LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DEPARTEMEN FINISHEDGOODS WAREHOUSE PLANT A (FGWHA) PT GAJAH TUNGGAL Tbk.
Adhe Arifin 1, Ahmad Zaki Ramadhan 2, Andra Yuko Pratama 3, Angga Saputra 4, Febby Stefani 5
Teknologi Industri-Politeknik Gajah Tunggal
Keywords:
Warehouse SMART methods Fishbone diagram
Abstract:
FGWHA (FINISHED GOODS WAREHOUSE A) Department is a Warehouse that located at PT Gajah Tunggal Tbk’s industrial integrated area, the company is engaged in manufacturing, especially tires. Warehousing activities are carried out to store Finished goods produced before distributed to agents or other branch companies in the supplychain so that they reach the end consumer. The warehouse function is very important. The reason is, in the warehouse we can find out the details of the goods that are produced. Storage or placement of goods in a warehouse can also be used to in carrying out a performance in the company. Especially if the warehouse owned by the company is very adequate.
As a form of storage, warehouse is an important part of the entire production process. The existance of a warehouse will have a major effect on the running smoothness of the system and the activities of other units for the company. The inventory flow method shows how an item is taken from inventory
I.PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Persaingan dunia industri semakin ketat, khususnya perusahaan manufaktur yang dituntut untuk memproduksi barang dengan kualitas yang tinggi namun dengan harga yang dapat bersaing. Pada masa ini, perkembangan dan pembaruan di setiap mesin merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan dan penelitian industri yang terus dilakukan demi mendapatkan hasil produksi yang berkualitas.
Dalam rangka meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja di lingkungan industri, maka diadakan kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di PT Gajah Tunggal Tbk. Kegiatan PKL merupakan implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan dengan program
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu, mahasiswanya dalam menghadapi dunia kerja yang diadakan di PT Gajah Tunggal Tbk dengan maksud tujuan untuk menerapkan teori yang telah didapatkan selama kegiatan proses perkuliahan ke dalam dunia pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan adanya PKL ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang fungsi dan proses kerja dari beberapa Plant maupun Departemen yang berada di PT Gajah Tunggal Tbk khususnya Joint Plant Logistic, dan mahasiswa pun dapat melakukan pengamatan terhadap adanya kendala yang terjadi di tempat para mahasiswa PKL, dan diharapkan mahasiswa dapat memberikan solusi sesuai dengan apa yang telah dipelajari.
I. 2 Tujuan
1. Memahami sejauh mana penerapan ilmu dan teori yang diperoleh selama kuliah pada dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Mengenal dan memahami fungsi dari setiap Plant dan Departemen yang berada di PT Gajah Tunggal Tbk, khususnya Divisi Logistik.
3. Memahami masalah yang dialami serta penyelesaian yang dilakukan oleh departemen Finished Goods Warehouse Plant A.
4. Memenuhi kurikulum yang telah ditentukan oleh Politeknik Gajah Tunggal.
I.3 Manfaat Penulisan a. Bagi Mahasiswa
1. Membandingkan teori-teori yangada dengan keadaan di lapangan sebenarnya.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai proses produksi ban.
3. Mengidentifikasi proses kerja pada
departemen produksi, terutama yang berada di FGWHA.
b. Bagi PT Gajah Tunggal Tbk 1. Mempersiapkan tenaga kerja sebagai
sumber daya manusia yang terampil pada bidangnya.
c. Bagi Politeknik Gajah Tunggal
1. Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai lingkungan kerja yang akan dihadapi setelah lulus dari program pendidikan.
II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN II.1 Profil Perusahaan
PT Gajah Tunggal Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan produk ban untuk berbagai kendaraan dan kegunaan.
Perusahaan ini pada mulanya bernama NV.
