MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA
KB 1 S.D 3
O L E H :
N O O R C H O L I S M A D J I D
J A K A R TA 2 0 2 0
Pokok Bahasan
• Konsep Dan Kebijakan Perencanaan Dan Penganggaran;
• Manajemen Anggaran Tingkat Nasional;
• Manajemen Anggaran Tingkat K/L
3
Konsep Dan Kebijakan Perencanaan Dan Penganggaran
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
4
Konsep Perencanaan
Reformasi Perencanaan di Indonesia ditandai dengan disahkannya UU No 25 tahun tentang Sistem Perencanaan Nasional.
Perencanaan merupakan tahapan yang sangat penting bagi jalannya sebuah organisasi termasuk organisasi negara.
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa
depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan
sumber daya yang tersedia.Dalam proses Perencanaan ditentukan arah
dan tujuan organisasi serta bagaimana cara dan langkah-langkah untuk
mencapai tujuan organisasi tersebut.
5
Indonesia dan Korea Selatan Kenapa BERBEDA?
Korsel dan Indonesia sama-sama memiliki perencanaan ekonomi 5 tahunan.
Sama-sama memulai dengan industri berat (baja).
Sama-sama negara birokrasi (bureucratic state)
1973 Indonesia tertolong oleh krisis OPEC, Korsel menderita karena krisis.
Sama-sama terkena krisis 1997 (dan sama-sama menerima bantuan IMF).
6
Indonesia
7
8
Korea Selatan
9
Why ?
Pembangunan
Governance:
weak planning
& execution
Political aspects
Leadership/wea k gov’t
Crisis
Social aspects
Landasan Perencanaan di
Indonesia
1. UUD 1945 Amandemen keempat
2. UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
3. UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara
4. UU No.1/2004 tentang Perbendaharaan Negara
5. UU No.27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD 6. Perpres Nomor 61 Tahun 2019 Tentang Rencana Kerja
Pemerintah Tahun 2020
7. PP No. 90/2010 Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran
Kementerian Negara / Lembaga
Perundangan dalam Sistem Perencanaan dan Penganggaran
11
UUD 1955
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang:
• melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan;
• untuk memajukan kesejahteraan umum;
• mencerdaskan kehidupan bangsa, dan;
• ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.
12
UU Sistem Perencanaan Nasional
1)Dasar Pemikiran 2)Ruang Lingkup
3)Proses Perencanaan 4)Tahapan Perencanaan
13
Proses Perencanaan
Lima pendekatan dalam seluruh rangkaian perencanaan, yaitu:
i. politik;
ii. teknokratik;
iii.partisipatif;
iv.atas-bawah (top-down); dan v.bawah-atas (bottom-up).
14
Tahapan Perencanaan
i. penyusunan rencana;
ii. penetapan rencana;
iii.pengendalian pelaksanaan rencana; dan iv.evaluasi pelaksanaan rencana.
15
Istilah-Istilah Terkait Dengan Perencanaan
a) Rencana Pembangunan Jangka Panjang, b) Rencana Pembangunan Jangka Menengah,
c) Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra-KL);
d) Renstra-SKPD,
e) Rencana Pembangunan Tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP);
f) Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang juga disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),
g) dst
16
Visi dan Misi yang hendak dicapai.
Tujuan merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi dan misi (RPJMN)
Program Penjabaran kebijakan K/L dalam bentuk upaya yang berisi satu atau
beberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk
mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi K/L;
KOMPONEN PERENCANAAN
Sasaran: Hasil yang diharapkan dari suatu program atas keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan.;
Kegiatan : Bagian dari program yang
dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari
sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil, barang
modal termasul peralatan dan teknologi, dana
atau kombinasi dari beberapa atau kesemua
jenis sumberdaya tersebut sebagai masukan
(input) untuk menghasilkan keluaran (output)
dalam bewntuk barang/jasa.
