus juga ditandai dengan keterlibatannya dalam berbagai peristiwa sejarah dan perjuangan gerejawi. Ia mendukung Paus Innosensius II dalam perselisihan dengan Anti-Paus yang bermusuhan, dan berperan dalam membangun dukungan untuk paus yang sah. Selain itu, Bernardus juga aktif dalam mendorong orang-

10 Stephen. 1998.Our Sunday Visitor's Encyclopedia of Saints. (Huntington: Our Sunday Visitor). Hal 129

11 Stephen. 1998. Our Sunday Visitor's Encyclopedia of Saints. (Huntington: Our Sunday Visitor). Hal 129

(8)

orang untuk berpartisipasi dalam Perang Salib Kedua. Secara keseluruhan, latar belakang keluarga dan masa muda Bernardus mencerminkan perjalanan yang tidak biasa dari kehidupan keluarga bangsawan menuju kehidupan religius yang saleh. Ketertarikannya terhadap kehidupan spiritual dan keputusannya untuk menjadi biarawan Cistercian mengarah pada peran yang penting dalam sejarah Gereja dan pengaruhnya yang luas sebagai seorang pemikir dan reformator gerejawi.12

2.2 Peran dan kontribusinya di Biara Clairvaux

Di Biara Clairvaux, Bernardus dari Clairvaux memiliki peran yang sangat signifikan dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa peran dan kontribusinya di Biara Clairvaux:13

 Kepemimpinan Spiritual: Sebagai kepala biara, Bernardus adalah figur spiritual yang sangat dihormati dan diikuti oleh komunitas biarawan di Clairvaux. Ia menekankan pentingnya kehidupan rohani yang taat dan saleh, serta ketekunan dalam doa dan meditasi. Ia memberikan teladan langsung dengan mengikuti aturan dan tata tertib biara dengan ketat, memperhatikan kebutuhan spiritual dan moral para biarawan, dan memberikan pengajaran spiritual yang mendalam.

 Rekruitmen dan Pertumbuhan Biara: Dalam kepemimpinannya, Bernardus aktif dalam merekrut dan membimbing calon biarawan. Ia menarik banyak pria muda yang ingin hidup dalam kesederhanaan dan ketekunan rohani, sehingga biara tersebut berkembang pesat. Dalam waktu singkat, Clairvaux menjadi biara yang besar dan penting dalam ordo Cistercian.14

12B.S. Mardiatmadja. 2021. Bakti Yusup.(Yogyakarta: Kanisius).Hal 329

13 B.S. Mardiatmadja. 2021. Bakti Yusup.(Yogyakarta: Kanisius).Hal 329

Rogers, Randall.1997. Latin Siege Warfare in the Twelfth Century. (Oxford: Clarendon

(9)

 Penulisan dan Karya Teologis: Bernardus adalah seorang penulis yang produktif dan karya-karyanya memiliki pengaruh yang luas. Ia menulis surat-surat, khotbah-khotbah, dan tulisan-tulisan teologis lainnya yang mencerminkan pemikirannya tentang kehidupan spiritual, teologi Kristen, dan peran Gereja.

Tulisannya yang terkenal, seperti "Lobak Cinta" (Sermons on the Song of Songs), menggambarkan pemahamannya tentang cinta spiritual dan hubungan dengan Allah.15

 Pengaruh dalam Ordo Cistercian: Melalui kepemimpinannya di Biara Clairvaux, Bernardus memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan ordo Cistercian. Ia mendorong pendirian biara-biara baru, memberikan bimbingan dan nasihat kepada komunitas-komunitas Cistercian lainnya, dan membentuk identitas ordo tersebut. Spiritualitas dan tata cara kehidupan yang diajarkan dan diperjuangkan oleh Bernardus menjadi ciri khas ordo Cistercian dan terus mempengaruhi komunitas-komunitas Cistercian hingga saat ini.16

 Pengaruh dalam Gereja dan Masyarakat: Melalui karya tulisannya, khotbah- khotbahnya, dan pengaruhnya sebagai tokoh spiritual, Bernardus memainkan peran penting dalam memperkuat otoritas kepausan dan mempromosikan kesalehan dalam Gereja Katolik pada zamannya. Ia juga berperan dalam mendamaikan perselisihan dan konflik gerejawi, serta berkontribusi dalam membangun kesadaran akan pentingnya perjuangan dalam Perang Salib.

