• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Rekayasa Hidrologi Kelompok 6

N/A
N/A
Nurhasan Al U A M 10 TKJ 2

Academic year: 2024

Membagikan "Makalah Rekayasa Hidrologi Kelompok 6 "

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

REKAYASA HIDROLOGI

Dosen Pengampu :

ROSITA HERMIYATI, ST., MT

Disusun oleh:

Nama Kelompok IV :

Nurhasan Al Ubaidah Al Mujadid Waldian Topa

Julita Analenski Andreas Ateng

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK SIPIL PDD POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

KABUPATEN KAPUAS HULU

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini kami sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah rekayasa hidrologi tepat pada waktunya. Tugas ini sebagai syarat untuk memenuhi pembelajaran mata kuliah rekayasa hidrologi di PDD Politeknik Negeri Pontianak KH.

Kami selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Rosita Hermiyati, ST., MT selaku dosen pengampu, yang telah memberi dan membimbing kami untuk belajar mencari materi dan untuk dipresentasikan.

2. kepada teman-teman yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini.

Saya harap makalah ini dapat bermanfaat baik bagi kami maupun bagi generasi penerus yang akan membacanya. Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam catatan ini, untuk itu sangat dibutuhkan saran dan kritik untuk kemajuan yang lebih baik lagi.

Penulis

Kelompok VI

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Tujuan...1

1.3 Manfaat...2

BAB II...3

PEMBAHASAN...3

2.1 Konsep Dasar Ilmu Hidrologi...3

2.2 Meterologi...3

2.3 Klimatalogi...4

2.4 Atmosfer...5

2.5 Potamologi (sungai)...6

2.6 Limonologi(Danau)...7

2.7 Konsep dasar ilmu hidrologi...8

2.8 Dasar hidrologi dan gambarkan siklus...8

2.9 Data hujan...9

2.10 Data Sungai...12

2.10.1 Data tinggi muka air...12

2.10.2 Debit sungai di suatu tempat tertentu/hidrometri...13

2.10.3 Evaporasi...13

2.10.4 Tranpirasi...14

2.10.5 Evapotranspirasi...14

2.10.6 Daerah Arus Sungai (DAS)...15

BAB III...18

PENUTUP...18

3.1 Kesimpulan...18

3.2 Saran...18

LAMPIRAN...19

DAFTAR PUSTAKA...22

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hidrologi adalah cabang geografi yang berurusan dengan air di bumi, fenomena dan distribusi air di daratan. Khususnya mempelajari kejadian air di daratan, diskripsi pengaruh bumi terhadap air , pengaruh fisik terhadap daratan dan mempelajari hubungan air dengan kehidupan di bumi.

Hidrologi mempelajari siklus air di alam raya. Siklus hidrologi atau siklus air meliputi kejadian-kejadian air menguap ke udara, kemudian mengembun dan menjadi hujan atau salju, masuk ke dalam tanah atau mengalir di atas permukaan tanah, lalu berkumpul di danau atau laut, menguap lagi dan seterusnya.

1.2 Tujuan

Mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran dari seluruh proses perkuliahan yang di jadwalkan, yaitu meliputi, diskusi, pertanyaan dan menyelesaikan tugas diharapkan akan:

1. Mampu menjelaskan peran hidrologi dalam pembangunan, khususnya untuk bidang teknik sipil,

2. Mampu menjelaskan tanggung jawab dalam perencanaan dan perancangan sumber daya air,

3. Mampu menjelaskan peran informasi dan analisis hidrologi yang sesuai untuk keperluan perencanaan dan perancangan sumber daya,

4. Mampu menghitung besaran rancangan hidrologi untuk sistem bangunan air.

(5)

1.3 Manfaat

Agar mahasiswa dapat mengetahui:

1. Mengetahui Apa itu hidrologi 2. Mengetahui ilmu-ilmu cuaca, 3. Mengetahui data hujan, 4. Mengetahui data sungai, 5. Mengetahui siklus hidrologi.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Ilmu Hidrologi

Pengertian Hidrologi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang siklus pergerakan air, dari awal menguap di permukaan bumi hingga balik lagi menjadi air yang akan menguap.

Pengertian Hidrologi adalah cabang ilmu yang fokus utamanya adalah mempelajari keberadaan dan pergerakan air di bumi. Dalam hal ini, termasuk pergerakan, distribusi dan kualitas air. Ilmu ini merupakan cabang ilmu geografi dan telah dipelajari sejak abad ke-15 M.

Menurut pengertian hidrologi secara umum, siklus hidrologi adalah ilmu yang mempelajari siklus air dalam semua fasenya termasuk penguapan, kondensasi, pengendapan, dan distribusi air di permukaan, permukaan bumi, menyerap air ke dalam tanah, hingga daur ulang terjadi lagi.

2.2 Meterologi

Meteorologi atau ilmu cuaca adalah cabang dari ilmu atmosfer yang mencakup kimia atmosfer dan fisika atmosfer, dengan fokus utama berada pada ilmu prakiraan cuaca. Studi di bidang ini telah dilakukan selama ribuan tahun meski kemajuan yang signifikan baru terjadi pada abad ke-18. Pada abad ke-19, sebuah gebrakan besar terjadi setelah pengamatan terkoordinasi yang dilakukan lintas negara.

Setelah pengembangan komputer di pertengahan abad ke-20, peramalan cuaca dapat dilakukan.

Fenomena meteorologi adalah aktivitas cuaca yang dapat diamati dan dijelaskan dengan ilmu meteorologi. Akivitas tersebut terikat dengan variabel yang ada di atmosfer bumi, seperti temperatur, tekanan udara, uap air, dan gradien interaksi

(7)

setiap variabel serta bagaimana mereka berubah seiring dengan waktu. Perbedaan spasial dipelajari untuk menentukan bagaimana sistem cuaca terbentuk secara lokal, regional, dan global serta dampaknya.

Meteorologi, klimatologi, fisika atmosfer, dan kimia atmosfer adalah subdisiplin sains atmosfer. Meteorologi dan hidrologi membentuk bidang interdisipliner hidrometeorologi. Meteorologi memiliki banyak aplikasi di berbagai bidang, seperti militer, produksi energi, transportasi, pertanian, dan konstruksi.

2.3 Klimatalogi

Klimatologi adalah studi mengenai iklim, secara ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca yang dirata-ratakan selama periode waktu yang panjang. Bidang studi ini dikategorikan sebagai cabang dari sains atmosfer dan subbidang geografi fisik, yang merupakan salah satu dari sains bumi. Klimatologi juga mencakup aspek oseanografi dan biogeokimia.

Klimatologi merupakan cabang dari sains atmosfer di mana semua studi tentang iklim juga akan berkaitan dengan setiap sistem lainnya di bumi meliputi geosfer dan hidrosfer. Tentunya ini karena iklim memengaruhi seluruh aspek di permukaan bumi.

Ruang lingkup klimatologi : Menurut bidang spesialisasinya, ilmu iklim atau klimatologi dibagi menjadi sub-bidang yang lebih kecil yaitu:

Paleoklimatologi berfokus pada pembentukan pola iklim masa lalu suatu tempat dengan mempelajari inti es dan lingkaran pohon. Paleotempestologi menggunakan data kuno untuk menentukan frekuensi dan besarnya badai di masa lalu. Klimatologi historis berfokus pada pembentukan iklim suatu tempat setelah mempelajari aktivitas yang dilakukan oleh penghuni purba dari tempat tertentu.

(8)

Meteorologi, berhubungan dengan cuaca, yang berlangsung maksimal mungkin seminggu atau sebulan. Bioklimatologi berkaitan dengan pengaruh iklim terhadap organisme hidup.

2.4 Atmosfer

Atmosfer adalah nama untuk lapisan gas yang menyelubungi benda yang memiliki massa sangat berat. Gas-gas tersebut tertarik oleh gravitasi dari planet tersebut. Beberapa planet terdiri dari beberapa gas, dan oleh karena itu memiliki atmosfer yang tebal.

