MEDIA RELATIONS
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Sebahagian Tugas Mata Kuliah : Dasar-Dasar Humas
Oleh :
1. Muhammad Aditya Fadli ( 22100044)
2. Nala Pradita ( 22100138 )
3. Randi Yudistira (22100130 )
4. Jeanni Betasya Sabila ( 22100146 )
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah–Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “Dasar-Dasar Humas”dari dosen pengampuh ibu Sapta Sari M.Si
Saya menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, baik dalam penyusunan kata, bahasa, dan sistematika pembahasannya.
Oleh sebab itu saya sangat mengharapkan masukan atau kritikan serta saran yang bersifat membangun untuk mendorong saya menjadi lebih ke depanya.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang sudah berkenan membaca makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya dan orang banyak.
Bengkulu, 2 Desember 2022
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan...2
BAB II PEMBAHASAN...3
A. Definisi Media Relation...3
B. Fungsi Media Relation...3
C. Tujuan Media Relation...4
D. Prinsip Kerja Media Relaton...5
a. Melayani dan memahami media setiap saat...5
b. Membangun reputasi sebagai organisasi yang dapat dipercaya media...5
c. Menyediakan salinan informasi yang memadai dan akurat...6
d. Bekerja sama dalam penyediaan materi informasi...6
e. Menyediakan fasilitas verifikasi...6
f. Membangun hubungan personal yang kokoh dengan media...6
E. Tahapan Media Relation...6
a. Mengidentifikasi Krisis...7
b. Menganalisis Krisis...7
c. Mengisolasi krisis...7
d. Menetapkan pilihan strategi menghadapi krisis...7
e. Menjalankan program pengendalian...8
F. Elemen dalam Media Relation...8
a. Media Pers (press)...8
b. Audio-visual...8
c. Radio...8
d. Televisi...9
e. Pameran (Exhibiton)...9
f. Bahan-bahan cetakan (printed material)...9
g. Penerbitan buku khusus (sponsored books)...9
h. Surat langsung (direct mail)...9
i. Pesan-pesan lisan (spoken word)...9
j. Pemberian sponsor (sponsorship)...9
k. Jurnal organisasi (house journal)...9
BAB III PENUTUP...11
A. Kesimpulan...11
B. Saran...12
DAFTAR PUSTAKA...13
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.
Media Relations saat ini diperlukan karena menjadi sarana yang sangat efektif dan efisien dalam membantu komunikasi dengan publik. Agar kepentingan dengan publik dapat terpelihara, maka segala kepentingan media massa terhadap organisasi mesti direspons media relations, atau dengan kata lain bagaimana mempublikasikan atau mempromosikan organisasi melalui media massa. Hubungan media relations dan pers merupakan alat, dan kerja sama untuk kepentingan proses publikasi atau publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktifitas komunikasi humas dengan pihak publik. Karena peranan hubungan internal dan eksternal dalam kehumasan tersebut dapat sebagai saluran chanel dalam penyampaian pesan, maka peningkatan informasi atau pemberitaan dari pihak publikasi humas merupakan prioritas utama. Hal tersebut dikarenakan salah satu fungsi pers adalah kekuatan pembentuk opini positif masyarakat mengenai suatu perusahaan atau lembaga.
Disamping itu, kerja sama dengan pers akan menghasilkan frekuensi publisitas yang cukup tinggi. Dampak pemberitaan tersebut bersifat stimultaneity effect(efek keserempakan), efek dramatisir, atau efek publisitas tinggi, memiliki pengaruh yang luar biasa besarnya terhadap pembentukan opini publik dalam waktu yang cukup singkat, hal ini terjadi mengingat jumlah pembaca atau audiensi yang tersebar di berbagai tempat atau kawasan dalam waktu yang bersamaan.
Dari kerjasama yang baik inilah diharapkan akan tercipta suatu opini publik yang positif sekaligus memperoleh “citra yang baik“ pula dari pihak publik sebagai khalayak khususnya dan masyarakat luas lain pada umumnya. Usaha untuk selalu membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dengan media, menjadi ciri khas humas.yaitu berita tentang organisasi diterbitkan dan disiarkan media massa menjadi cara tradisional untuk memperoleh dukungan publik bagi pelaku bisnis, organisasi nirlaba, dan badan pemerintahan. Media memberikan metode yang relatif ekonomis dan efektif untuk berkomunikasi dengan publik yang luas dan menyebar.
Dalam hal ini media berfungsi menjadi penjaga gerbang dan bagi praktisi humas menjangkau publik umum dan kelompok lainya yang dukunganya di butuhkan.