Peran dan kontribusi Bernardus di Biara Clairvaux memberikan landasan spiritual dan intelektual yang kuat bagi komunitas biarawan dan ordo Cistercian.

Pengajaran dan teladan hidupnya terus mempengaruhi kehidupan religius dan pemikiran

15 Of Clairvaux Saint Bernard. 2022. St. Bernard of Clairvaux's Life of St.

Malachy of Armagh. (Glasgow: Good Press). Hal 1

16Rogers, Randall.1997. Latin Siege Warfare in the Twelfth Century. (Oxford: Clarendon Press). Hal 118

(10)

teologis Gereja, serta memberikan inspirasi bagi banyak orang dalam mencari kehidupan rohani yang lebih dalam.

2.3 Pengaruhnya dalam mendirikan biara Cistercian lainnya

Bernardus dari Clairvaux memiliki pengaruh yang besar dalam mendirikan biara Cistercian di berbagai tempat. Berkat dedikasinya terhadap kehidupan religius yang sederhana dan saleh, serta pengajaran spiritual yang kuat, ia mempengaruhi banyak individu yang terinspirasi untuk mengikuti jejaknya dan mendirikan biara Cistercian.

Berikut adalah beberapa contoh pengaruhnya dalam mendirikan biara Cistercian lainnya:

17

 Biara La Ferté: Salah satu biara Cistercian yang pertama didirikan setelah Clairvaux adalah Biara La Ferté. Bernardus memberikan bimbingan dan dukungan langsung kepada pendirinya, Stephen Harding. Ia memberikan nasihat praktis dan spiritual kepada Stephen, serta memastikan bahwa biara tersebut mengikuti aturan dan tata tertib Cistercian. Keberhasilan Biara La Ferté menjadi contoh bagi pendirian biara Cistercian lainnya di masa yang akan datang.18

 Biara Pontigny: Bernardus juga memainkan peran penting dalam pendirian Biara Pontigny di Prancis. Ia mengirim beberapa biarawan dari Biara Clairvaux untuk membantu dalam pendirian dan pengembangan biara tersebut. Pontigny menjadi salah satu biara Cistercian terkemuka pada zamannya dan menjadi pusat spiritual serta intelektual yang penting.19

17 B.S. Mardiatmadja. 2021. Bakti Yusup.(Yogyakarta: Kanisius). Hal 329-330

18 https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/La_Fert%C3%A9_Abbey?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc, Diakses Senin, 15 April 2024.

13.39 WIB.

Rogers, Randall.1997. Latin Siege Warfare in the Twelfth Century. (Oxford: Clarendon

(11)

 Biara Fountains: Salah satu contoh pendirian biara Cistercian di luar Prancis yang dipengaruhi oleh Bernardus adalah Biara Fountains di Inggris. Hugh dari Avalon, yang kemudian menjadi St. Hugh dari Lincoln, tertarik pada kehidupan spiritual dan petunjuk Bernardus. Ia mengunjungi Biara Clairvaux dan kemudian mendirikan Biara Fountains dengan mengikuti prinsip-prinsip Cistercian yang diajarkan oleh Bernardus.20

 Biara Alvastra: Di Swedia, pengaruh Bernardus terasa dalam pendirian Biara Alvastra. Raja Swedia, Sverker I, yang juga merupakan seorang pengikut Bernardus, meminta bantuan dari Clairvaux untuk mendirikan biara Cistercian di negaranya. Biara Alvastra didirikan pada tahun 1143 dan menjadi biara Cistercian pertama di wilayah Skandinavia. Kehadiran biara tersebut memperkuat pengaruh dan ajaran Bernardus di daerah tersebut.21

