• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen-lembaga-pendidikan-islam.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen-lembaga-pendidikan-islam.pdf"

Copied!
222
0
0

Teks penuh

Dengan upaya semaksimal mungkin, penyusun upaya- kan menyajikan yang terbaik, sehingga terwujud penyusunan buku ini. Adapun penyusunan buku ini merupakan adaptasi dari hasil penelitian penelitian menejemen pendidikan Islam yang kami fokuskan dengan judul “Manajemen Lembaga Pendidikan Islam”.

Pengertian Manajemen Pendidikan Islam

Berdasarkan pengertian diatas manajemen lembaga pendidi- kan islam dapat diartikan sebagai suatu proses penataan atau pen- gelolaan lembaga pendidikan islam yang melibatkan sumberdaya manusia dan menggerakannya untuk mencapai tujuan pendidi- kan Islam secara efektif dan efisien sebagaimana tergambar dalam pengertian diatas.6. Manajemen pendidikan adalah seni dan ilmu mengel- ola sumber daya pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Prinsip Manajemen Lembaga Pendidikan

Prinsip yang mula-mula dilaksanakan oleh administra- tur muslim dalam manajemen lembaga pendidikan adalah prinsip keadilan. Maksudnya adalah dalam melakukan sebuah hal terma- suk manajemen lembaga pendidikan hendaklah mem- biarkan hal itu berlalu artinya tidak berharap apaun.

Fungsi Manajemen Pendidikan

Perencanaan merupakan susunan langkah-langkah secara sis- tematik dan teratur untuk mencapai tujuan organisasi atau memecahkan masalah tertentu. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai se- seorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

Model Manajemen Yang Cocok dengan Lembaga

Bagi lembaga pendidikan Islam yang memang “dari, oleh dan untuk masyarakat”, maka mengembalikan pendidi- kan Islam kepada masyarakat merupakan sebuah keniscaya- an apabila pendidikan Islam ingin mengambil dan mendaya- gunakan kekuatannya. Pertama, adanya lembaga semacam Board of Trustees atau semacam Majlis Wali Amanah yang nggotanya dari wakil masyarakat yang memiliki integritas dan komit- men yang tinggi terhadap pendidikan Islam.

Kempemimpinan dalam Lembaga Pendidikan

8 Mulyasa, Menjadi Pemimpin lembaga pendidikan islam Profesional, (Bandung:Rema- ja Rosda Karya a) Kemampuan membimbing guru dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, seorang pemimpin termasuk pemimpin lembaga pendidikan islam untuk memiliki kualifikasi kredi- bel dan dapat dipercaya langkah awalnya harus membangun kualitas moral.

Tipe–Tipe Pemimpinan dalam Lembaga Pendidikan

Dalam hal ini, tipe kepemimpinan seperti ini tentunya juga tidak sesuai dengan semangat yang seharusnya tumbuh dalam suatu or- ganisasi. Mengingat bahwa dalam tipe kepemimpinan ini, seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh ang- gota dalam proses pengambilan keputusan.

Fungsi dan Kompetensi Pemimpin Lembaga Pendidikan 50

Berkaitan dengan kepala sekolah sebagai leader yang harus membangun dan menjaga kultur organisasi, seorang kepala sekolah harus mampu memahami anggota yang dipimpinnya, baik guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Apabila kepala sekolah dapat memposisikan dirinya sebagai manager dan leader, maka dapat dipastikan sekolah dapat semakin maju.

Pengertian Manajemen Sumberdaya Manusia

Menurut Simamora, manajemen sumber daya manusia ada- lah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja.3 Berikut beberapa pengertian manajemen sumber daya manusia menurut para ahli dalam buku R. Ilmu dan seni mengatur hubugan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan peru- sahaan, karyawan, dan masyarakat. Hard approach lebih menekankan MSDM pada aspek kuantitatif, kalkulatif dan aspek strategik bisnis pa- ling pentinguntuk mengelola sumber daya.

Perencanaan Sumberdaya Manusia

Organisasi perlu melakukan perencanaan sumber daya manusia guna mengetahui jumlah pekerja (demand) guna mencapai tujuan organisasi yang disesuaikan dengan jumlah penawaran tenaga kerja (supply). Perencanaan sumber daya musia (HR planning) didefinisi- kan sebagai proses perkiraan atau peramalan (forecasting) akan kebutuhan sumber daya manusia di dalam sebuah organisasi dengan melihat ketersediaan sumber daya manusia baik di dalam organisasi (internal) maupun di luar organisasi (external). Ivancevich mendefinisikan perencanaan sumber daya manusia adalah bagaimana organisasi menghitung pasokan tenaga kerja yang akan diminta untuk di- masa yanga akan datang.9.

Manajemen Kinerja Sumberdaya Manusia

Manajemen kinerja berkembang dari pendekata manaje- men berdasarkan sasaran /Managemen By Objective (MBO) yang pertama kali dipopulerkan oleh Peter Drucker. MBO cenderung hanya diterapkan untuk manajemen sedangkan manajemen kinerja diterapkan untuk se- mua staf dan berusaha untuk mengintegrasikan semua pelaku or- ganisasi dalam mengejar peningkatan kinerja. Yaitu menggunakan informasi manajemen kinerja khusus- nya evaluasi kinerja untuk kepentingan keputusan admi- nistratif, penggajian, promosi, pemberhentian pegawai dll.

Pengembangan Sumberdaya Manusia

Proses analisis kebutuhan ini akan memberikan informasi kepada perusahaan mengenai jenis pelatihan dan pengembangan apakah yang dibu- tuhkan oleh pekerja guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan. Merupakan daftar dari materi-materi yang akan di- sampaikan selama proses pelatihan dan pengembangan berlangsung. Pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan per- lu dievaluasi untuk memastikan apakah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai ataukah tidak.

Mengukur Efektifitas Sumberdaya Manusia

Tantangan dari pendekatan ini adalah untuk menemukanmitra benchmarking yang mewakili. praktik terbaik di seluruh dunia, baik dalam industri yang sama atau di luar industri. Kelemahan pendekatan ini adalah bahwa data sulit untuk membandingkan ka- rena perbedaan budaya, praktek-praktek lokal, dan pe- raturan pemerintah. Ada kecenderungan untuk jalan pintas upaya ini karena tidak dianggap se- bagai nilai tambah dalam organisasi sponsor. untuk mitra patokan lainnya ini adalah bagian paling penting dari proses.

Konsep Dasar Manajemen Kurikulum

Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbang- kan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan baga- imana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum. Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi, dan tujuan kurikulum.

Perencanaan Manajemen Kurikulum

Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai motivasi un- tuk melaksanakan sistem pendidikan sehingga menca- pai hasil yang optimal. Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai penggerak roda organisasi dan tata laksana untuk menciptakan perubahan dalam masyarakat sesuai dengan tujuan organisasi. Perencanaan kurikulum dipandang suatu masalah lebih “perencanaan dengan”. planning with) daripada perencanaan bagi (planning for).

Implementasi Manajemen Kurikulum

Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, per- kembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk. Kegiatan inti merupakan model pembelajaran, metode pem- belajaran, media pembelajaran,dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karak-teristik peserta didik dan mata pelajaran.

Pengembangan Manajemen Kurikulum

Pertama, pendekatan top down atau pendekatan administratif, yaitu pen- dekatan dengan sistem komando dari atas ke bawah; dan kedua adalah pendekatan grass root, atau pengembangan kurikulum yang diawali oleh inisiatif dari bawah lalu disebarluaskan pada tingkat atau skala yang lebih luas. Pertama pendekatan top down, yaitu pendekatan dengan sis- tem komando dari atas ke bawah dan pendekatan kedua dari model grassroots, di mana pengembangan kurikulum diawa- li oleh inisiatif dari bawah lalu disebarluaskan pada tingkat atau skala yang lebih luas. Perencanaan kurikulum merupakan beberapa rencana unit-unit kecil pada bagi- an-bagian tertentu dari sebuah kurikulum.. langkah pengembangan kurikulum model Saylor dkk adalah sebagai berikut.

Evaluasi Manajemen Kurikulum

Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang beru- bah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digu- nakan. Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model pe- nelitian berdasarkan pada teori dan metode test psikologi dan eksperimen lapangan. Dalam konteks ini, evaluasi kurikulum yang dilaksanakan akan menghasilkan tindak lanjut dengan melakukan pemben- tukan ulang dan pelaksanaan ulang kurikulum.

Pengertian Sarana Prasarana

Konsep sarana prasa- rana memfasilitasi kepala sekolah untuk memahami pengelola- an sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan dan pelaporan. Untuk membangun pemahaman konsep tentang sarana prasarana pen- didikan tersebut, kepala sekolah perlu mengingat kembali apa itu sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap sangat menunjang proses pendidikan di sekolah.

Jenis – Jenis Sarana Prasarana

Ruang laboratorium (tempat praktik): tempat siswa mengembangkanengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan. Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung pro- ses kegiatan belajar mengajar teori dan praktik antara lain: ruang teori sejumlah rombel, ruang perpustakaaan, ruang laboratorium, ruang kesenian, ruang olah raga, ruang keterampilan. Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar an- tara lain: ruang ibadah, ruang serbaguna, ruang kope- rasi sekolah, ruang UKS, ruang OSIS, ruang BP, WC/.

Tujuan dan Prinsip

Agar program pendidikan bisa tercapai dengan baik ada be- berapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu bahwa manaje- men sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah. Prinsip Kekohesifan, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu harus direalisa- sikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak.

Prosedur Manajemen Sarana Prasarana

Kegiatan pada tahap perencanaan sarana dan prasarana meliputi kegiatan merencanakan pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan barang. Ada beberapa alasan yang harus diperhatikan untuk da- pat menyingkirkan atau menghapus sarana dan prasarana. Tata cara penghapusan sarana dan prasarana aset daerah khususnya sarana prasarana sekolah dirinci lebih detil seba- gai berikut.

