• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH “TEKNIK SOSIODRAMA”

N/A
N/A
Rollanda Gharry E

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH “TEKNIK SOSIODRAMA” "

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“TEKNIK SOSIODRAMA”

Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Teknik-teknik BK di SD Dosen Pengampu: Dwi Sona, S.Pd, M.Si

Disusun oleh:

Kelompok 7 Kelas BK B 2021

1. Rollanda Gharry Eldzaka (2105096055) 2. Rendi Wardana Damanik (2105096068) 3. Wulan Permata Dewi (2105096077) 4. Khusnul Fatur Rahman (2105096086) 5. Rizki Muhammad Putra Wardana Patra (2105096087)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN TAHUN AJARAN

2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga kami dapat merampungkan penyusunan makalah dengan judul “Teknik Sosiodrama” tepat pada waktunya.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya.

Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Terutama kepada ibu Dwi Sona, S.Pd., M.Si yang telah memberikan arahan.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya.

Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran yang membangun.

Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah selanjutnya.

Samarinda, 28 Februari 2024

Penyusun,

Kelompok 7

(3)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Masalah ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Konsep Dasar Teknik Sosiodrama ... 3

B. Manfaat Teknik Sosiodrama ... 4

C. Tujuan Teknik Sosiodrama ... 5

D.Komponen-komponen Teknik Sosiodrama ... 6

E. Langkah-langkah Teknik Sosidrama ... 6

BAB III PENUTUP ... 10

A. Kesimpulan ... 10

B. Saran ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Di dalam struktur sekolah, kelompok remaja sering mendapatkan kesukaran bila pemimpin non formal dalam kelas bertentangan dengan pemimpin formal atau gumu. Hal ini dapat dilihat dari remaja atau siswa yang kini jauh lebih takut dengan sanksi sosial yang mereka terima dalam kelompok daripada sanksi yang diberikan oleh guru maupun pihak sekolah. Hal demikian dapat terjadi ketika individu tidak mampu bersikap asertif atau perilaku asertifnya rendah. Menurut Soendjojo (dalam Novalia dan Dayakisni, 2013), individu yang memiliki sikap asertif yang rendah memiliki banyak ketakutan irasional yang meliputi sikap menampilkan perilaku cemas dan tidak empunyai kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadinya.

Dalam hal ini penerapan asertif para siswa dianggap masih sangat kurang.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan layanan BK. Dalam layanan BK sendiri terdapat beberapa macam diantaranya layanan bimbingan klasikal dan layanan bimbingan kelompok. Pada layanan bimbingan kelompok banyak metode diantaranya home rome program, karyawisata, diskusi kelompok, kegiatan kelompok, organisasi murid permain peran seperti sosiodrama dan psikodrama, remidial teaching.

Ahmadi dan Supriyono (2004) menyatakan bahwa sosiodrama adalah suatu cara lalam bimbingan yang memberikan kesempatan pada murid untuk mendramatisasikar sikap, tingkah laku, atau penghayatan seseorang seperti yang dilakukan dalam hubungan sosial setiap hari di masyarakat. Selain itu, teknik sosiodrama memberikan pengalaman secara langsung mengenai kemungkinan permasalahan yang terjadi dan memberi kesempatan kepada siswa untuk merespon secara tepat.

Dengan cara ini, sosiodrama mengurangi isolasi antara anggotanya dan membantu dalam peningkatan harga diri. Selanjutnya, sosiodrama praktek menawarkan dalam mengembangkan dan mengasah keterampilan sosial,

(5)

2

khususnya komunikasi yang menjadi lebih baik. Klien juga dapat berlatih sikap baru dan mencoba peran baru dalam lingkungan yang aman. Sutradara dapat memfasilitasi proses ini melalui penggunaan terapi tugas peran di mana klien diminta untuk bermain peran sehingga klien akan merasakan manfaatnya.

Karena sosiodrama didasarkan pada spontanitas klien berpartisipasi dengan spontanitas tanpa perlu untuk fokus padahal itu sebagai masalah

Teknik sosiodrama berfokus pada bimbingan kelompok karena didalam teknik sosiodrama yaitu bermain peran dan topik sosial yang sedang hangat diperbincangkan serta juga dalam setting bukan permasalahan pribadi anggota kelompok sehingga penggunaan feknik sosiodrama sangat tepat dilakukan di bimbingan kelompok di mana anggota kelompok yang tidak ikut serta bermain peran bisa mendaoatkan manfaat yaitu pengetahuan dan wawawasan baru terkait permasalahan sosial yang sedang terjadi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu teknik sosiodrama?

2. Apa saja manfaat teknik sosiodrama?

3. Apa saja tujuan dari teknik sosiodrama?

4. Apa saja komponen-komponen dalam teknik sosiodrama?

5. Bagaimana langkah-langkah dalam teknik sosiodrama?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui apa itu teknik sosiodrama.

2. Untuk mengetahui manfaat dari teknik sosiodrama.

3. Untuk mengetahui tujuan dari teknik sosiodrama.

4. Untuk mengetahui komponen-komponen dalam teknik sosiodrama.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Dasar Teknik Sosiodrama

Sosiodrama berasal dari kata “sosio” yang artinya masyarakat, dan

“drama” artinya keadaan orang atau peristiwa yang dialami orang, sifat dan tingkah lakunya, hubungan seseorang, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya.

Menurut Djumhur dan Surya (dalam Nursalim dan Suradi, 2002:63) sosiodrama merupakan teknik dalam bimbingan kelompok untuk memecahkan masalah-masalah sosial melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu situasi masalah sosial.

Menurut Sanjaya (2012: 160-161) menjelaskan bahwa sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter, dan lain sebagainya.

Menurut Winkel (Dalam Aji, Imam, Bakti 2019:245) sosiodrama merupakan dramatisasi dari berbagai persoalan yang timbul dalam pergaulan dengan orang lain, termasuk konflik yang sedang dialami dalam pergaulan sosial. Bahwa metode sosiodrama merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah, caranya dengan memperlihatkan kepada siswa masalah bimbingan, hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa dibawah pimpinan guru.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan pengertian dari sosiodrama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memainkan peran tingkah laku dalam hubungan sosial, permainan ini ditujukan untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang timbul dalam hubungan sosial siswa, konflik-konflik atau tema yang dimainkan dalam sosiodrama pada

(7)

4

umumnya bukan merupakan konflik yang rumit atau mendalam, semua masalah berkaitan dengan hubungan antar sosial.

Teknik sosiodrama merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui drama, masalah yang didramakan adalah masalah- masalah sosial, teknik ini dilakukan melalui kegiatan bermain peran, dalam sosiodrama individu akan memerankan suatu peran tertentu dari situasi masalah sosial, pemecahan masalah individu diperoleh melalui penghayatan peran tentang situasi masalah yang dihadapinya, dari pementasan peran tersebut kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalah.

B. Manfaat Teknik Sosiodrama

Teknik sosiodrama digunakan karena memiliki manfaat untuk pengembangan kemampuan berekspresi sehingga peserta didik dapat menghayati berbagai bentuk perasaan, juga menggali daya khayal (imajinasi) dan kreativitas peserta didik.

Hartinah (2009: 114) mengemukakan manfaat bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk siswa adalah siswa diberi kesempatan yang luas untuk berpendapat dan membicarakan berbagai dramatisasi sosiodrama yang dilakukan.

Melalui sosiodrama dalam bimbingan kelompok diharapkan siswa dapat mengeksplorasi perasaannya, memperoleh wawasan tentang sikap, nilai dan persepsinya, mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah yang dihadapi, mengeksplorasi inti permasalahan yang diperankan melalui berbagai cara.

Layanan bimbingan dan konseling melalui teknik sosiodrama dipandang dapat menjadi salah satu media alternatif untuk membantu siswa dalam mendapatkan bimbingan dan latihan dengan memainkan peran-peran sosial, sehingga diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan: (1) pemahaman dan kesadaran dirinya; (2) kemampuan mengelola emosinya; (3) motivasi untuk meraih tujuan-tujuan yang ingin dicapai; (4) sikap empati terhadap orang; dan (5) kecakapan dalam membina hubungan dengan orang lain.

(8)

5 C. Tujuan Teknik Sosiodrama

Menurut Abit Adya Mukbakhit (Dalam Mawarni 2012:35) menjelaskan teknik sosiodrama lebih tepat digunakan untuk mencapai tujuan yang mengarah pada aspek afektif motorik dibandingkan pada aspek kognitif yang terkait dengan kehidupan hubungan sosial dan mendorong individu untuk mengenali, merasakan suatu situasi, tertentu.

Menurut Ahmad Munjin (2013:80) tujuan dari teknik sosiodrama adalah, agar peserta didik mampu menghayati dan menghargai perasaan orang, dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab, belajar bagaimana mengambil keputusan secara spontan dalam situasi kelompok, utnuk meangsang kelas agar berfikir dan memecahkan masalah, dan mendapatkan ketempilan sosial bagi peserta didik.

Sosiodrama mengarahkan siswa untuk mampu belajar merasakan kondisi yang ada didalam cerita atau naskah drama tersebut. Melalui cerita tersebut individu yang bermain peran maupun yang menyaksikan diharapkan mampu mengubah sikap dari yang negatif ke positif.

Terkait dari penjelasan beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama bertujuan untuk mendidik individu untuk mampu bersikap dalam menghadapi permasalahan di kehidupan sosial dengan merasakan secara langsung melalui peran-peran dalam drama.

Adapun tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode sosiodrama antara lain adalah :

1. Pembelajaran akan lebih mengembangkan emosi dari siswa yang melakukannya.

2. Mengembangkan ekspresi siswa.

3. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain.

4. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab.

5. Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan.

6. Merangsang kelas untuk berfikir dan memecahkan masalah.

(9)

6

Disamping itu, penggunaan metode sosiodrama dan bermain peranan dilakukan:

1. Apabila ingin melatih anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan 2. masalah-masalah yang bersifat sosial psikologis.

3. Apabila akan melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi pemahaman terhadap orang lain serta masalahnya.

4. Apabila ingin menerangkan suatu peristiwa didalamnya menyangkut orang banyak.

D. Komponen-komponen Teknik Sosiodrama 1. Pemimpin Kelompok

Pemimpin kelompok (PK) adalah konselor yang terlatih dan berwenang menyelenggarakan praktik konseling profesional. Konselor memiliki keterampilan khusus dalam menyelenggarakan bimbingan kelompok.

2. Anggota Kelompok

Dalam kegiatan layanan bimbingan kelompok, maka setiap anggota kelompok mempunyai peranan penting di dalam kelompok tersebut, dan anggota kelompok diharapkan memberikan sumbangan dengan memegang peranan-peranan yang telah ditetapkan didalam kelompoknya.

E. Langkah-langkah Teknik Sosiodrama

Langkah-langkah penyelenggaraan sosiodrama terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan penutupan (Kemendikbud, 2016:61). Pada tahap perencanaan, guru BK mengidentifikasi kebutuhan peserta didik/konseli, merumuskan tujuan layanan, mengidentifikasi materi berdasarkan kebutuhan dan tujuan, pengembangan skenario, merencanakan strategi pelaksanaannya dan merencanakan evaluasi dan diskusi pelaksanaan sosiodrama. Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan, dimana guru BK memberikan informasi mengenai teknis pelaksanaan sosiodrama. Pada tahap penutup guru BK/konselor menyimpulkan

(10)

7

hasil sosiodrama dan dilanjutkan dengan evaluasi. Langkah-langkah tersebut secara lebih rinci dijabarkan sebagai berikut:

1. Perencanaan. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini yaitu:

a. Identifikasi kebutuhan peserta didik, yaitu sikap dan keterampilan apa saja yang harus dimiliki peserta didik dalam kesehariannya berinteraksi dengan orang disekitarnya.

b. Merumuskan tujuan layanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

c. Identifikasi materi berdasarkan kebutuhan dan tujuan, untuk selanjutnya d. dikembangkan kedalam bentuk skenario sosiodram.

e. Mengembangkan skenario sosiodrama.

f. Merencanakan strategi pelaksanaan.

g. Merencanakan evaluasi, baik hasil maupun proses.

2. Pelaksanaan. Pada tahap ini sosiodrama mulai dilakukan oleh peserta didik, langkahlangkahnya sebagai berikut:

a. Guru bimbingan dan konseling/konselor menginformasikan (secara klasikal) bahwa dalam permainan sosiodrama peserta didik/konseli akan berperan sebagai kelompok pemain dan observer.

b. Guru bimbingan dan konseling/konselor membacakan garis besar cerita sosiodrama sesui dengan skenario yang telah disiapkan, dilanjutkan dengan pembacaan rambu-rambu atau pedoman pemain dari setiap pemegang peran.

c. Guru bimbingan dan konseling/konselor menentukan kelompok pemain, yang terdiri dari individu-individu yang memerankan peran-peran tertentu sesuai dengan tuntutan skenario. Penentuan pemain ini bisa melalui penawaran, didiskusikan di kelas, atau ditunjuk oleh guru bimbingan dan konseling/konselor.

d. Guru bimbingan dan konseling/konselor menjelaskan proses permainan adegan demi adegan seperti dalam skenario. Kelompok pemain diberi waktu sejenak untuk mempelajari skenario.

(11)

8

e. Guru bimbingan dan konseling/konselor memberi penjelasan kepada kelompok observer/penonton tentang tugas yang harus mereka lakukan dalam mengamati proses sosiodrama.

f. Guru bimbingan dan konseling/konselor memimpin diskusi setelah pelaksanaan sosiodrama.

3. Penutup. Pada tahap ini guru bimbingan dan konseling/konselor menyimpulkan hasil sosiodrama yang telah dilaksanakan dan diberi penekanan mengenai hasil belajar peserta didik. Setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi, baik hasil maupun proses.

Sedangkan menurut Romlah (2006, hlm. 104) menyebutkan langkah- langkah yang harus dilalui dalam pelaksanaan sosiodrama adalah sebagai berikut.

1. Persiapan. Fasilitator mengemukakan masalah yang akan diangkat menjadi tema sosiodrama, setelah itu diadakan diskusi mengenai sosiodrama tersebut.

2. Membuat skenario sosiodrama.

3. Menentukan kelompok yang akan bermain peran sesuai dengan skenarionya, dan memilih individu yang akan memegang peranan tertentu. Pemilihan individu beserta perannya dapat dipilih berdasarkan kesukarelaan, dipilih fasilitator, ataupun usulan dari anggota kelompok yang lain.

4. Menentukan kelompok penonton dan menjelaskan tugasnya, yaitu sebagai pengobservasi jalannya sosiodrama agar setelah pelaksanaan dapat didiskusikan.

5. Sosiodrama, para pemain dapat diberikan waktu beberapa menit untuk mempersiapkan perannya masing-masing.

6. Follow up, merupakan diskusi yang dilaksanakan setelah sosiodrama selesai berdasarkan hasil observasi kelompok penonton.

7. Ulangan permainan. Dari hasil diskusi akan ditentukan apakah sosiodrama perlu diulang atau tidak.

Dengan melihat beberapa langkah untuk melaksanakan sosiodrama tersebut, maka persiapan yang matang sangat dibutuhkan agar tujuan yang

(12)

9

dimaksud dapat tercapai dengan baik. Selain itu dalam pelaksanaannya, sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar dapat berjalan dengan baik.

(13)

10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Sosiodrama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memainkan peran tingkah laku dalam hubungan sosial, permainan ini ditujukan untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang timbul dalam hubungan sosial siswa, konflik-konflik atau tema yang dimainkan dalam sosiodrama pada umumnya bukan merupakan konflik yang rumit atau mendalam, semua masalah berkaitan dengan hubungan antar sosial.

Teknik sosiodrama digunakan karena memiliki manfaat untuk pengembangan kemampuan berekspresi sehingga peserta didik dapat menghayati berbagai bentuk perasaan, juga menggali daya khayal (imajinasi) dan kreativitas peserta didik.

B. Saran

Metode sosiodrama apabila digunakan dengan baik oleh guru, banyak manfaat yang dapat dipetik, sebagai berikut:

1. Dapat mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan, di mana tidak selalu terjadi dalam metode ceramah atau diskusi.

2. Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain.

3. Dengan adanya keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi, penerapan metode sosiodrama dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran sebagai tujuan proses pembelajaran bisa tercapai dengan baik.

(14)

11

DAFTAR PUSTAKA

Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2012.

Istarani, Kumpulan 40 Metode pembelaran, (Medan: Media Persada, 2013).

Suhardita, K. (2011). Efektivitas penggunaan teknik permainan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan percaya diri siswa. Edisi khusus, 1, 127- 138.

Sari, E. P. (2013). Pengembangan model layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan sikap prososial. Jurnal Bimbingan Konseling, 2(2).

Roshita, I. (2015). Upaya meningkatkan perilaku sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling, 1(2).

Bakti, W. P., Imam, I. K., & Aji, E. S. (2019, July). KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR AGAMA DI ERA INDUSTRI 4.0.

In SEMBIKA: Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling.

Mawarni, M. E. (2012). Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Tata Krama Pergaulan di Sekolah Pada Siswa Kelas X. 6 SMA Negeri Colomadu Tahun Pelajaran 2011/2012.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam sosiodrama materi pembelajaran yang diberikan adalah masalah-masalah sosial yang sangat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.Dengan demikian antara keterampilan sosial

perasaan tentang dunia sosial dan tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan. Permainan dilakukan dengan teman satu kelas atau satu kelompok. Peranan sosiodrama dalam

Berdasarkan kedua kesimpulan diatas maka belajar sosial adalah suatu proses tingkah laku dimana kita mengamati, bahkan meniru suatu pola perilaku orang lain (masyarakat) yang

mendramatisasikan sikap, tingkah laku atau penghayatan seseorang seperti yang dilakukan.. dalam hubungan sosial sehari-hari di masyarakat. Selain melalui observasi yang

Metode sosiodrama adalah suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti dalam

Sesuai dengan peran guru sebagai konselor adalah ia diharapkan akan dapat merespon segala masalah tingkah laku yang terjadi dalam proses pembelajaran, Oleh karena itu, guru

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran role playing adalah cara mengajar dengan bermain peran dalam bentuk tingkah laku kehidupan sosial

Roestiyah (2008: 90) mengemukakan dengan menggunakan metode sosiodrama siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial