• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA ISLAMI

N/A
N/A
Syafira Amalia Sholihah

Academic year: 2024

Membagikan "MANAJEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA ISLAMI "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA ISLAMI

Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah MANAJEMEN KELUARGA ISLAMI

Dosen Pengampu:

Fendy Krisna Rusdiana,M.Psi.

Disusun Oleh:

Kelompok 11

Irwan Saputra (303200022)

M. Hafizh Taqi Anwar (303200026) Syafira Amalia Sholihah (303200032)

PRODI BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS USHULLUDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2022/2023

(2)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Keluarga Islami dengan lancar. Kemudian, Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada, Bapak Fendi Krisna Rusdiana, M.Psi.

selaku dosen pengampu mata kuliah “Manajemen Keluarga Islami”, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul “MANAJEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA ISLAMI’’.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan jauh dari kata sempurna serta banyak sekali terdapat kekurangan, untuk itu kami sebagai penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar kedepannya kami bisa mengerjakannya dengan lebih baik lagi. Dan semoga makalah yang kami buat dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Ponorogo, November 2022 Penyusun,

Kelompok 11

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

A. Latar Belakang...4

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan...4

BAB II...5

PEMBAHASAN...5

A. Pengertian Manajemen Konflik...5

B. Sebab-Sebab Terjadinya Konflik...6

C. Jenis-Jenis Konflik & Akibat yang ditimbulkan...7

D. Cara Manajemen Konflik Keluarga dalam Islam...8

BAB III...10

PENUTUP...10

A. Kesimpulan...10

DAFTAR PUSTAKA...11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perbedaan merupakan fitrah bagi setiap manusia. Dan konflik dalam keluarga timbul karena adanya perbedaan pendapat dalam berbagai hal antara pasangan suami- istri yang dibiarkan begitu saja dan tidak segera diselesaikan dengan baik. Jika sebuah konflik tidak dikelola dengan baik maka akan berakibat terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan berujung penceraian.

Konflik yang ada dalam kehidupan keluarga bagaikan garam yang menjadikan masakan lezat dalam kadar yang sesuai. Konflik tidak selalu bersifat negative, yang membuat konflik itu berdampak negatif adalah bagaimana cara seseorang itu dalam menyikapi dan memahaminya

Manajemen konflik digunakan untuk mencari cara menekan ketegangan, meredam ledakan emosi, dan menghindari sebab-sebab pemicunya, kemudian mengatasi konflik yang timbul dengan membangun komunikasi keluarga yang baik dan terbuka agar hubungan selalu harmonis.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari manajemen konflik?

2. Apa saja sebab-sebab terjadinya konflik dalam keluarga?

3. Apa saja jenis-jenis konflik dalam keluarga dan akibat yang ditimbulkan?

4. Bagaimana cara manajemen konflik keluarga dalam Islam?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari manajemen konflik.

2. Untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya konflik dalam keluarga.

3. Untuk mengetahui berbagai jenis konflik dalam keluarga dan akibat-akibat yang ditimbulkan.

4. Untuk mengetahui cara manajemen konflik dalam keluarga menurut Islam.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Konflik

Manajemen secara etimologi berasal dari kata “manage” yang berarti memerintah, memimpin atau bisa juga diartikan sebagai suatu pengurusan.

Maksudnya adalah dengan mengurus atau mengatur, memimpin atau membimbing yang dilakukan terhadap pihak lain dalam rangka usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu1. Menurut Muhammad Munir dan Wahyu Ilahi (2006), Manajemen merupakan suatu proses yang diterapkan oleh indvidu atau kelompok dalam upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan2.

Sedangkan konflik berasal dari kata kerja Latin “configure” yang artinya saling memukul atau saling menyerang. Com, yang berarti bersama dan Figere yang berarti penyerangan3. Konflik merupakan suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat atau lebih yang berpengaruh terkait dengan pihak-pihak yang bersangkutan yang menghasilkan pengaruh positif maupun pangaruh negative. Konflik adalah keadaan dimana terdapat pertentangan baik secara fisik maaupun non fisik, oleh kelompok ataupun perorangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konflik berarti percekcokan; perselisihan; atau pertentangan.

Pertentangan yang terjadi antara dua pihak, pertentangan dalam diri, dan lain sebagainya4.Konflik dapat berdampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik.

Maka dari itu, agar sebuah konflik dapat terkelola dengan baik, diperlukan adanya manajemen konflik.

Dari beberapa pengertian manajemen dan konflik diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik merupakan suatu proses untuk mengelola konflik dengan cara menyusun berbagai strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki konflik sehingga mendapatkan solusi dan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi5.