Tugas humas adalah membina hubungan yang baik dengan publik organisasi Ringkasnya, tugas humas adalah membangun hubungan yang baik dengan stakeholder
organisasi. Akan tetapi bukan hanya sekedar menjalin hubungan baik saja, melainkan bagaimana hubungan tersebut memiliki makna bagi pencapaian tujuan organisasi.
Tujuan organisasi membangun hubungan baik dengan publik bisa beragam. Satu diantaranya adalah untuk meningkatkan atau menjaga citra organisasi dimata publik atau stakeholder. Bisa juga untuk meningkatkan atau memelihara reputasi organisasi.
reputasi yang baik merupakan aset yang sangat penting. Bila satu organisasi yang baik reputasinya, maka para karyawan pun akan bangga bekerja di organisasi itu.
Maka dari itu untuk membentuk membangun citra perusahan yang baik, kta harus memahami rumpun dasar dari humas itu sendiri yaitu media relations, dengan begitu dapat memberikan kotribusi yang baik di dalam suatu perusahaan melalui bidang humas.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat disimpulkan rumusan masalah dalam makalah ini, yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan definisi Media Relations?
2. Apa yang dimaksud Fungsi Media Relations?
3. Apa yang dimaksud Tujuan Media Relations?
4. Apa yang dimaksud Prinsip Kerja Media Relations?
5. Apa saja Tahapan Media Relations?
6. Apa saja Elemen dalam Media Relations?
C. Tujuan.
1. Untuk mendeskripsikan Apa itu Definisi Media Relation 2. Untuk mendeskripsikan Apa itu Fungsi Media Relation 3. Untuk mendeskripsikan Apa itu Tujuan Media Relation 4. Untuk mendeskripsikan Apa itu Prinsip Kerja Media Relaton 5. Untuk mendeskripsikan Apa itu Tahapan Media Relation 6. Untuk mendeskripsikan Apa itu Elemen dalam Media Relation
BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Media Relations.
Perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap bentuk bentuk media massa memberikan pengaruh yang berarti bagi perusahaan. Liputan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya bagi perusahaan. Aktifitas public relations inilah yang menjalin relasi dengan media dan mendapatkan kepercayaan dari liputan media.
Philip Lesly memberikan definisi media relations sebagai hubungan dengan media untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.1
Yosal Iriantara mengartikan media relations merupakan bagian dari public relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.
Tampak bahwa pengertian media relations berdasarkan pada relasi antara individu atau organisasi atau perusahaan dengan media. Sehingga dapat disimpulkan pengertian media relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi atau perusahaan.
Dengan demikian, media relations menempati posisi penting dalam pekerjaan seorang Public Relations karena media massa menjadi gawang dan mengontrol informasi yang mengalir ke masyarakat dalam suatu sistem sosial.3
B. Fungsi Media Relations
Johnson & Johnson menegaskan bahwa media memiliki peran serta fungsi yang sangat penting bagi perusahaan, diantaranya:
a. Pertama, fungsi media relations dapat meningkatkan citra perusahaan
b. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
c. Meningkatkan point of selling dari produk dan jasa.
d. Membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis.
e. Meningkatkan relasi dari beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan, perusahaan-perusahaan, organisasi,kemasyarakatan, maupun individu.
Fungsi-fungsi inilah yang menempatkan media relations sebagai bagian dari aktifitas public relations. Bahkan John memberikan perhatian khusus pada posisi media relations.
Bahwa public relations memiliki tiga tanggung jawab fungsional;
a. Relasi Eksternal
Komunikasi yang dijalin dengan kelompok orang-orang di luar perusahaan, konsumen, dealer, supplier, tokoh masyarakat, orang-orang pemerintahan.
b. Relasi Internal.
Komunikasi yang dikembangkan untuk menjaga hubungan optimal antara karyawan, manajer, sekitar pekerja pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.
c. Relasi Media
Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa.