Hock Thay Hin didirikan pada tanggal 24 Agustus 1951 oleh Bapak Syamsul Nursalim dan Ibu Itjih Nursalim. Pabrik dengan luas 13.000 m2 dan memiliki jumlah karyawan 100 orang berlokasi di Jl. Bandengan Utara 73-75, Jakarta Utara. Produk perusahaan saat itu adalah ban sepeda dan becak tradisional dimana kedua jenis kendaraan tersebut
merupakan alat transportasi utama. Pada tanggal 02 Mei 1961, perusahaan ini berubah namanya menjadi PT Gajah Tunggal Tbk.
Perusahaan ini diakui pemerintah seperti yang tercantum pada pernyataan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 7 September 1961.
Berawal dari Technical Cooperation dengan IRC, Japan, di tahun 1972, PT Gajah Tunggal Tbk mengembangkan produksi ban sepeda motor dan juga scooter. Untuk lebih menyerap teknologi ban (Tire) terutama dalam hal desain, proses dan lain-lain, PT Gajah Tunggal Tbk menjalin kerjasama teknik dengan Yokohama Rubber Company, Japan, untuk ban truck bus dan passanger car selama 15 tahun (1980 s/d 1995) dalam bentuk Technical Assistance Agreement (TAA).
PT Gajah Tunggal Tbk menyadari bahwa di dalam memenuhi kepuasaan pelanggan, harus terus berusaha untuk menghasilkan desain produk yang baik dan bermutu, dan untuk membuktikan hal itu produk-produk yang dihasilkan sudah teruji dan mendapatkan sertifikasi yang di antaranya adalah SNI sendiri, 1-037 dari Inmerto-Brazil, PS-Mark dari BPS- Philipine, E-Mark dari ECE-Europe, DOT Y9-USA, dan sebagainya yang sebagian besar untuk kategori ban radial. Selain itu, PT Gajah Tunggal Tbk juga akan memperhatikan pelayanan kepada pelanggan dan menyesuaikannya dalam pengembangan produk.
Selanjutnya sebagai wujud dari komitmen dan konsistensi PT Gajah Tunggal Tbk yang dituangkan dalam penerapan sistem mutunya, sebagai lanjutan untuk menyambut era globalisasi di dunia industri (local/export market), mengantisipasi persaingan produk sejenis yang semakin ketat, juga untuk menambah sales point serta membentuk SDM yang handal, maka manajemen PT Gajah Tunggal Tbk mengambil kebijaksanaan untuk mengadopsi Manajemen Sistem Mutu ISO/TS 16949 yang bisa dikatakan sebagai tindak
“Continous Improvement” Setelah mengadopsi Sistem Mutu QS-9000.
Sejarah perkembangan PT Gajah Tunggal Tbk antara lain, yaitu:
1. Tahun 1951, PT Gajah Tunggal didirikan untuk memproduksi dan mendistribusikan ban luar dan ban dalam sepeda.
2. Tahun 1973, persetujuan bantuan teknik ditandatangani dengan Inoue Rubber Company, Jepang
untuk memproduksi ban sepeda motor.
3. Tahun 1981, perusahaan mulai memproduksi ban bias untuk kendaraan penumpang dan niaga dengan bantuan teknik dari Yokohama Rubber Company, Jepang.
4. Tahun 1990, PT Gajah Tunggal Tbk terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
5. Tahun 1991, PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi GT Petrochem Industries, sebuah produsen kain ban (TC) dan benang nilon.
6. Tahun 1993, perusahaan mulai memproduksi secara komersial ban radial untuk mobil penumpang dan truk ringan.
7. Tahun 1995, PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi Langgeng Baja Pratama (LBP), produsen kawat baja.
8. Tahun 1996, PT Gajah Tunggal Tbk mengakuisisi Meshindo Alloy Wheel Corporation, produsen velg alumunium terbesar kedua di Indonesia. PT GT Petrochem Industries, anak perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk, memperluas lingkup operasinya dengan memproduksi karet sintetis, etilena glikol, benang poliester dan serat poliester.
9. Tahun 2001, perusahaan membuat perjanjian produksi dengan Nokian Tyres Group, sebuah perusahaan manufaktur ban terkemuka yang berbasis di Finlandia, untuk memproduksi beberapa jenis ban mobil penumpang, termasuk ban untuk musim dingin (salju), untuk pasar di luar Indonesia.
10. Tahun 2002, PT Gajah Tunggal Tbkimenyelesaikanirestrukturisasi nya karena timbulnya krisis
keuangan Asia, yang
memungkinkan perusahaan.
Untuk menurunkan beban hutangnya lebih dari US$ 200 juta dan mengkonversi hutang ke FRN.
11. Tahun 2004, selesainya restrukturisasi Perusahaan dengan terlaksananya dekonsolidasi laporan keuangan Perusahaan dengan PT GT Petrochem Industries dan pada saat
bersamaan mengakuisisi aset TC dan SBR. Tahun 2005, perusahaan menerbitkan Obligasi Global senilai US$ 325 juta. Dana hasil obligasi tersebut digunakan untuk membeli kembali sejumlah wesel bayar dan untuk membiayai ekspansi perusahaan. Divestasi saham Meshindo Alloy Wheel yang merupakan produsen velg aluminium. Dimulainya produksi ban untuk Michelin melalui program off-take.
12. Tahun 2006, PT Gajah Tunggal Tbk menerima penghargaan “Best Managed Company in Indonesia”
dari Euromoney Magazine.
13. Tahun 2007, tambahan dana sebesar US$ 95 juta berasal dari penawaran tambahan obligasi global untuk membiayai ekspansi yang sedang berjalan dan untuk pengeluaran modal guna
membiayai riset dan
pengembangan produk baru.
Perusahaan juga kembali memasuki pasar modal dengan melakukan emisi saham dengan perbandingan 10 : 1 dengan nilai emisi sebesar Rp 158,4 milyar (sekitar US$ 17 juta) untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
14. Tahun 2008, didirikan Plant I, yang memproduksi ban luar dan ban dalam. Plant I menempati gedung dimana sebelumnya digunakan sebagai pabrik PT IRI 5 yang memproduksi ban sepeda.
Kapasitas Plant I untuk ban luar adalah 35.000 pcs/hari dan 40.000 pcs/hari untuk ban dalam. Ban Razzo sebagai sponsor tunggal Indoprix dari tahun 2008 sampai dengan sekarang.
15. Tahun 2009, pembangunan Plant K dan mendapat sertifikasi ISO 14001 untuk sistem managemen.
16. Tahun 2010, peluncuran Champiro Eco, ban Indonesia pertama yang ramah lingkungan, oleh Menteri Perdagangan Ibu Mari Pangestu.
17. Tahun 2012, TOP BRAND dari tahun 2012-2013 untuk ban dalamnya. Perusahaan menerima berbagai penghargaan seperti
“indonesia’s best mild cap company” dari finance asia, penghargaan primaniarta dalam
kategori “Global brand development” dari departemen perdagangan, dan “indonesia’s trusted companies” dan majalah SWA, PT SWASEMBADA juga membeli bidang tanah di kawasan untuk fasilitas trek pengujian dan ekspansi bisnis masa depan.
18. Tahun 2013, perusahaan menerbitkan senior secures notes sebesar 500.000.000 dolar AS, yang jatuh tempo pada tahun 2018 dengan kupon 7,75% per tahun.
Dana dari notes tersebut digunakan sepenuhnya untuk menebus collable step-up gueranted secured band yang jatuh tempo pada tahun 2014 dengan jumlah prinsipal 412.495.000 dolar. Sisa dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai belanja modal.
19. Tahun 2014, perusahaan memulai membangun pabrik baru ban radial untuk truk dan bus. Setelah pabrik tersebut selesai dibangun, perusahaan akan menjadi pionir dalam teknologi TBR di Indonesia.
20. Tahun 2015, menerima
penghargaan ‘indonesia most creative companies’ dari majalah SWA, PT SWASEMBADA mendapat urutan ke 9 dari 25 perusahaan karena menciptakan chamipro eco, ban indonesia pertama yang ramah lingkungan.
