AKUNTANSI BIAYA SEBAGAI ALAT KONTROL DAN EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA RUMAH SAKIT
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Dalam Mata Kuliah Akuntansi Biaya
DOSEN PENGAMPU:
MUHAMMAD WAFIQ, S.AK.,M.AK
Oleh:
Sandrina Palmi Putri (2309132611012)
UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI PROGRAM STUDI S1 ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TA 2024/2025
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullah Wabaralatuh
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat danhidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan penulisan makalah ini yang insyaallah dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun yang dibahas dalam makalah ini adalah “Akuntansi Biaya sebagai Alat Kontrol dan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Rumah Sakit’’ yang telah kami rangkum sedemikian rupa, sesuai dengan kemampuan yangkami miliki untuk memudahkan pembaca menyerap informasi. Dengan selesainya makalah ini,tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Untuk itu, kami mengucapkan banyak terima kasih.
Juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu didalam penyusunan materi kuliah ini kami ucapkan terimakasih, karena tanpa arahan, bimbingan dan motivasi yang diberikan, tentunya belum bisa tersaji kepada para pembaca, walaupun tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu.
Akhir kata, sebagai Makalah yang baik tentunya memerlukan sebuah celah untuk menyempurnakan materi kedepan, untuk itu kami dengan segala kerendahan hati menerima masukan demi maksud diatas demi peningkatan dan penyempurnaan dalam makalah dan pembelajan ini.
Bukitinggi, 28 Januari 2025
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR··· I DAFTAR ISI··· II BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang··· 1 B. Rumusan Masalah··· 2 BAB II PEMBAHASAN
A. Akuntansi Biaya sebagai Alat Kontrol Keuangan Rumah Sakit·· 3 B. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya··· 4 C. Implementasi Akuntansi Biaya dalam Rumah Sakit··· 5 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan··· 9 B. Saran··· 9 DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan kesehatan yang memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan medis bagi masyarakat. Namun, dalam operasionalnya, rumah sakit seringkali menghadapi tantangan dalam mengelola biaya yang terus meningkat. Di sisi lain, rumah sakit harus menjaga kualitas pelayanan medis dan operasional yang optimal meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Dalam konteks ini, akuntansi biaya menjadi alat yang sangat penting dalam memastikan pengelolaan sumber daya yang efisien dan transparan.
Akuntansi biaya berfungsi untuk mencatat, mengalokasikan, dan menganalisis biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit untuk setiap aktivitas medis dan administrasi. Dengan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi biaya, manajemen rumah sakit dapat melakukan pengendalian terhadap pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional. Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akuntansi biaya juga berperan dalam menilai kecocokan antara biaya yang dikeluarkan dengan tarif yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, untuk memastikan bahwa rumah sakit dapat mempertahankan kelangsungan operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Penerapan sistem akuntansi biaya yang tepat dapat membantu rumah sakit dalam mengidentifikasi pemborosan, merencanakan anggaran dengan lebih efektif, dan meningkatkan akuntabilitas keuangan, sehingga rumah sakit dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa itu Akuntansi Biaya sebagai Alat Kontrol Keuangan Rumah Sakit?
2. Apa itu Efisiensi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya?
3. Apa itu Implementasi Akuntansi Biaya dalam Rumah Sakit?
BAB II PEMBAHASAN
A.
Akuntansi Biaya sebagai Alat Kontrol Keuangan Rumah SakitAkuntansi biaya memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan rumah sakit, terutama dalam konteks Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit menghadapi berbagai tantangan dalam mengendalikan biaya operasional dan memastikan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan menerapkan sistem akuntansi biaya yang tepat, rumah sakit dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai biaya perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi anggaran untuk layanan kesehatan.1
1. Konsep Akuntansi Biaya dalam Rumah Sakit
Akuntansi biaya dalam rumah sakit mencakup berbagai aspek, seperti klasifikasi biaya, metode penghitungan biaya, serta analisis pengendalian biaya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yemimaria et al. (2018), klasifikasi biaya dalam rumah sakit dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu biaya langsung dan tidak langsung, biaya variabel dan tetap, serta biaya produksi dan administrasi.