Atmosfer merupakan selimut gas yang menyelimuti beberapa planet, termasuk bumi. Atmosfer terletak di ruang angkasa dan berada di lapisan terluar bumi. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, pengertian atmosfer adalah lapisan gas dengan ketebalan ribuan kilometer yang terdiri atas beberapa lapisan dan berfungsi melindungi bumi dari radiasi dan pecahan meteor. Ketebalan atmosfer mencapai 1.000 kilometer dari permukaan bumi. Kandungannya terdiri dari beberapa gas, yaitu 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, 0,9 persen argon, dan 0,03 persen karbondioksida. Sisanya uap air, krypton, neon, xinon, hidrogen, kalium, serta 0,7 persen ozon. Atmosfer memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

 Melindungi bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet dan lapisan ozon. Sinar ultraviolet sangat berbahaya bagi kehidupan di bumi.

 Melindungi bumi dari benda-benda luar angkasa yang jatuh akibat gaya gravitasi bumi.

 Atmosfer juga menjadi media cuaca yang bisa memengaruhi hujan, badai, topan, angin, salju, awan, dan lainnya.

 Memiliki kandungan berbagai macam gas yang diperlukan oleh manusia, tumbuhan, dan juga hewan untuk bernapas dan kebutuhan lainnya.

Fungsi atmosfer untuk mengatur proses penerimaan panas sinar matahari. Atmosfer melakukan penyerapan dan memantulkan panas yang dipancarkan matahari. Sekitar

(9)

34 persen panas matahari kembali dipantulkan ke angkasa oleh atmosfer, awan, dan permukaan bumi. Sekitar 19 persen diserap oleh atmosfer dan awan, sisanya 47 persen mencapai permukaan bumi.

2.5 Potamologi (sungai)

Potamologi didedikasikan untuk mempelajari biologi, geografis dan hidrologi dari badan air. Ini termasuk hidrolika sungai dan semua fenomena yang terkait dengan erosi dan sedimentasi sehubungan dengan aliran air, tanpa mengabaikan studi fauna dan flora sungai dan yang terkait dengan lingkungan rupicultural.

Pendekatan asli potamologi (sampai pertengahan abad kedua puluh), mempelajari sungai dengan tujuan ekonomi utama:

Memperoleh tenaga listrik tenaga air melalui pembangunan bendungan

Perbaikan aliran sungai konstruksi kunci untuk navigasi. Pendekatan ekologis, dengan pendekatan sistemik ke sungai, di mana berbagai peristiwa fisik, kimia, dan biologis terus terjadi, telah dikembangkan.

Potamologi didedikasikan untuk mempelajari biologi, geografis dan hidraulik dari badan air. Ini termasuk hidrolika sungai dan semua fenomena yang terkait dengan erosi dan sedimentasi sehubungan dengan aliran air, tanpa mengabaikan studi fauna dan flora sungai dan yang terkait dengan lingkungan rupicultural.Pendekatan asli potamologi (sampai pertengahan abad kedua puluh), mempelajari sungai dengan tujuan ekonomi utama:

 Memperoleh tenaga listrik tenaga air melalui pembangunan bendungan

 Perbaikan aliran sungai

 Konstruksi kunci untuk navigasi.

Pendekatan ekologis, dengan pendekatan sistemik ke sungai, di mana berbagai peristiwa fisik, kimia, dan biologis terus terjadi, telah dikembangkan.

(10)

Potamologi sebagai ilmu studi memiliki karakteristik yang relevan yang membedakannya dari cabang hidrologi dan hidrografi lainnya. Berikut adalah karakteristik utama potamologi.

2.6 Limonologi (Danau)

Limnologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari perairan darat.

Kajiannya terutama perairan tawar. Lingkup kajiannya kadang-kadang mencakup juga perairan payau. Limnologi merupakan kajian menyeluruh mengenai kehidupan di perairan darat, sehingga digolongkan sebagai bagian dari ekologi. ilmu tentang ekosistem perairan darat. Kajiannya adalah mengungkap struktur dan fungsi hubungan antara organisme perairan darat kaitannya dengan dinamika fisik, kimia dan biologi lingkungannya.

Limnologi terkait stuktur ekosistem perairan, kharateristik air, cahaya dan pengaruhnya di perairan, keadaan suhu perairan, gerakan air, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan di perairan, peranan oksigen dan karbondioksida di perairan, peranan nitrogen,phosphor dan nutrien-nutrien lainnya di perairan, berbagai kelompok organisme di perairan danau, sungai dan estuaria, keberadaan phytoplankton, zooplankton dan zoobenthos di perairan, ikan dan perikanan, dinamika rantai makanan di perairan, asal usul danau dan estuaria, eutrofikasi,paleolimnologi, dan limnologi terapan.“30 meter dari tepi danau merupakan daerah bebas keramba, karena daerah tersebut daerah produktif untuk tumbuhan air dan pemijahan” ujar Lukman.

Inland water atau air yang terdapat di daratan diantaranya sungai, danau, kolam dan sebagainya. Indonesia memiliki 840 danau, dengan berbagai isu yang menyertainya seperti kepemilikan bersama dan beban masukan. Lukman menyebutkan lima permasalahan danau yaitu; Kerusakan akibat sedimentasi, Pemanfaatan tinggi, komitmen pemerintah, keragaman hayati dan Alien Spesies

(11)

2.7 Konsep dasar ilmu hidrologi

Hidrologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang kehadiran dan gerakan air di alam, yang meliputi kejadian, perputaran dan penyebaran air di atmosfir, di permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi.Pada dasarnya hidrologi bukan ilmu yang eksak sepenuhnya, karena masih memerlukan interpretasi. Penelitian yang diamati adalah penelitian yang dibatasi oleh besar kecilnya peristiwa alam sampai kepada penelitian-penelitian yang terbatas besarnya terhadap efek-efek tertentu. Data- data fundamental yang diperlukannya adalah data-data hasil pengamatan dalam semua aspek presipitasi, limpasan (runoff), debit sungai, infiltrasi, perkolasi, evaporasi, dan sebagainya.

2.8 Dasar hidrologi dan gambarkan siklus

Siklus hidrologi atau siklus air merupakan gambaran pergerakan molekul air dari permukaan bumi ke atmosfer dan kembali lagi. Dalam pergerakannya, energi matahari mempunyai peran yang besar dalam siklus yang terus terjadi ini.Pemanasan air oleh sinar matahari, membuat air berevaporasi yang kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, hingga kabut. Pada perjalanannya, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh.

Air yang langsung terjatuh akan di intersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi pun terus bergerak secara berulang- ulang yang menyebabkan jumlah air di Bumi relatif sama.Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan dan gambar siklus hidrologi yang tidak pernah berhenti.

(12)

Gambar 1. 1 Siklus Hujan

2.9 Data hujan

Curah hujan merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah dasar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter di atas permukaan horizontal.

Curah hujan adalah jumlah hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.

Nah, untuk menentukan besarnya curah hujan, elo membutuhkan suatu alat ukur. Alat pengukur curah hujan disebut dengan fluviograf dan satuan curah hujan yang biasanya digunakan adalah milimeter (mm). Adapun klasifikasi hujan menurut bentuknya butirannya, yaitu:

1. Hujan gerimis (drizzle), yaitu hujan yang diameter butirannya kurang dari 0,5 mm.

(13)

2. Hujan salju (mow), yaitu hujan yang terdiri dari kristal es. Umumnya, suhu udaranya di bawah 0 derajat celcius.

3. Hujan batu es, yaitu hujan yang berwujud batu es.

4. Hujan deras (rain), yaitu hujan yang diameter butirannya kurang lebih 7 mm.

Besar kecilnya curah hujan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat memengaruhi curah hujan.

Jarak dari sumber air

Suhu tanah dan perairan

Arah angin

Garis lintang

Luas daratan

Ketinggian

Deretan pegunu ngan

Curah hujan sendiri bisa diklasifikasikan menjadi beberapa macam . Misalnya saja:

-

Intensitas Laju Hujan

Melakukan pengukuran konsentrasi curah hujan pada wilayah tertentu, yaitu dengan mengukur seberapa banyak milimeter air yang turun dalam kurun waktu menit, jam, dan hari.

-

Durasi Curah Hujan

(14)

Penghitungan berdasarkan berapa lama waktu curah hujan turun dalam kurun waktu menit dan jam.

-

Ketinggian Curah Hujan

Pengukuran yang dilakukan setelah hujan reda dengan melihat ketebalan atau kedalaman air dalam milimeter pada bidang datar.

-

Frekuensi Periode Curah Hujan

Pengukuran yang dilakukan dengan pengamatan selama beberapa tahun untuk menentukan periode curah hujan yang berlangsung secara konsisten setiap tahunnya.

-

Cakupan Wilayah Curah Hujan

Mengamati frekuensi periode hujan terhadap cakupan luas geografis wilayah yang terkena hujan.

-

Alat Pengukur Curah Hujan

Pengukuran curah hujan dapat dilakukan dengan bantuan alat bernama ombrometer.

Penakar hujan tersebut adalah alat pengukur jumlah curah hujan yang turun dalam skala per satuan luas.

 Intensitas

Intensitas hujan adalah tinggi atau kedalaman air hujan persatuan waktu. Intensitas hujan tergantung dari lama dan besarnya hujan. Semakin lama hujan berlangsung maka intensitasnya akan cenderung makin tinggi, begitu juga sebaliknya semakin pendek lamanya hujan maka semakin kecil juga intensitasnya.

(15)

 Volume

Jumlah curah hujan adalah volume air yang terkumpul pada permukaan bidang datar pada periode tertentu, seperti harian, mingguan, bulanan serta tahunan lama/durasi. Pengertian curah hujan juga sering disebut dengan presipitasi juga diartikan sebagai jumlah air hujan yang turun pada wilayah tertentu dan pada kurun waktu tertentu.

 Arah gerak hujan (tergantung kecepatan angin)

Angin merupakan pergerakan massa udara secara mendatar. Angin dapat terjadi jika pada suatu saat terdapat perbedaan tekanan antara satu tempat dengan tempat yang lain.

1. Udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah

2. Pergerakan angin dapat diketahui polanya dengan menggunakan data arah dan kecepatan angin yang dilakukan selama 24 jam

3. Adapun metode yang dapat digunakan untuk melihat pola dari pergerakan angin yaitu dengan menggunakan metode windrose.

Metode ini mudah dalam pembuatannya dan mudah dalam membaca, tanpa mengurangi keakuratan informasi.

2.10 Data Sungai

Sungai adalah aliran air yang mengalir dan bergerak. Biasanya sungai memberi pasokan air ke lautan, danau, kolam, atau bahkan sungai lain. Sungai dapat bervariasi dalam ukuran dan tidak ada definisi yang keras atau aturan tentang seberapa besar aliran air harus dikategorikan sebagai sungai.

2.10.1 Data tinggi muka air

Pengukuran tinggi muka air dimaksudkan untuk mengetahui posisi muka air (kedalaman aliran) suatu sungai di lokasi stasiun hidrometri pada waktu tertentu. Pengertian waktu di sini adalah periode pengukuran atau pencatatan muka air. Pengukuran pada jam-

(16)

jam tersebut dapat digunakan papan juga berskala atau sering disebut sebagai alat pengukur manual.

2.10.2 Debit sungai di suatu tempat tertentu/hidrometri

Debit aliran sungai (Q) adalah jumlah air yang mengalir melalui tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik. Di suatu lokasi sungai dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut:

1. Pengukuran di lapangan

2. Berdasarkan data debit dari stasiun di dekatnya 3. Berdasarkan data hujan

4. Berdasarkan pembangkitan data debit

Debit di suatu lokasi yang ditinjau dapat juga diperkirakan berdasar data hujan, misalnya dalam analisis hubungan hujan – limpasan dan analisis hidrograf. Debit aliran di sungai berasal dari hujan yang jatuh di DAS, sehingga dengan mengetahui kedalaman hujan dan kehilangan air seperti penguapan dan infiltrasi akan dapat diperkirakan debit aliran.

2.10.3 Evaporasi

Pengertian evaporasi(penguapan) ini merupakan perubahan airmenjadi uapair. Pengertian evaporasi diartikan yakni sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) yakni dengan penambahan panas.

Tujuan evaporasi ini adalah untuk mengurangi volem dari suatu produk hingga pada batas-batas tertentu tanpa menyebabkan adanya kehilangan zat-zat yang dapat mengandung gizi. Contohnya seperti air yang terdapat di bumi jika terjadi proses evaporasi akan hilang ke atmosfer yang kemudian menjadi uap air. Rumus evaporasi

(17)

perhitungan dari penguapan berdasarkan pendekatan secara langsung evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari vegetasi (ET) berdasarkan penggunaan neraca air, berikut rumus penguapan:

ET = P – (R+S) Di mana:

ET: Evapotranspirasi P: Presipitasi atau hujan R: Run off

S: Simpanan lengas tanah

2.10.4 Tranpirasi

Transpirasi adalah proses di mana tumbuhan melepaskan air di dalamnya dalam bentuk uap air atau uap air. Bagian tanaman seperti batang, pori-pori kecil pada daun, bunga menguapkan air ke atmosfer.

Transpirasi juga merupakan proses penguapan, namun penguapan yang terjadi bukan pada air yang tertampung dalam badan air. Transpirasi adalah penguapan yang terjadi pada bagian tubuh makhluk hidup khususnya tumbuhan dan hewan dan prosesnya sama dengan tahap evaporasi. Molekul cair pada tubuh tumbuhan dan hewan akan berubah menjadi uap atau molekul gas.

Transpirasi adalah proses keluarnya air dari tanaman (boitik) akibat proses respirasi dan fotosistesis.

2.10.5 Evapotranspirasi

Evotranspirasi adalah proses gabungan dari tahap evaporasi dan tahap transpirasi sehingga pada tahap ini air yang menguap banyak. Evotranspirasi ialah suatu tahap penguapan yang mana molekul cair yang menguap ialah seluruh air dan jaringan makhluk

(18)

hidup. Tahap ini ialah tahap yang paling memengaruhi siklus hidrologi atau jumlah air yang terangkut.

Laju evapotranspirasi dari suatu wilayah dapat dihitung dengan menggunakan rumus

EP = H + S-Pk – P Dimana

EP = Evapotranspirasi (potensial) H = Curah hujan

S = Air siraman Pk = Air perkolasi

P = Jumlah air untuk penjenuhan tanah sampai tercapai kapasitas lapang

Dalam prakteknya P diisi = 0, karenanya nilai EP yang diperoleh merupakan nilai evapotranspirasi potensial (ETp). Jika nilai P diisi dengan nilai tertentu maka EP yang dihasilkan menjadi nilai evaporasi aktual (ETa)

2.10.6 Daerah Arus Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan unit hidrologi dasar.

Daerah Aliran Sungai yang merupakan lahan total dan permukaan air yang di batasi oleh suatu batas air, topografi dan dengan salah satu cara memberikan sumbangan terhadap debit sungai pada suatu daerah.

Daerah aliran sungai merupakan dasar pengelolaan untuk sumber daya air.

Daerah aliran sungai adalah suatu kesatuan wilayah tata air yang terbentuk secara alamiah, dimana semua air hujan yang jatuh ke

(19)

daerah ini akan mengalir melalui sungai dan anak sungai yang bersangkutan. Defenisi lain yaitu suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa, sehingga merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut dalam fungsinya untuk menampung air yang berasal dari air hujan dan sumber-sumber air lainnya yang penyimpanannya dan pengalirannya dihimpun dan ditata berdasarkan hukum-hukum alam sekelilingnya demi keseimbangan daerah tersebut; daerah sekitar sungai meliputi punggung bukit atau gunung merupakan tempat sumber air dan semua curahan air hujan yang mengalir ke sungai, sampai daerah dataran dan muara sungai.

Rumus DAS

LBL

C Total = ———— X JS Luas DAS Keterangan :

BL = Luas bentuk lahan JS = Jumlah skor

Wilayah Daerah Aliran Sungai

(20)

Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) biasanya terbagi menjadi tiga area atau daerah yang mengalir mulai dari catchment area, hingga saat mengalir

menuju lautan, yaitu:

1. Area hulu sungai 2. Area tengah sungai 3. Area hilir sungai

Area hulu sungai yang menjadi titik awal penampungan air hujan, umumnya berlokasi di dataran tinggi, perbukitan, atau pegunungan serta banyak terdapat air terjun, jeram, serta memiliki lereng-lereng yang curam.

Sedangkan area tengah sungai umumnya akan relatif lebih landai dibandingkan hulu. Pada kawasan aliran sungai ini banyak memiliki lekukan atau disebut juga dengan meander. Area ini merupakan lokasi aktivitas penduduk, serta menjadi tempat pembangunan waduk dan juga danau.

Area hilir sungai merupakan area yang kebanyakan digunakan untuk kawasan pertanian. Bentuknya juga lebih landai dibandingkan area tengah, sehingga kecepatan aliran air relatif lambat.Pada area hilir banyak terjadi erosi lateral yang menyebabkan sungai melebar dibandingkan area hulu dan tengah.

Fungsi Daerah Aliran Sungai

Fungsi utama DAS terkait dengan masalah hidrologis, yaitu sangat dipengaruhi oleh curah hujan yang turun, faktor geologi dan bentuk lahan.

Fungsi hidrologis meliputi kapasitas DAS mengalirkan air, menyangga kondisi puncak hujan, mengalirkan air secara bertahap, memelihara kualitas air dan mengurangi pembuangan massa seperti longsoran tanah.

(21)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengertian Hidrologi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang siklus pergerakan air, dari awal menguap di permukaan bumi hingga balik lagi menjadi air yang akan menguap.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meteorologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang ciri-ciri fisika dan kimia tmosfer atau untuk meramalkan keadaan cuaca. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan geografi fisik yang fokus mempelajari fenomena atau kejadian fisik di Atmosfer. Meteorologi merupakan penelitian yang bersifat harian atau singkat tentang fenomena fisik yang terjadi di Atmosfer, yang meliputi awan, hujan, kelembaban udara, tekanan air dan temperatur.

Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim, meliputi variasi dan penyimpangannya serta mencakup pengaruh iklim terhadap manusia. Atmosfer merupakan selimut gas yang menyelimuti beberapa planet, termasuk bumi.

Potamologi, Juga dikenal seperti fluviología, adalah ilmu yang berkaitan dengan studi tentang aliran air, seperti misalnya sungai dan air mengalir. Potamologi, menurut definisi, termasuk dalam bidang studi hidrologi. Secara etimologis, ini berasal dari bahasa Yunani “potamon” yang berarti sungai, dan “logos” yang berarti ilmu.

3.2 Saran

Mahasiswa harus rajin mengulang kembali materi agar bisa mengingat kembali semua materi yang telah dipelajari guna bekal untuk masa depan.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

BASTIAN. (n.d.). KOMPAS. Retrieved from

https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/31/060000969/atmosfer- pengertian-manfaat-fungsi-dan-lapisannya?page=all

KIKO. (n.d.). USAHA31. Retrieved from https://usaha321.net/biologi/pengertian- potamologi.html

MAMAT. (n.d.). CLIMATE. Retrieved from

https://www.climate4life.info/2020/10/klimatologi-ilmu-tentang-iklim- sejarah-ruang-lingkup-dan-aplikasinya.html

susanti. (2017, juni). KOOMPAS. Retrieved from

https://www.kompas.com/skola/read/2020/08/28/144500469/meteorologi- ilmu-yang-mempelajari-tentang-keadaan-cuaca?page=all#:~:text=Ilmu

%20yang%20mempelajari%20tentang%20cuaca%20disebut%20meteorologi.

Gambar

Gambar  1. 1 Siklus Hujan

Referensi

Dokumen terkait

Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air

Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air

52/Kpts-UU/2001 daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alaminya sedemikian rupa, sehingga merupakan kesatuan dengan sungai dan

6) Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang dibatasi oleh pemisah topografi

Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air

Daerah Aliran Sungai (menurut Undang-undang NO. 7 Tahun 2004 tentang SDA DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak

Bab 3 Wilayah Pengelolaan Sumber Daya Air Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi

33 tahun 1970 tentang perencanaan hutan, dan dimana DAS dibatasi seuatu sebagai daerah tertentu, yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa sehingga merupakan suatu kesatuan dengan