Mendapatkan kategori
“environmental aspesification of sustainability-sustainable product”
dari CECT Univesitas Trisakti dalam acara penganugrahan CECT CSR Awards, penghargaan ini mencerminkan komitmen dan
kemampuan perusahaan
berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui penghargaan produk- produk perusahaan yang berkelanjutan.
21. Tahun 2016, menerima
penghargaan program P2-HIV &
AIDS Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Penghargaan ini diterima perusahaan untuk keenam kali nya. Dengan menerima penghargaan ini perusahaan diakui atas prestasinya dalam melaksanakan program-
program pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja. Perusahaan menerima penghargaan ini dengan kategori gold.
II.3 Visi Misi Perusahaan 1. Visi
Menjadi Good Corporate Citizen dengan posisi keuangan yang kuat, pemimpin pasar di Indonesia, dan menjadi perusahaan produsen ban yang berkualitas dengan reputasi global.
2. Misi
Menjadi produsen yang memimpin dan terpercaya dalam sebuah portfolio produk ban yang optimal, dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang unggul di saat yang sama terus meningkatkan ekuitas merek produk, melaksanakan tanggung jawab sosial dan memberikan profitabilitas atau hasil investasi kepada para pemegang saham serta nilai tambah untuk semua stakeholder perusahaan.
II.2 Profil Departemen
Menurut Porter (2011), dalam bukunya yang berjudul Operation Management mendefinisikan warehouse atau gudang adalah tempat penyimpanan barang yang memiliki fungsi lain yang berkaitan dengan aktivitas rantai pasok seperti melakukan penyortiran dan mengemas barang sebelum masuk dalam proses distribusi.
Sedangkan, pengertian dari Finished Goods Warehouse adalah tempat penyimpanan khusus atau pergudangan yang ditujukan untuk menyimpan produk jadi yang siap untuk dikirim ke pelanggan.
Departemen FGWHA merupakan sebuah deparemen yang berwenang dalam proses penyimpanan produk jadi (finished goods) Tire dari proses produksi Plant A, Tube dari Plant C dan Flap dari Plant E. FGWHA menyimpan produk berupa bias tire dengan berbagai tipe, yaitu ULT (Ultra Light Truck), LT (Light Truck), TB (Truck Bus), OTR (Off The Road), dan ID (Industrial
II.4 Struktur Organisasi Departemen
Gambar 1. Struktur Departemen FGWHA
II.5 Deskripsi Pekerjaan Departemen
Gambar 2. Flow Process FGWHA II.5.1 Penerimaan Tire, Tube dan Flap
Penerimaan merupakan proses serah terima barang jadi atau finish good dari departemen produksi melalui tahap FI (Final Inspection) plant A (Tire), C (Tube), dan E (Flap) disertai penyerahan dokumen Bukti Serah Terima Barang (BSTB) dan Bukti Barang Masuk (BBM), kemudian dientry ke sistem oracle inventory sebagai stok gudang.
Proses Kerja Penerimaan Tire:
1. Operator FI (Final Inspection) menyusun Tire, setiap susunan terdiri dari 5 Tire.
2. Penempelan stiker oleh operator gudang berdasarkan size Tire
3. Operator gudang menyusun kembali Tire yang sudah dipasang stiker. Tempat dan jumlah penyusunnya tergantung ukuran dan jenis Tire.
4. Setelah disusun, lalu dicatat oleh recorder.
Size tire
PR (Ply Rating)
