• Tidak ada hasil yang ditemukan

manfaat zakat produktif terhadap - etheses UIN Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manfaat zakat produktif terhadap - etheses UIN Mataram"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

i

’’MANFAAT ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO MUSTAHIK

(Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah)

Oleh:

IRA ZULFIA NIM: 180305091

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

MATARAM 2022

(2)

ii

’’MANFAAT ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO MUSTAHIK

(Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah) SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai persyaratan mencapai gelar

Sarjana Sosial

Oleh:

IRA ZULFIA NIM: 180305091

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

MATARAM 2022

(3)

iv

Persetujuan Pembimbing

Skripsi oleh: Ira zulfia, NIM: 180305091 dengan judul "Manfaat Zakat Produktif Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik (Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah)" telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.

Disetujui pada tanggal : 30 Agustus 2022

Pembimbing I

Dr. H. L. Ahmad Zaenuri NIP. 19760817 2006041002

Pembimbing II,

Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd NIP. 197909232011011011004

(4)

v

NOTA DINAS PEMBIMBING

Mataram, 30 Agustus 2022 Hal : Ujian Skripsi

Yang Terhormat

Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Di Mataram

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi Saudara:

Nama : Ira Zulfia

NIM :180305091

Jurusan/Prodi :Manajemen Dakwah

Judul :Manfaat Zakat Produktif Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik (Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah)"

Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Dakwah dan Imu Komunikasi UIN Mataram.Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di- munaqasyah-kan.

Wassalamamu’alaikum, Wr.Wb.

Pembimbing I

Dr. H. L. Ahmad Zaenuri NIP. 19760817 2006041002

Pembimbing II,

Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd NIP. 197909232011011011004

(5)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ira zulfia NIM : 180305091

Jurusan : Manajemen Dakwah

Fakultas : Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Manfaat Zakat Produktif Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik (Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah)" ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya. Jika saya terbukti melakukan plagiat tulisan/karya orang lain, siap menerima sanksi yang telah ditentukan oleh lembaga.

Mataram, 31 Agustus 2022 Saya yang menyatakan,

Ira Zulfia NIM. 180305091

(6)

vii

(7)

viii MOTTO

ْْۗمِهْيَلَع ِّلَصَو اَهِب ْمِهْيِّكَزُتَو ْمُهُرِّهَطُت ًةَقَدَص ْمِهِلاَىْمَا ْهِم ْذُخ ٌمْيِلَع ٌعْيِمَس ُ ّٰاللَّو ْْۗمُهَّل ٌهَكَس َكَتىٰلَص َّنِا

Artinya, Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka.Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka.Allah maha mendengar, maha mengetahui." (QS. At-taubah: 103)1

1 QS. At-taubah: 103.

(8)

ix

PERSEMBAHAN

“Kupersembahkan skripsi ini untuk ibuku Rohanun dan Bapakku Tamsil dan kakaku Zul kamalaen. Dan Almamaterku, semua guru dan dosenku”

(9)

x

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya. Amin

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan keterlibatan semua pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak- pihak yang telah bekerjasama sebagai berikut.

1. Yth. Ayahanda Dr. H. L. Ahmad Zaenuri. selaku pembimbing I dan ayahanda Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd sebagai pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi dan koreksi mendetail, terus menerus dan tanpa bosan di tengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai;

2. Yth. Penguji I dan penguji II yang sudah memberikan saran konstruktif bagi penyempurnaan skripsi ini;

3. Yth. Ayahanda Dr. Irpan, MA. Selaku ketua jurusan Manajemen Dakwah.

4. Yth. Ayahanda Dr. Muhammad Saleh, M.A. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

5. Yth. Ayahanda Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

6. Bapak/ibu dosen fakultas dakwah dan ilmu komunikasi UIN Mataram yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak/ibu staf akademik fakultas dakwah dan ilmu komunikasi yang telah memberikan pelayanan terbaik.

8. Untuk pahlawanku kedua orang tuaku yaitu bapak Tamsil dan ibu Rohanun, terima kasih atas dukungannya selama ini, motivasi dan do'a yang selalu dipanjatkan serta pengorbanan yang sangat besar demi masa depan anakmu ini. Maafkanlah anakmu jika masih belum bisa memberikan yang terbaik, semoga kesuksesan ini menjadi awal unuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi bagiku dan keluarga kita kelak.

9. Untuk saudaraku yang ke satu Zul Kamalaen yang selalu mendukungku untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.

(10)

xi

10.Untuk adik ku Dewi anggraini yang selalu mendampingiku pada saat proses penelitian.

11.Almamater dan kampusku tercinta Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

12.Terima kasih kepada seluruh teman-teman satu bimbingan skripsi Novita Handayani, Dayati, Siti Fitria Ramdani, Alvira Waraswati.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.Dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semesta.Amiin .

Mataram, 31 Agustus 2022 Penulis

Ira Zulfia

(11)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN LOGO ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING ... v

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR BAGAN ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN... xvi

ABSTRAK ... xvi

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang ... 1

B.Rumusan Masalah ... 4

C.Tujuan dan Manfaat ... 4

D.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian... 4

E.Telaah Pustaka ... 5

F. Kerangka Teori ... 6

G.Metode Penelitian ... 10

H.Sistematika Pembahasan ... 17

I. Rencana Kegiatan Penelitian ... 17

BAB II HASIL PENELITIAN A. Propil Baznas Lombok Tengah ... 18

B. Visi dan Misi Baznas Lombok Tengah ... 19

C. Struktur Organisasi Baznas Lombok Tengah ... 20

D. Jenis Zakat Dan Penerima Zakat Di Baznas Lombok Tengah ... 21

E. Program dan mekanisme penerima zakat di baznas lombok tengah ... 22

F. Data Penerima Zakat Produktif Di Baznas Lombok Tengah ... 26

(12)

xiii

G. Bimbingan Pengelolaan zakat produktif pada baznas

Lombok tengah kepada para mustahik ... 31

H. Mamfaat zakat produktif baznas Lombok tengah terhadap perkembangan usaha mikro musahik yang diterima oleh para mustahik ... .33

BAB III PEMBAHASAN A. Bimbingan Pengelolaan Zakat Produktif Pada Baznas Lombok Tengah Kepada Para Mustahik ... 38

B. Mamfaat Zakat Produktif Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik ... 43

BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan ... 47

B.Saran... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 48

LAMPIRAN ... 51

(13)

xiv

DAFTAR BAGAN

Bagan 1.1 – Struktur Organisasi Baznas Lombok Tengah.

(14)

xv

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan

Tabel 2.2 Data penerima zakat tastura sejahtra (Bakulan) tahap kedua tahun 2021

Table 2.3 Data penerima zakat tastura sejahtra (Bakulan) tahap kedua tahun 2021

Table 2.4 Jenis Usaha Mustahik Program Tastura Sejahtra Baznas Lombok Tengah.

Tabel 2.5 Keadaan Modal Usaha Mustahik Program Tastura Sejahtra.

Table 2.6 Keuntungan Mustahik Sesudah Dan Sebelum Diberikan Bantuan Zakat Produktif (Modal Usaha).