C. Tujuan Media Relations
Langkah yang diambil pada saat menentukan fungsi media relations, tentu diharapkan dapat sesuai dengan sasaran yang akan dicapai oleh public relations. Sasaran sebagai tujuan dari sikap atau tindakan yang diambil tanpa melahirkan masalah baru dari keputusan yang diambil. Menjalankan fungsi PR dengan menggunakan media relations sebagai strategi adalah keputusan yang tepat karena maju mundurnya perusahaan sangat bergantung dengan harmonisasi hubungan antara pers dengan perusahaan. Pada dasarnya, upaya membangun media relations bertujuan untuk:
d. Menjaga netralitas dan objektifitas terhadap informasi atau data yang berkembang di media massa. Adanya hubungan baik dengan media, diharapkan dapat membantu dalam menginformasikan berita yang wajar, berimbang dan menguntungkan perusahaan atau organisasi yang terkait.
e. Mendapatkan sarana yang tepat untuk kepentingan publikasi seluas mungkin tentang kegiatan serta kebijakan yang diambil perusahaan yang dianggap baik untuk diketahui publik.
f. Tidak dipungkiri, hadirnya hubungan media yang baik akan melahirkan umpanbalik dan respons dari publik sebagi data rujukan atau landasan da;am melakukan evaluasi terhadap kegiatan organisasi atau perusahaan.
g. Selanjutnya tujuan hubungan dengan media untuk menumbuhkan kepercayaan sehingga dapat melahirkan hubungan yang baik secara berkesinambungan antara perusahaan dan pers.
D. Prinsip Kerja Media Relations
Kegiataan media relations akan membawa efek yang besar apabila dilakukan dengan menggunakan prinsip kerja yang tepat. menurut Frank Jefkins, beberapa hal yang harus diperhatikan praktisi atau institusi PR dalam menjalankan media relations yang baik adalah:
a. Melayani dan memahami media setiap saat
Memahami dan melayani media ini dapat dilakukan dengan cara memahami siapa dan bagaimana media massa itu. Salah satu cara yang dilakukan dalam memahami media adalah mengerti bagaimana mediascape dari media massa tersebut.
Mediascape merupakan singkatan dari media dan landscape. Secara harfiah landscape adalah gambaran yang mempresentasikan pandangan atas pemandangan alam yang meliputi daratan, lembah, gunung, hutan, air. Tetapi istilah ini kemudia berkembang.
Dalam ilmu sosial, istilah ini kemudian digunakan untuk menunjukkan sisi- sisi yang menonjol dari suatu fenomena yang terjadi di masyarakat.
Begitu juga yang terjadi dengan media massa. Ada media yang sangat menonjol dan sangat kuat sehingga membawa oengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat. Tetapi sebaliknya, ada media massa yang biasa saja, bahkan tidak menonjol sama sekali sehingga tidak membawa pegaruh dalam kehidupan masyarakat. Inilah yang disebut dengan mediascape. Cara lain yang dapat digunakan untuk emmahami media massa adalah dengan memahami bagaimana cara kerja media tersebut serta siapa kalayak dari media massa itu. Oleh karena itu, memahami media menjadi modal utama untuk melakukan kerja sama dengan media massa. Selain memahami media massa, seorang Public Relations juga harus melayani
media. Maksudnya, seorang Public Relations menyediakan inforasi yang dibutuhkan oleh media massa dan selalu siap ketika media massa membutuhkan informasi itu.
b. Membangun reputasi sebagai organisasi yang dapat dipercaya media
Prinsip kerja yang kedua dari media relations adalah membangun reputasi sebagai organisasi yang dapat dipercaya media. Pada bagian ini, seorang public relations harus siap menyediakan dan memasok materi-materi yang akurat di mana saja dan kapan saja. Hanya dengan cara inilah seorang public relations akan dinilai sebagai suatu sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh wartawan.
Berdasarkan fakta diatas, komunikasi timbal balik yang saling memguntungkan akan lebih mudah diciptakan dan dipelihara.
c. Menyediakan salinan informasi yang memadai dan akurat
Yang dimaksud dengan menyediakan salinan informasi yang memadai dan akurat adalah menyediakan reproduksi foto-foto yang baik dan menarik serta jelas.
Pada era teknologi komunikasi saat ini, input langsung melalui komputer akan memudahkan pekerjaan wartawan dan pekerjaan media. Teknologi komunikasi yang semakin maju ini memudahkan mereka untuk mengoreksi dan menyusun ulang dari suatu terbitan, seperti siaran berita atau news release. Perkembangan teknologi juga membantu dalam penyediaan salinan naskah dan foto-foto baik secara tepat waktu.
d. Bekerja sama dalam penyediaan materi informasi
Sebagai contoh, seorang public relations dan wartawan dapat bekerja sala dalam mempersiapkan sebuah acara wawancara atau temu pers dengan tokoh-tokoh tertentu.
e. Menyediakan fasilitas verifikasi
Praktisi Public Relations juga perlu memberi kesempatan kepada jurnalis melakukan verifiaksi (membuktikan kebenaran) atas setiap materi yang mereka terima. Contoh dalam hal nyata, para jurnalis itu diijinkan untuk menengok fasilitas atau kondisi- kondisi organisasi yang hendak diberitakan
f. Membangun hubungan personal yang kokoh dengan media.
Suatu hubungan personal yang kokoh dan positif hanya akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan,kejujuran, kerja sama, dan sikap saling menghormati profesi masing-masing.
E. Tahapan Media Relations
Rhenald khasalai dalam bukunya “Manajeman Public Relations, Konsep, dan Aplikasinya di Indonesia” memperkenalkan beberapa tahapan sebelum dan saat tindakan
Tahapan media relations tersebut adalah:
a. Mengidentifikasi Krisis
Untuk dapat mengidentifikasi suatu krisis, seorang public relations perlu melakukan penelitian. Bila krisis terjadi dengan cepat, penelitian harus dilakukan secara informal
b. Menganalisis Krisis.
Seorang public relations bukanlah sekadar petugas penerangan yang selalu mengandalkan aksi. Sebelum melakukan komunikasi, ia harus melakukan analisis atas masukan yang diperoleh. Analisis ini adalah pekerjaan yang dilakukan di belakang meja dengan keahlian membaca permasalahan. Analisis yang dilakukan mempunyai cakupan yang luas, mulai dari analisi persial sampai analisis integral yang saling mengkait.
c. Mengisolasi krisis.
Krisis adalah penyakit. Kadang bisa juga diartikan lebih dari sekedar penyakit biasa. Oleh karena itu, untuk mencegah krisis menyebar luas ia harus diisolasi, dikarantina sebelum tindakan serius dilakukan.
d. Menetapkan pilihan strategi menghadapi krisis.
Sebelum mengambil langkah-langkah komunikasi untuk mengendalikan krisis, perusahaan perlu melakukan penetapan strategi generik yang akan diambil.
Ada strategi generik untuk menangani krisis, yaitu:
a) Strategi Defensif (Defensive Strategy)
Langkah-langkah yang diambil meliputi hal-hal seperti ini:
1) Mengulur waktu
2) Tidak melakukan apa-apa 3) Membentengi diri dengan kuat b) Strategi Adaptif (Adaptiv Strategy)
Langkah-langkah yang diambil mencakup hal-hal yang lebih luas, seperti:
1) Mengubah kebijakan 2) Modifiaksi operasional 3) Kompromi
4) Meluruskan citra
c) Strategi Dinamis (Dynamic Strategy) 1) Merger dan akuisi
2) Investasi baru 3) Menjual saham
4) Meluncurkan produk baru atau menarik peredaran produk lama 5) Menggandengn kekuasaan
6) Melemparkan isu baru untuk mengalihkan perhatian e. Menjalankan program pengendalian
Program pengendalian adalah langkah penerapan yang dilakukan menuju strategi generik yang dirumuskan. Umumnya strategi generik dapat dirumuskan jauh- jauh hari sebelum krisis timbul, yakni sebagai guidance agar para eksekutif bisa mengambil langkah yang pasti. Berbeda dengan strategi generik, program pengendalian biasanya disusun di lapagan ketika krisis muncul. Implementasi pengendalian ditrapkan pada:
a) Perusahaan (beserat cabang) b) Industri (bagungan usaha sejenis) c) Komunitas
d) Divisi-divisi perusahaan
e) Elemen dalam Media Relations
F. Elemen dalam Media Relation
Melakukan media relations tidak hanya terbatas pada hubungan antara perusahaan dengan media semata atau dengan istilah hubungan langsung. Pelaksana media relations juga bisa melakukan hubungan tidak langsung atau perantara dengan media. Artinya, pelaksana media relations bisa melakukan hubungan tidak langsung atau perantara dengan media. Bentuk bentuk dari implementas dari program kerja pelaksana media relations pada dasarnya merupakanbagian dari kerja public relations perusahaan. Frank Jefkins menjelaskan tentang variasi media relations sebagai berikut:
a. Media Pers (press)
Media ini tidak hanya terdiri dari berbagai media massa yang terbit di tengah publik, melainkan juga terbitan terbatas seperti buku petunjuk, buku tahunan, atau laporan tahunan perusahaan.
b. Audio-visual
Semua jenis radio baik yang jangkauan siaran lokal, nasional, bahkan hingga internasional.
d. Televisi
Tidak hanya televisi regional maupun nasional, tetapu juga televisi siaran internasional. Televisi berbayar atau jaringan televisi kabel juga termasuk dalam media ini. Juga sistem- sistem teletex seperi Prestel dan Ceefax, perangkat untuk mendapatkan siaran televisi.
