• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen humas dan pemasaran

N/A
N/A
irsyad cicad

Academic year: 2025

Membagikan "manajemen humas dan pemasaran"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

SDM PELAYANAN PUBLIK

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Humas Yang diampu oleh Bapak Kacung Wahyudi, M.Pd.I.

Disusun oleh kelompok 3 :

1. Mohammad Hilman Nur Rahman H (05) 2. Ifan Wardi (06)

3. Moh mohlas (07)

4. Mohammad Irsyad Wira Saputra (28)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA 2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “SDM Pelayanan Publik”Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Manajemen Humas. selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “SDM pelayanan publik” bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak selaku pengampu mata kuliah “Manajemen Humas” yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Pamekasan, 10 April 2022 Penulis

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang...1

Rumusan Masalah...2

Tujuan... 2

BAB II PEMBAHASAN...3

Pengertian SDM pelayanan publik...3

Pengelolaan strategi peningkatan SDM dalam peningkatan kinerja...4

BAB III PENUTUP...6

Kesimpulan... 6

Saran... 6

DAFTAR PUSTAKA...7

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

layanan Publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yangsangat luas.

Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsimemberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulaidari pelayanan dalam bentuk peraturan atau pun pelayanan-pelayanan lain dalamrangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan,, kesehatan,utilitas, dan lainnya.

Masyarakat sebagai pelanggan dalam jasa pelayanan publik semakin hari semakin bertambah kuantitasnya. Dengan demikian masyarakat yang dilayani dan ingindipuaskan juga semakin bertambah. Implikasinya kepuasan masyarakat menjadititik yang krusial. Jika negara tidak mampu memberikan pelayanan yang baikkepada warganya, negara akan ditinggalkan oleh warga negaranya (King danStivers, 1998).

Dalam pelayanan publik kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) harus baik,karena kualitas SDM akan mempengaruhi kepuasan masyarakat dalam pelayanan publik, terutama dipemerintah daerah sebagai mana yang tercantum dalam Inpres(Instruksi Presiden) No. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan MutuPelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat. Peningkatan kualitas SDMdi pemerintahan daerah saat ini perlu dilakukan, mengingat dimana saat ini pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah masih jauh dari kondisi idealyang diharapkan. Masih terdapat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawabyang memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan.Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah haruslah sesuai dengan prinsip penyelenggaraannya yaitu:

1. Kesederhanaan: Prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudahdipahami, dan mudah dilaksanakan.

2. Kepastian: Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurunwaktu yang telah ditentukan.

3. Akurasi: Produk pelayanan publik dapat diterima dengan benar, tepat, dansah.

4. Tidak diskriminatif: Tidak membedakan suku, ras, dan agama.

1

(5)

5. Bertanggung jawab: Pimpinan penyelenggaraan pelayanan publik yangditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan publik.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan SDM pelayanan publik?

2. Apa yang dimaksud dengan strategi peninkatan SDM dalam pengingkatan kinerja?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian pengelolaan SDM pelayanan publik 2. Untuk mengetahui strategi peninkatan SDM dalam pengingkatan kinerja 3.

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengelolaan SDM pelayanan publik

pelayanan publik merupakan pelayananyang diberikan oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara terhadapmasyarakatnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat itu endiri dan memilikitujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.1

Undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publikmendefinisikan Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalamrangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.2

1. Kualitas pelayanan Publik

Pelayanan pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai aktivitas seseorang, sekelompok dan/atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Menurut Monir (2013:16), pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung. Sedangkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993), mengemukakan bahwa pelayanan adalah sebagai bentuk kegiatan pelayanan dalam bentuk barang atau jasa dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat.

2. Pendidikan dan pelatihan

Pendidikan dan pelatihan merupakan penciptaan suatu lingkungan di mana sumber daya manusia (SDM) dapat memperoleh atau mempelajari sikap, kemampuan, keahlian, pengetahuan dan perilaku yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Menurut Heindjrachman (2002:228), pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang, termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan memutuskan terhadap persoalanpersoalan yang menyangkut kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Siagian (2006:92), pengertian pendidikan adalah keseluruhan proses, teknik dan metode belajar mengajar dalam rangka mengalihkan suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

1 Tony Bush, Leadership and Management Development (Los Angeles & London: SAGE Pub. 2008)

2 Ruslan Rosady, Public Relations dan Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010)

3

(7)

.

B. Strategi peninkatan SDM dalam pengingkatan kinerja

Pengembangan SDM tidak hanya dilakukan dikalangan masyarakat saja namun juga dilakukan di perusahaan dengan mengembangkan potensi karyawannya3

1. Gambaran Pelayanan public

a. Rendahnya kualitas pelyanan public

Sistem dan prosedur pelayanan yang berbelit-belit, dan sumber daya manusia yang lamban dalam memberikan pelayanan, mahal, tertutup, dan diskriminatif serta berbudaya bukan melayani melainkan dilayani  juga merupakan aspek layanan publik yang banyak disoroti.

b. Tingginya penyalahgunaan kewenangan

faktanya KKN semakin meningkat dan menjadi permasalahan di seluruh lini pemerintahan dari pusat hingga daerah.

c. Birokrasi yang panjang dan tumpang tindih

penyelenggaraan pelayanan publik menjadi panjang dan melalui proses yang berbelit-belit, sehingga besar kemungkinan timbul ekonomi biaya tinggi, terjadinya penyalahgunaan wewenang, korupsi, kolusi, dan nepotisme, perlakuan diskriminatif, dan lain-lain.4

2. Motivasi pegawai

Dalam memberikan pelayanan kepada stakeholder sangat diperlukan semangat dalam bekerja dan motivasi kerja yang tinggi. Upaya untuk meningkatkan semangat kerja tidak terlepas dari motivasi. Motivasi yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi itu hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan. Motivasi kerja begitu penting bagi yang ingin bertahan di suatu karier, untuk mengembangkan karier bahkan untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi, tanpa motivasi kerja tidaklah mungkin akan mencapai prestasi kerja yang tinggi. Orang yang sukses adalah orang yang memiliki motivasi kerja yang tinggi.

Motivasi kerja yang dimiliki seseorang tentunya berbeda-beda dan juga berubah- ubah. Ada seseorang yang bekerja dengan semangat karena menginginkan

3 Mellita, D., Aliya, S., & Elfanso, E. (2020). Green Supply Chain Management at Cullinary Small Business:

Some Notes To Consider. Dinasti International Journal of Digital Business Management, Volume 1, No. 4, 512-521.

(8)

penghasilan tambahan atau promosi jabatan, hal tersebut wajar-wajar saja. Motivasi kerjapun sering naik turun. Tidak selamanya kegairahan dalam bekerja berada pada titik maksimal. Kadangkala seorang pekerja mengalami penurunan gairah bekerja karena kejenuhan atau bisa saja karena sesuatu hal yang dihadapinya.5

3. Konsep motivasi pelayanan public

Melihat pentingnya peran motivasi pelayanan publik bagi seorang pelayanan yang bekerja sebagai seorang aparatur pemerintahan maka dari itu penulis kemudian menggunakan teori yang dikemukakan oleh Fredererick Herzberg untuk melihat bagaimana motivasi pelayanan publik di Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

Menurut teori Frederick Herzberg, karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan Dissatisfier atau hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators.6

4. Profesionalisme pelayanan public

Mewujudkan penyelenggaraan suatu instansi yang baik dan bersih harus pula didukung salah satu unsur mendasar, antara lain profesionalisme pegawai dalam menjalankan tugas. Di dalamnya ada pegawai yang profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Profesionalisme dalam hal ini lebih ditujukan kepada kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan yang baik, bersih, adil, dan tepat sasaran, tidak hanya sekadar kecocokan keahlian dengan tempat penugasan.

Setiap aparatur dituntut harus memiliki kemampuan dan keahlian untuk memahami perkembangan yang ada dan kebutuhan masyarakat yang dilayani.7

5 Sr. Maria Assumpta Rumanti, Dasar-dasar Public Relations (Jakarta; PT. Grasindo, 2002)

6 Robbins, S. B., Davenport, M., Anderson, J., Kliewer, W., Ingram, K., & Smith, N. (2003). The role of motivation and self-regulatory behaviors on first-year college adjustment. Unpublished manuscript. Iowa City, IA: ACT.

7 Prayudi, SIP, MA, Ph.D, Publik Relations Stratejik (Yogyakarta, 2012)

5

(9)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

B. Saran

Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasanya pengetahuan atau minimnya referensi. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca terutama pada dosen pengampu mata kuliah ini, agar dapat dalam pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Atas kritik dan sarannya, penulis mengucapkan terimakasih.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

7

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Pelayanan Publik menurut Undang-Undang tersebut adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi masyarakat atas

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan Kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan