• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Fisioterapi Neuromuscular Pada Kasus Stroke di ruang ICU Acute Care

N/A
N/A
Ashifa Quamila

Academic year: 2024

Membagikan " Manajemen Fisioterapi Neuromuscular Pada Kasus Stroke di ruang ICU Acute Care"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PERTEMUAN KE-3

MANAJEMEN FISIOTERAPI NEUROMUSCULAR PADA KASUS STROKE DI RUANG

ICU/ ACUTE CARE

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI

ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(2)

RUANG ICU/ ACUTE CARE

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(3)

PERALATAN RUANG ICU

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(4)

PERALATAN RUANG ICU

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(5)

PERALATAN RUANG ICU

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(6)

Menurut WHO, stroke adalah deficit neurologis fokal (ataupun global) oleh karena gangguan fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama lebih dari 24 jam atau kurang tetapi dapat menyebabkan kematian tanpa penyebab lain selain masalah vascular.

DEFINISI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(7)

Laporan World Health Organisation (WHO) tahun 2008 menyatakan bahwa 7,3 juta jiwa meninggal akibat ischemic heart disease dan 6,2 juta jiwa diantaranya adalah disebabkan oleh stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Stroke merupakan penyebab kematian keenam pada negara-negara berpendapatan rendah dan merupakan penyebab kematian kedua pada negara-negara berpendapatan menengah dan tinggi.

EPIDEMIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(8)

Data seluruh pasien stroke di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013 ada 350 pasien stroke hemoragik dan 757 pasiens stroke iskemik. Kemudian, data awal Januari sampai Desember 2014 mencatat ada 258 pasien sroke hemoragi dan 913 pasien dengan stroke iskemik.

EPIDEMIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(9)

PATOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(10)

Usia

Jenis kelamin 1.

2.

Umumnya stroke cenderung lebih sering menyerang laki-laki dibandingkan wanita.

Namun wanita memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan laki-laki jika terkena stroke.

FAKTOR RESIKO

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(11)

3. Ras/ etnik

FAKTOR RESIKO

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(12)

4. Genetik

FAKTOR RESIKO

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(13)

Trombosis pada sistem saraf pusat dapat diakibatkan oleh : dinding pembuluh darah yang tidak normal, biasanya penyakit degeneratif, inflamasi (vaskulitis) atau trauma, abnormalitas darah seperti polisitemia, adanya gangguan aliran darah

Stroke Iskemik 1.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(14)

Embolisme dapat berasal dari komplikasi penyakit degeneratif dan penyakit jantung : penyakit katup jantung, fibrilasi atrium, infark miokard yang baru terjadi.

Stroke Iskemik 1.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(15)

Gejala neurologis dan tanda dari stroke iskemik umumnya muncul secara tiba- tiba, yang paling khas adalah serangan hemiparesis. Gejala dan tanda bervariasi tergantung dari lokasi oklusi.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(16)

Perdarahan intraserebral/Intracerebral Hemorrhage (ICH) adalah kelainan dari sistem neurologis yang ditandai dengan perdarahan masuk ke parenkin otak yang tidak disebabkan oleh trauma.

Stroke Hemoragik 1.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(17)

Perdarahan intraserebral/Intracerebral Hemorrhage (ICH). Gejala neurologis dari ICH biasanya membunuh dalam beberapa menit atau beberapa jam.

Presentasi klinis bervariasi berdasarkan ukuran dan lokasi ICH. Gejala umum ICH adalah sakit kepala, mual, dan muntah.

Sakit kepala lebih sering terjadi pada pasien dengan hematoma yang luas.

Stroke Hemoragik 1.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(18)

Gejala neurologis dan tanda dari stroke iskemik umumnya muncul secara tiba- tiba, yang paling khas adalah serangan hemiparesis. Gejala dan tanda bervariasi tergantung dari lokasi oklusi.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(19)

Perdarahan Subaraknoid bisa terjadi secara spontan, tetapi sebagian besar disebabkan oleh pecahnya aneurisma otak dengan atau tanpa hematoma intraserebral.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(20)

Perdarahan subaraknoid dibagi menjadi dua :

a) Perdarahan Subaraknoid Primer, yaitu yang bukan disebabkan karena trauma ataupun perdarahan intraserebral.

b) Perdarahan Subaraknoid Sekunder, yaitu perdarahan yang bukan dari Subaraknoid melainkan dari luar misalnya tumor ataupun perdarahan intraserebral.

TANDA DAN GEJALA

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(21)

PATOFISIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(22)

PATOFISIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(23)

PATOKINESIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(24)

PATOKINESIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(25)

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

PROGRAM STUDI S-1 FISIOTERAPI ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

(26)

ADA PERTANYAAN ?

(27)

SOAL

Bapak Furin, 49 tahun mengeluh wajahnya tampak miring sejak 4 hari sebelum masuk RS. Pasien menyadari bahwa sudut bibir kiri tampak terjatuh. Pasien menyangkal adanya kelemahan pada anggota gerak dan menyangkal adanya riwayat HT, DM, merokok. Pemeriksaan neurologi dijumpai adanya wajah asimetris, sudut bibir kiri lebih rendah, dan pasien tidak mampu untuk mengangkat alis atau mengerutkan dahi kiri.

Kelainan saraf pada kasus tersebut adalah ?

(28)

PILGAN

A. Parese CN V tipe perifer B. Parese CN VII tipe sentral C. Parese CN V tipe sentral D. Parese CN XII tipe sentral E. Parese CN VII tipe perifer

(29)

JAWABAN

B. Parese CN VII tipe sentral

(30)

KASUS

Heldi berusia 35 tahun dibawa keruang ICU karena tidak merespon saat dibangunkan oleh istrinya. Dari alloanamnesis, 2 hari yang lalu pasien sempat demam tinggi di ruang UGD. Pasien juga sempat mengeluh nyeri kepala dan tampak gelisah. Keluhan lain berupa lemas dan nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan rekam medik, dijumpai keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran sopor, TD 150/90mmhg, HR 100x/menit, RR 26x/menit, suhu 38,7oC.

(31)

HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI

(32)

REFERENSI

Neurological Physiotherapy., 2016. Neurological physiotherapy [online].

[viewed 10 March 2023]. Available from:

http://neurologicalphysiotherapy.com

Physical Therapy, Physiotherapy and the Nervous System. APTA Volume 12, Issue 3, May 1932, Pages 122–124, ttps://doi.org/10.1093/ptj/12.3.122

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tesis : KETEPATAN SKORING ACUTE PHYSIOLOGI AND CHRONIC HEALTH EVALUATION (APACHE) III TERHADAP PROGNOSIS PENDERITA PNEUMONIA YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT

post laparatomi Atas indikasi Internal Bleeding di Ruang Intensive Care Unit. (ICU) Di

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Responden diharapkan

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Ny.S DENGAN INFARK MIOCARD AKUT (IMA) DI RUANG INTENSIVE CARE.. UNIT (ICU) RUMAH SAKIT SITI KHADIJAH

jantung sebelum dilakukan orientasi ke ruang Intensive Care Unit (ICU) mengalami kecemasan sedang sebanyak 12 responden (54,5%), kecemasan berat sebanyak 10 responden (45,5%)

PENGARUH POSISI LATERAL TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN DENGAN VENTILASI MEKANIK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU).. RSUP DR

v HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT ICU Tasya Putri Herisyhalina Abstrak Resiliensi adalah suatu proses

Tasya Putri Herisyhalina, 2023 67 HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT ICU UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu