• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI BIMTEK PEDAGOGIK 2

N/A
N/A
Wafiq Azizah Nurhajjah

Academic year: 2023

Membagikan "MATERI BIMTEK PEDAGOGIK 2"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Dalam hal ini, peningkatan profesionalisme guru, termasuk guru pendidikan agama Islam (GPAI), menjadi sebuah keharusan. Oleh karena itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah. Tujuan modul ini adalah untuk mencapai penguasaan materi bimbingan pedagogi 2 (model pembelajaran) oleh guru pendidikan agama Islam pendidikan dasar dan menengah.

Materi Bimtek

Pokok -pokok Materi

Uraian Materi

Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui moralitas yang juga menjadi landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Keputusan Menteri Agama Nomor 529 Tahun 2021 tentang Kelompok Kerja Penguatan Program Moderasi Beragama di Kementerian Agama. Tujuan mengikuti materi konsep model pembelajaran adalah agar peserta bimbingan teknis dapat memahami konsep model pembelajaran berdasarkan teori pembelajaran dan mengetahui serta memahami rumah model pembelajaran serta mampu menerapkannya dalam pembelajaran.

Pokok -pokok Materi

PAI di sekolah merupakan program pendidikan yang berlandaskan aqidah, yang mencakup keimanan kepada Keesaan Allah SWT. Pengembangan profesional berkelanjutan guru pendidikan agama Islam (PPKB-GPAI) di sekolah merupakan suatu keharusan bagi guru sebagai pendidik profesional sebagaimana diamanatkan undang-undang. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Pelatih, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017, Peraturan Menteri Agama Nomor 38 Tahun 2018 dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru, adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-204.

Uraian Materi

Keunggulan teori belajar deskriptif adalah: a) lebih konseptual sehingga siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan; b) mendorong siswa untuk mencari sumber ilmu sebanyak-banyaknya ketika melaksanakan suatu tugas. Sedangkan kelebihan teori belajar preskriptif adalah: a) lebih sistematis sehingga mempunyai arah dan tujuan yang jelas; b) memberikan banyak motivasi agar proses pembelajaran berlangsung; Teori belajar ini berupaya memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelaku, bukan dari sudut pandang pengamat.

Rumpun Model Pembelajaran

Model pembelajaran mempunyai matlamat yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk apa dan bagaimana pelajar belajar dengan baik dan bagaimana menyelesaikan masalah pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai tingkah laku pengajaran yang diperlukan supaya apa yang menjadi cita-cita pengajaran selama ini dapat dilaksanakan dengan jayanya. Selain itu, setiap model pembelajaran mempunyai fasa (sintaksis) yang boleh dilakukan oleh pelajar di bawah bimbingan guru.

Model pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Ketiga model tersebut adalah: model Problem Based Learning, model Project Based Learning dan model Discovery/Inquiry Learning. Setiap model pembelajaran mempunyai urutan langkah kerja (sintaks) masing-masing, yang dapat diuraikan sebagai berikut. a) Model Pembelajaran Pengungkapan (Discovery/Inquiry Learning). Model pembelajaran Disclosure (Discovery Learning) adalah pemahaman konsep, makna dan hubungan, melalui proses intuitif hingga akhirnya mencapai suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Rangkuman

Kegiatan pengumpulan data dapat dilakukan dengan membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, penyebaran angket, dan lain-lain. Asosiasi yaitu kegiatan siswa mengolah data berupa rangkaian aktivitas fisik dan mental dengan menggunakan peralatan tertentu. Jenis kegiatan pengolahan data antara lain mengklasifikasikan, memilah, menghitung, membagi dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data agar lebih bermakna.

Aktivitas siswa dalam pengolahan data antara lain membuat tabel, grafik, diagram, peta konsep, menghitung, dan membuat model. Siswa kemudian menganalisis data tersebut untuk membandingkan atau mengetahui hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik kesimpulan dan/atau menemukan prinsip dan konsep penting yang bermakna untuk melengkapi skema kognitifnya, sehingga pengalaman dan wawasannya semakin luas. . .

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Materi 3: Konsep dan Implemantasi Kurikulum Merdeka 1. Capaian Pembelajaran

  • Rangkuman

Inti dari kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar, yaitu konsep yang dirancang agar siswa dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya masing-masing. Kurikulum Merdeka merupakan kemajuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Ristek untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui kebijakan yang memperkuat peran seluruh insan pendidikan. Kurikulum Merdeka disusun sebagai bagian dari upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek mengatasi krisis pembelajaran yang sudah lama kita hadapi dan semakin parah akibat pandemi.

Jika Kurikulum 2013 menghitung jumlah pelajaran berdasarkan minggu, maka Kurikulum Merdeka menghitung pelajaran berdasarkan tahun. Lebih lanjut, perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 adalah tidak dikenal lagi istilah kompetensi inti atau kompetensi dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek melalui Badan Standar, Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan (BSKAP) mengklarifikasi bahwa penerapan Kurikulum Mandiri tidak sesulit yang dibayangkan masyarakat.

Kurikulum Merdeka lebih menitikberatkan pada materi inti dan pengembangan kompetensi siswa pada setiap tahapannya. Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai bagian dari upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek untuk mengatasi krisis pembelajaran yang telah lama dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya, khususnya pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Setelah menyelesaikan latihan dan tugas dalam modul, peserta diminta menyusun rencana pembelajaran dengan mengintegrasikan konsep dan implementasi Kurikulum Merdeka yang telah dijelaskan di atas.

Materi 3: Analisis SKL, Capaian Pembelajaran, dan Kaitannya dengan Model Pembelajaran

  • Capaian Pembelajaran a. Tujuan
  • Pokok-pokok Materi
  • Tugas
  • Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Kompetensi inti dalam kurikulum 2013 adalah tingkat kemampuan memenuhi standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang siswa pada setiap tingkatan kelas. Kompetensi inti dikembangkan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan merupakan kualitas minimal yang harus dikuasai mahasiswa di kelas pada setiap mata kuliah. Kompetensi inti tidak memuat muatan khusus mata pelajaran, melainkan muatan umum yaitu fakta, konsep, prosedur, keterampilan metakognitif dan kemampuan menggunakan pengetahuan yang terkandung dalam setiap mata pelajaran.

Kompetensi inti 3 (KI 3) berfokus pada pengembangan pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) pada tingkat kemampuan kognitif mulai dari mengingat hingga mencipta. Kompetensi Dasar (KD) pada setiap KI menjadi acuan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP dikembangkan dari kurikulum untuk memandu kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD).

Kompetensi dasar merupakan kemampuan minimal dan materi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada suatu mata pelajaran di setiap satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Kompetensi Dasar (KC) merupakan kemampuan untuk mencapai Keterampilan Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Keterampilan dasar setiap mata pelajaran dikembangkan dengan mengacu pada Kompetensi Inti dan setiap AI memiliki KD yang sesuai.

Kompetensi inti adalah kemampuan minimal dan materi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada mata pelajaran suatu satuan pendidikan individu yang berkaitan dengan kompetensi inti.

Materi 4: Model Pembelajaran Abad 21 1. Capaian Pembelajaran

  • Kecakapan Berpikir Kritis dan Pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill)
  • Kecakapan Berkomunikasi (Communication Skills)
  • Kreatif dan Inovasi (Creativity and Innovation)
  • Kolaborasi (Collaboration)
  • Pengertian Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
  • Taksonomi Berpikir a) Taksonomi Bloom
  • Indikator Kemampuan Berpikir Tingkat Tingi

Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) adalah proses berpikir yang mengharuskan siswa memanipulasi informasi dan ide dengan cara tertentu sehingga memberikan pemahaman dan implikasi baru (Gunawan. Pertanyaan ini meminta siswa membuat penilaian terhadap sesuatu berdasarkan acuan atau standar (Sani. Kesempatan siswa untuk terpapar pada lima komponen literasi akan menentukan kesiapan mereka dalam berinteraksi dengan literasi visual.

Sekolah yang menerapkan program literasi seimbang memahami bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Di sekolah yang budaya literasinya tinggi, siswa akan cenderung lebih berhasil dan guru akan lebih semangat dalam mengajar. Selain itu, makalah siswa dirotasi secara berkala untuk memberikan kesempatan bagi semua siswa.

Ruang manajemen yang memajang karya siswa akan memberikan kesan positif terhadap komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya literasi. Penghargaan dapat diberikan pada Upacara Bendera setiap minggu untuk menilai kemajuan siswa dalam semua aspek. Mempertahankan perbedaan tersebut akan meningkatkan kesesuaian antara kurikulum dan kebutuhan peserta didik dalam konteks multikultural Indonesia.

Pendekatan transformasional ini memungkinkan siswa melihat konsep, pertanyaan, topik dan masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tujuan utama pembelajaran dengan pendekatan ini adalah untuk mendidik siswa dalam menerapkan keterampilan kritik sosial, perubahan dan pengambilan keputusan. Pendekatan moderasi kurikulum ini melatih siswa untuk terlibat dalam aksi sosial untuk membenarkan moderasi beragama dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Materi 6: Sintaks Pembelajaran 1. Capaian Pembelajaran

Sintaks model pembelajaran yang dianjurkan pada kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: Discovery learning, Inkuiri terbimbing, Pembelajaran berbasis masalah, Jenis pembelajaran pemecahan masalah Pemecahan masalah, Pembelajaran berbasis proyek, Pelatihan berbasis produksi. Guru menyampaikan seluruh tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Dengan karakteristiknya, seorang guru dapat mengidentifikasi model atau metode mana yang cocok dengan materi yang akan diajarkan, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan efisien.

Tujuan mengikuti materi ini adalah agar peserta bimtek memahami konsep tentang pengertian LKS pembelajaran, fungsi LKS, komponen dan format dalam penyusunan LKS, serta kegunaan LKS dalam proses pembelajaran. Trianto mengartikan lembar kerja siswa sebagai pedoman yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan penelitian dan pemecahan masalah. Menurut pengertian di atas, lembar kerja mempunyai bentuk lembaran tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin kita capai.

Namun dapat pula dikatakan bahwa lembar belajar merupakan suatu pedoman pekerjaan siswa yang memudahkan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Lembar Kerja Siswa merupakan panduan yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan penelitian dan pemecahan masalah. Menurut pengertian di atas, LKS adalah berupa lembaran-lembaran yang berisi tugas-tugas guru kepada siswa, yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Atau dapat juga dikatakan LKS merupakan pedoman kerja siswa untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran.

Materi 8: Praktik Model Pembelajaran 1. Capaian Pembelajaran

  • Pokok-pokok Materi Materi untuk sesi ini adalah
  • Uraian Materi a. Peer Teaching

Pendampingan sejawat melibatkan orang-orang dari kelompok sosial yang sama yang saling mendidik ketika salah satu rekan mereka memiliki keahlian atau pengetahuan lebih. Tutor sejawat merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dan terdapat pada setiap mata pelajaran untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Tutor sejawat mengacu pada metode pembelajaran berpasangan yang menggunakan partisipan. siswa yang kinerjanya tinggi sebagai guru dan kinerjanya rendah sebagai tutor di kelas besar atau di tempat umum di luar sekolah dengan pengawasan guru.

Oleh karena itu, untuk menguasai keterampilan dasar mengajar, calon guru atau dosen harus melakukan praktik secara parsial, artinya setiap bagian keterampilan dasar mengajar harus dikuasai secara terpisah (terisolasi). Ciri khas dari pengajaran mikro adalah komponen-komponen dalam pendidikan berukuran mikro atau disederhanakan. Demikian pula komitmen waktu juga dibatasi 10-15 menit, jumlah siswa dikurangi menjadi kurang lebih 10-15 siswa dan keterampilan dasar yang dilatih juga terbatas (terisolasi).

Setelah guru/dosen pemula menguasai materi dan sistem penyampaiannya, maka sekarang saatnya berlatih penguasaan keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan generik yang harus dikuasai oleh semua calon guru atau dosen. Komponen keterampilan dasar belajar yang dilatihkan dalam microteaching, menurut hasil penelitian Tumey (1973), terdapat 8 (delapan) keterampilan yang sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Bimbingan sebaya adalah metode yang mendorong aktivitas yang berpusat pada siswa, termasuk pembelajaran mandiri dan diskusi kelompok informal, untuk memastikan kesesuaian, efektivitas, dan efisiensi.

Pengajaran mikro, ciri khas dalam pengajaran mikro (micro-teaching) ialah komponen dalam pengajaran yang bersifat mikro atau dipermudahkan.

Daftar Pustaka

Reimers, Fernando M., Education for the 21st Century, Cambridge, Ma Summary A synthesis of ideas from the Harvard University Advanced Leadership Initiative Think Tank, 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Diberikan database latih berupa foto wajah manusia, kemudian digunakan untuk melatih sebuah sistem pengenalan wajah, setelah proses latihan selesai, diberikan sebuah masukan

Melalui video game seri Medal of Honor: European Assault peserta didik dapat mempelajari dan meraakan secara langsung berbagai hal, serta pengalaman mengenai Perang Dunia Kedua

Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan

Pada bagian pasca produksi ini, semua hasil dalam proses produksi di melewati proses editing yaitu proses editing secara online ataupun offline. Dimana

Dalam proses pembelajaran, peserta didik akan memperoleh hasil belajar yang merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya yaitu proses pembelajaran

Pengertian Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi adalah proses yang melibatkan

Dokumen ini berisi deskripsi singkat tentang Unit Produksi SMK Muhammadiyah Karanganyar, termasuk riwayat, visinya, misinya, dan struktur

Pengalaman penulis selama mengajar serta hasil mengamati proses belajar ear training yang diberikan kepada mahasiswa dapat disimpulkan bahwa, menggunakam komputer/laptop dengan