2.4 Hubungannya dengan Paus dan keterlibatannya dalam politik gerejawi

Bernardus dari Clairvaux memiliki hubungan yang erat dengan Paus dan terlibat secara aktif dalam politik gerejawi pada zamannya. Berikut adalah beberapa aspek hubungannya dengan Paus dan keterlibatannya dalam politik gerejawi:

1. Dukungan terhadap Paus Innosensius II: Pada pertengahan abad ke-12, terjadi perselisihan antara Paus Innosensius II dan Anti-Paus Anakletus II yang bermusuhan. Bernardus mendukung Paus Innosensius II dengan tekad yang kuat. Ia melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Eropa untuk

20 https://navicup.com/object/england-and-scotland-grand-tour/fountains-abbey-235648/

id, diakses, 15 April 2024. 14.32 WIB

21 https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Alvastra_Abbey?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc, diakses Senin, 15 April 2024.

15.04 WIB.

(12)

mengumpulkan dukungan bagi paus yang sah dan memobilisasi kekuatan untuk memerangi Anti-Paus. Dukungan dan pengaruh Bernardus sangat penting dalam memperkuat otoritas kepausan dan mendamaikan perselisihan tersebut.22

2. Keterlibatan dalam Sinode-sinode dan Konsili-konsili: Bernardus terlibat dalam berbagai sinode gerejawi dan konsili pada masa hidupnya. Ia terlibat dalam pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah gerejawi, seperti tata cara kehidupan biara, disiplin gerejawi, dan reformasi gereja.

Keterlibatannya dalam sinode-sinode dan konsili-konsili tersebut menunjukkan pengaruhnya sebagai tokoh spiritual dan pemimpin gerejawi.

3. terhadap Paus Eugenius III: Bernardus juga mendukung Paus Eugenius III dalam masa pontifikatnya. Ia memberikan nasihat dan bimbingan kepada paus, serta membantu memperkuat otoritas kepausan. Selain itu, Bernardus juga membantu Paus Eugenius III dalam mengorganisir dan memimpin Konsili Lateran II pada tahun 1139, yang merupakan konsili ekumenis penting dalam sejarah Gereja Katolik.23

4. Peran dalam Perang Salib Kedua: Bernardus memainkan peran penting dalam mendorong orang-orang untuk bergabung dalam Perang Salib Kedua. Ia memberikan khotbah-khotbah yang menginspirasi dan memotivasi orang-orang untuk berperang demi pembebasan Tanah Suci. Pengaruhnya sebagai seorang pemimpin spiritual dan kepercayaan yang kuat pada pentingnya perjuangan agama membuatnya menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam mendukung gerakan Perang Salib.24

22F.D Wellem . 2003. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Gereja. (Jakarta: BPK Gunung Mulia). Hal 37-38.

23 Houben, Hubert. 2002. Roger II of Sicily: Ruler between East and West. (Diane.

Cambridge University Press). Hal 70

F.D Wellem . 2003. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Gereja. (Jakarta: BPK

(13)

Melalui dukungannya terhadap paus dan keterlibatannya dalam politik gerejawi, Bernardus memperkuat otoritas kepausan, mempromosikan persatuan dalam Gereja, dan berperan dalam memperjuangkan agenda-agenda gerejawi yang dianggapnya penting.

Keterlibatannya dalam politik gerejawi menunjukkan peran pentingnya sebagai seorang pemimpin spiritual dan pemikir teologis yang mempengaruhi perkembangan Gereja pada zamannya.

(14)

2.5 Teologi Bernardus dari Clairvaux

Teologi Bernardus dari Clairvaux memiliki ciri khas yang mencerminkan pemikiran dan pengalaman spiritualnya. Berikut adalah beberapa aspek penting dari teologi Bernardus:

 Cinta Kasih (Amor): Salah satu pokok teologi Bernardus adalah cinta kasih, yang dalam bahasa Latin disebut "amor". Ia mengajarkan bahwa cinta kasih adalah sumber utama kehidupan spiritual dan hubungan dengan Allah. Baginya, cinta kasih adalah kekuatan yang memadai untuk mengatasi kelemahan manusia dan mengarahkan mereka pada kesatuan dengan Allah.

 Intimasi dengan Allah: Bernardus menekankan pentingnya intimasi dengan Allah melalui doa dan meditasi. Ia mengajarkan bahwa para biarawan harus merenungkan kasih Allah yang tak terbatas dan hadir dalam hati mereka. Melalui praktik doa dan meditasi yang tekun, orang dapat mencapai pengalaman yang lebih dalam dengan Allah dan memperkuat hubungan spiritual mereka.

 Spiritualitas Yesus Kristus: Bernardus memiliki devosi yang kuat terhadap Yesus Kristus. Ia mengajarkan pentingnya mengikuti teladan Kristus dalam hidup dan menghayati penderitaan-Nya. Baginya, salib adalah simbol cinta kasih dan keselamatan manusia. Ia mendorong umat Kristen untuk memusatkan perhatian

 mereka pada Kristus yang disalibkan, dan dalam penderitaan-Nya mencari pemahaman yang lebih dalam tentang kasih Allah.25

25 Susan L. Doff. 2018. Psychosis or Mystical Religious Experience?: A New Paradigm Grounded in Psychology and Reformed Theology. (London: Palgrave Macmillan). Hal

(15)

 Cinta dan Kesalehan: Bernardus menekankan pentingnya cinta dan kesalehan dalam kehidupan Kristen. Ia mengajarkan bahwa cinta harus menjadi motivasi utama dalam semua tindakan dan hubungan manusia. Bagi Bernardus, cinta bukan hanya perasaan, tetapi juga merupakan kehendak yang memancar dari hati yang saleh. Kesalehan adalah hasil dari cinta yang hidup, dan ia mengajarkan bahwa kesalehan sejati melibatkan penyerahan diri kepada kehendak Allah.26

 Pemurnian Hati: Salah satu fokus Bernardus adalah pemurnian hati atau

"katharsis cordis". Ia mengajarkan pentingnya membersihkan hati dari hawa nafsu dan kecenderungan duniawi yang mengganggu hubungan dengan Allah.

Pemurnian hati melalui pertobatan, penyangkalan diri, dan disiplin rohani adalah langkah penting dalam mencapai kesucian dan kesatuan dengan Allah.27

Teologi Bernardus dari Clairvaux sangat dipengaruhi oleh pengalaman spiritualnya dan penekanannya pada cinta kasih, intimasi dengan Allah, spiritualitas Kristus, cinta dan kesalehan, serta pemurnian hati. Pemikirannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan teologi dan kehidupan spiritual pada zamannya, serta terus mempengaruhi dan menginspirasi banyak orang hingga saat ini.

2.7 Pengaruh Pascahumus

26 A.kenneth Curtis, dkk. 2016. 100 Peristiwa Penting Dalam Sejarah Kristen. (Jakarta:

BPK Gunung Mulia). Hal 57

27 Vito Guida. 2023. Deus Est Caritas: The Voice of Gabriele Biondo on Personal Justification and Church Reform . (New York: Springer). Hal 9

(16)

Setelah wafatnya Bernardus dari Clairvaux, warisan dan pengaruhnya terus berlanjut dan berdampak pada berbagai bidang Salah satu dampak terbesar Bernardus adalah pengaruhnya dalam bidang spiritualitas. Karya-karyanya, seperti "Sermons on the Song of Songs" dan "On Loving God", terus dihargai dan dibaca oleh banyak orang dalam konteks kehidupan spiritual. Pemikiran dan praktik spiritual Bernardus, seperti penekanan pada cinta kasih, intimasi dengan Allah, dan kesalehan, terus mempengaruhi orang-orang dalam mencari dan mengembangkan hubungan mereka dengan Allah.

Bernardus adalah salah satu tokoh utama dalam Ordo Cistercian dan pengaruhnya terus terasa setelah kematiannya. Karya tulisnya, petunjuk praktis, dan teladan hidupnya menjadi landasan bagi kehidupan monastik Cistercian. Perkembangan dan pengaruh Ordo Cistercian setelah Bernardus menjadi salah satu warisannya yang paling kuat.28

Dalam bidang teologi, Bernardus mempengaruhi pemikir-pemikir setelahnya.

Pemikir-pemikir seperti Thomas Aquinas, Bonaventure, dan Meister Eckhart dipengaruhi oleh teologi dan spiritualitas Bernardus. Konsep-konsep seperti cinta kasih, kesalehan, dan pemurnian hati yang dikembangkan oleh Bernardus terus berperan dalam pengembangan teologi dan spiritualitas Kristen. Bernardus juga mempengaruhi bidang seni dan sastra. Ia dianggap sebagai salah satu penulis dan orator terbesar pada zamannya.

Karyanya yang memikat dan berbahasa indah mempengaruhi gaya penulisan pada masa itu. Selain itu, citra dan ikonografi Bernardus sering digunakan dalam seni rupa, baik dalam lukisan maupun patung, sebagai simbol kebijaksanaan dan spiritualitas. Selain pengaruhnya dalam bidang agama dan intelektual, Bernardus juga memiliki pengaruh sosial yang signifikan. Pertumbuhan dan perkembangan biara-biara Cistercian yang didirikan olehnya memberikan kontribusi yang besar pada pembangunan dan pemukiman

Of Clairvaux Saint Bernard. 2022. St. Bernard of Clairvaux's Life of St.

(17)

di wilayah tersebut. Biara-biara tersebut menjadi pusat kegiatan ekonomi, pertanian, dan pendidikan, serta memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar.29

Pengaruh pascahumus Bernardus dari Clairvaux meluas ke berbagai bidang kehidupan. Karya dan pemikirannya terus mempengaruhi praktik spiritual, teologi, seni, dan kehidupan sosial hingga saat ini. Bernardus tetap dihormati sebagai salah satu figur yang paling berpengaruh dalam sejarah Gereja dan spiritualitas Kristen.30

BAB III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan

 Bernardus dari Clairvaux, juga dikenal sebagai Santo Bernardus, adalah seorang tokoh abad ke-12 yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Gereja Katolik. Dia lahir pada tahun 1090 di Fontaines-les-Dijon, Prancis, dan meninggal pada tahun 1153.

29https://www-britannica-com.translate.goog/topic/medieval-philosophy?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc, diakses Selasa, 16 April 2024, 02.07 WIB.

30 Tony Lane. 1993. Runtuh Pijar, (Jakarta: BPK Gunung Mulia). Hal 95

(18)

 Pada saat kelahiran Bernardus, Eropa sedang mengalami periode pertumbuhan dan perubahan yang signifikan. Gereja Katolik sedang dalam proses reformasi dan memperkuat posisi kepausan. Pada abad ke-11, terjadi apa yang dikenal sebagai Investitur Kontroversi, yaitu perselisihan antara Kepausan dan Kekaisaran Romawi Suci mengenai siapa yang berhak untuk menunjuk uskup dan imam.

 Bernardus juga merupakan seorang penulis yang produktif. Ia menulis surat-surat, khotbah-khotbah, dan tulisan-tulisan teologis lainnya yang menggambarkan pemikirannya tentang kehidupan spiritual, teologi, dan peran Gereja. Ia juga memiliki pengaruh besar dalam pengembangan spiritualitas Marialis dan penyebaran ordo Cistercian.

 Bernardus dari Clairvaux memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Gereja Katolik, seperti: Reformasi Gereja, Pengaruh Teologis, Spiritual Mirialis, dan Pendeta dan pendukung Paus serta, berpengaruh dalam Ordo Cistercian.

 Bernardus dari Clairvaux memiliki peran yang sangat signifikan dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan dalam peran dan kontribusinya di Biara Clairvaux. Berkat dedikasinya terhadap kehidupan religius yang sederhana dan saleh, serta pengajaran spiritual yang kuat, ia mempengaruhi banyak individu yang terinspirasi untuk mengikuti jejaknya dan mendirikan biara Cistercian.

 Teologi Bernardus dari Clairvaux memiliki ciri khas yang mencerminkan pemikiran dan pengalaman spiritualnya.

