MANAJEMEN KONSTRUKSI
Pertemuan 2: Organisasi Proyek
Kegiatan Pelaksanaan Proyek dan Organisasinya :
▪ Persiapan Proyek
▪ Tata Kelola Proyek
▪ Job Deskripsi Personil di Proyek Konstruksi (Termasuk organisasi unit keselamatan konstruksi/UKK)
▪ Sumber Daya Proyek (5M)
Add a footer
ORGANISASI PROYEK
1
Add a footer
Pesiapan proyek yaitu semua aktivitas yang dilakukan di lahan proyek sebelum konstruksi bangunan dapat dimulai.
Tahapan penting yang perlu dilakukan pada persiapan proyek diantaranya:
1. Evaluasi site 2. Pengujian tanah 3. Desain site plan 4. Survey site
5. Pembukaan lahan dan rekayasa tapak (site grading) 6. Pemadatan site
PERSIAPAN PROYEK
Add a footer
1. Evaluasi site
Memastikan site cocok untuk proyek (secara teknis, ekonomi, dan hukum).
2. Pengujian tanah
Investigasi sifat, komposisi, hingga muka air tanah.
3. Desain site plan
Perencanaan site plan yang terdiri dari infrastruktur esensial dalam pelaksanaan proyek (gudang, mess, akses jalan, sistem drainase sementara, dan infrastruktur penunjang lainnya)
TAHAPAN PERSIAPAN PROYEK
3
Add a footer
4. Survey site
Penentuan titik atau patok referensi sebagai acuan pekerjaan konstruksi.
5. Pembukaan lahan dan rekayasa tapak (site grading) Pembersihan lahan berupa penebangan hingga demolisi dan rekayasa tapak guna menyesuaikan elevasi tanah sesuai dengan rencana kerja
6. Pemadatan site
Rekayasa tanah dengan melakukan pemadatan tanah.
TAHAPAN PERSIAPAN PROYEK
TATA KELOLA PROYEK DAN JOB DESKRIPSI
Add a footer
5
ORGANISASI PROYEK
Organisasi Proyek dilaksanakan mengacu pada Kontrak Konstruksi dan Metode Pelaksanaan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.
3 Elemen Utama dalam Manajemen Proyek:
1. Manajer Proyek 2. Tim Proyek
3. Sistem Manajemen Proyek
Add a footer
MANAJER PROYEK
Tugas dan tanggung jawab Manajer Proyek antara lain:
▪ menetapkan sasaran dan menjelaskan cara mencapai sasaran tersebut, menentukan orang-orang yang tepat sesuai dengan kewenangannya, serta pelatihan (training) yang dibutuhkan.
▪ mendemonstrasikan kepemimpinan (leadership) serta memberikan motivasi kepada seluruh staf jajarannya.
▪ melakukan evaluasi atas kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat bila terjadi deviasi terhadap sasaran yang telah ditetapkan.
▪ bertanggung jawab mengintegrasikan usaha dari sekelompok orang yang berasal dari berbagai fungsi untuk mencapai sasaran proyek yang spesifik.
Add a footer
7
TIM PROYEK
Tim Proyek adalahsekelompok orang yang berasal dari berbagai fungsi organisasi dan disiplin ilmu dan keahlian, yang dipimpin oleh Manajer Proyek. Tim akan memilih dan menunjuk sumber daya yang akan digunakan, meliputi:
▪ sub kontraktor
▪ Mandor
▪ supplier Fungsi:
untuk menyediakan material, alat dan jasa, serta berperan aktif dalam menjalankan proyek, agar dapat memenuhi target mutu, waktu, dan biaya yang telah ditetapkan.
Ukuran dan macam komposisi keanggotaan Tim Proyek mungkin
berubah-ubah selama periode proyek, dan akan berakhir setelah proyek selesai.
Add a footer
SISTEM MANAJEMEN PROYEK
Sistem Manajemen Proyek terdiri dari struktur organisasi dan sistem informasi.
Organisasi ditetapkan oleh manajemen puncak (top management), dan ditetapkan pula hubungan antara anggota Tim Proyek dan Manajer Proyek.
Salah satu struktur organisasi yang sering dipakai adalah Struktur Organisasi yang biasanya bersifat fungsional, di mana struktur organisasi dikelompokkan menurut area fungsi spesifik.
Add a footer
9
SISTEM MANAJEMEN PROYEK
Sistem Manajemen Proyek juga menyediakan sistem untuk mengintegrasikan perencanaan (planning) dengan pengendalian proyek (kontrol) dan akumulasi informasi berupa pelaporan yang berkaitan dengan hasillkinerja (performance), biaya, sumber daya yang digunakan, jadwal, proyeksi waktu, dan biaya untuk menyelesaikan proyek.
Add a footer
MENYUSUN ORGANISASI PROYEK
Penyusunan sebuah organisasi proyek dimulai dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi fungsi dan kegiatan-kegiatan yang ada dalam sebuah proyek, mengelompokkan kegiatan yang sejenis dalam satu unit tertentu, menyiapkan personalia yang akan menjalankan fungsi dan kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan kelompok kegiatannya serta menyusun mekanisme koordinasi dari masing- masing fungsi dan kegiatan tersebut.
Add a footer
11
MENYUSUN ORGANISASI PROYEK
Segara garis besar fungsi-fungsi yang ada dalam sebuah organisasi Proyek Konstruksi antara lain meliputi:
1. Fungsi Perencanaan teknis dan keuangan 2. Fungsi PelaksanaI Operasional
3. Fungsi Pengendalian
Add a footer
SECARA SKEMATIS FUNGSI UTAMA DAN HUBUNGAN ANTAR FUNGSI TERSEBUT DAPAT DIGAMBARKAN DALAM BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
Add a footer
13
BENTUK ORGANISASI PROYEK SANGAT DITENTUKAN OLEH BEBERAPA FAKTOR ANTARA LAIN :
▪ besar-kecilnya volume dan ruang lingkup pekerjaan,
▪ besar kecilnya nilai proyek,
▪ tingkat kompleksitas pelaksanaan proyek,
▪ waktu pelaksanaan yang tersedia,
▪ Administrasi Umum SDM Keuangan
▪ Engineering Perencanaan Pengendalian
▪ penggunaan teknologi. lokasi.
▪ Operasional
CONTOH ORGANISASI PROYEK
Add a footer
15
TUGAS DAN WEWENANG PERSONALIA KUNCI Setelah personil yang menjadi Project Manager (PM) ditetapkan, maka Project Manager menyusun personalia tim proyek yang akan menjadi pembantu- pembantunya dalam mengelola proyek dan kemudian bersama tim merencanakan pelaksanaan proyek, termasuk mengadakan sumber daya seperti bahanlmaterial, tenaga kerjalmandor, subkontraktor, dan peralatan konstruksi.
Add a footer
SITE ENGINEERING MANAGER (SEM) ATAU MANAGER TEKNIK
bertugas me- mimpin unit engineering dan berwenang mengelola urusan yang menyangkut fungsi perencanaan teknik dan pengendalian, antara lain:
▪ Perencanaan -Perencanaan metode pelaksanaan (construction method) - Perencanaan gambar kerja (shopdrawing) - Perencanaan jadwal pelaksanaan (master schedule), jadwal bahan (ma- terial schedule), jadwal peralatan (equipment schedule) dan jadwal tenaga kerja (labor schedule) -
Perencanaan mutu (quality plan) - Perencanaan arus kas (cash flow) - Perencanaan kesehatan dan kesehatan kerja (safetyplan) - Pemilihan subkontraktor
▪ Pengendalian adalah proses membandingkan seluruh perencanaan seperti tersebut di atas dengan realisasi yang dicapai dalam pelaksanaannya dengan
Add a footer
17
SITE OPERATION MANAGER (SOM) ATAU MANAJER OPERASI LAPANGAN
Memiliki tugas memimpin unit operasi lapangan, dan benvenang dalam mengelola pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai fungsi operasionalnya yang, meliputi:
▪
Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan baik teknis maupun keuangan sebagaimana disiapkan oleh unit Engineering.
▪
Mengkoordinasikan para Kepala Pelaksana (General Superintendant) dalam mengendalikan dan mengontrol pekerjaan para mandor dan subkontraktor.
▪
Membina dan melatih keterampilan para staf, tukang, dan mandor.
▪
Melakukan penilaian kemampuannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Add a footer
SITE ADMINISTRATION MANAGER (SAM) ATAU MANAJER ADMINISTRASI LAPANGAN,
bertugas memimpin unit administrasi proyek dan benvenang mengelola urusan keuangan, akuntansilpembukuan, urusan umum dan SDM proyek, antara lain meliputi:
▪
Menyiapkan urusan administrasi penagihan kepada Pemilik Proyek, Melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal (media pembukuan),
▪
Melakukan verifikasi seluruh dokumen transaksi pembayaran.
Mengurus masalah perpajakan dan asuransi, dll.
Add a footer
19
MENYUSUN PETUNJUK PELAKSANAAN PROYEK
Sebelum proyek dilaksanakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat Perencanaan Petunjuk Pelaksanaan atau biasa disebut dengan istilah Juklak.
Juklak adalah suatu kegiatan mempersiapkan bagaimana suatu pekerjaan akan dilaksanakan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan.
Perencanaan merupakan hal yang paling penting dalam manajemen proyek.
Bahkan dapat dikatakan bahwa apabila proyek telah membuat perencanaan yang baik pada awal pelaksanaannya, ini berarti 70 persen pekerjaan telah selesai.
Oleh karena itu, perencanaan proyek harus dilakukan secara akurat agar hasil yang maksimal dapat tenwujud.
Add a footer
INFORMASI YANG DIPERLUKAN DALAM
MENYUSUN PETUNJUK PELAKSANAAN PROYEK
1) Dokumen Kontrak, Gambar dan Spesifikasi 2) Pengalaman sebelumnya
3) Personil yang memiliki pengalaman proyek sejenis 4) Kondisi lapangan dan lingkungan
5) Sumber material dan kemampuan pengadaannya 6) Sumber tenaga kerja serta kemampuan pengadaannya 7) Sub Kontraktor spesialis yang tersedia
Add a footer
21
TIM PENYUSUN
PETUNJUK PELAKSANAAN PROYEK
Penyusunan Juklak biasanya dilakukan oleh sebuah tim yang ditunjuk oieh pimpinan yang berwenang dengan susunan anggota sebagai berikut:
1) Ketua 2) Wakil Ketua 3) Sekretaris 4) Anggota:
a) Bidang Metode Pelaksanaan b)Bidang Logistik
c) Bidang Peralatan
d)Bidang Keuangan dan Anggaran Biaya
Add a footer
PERENCANAAAN YANG DISUSUN OLEH TIM JUKLAK MELIPUTI ANTARA LAIN:
1. Perencanaan Biaya 2. Perencanaan Mutu 3. Perencanaan Waktu
4. Perencanaan Metode Pelaksanaan
5. Perencanaan Keselamatan Konstruksi, atau lebih
Add a footer
23
ORGANISASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
Organisasi Proyek pada taraf mikro, khususnya yang mengelola keselamatan Konstruksi menurut Permen PUPR 10 tahun 2021 memiliki karakteristik khusus.
Lab ManajemenKonstruksiemail: makon@live.undip.ac.id
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI (UKK), TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA 25
TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA
1. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
* Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dapat mengikuti contoh. Untuk pekerjaan dengan Risiko Keselamatan Konstruksi Kecil
** Organisasi Proyek Pimpinan merangkap Petugas Keselamatan Konstruksi PimpinanLapangan/ dapat dirangkap Pimpinan UKK**
Pelaksana Konstruksi Logistik Petugas KK/ Satgas covid 19
Mandor 1 Mandor 2 Mandor 3
Tukang 1 Tukang 2 Tukang 3
Administrasi Proyek
Anggota UKK Anggota UKK Satgas Covid 19 PUPR STRUKTUR ORGANISASI TINGKAT PROYEK
UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI*
MENERAPKAN SMKK
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI (UKK), TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA
1. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
STRUKTUR ORGANISASI TERPISAH STRUKTUR ORGANISASI PROYEK DENGAN UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI
Pimpinan UKK
Petugas KK/ Satgas covid 19 Anggota UKK Anggota UKK
Satgas Covid 19 PUPR 27
29 TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENERAPAN SMKK
• Mengkoordinir penerapan SMKK di tempat kegiatan konstruksi
• Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam penerapan SMKK
• Memastikan kegiatan Keselamatan Konstruksi di tempat kerja terlaksana dengan baik
• Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
• Melakukan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait
PIMPINAN UKK
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI (UKK), TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENERAPAN SMKK
• Melaksanakan induksi Keselamatan Konstruksi
• Melaksanakan konsultasi dan komunikasi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
• Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
• Melaporkan kejadian baik berupa insiden maupun accident kepada Pimpinan Proyek
• Mengikuti Inmen PUPR No. 02/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam
ANGGOTA PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI 29
TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENERAPAN SMKK
• Melaporkan kejadian tanggap darurat ke Kepala Proyek
• Mengumumkan kondisi darurat di tempat kerja, kepada seluruh pekerja
• Mengevakuasi pekerja di titik kumpul
PETUGAS TANGGAP DARURAT
Proyek konstruksi selalu memerlukan resources (sumber daya) yang dikenal denga 5 M, yaitu : 1. Man (manusia),
2. Money (uang),
3. Material (bahan bangunan), 4. Machine (peralatan),
5. Method (metode pelaksanaan),
Pendukung sumber daya : Copy
right: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
Sumber Daya (Resources) Proyek
31
Dalam suatu proyek konstruksi terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu waktu, biaya dan mutu (BMW) (Kerzner, 2006)
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
Produktivitas didefinisikan sebagai rasio antaraoutputdengan input, atau rasio antara pengeluaran dari hasil produksi
dengan total sumber daya yang digunakan (Ervianto, 2008).
Adapun sukses dan tidaknya proyek konstruksi sangat tergantung pada efektivitas pengelolaan sumber dayanya.
Copyright: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
Pengertian Sumber daya proyek adalah sarana yang merupakan kebutuhan untuk menjalankan proyek agar dapat mencapai tujuan dan sasaran proyek secara efektif dan efisien, yang dikenal dengan istilah 5M :
1. Man (manusia), 2. Money (uang),
3. Material (bahan bangunan), 4. Machine (peralatan),
5. Method (metode pelaksanaan), Copyright
: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
33
MACHINE
▪ Sumber Daya Peralatan (Equipment Resources), peralatan merupakan salah satu sumber daya terpenting yang dapat mendukung tercapainya suatu tujuan yang diinginkan, oleh karenanya penentuan kebutuhan peralatan, keputusan pembelian/sewa peralatan dalam proyek harus direncanakan dengan baik.
• Peralatan yg akan digunakan dalam proyek harus diidentifikasi lebih dahulu agar sesuai dengan kondisi daerah proyek.
• Tingkat kebutuhan pemakaian alat dapat direncanakan secara efektif dan efisien.
• Hal-hal yang perlu diidenfikasi lebih dahulu adalah sbb : Medan kerja, cuaca, mobilisasi peralatan ke lokasi proyek, sarana komunikasi, fungsi peralatan, kondisi peralatan
Copyright: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
METODE
Method (Metode)
▪ Metode merupakan tata kerja yang perusahaan gunakan, baik membuat produk atau mengelola sumber daya perusahaan lainnya.
▪ Pihak manajemen perusahaanlah yang bertanggung jawab terhadap sumber daya metode ini.
▪ Jika metode kerja yang digunakan sesuai standar, maka pekerjaan bisa berjalan dengan efisien dan efektif.
Copyright: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
35
Peran sumber daya metode dalam usaha adalah untuk menghubungkan segala sesuatu yang ada dalam aktivitas perusahaan. Penerapan metode kerja yang baik akan membantu membuat proses kerja menjadi lebih efektif serta efisien. Cara kerja juga harus disesuaikan dengan jenis maupun kebutuhan perusahaan.
Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama. Copyright: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
KENDALA / HAMBATAN
▪ Hubungan antara progress, waktu dan ketersediaan/penggunaan sumber daya merupakan fokus utama dari pengalokasian sumber daya, dalam prosesnya kendala yang sering ditemui diantaranya :
• Terbatasnya Waktu : Proyek harus diselesaikan pada waktu tertentu menggunakan sesedikit mungkin sumber daya.
• Terbatasnya Sumber daya : Proyek harus diselesaikan secepat mungkin tanpa harus melebihi batasan dari penggunaan sumber daya atau
contraint umum dari sumber daya tersebut. Copyright
: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
37
Copyright: Laboratorium Manajemen Konstruksi-Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro-2020
39