(15)

xvi

MAMFAAT ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO MUSTAHIK

(Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah)

ABSTRAK

Zakat produktif ialah zakat yang disalurkan kepada para mustahik yang diperuntunkan sebagai tambahan modal untuk melakukan suatu kegiatan usaha, yakni guna menumbuhkan tingkat ekonomi serta keahlian yang dimiliki oleh mustahik.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau dan menganalisa manfaat dari zakat produktif bagi peningkatan usaha kecil mustahik. Metode yang peneliti yang digunakan oleh peneliti ialah penelitian jenis penelitian kualitatif, Sumber informasi yang digunakan peneliti ialah sumber informasi primer dan sumber informasi skunder. Setelah menumpulkan data, peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis informasi menggunakan teknik berfikir induktif.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Baznas Lombok tengah telah menjalankan program zakat produktif dengan baik.Namun perlu adanya peningkatan dalam hal pengawasan.Pengawasan yang dilaksanakan oleh Baznas Lombok tengah belum dilaksanakan secara maksimal sehingga mengakibatkan sebagian dari mustahiq tidak mampu mengelola modal usaha tersebut dengan baik dan sesuai dengan manajemen usaha yang akhirnya mengakibatkan perkembangan usaha yang dikelola tidak signifikan.

Kata Kunci : Manfaat, Pengelolaan, Zakat Produktif

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sebagian besar masyarakat di kabupaten Lombok tengah berpropesi sebagai pedagang, melalui berdagang mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, keberadaan pedagang kecil di kabupaten Lombok tengah memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di kabupaten Lombok tengah sayangnnya para pedagang masih mengeluhkan minimnnya perhatian dari pemerintah daerah.

Hal ini kemudian mengundang perhatian dari pihak BAZNAS kabupaten Lombok tengah untuk memberikan bantuan tambahan modal usaha, pemberian tambahan modal usaha merupakan salah satu program BAZNAS Lombok tengah yang bertujuan untuk membantu para pelaku ekonomi (usaha kecil) dalam mengembangkan usahanya. Program ini ditujukan kepada pelaku usaha mikro dan menengah yang tersebar di kabupaten Lombok tengah dengan menggandeng pemerintah desa dan kelurahan. Untuk meningkatkan kesejahtraan secara berkesinambungan, maka penyaluran bantuan tambahan modal usaha tersebut dilaksanakan secara bertahap (tiga tahap) dan setiap tahap memiliki jangka waktu selama 12 bulan.

Penyaluran bantuan modal usaha ini diberikan satu kali dalam setahun dan pada akhir tahap akan dilakukan evaluasi oleh BAZNAS Lombok tengah untuk menentukan apakah usaha yang diberikan bantuan tersebut sudah memenuhi kriteria untuk ke tahap selanjutnya atau belum.

Pada tahap ketiga, BAZNAS Lombok tengah memberikan bantuan tambahan modal usaha sebesar 2.500.00 (dua juta lima ratus) namun bagi pedagang binaan yang sudah mencapai tahap ini harus mengalami perkembangan usaha yang cukup signifikan. Mereka juga diharuskan untuk mempunyai tabungan dari hasil usahanya dan tergabung dalam koperasi syariah. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kemandirian bagi para pedagang tersebut dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Keberadaan Indonesia sebagai negara berkembang tidak lepas dari berbagai permasalahan ekonomi. Salah satu masalah nyata yang dihadapi Indonesia ialah ketimpangan pendapatan dan kemiskinan.

Salah satu cara menanggulangi kemiskinan ialah dengan adanya dukungan dari orang-orang yang mampu untuk mengeluarkan harta

(17)

2

kekayaan mereka yaitu berupa dana zakat kepada mereka yang membutuhkan. Zakat adalah salah satu dari lima nilai dasar yang berhubungan dan sangat berpengaruh pada tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan ekonomi umumnya.2 Zakat ialah salah satu dari rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh semua muslim. Didalam pelaksanaannya zakat harus ditetapkan Dan diatur oleh agama dan negara.

Prinsip zakat mencangkup dasar-dasar yang sangat luas yakni zakat ialah kewajiban untuk melaksanakan tugas ekonomi menghindarkan penumpukan kekayaan pada sekelompok kecil orang kaya, memungkinkan pelaksanaan tanggung jawab orang-orang kaya untuk membantu para mustahik memenuhi kebutuhan mereka, dan zakat mensucikan harta yang mereka miliki agar hartanya diridhai oleh Allah SWT.

Zakat dianggap sebagai pendanaan negara dan menjadi alat keuangan yang sangat penting Pada awal islam, Zakat perpotensi menghilangkan konsentrasi di kalangan elit ekonomi tertentu. Selain itu, juga berpotensi meningkatkan produktifitas masyarakat yang miskin melalui pelatihan dan dukungan modal usaha. Di Indonesia saat ini, berlaku undang-undang nomor 38 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

Orang yang berhak merima zakat digolongkan menjadi 8 golongan, hal ini diterapkan agar dana zakat dapat diterima oleh orang yang benar- benar membutuhkan, jika tidak digolongkan orang-orang yang serakah akan memanfaatkannya untuk memuaskan kepentingannya.3

8 golongan orang-orang yang berhak mendapatkan zakat ialah:

1. Fakir

Fakir ialah orang yang sangat kekurangan, tidak mempunyai penghasilan yang cukup guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Minsalnnya, jumlah kebutuhannya berjumlah sepuluh, akan tetapi hanya bisa terpenuhi tidak lebih dari 4 orang saja.

2. Miskin.

Miskin ialah orang yang mempunyai pekerjaan, namun kebutuhan hidunnya dan keluarganya belum bisa terpenuhi.

3. Amil.

2ahmad M. Saefuddin, Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Islam, (Jakarta:

Rajawali,1987), ed.1 cet.1, hal. 71

3 Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab, (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 1995). hlm 276.

(18)

3

Amil zakat ialah orang bekerja dalam proses pengumpulan dan pendistribusian dana zakat. Seorang amil berhak merima zakat sebab sudah melakukan tugasnya sebagai seorang amil.4

4. Riqab.

Riqab ialah hamba sahaya atau budak baik laki-laki maupun perempuan. Pada awal perkembangan islam zakat digunakan juga sebagai penghapus sitem perbudakan dengan cara membebaskan budak dari majikannya setelah dibebaskan budak bisa menikmati kebebasan hidup sebagaimana layaknnya.

5. Muallaf.

Muallaf ialah orang yang baru masuk islam yang imannya masih lemah. Oleh sebab itu mereka dibantu dengan memberikan dana zakat agar keyakinannya terhadap agama islam bertambah.

6. Fi sabilillah.

Fisabilillah ialah orang berjuang di jalan allah baik untuk kepentingan agama dan lain sebagainya namun bukan untuk kepentingan perorangan saja.

7. Gharimin.

Gharimin ialah orang yang memiliki hutang dan belum mampu untuk melunasinya. Hutang yang dimaksud disini ialah bukan hutang untuk keperluan maksiat, namun hutang yang disebabkan untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan ummat, contoh untuk pembangunan madrasah, masjid, klinik, dan sebagainnya.

8. Ibnu sabil.

Menurut mayoritas ulama ibnu sail ialah orang yang melaksanakan perjalanan dengan tujuan baik.5 Ibnu sabil memperoleh zakat sekedar untuk keperlua perjalananya sampai ke tempat yang dituju. Sesuai dengan perkembangan zaman dana zakat yang diperuntunkan untuk ibnu sabil ini bisa disalurkan untuk keperluan beasiswa pendidikan dengan memberikan bantuan berupa tempat tinggal gratis dan uang saku untuk para

4 Mursydi Akuntansi Zakat Kontenporer (Bandung Pt Remaja Rosdakarya 2003), Hal.

175.

5 Wahab

al-zuhayly zakat kajian berbagai mazhab, (bandung: remaja rosdakarya offset, 1995) hal. 289.

(19)

4

pelajar yang kurang mampu, yang menuntut ilmu jauh dari kampung halamannya.

Pendapatan dan pengeluaran dalam bidang ekonomi Islam salah satunya diatur melalui mekanisme zakat. Pembaharuan zakat menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena selama ini sebagian besar umat masih memandang zakat sebagai ibadah yang terlepas kaitannya dengan persoalan ekonomi dan social maka saat ini zakat harus dipandang sebagai sumber kekuatan ekonomi umat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalah sosial umat Islam. Di dalam praktiknya zakat masih belum menyentuh masyarakat, dan tidak tepat sasaran. Sebagi usaha untuk muwujudkan produktifitas dalam pengelolaan dana zakat, dana hasil zakat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. eksitensi dari zakat sendiri ialah selain untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dana zakat juga bisa memenuhi kebutuhan hidup termasuk pendidikan, tempat tinggal dan sandang mereka. Dari sinilah cara pendistribusian dana zakat kepada para mustahik tidak hanya bersifat konsumtif saja, namun dapat pula bersifat produktif. Pemanfaat dana zakat secara produktif yang pemahamannya lebih kepada bagaimana cara menyalurkan dana zakat kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.

Abdurrahman Qadir di dalam bukunya menyebutkan bahwa ”Tujuan zakat tidak sekedar membantu orang miskin secara konsumtif. tetapi mempunyai tujuan jangka panjang yaitu mengentaskan kemiskinan.”6 Berkaitan dengan hal itu, maka zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam. Artinya pemanfaatan dana zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan tertentu saja seperti penyaluran dana zakat secara langsung (konsumtif), tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan- kegiatan ekonomi umat, seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha.

Zakat yang diberikan kepada mustahik akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila disalurkan pada kegiatan

6Abdurrachman Qadir, Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial, hal. 83-84

(20)

5

produktif. Pemanfaatan dana zakat produktif seharusnya memiliki konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti menyelidiki penyebab kemiskinan yang bersumber dari kekurangan modal kerja, kurangnya lapangan kerja, tingkat pendidikan yang rendah, serta kurangnya semangat kerja, dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut. Dengan berkembangnya usaha kecil menengah dengan modal yang berasal dari zakat akan menyerap tenaga kerja dan berkembangnya usaha para mustahik. Hal ini berarti setidaknya bisa mengurangi angka pengangguran, berkurangnya angka pengangguran maka akan berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat terhadap suatu produk barang ataupun jasa, meningkatnya daya beli masyarakat tersebut akan diikuti oleh pertumbuhan produksi, pertumbuhan sektor produksi inilah yang akan menjadi salah satu indikator adanya pertumbuhan ekonomi.

Menurut Hafidhuddin zakat produktif ialah zakat yang diberikan secara langsung sebagai modal usaha untuk peningkatan kegiatan ekonomi, yaitu pengembangan taraf ekonomi dan keterampilan mustahiq.

Menurut anwar zakat produktif ialah pengelolaan dan pendistribusian dana zakat yang berdampak jangka panajang bagi para mustahik.7 Diharapkan dengan adanya zakat froduktif ini bisa melahirkan muzakki baru, sehingga mereka yang saat ini menerima zakat suatu saat bisa menunaikan zakat pada tahun depan, dua atau tiga tahun depan.

Zakat menurut pemikiran KH. MA Sahal Mahfud zakat digunakan sebagai instrument pemberdayaan ekonomi umat. Ide ini muncul karena islam tidak menginginkan kemiskinan, wajib bekerja, larangan mengaggur zakat infak sedekah adalah pemikiran agama islam dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dalam kondisi kurangnya kerukunan social.

Khusus mengenai zakat dalam rangka berkontribusi pada program pengentasan kemiskinan masyarakat. Kyai sahal merubah bentuk penyaluran zakat menjadi lebih efisien, contoh yang dapat diterapkan ialah yang pertama, menyediakan alat yang dapat dipakai untuk bekerja,

7 Nasrullah Regulasi Zakat Dan Penerapan Zakat Produktif Sebagai Penunjang Pemberdayaan Masyarakat, Jurnal Penelitian Social Keagamaan (Inferensi) Vol. 9 Nomor 1. hal. 6

(21)

6

kedua lembaga zakat yang menyalurkan dana zakat dalam bentuk bantuan modal usaha.8

Zakat produktif ialah bantuan dana zakat guna mendorong penerimanya untuk terus menerus bisa menghasilkan sesuatu melalui dana zakat yang telah diterimanya. Dengan demikian zakat produktif ialah zakat yang dimana dana zakat tersebut dipakai guna menunjang usahanya agar dapat terus menerus memenuhi kebutuhan hidup melalui usaha tersebut.

Terdapat dua pola penyaluran dana zakat secara produktif yaitu:9 1. Pola tradisional (konsumtif).

Pendistribusian dana zakat dengan cara ini tidak dibarengi dengan target, penyaluran dana zkat dengan cara tradisional konsumtif ditujukan untuk mustahik secara langsung guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pendistribusian dana zakat dalam bentuk tradisional konsumtif ini dibedakan menjadi dua yaitu:

1) Konsumtif tradisional yakni dana zakat disalurkan dan digunakan secara langsung oleh penerima zakat. Contoh zakat fitrah yang disalurkan langsung untuk fakir miskin guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

2) Konsumtif kreatif yakni dana zakat yang disalurkan dengan cara lain dengan memberikan keperluan sekolah, bantuan beasiswa, dan lain sebagainya, dengan harapan bisa bermanfaat untuk para penerimanya.10

2. Pola kontenporer produktif.

Pola produktif ialah penyaluran dana zakat kepada para mustahik dengan memberikan bantuan modal usaha. Pendistribusian secara produktif ialah pendistribusian dana zakat yang dibarengi dengan tujuan untuk mengubah kondisi mustahik dari kondisi kategori penerima (mustahik) menjadi kategori muzzaki. Dalam pengelolaan zakat di iindonesia dikenal sebagai pendistribusian

8Jamal Ma'mur Asmani, Zakat Solusi Mengatasi Kemiskinan Umat (Yogyakarta:

Aswaja Pressindo, 2016) Hal. 58.

9 Lili Bariadi, dkk, Zakat dan Wirausaha, (Jakarta: CED, 2005), Cet. Ke-1, hlm. 34.

10 Mohamad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam: Zakat Dan Wakaf, (Jakarta:UI Pres, 1998) Hal.62.

(22)

7

zakat sebagai bantuan dana produktif yang dialokasikan untuk mustahik yang mempunyai usaha.11 Penyaluran dalam bentuk produktif kontenporen ini dibagi menjadi 2 yaitu:

1)Tradisional Produktif ialah dana zakat yang disalurkan melalui barang produktif seperti sapi, kambing, alat menjahit, alat pertukangan, dan lain-lainnya. penyaluran zakat dengan metode ini diharapkan para mustahik bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

2)Kreatif produktif penyaluran dalam bentuk ini disalurkan melalui bantuan modal usaha yang bisa digunakan untuk mendirikan suatu pekerjaan social baik untuk membantu dan menambah modal pengusah kecil.

Dana zakat untuk kegiatan produktif akan lebih maksimal apabila dilaksanakan oleh lembaga pengelola zakat selaku organisasi yang terpercaya untuk pengalokasian, pendayagunaan, dan pendistribusian dana zakat.

Dalam program tastura sejahtra Baznas Lombok tengah meyalurkan dana ZIS kepada para mustahik dengan memberikan mereka bantuan berupa zakat produktif¸ ialah pemberian zakat yang bisa membuat para penerimanya menghasilkan sesuatu secara terus menerus dengan harta zakat yang telah diterima.

Dalam zakat produktif, selain memberikan modal usaha BAZNAS lombok tengah juga memberikan pembinaan terlebih dahulu kepada para mustahik agar bantuan modal usaha yang diberikan diharapkan mampu dikelola sebagai tambahan modal agar usaha mitra mustahik dapat berkembang dan nantinya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muhammad Rudini.

S.K.M selaku kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat infak sedekah BAZNAS kabupaten Lombok tengah modal usaha diberikan secara bertahap, yakni dari tahap 1,II, dan tahap III, pada penyaluran tahap I ini diberikan bantuan sebesar 500 ribu dan setelah dilakukan evaluasi baru para mustahik bisa mendapatkan bantuan tahap ke dua sebesar satu juta , dan tahap ketiga diberikan bantuan sebesar satu juta setengah, para mustahik juga diharuskan untuk mempunyai tabungan dari hasil usahanya

11 Lili Bariadi, Zakat Dan Wirausaha, Jakarta CED, 2005) Cet Ke 1 Hal. 34

(23)

8

dan tergabung dalam koperasi syariah. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kemandirian bagi para pedagang tersebut dan tidak terlalu bergantung pada orang lain. Adapula syarat-syarat yang harus dipenuhi atau syarat untuk mengajukan bantuan modal usaha yakni surat keterangan tidak mampu dari desa, surat permohonan kepada ketua BAZNAS Lombok tengah, fotocopy KTP, KK, mencantumkan No hp yang bisa dihubungi, usaha yang dibantu adalah usaha kecil dengan modal dibawah satu juta rupiah yang masih berjalan, dan usaha yang dikelola ialah usaha yang halal dan bersedia dibimbing oleh BAZNAS kabupaten Lombok tengah.12

Berdasarkan realita yang terjadi, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai "Manfaat Zakat Produktif Bagi Perkembangan Usaha Mikro Mustahik (Studi Kasus Mustahik Baznas Lombok Tengah).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah yang dapat saya ambil yakni:

1. Bagaimana bimbingan Pengelolaan Zakat Produktif Pada Baznas Lombok Tengah Kepada Para Mustahik?

2. Bagaimana manfaat Zakat Produktif Baznas Lombok Tengah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang pribadi maupun kelompok yang terencana secara sistematis pasti mempunyai tujuan tersendiri sesuai keinginanan orang tersebut. Begitu juga dengan halnya penelitian ini tentu mempunyai tujuan tersendiri yang ingin dicapai adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui Bagaimana bimbingan Pengelolaan Zakat Produktif Pada Baznas Lombok Tengah Kepada Para Mustahik?

b. Untuk mengetahui Bagaimana manfaat Zakat Produktif Baznas Lombok Tengah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik?

12 Rudini Muhammad, wawancara dengan kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat infak sodaqoh baznas Lombok tengah, kamis 12 mei 2022.

(24)

9

c. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : a. Secara Teoritis

1) Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan sumbangan pemikiran mengenai manfaat zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik.

2) Hasil penelitian diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan oleh peneliti berikutnya sehingga mampu lebih dalam lagi dengan topik pembahasan yang sama, sehingga dapat memperoleh perbandingan dalam penelitiaan serta memperoleh penemuan baru.

b. Secara Praktis

1) Bagi lembaga, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pendistribusian dana zakat secara produktif (bantuan modal usaha) sehingga dapat berjalan dengan baik.

2) Bagi jurusan, penelitian ini dapat menjadi referensi dalam studi yang berkaitan dengan zakat yang tidak terlepas dari jurusan manajemen dakwah.

D. Ruang Lingkup Penelitian Dan Setting Tempat 1. Ruang Lingkup

Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman dalam memahami penelitian ini, penulis merasa perlu membatasi ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti. Adapun batasan masalah terkait dengan Manfaat zakat produktif BAZNAS kabupaten Lombok tengah bagi perkembangan usaha mikro mustahik.sebagai berikut:

Bagaimana Mamfaat zakat produktif BAZNAS kabupaten Lombok tengah bagi perkembangan usaha mikro mustahik di kabupaten Lombok tengah, sehingga mampu digunakan untuk mengembangkan usahanya.

2. Setting Tempat 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini di lakukan di Baznas Kabupaten Lombok Tengah gedung dakwah komplek masjid agung, jalan rinjani no.16 praya, dan kabupaten lombok tengah.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan dari bulan Mei sampai bulan Juli.

(25)

10 E. Telaah Pustaka

Untuk mendukung penelitian ini, peneliti mencari informasi melalui skripsi-skripsi terdahulu yang telah dianalisis oleh peneliti untuk dijadikan daftar pustaka sebagai berikut:

Penelitian pertama dengan judul Skripsi “Manajmen pendayagunaan zakat produktif melalui program ekonomi di badan amil zakat nasional (Baznas) kabupaten blora". Ditulis oleh alfi rohmatun laili jurusan manajmen dakwah fakultas dakwah dan ilmu komunikasi universitas islam walisongo semarang 2019. Penulis menggunakan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif ialah penelitian yang memberikan gambaran secara mendalam mengenai kondisi atau proses yang sedang diteliti. Metode penelitian kualitatif ini ialah metode penelitian ilmu sosial yang mengumpulkan dan mengolah data dalam bentuk kata (lisan atau tertulis) . Penelitian kedua dengan judul "Zakat Produktif Sebagai Uapay Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus Pengelolaan Pendistribusian Zakat Di Dompet Peduli Umat Darul Tauhid Unit Kota Metro Yang Di Tulis Oleh Feri Anggriawan. Secara rinci penelitian ini sudah menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan maupun penyaluran zakat produktif dengan maksimal. Agar penyaluran dana zakat bisa memberi pengaruh signifikan salah satunya dengan metode mengentaskan kemiskinan masyarakat, apabila penyaluran maupun pendistribusian dana zakat dilakukan dengan tepat sasaran.13

Penelitian yang ketiga dengan judul "pengelolaan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat (studi kasus amil zakat lampung)" yang ditulis oleh fiki selivia. Dalam penelitian ini menyatakan bahwa zakat produktif didalam pemberdayaan ekonimi masyarakat yang dilaksanakan di badan amil zakat lampung tengah sudah mampu melakukan fungsinya dengan baik untuk membantu masyarakat yang menerima dana zakat untuk dikelola dan digunakan, namun masih terdapat

13 Feri anggriawan "zakat produktif sebagai upaya pengentasan kemiskinan (studi kasus pengelolaan pendistribusian zakat di dompet peduli umat darul tauhid unit kota metro) " (skripsi perpustakaan STAIN jurai siwo metro, 2015).

(26)

11

beberapa permasalahan yang perlu ditingkatkan baik dari pihak penyaluran dana zakat maupun pihak penerima dana zakat.14

Berdasarkan penelitian yang telah digambarkan tersebut, terdapat beberapa persamaan yakni sama-sama meneliti tentang zakat produktif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan. Sedangkan yang menjadi perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitan yang peneliti lakukan yaitu dapat dilihat dari hasil penelitian yakni manfaat dari zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik.

F. Kerangka Teori

1. Pengertian usaha mikro/usaha kecil.

Yang dimaksud dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Pada prinsipnya, pembedaan antara usaha mikro (UMI), usaha kecil (UK), usaha menengah (UM) dan usaha besar (UB) pada umumnya didasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk tanah dan bangunan), omset rata-rata per tahun, atau jumlah pekerja tetap.

Menurut undang-undang No.20 Tahun 2008 Bab IV pasal 6 disebutkan bahwa kriteria usaha mikro memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). Sedangkan kriteria usaha adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan pa ling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak

14 Fiki sevilia " pengelolaan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat (studi kasus badan amil zakat lampung tengah, (skripsi perpustakaan STAIN siwo metro, 2014.

(27)

12

langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang.

Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:

Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;

atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

Di Indonesia, definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Dalam Bab 1 (Ketentuan Umum), Pasal 1 dari UU tersebut, dinyatakan bahwa UMI adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria UMI sebagaimana diatur dalam UU tersebut. UK adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari UM atau UB yang memenuhi kriteria UK sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut. Sedangkan UM adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari UMI, UK atau UB yang memenuhi kriteria UM sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut. Biro Pusat Statistik Indonesia mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja, yaitu lima sampai dengan sembilan belas orang yang terdiri atas (termasuk) pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik, dan pekerja keluarga. Perusahaan industri yang memiliki tenaga kerja kurang dari lima orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga.

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ialah pelaku bisnis yang bergerak diberbagai macam bidang usaha, yang menyentuh kepentingan masyarakat.Kemunculan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) membawa pengaruh positif pada perekonomian.Usaha mikro dan usaha kecil merupakan usaha informal yang mulai dimunculkan dengan melihat kesempatan yang ada

(28)

13

disekitar.Tentunya usaha tersebut merupakan usaha produktif yang pastinya menghasilnya pendapatan untuk para usahawan yang mendirikan usaha tersebut.15

Usaha Mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilaksanakan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Usaha Menengah merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang ini.16

2. Kriteria Usaha mikro.

Kriteria usaha mikro yaitu jenis barang tidak selalu tetap, sewaktu- waktu dapat berganti, tempat usahanya tidak selalu menetap sehingga sewaktu-waktu dapat pindah tempat, belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha, sumber daya manusia (pengusaha) belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai, tingkat pendidikan rata- rata relatif sangat rendah, umumnya belum mengakses perbankan, namun sebagian sudah mengakses ke lembaga keuangan non bank, umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP, contoh usaha mikro adalah usaha tani dan penggarap,

15 Adri Said dan Ika Widjaja, 2007.Akses Keuangan UMKM. Jakarta: GTZ-RED Jakarta, hal 4

16 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

(29)

14

nelayan, peternak, usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan usaha jasa (Subagyo dan Purnomo, 2009:35).

Menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1995, usaha kecil atau usaha mikro merupakan badan usaha milik warga negara Indonesia baik itu perorangan dan kelompok yang memiliki kekayaan bersih (bukan termasuk tanah maupun bangunan).17

Menurut UU Nomor 9 tahun 1995 tentang usaha kecil, meliputi:

a. Usaha mikro informan merupakan usaha yang beul tercatat, belum berbadan hukum, seperti pedagang kaki lima, pedagang keliling, dan pemulung.

b. Usaha mikro tradisional merupakan usaha yang masih memanfaatkan mesin produksi yang sederhana, yang sudah dipakai secara turun menurun dan berhubungan dengan seni dan budaya.18

Peran usaha kecil tidak hanya sebagai penggerak utama perluasan tenaga kerja, tetapi juga sebagai layanan bagi masyarakat. Seperti yang kita ketahui usaha kecil (mikro) ini ialah usaha yang sangat dekat dengan masyarakat. Menjalankan usaha kecil yang sangat sederhana ialah saluran penjualan yang efektif dan terjangkau bagi kebanyakan orang.

Menururt suhendi ciri-ciri dari usaha kecil ini ialah:

a. Usaha tersebut di kelola oleh pemiliknya sendiri.

b. Susunan organisasinya masih sederhana.

c. Tingat kegagalan usaha tinggi.

d. Kekurangan pemimpin yang berpengalaman e. Jumlah pekerja tidak banyak.

3. Keunggulan Dan Kelemahan Usaha Kecil.

a. Keunggulan Usaha Kecil

Pandji Anoraga berpendapat bahwa usaha kecil mempunyai beberapa potensi maupun keunggulan kompratif dibandingkan usaha besar yaitu: 19

1) Usaha kecil beroperasi dengan biaya rendah dengan investasi modal yang lebih desikit.

17 Muhammad, lembaga keuangan mikro syariah (Yogyakarta: graham ilmu, 2009).

18Panji anaroga, manajmen bisnis (jakarta: rineka cipta, 2000) hal. 45.

19Pandji Anoraga, Manajemen.,h. 46.

(30)

15

2) Usaha kecil beroperasi diberbagai sector usaha dan menyebar diseluruh pelosok.

b. Kelemahan Usaha Kecil

kelemahan dari usaha kecil Menurut Suhendi,:20 1) Jarang mengadakan kaderisasi

2) Kurang pandangan pada masa depan.

3) Cepat puas.

4) kurang melakukan inovasi.

5) Terbatasnya pengetahuan akan teknologi.

6) Terbatasnya pengetahuan akan regulasi 7) Terbatasnya pengetahuan akan manjmen 8) Keadaan modal yang kurang baik

Sebagian besar masyarakat di kabupaten Lombok tengah berpropesi sebagai pedagang, melalui berdagang mereka memenuhi kebutuhan sehari-sehari mereka, keberadaan para pengusaha mikro (kecil) di kabupaten Lombok tengah memilki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di kabupaten Lombok tengah.

Sayangnya, para pedagang masih mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah.

Hal ini kemudian mengundang perhatian dari BAZNAS kabupaten Lombok tengah untuk memberikan bantuan tambahan modal usaha, Pemberian tambahan modal usaha bakulan merupakan salah satu program dari BAZNAS Lombok Tengah yang bertujuan untuk membantu para pelaku ekonomi (pedagang kecil) dalam mengembangkan usahanya.Program ini ditujukan kepada pelaku usaha mikro dan menengah yang tersebar di Kabupaten Lombok Tengah dengan menggandeng Pemerintah Desa dan Kelurahan.Untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan, maka penyaluran bantuan tambahan modal usaha tersebut dilakukan secara bertahap (tiga tahap) dan setiap tahap memiliki jangka waktu selama satu tahun.

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muhammad Rudini.

S.K.M selaku kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat infak sedekah BAZNAS kabupaten Lombok tengah modal

20Suhendi, Indra Sasangka, Pengantar Bisnis., h. 53

(31)

16

usaha diberikan secara bertahap, dari tahap 1,II, dan tahap III, pada penyaluran tahap I ini diberikan bantuan sebesar 500 ribu dan setelah dilakukan evaluasi baru para mustahik bisa mendapatkan bantuan tahap ke dua sebesar satu juta , dan tahap ketiga diberikan bantuan sebesar satu juta setengah, para mustahik juga diharuskan untuk mempunyai tabungan dari hasil usahanya dan tergabung dalam koperasi syariah. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kemandirian bagi para pedagang tersebut dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.21

4. Pengelolaan zakat produktif.

Pengelolaan zakat produktif berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2011 yakni meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pendistribusian serta pendayagunaan zakat.22

Adapun prosedur pengelolaan zakat produktif ialah:

1) Perencanaan.

Perencanaan ialah mempersiapkan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Didalam proses perencanaan diperlukan keahlian untuk melakukan perencanaan, bisa melalui latihan atau pengalaman, semakin bagus perencanaannya maka semakin tinggi tingkat keahlian yang diperlukan dalam menilai, menganalisa, kemudian memilih suatu alternative sebagai keputusan yang dibutuhkan.23

Ada beberapa tahap dalam perencanaan pengelolaan zakat produktif:

a) Merumuskan tujuan yang akan dicapai

b) Mengumpulkan data-data dan informasi guna mengetahui langkah-langkah apa yang pokok dan yang mana yang mempengaruhi pelaksanaan rencana.

21 Rudini Muhammad, wawancara dengan kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat infak sodaqoh baznas Lombok tengah, kamis 12 mei 2022.

22 Ahmad dakhoir, hukum zakat pengaturan dan integritas kelembagaan pengelolaan zakat dengan fungsi lembaga perbankan, (Surabaya: aswaja pressindo, 2015), hal.28.

23 Suci utami wikaningtyas, "strategi penghimpunan dana zakat pada organisasi pengelolaan zakat dikabupaten bantul" riset manjmen, (STIE Widya wiwaha Yogyakarta), 2 no. 1, juli 2015, hal. 131.

(32)

17

c) Menyusun beberapa rencana alternative dan merumuskan target untuk tiap alternative mempertegas tujuannya masing- masing serta mengadakan evaluasi penyelesaian.

d) Setiap langkah yang akan dilakukan dinilai menurut urgensi, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan biaya.

e) Mengadakan persiapan untuk pengawasan dan evaluasi pelaksaannya.

2) Pengorganisasian.

Pengorganisasian ialah fungsi manajmen yang menggabungkan sumber daya manusia dan bahan melalui struktur formal dari tugas dan kewenangan.24

Ada beberapa prinsip pengorganisasian yang dijadikan sebagai landasan adalah sebagai berikut:

a) Perlunya kebijaksanaan zakat yang menjadi dasar bagi perencanaan, pengumpulan dan pendayagunaan zakat, sumber zakat dan objek pendayagunaan guna suatu waktu tertentu.

b) Pelaksanaan dari kebijakan dituangkan dalam program pendayagunaan zakat, agar lebih efektif dan produktif bagi pembangunan masyarakat sejahtra.

c) Penelitian dan pengembangan potensi zakat, infak, dan sedekah, permasalahan pengumpulan dan pendayagunaannya.

d) Penyuluhan kepada masyakat dalam menunaikan zakat dengan teratur dan terus menerus, baik melalui pengajuan maupun kegiatan.

3) Pelaksanaan.

Pelaksanaan sebagai salah satu fungsi penggerak dalam tahap ini setelah pengorganisasian ialah pelaksanaan yang merupakan kegiatan lebih lanjut dari kerangka acuan yang telah ditentukan dari awal. Dalam pelaksanaan pengelolaan zakat ada dua diantaranya.

a) Penghimpunan dana.

Didalam penghimpunan dana mencangkup tentang proses pengumpulan dana-dana zakat. Organisasi pengelola zakat

24 Nana herdiana Abdurrahman, manajmen bisnis syariah dan kewirausahaan, (Bandung: pustaka setia, 2013) hal. 75.

(33)

18

harus menetapkan jenis dana yang akan diterima sebagai sumber dana. Setiap jenis dana memiliki karakteristik sumber dana dana dan konsekuensi pembatasan berbeda yang harus dipenuhi oleh pengelolaan zakat.

b) Penyaluran dana

Penyaluran dana membutuhkan panduan yang lebih luas dibandingkan penghimpunan dana mencangkup penerima dana, prosedur pengeluaran, dan pertangtung jawaban.25

4) Pengawasan.

Pengawasan yaitu proses terakhir dari proses manajemen yang sangat menentukan baik atau buruknya pelaksanaan suatu rencana.26 Pengawasan dilakukan sebelum proses, saat proses, dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa prosedur dalam pengelolaan zakat adalah dengan melakukan sistem manajemen yaitu suatu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan yaitu dengan penghimpunan dana dan penyaluran dana, serta pengawasan.

5. Manfaat zakat produktif bagi usaha mikro mustahik.

Program zakat produktif ini diharapkan mampu menumbuhkan tingkat kesejahtraan pada masyarakat baik didalam bidang ekonomi agar bisa meminimkan kelompok masyarakat yang kurang mampu, dengan tujuan ahir bisa meningkatkan kelompok muzakki. Dan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah daerah pada saat ini lambat laun akan semakin terurai dan bisa diminimalisir.

Dana zakat paling efektif bila digunakan sebagai modal usaha dan diharapkan mampu mengangkat mustahik dari kemiskinan. Menurut Yusuf Qardhawi peran zakat tidak sebatas pada proses pengurangan angka kemiskinan. Namun untuk mengatasi permasalahan masyarakat lainnya. Tujuan utama dari aplikasi zakat ialah mengatasi kemiskinan secara menyeluruh yakni dengan mengatasi penyebabnya. Manfaat

25 Hartono widodo, teten kustiawan, akuntansi dan manjemen ., hal. 77.

26 Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah, (Jaakarta: Bumi Aksara,), h. 75.

(34)

19

zakat sangat berpengaruh untuk kehidupan manusia. Mamfaat zakat produktif pada BAZNAS Lombok tengah dalam pengembangan usaha adalah sebagai berikut:

1. Dengan adanya bantuan zakat produktif yang diberikan oleh BAZNAS Lombok tengah bisa membantu mustahiq mengatasi permasalahan dalam hal kekurangan modal usaha guna meningkatkan usahanya yang mana usaha tersebut adalah sumber pendapatan bagi mustahiq untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Bantuan modal usaha yang disalurkan oleh BAZNAS Lombok tengah bisa membantu dalam hal pengembangan usaha mustahiq.

2. Mustahiq yang mendapatkan bantuan zakat produktif diharapkan bisa menjadi muzakki baru, dikarenakan mustahiq diharuskan menyisikan penghasilannya sedikit demi sedikit guna ditabung yang akan dipakai oleh mustahik sebagai tambahan modal dengan harapan bisa untuk mengeluarkan dana zakat, infak, dan sedekah.