e. Pameran (Exhibiton)
Pameran yang diadakan secara mandiri maupun menjadi bagian dari pendukung acara pameran maerupakan sarana efektif melakukan publikasi kepada media.
f. Bahan-bahan cetakan (printed material)
Berbagai macam bahan cetakan yang memberikan informasi jasa atau produk perusahaan, misalnya leaflet, brosur, selebaran, dan sebagainya.
g. Penerbitan buku khusus (sponsored books)
penerbitan buku sebagai pendukung dari jasa atau produk perusahaan, misalnya, produk sisi menerbitkan buku komik yang berisi ajakan minum susu.
h. Surat langsung (direct mail)
Media penyampai pesan yang ditujukan langsung kepada perorangan atau lembaga dan bisa juga dipajang di duatu tempat umum yang bisa dijangkau publik. Lazim digunakan utnuk media ini adalah undangan menghadiri pembukaan pameran atau pelucuran buku.
i. Pesan-pesan lisan (spoken word)
Penyampaian pesan yang dilakukan secara langsung atau tatap muka dan biasanya dilakukan dalam sebuah acara tertentu seperti jamuan makan, pembicaraan telephone atau seminar.
j. Pemberian sponsor (sponsorship)
Penyediaan dana atau dukungan tertentu atas penyelenggaraan kegiatan seni, olahraga, beasiswa pendidikan, sumbangan awal, operasi massal, dan sebagainya.
k. Jurnal organisasi (house journal)
Terbitan yang dikeluarkan perushaan untuk menjangkau publik. Media ini terdiri dari dua jenis yakni jurnal khusus disebarkan untuk kalangan internal
perusahaan dan jurnal yang ditujukan tidak hanya bagi kalangan internal perusahan melainkan juga kalangan eksternal perusahaan.
.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan.
Dapat disimpulkan pengertian media relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi atau perusahaan.Fungsi media relation sendiri Pertama, fungsi media relations dapat meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan,meningkatkan point of selling dari produk dan jasa, membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis.Tujuan Media Relation Menjaga netralitas dan objektifitas terhadap informasi atau data yang berkembang di media massa. Adanya hubungan baik dengan media, diharapkan dapat membantu dalam menginformasikan berita yang wajar, berimbang dan menguntungkan perusahaan atau organisasi yang terkait;Mendapatkan sarana yang tepat untuk kepentingan publikasi seluas mungkin tentang kegiatan serta kebijakan yang diambil perusahaan yang dianggap baik untuk diketahui public;Tidak dipungkiri, hadirnya hubungan media yang baik akan melahirkan umpanbalik dan respons dari publik sebagi data rujukan atau landasan da;am melakukan evaluasi terhadap kegiatan organisasi atau perusahaan; Selanjutnya tujuan hubungan dengan media untuk menumbuhkan kepercayaan sehingga dapat melahirkan hubungan yang baik secara berkesinambungan antara perusahaan dan pers.Prinsip kerja media relation Melayani dan memahami media setiap saat; Membangun reputasi sebagai organisasi yang dapat dipercaya media; Menyediakan salinan informasi yang memadai dan akurat; Bekerja sama dalam penyediaan materi informasi;Menyediakan fasilitas verifikasi;
Membangun hubungan personal yang kokoh dengan media. Tahapan Media Relations Mengidentifikasi Krisis; Menganalisis Krisis; Mengisolasi krisis; Menetapkan pilihan strategi menghadapi krisis;Menjalankan program pengendalian Serta Elemen Media Relation Media Pers (press); Audio-visual;Radio;Televis; Pameran (Exhibiton);Bahan-bahan cetakan (printed material);Penerbitan buku khusus (sponsored books);Surat langsung (direct mail);Pesan-pesan lisan (spoken word);
Pemberian sponsor (sponsorship);Jurnal organisasi (house journal)
B. Saran
Diharapkan sedikit banyaknya makalah ini dapat membantu sekaligus menjadi refrensi bagi para pembaca.Terlepas dari itu ,kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, baik dalam penyusunan kata, bahasa, dan sistematika pembahasannya. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan masukan atau kritikan serta saran yang bersifat membangun untuk mendorong kami menjadi lebih ke depanya.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang sudah berkenan membaca makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Sambo, Masriadi.2019.MEDIA RELATIONS KONTEMPORER Teori dan Praktik.Jakarta.
Kencana.