Kinerja adalah adalah prestasi kerja berupa
keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program dengan kuantitasdan kualitas terukur
Sasaran (target): Hasil yang diharapkan dari suatu program atas keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan
Outcomes: Segaka sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program;
Output: Barang atau jasa yang dihasilkan oleh
kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung
pencapaian sasaran dan tujuan program dan
kegiatan;
Perencanaan Kegiatan Satuan Kerja
20
Program
Kegiatan
Output
Kegiatan
Output 1 Output 2 Output 1
Komponen 1 Komponen
2 Komponen
3
Output 2
Komponen 1 Komponen
2
Perhatikan keterakitannya
Diselaraskan dengan RPJM & Renstra K/L
MencerminkanTugas- Fungsi K/L atau
penugasan
Keterkaitan Perencanaan
Pemerintah Pusat Dengan Daerah
21
Logic Model Sebagai Pendekatan Dalam Penyusunan Perencanaan
• Salah satu konsep yang dipakai dalam rangka membuat perencanaan yang baik adalah
konsep. Perencanaan yang baik harus mampu menunjukkan langkah-langkah yang harus
dijalankan agar tujuan tercapai. Hal ini seperti
kita membuat sebuah peta jalan untuk mencapai tujuan dengan cara yang paling efektif dan
efisien. Contoh map yang baik adalah seperti google map yang mampu menunjukkan dengan detil arah dan jalan yang harus kita laui untuk mencapai suatu tujuan
22
Logic Model
Tujuan dari logic model adalah memberikan gambaran lengkap kepada stakeholder
dengan sebuah road map yang
menguraikan keterkaitan langkah-langkah atau tindakan yang dilakukan agar program
yang telah direncanakan mampu mencapai tujuan yang diharapkan”
23
Kerangka kebijakan fiscal jangka menengah (Medium Term Fiscal Framework) yang dilaksanakan secara konsisten (aggregate fiscal discipline);
Efisiensi Alokasi (allocative efficiency), yaitu prinsip memastikan anggaran dialokasikan pada prioritas dan mencapai manfaat yang terbesar dari ketersediaan dana yang terbatas; dan
Efisiensi dalam pelaksanaan dengan meminimalkan biaya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan (technical and operational efficiency).
Tiga prinsip utama pengelolaan
keuangan publik yang baik, yaitu:
Pendekatan Penganggaran
1. Anggaran Terpadu (Unified Budgeting);
2. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting);
3. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (Medium Term Expenditure Framework).
26
27
Pendekatan Penganggaran
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
1. Unified Budgeting (Anggaran Terpadu)
semua kegiatan instansi pemerintah dalam APBN yang disusun secara terpadu (dana, pelaksana);
2. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah
kerangka kerja yang secara eksplisit menunjukkan keterkaitan antara kedisiplinan pengeluaran pemerintah dalam kondisi keterbatasan anggaran (budget constraint).
3. Anggaran Berbasis Kinerja
menghubungkan anggaran negara (pengeluaran negara) dengan hasil yang diinginkan (output dan
outcome)
Apa Yang Ingin Anda Capai?
What do you want to achieve?
Jalan Raya (km) Dalam Kondisi Baik
Waktu Tempuh Atau Jumlah Pengguna Jalan
Keamanan dan kenyamanan bagi pengguna Jalan
PEN-
CAPAIAN VISI DAN
MISI
Darimana Titik Awal Pemikiran Dimulai ?