1 Abdulsyani, Manajemen Organisasi. Jakarta: Bina Aksara, (1967), cet. Ke-1, hal. 1.

2 Satyagraha, Hadi. The Case Method: Mendidik Manajer Ala Harvard. Jakarta: Erlangga, (2012).

3 Richard Nelson-Jones, Human Relationship Skill, Cara Membina Hubungan Baik dengan Orang Lain, terj.

Drs. R. Bagio Prihatono, Jakarta: Bumi Aksara, (1996).

4 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, (2001), hal. 587.

5 Abdhul, Yusuf, Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh. Artikel (online). Tahun 2021.

https://penerbitbukudeepublish.com/materi/manajemen-konflik/, diakses pada 7 September 2022

(6)

B. Sebab-Sebab Terjadinya Konflik

Sebagai pasangan suami istri, dalam mengarungi bahtera rumah tangga tentunya tidak selalu merasakan bahagia. Adakalanya mereka menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Berbagai masalah yang terjadi pastilah memiliki sumber-sumber penyebab dan pemicu terjadinya konflik dalam rumah tangga.

Diantara sebab-sebab terjadinya konflik dalam keluarga adalah sebagai berikut ini6; a) Perbedaan pendapat. Setiap orang pasti memiliki perbedaan pendapat, terlebih

pada pasangan suami-istri. Perbedaan pendapat bisa muncul kapan saja dan bahkan menyangkut hal-hal kecil.

b) Masalah ekonomi/keuangan. Tidak hanya terkait kemiskinan, banyak sekali orang yang sudah mapan secara materi, namun masih berambisi untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa melihat halal haramnya.

Waktunya habis untuk mencari materi dan melupakan keawajibannya terhadap keluarga.

c) Cemburu. Hal ini memang wajar terjadi dalam keluarga, namun cemburu yang berlebih justru bisa menimbulkan konflik. Sering kali cemburu dialami tanpa alasan yang jelas. Rasa saling percaya dalam keluarga merupakan kunci rumah tangga harmonis.

d) Perselingkuhan. Kasus ini sering sekali kita temui, terutama di zaman seperti sekarang ini. Perselingkuhan bisa terjadi di mana saja terutama di kota-kota besar.

e) Kekerasan. Tingkat kekerasan di Indonesia cukuplah tinggi. Seringkali hal ini terjadi pada kaum wanita. Sebanyak 11,4% penduduk wanita di Indonesia mengaku pernah mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga.

f) Gangguan seksual. Gangguan seksual dapat mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga. Seperti tidak mampunya seorang istri atau suami dalam

memberikan nafkah batin kepada pasangan, serta melakukan hal-hal yang tidak pantas dan menyakiti pasangan ketika berhubungan.

g) Kurang komunikasi. Keluarga yang selalu sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing serta tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memicu terjadinya konflik. Padahal komunikasi yang baik merupakan kunci terjaganya keharmonisan dalam keluarga.

Meskipun konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar terjadi, akan tetapi hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masalah yang terjadi harus segera diselesaikan agar tidak memberikan dampak negatif dalam kehidupan rumah tangga.

6

Redaksi dalam Islam, Konflik dalam Keluarga – Penyebab dan Cara Mengatasinya. Artikel (online). Tahun 2021.

https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/konflik-dalam-keluarga, diakses pada 7 September 2022

(7)

C. Jenis-Jenis Konflik & Akibat yang ditimbulkan

Konflik yang terjadi dalam rumah tangga ada 2 yaitu; yang berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal) keluarga. Konflik internal merupakan masalah yang disebabkan oleh keluarga itu sendiri, seperti adanya perbedaan pendapat atau perbedaan sifat dan kepribadian anggota keluarga. Sedangkan konflik eksternal merupakan masalah yang berasal dari luar keluarga, seperti munculnya pihak ketiga yang mengganggu rumah tangga dan menimbulkan kecemburuan7.

Konflik keluarga jika di klasifikasikan berdasarkan jangka waktu ada 2, yaitu;

Solvable Conflict (konflik yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek), dan Perpetual Conflict (konflik yang berlangsung lama)8.

1) Solvable Conflict, merupakan konflik keluarga jangka pendek yang akar permasalahannya mudah untuk ditemukan dan diselesaikan serta tidak memakan waktu lama. Contoh dari konflik ini diantaranya, ketika akan memilih tempat liburan yang akan dikunjungi, perbedaan pendapat dalam pemilihan warna tembok yang cocok untuk rumah, perabotan apa yang akan dibeli, dll. Perbedaan pendapat dalam masalah solvable conflict akan cepat hilang dan dapat menyatukan suara.

2) Perpetual Conflict, merupakan konflik keluarga jangka panjang yang bisa saja akan bertahan selamanya. Penyebab perpetual conflict bersifat lebih dalam dan pribadi bagi para individu. Contoh dari konflik ini seperti, adanya perbedaan kepribadian dan sifat individu, perbedaan budaya, serta kepercayaan yang dianut, dll. Dalam situasi tertentu, Perpetual Conflict ini akan terus menerus muncul dalam beberapa situasi yang berbeda.