Klasifikasi ini membantu manajemen dalam memahami struktur biaya rumah sakit dan membuat keputusan strategis yang lebih baik.
Dalam sistem pembiayaan rumah sakit yang menggunakan tarif INA-CBGs (Indonesia Case-Based Groups), akuntansi biaya berperan dalam menentukan unit cost layanan kesehatan. Metode step-down sering digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead ke berbagai unit layanan kesehatan, sehingga rumah sakit dapat menilai apakah tarif yang ditetapkan pemerintah mencerminkan biaya sebenarnya yang dikeluarkan.
2. Akuntansi Biaya sebagai Alat Kontrol Keuangan
Sistem akuntansi biaya yang efektif memungkinkan rumah sakit untuk:
1Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2000). Cost Management: Accounting and Control. New York: Thomson Learning, Inc., pp. 102-115.
a. Mengendalikan Pengeluaran
Dengan sistem akuntansi biaya yang transparan, rumah sakit dapat mengidentifikasi pengeluaran yang tidak efisien dan mengambil langkah-langkah korektif untuk menghemat biaya operasional.
b. Menilai Kinerja Keuangan
Analisis biaya memungkinkan rumah sakit untuk mengevaluasi kinerja keuangan berdasarkan standar industri dan membandingkan efisiensi dengan rumah sakit lain yang memiliki kelas serupa.2
c. Meningkatkan Akurasi Perencanaan Anggaran
Dengan mengetahui unit cost setiap layanan, rumah sakit dapat menyusun anggaran yang lebih realistis dan mengalokasikan dana secara lebih efektif.
d. Mencegah Penyimpangan Keuangan
Sistem pengendalian internal berbasis akuntansi biaya membantu rumah sakit dalam mendeteksi adanya penyimpangan dalam laporan keuangan. Audit internal secara berkala dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana rumah sakit
B.
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya1. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya di Rumah Sakit
Akuntansi biaya berperan penting dalam efisiensi penggunaan sumber daya di rumah sakit. Salah satu tantangan utama dalam manajemen rumah sakit adalah mengelola pengeluaran yang seringkali tinggi, terutama untuk pelayanan medis dan administrasi. Untuk itu, akuntansi biaya membantu rumah sakit untuk memetakan dan menganalisis biaya yang terkait dengan berbagai aktivitas dan layanan yang diberikan. Dengan penerapan metode yang tepat, rumah sakit dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pelayanan yang efisien dan berkualitas.
2. Analisis Biaya Pelayanan
2Sartika, I. & Kurniawan, A. (2021). Penerapan Akuntansi Biaya untuk Meningkatkan Efisiensi Rumah Sakit dalam Sistem JKN. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, Vol. 9(2), pp. 204-218.
Rumah sakit dapat melakukan analisis biaya terhadap setiap jenis layanan untuk mengidentifikasi area di mana pengeluaran dapat dikurangi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Dengan mengetahui secara detail biaya dari masing-masing layanan, rumah sakit dapat merencanakan anggaran dengan lebih tepat dan menentukan prioritas penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
3. Standardisasi dan Lean Management
Implementasi prinsip lean management dalam akuntansi biaya memungkinkan rumah sakit untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan. Misalnya, melalui pendekatan value stream mapping, rumah sakit dapat memetakan alur proses medis dan administratif guna mengurangi waktu tunggu, kesalahan, serta penggunaan sumber daya yang tidak perlu.3
4. Pemanfaatan Teknologi
Selain metode analisis biaya, teknologi informasi juga sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional. Rumah sakit yang menerapkan sistem manajemen keuangan berbasis teknologi informasi dapat lebih mudah dalam memonitor dan menganalisis data keuangan secara real-time. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data, yang akhirnya mendukung efisiensi penggunaan sumber daya.
Dengan mengimplementasikan akuntansi biaya yang terintegrasi dengan strategi manajemen efisiensi, rumah sakit dapat menciptakan lingkungan yang lebih hemat biaya sekaligus tetap menjaga kualitas pelayanan kepada pasien.
C. Implementasi Akuntansi Biaya dalam Rumah Sakit
Akuntansi biaya di rumah sakit merupakan alat penting yang digunakan untuk mengelola biaya operasional dan menjaga keberlanjutan keuangan rumah sakit. Dengan mengimplementasikan sistem akuntansi biaya yang baik, rumah sakit dapat memantau, mengendalikan, dan mengevaluasi penggunaan sumber daya untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan kesehatan.
1. Pengertian dan Peran Akuntansi Biaya di Rumah Sakit
3Mulyadi, D. (2012). Akuntansi Biaya: Konsep, Teknik, dan Penerapan. Jakarta: Salemba Empat, pp. 118- 134.
Akuntansi biaya dalam konteks rumah sakit adalah sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi, mencatat, dan mengalokasikan biaya yang terkait dengan penyediaan layanan kesehatan. Proses ini tidak hanya mencakup biaya langsung seperti obat-obatan dan alat medis, tetapi juga biaya tidak langsung seperti biaya administrasi dan overhead rumah sakit. Tujuan utama dari implementasi akuntansi biaya adalah untuk membantu manajemen rumah sakit dalam membuat keputusan yang berbasis data terkait efisiensi dan pengendalian biaya.4
Menurut Hansen dan Mowen (2000), salah satu peran penting akuntansi biaya adalah dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian biaya, penetapan harga layanan, dan perencanaan anggaran. Dengan informasi ini, rumah sakit dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya yang terbatas, terutama dalam kondisi pembiayaan yang bergantung pada sistem seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
2. Metode Akuntansi Biaya yang Digunakan di Rumah Sakit
Terdapat beberapa metode akuntansi biaya yang dapat diterapkan di rumah sakit, di antaranya:
a. Traditional Costing Method (Metode Tradisional)
Pada metode ini, biaya-biaya langsung dan tidak langsung dibebankan kepada masing-masing layanan berdasarkan perkiraan alokasi biaya yang sudah ada. Metode ini sering kali mengandalkan pengalokasian biaya berdasarkan volume layanan, meskipun mungkin tidak mencerminkan pembagian biaya yang lebih akurat.
b. Activity-Based Costing (ABC)
Metode Activity-Based Costing (ABC) lebih tepat dalam konteks rumah sakit, karena metode ini mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan. ABC memungkinkan rumah sakit untuk lebih memahami biaya perawatan pasien dengan cara mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang menyumbang pada biaya layanan medis, seperti pemeriksaan, rawat inap, dan operasi. Penggunaan ABC akan lebih tepat dalam mendeteksi pemborosan dan
4Rochani, E. & Wulandari, D. (2019). Optimasi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya di Rumah Sakit. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 15(3), pp. 275-289.
memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sesuai dengan layanan yang diberikan .
Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC)
TDABC adalah metode yang lebih baru dan lebih canggih daripada ABC.
Metode ini menggabungkan waktu sebagai faktor penentu dalam menghitung biaya. Rumah sakit dapat mengalokasikan biaya berdasarkan waktu yang dibutuhkan oleh berbagai aktivitas perawatan pasien, memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai pengeluaran biaya untuk setiap jenis perawatan .
3. Penerapan Akuntansi Biaya dalam Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Implementasi sistem akuntansi biaya yang baik dapat membantu rumah sakit mengelola pengeluaran dengan lebih efisien. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
a. Meningkatkan Transparansi Keuangan
Dengan menerapkan akuntansi biaya yang akurat, rumah sakit dapat memantau aliran dana dan mengidentifikasi area yang berpotensi menyebabkan pemborosan. Transparansi ini juga sangat penting dalam memastikan akuntabilitas keuangan kepada pihak eksternal seperti BPJS Kesehatan.5
b. Mendukung Pengambilan Keputusan
Manajemen rumah sakit dapat menggunakan data akuntansi biaya untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai pengelolaan sumber daya dan penyusunan anggaran. Sebagai contoh, dengan menggunakan data biaya yang lebih terperinci, rumah sakit dapat menilai apakah biaya yang dikeluarkan untuk suatu layanan sebanding dengan hasil yang diperoleh .
c. Pengendalian Biaya
Salah satu fungsi utama dari akuntansi biaya adalah untuk membantu rumah sakit dalam mengendalikan biaya. Melalui sistem yang baik, rumah sakit dapat melakukan evaluasi berkala terhadap biaya yang dikeluarkan dan membandingkannya dengan standar biaya industri. Jika terdapat penyimpangan,
5Pramudya, H., & Indrawati, L. (2020). Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) untuk Efisiensi Biaya Rumah Sakit. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, Vol. 14(1), pp. 50-65.
manajemen dapat segera mengambil langkah-langkah korektif untuk mengurangi pemborosan.
4. Tantangan dalam Implementasi Akuntansi Biaya
Namun, penerapan akuntansi biaya dalam rumah sakit tidak selalu mudah.
Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:
a. Kompleksitas dalam Pengalokasian Biaya
Rumah sakit memiliki banyak jenis layanan yang memerlukan pendekatan pengalokasian biaya yang berbeda. Hal ini memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap aktivitas dan layanan dapat dihubungkan dengan biaya yang relevan.6
b. Keterbatasan Sumber Daya
Rumah sakit yang tidak memiliki sumber daya manusia atau sistem teknologi informasi yang memadai mungkin akan kesulitan dalam menerapkan sistem akuntansi biaya yang kompleks. Oleh karena itu, perlu investasi dalam pelatihan staf dan pengembangan sistem yang memadai.
c. Ketergantungan pada Sistem Pembayaran Eksternal
Rumah sakit juga harus mempertimbangkan kebijakan sistem pembayaran seperti tarif INA-CBGs yang digunakan dalam sistem JKN. Ketidaksesuaian antara tarif dan biaya riil dapat menambah tantangan dalam penerapan akuntansi biaya
6Sartika, F. & Handayani, M. (2022). Evaluasi Pengendalian Biaya Rumah Sakit Menggunakan Akuntansi Biaya dalam Sistem Pembiayaan JKN. Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 17(4), pp. 327-338.
BAB III PENUTUP
A.
KesimpulanAkuntansi biaya memainkan peran yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan rumah sakit, terutama dalam hal efisiensi penggunaan sumber daya.
Dengan sistem yang tepat, rumah sakit dapat memperoleh informasi yang jelas tentang biaya yang terkait dengan setiap jenis layanan medis, sehingga memungkinkan pengendalian biaya yang lebih baik. Melalui penerapan metode seperti Activity-Based Costing (ABC) atau Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC), rumah sakit dapat lebih akurat dalam mengalokasikan biaya dan mengidentifikasi pemborosan.
Selain itu, akuntansi biaya juga memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan anggaran yang lebih realistis dan pengambilan keputusan yang berbasis data. Meskipun implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas alokasi biaya, manfaat yang diperoleh dari penerapan sistem akuntansi biaya sangat besar, terutama dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional rumah sakit.
Dalam konteks sistem JKN, akuntansi biaya berperan dalam memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan tarif yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, sehingga rumah sakit dapat terus beroperasi dengan efektif dan menyediakan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
B. Saran
Demi kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar makalah ini dapat dijadikan suatu pedoman untuk kalanganumum. Kami sebagai penyusun mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunanmakalah ini. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2000). Cost Management: Accounting and Control. New York: Thomson Learning, Inc., pp. 102-115.
Sartika, I. & Kurniawan, A. (2021). Penerapan Akuntansi Biaya untuk Meningkatkan Efisiensi Rumah Sakit dalam Sistem JKN. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, Vol. 9(2), pp. 204-218.
Mulyadi, D. (2012). Akuntansi Biaya: Konsep, Teknik, dan Penerapan.
Jakarta: Salemba Empat, pp. 118-134.
Rochani, E. & Wulandari, D. (2019). Optimasi Penggunaan Sumber Daya melalui Akuntansi Biaya di Rumah Sakit.Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.
15(3), pp. 275-289.
Pramudya, H., & Indrawati, L. (2020). Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) untuk Efisiensi Biaya Rumah Sakit. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, Vol. 14(1), pp. 50-65.
Sartika, F. & Handayani, M. (2022). Evaluasi Pengendalian Biaya Rumah Sakit Menggunakan Akuntansi Biaya dalam Sistem Pembiayaan JKN.
Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 17(4), pp. 327-338.