PENDEKATAN PENGANGGARAN
Unified Budget/Terpadu
Klasifikasi Organisasi
Klasifikasi
Fungsi Klasifikasi
Belanja
• Bagian Anggaran
• Satuan Kerja
• Fungsi
• Sub Fungsi
• Program
• Kegiatan
• Belanja Pegawai
• Belanja Barang
• Belanja Modal
• Belanja Pembayaran Kewajiban Utang
• Belanja Subsidi
• Belanja Hibah
• Belanja Bantuan Sosial
• Belanja Lain - Lain
30
MTEF/KPJM
Konsep Tujuan
1. Rolling Budget 2. Baseline
3. Parameter
4. Baseline adjustment 5. New Initiative
1. Budget Discipline 2. Improve Quality of
Planning
3. Best Policy Option 4. Budget Sustainability 5. Allocative Efficiency
PENDEKATAN PENGANGGARAN
31
PBB
Instrumen Konsep
Performance Oriented
Let the manager manage
Money Follow Function
1. Output 2. Outcome 3. IKK/IKU
4. Target Kinerja Fleksibilitas → kwn revisi
Tusi:
1. Renstra 2. Renja
Indikator Kinerja Standar Biaya
Evaluasi Kinerja
Rumusan Kinerja 1. Cost Structure 2. Benchmark 3. SPM
1. R & P
2. Rekomendasi alokasi
3. Rekomendasi Bimtek
PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
32
• indikator yang mencerminkan tolok ukur untuk menca-pai sasaran program (outcome)
• Pendekatan yang digunakan dapat fokus pada efektivitas, efisiensi, outcome atau kepuasan pelanggan
• sebagai instrumen evaluasi kinerja
Syarat Penerapan PBK
Indikator Kinerja
Standar Biaya
Evaluasi Kinerja
• mencerminkan kebutuhan dana untuk menghasilkan sebuah output atas pelaksanaan sebuah kegiatan
• Menunjukan seluruh komponen/item yang harus dibiayai
• Penetapan unit cost untuk setiap komponen/item, menggunakan harga yang paling ekonomis namun tetap memperhatikan kualitas produk
• Membandingkan rencana kinerja dan realisasi berdasarkan indikator yang telah ditetapkan
• Menganalisis perbedaan (gap) yang terjadi dan merumuskan alternatif solusi
• Menyempurnakan indikator kinerja untuk tahap selanjutnya
• Rekomendasi kelangsungan kebijakan
INDIKATOR KINERJA
► Ukuran kuantitatif dan kualitatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan
► Indikator kinerja dikategorikan ke dalam kelompok : - masukan (input)
- keluaran (output) - hasil (outcomes) - manfaat (benefit)
► Indikator Kinerja pada sisi penggunaan sumber daya adalah penetapan standar biaya dengan tingkat efisiensi yang maksimal
► Kinerja yang relatif lebih baik dapat diindikasikan
dengan pencapaian target output/outcomes yang
sama dengan tingkat penggunaan sumber daya
yang lebih minimal dalam suatu kurun waktu
tertentu
35
Pendekatan Penganggaran
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Struktur Anggaran Penerapan PBK
PROGRAM OUTCOME
OUTPUT KEGIATAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
KOMPONEN SUB KOMPONEN
DETAIL
BELANJA
PROSES PENCAPAIAN OUTPUT
KB 2:
MANAJEMEN ANGGARAN TINGKAT NASIONAL (KEBIJAKAN FISKAL DAN
PENYUSUNAN APBN)
Kebijakan Fiskal
1. Pengertian Kebijakan Fiskal 2. Fungsi Kebijakan Fiskal
3. Instrumen Kebijakan Fiskal
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Fiskal 5. Asumsi Dasar APBN Dan Ekonomi Makro
6. Penyusunan APBN 7. Revisi APBN
37
Pengertian Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk mengelola pengeluaran
dan perpajakan atau penggunaan instrumen-instrumen fiskal untuk
mempengaruhi bekerjanya sistem ekonomi agar memaksimumkan kesejahteraan
ekonomi
38
Fungsi Kebijakan Fiskal
Tujuan-tujuan spesifik dari kebijakan fiskal tersebut antara lain:
a)Koreksi atas ketidakseimbangan sementara,
b)Stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan
c)Redistribusi pendapatan.
39
Fungsi Kebijakan Fiskal
• fungsi-fungsi spesifik dari kebijakan fiskal.
Ketiga fungsi spesifik dari kebijakan fiskal itu adalah fungsi:
– Alokasi;
– distribusi;
– dan stabilisasi.
40
Instrumen Kebijakan Fiskal
Adalah penerimaan dan pengeluaran dalam APBN sebagai suatu rencana operasi keuangan pemerintah.
a)Peningkatan penerimaan karena perubahan tarif pajak akan berpengaruh pada ekonomi,
b)Pengeluaran pemerintah akan berpengaruh pada stimulasi pada perekonomian melalui dampaknya terhadap sisi pengeluaran agregat,
c) Politik anggaran (surplus, berimbang, atau defisit) sebagai respon atas suatu kondisi,serta
d)Strategi pembiayaan dan pengelolaan utang.
41
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Fiskal
1.Faktor internal 2.Faktor eksternal
42
Asumsi Dasar APBN Dan Ekonomi Makro
• pertumbuhan ekonomi,
• tingkat inflasi,
• nilai tukar rupiah,
• suku bunga SBI 3 bulan,
• harga minyak mentah ICP, dan lifting minyak dan Gas
Indikator-indikator tersebut merupakan asumsi dasar ekonomi makro yang menjadi acuan bagi perhitungan besaran pendapatan, belanja, dan
pembiayaan dalam APBN. 43
Penyusunan APBN
44
No Kegiatan Time Frame/Pelaku Kegiatan
1 Pagu Indikatif Sekitar Maret Perencanaan Belanja
K/L termasuk non K/L kecuali subsidi dan bunga utang) secara komprehensif ditetapkan pada periode ini
Resource Envelope;
Asumsi Ekonomi Makro;
Pendapatan Negara dan Hibah;
Belanja Negara;
Pembiayaan
Menkeu/Bappenas
Pagu Indikatif Belanja K/L Menghitung Belanja Negara Tri Lateral Meeting
SEB Pagu Indikatif
Menkeu/Bappenas/KL
2 RKP, Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro
Sekitar Mei
Diajukan Pemerintah ke DPR dan Penentuan Kebijakan Umum dan prioritas Anggaran
Pada periode ini perencanaan belanja K/L dan beberapa non K/L lebih banyak pada penyesuaian terhadap perubahan asumsi ekonomi makro (bila ada/minor) dan kebutuhan baru
3 Pagu Anggaran Sekitar Juni
KL menyusun RKA KL 4 Nota Keuangan dan RAPBN Sekitar Agustus
Disampaikan Presiden ke
DPR
Contoh Struktur APBN
45
46
APBN Tahun XXX
Kontribusi penerimaan
perpajakan terus dioptimalkan dan dilakukannya peningkatan belanja negara yang lebih berkualitas (spending better)
(Rp triliun)
Kebijakan Fiskal
dlm APBN XXX
Contoh Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBN Tahun XXX
RAPBN APBN
5,3 3,1 14.400 5,4 65 734 1.191
5,3 3,1 14.400 5,4 63 755 1.191
Pengangguran (%) Kemiskinan (%) Gini Rasio (indeks) Indeks Pembangunan Manusia
RAPBN APBN
4,8 – 5,1 8,5 – 9,0 0,375 – 0,380 72,51
4,8 – 5,0 8,5 – 9,0 0,375 – 0,380 72,51
Asumsi Dasar Ekonomi Makro
Target
Pembangunan
memperhatikan perkembangan ekonomi terkini
Terdapat perubahan pada harga dan lifting minyak dengan mempertimbangkan harga minyak dunia dan prospek lifting minyak ke depan
Upaya meningkatkan kesejahteraan a.l ditunjukkan dengan kesepakatan untuk menurunkan target tingkat pengangguran di dalam APBN 2020
47
48
Indikator Kesejahteraan Menjadi Target Utama Yang Akan
Dicapai dalam APBN
Revisi APBN
a. Adanya perubahan asumsi dasar penyusunan APBN yang terjadi selama tahun anggaran berjalan,
b. Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal,
c. Adanya kebutuhan pengeluaran yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dan tidak dapat dihindari yang menyebabkan terjadinya pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja, serta d. Adanya target penerimaan yang tidak tercapai, sehingga
perlu penyesuaian pengeluaran atau pembiayaan APBN yang mengakibatkan harus digunakannya saldo anggaran lebih tahun sebelumnya.
49
KB 3:
MANAJEMEN ANGGARAN TINGKAT
KEMENTERIAN/LEMBAGA
1. Hubungan Renja dengan dokumen perencanaan lainnya;
2. Siklus Perencanaan & Penganggaran Tahunan Pemerintah dan Kementerian/Lembaga;
3. Tata Cara Penyusunan RENJA K/L
4. Penyusunan Anggaran Pada Satuan Kerja.
5. Rumusan Output Kegiatan
51
Hubungan Renja dengan dokumen perencanaan lainnya Pada level Nasional dokumen perencanaan tahunan dihimpun dalam RKP, sedangkan perencanaan kegiatan tahunan oleh K/L dituangkan dalam dokumen perencanaan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L). Renja K/L adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran strategis Kementerian/Lembaga (rentsra K/L) serta disusun mengacu pada RKP.
52
Siklus Perencanaan & Penganggaran Tahunan Pemerintah dan
Kementerian/Lembaga
53
Tata Cara Penyusunan RENJA K/L
a) Penyusunan Rancangan Awal Renja K/L;
b) Penyusunan Rancangan Renja K/L;dan
c) Pemutakhiran Rancangan Renja K/L menjadi Renja K/L.
54
Proses Penyusunan RKP dan Renja K/L
55
Tabel 4.4.
Tugas dan Tanggungjawab
No. Pihak yang Terlibat
Tugas & Tanggung Jawab
1 Kepala Biro
Perencanaan K/L
1) Bertanggung jawab penuh serta memastikan Renja K/L yang dikirimkan (submit) adalah benar (valid);
2) Melakukan submit Renja K/L dalam sistem informasi Krisna; dan
3) Menugaskan 1 (satu) orang staf Biro Perencanaan K/L sebagai admin.
2 Admin Biro
Perencanaan K/L
a. Membuat user tambahan bagi unit kerja terkait dan menjamin keamanan penggunaannya; dan
b. Mengkoordinasikan pengumpulan data dan informasi bagi penyusunan Renja K/L.
3 Staf Biro
Perencanaan K/L
Melakukan input dan mengubah data seluruh unit kerja Renja K/L.
4 User
Kementerian/
Lembaga
Melakukan input data Renja K/L untuk setiap unit kerja (Eselon I dan Eselon III) yang menjadi tanggung jawabnya.
5 Direktorat di Kementerian
PPN/ Bappenas yg menjadi Mitra K/L
a. Melakukan penelaahan terhadap Renja K/L yang dikirimkan (submit) oleh K/L yang menjadi mitra kerjanya sesuai hasil koordinasi;
b. Melakukan validasi (Approve/Reject/No Action) terhadap Renja K/L yang telah di telaah dalam Sistem Informasi KRISNA; dan
c. Melakukan usulan (request) untuk membuka Sistem Informasi sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
6 Direktorat
Anggaran-DJA, Kemenkeu yang menjadi Mitra K/L
a. Memastikan Renja K/L yang dikirimkan direktorat mitra K/L di Kementerian PPN/Bappenas telah lengkap, sebelum dikirimkan ke Kementerian Keuangan sebagai dasar penyusunan RKA-K/L;
b. Mengkoordinasikan keseluruhan proses penyusunan, penyesuaian, dan revisi terkait sistem informasi Renja K/L; dan
c. Membuka atau mengunci sistem informasi sesuai dengan kewenangan.
7 Direktorat Sistem dan Prosedur Pendanaan Pembangunan, Kemnetrian PPN/
Bappenas
8 Direktorat Sistem Penganggaran, DJA,
Kementerian Keuangan
56
Penyusunan Anggaran Pada Satuan Kerja
Satuan Kerja merupakan organisasi terkecil yang memiliki otoritas dalam penyusunan perencanaan, penganggaran dan penyusunan laporan keuangan dalam rangka mencapai tujuan. Satuan Kerja pada umumnya berada pada level eselon II atau III. Sebuah satuan kerja dipimpin oleh kepala satuan kerja atau Kepala Kantor yang bertanggungjawab atas ketercapaian tugas dan fungsi (tusi) organisasi dan dibantu oleh bidang atau seksi teknis sesuai dengan tusi satuan kerja tersebut.
