• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia

N/A
N/A
Finka Sari Ramdayani

Academic year: 2023

Membagikan "Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Finka Sari Ramdayani Kelas: 2022A

105061104322

A. Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia

Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk perkembangan suatu negara. Pendidikan menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan meneruskan dan memajukan suatu negara. Kita tahu Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), namun sumber daya alam itu akan sia-sia atau tidak dapat di manfaatkan sebaik mungkin jika Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki tidak dapat dipergunakan untuk mengelolah SDA yang ada. Pembentukan atau penciptaan sumber daya manusia yang bermutu tergantung pada sistem dan penerapan pendidikan. Di Indonesia masih banyak masalah-masalah mengenai pendidikan yang sampai sekarang belum bisa diselesaikan terutama di daerah-daerah terpencil, rendahnya kualitas dan mutu pendidikan inilah yang harus segera diatasi.

Berikut ini adalah masalah pendidikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia:

1. Rendahnya sarana dan prasarana fisik di Indonesia

Sekarang ini masih banyak kasus sekolah-sekolah yang tidak layak pakai, misalnya saja atap sekolah yang sudah hampir roboh, dinding sekolah yang sudah retak, meja dan bangku yang di gunakan peserta didik hampir patah. Hal ini sangat ironis bila melihat anggaran pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini jauh melebihi cukup untuk mendukung sarana dan prasarana di sekolah-sekolah untuk menjadikan sekolah-sekolah

(2)

khususnya di daerah terpencil menjadi lebih baik dan sempurna. Namun, kemanakah anggaran-anggaran tersebut?.

Permasalahan lainnya adalah kurangnya ketersediaan alat-alat dan sarana yang mendukung pendidikan seperti perpustakaan sekolah, laboratorium sekolah dan ruang kelas yang cukup. Jika di bandingkan dengan keadaan pemerintah pusat dan daerah, justru gedung DPR, gedung Walikota atau gedung pemerintahan lainnya dengan bangga berdiri kokoh dan sangat megah di tengah-tengah perkotaan, sedangkan sekolah-sekolah di daerah terpencil sama sekali tidak diperhatikan. Sementara untuk Ujian Nasional pemerintah pusat menuntut agar nilai-nilai yang di capai harus sesuai dengan yang di tentukan, bagaimana peserta didik di daerah terpencil bisa atau sanggup untuk mencapai nilai-nilai yang telah di tentukan pemerintah pusat sedangkan sarana dan prasarana pendidikan mereka tidak mendukung.

2. Kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia

Tidak semua daerah di Indonesia memiliki gedung sekolah, pengajar, dan sarana pendidikan yang sama, sama disini maksudnya adalah dari segi kualitas dan kuantitasnya.

Bagi sebagian orang pendidikan merupakan hal yang biasa, namun berbeda dengan orang- orang yang tinggal di daerah terpencil di Indonesia, pendidikan merupakan kebutuhan yang mewah dan sangat berharga. Hal ini dikarenakan untuk mencukupi atau bisa mengenyam pendidikan di perlukan biaya yang mahal karena di daerah tersebut sekolah masih sedikit atau jarang. Hal ini karena sistem yang ada di Indonesia memfokuskan pendidikan di wilayah-wilayah yang potensial saja atau di wilayah-wilayah yang dapat di jangkau pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini yang kemudian mengakibatkan kesenjangan di

(3)

dalam pendidikan itu sendiri dan membuat dunia pendidikan di Indonesia semakin memburuk.

Selain itu, kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat sekolah dasar (SD) karena hanya tingkat pendidikan itu sajalah yang tersedia di daerah-daerah terpencil. Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas, karena kegagalan pembinaan usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerintah dalam pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan pendidikan agar pendidikan di Indonesia tidak semakin memburuk.

3. Masih rendahnya kesejahteraan guru

Salah satu bagian penting yang berperan dalam kemajuan pendidikan didaerah terpencil adalah guru, kesejahteraan guru berdampak pada mutu pengajaran yang ada.

Sekarang ini masih banyak guru yang mengabdikan dirinya di daerah terpencil yang dibayar dengan upah yang kurang layak bahkan sama sekali tidak mendapat upah.

Meskipun banyak anggapan profesi guru merupakan profesi yang enak namun banyak guru di Indonesia khususnya di daerah terpencil yang masih menerima gaji yang tidak sesuai, apa lagi guru honorer dan guru bantu. akibatnya para guru kurang bersemangat dalam mengajar, datang dan pulang sekolah seenaknya. Ada juga yang menjalani profesi sampingan seperti memberi les pada sore hari, mengajar di sekolah lain, pedagang buku/LKS, dan sebagainya. Akhirnya nasip peserta didik terabaikan.

4. Rendahnya prestasi siswa

Prestasi siswa sangat menentukan kemajuan dan mutu pendidikan di Indonesia.

Namun yang sangat disayangkan terjadi sekarang ini adalah rendahnya prestasi yang diraih

(4)

pelajar Indonesia. Masih kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan adalah faktor utama, kurangnya semangat belajar, budaya mencontek, dan copy-paste merupakan penyebab kurangnya daya kreatifitas yang dimiliki anak.

Rendahnya prestasi siswa di daerah terpencil juga disebabkan karena sarana dan prasarana yang tidak mendudung sebagaimana yang telah penulis bahas sebelumnya. Mulai dari tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak layak di gunakan, serta kurangnya kesejahteraan guru yang memberi dampak besar bagi peserta didik.

B. Solusi Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia

Masalah pendidikan di daerah terpencil di Indonesia merupakan masalah yang sangat memprihatinkan yang perlu di perhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Adapun solusi dari masalah pendidikan di Indonesia terutama di daerah terpencil sebagai berikut:

1. Rendahnya sarana dan prasarana fisik di Indonesia

Sarana dan prasarana merupakan salah satu pendukung dalam dunia pendidikan, yang dapat membuat suatu sekolah menjadi berkualitas dan bermutu. Ruang-ruang kelas yang menjamin berjalannya proses belajar mengajar dengan baik, meja dan bangku yang layak digunakan, serta sarana dan prasarana laboratorium yang mendukung. Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, masyarakat dan pemerintahan harus saling mengkoreksi. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan sarana pendidikan dan memberikan anggaran yang sesuai dengan peraturan yang ada, bukan anggaran yang di peruntukkan membangun dunia pendidikan digunakan

(5)

untuk hal-hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan dunia pendidikan dan malah merugikan dunia pendidikan. Dan masyarakat bertugas mengawasi agar tidak ada kecurangan atau korupsi di dalam penyaluran dana tersebut. Semua pihak harus bekerja sama untuk membuat lingkungan pendidikan yang bermutu, yang selalu ada kemajuan dari waktu-kewaktu agar pendidikan di Indonesia semakin baik dan terhindar dari keterpurukan.

2. Kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia

Pemerintah harus memperbaiki sistem pendidikan yang ada, pemerintah harus melakukan pogram pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

Program pemerataan pendidikan tersebut antara lain membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil, menyalurkan tenaga didik ke daerah terpencil, dan melengkapi sarana dan prasarana di daerah tersebut. Kemudian juga mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan untuk anak-anak.

3. Masih rendahnya kesejahteraan guru

Guru merupakan acuan dalam mengajar agar peserta didiknya dapat berprestasi dengan baik di masa yang akan datang. Agar guru dapat fokus pada tugasnya, tentunya harus meningkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan gaji dan tunjangan yang sesuai sehingga guru tidak mencari profesi lain untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Rendahnya prestasi siswa

Untuk meningkatkan daya kreatifan peserta didik dan terhindar dari budaya copy- paste guru harus dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didiknya dengan metode belajar sambil bermain atau belajar yang mengasikan, dan sebagainya. Kemudian proses belajar juga harus disesuaikan dengan minat dan bakat siswa agar belajar lebih maksimal.

(6)

Meningkatkan kreatifitas peserata didik juga, guru dapat memberikan apresiasi kepada hasil karya original. Tentunya semua itu dapat di wujudkan jika ada dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut dapat berupa melengkapi sarana dan prasarana sekolah, menambah tenaga pengajar di daerah terpencil, dan tentunya dengan meningkatkan kesejahteraan pendidik di daerah-daerah terpencil.

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah melaksanakan program Dokter PTT dalam rangka menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil ataupun daerah yang masih kekurangan

Esa. Meningkatkan mutu pendidikan bidang akademik melalui pencapaian nilai akhir semester, nilai ujian sekolah serta nilai ujian nasional. Meningkatkan prestasi peserta

Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.. Kurikulum 1994 adalah

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran;.. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; mengikuti Ujian

Kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan otonomi daerah menuntut setiap daerah mengurus rumah tangganya dengan baik.Kebijakan ini diberlakukan dalam rangka

Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan pengelolaan sumber daya bantuan bencana

Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter peserta didik sebagai individu

11 Peserta didik dapat menggunakan nalar dalam mengkaji: - Penyelenggaraan pemerintah pusat dan daerah 3.4 Merumuskan hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang- Undang Dasar