Jika konflik tidak segera diselesaikan akan menimbulkan akibat-akibat yang negatif. Diantaranya;

a) Berdampak negatif bagi pertumbuhan, perkembangan serta kesehatan mental anak.

b) Memudarnya perasaan sayang dan cinta dalam keluarga.

7

Abrori, Faisol. Psikologi Keluarga:Jenis-jenis Konflik dalam Keluarga dan Penyebabnya. Artikel (online).

Tahun 2022. https://www.faisol.id/2022/05/psikologi-keluarga-jenis-jenis-konflik.html, diakses pada 13 November 2022.

8

8 Teonata, Amanda. Jenis dan Manfaat Konflik Keluarga. Artikel (online).

https://www.uc.ac.id/marriageandfamily/jenis-dan-manfaat-konflik-keluarga/, diakses pada 13 November 2022.

(8)

c) Menjadi bahan pembicaraan tetangga dan masyarakat sekitar apabila berita tentang permasalahan dalam rumah tangga diketahui orang lain dan menyebar ke lingkungan sekitar.

D. Cara Manajemen Konflik Keluarga dalam Islam

Sumber-sumber penyebab munculnya konflik dalam keluarga haruslah dihindari. Apabila suatu konflik sudah muncul dalam keluarga, pasangan harus mengetahui bagaimana cara mengatasi konflik tersebut agar tidak menjadi semakin besar. Dalam memanajemen konflik keluarga, Islam telah memberikan caranya sebagai berikut9;

a) Perencanaan Keluarga yang Mumpuni.

- Sebelum melaksanakan sebuah pernikahan, penting sekali bagi para pasangan untuk mengetahui tujuan dari pernikahan yang akan mereka laksanakan.

- Memilih pasangan suami atau istri sesuai dengan kriteria dalam Islam.

- Mempersiapkan dari aspek ruhaniyah dan jasadiyah. Ruhaniah (mental dan batin) sedangkan jasadiyah (kesehatan yang baik).

- Mempersiapkan materi (nafkah keluarga) dan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

b) Melaksanakan kewajiban sesuai peran masing-masing. Suami mencari nafkah bagi keluarga, sedangkan istri berkewajiban melayani suami.

Apabila konflik sudah terlanjur muncul dalam keluarga, cara untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang timbul, diantaranya adalah sebagai berikut ini;

a) Membicarakan masalah dalam waktu yang tepat, disaat keadaan emosi sudah stabil. Dalam Islam, jika menghadapi suatu masalah harus bersikap sabar, sesuai dengan Hadist Rasulullah yang artinya, “Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga”. (HR. At-Thabrani)10.

9 Syukur, Taufik Abdillah & Siti Rafiqoh. Manajemen Konflik Keluarga Menurut Al-Qur’an. Tangerang Selatan: Parju Kreasi, 2018.

10

Setiawanti, Raizza Monik. 6 Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Menurut Islam. Artikel (online). Tahun 2021. https://www.popbela.com/relationship/married/raizza-monik-setiawanti/cara- menyelesaikan-konflik-rumah-tangga-menurut-islam/5, diakses pada 14 November 2022.

(9)

b) Dalam menyelesaikan masalah gunakan rasa kasih sayang di dalamnya, dengan tutur kata yang lemah lembut dan tidak menyakiti hati pasangan11. Bahkan Rasulullah pun selalu bertutur kata baik dan lemah lembut kepada keluarganya.

“Maka berkat rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.

c) Bermusyawarah untuk memikirkan jalan keluar terbaik yang akan di tempuh bersama-sama. Ketika bermusyawarah masing-masing harus menghormati adanya perbedaan pendapat dari pasangan.

d) Saling memaafkan satu sama lain. Masing-masing individu harus menyadari bahwa tidak selamanya yang pertama kali meminta maaf adalah dia yang salah.

Akan tetapi, meminta maaf adalah bukti bahwa dia telah menurunkan egonya dan ingin berdamai.

e) Menjaga komunikasi dan menguakan rasa saling percaya. Komunikasi yang baik merupakan kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Sedangkan rasa percaya akan menimbulkan perasaan baik sangka (husnudzon) sehingga hati menjadi tenang12. Karena pransangka-prasangka buruk (suudzon) hanya akan membuat hati menjadi gelisah dan masalah tidak akan bisa diselesaikan dengan cepat. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat:12 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”.

11 Redaksi dalam Islam, Konflik dalam Keluarga – Penyebab dan Cara Mengatasinya. Artikel (online). Tahun 2021.

https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/konflik-dalam-keluarga, diakses pada 14 November 2022 12 Setiawanti, Raizza Monik. 6 Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Menurut Islam. Artikel (online).

Tahun 2021. https://www.popbela.com/relationship/married/raizza-monik-setiawanti/cara-menyelesaikan- konflik-rumah-tangga-menurut-islam/5, diakses pada 15 November 2022.

(10)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Untuk menghindari adanya konflik dalam sebuah keluarga maka, sebelum memutuskan untuk menikah, setiap individu haruslah memiliki perencanaan pernikahan yang baik, mengetahui tujuan pernikahan yang telah disepakati bersama, serta memahami hak dan kewajiban masing-masing. Jika hal ini diperhatikan dengan sungguh-sungguh, konflik dalam keluarga dapat di minimalisir agar tidak sering terjadi.

Namun, dalam sebuah kehidupan rumah tangga tidaklah mungkin jika tidak ada satupun konflik yang terjadi, pasti suatu saat keluarga tersebut akan mendapat konflik. Oleh karena itu, diperlukan manajemen konflik yang baik agar sebuah masalah tersebut dapat segera diatasi dan tidak menjadi semakin besar. Perlunya komunikasi yang baik, rasa kepercayaan yang tinggi, bertutur kata baik dan lemah lembut, serta saling memaafkan satu sama lain menjadi jalan agar konflik dapat segera diselesaikan dengan cepat.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Abdhul, Yusuf, Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh. Artikel (online).

Tahun 2021. https://penerbitbukudeepublish.com/materi/manajemen-konflik/, diakses pada 7 September 2022

Abdulsyani, Manajemen Organisasi. Jakarta: Bina Aksara, (1967), cet. Ke-1, hal. 1.

Abrori, Faisol. Psikologi Keluarga:Jenis-jenis Konflik dalam Keluarga dan Penyebabnya.

Artikel (online). Tahun 2022. https://www.faisol.id/2022/05/psikologi-keluarga- jenis-jenis-konflik.html, diakses pada 13 November 2022.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, (2001), hal. 587.

Redaksi dalam Islam, Konflik dalam Keluarga – Penyebab dan Cara Mengatasinya. Artikel (online). Tahun 2021. https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/konflik- dalam-keluarga, diakses pada 7 September 2022

Richard Nelson-Jones, Human Relationship Skill, Cara Membina Hubungan Baik dengan Orang Lain, terj. Drs. R. Bagio Prihatono, Jakarta: Bumi Aksara, (1996).

Satyagraha, Hadi. The Case Method: Mendidik Manajer Ala Harvard. Jakarta: Erlangga, (2012).

Setiawanti, Raizza Monik. 6 Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Menurut Islam.

Artikel (online). Tahun 2021.

https://www.popbela.com/relationship/married/raizza-monik-setiawanti/cara- menyelesaikan-konflik-rumah-tangga-menurut-islam/5, diakses pada 15 November 2022.

Syukur, Taufik Abdillah & Siti Rafiqoh. Manajemen Konflik Keluarga Menurut Al-Qur’an.

Tangerang Selatan: Parju Kreasi, 2018.

(12)

Teonata, Amanda. Jenis dan Manfaat Konflik Keluarga. Artikel (online).

https://www.uc.ac.id/marriageandfamily/jenis-dan-manfaat-konflik-keluarga/, diakses pada 13 November 2022.

Referensi

Dokumen terkait

dapat mempengaruhi gaya manajemen konflik integrating, dan untuk dapat menggunakan integrating sebagai gaya manajemen konflik, dibutuhkan kemauan yang kuat dan

Sedangkan Lynne Irvine (dalam Wirawan, 2010) mengatakan bahwa manajemen konflik adalah strategi organisasi dan individu yang digunakan untuk mengidentifikasi

Selanjutnya untuk deskripsi manajemen konflik kompromi terhadap kinerja tenaga kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar menggunakan manajemen konflik kompromi

Gaya ini dapat digunakan ketika konsensus tidak bisa dicapai, semua pihak memerlukan solusi yang bersifat sementara untuk memecahkan masalah yang kompleks, atau gaya

Pandangan lama dan baru tentang konflik Pandangan Lama  Konflik dapat dihindarkan  Konflik disebabkan :  kesalahan manajemen  Pengacau  Konflik mengganggu organisasi dan

Karena itu agar berdampak positif bagi organisasi harus dikelola secara baik dengan mengetahui sumber-sumber konflik sebagai berikut: 1 Kebijakan sebagai sumber konflik Timbulnya

Latar belakang dilakukannya studi mengenai Kepemimpinan, Konflik dan Manajemen Konflik yaitu agar konflik dapat dikenali serta dipahami, dan selanjutnya dapat dikelola oleh pemimpin/

iii Dampak Konflik Sosial yang terjadi di Desa Werinama sangat berdampak negatif kepada para aktor konflik itu sendiri yaitu ada yang mengalami luka-luka, masuk penjara,merusak hubungan