G. Metode Penelitian

Dalam pengertian umum metodologi penelitian ialah suatu ilmu mengenai sistem, ataupun tindakan mengerjakan investigasi, sedangkan penelitian merupakan tindakan melakukan investigasi untuk mendapatkan fakta baru, tambahan informasi dan sebagainya yang dapat besifat mendalam (indefresearch), beragam akan tetapi tidak lazim sebagaimana biasanya. Jadi metodelogi penelitian ialah ilmu ataupun studi yang berhubungan dengan penelitian, sedangkan penelitian menunjukkan kegiatan pelaksanaan penelitian.27

Berbicara tentang metodologi penelitian berarti berbicara tentang metode-metode yang digunakan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan tentang kenyataan baik dalam sebagian ataupun keseluruhan aspeknya.Manusia merupakan kutub subyektif pengetahuan dengan alam semesta sebagai kutub obyektifnya.Jika kenyataan yang ingin diketahui adalah kenyataan sosial, maka metodologi merupakan asumsi-asumsi tentang bagaimana seseorang berusaha untuk menyelidiki dan mendapat pengetahuan tentang dunia sosial.28

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

27 Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada 2005) hal 7

28 Nur Sayidah, Metodologi Penelitian (Sidoarjo : Zifatama Jawara, 2018) hal. 13

(35)

20 a. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan proposal skripsi ini ada metode penelitian kualitatif yang merupakan suatu pendekatan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan dan tulisan serta perilaku yang dapat diamati dari orang-orang atau subyek itu sendiri.

Dalam metode penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian ialah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya.Yang melakukan validasi adalah peneliti itu sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.29

b. Jenis Penelitian

Menurut Indriantoro dan Supomo mengklasifikasikan jenis penelitian ada empat yaitu :30

1. Penelitian Terapan

Menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis, tujuannya adalah memecahkan masalah yang dihadapi secara tepat waktu atau memperbaiki kondisi yang sekarang ada.Penelitian terapan juga dibagi menjadi tiga jenis yang pertama, penelitian evaluasi adalah menilai keaktifan suatu program dan tindakan.Yang kedua, penelitian dan pengembangan, dan ketiga penelitian ialah mengembangkan ketrampilan atau pendekatan baru dan memecahkan masalah tertentu.

29Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, 2020), hal.101

30Nur Sayidah, Metodologi Penelitian (Sidoarjo : Zifatama Jawara, 2018) hal. 24

(36)

21

2. Penelitian dasar (Fundamental Recearch)

Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi terhadap konsep teoritis, dan menghasilkan pengetahuan.Hasilnya diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan teori, tidak mempunyai secara langsung dengan penentuan kebijakan, tindakan ataupun kinerja.

3. Penelitian Eksploratif

Penelitian eksploratif dilakukan apabila informasi tentang situasi yang dihadapi tidak banyak.Tujuan dari penelitian ini adalah memahami sifat masalah dengan lebih baik karena baru sedikit studi yang ada.Contohnya penelitian tentang gizi buruk menimpa suku Asmat di pedalaman Papua. Informasi terkait kehidupan suku Asmat banyak di tulis, sehingga penelitian dilakukan dengan cara menggali (mengeksplorasi) kebiasaan hidup dari suku Asmat tersebut.

4. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif dilakukan apabila masalah yang diteliti merupakan fakta dari suatu populasi saat ini terjadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai status saat ini dari subyek yang diteliti dalam suatu kasus tertentu.

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah penelitian kualitatif. Penelitian dalam bahasa Inggris disebut dengan research. Jika dilihat dari susunan katanya, terdiri atas dua suku kata, yaitu re yang berarti melakukan kembali atau pengulangan dan search yang berarti melihat, mengamati atau mencari, sehingga dilakukan untuk mendapatkan pemahaman baru yang lebih kompleks, lebih mendetail, dan lebih komprehensif dari suatu hal yang di teliti.

Jadi metode penelitian kualitatif ialah metode penelitian yang berlandaskan pada interpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, yang dimana peneliti ialah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan

(37)

22

secara trianggulasi (gabungan observasi, wawancara dan dokumentasi).31

2. Sumber dan Jenis Data a. Sumber Data

Sumber data merupakan segala sesuatu yang menjadi sumber informasi mengenai data.Data itu sendiri terkait dengan sumbernya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

Data primermerupakan data yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya.Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber utama atau tempat objek penelitian langsung.Sedangkan data sekunder, merupakan data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain dalam menyelesaikan persoalan yang sedang ditanganinya.Data ini biasa ditemukan dengan cepat.Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder seperti literatur yang terkait dengan tema penelitian, artikel, jurnal atau situs-situs yang ada di internet yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan.32

Adapun sumber data dalam penelitian tentang Mamfaat zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik (studi kasus BAZNAS Lombok tengah) ini dapat dipaparkan sebagai berikut.

1. Sumber Data Primer meliputi sebagai berikut:

a). kepala bidang pendistribusian dana ZIS BAZNAS Lombok tengah.

b). para pegawaiatau amil-amil zakat BAZNAS Lombok tengah.

2. Sumber Data Sekunder meliputi sebagai berikut:

a). Buku Kontemporer b). Jurnal

c). Skripsi

31 Ibid,…..hal.9-10

32Sugiono, metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, (Bandung: alfabeta, 2009),hal.137

(38)

23 b. Jenis Data

Jenis data merupakan pencatatan peneliti, baik berupa fakta maupun angka. Dengan kata lain segala fakta yang dapat dijadikan bahan menyusun informasi. Jenis dan sumber data yang diterapkan dalam penelitian ini ialah data kualitatif.Data kualitatif yaitu data yang tidak dipaparkan dengan angka- angka, melainkan diuraikan dalam bentuk kalimat.

1. Metode Pengumpulan Data

pengumpulan data merupakan suatu teknik atau langkah-langkah positif untuk memperoleh catatan atau catatan dalam suatu penelitian. Cara mengumpulkan catatan yang penulis manfaatkan adalah sebagai berikut:

a. Metode Interview

Wawancara adalah proses tanya jawab lisan tatap muka antara dua orang atau lebih. Dalam hal ini, penulis melakukan wawancara dengan Bapak Muhammad Rudini selaku kepala bidang pendistribusian dana zakat, Bapak Ilham selaku penanggung jawab/ pembimbing dari para penerima bantuan modal usaha, para mustahik penerima bantuan modal usaha yakni ibu Siti Khadijah, ibu Siska Nuraini, ibu Nurhidayanti, ibu Megawati, dan ibu Seri Handayani. Peneliti menggunakan metode wawancara terbimbing bebas. Ini berarti bahwa penulis seharusnya hanya membahas poin-poin utama dari masalah yang diselidiki dan pandai membimbing informan dalam proses wawancara ketika informan menyimpang. Metode interview ini menjadi metode pokok yang digunakan penulis untuk mendapatkan data-data dalam penelitian yang ditujukan kepada para narasumber.Dengan harapan dapat memberikan data-data atauinformasi yang diperlukan penulis.Data yang dicari yaitu data yang bekenaan dengan mamfaat zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik (studi kasus Mustahik BAZNAS Lombok tengah).

b. Metode Observasi

Metode Observasi merupakan proses kompleks yang terdiri dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi sebagai metode perolehan data dibandingkan dengan metode

(39)

24

lain seperti wawancara, ciri khususnya pengamatan tidak dibatasi jika wawancara selalu merupakan komunikasi dengan orang-orang bisa obyek-obyek alam lainnya.33

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi sebagai pelengkap dari wawancara dan observasi dan juga sebagai penguat data-data serta informasi berupa dokumen-dokumen penting. Metode ini penulis gunakan untuk memperkuat data-data yang tidak ada saat melakukan penelitian dengan cara interview dan observasi.

2. Analisis Data

Proses selanjutnya setelah data-data telah terkumpul ialah Analisis data. Analisis data merupakan penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis dibaca dan diinterpretasikan, yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan jenis masing-masing data, kemudian data diuraikan dan dijelaskan sehingga data tersebut dapat diambil pengertian dan kesimpulan sebagai hasil penelitian.34

Adapun tujuan dari analisis data ialah untuk mendeskripsikan data sehingga bisa dipahami, lalu untuk membuat kesimpulan atau menarik kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri dan orang lain.

Analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman dilakukan secara interaktif, berkesinambungan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/validasi hingga tercapai suatu kesimpulan.

1. Data Reduction (Reduksi Data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting kemudian dicari tema dan pola nya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yag lebih jelas dan mempermudah untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari apabila diperlukan.35

33 Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat : Cv.Jejak, 2018), hal.108

34Winarno Surhman, Pengantar penelitian-penellitian Dasar Metode Teknik,(Bandung:Tasito, 1989),hal. 34

35 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung : Alfhabeta, 2020). Hlm.134

(40)

25 2. Data Display (Penyajian Data)

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart. Dalam hal ini, Miles dan Huberman menemukan bahwa teks yang paling umum digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif..36

3. Conclusion Drawing/Verification (Kesimpulan dan Verifikasi) Kesimpulan awal yang disajikan masih bersifat tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung tahap pengumpulan data selanjutnya. Namun, jika kesimpulan yang ditarik pada tahap awal didukung oleh bukti dan data yang valid dan konsisten ketika studi kembali ke daerah untuk mengumpulkan data, kesimpulan yang disajikan dapat dipercaya kesimpulannya.37

3. Keabsahan Data

Data yang dikumpulkan dalam kegiatan penelitian harus diperiksa stabilitas dan akurasinya.Setiap peneliti harus dapat menilai keabsahan data yang diperoleh.Dalam penelitian ini, validitas data yang digunakan adalah triangulasi teknik.Menurut Meleong Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut untuk tujuan memvalidasi atau membandingkan data tersebut.

Adapun teknik keabsahan data yang dimaksud yaitu sebagai berikut :

a. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data observasi dengan hasil wawancara. hasil wawancara informan utama dengan perkataan orang lain. Dari hasil perbandingan tersebut terdapat kesamaan pandangan, pikiran dan pendapat kemudian akan lebih memantapkan kebenaran yang digali dari beberapa sumber yang berbeda. Dari hasil perbandingan sumber yang peneliti lakukan ialah membandingkan hasil observasi awal dengan hasil wawncara mengenai informasi dari website resmi baznas lombok tengah mengenai penyaluran

36Ibid..,hlm 137

37Ibid..,hlm 141

(41)

26

bantuan modal usaha kepada para mustahik dengan pendapat dari bapak Muhammad Rudini selaku Kepala Bidang Pendistribusian Dana Zakat Dan Bapak Ilham selaku pembina dari para mustahik penerima dana zakat apakah dana zakat dalam bentuk produktif ini masih disalurkan oleh pihak baznas atau tidak, namun dari hasil observasi maupun hasil wawancara perbandingan antara informan utama dengan perkataan informan kedua yang peneliti temukan adalah sama dengan hasil observasi awal.

b. Triangulasi metode yaitu dimana dalam hal ini menggunakan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan observasi. Sehingga penelitian ini dilakukan secara bersamaan contohnya, metode observasi yang juga dibarengi dengan metode wawancara. Dari hasil perbandingan metode yang peneliti lakukan ialah membandingkan hasil observasi awal dengan hasil wawncara mengenai apakah dana zakat dalam bentuk produktif ini masih disalurkan oleh pihak baznas atau tidak, namun dari hasil observasi maupun hasil wawncara perbandingan yang peneliti temukan adalah sama dana zakat dalam bentuk produktif masih disalurkan oleh pihak baznas lombok tengah sampai saat ini.

(42)

27 H.Sistematika Pembahasan

Sistematika Pembahasan yaitu urutan penulisan skripsi. Agar makalah yang diajukan ini lebih mudah dipahami, penulis menjelaskan tentang sistem penulisan yang terdiri dari beberapa bagian:

BAB I PENDAHULUAN,

Dalam bab ini menjelaskan mengenai Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat, ruang lingkup penelitian dan penelitian yang terdahulu, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II PAPARAN DATA dan TEMUAN

Pada bab dua ini peneliti akan mencoba mengungkapkan seluruh data dan temuan penelitian yang berkaitan dengan Manfaat zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik (studi kasus Mustahik BAZNAS Lombok tengah). Dalam bab ini membahas mengenai gambaran umum tentang baznas Lombok tengah, visi misi, struktur organisasi, jenis zakat dan penerima zakat di baznas Lombok tengah, program zakat pada baznas Lombok tengah, data penerima zakat di baznas Lombok tengah.

BAB III PEMBAHASAN

A. Dalam bab ini menjelaskan mengenai bimbingan pengelolaan zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik.

B. Dalam bab ini menjelaskan mengenai manfaat zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik.

BAB IV PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran.

(43)

28 I. Rencana Jadwal Kegiata Penelitian

Peneliti telah melakukan penelitian sejak sampai peneliti benar-benar mendapatkan data dan informasi yang akurat, yang kemudian kurang lebih berakhir 3 bulan.

Tabel 1.1 Jadwal kegiatan No Kegiatan

Bulan Ke-

L 2 3 4 5 6

1 Penyusunan Proposal

2 Seminar Proposal 

3 Perbaikan/revisi 

4 Penelitian  

5 Analisis data 

6 Konsultasi 7 Ujian

8 Perbaikan akhir

(44)

29 BAB II

HASIL PENELITIAN A.Profil BAZNAS Lombok Tengah

Baznas Lombok Tengah adalah salah satu lembaga zakat resmi milik pemerintah yang bersifat transparan, akuntebel dan professional. Jika dilihat kebelakang mengenai sejarahnya maka bisa dilihat perkembangan pengelolahan zakat di Kabupaten Lombok Tengah dimulai sekitar tahun 2000 berkenaan dengan Undang-undang No.38 tahun 1999 tentang pengelolahan zakat. Sedangkan apabila dilihat secara kelembagaan saat itu ter

Gambar

Tabel 2.2  Data penerima zakat tastura sejahtra (Bakulan) tahap kedua  tahun 2021
Tabel 1.1  Jadwal kegiatan  No   Kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai perihal pada pokok surat tersebut di atas, kami selaku Ketua/Pengelola Lembaga PAUD mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan Alat Permainan Edukatif

KPTI-01 Lembar ini digunakan untuk mengajukan permohonan pembuatan surat keterangan/ pengantar bagi mahasiswa Magang / Kerja Praktik di perusahaan/ lembaga.. Syarat sudah lulus

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu: Pertama, syarat-syarat apakah yang harus di penuhi dalam mengajukan

1) Pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari COVID-19 secara berjenjang kepada Ketua Gugus tingkat

/ Apakah informan pernah mendengar tentang adanya himbauan pemberlakuan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika dari BNN untuk syarat pengajuan usul nikah di KUA Amuntai Tengah?.