 Setelah wafatnya Bernardus dari Clairvaux, warisan dan pengaruhnya terus berlanjut dan berdampak pada berbagai bidang Salah satu dampak terbesar Bernardus adalah pengaruhnya dalam bidang spiritualitas. Karya-karyanya, seperti "Sermons on the Song of Songs" dan "On Loving God", terus dihargai dan dibaca oleh banyak orang dalam konteks kehidupan spiritual.

(19)

Daftar Pustaka

A.kenneth Curtis, dkk. (2016). 100 Peristiwa Penting Dalam Sejarah Kristen. (Jakarta: BPK Gunung Mulia).

Adian Husaini. (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani

Adolf Heuken. (2005). Ensiklopedi Gereja. Jakarta: CLC.

(20)

Albertus, OFM. (2019). Riwayat Api Penyucian: Dalam Kitab Suci dan Tradisi. Yogyakarta:

Kanisius.

B.S. Mardiatmadja. (2021). Bakti Yusup. Yogyakarta: Kanisius.

Deri Susanto. (2023). Sosiologi Agama Max Waber. Cempaka: Inovasi Pratama Internasional.

F.D Wellem. (2003). Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Houben, Hubert. (2002). Roger II of Sicily: Ruler between East and West. Diane: Cambridge University Press.

Of Clairvaux Saint Bernard. (2022). St. Bernard of Clairvaux's Life of St.

Malachy of Armagh. Glasgow: Good Press.

Robinson, I.S. (1990). The Papacy, 1073-1198. Cambridge University Press.

Rogers, Randall. (1997). Latin Siege Warfare in the Twelfth Century. Oxford: Clarendon Press.

Susan L. Doff. (2018). Psychosis or Mystical Religious Experience?: A New Paradigm Grounded in Psychology and Reformed Theology. London: Palgrave Macmillan.

Stephen. (1998). Our Sunday Visitor's Encyclopedia of Saints. Huntington: Our Sunday Visitor.

Thomas, P.C. (1993). General Councils of the Church: A Compact History. Mumbai: Bombay St. Paul Society.

Tony Lane. (1993). Runtuh Pijar. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Vito Guida. (20230. Deus Est Caritas: The Voice of Gabriele Biondo on Personal Justification and Church Reform. New York: Springer.

Sumber Lain:

https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/La_Fert%C3%A9_Abbey?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc, Diakses Senin, 15 April 2024. 13.39 WIB.

https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Alvastra_Abbey?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc, diakses Senin, 15 April 2024. 15.04 WIB.

(21)

https://navicup.com/object/england-and-scotland-grand-tour/fountains-abbey-235648/id, diakses, 15 April 2024. 14.32 WIB

https://www-britannica-com.translate.goog/topic/medieval-philosophy?

_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc, diakses Selasa, 16 April 2024, 02.07 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian akan peran gereja dalam peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi penting karena dengan demikian akan memberi bukti otentik dan pemahaman kepada Gereja Kristen Injili

Bangunan hunian lama selalu memiliki halaman (pekarangan) yang cukup luas, karena halaman mempunyai peran penting dalam tatan kehidupan bermasyarakat, seperti untuk

Banyak hal yang dapat diperoleh ketika kita memahami berbagai peristiwa kehidupan yang penting, yang akhirnya menjadi sejarah dalam kehidupan manusia.Begitupun juga

Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Beberapa jenis mikroba dapat hidup di daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang

Sejarah merupakan hal penting dalam berbangsa karena sejarah adalah bagian dari kehidupan yang dapat dijadikan sebuah pelajaran untuk menjadi bangsa yang lebih

Ada beberapa makna penting dari penjor yang tidak dapat dilepaskan oleh gereja, karena dalam kehidupan bermasyarakat, penjor menjadi sebuah bagian identitas

penyelidikan terhadap kebijakan pemerintahan yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang di duga bertentangan dengan

Dalam kata pengantar ini, kami akan membahas mengapa permasalahan ini menjadi penting dan relevan, latar belakang yang mengarah pada perumusan masalah, serta urgensi dari penelitian