Jumlah tire
Nama tire
5. Setelah pencatatan, untuk stock, disimpan di area simpan dengan ditaruh per lot.
Untuk assembling, disimpan di area penyimpanan assembling
Proses Kerja Penerimaan Tube dan Flap:
1. Recorder gudang mendatangi plant C (untuk Tube) dan plant E (untuk Flap) 2. Penghitungan bersama recorder gudang
dengan plant C dan plant E
3. Setelah cocok perhitungannya, dikirim ke FGWHA 2
4. Setelah sampai di FGWHA 2, dihitung ulang dan diberi tag (size, Serial Number (SN), kuantiti per palet)
5. Untuk grade OK, dapat langsung dipacking, sementara untuk grade OE, lanjut ke proses Setting Assembly yaitu proses pemasangan/penggabungan antara Tire, Tube dan Flap grade OE
II.5.2 Penyimpanan, Stock Control dan Pemindahan
Secara umum proses yang dilakukan di stock control yaitu mengontrol ketersediaan stok barang jadi (Tire, Tube, dan Flap) yang ada di gudang, memastikan aturan First In First Out (FIFO) tetap berjalan dengan baik, memastikan tempat penyimpanan barang jadi cukup, memastikan tidak ada size yang tercampur pada barang yang disimpan dan memastikan kesesuaian jumlah barang yang ada di dalam sistem oracle dengan kondisi aktual supaya tidak ada selisih. Sedangkan tugas pemindahan yaitu mengatur strategi pemindahan supaya kapasitas penyimpanan selalu tersedia.
Proses Kerja Penyimpanan:
1. Simpan dan susun Tire, Tube & Flap dari produksi pada area penyimpanan.
Penyusunan Tire, Tube & Flap pada area penyimpanan berdasarkan metode FIFO dengan ketentuan:
Kode atau size harus sama
Jika dalam satu lot ada beberapa Serial Nimber (SN), maka SN yang lebih lama berada di posisi paling depan dan SN yang terbaru berada di paling belakang
2. Catat barang menggunakan form kontrol stok sesuai dengan size, SN, dan jumlahnya pada area penyimpanan.
3. Update whiteboard dan informasikan form kontrol stok ke bagian persiapan.
4. Laporkan barang yang umurnya sudah lebih dari 3 bulan menggunakan form Laporan 5. Umur barang dan diserahkan ke Staff Stock
Control
6. Rapikan Tire, Tube dan Flap jika kondisi dalam satu lot tidak rapi.
Standar penyusunan Tire pada lantai:
ULT (Ultra Light Truck) = 12
LT (Light Truck) = 13
TB (Truck Bus) = 12
OTR (Off The Road) = 7
ID (Industrial) = disusun di rak Standar penyusunan Tire pada rak:
ULT rim 8" - 14" = Rak biru, isi 36 - 52 tire
LT 15" - 16" Rak Kuning isi 36 tire
TB rim 20" = Rak biru isi 10 tire II.5.3 Persiapan Kirim
Proses mempersiapkan barang agar sesuai dengan permintaan customer. Pada proses ini petugas staging dan loading menyesuaikan barang dengan permintaan yang tertera di RMB. Shipping preparation tire terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Tire Wrapping
Proses Kerja Tire Wrapping:
1. Menerima rencana wrapping (Pre -SO) atau Delivery Number untuk mengetahui jumlah pemesanan wrapping
2. Melepas stiker Tire dan menempelkannya sementara pada rak
3. Menurunkan barang dari rak berupa Setting Tire, Tube dan Flap
4. Selipkan Tube dan Flap ke dalam Tire jika ada permintaan
5. Pembungkusan (Wrapping) dan memberi Wrapping tape (Isolasi)
6. Memasang kembali stiker Tire pada Tire yang sudah diwrapping
7. Menaikkan kembali Tire pada rak
8. Simpan Tire di area simpan hingga menunggu waktu pengiriman
Setting Assembly Tire OEM
Proses kerja Setting Assembly Tire OEM:
1. Order barang ke bagian Tire, Tube dan Flap 2. Mengecek jumlah dan fisik barang
3. Supply Tire, Tube dan Flap ke area setting 4. Pasang Tube pada Tire
5. Isi angin pertama (tidak ada standar pengisian pressure angin, untuk mempermudah proses pemasangan Flap) 6. Pasang flap pada Tire
7. Isi angin kedua ( tahap ini terdapat standar pengisian angin min 100 Psi, maks 200 Psi) 8. Mengecek tekanan angin apakah sesuai
standar dengan menggunakan alat Pressure gauge
9. Simpan Tire di area simpan hingga proses pengiriman dilakukan
Packing Tube
Proses kerja Packing Tube:
1. Menyiapkan sarana kerja
2. Membuat rencana kerja (team leader) tube = 625pcs/orang/hari
3. Menyiapkan tube polos yang siap dipacking di area transit
4. Bagikan tube ke setiap meja
5. Ambil tali, kantong, karung sesuai size dan 6. Stampel (berisi tanggal, SN, kode operator) 7. Menulis lokasi lot pada rekapan yang telah
dibuat
8. Cek kesesuaian fisik, SN dan kelengkapan 9. Lipat dan masukan tube ke kantong
10. Ikat kantong plastik yang sudah diisi tube.
size kecil & sedang = ikat per 5 kantong.
size besar = ikat per 2 kantong
11. Tempatkan tube yang sudah diikat (biasanya di samping meja pelipatan) 12. Masukan tube ke karung, lipat dan jahit
karung
13. Timbang apakah sesuai standar dan tulis hasil timbangan pada karung
14. Siapkan palet dan cek kondisinya
15. Susun karung yang sudah ditimbang ke palet
16. Tulis SN di sisi paling ujung karung setiap palet
17. Catat dan tanda tangan hasil laporan packing
18. Angkut dan simpan di area penyimpanan Packing Flap
Proses Kerja Packing Flap:
1. Menyiapkan sarana kerja
2. Membuat rencana kerja (teamlader) flap = 1250pcs/orang/hari
3. Menyiapkan flap polos yang siap dipacking di area transit
4. Ambil tali dan karung sesuai size
5. Beri stampel pada karung (Tanggal, SN, dan kode operator)
6. Bongkar dan pilah flap dari palet menjadi 5pcs per gulungan
7. Cek fisik flap yang sudah dipilah sesuai dengan Size, SN dan kelengkapan
8. Lipat flap dan ikat dengan ketentuan
size kecil = 1 ikatan
size besar = 2 ikatan
9. Masukan flap ke dalam karung sesuai jumlah dan size
10. Jahit karung yang sudah diisi flap 11. Siapkan palet dan cek kondisinya
12. Susun karung yang sudah terisi flap pada palet
13. Tulis SN di sisi paling ujung karung setiap palet
14. Catat dan tanda tangani hasil laporan harian packing flap
15. Angkut dan simpan di area penyimpanan II.5.4 Loading
Proses pengiriman atau loading merupakan proses muat barang dari gudang ke dalam kendaraan berupa truk ataupun kontainer sesuai RMB (Rencana Muat Barang).
Proses Kerja Loading:
1. Cetak dan cek kesesuaian form Loading dengan RMB dan berikan paraf.
2. Set RMB dengan form Loading dan serahkan ke dept. Head untuk ditanda tangani.
3. Serahkan ke Adm. Pengiriman.
4. urutan muat barang dan berikan kepada petugas Loading
5. Cek kesesuaian dan isi form Loading dengan RMB, dan Surat pengantar.
6. Memastikan Truk/Container parkir sesuai arahan petugas loading dengan posisi aman serta dalam kondisi layak muat.
7. Order barang ke bagian stock control menggunakan slip pengorderan barang, catat nomor SN barang dan ditandatangani.
8. Memberikan inrormasi ke supir forklift terkait lokasi, size, dan jumlah barang yang akan dimuat sesuai slip pengorderan barang.
9. Angkat barang dari tempat penyimpanan dan arahkan barang menuju area loading dock barang.
10. Cek kesesuaian dan isi form Loading dengan RMB, dan Surat pengantar.
11. Periksa kesesuaian barang yang akan dimuat sesuai dengan RMB dan form slip order barang untuk Loading.
12. Hitung manual barang yang sudah dimuat menggunakan form hasil pengecekan pengeluaran dan form checksheet pengambilan barang sesuai size, marking dan quantitiy.
13. Ambil tag pada rak barang yang sebelumnya sudah dimuat, dan lakukan perhitungan dan pemuatan sampai dengan selesai sesuai dengan RMB.
II.5.4 Asset and Document Control
Asset dan Document Control mengurusi Asset Control, Document Control, dan Asset Maintenance.
a. Asset Control
Tugas Asset Control adalah mengontrol aset- aset yang ada di FGWHA seperti forklift, palet, rak, timbangan, dan aset-aset lainnya.
b. Document Control
Tugas Document Control adalah mengontrol dokumen-dokumen yang ada di FGWHA, seperti RMB, KPI, IKL, dan lain lain.
c. Asset Maintenance
Tugas Asset Maintenance adalah memelihara dan memberikan tindakan preventif terhadap aset- aset di gudang FGWHA.
Selain dari 3 tugas diatas, bagian Asset and Document Control juga mengurusi 5R,
K3L dan dampak lingkungan.
III. DESKRIPSI AKTIVITAS SELAMA PKL III.1 Pelaksanaan Kegiatan PKL
No Tanggal Tempat Kegiatan
1 23 Januari 2024
FGWH
A Safety induction, pengenalan struktur departemen, pengenalan alur proses Gudang, genba lokasi gudang
2 24
Januari 2024
FGWH
A Penerimaan
produksi(Tire, Tube dan Flap),
penyimpanan barang dan penyusunan FIFO
3 25
Januari 2024
FGWH
A Setting assembling, wrapping, persiapan kirim barang export dan replacement, packing Tube, packing Flap, persiapan kirim Tube dan Flap
4 26
Januari 2024
FGWH A
Proses loading (Tire, Tube dan Flap), tipe susun barang, muatan truk ekspor dan lokal 5 29
Januari 2024
FGWH A
Sistem dan administrasi, asset dan dokumen kontrol 6 30
Januari 2024
FGWHA Presentasi dengan materi FGWHA
7 31 Januari 2024
JXP Pengenalan struktur organisasi ,flow process local expedition, pengenalan proses order kendaraan
8 1 JXP Proses pengaturan
Februari
2024 kendaraan
9 2 Februari 2024
JXP Pedoman
pembongkaran di customer, evaluasi perusahaan angkutan, monitor pengiriman dalam dan luar kota, penanganan surat jalan kembali 10 5
Februari 2024
GRM Pengenalan departemen GRM, struktur departemen, lingkup kerja
11 6 Februari 2024
GRM Pengenalan section FAD (Fixed Asset Dispossal) Process
12 7 Februari 2024
GRM Pengenalan proses operasional GRM dan genba lokasi TPS (Tempat pembuangan sementara)
13 9 Februari 2024
PPC A Pengenalan struktur departemen, pengenalan proses produksi
14 12 Februari 2024
PPC A Alur bisnis proses PPC, raw material & capacity control planning
15 13 Februari 2024
PPC A Pengenalan balance out
16 19 Februari 2024
PPC R Perkenalan, pengenalan struktur departemen, pengenalan section system & data support, pengenalan serta genba section material &
equipment
17 20 Februari 2024
PPC R Pengenalan dan genba section PPC building dan curing, pengenlan oracle system
III.2 Penjelasan tentang permasalahan yang ada di FGWHA
Dalam departemen FGWHA, kapasitas penyimpanan sangat dibutuhkan untuk menyimpan ban finish good dalam jumlah yang banyak dan tidak
beresiko terjadi kerusakan apapun. Seperti pada umumnya, gudang pasti memiliki kapasitas ruangan yang terbatas. Karena itu diperlukan adanya penambahan rak penyimpanan pada gudang ban A tersebut. Pada awalnya jika terjadi over stock ban finish good, akan dilakukan susun lantai (stok candi).
Namun cara tersebut memiliki resiko yang tinggi apabila ban disusun lantai (stok candi).