57
KEMENTERIAN / LEMBAGA
(K/L)
UNIT ESELON I
Indikator Kinerja Indikator
Output Program
Sasaran Program (Outcome)
Indikator Kinerja Sasaran Strategis
(Outcome/Impact)
UNIT ESELON
II/ SATKER Input Aktivitas
Indikator
▪ Outcome+Indikator (Renstra K/L)
▪ Strategis dan perspektif eksternal
▪ Outcome+Indikat or (Renstra K/L)
▪ perspektif eksternal
▪ Output+Indikator ditentukan unit Esl. I
▪ Perspektif eksternal
▪ Output Esl. I ikhtisar dari seluruh output kegiatan yang mencerminkan tusi utama eselon I/program
Output
▪ Output+Indikator
▪ Perspektif eksternal
▪ Aktivitas = komponen pada RKA-K/L eksisting dan dapat
ditambahkan dengan yang baru
RKA- K/L Sasaran
Kegiatan
REKAP II REKAP I
REKAP III
Penyusunan Informasi Kinerja (KRISNA) dalam Proses Perencanaan dan Penganggaran
Rekap Program
Rekap Kegiatan
Menjadi referensi pada aplikasi RKA-K/L
Indikator Kinerja
Struktur RKA K/L
Output
Kegiatan
Program
Sub Fungsi
Fungsi
Klasifikasi Fungsi
Jml Rp Indikator Kinerja
Outcome
Indikator Kinerja
Total Rp
60
Struktur RKA-K/L Klasifikasi Organisasi
PRIORITAS
FOKUS PRIORITAS
KEGIATAN PRIORITAS
KEM/LEMBAGA
ESELON I
ESELON II/SATKER
KEGIATAN TUPOKSI KEGIATAN
PRIORITAS
LEVEL NASIONAL
Target Kinerja Total Rp
Target Kinerja Total Rp
Jml Rp Output dan
Volume Output
Indikator Kinerja
Jml Rp Output dan
Volume Output
Indikator Kinerja Program
Outcome
Indikator Kinerja
Total Rp
• Fungsi dan Sub Fungsi;
• Prioritas atau Non Prioritas.
Indikator Kinerja Nasional Indikator Kinerja
Nasional
Rumusan Output Kegiatan
61
P R OG R AM OUT C OME
K E G IAT AN OUT P UT OUT P UT OUT P UT
K E G IAT AN OUT P UT OUT P UT OUT P UT
STRUKTUR ANGGARAN
K OMP ONE N
S UB K OMP O NE N
DE T IL B E L A NJ ADE T IL
B E L A NJ ADE T IL B E L A NJ A
K OMP ONE N K OMP ONE N
S UB K OMP O NE NS UB
K OMP O NE N
S UB O UT P UT
Pokok2 Penyusunan RKA KL, Kementerian/Lembaga dan :
a. Pagu Indikatif adalah ancar-ancar anggaran yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga sebagai pedoman dalam penyusunan Renja K/L.
b. Pagu Anggaran Kementerian selanjutnya disebut Pagu Anggaran K/L adalah batas tertinggi anggaran yang dialokasikan kepada Kementerian/Lembaga dalam rangka penyusunan RKA-K/L.
c. Alokasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga yang selanjutnya disebut Alokasi Anggaran K/L adalah batas tertinggi anggaran pengeluaran yang dialokasikan kepada Kementerian/ Lembaga berdasarkan hasil pembahasan Rancangan APBN yang dituangkan dalam berita acara hasil kesepakatan pembahasan rancangan APBN antaraPemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.
d. Kinerja adalah prestasi kerja berupa keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program dengan kuantitas dan kualitas terukur.
62
Terima Kasih