Pengertian

Menyusun rencana pemenuhan standar standar sarana dan prasarana yang meliputi pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan dan penghapusan pada Rencana Kerja Se- kolah (RKS). Pengadaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menye- diakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan/perencanaan dalam rangka menca-. Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara pembelian ini merupakan salah satu cara yang dominan dilakukan sekolah dewasa ini.

Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dila- kukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer. Khususnya untuk sarana dan prasarana pendidikan yang berasal dari pemerintah (milik Negara) wajib diada- kan inventarisasi secara cermat, dengan menggunakan for- mat-format yang telah ditetapkan. Secara umum, inventarisasi dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap sarana dan prasarana.

Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pen- gadaan maupun untuk pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah.

Tahap – Tahap Manajemen Keuangan

Oleh karena itu anggaran jiga dapat berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan suatu organisasi dalam menca- pai sasaran yang telah ditetapkan. 47 . anggaran yang paling simpel dan banyak diguna- kan. dalam bentuk ini setiap pengeluaran dikelom- pokkan berdasarkan kategori-kategori, misalnya gaji, upah, honor, menjadi satu kategori atau satu nomor atau butir, dan perlengkapan, sarana, mate- rial dengan butir tersendiri. Pimpinan organiisasi adalah pihak yang paling berkepentingan atas dipatuhi- nya prosedur dan aturan yang telah ditetapkan.

Prinsip Manajemen Keuangan

Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara ma- sukan (input) dan keluaran (output) atau antara daya dan hasil. Hubungan penggunaan waktu, tenaga, biaya dan hasil yang diharapkan Pada gambar di atas me- nunjukkan penggunaan daya C dan hasil D yang paling efisien, sedangkan penggunaan daya A dan hasil D menunjukkan paling tidak efisien. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuan- titas maupun kualitasnya.

Administrasi Keuangan Lembaga Pendidikan Islam

Dalam mengelola keuangan ini, kepala sekolah ber- fungsi sebagai “otorisator” dan “ordonator”.Sebagai otori- sator kepala sekolah diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang berkaitan dengan penerimaan atau pengel- uaran anggaran. Keuangan dari pemerintah yaitu dari uang rutin dan uang pembangunan, sedangkan keuangan dari non pemerintah yaitu dari SPP dan sumbangan dari orang tua dan masyarakat, baik yang melalui komite sekolah, maupun yang langsung pada kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah harus mengetahui dan mampu mengelola keuangan sekolah / madrasah dengan baik, bertang- gung jawab dan transparan kepada masyarakat dan pemerintah.

Prosedur Manajemen Keuangan

Setelah itu tim dan kepala sekolah menyelesaikan tugas, memerinci semua anggaran pendapatan dan belanja sekolah. Kepala sekolah bersama dengan staf sekolah diharapkan dapat menyusun prioritas penggunaan dana permata anggaran secara cermat. Kepala sekolah/madrasah, sebagai manajer, berfungsi sebagai otorisator, dan dilimpahi fungsi, fungsiordonator un- tuk memerintahkan pembayaran.

  • Penyebab Konflik
  • Proses Terjadinya konflik
  • Dampak Konflik terhadap Lembaga pendidikan Islam
  • Manajemen Konflik sebagai upaya peningkatan lembaga
  • Kebijakan Implementasi Manajemen Konflik di Sekolah/

Konflik diri sendiri dengan kelompok dapat terjadi karena individu tersebut melanggar norma-norma kel- ompoknya, atau individu bersangkutan telah melang- gar norma-norma kelompok sehingga dimusuhi atau dikucilkan oleh kelompoknya. Kelompok dengan kelompok dalam sebuah organisasi dapat terjadi karena ambisi salah satu atau kedua kel- ompok untuk lebih berkuasa, ada kelompok yang me- nindas, ada kelompok yang melanggar norma-norma budaya kelompok lainnya, ketidakadilan kelompok la- innya, dan keserakahan kelompok lainnya (konflik pri- mordial). Konflik dapat terjadi di antara pihak yang mempu- nyai tujuan sama karena salah satu pihak atau kedua belah pi- hak merasa dirugikan.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara islami dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal-hal lain

Jadi yang dimaksud dengan Optimalisasi Manajemen Kesiswaan dalam Mengembangkan Bakat Siswa di Bidang KIR di SMP IPIEMS Surabaya adalah bagaimana Manajemen Kesiswaan dalam

Proses manajemen dapat diartikan sebagai suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan tertentu.. Rangkaian

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah segenap peraturan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga pendidikan, dan pengaturan dilakukan dengan melalui

Manajemen adalah sebuah proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang memerlukan suatu perencanaan, pemikiran, pengaturan dan pengarahan agar dapat

Menurut Sulistyorini, manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam

Dengan menerapkan definisi tersebut pada usaha pendidikan yang terjadi dalam sebuah organisasi, maka definisi Manajemen Pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut: Manajemen

Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk