MAKALAH STUDI AL QUR’AN
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah studi al qur’an Semester Ganjil 2021/2022
Dosen Pengampu : Lujeng Lutfiyah,M.Th.I
Oleh :
Ana Tsuroyya Muwahhidatul Ummah
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH (IAI TABAH)
KRANJI PACIRAN LAMONGAN
OKTOBER 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada Penulis, sehingga Penulis mampu merampungkan salah satu tugas yang berbentuk makalah sebagai salah satu persyaratan untuk menempuh mata kuliah studi al qur’an.
Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi utama al-qur’an dan pengertian I’jaz al-qur’an. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari sumbangsih orang-orang terdekat Penulis, karena itu dengan tulus Penulis sampaikan banyak terima kasih kepada:
1. Dosen pengampu mata kuliah Materi Studi Al-Qur’an semester I IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran.
2. Para Pegawai perpustakaan IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan yang telah membantu kami untuk menemukan referensi yang akurat.
3. Teman-teman sekelas semester I prodi PAI fakultas Tarbiyah IAI TABAH Kranji Paciran Lamongan yang selalu mengarahkan dan mengingatkan penulis jika penulis terdapat kekurangan.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Hal itu dikarenakan kelemahan dan keterbatasan kemampuan Penulis semata. Saran dan kritik yang konstruktif tetap kami harapkan dari audien/peserta diskusi yang budiman. Akhirnya semoga makalah ini membawa manfaat tidak hanya bagi Penulis namun juga bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Lamongan,23 september 2021 Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...1
C. Tujuan Penulisan Makalah...1
BAB II PEMBAHASAN...2
A. Fungsi utama al-qur’an...2
B. Pengertian i’jaz al-qur’an...2
C. Standar i’jaznya...3
D. Macam / bentuk i’jaz al-qur’an beserta contoh ayat...4
BAB III PENUTUP...7
A. Kesimpulan...7
B. Saran...7
DAFTAR PUSTAKA...9
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman allah yang di turunkan kepada nabi Muhammad (SAW) dengan perantara malaikat jibril. Fungsi al-qur’an terbagi menjadi beberapa macam baik dari fungsinya bagi agama islam dan bagi kehidupan manusia dan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Al-qur’an merupakan sumber utama ajaran islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim. Fungsi al-qur’an secara umum ialah untuk di baca,di pahami dan di amalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup manusia.dan al-qur’an mencakup setiap aspek kehidupan oleh sebab itu fungsi al-qur’an dalam agama islam sangatlah esensial.
B. RumusanMasalah
1. Apa fungsi utama Al-Qur’an?
2. Apa pengertian I’jaz Al-Qur’an?
3. Bagaimana standar I’jaz Al-Qur’an?
4. Apa saja macam/bentuk I’jaz Al-Qur’an beserta contoh ayatnya.
C. Tujuan
1. Menjelaskan fungsi utama Al-Qur’an.
2. Menjelaskan pengertian I’jaz Al-Qur’an.
3. Menjelaskan standar I’jaz Al-Qur’an.
4. Menjelaskan macam/bentuk I’jaz Al-Qur’an.
BAB II PEMBAHASAN A. Fungsi utama Al-quran
Fungsi al-qur’an secara global adalah sebagai asas agama islam,padanya terdapat asas setiap ilmu dengan bahasa manusia padazaman dahulundan sekarang dan akan datang. Fungsi al qur’an sebagai al-huda (al-qur’an sebagai Petunjuk) dalam al qur’an terdapat tiga kategori tentang posisi al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan al qur’an itu sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa dan kitab al-qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya dan Al-furqon (pemisah) untuk membedakan dan memisahkan antara yang haq dan yang bathil atau antara yang benar atau yang salah .Al-syifa(obat )al-qur’an berfungsi sebagai obat penyakit yang ada dalam dada, Al-mau’izah ( nasihat) bahwa al-qur’an berfungsi sebagai nasihat bagi orang-orang bertakwa dan al-qur’an adalah penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.1
B. Pengertian I’jaz Al-quran
Secara etimologis kata I’jaz berasal dari kata (a’jaza-yu’jizu) yang berarti melemahkan. Dengan demekian al-qur’an sebagai mukjizat bermakna bahwa al-qur’an merupakan sesuatu yang mampu melemahkan tentang menciptakan karya yang serupa denganya2.
Dalam kamus besar bahasa indonesia ‘’kata mukjizat’’ diartikan sebagai kejadian yang luar biasa yang sukar dijangkau oleh akal pikiran manusia.3
I’jaz sesungguhnya menetapkan kelemahan ketika mukjizat telah terbukti, maka yang nampak kemudian adalah kemampuan atau
1 Atang Abd.Hakim dan Jaih Mubarok,Metodologi Studi Islam(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2000),70-71.
2 H.Muh.quraish syihab dkk,sejarah dan ulum al-quran(Jakarta: Pustaka Firdaus,1999),106.
3 Quraish Syihab,Mu’jizat Al-quran dan aspek kebahasaan,isyarat ilmiah dan pemberitaan yang ghoib(Bandung: Mizan,1998),23.
‘’mu’jiz’’(yang melemahkan), oleh karena itu I’jaz al qur’an menerapkan kebenaran muhammad SAW dalam pengakuanya sebagai rosul yang memperlihatkan kelemahan manusia dalam menandingi mukjizatnya.4
Kemu’jizatan menurut persepsi ulama’ harus memenuhi kriteria 5 syarat sebagai berikut:
1. Mukjizat harus berupa sesuatu yang tidak di sanggupi oleh makhluk sekalian alam.
2. Tidak sesuai dengan kebiasaan dan tidak berlawanan dengan hukum islam.
3. Mukjizat harus berupa hal yang dijadikan seksi oleh seorang mengaku membawa risalah ilahi sebagai bukti atas kebenaran dan kebesaranya.
4. Terjadi bertepatan dengan pengakuan nabi yang mengjak bertanding menggunakan mukjizat tersebut.
5. Tidak ada seorang pun yang dapat membuktikan dan membandingkan dalam pertandingan tersebut.
Sedangkan ilmu yang dimaksud dengan I’jaz secara terminology ilmu al-qur’an sebagaimana yang di kemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
1. Menurut Manna’ Khalil Al-Qhatan
I’jaz adalah menampakkan kebenaran nabi muhammad SAW dalam pengakuan orang lain sebagai rosul utusan Allah SWT dengan menampakan kelemahan orang-orang arab untuk menandinginya atau menghadapi mukjizatyang abadi, yaitu Al-Qur’an dan kelemahan- kelemahan generasi sesudah mereka.5
2. Menurut Ali Al-Shabuni
I’jaz adalah menetapkan kelemahan manusia baik secara kelompok maupun bersama-sama untuk menandingi hal yang serupa
4 Manna khalil al-qothahan, mabahits fulumul qur’an diterjemahkan oleh muzakkir AS. Dengan judull studi ilmu-ilmu al-qur’an ( bogor: pustaka lentera antar nusa, 1996), hal.371.
5 Manna kholil al-qottan, studi ilmu-ilmu al-qur’an (terjemahan dari mubahits fiulumil qur’an) , ( jakarta :pustaka litera antar musa, 2004),hal.287.
denganya, maka mukjizat merupakan bukti yang datangnya dari Allah SWT yang di berikan kepada hambanya.
Mukjizat adalah perkara yang luar bisa yang di sertai dengan tantangan yang tidak mungkin tidak dapat di tandingi oleh siapapun dan kapanpun.
Jadi antara I’jaz dan mukjizat dapat dikatakan melemahkan hanya saja pengertia I’jaz di atas mengesankan batasan yang lebih spesifik yaitu Al-Qur’an. Sedangkan pengertian mukjizat itu dapat menegaskan batasan yang luas yakni bukan hanya berupa al-qur’an tetapi juga perkara-perkara lain yang tidak mampu di jangkau manusia secara keseluruhan.6
C. Standar I’jaz Al-quran
Ada tiga pendapat mengenai standar atau kadar kemukjizatan Al- Qur’an yaitu:
1.Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa mukjizat berkaitan dengan seluruh bagian Al-Qur’an, bukan sebagainya atau berkaitan dengan setiap surahnya
2.Sebagai ulama’ berpendapat bahwa mukjizat Al-Qur’an ada yang sedikit dan ada yang banyak tanpa batasan surah-surah tertentu, Berdasarkan firman allah, ‘’ Maka cobalah mereka membuat yang semisal denganya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang yang benar’’ Ath-Thur: 34)
3.Sekelompok lain berpendapat bahwa kemukjizatan Al-Qur’an berkaitan dengan suatu surah secara keseluruhan meski pendek, atau seukuranya seperti satu ayat atau beberapa ayat.
Ada tantangan untuk membuat sesuatu yang serupa dengan al- qur’an secara keseluruhan allah berfirman, ‘’katakanlah ‘sesungguhnya jika manusia dan ji berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al- qur’an ini, mereka tidak akan dapat mmbuat yang serupa denganya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain. ‘’( Al-isro’ : 88 )
6 Usman, ulumul qur’an hal.287.
Ada juga tantangan untuk membuat sepuluh surat yangbserupa engan surah al-qur’an allah berfirnan ‘’(kalau demikian) datangkanlah sepuluhsurah semisal denganya (Al-Qur’an) ‘’ ( Hud: 13)
Juga tantangan membuat satu surah yang semisal dengan surah al qur’an allah berfirman ‘’Maka buatlah satu surah semisal denganya dan ajaklah penolong-penolongmu selain allah , jika kamu orang-orang yang benar ‘’ ( Al-baqoroh: 23).
Kita tidak melihat kemu’jizatan pada kadar tertentu, karena kita bisa merasakanya di balik suara huruf-hurufnya dan pengaruh kata-kataya , seperti kita juga merasakanya pada ayat dan surah. Dengan demikian, al- qur’an adalah kalam allah.7
D. Macam/bentuk I’jaz Al-quran
Macam-Macam i’jaz al-qur’an secara garis besarnya I’jaz dapat di bagi ke dalam dua bagian pokok yaitu: mukjizat yang bersifat material indrawi dan mukjizat immaterial logis lagi dapat di butikan sepanjang masa. Agar lebih jelas akan dijelaskan dari kedua bagian pokok berikut ini :
1. Mukjizat material indrawi
Mukjizat para nabi terdahulu sebelum nabi Muhammad SAW.
Semuanya merupakan jenis mukjizat nabi material indrawi . mukjizat yang di miliki oleh para nabi tersebut, dapat langsung di saksikan oleh mata telanjang atau dapat ditangkap oleh indera mata, tanpa perlu di analisa. Namun peristiwa tersebut hanya ada dan terbatas pada kaum (masyarakat) di mana seorang nabi tersebut diutus.
Pada dasarnya keluarbiasaan yang di berikan allah kepada para nabi trdahulu tersebut merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapkan kepada mereka oleh pihak-pihak lawan misalnya: perahu nabi nuh as.
Yang di buat atas petunjuk allah sehingga mampu bertahan dalam situasi dalam ombak dan gelombang yang sedemikian dahsyat, tidak terbakarnya nabi ibrahim as., tongkat nabi musa as. Beralih wujud
7 Manna’ al-qatthan,dasar-dasar ilmu al-qur’an(Jakarta: ummul qura,2016),417-418.
menjadi ular. Semua mukjizat tersebut hanya bersifat inderawi siapapun tidak bisa menolak, namun terbatas bagi masyarakat di tempat para nabi menyampaikan risalahnya, dan berakhir dengan wafatnya nabi-nabi tersebut.8
2. Mukjizat immaterial logis dan kekal
Adapun mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu mu’jizat yang bersifat immaterial logis dan kekal, yaitu berupa al qur’an. Hal ini dimaksudkan bahwa Nabi Muhammad di utus kepada seluruh umat manusia himgga akhir zaman. Al-Qur’an sebagai bukti kebenaran ajaranya, ia harus siap untuk disajikan kepada semua orang,kapanpun , tanpa mengenal batas waktu, situasi, dan kondisi apapun.9
Sebagaimana yang dikatakan oleh auguste comte sebagaimana yang dikutip oleh Quraish shihab tentang fase-fase perkembangan pikiran manusia yaitu:
A. Fase keagamaan karena keterbatasan pengetahuan manusia tentang menafsirkan tentang semua gejala yang terjadi, di kembalikan kepada kekuasaan tuhan atau jiwa yang tercipta dalam pikiranya masing- masing.
B. Fase metafisika, semua fenomena atau kejadian dikembalikan pada awal kejadian, misalnya: manusia pada awal kejadianya.
C. Fase ilmiah, manusia dalam menafsirkan fenomena melalui pengamatan yang teliti dan penelitian sehingga dapat disimpulkan tentang hukum alam yang mengatur semua fenomena alam ini. Bila al-qur’an tidak logis dan tidak dapat di teliti kebenaranya melalui metode ilmiah maka membuat manusia ragu atau akan ada yang mengatakan bahwa al- qur’an tidak berguna. Hal ini tidak boleh terjadi pada sebuah mu’jizat
8 Quraish syihab, mukjizat al-qur’an dan aspek kebahasaan, isyarat ilmiah dan pemberitaan yang ghoib (bandung :mizan 1998),36.
9Quraish syihab, mukjizat al-qur’an dan aspek kebahasaan, isyarat ilmiah dan pemberitaan yang ghoib ( bandung : mizan 1998),36.
yang disiapkan untuk sekarang sampai akhir zaman dan sudah di jelaskan di surat yasin ayat 80.10
10 Quraish syihab, mukjizat al-qur’an dan aspek kebahasaan,isyarat ilmiah dan pemberitaan yang ghoib ( bandung :mizan 1998),
BAB III A. Kesimpulan
Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh allah untuk semua umat manusia. Dan fungsi al-qur’an bagi kehidupan manusia sebagai petunjuk jalan yang lurus dan juga sebagai pedoman bagi umat muslim dan juga menjadi sumber hukum yang di terapkan agar manusia tidak seenaknya menghakimi orang yang bersalah. Dan al-qur’an sebagai sumber daya syariat islam sedangkan i’jaz al-qur’an itu ilmu al-qur’an yang membahas mengenai keuatan dan susunan lafal dan kandungan al qur’an.
B. Saran
Demikianlah uraian makalah yang dapat kami sampaikan. Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun kami untuk lebih baik lagi dalam membuat makalah.kritik dan saran saya terima.
DAFTAR PUSAKA
Abd. Hakim, Atang, dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam , Bandung :Pt RemajaRosdakarya, 2000.
Al-qaththan, Manna’ .2016 : Dasar-Dasar ilmu Al-QUR’AN. Jakarta: UMMUL QURO.
Quraish syihab 1998.Mukjizat al-qur’an dan kebahasaan isyarat ilmiah dan pemberitahuan yang ghoib.1 (1) : 36.