Disusun nya ban dengan cara susunan lantai(stock candi) menyebabkan timbulnya kerusakan pada ban terutama pada bead ban, memakan lebih banyak ruang penyimpanan, dan dapat membahayakan keselamatan.
III.3 Solusi dari permasalahan yang dijelaskan sebelumnya
Dalam upaya peningkatan kapasitas penyimpanan ban finish good terkait susun lantai, maka diperlukan tindakan berupa identifikasi masalah menggunakan 5W1H(metode kipling).
Menurut Lexy J. Moleong, seorang ahli metodologi penelitian kualitatif Indonesia, Metode 5W+1H merupakan suatu teknik pengumpulan data yang menggunakan enam pertanyaan dasar untuk menggali informasi dari responden.
Keenam pertanyaan dasar tersebut adalah:
1. What (Apa) 2. Who (Siapa) 3. When (Kapan) 4. Where (Di mana) 5. Why (Mengapa) 6. How (Bagaimana)
Metode 5W+1H ini sering digunakan dalam wawancara, observasi, dan pengumpulan data lainnya untuk memperoleh informasi yang lengkap dan mendalam tentang topik yang sedang diteliti.Pada permasalahan kapasitas penyimpanan kali ini, metode kipling yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah adalah sebagai berikut:
WHAT :
WHO :
WHEN :
WHERE :
WHY :
HOW :
Setelah didapat akar dari permasalahan berdasarkan metode kipling tersebut, langkah berikutnya yaitu menentukan target untuk penyelesaian masalah ini dengan menggunakan metode SMART, metode ini digunakan untuk menurunkan waktu proses monitoring forklift menjadi lebih cepat.
S (Specific) : Meningkatkan kapasitas penyimpanan dan terjauh dari ancaman keselamatan serta kerusakan pada ban
M (Measurement) : Meningkatnya kapasitas penyimpanan menjadi 36-40 pcs
A (Achievable) : Data yang diperoleh dari hasil analisa lapangan.
R (Relevant) : Kapasitas menjadi bertambah
T (Time Bound) : Target pelaksanaan QCC dimulai Februari 2022 dan paling lambat pada bulan Desember 2022.
Dari akar masalah yang didapat dalam Metode kipling serta target yang ada dalam metode SMART, dibuatlah solusi sebagai berikut:
Penambahan persediaan rak penyimpanan rak kosong pada FGWHA
Terjadi peningkatan kapasitas penyimpanan sebanyak 10-14 pcs atau 38,48% – 53,84% dari yang sebelumnya hanya 12 kancing 2 (26pcs).
IV.KESIMPULAN
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama melaksanakan kegiatan magang di Joint Plant Logistic di PT Gajah Tunggal Tbk khususnya FGWHA (FINISHED GOODS WAREHOUSE PLANT A) penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan di antaranya sebagai berikut:
1. Penulis dapat melihat secara langsung sistem yang digunakan oleh bagian.
2. Penulis dapat mengetahui tugas dan wewenang logistik terutama bagian FGWHA.
3. Penulis dapat mengenal lingkungan PT Gajah Tunggal Tbk, yang bertujuan agar mahasiswa dapat bersosialisasi langsung dengan seluruh karyawan dan staff di pabrik serta mempererat hubungan antara Politeknik Gajah Tunggal dengan pabrik.
4. Penulis dapat memahami proses-proses yang terdapat di bagian logistik terutama di bagian
Departement Finished Goods Warehouse Plant A.
V.DAFTAR PUSTAKA
1. PT Gajah Tunggal Tbk (2019) Retreived from www.gt-tires.com/sejarah
2. Wijatmiko, Cahyo (2019) Perbaikan kualitas produk keset dengan Metode Seven Steps di UD. Mutiara Handycraft Kebumen Retreived from
https://e-journal.uajy.ac.id/23616/
3. Hakami, Muhammad Ubaidillah Al (2019) Analisis Lean Warehouse guna mengurangi waste pada gudang sparepart (Studi kasus:
PT. Petro Jordan Abadi) Reteived from http://eprints.umg.ac.id/1089/