w
MAKALAH
SOSIOLOGI OLAHRAGA
DISUSUN OLEH :
HENGKI ANDIKA PRATAMA_22086047 ADITYA RAMADHAN_22086151
PRODI PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2023
KATA PENGANTAR
Dalam era globalisasi ini, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas fisik semata, tetapi juga merupakan bagian integral dari masyarakat yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial. Dalam kajian sosiologi, fenomena olahraga telah menjadi subjek yang menarik untuk dipelajari, karena olahraga tidak hanya mencerminkan nilai-nilai budaya suatu masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam pembentukan identitas, struktur sosial, dan interaksi antarindividu.
Makalah ini bertujuan untuk menjelajahi konsep-konsep dasar sosiologi olahraga serta pentingnya memahami peran olahraga dalam konteks sosial.
Pembahasan meliputi analisis tentang bagaimana olahraga mencerminkan dan memengaruhi pola-pola kehidupan sosial, dinamika kekuasaan dan stratifikasi sosial dalam konteks olahraga, serta hubungan antara olahraga dengan identitas individu dan kelompok.
Dengan memahami sosiologi olahraga, diharapkan pembaca dapat mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana olahraga tidak hanya sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang kompleks yang dapat membentuk dan mencerminkan dinamika masyarakat modern.
Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam memperdalam pemahaman kita tentang sosiologi olahraga.
Padang, 26 Februari 2024
Penyusun
DAFTAR ISI
Cover...
Kata Pengantar...
Daftar Isi...
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...
1.2 Rumusan Masalah...
1.3 Tujuan...
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi...
2.2 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli...
2.3 Pengertian Sosiologi Olahraga...
2.4 Bidang Kajian Sosiologi Olahraga...
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Kajian olahraga terhadap ilmu olahraga diawali dengna keterlibatan sosiologi sebagai salah satu ilmu yang digunakan untuk mengkaji fenomena keolahragaan. Konsep sosiologi dipaparkan sebagai dasar untuk memahami konsep-konsep sosiologi olahraga, khususnya berkaitan dengan proses sosial yang menyebabkan terjadinya dinamika dan perubahan nilai keolahragaan dari waktu ke waktu. Fenomena olahraga mengalami perkembangan begitu pesat sampai kedalam selutuh aspek olahraga. Olahrga tidak hanya dilakukan untuk tujuan kebugaran badan dan Kesehatan, tetapi juga menjangkau aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Oleh karenanya pemecahan masalah dalam olahraga dilakukan dengan pendekatan inter-disiplinm dan salah satu disiplin ilmu yang dimanfaatkan adalah sosiologi.
Dari sisi pelaku dan proses sosial yang terbentuk, semakin memantapkan keyakinan bahwa olahrafa merupakan kegiatan yang kecil dan dilakukan dalam perikehidupan Masyarakat, artinya fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam Masyarakat telah tercermin dalam aktivitas olahraga dengan terdapatnya nilai, norma, pranata, kelompok, Lembaga, pranan, status dan komunitas.
Sosiologi berupaya mempelajari Masyarakat dipandang dari aspek hubungan antar individu atau kelompok secara dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan sebagai wujud terbentuknya dan terwarisinya tata nilai dan budaya bagi kesejahteraan pelakunya untuk peningkata harkat dan martabat kemanusiaan secara utuh menyeluruh. Manusia memiliki hasrat bermain dan bergerak sebagai wujud nyata aktualisasi dirinya untuk mengembangkan dan membina potensi yang dimilikinya yang berguna bagi keperluan hidup sehari-hari.
Olahraga yang kita lihat pada era sekarang pada hakekatnya merupakan aktivitas gerak fisik yang sudah mengalami pelembagaan formal. Disana terdapat nilai dan norma baku yang bersifat mengikat para pelaku, pentelenggara, dan penikmatnya gar olahraga bisa berlangsung dengan adil, tertib, dan aman
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Sosiologi?
2. Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli?
3. Apa Pengertian Dari Ilmu Sosiologi Olahraga
4. Bagaimana Kontribusi Olahraga Dilihat dari Ilmu Sosiologi Olahraga?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Arti Sosiologi.
2. Mengetahui Arti Sebenarnya Ilmu Sosiologi Olahraga.
3. mengetahui kontribusi Olahraga Dilihat dari Sisi Ilmu Sosiologi Olahraga.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Sosiologi
Secara umum, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dan proses-proses social yang terjadi di dalamnya antar hubungan manusia dengan manusia, secara individu maupun kelompok, baik dalam suasana formal maupun material, baik statis maupun dinamis.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi diartikan sebagai ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial,termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah sosial (norma), lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial. Proses social adalah pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbale balik antara kemampuan ekonomi yang tinggi dengan stabilitas politik dan hukum, stabilitas politik dengan budaya, dan sebagainya.
Telah yang lebih dalam tentang sifat hakiki sosiologi akan menampakkan beberapa karakteristiknya yaitu :
1. Sosiologi adalah ilmu sosial berbeda jika dibandingkan dengan ilmu alam / kerohanian.
2. Sosiologi merupakan disiplin ilmu kategori bukan normatif, artinya bersifat non etis yakni kajian dibatasi pada apa yang terjadi, sehingga tidak ada penilaian dalam proses pemerolehan dan penyusunan teori.
3. Sosiologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan, artinya kajian sosiologi ditujukan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak.
4. Sosiologi meupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional artinya didasarkan pada observasi obyektif terhadap kenyataan dengan menggunakan penalaran.
5. Sosiologi bersifat teoritis yaitu berusaha menyusun secara abstrak dari hasil observasi. Abstrak merupakan kerangka unsur yang tersusun secara
logis, bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat berbagai fenomena.
6. Sosiologi bersifat komulatif, artinya teori yang tersusun didasarkan pada teori yang mendahuluinya.
Obyek suatu disiplin ilmu dibedakan menjadi obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah sesuatu yang menjadi bidang/kawasan kajian ilmu, sedang obyek formal adalah sudut pandang / paradigma yang digunakan dalam mengkaji obyek material.
Sebagai ilmu sosial,obyek material sosiologi adalah masyarakat, sedang obyek formalnya adalah hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Konsepsi masyarakat (society) dibatasi oleh unsur – unsur :
Manusia yang hidup bersama.
Hidup bersama dalam waktu yang relatif lama.
Mereka sadar sebagai satu kesatuan.
Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama yang mampu melahirkan kebudayaan.
Secara khusus, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dipandang dari aspek hubungan antara individu atau kelompok. Hubungan yang terjadi karena adanya proses sosial dilakukan oleh pelaku dengan berbagai karakter, dilakukan melalui lembaga sosial dengan berbagai fungsi dan struktur sosial. Keadaan seperti ini ternyata juga terdapat dalam dunia olahraga sehingga sosiologi dilibatkan untuk mengkaji masalah olahraga.
2.2 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli
Selain pengertian dari olahraga,ada pun pengertian sosiologi menurut para ahli sebagai berikut :
1.Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang
terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri- ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
2.Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
3.William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu Organisasi social.
4.J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses- proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
5.Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
6.Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
7.Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
8.Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
9.William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
10.Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem social
11.Emile Durkheim
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.
2.3 Pengertian Sosiologi Olahraga
Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan. Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga. Kelompok sosial dalam olahraga mempelajari adanya tipe-tipe perilaku anggotannya dalam mencapai tujuan bersama, kelompok sosial biasanya terwadahi dalam lembaga sosial, yaitu organisasi sosial dan pranata. Beragam pranata yang ada ternyata terkait dengan fenomena olahraga.
2.4 Sejarah Sosiologi Olahraga
Sejarah sosiologi olahraga merujuk pada evolusi pemikiran dan penelitian tentang hubungan antara olahraga dan masyarakat. Berikut adalah gambaran singkat tentang sejarah sosiologi olahraga:
Pengakuan Awal: Meskipun konsep sosiologi olahraga tidak secara eksplisit diakui hingga abad ke-20, pemikiran awal tentang hubungan antara olahraga dan masyarakat telah ada sejak zaman kuno. Contohnya, dalam budaya Yunani Kuno, olahraga dianggap sebagai bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter warga negara.
Abad ke-19: Pada abad ke-19, pemikiran awal tentang sosiologi olahraga mulai muncul dengan adanya perhatian terhadap fenomena olahraga dalam konteks sosial. Para pemikir seperti Herbert Spencer dan Emile Durkheim
memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana olahraga memengaruhi masyarakat.
Awal Abad ke-20: Sosiologi olahraga secara resmi mulai diakui sebagai cabang ilmu yang mandiri pada awal abad ke-20. George E. Johnson sering dianggap sebagai bapak sosiologi olahraga modern. Dia memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam kajian sosiologi olahraga, termasuk peran olahraga dalam pembentukan struktur sosial dan identitas individu.
Perkembangan Selama Abad ke-20: Seiring berjalannya waktu, sosiologi olahraga berkembang pesat, terutama setelah Perang Dunia II. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, minat terhadap sosiologi olahraga semakin meningkat di universitas-universitas di Amerika Serikat dan Eropa. Pada periode ini, konsep-konsep seperti sosialisasi melalui olahraga, stratifikasi sosial dalam olahraga, dan peran olahraga dalam pembentukan identitas etnis dan nasional mulai mendapatkan perhatian serius.
Abad ke-21: Seiring dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, sosiologi olahraga terus berkembang sebagai bidang studi yang relevan dan menarik. Penelitian-penelitian baru mengenai isu-isu seperti gender dalam olahraga, komersialisasi olahraga, politik olahraga, dan dampak globalisasi terhadap olahraga terus dilakukan.
Sejarah sosiologi olahraga mencerminkan perkembangan pemikiran tentang hubungan antara olahraga dan masyarakat dari zaman kuno hingga masa kini. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami olahraga bukan hanya sebagai fenomena fisik, tetapi juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial manusia.
2.5 Bidang Kajian Sosiologi Olahraga
Bidang kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu para ahli berupaya mencari batasan bidang kajian yang relevan misalnya:
1. Heizemann menyatakan bagian dari teori sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga.
2. Plessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi.
3. G Magname menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dengan kebudayaan.
4. John C.Phillips mengkaji tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan, dan rasional dalam olahraga.
5. Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah, dan proses sosial seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat.
Berikut ini contoh-contoh sosiologi olahraga yang dinyatakan oleh Abdul Kadir Ateng:
Pelepasan emosi (dengan cara yang dapat diterima masyarakat).
Pembentukan pribadi (mengembangkan identitas diri)
Kontrol sosial (penyerasian dan kemampuan prediksi)
Sosialisasi (membangun perilaku dan nilai-nilai bersama yang sesuai)
Perubahan sosial (interaksi sosial, asimilasi dan mobilitas)
Kesadaran (pola tingkah laku yang benar)
Keberhasilan (cara pencapaian dengan turut aktif atau sebagai penikmat) Dari berbagi definisi diatas dapat disimpulkan bahwa olahraga sebagai suatu aktivitas yang melibatkan banyak pihak telah disikapi secara dinamis dari pemahaman terhadap yang dianggap sebagai aktivitas primitive untuk mempertahankan hidup berubah menjadi proses sosial yang menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan bekerja sama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata lembaga.
Kajian sosiologis yang berkaitan dengan kelompok sosial dapat dikenakan pada olahraga berdasarkan pada beberapa hal yakni situasi kondisi dan struktur, serta fungsi kelompok olahraga. Sarat dengan situasi dan kondisi yang kental akan persaingan dan tata aturan yang relative ketat sehingga tercipta rasa senang, santai, dan gembira.
Berangkat dari paparan diatas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan dan pertikaian, sehingga membutuhkan penyelesaian sementara waktu, menyadari keterkaitan dan keterikatannya dengan individu lain. Manusia membentuk kelompok sosial untuk memecahkan masalah hidupnya dengan mengunakan pendekatan ilmu sosiologi.
Olahraga telah diapresiasikn sedemikian tinggi sebagai media untuk menunjukkan hegemoni, sehingga untuk menyelenggarakan,dan menciptakan para pelakunya, telah diupayakan berbagai pendekatan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, yang disebut pendekatan inter-disiplin adalah pendekatan yang didasarkan pada pengetahuan dari ilmu psikologo, sosiologi, anatomo, dan fisiologi. Sedangkan pendekatan cros-disiplin adalah pendekatan yang difokuskan pada ilmu motor learning, psikologi olahraga, dan sosiologi olahraga.
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Olahraga sebagai suatu aktivitas yang melibatkan banyak pihak telah disikapi secara dinamis dari pemahaman terhadap yang dianggap sebagai aktivitas primitive untuk mempertahankan hidup berubah menjadi proses sosial yang menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan bekerja sama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata lembaga.
Kajian sosiologis yang berkaitan dengan kelompok sosial dapat dikenakan pada olahraga berdasarkan pada beberapa hal yakni situasi kondisi dan struktur, serta fungsi kelompok olahraga. Sarat dengan situasi dan kondisi yang kental akan persaingan dan tata aturan yang relative ketat sehingga tercipta rasa senang, santai, dan gembira.
Berangkat dari paparan diatas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan dan pertikaian, sehingga membutuhkan penyelesaian sementara waktu, menyadari keterkaitan dan keterikatannya dengan individu lain. Manusia membentuk kelompok sosial untuk memecahkan masalah hidupnya dengan mengunakan pendekatan ilmu sosiologi.
Olahraga telah diapresiasikn sedemikian tinggi sebagai media untuk menunjukkan hegemoni, sehingga untuk menyelenggarakan,dan menciptakan para pelakunya, telah diupayakan berbagai pendekatan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, yang disebut pendekatan inter-disiplin adalah pendekatan yang
didasarkan pada pengetahuan dari ilmu psikologo, sosiologi, anatomo, dan fisiologi. Sedangkan pendekatan cros-disiplin adalah pendekatan yang difokuskan pada ilmu motor learning, psikologi olahraga, dan sosiologi olahraga.
DAFTAR PUSTAKA
Ateng, Abdul Kadir. 1986. Asas-Asas dan Landasan Olahraga. Jakarta: Karunika Universitas Terbuka.
Ateng, Abdul Kadir. 1989. Pengantar Asas-Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Rekreasi. Jakarta P2LPTK Dirjen Dikti Depdikbud.
Bronowsky, J. 1973. The Ascent of Man. Toronto, C. Little, Brow Company.
Bunker, I.k., Rottela, RJ. & Reilly, A.S. 1985. Sport Psycology, Michigan.
McNaughaton and Gunn Inc.
Chu, Donald. 1982. Dimensions of Sport Studies. New York: John Wiley and Sons. Cratty, 8.J. 1983. Psychology in Contemporary Sport. New Jersey:
Prentice-Hall inc Englewood.
De Osales, Arnaldo. 1975. Olahraga: Fenomena Sosial Sejagad. Jakarta: Kornite Olimpiade Indonesia.
Harsuki. 1992. Olahraga Sebagai Academic Dicipline. Buletin Prestasi. Jakarta:
Pengurus Isori Indonesia.