Memastikan
dampak akreditasi rumah sakit
Menuju regulasi mutu yang
“membangun”
Disampaikan pada Forum Mutu IHQN Lombok-2023
Apakah
akreditasi RS bermanfaat?
An umbrella review
Findings 1a
3
2008-2015
Finding 1b
4
Findings 2 nd round and umbrella review (2019-2023)
Tahun Penulis Judul
2019 Swathi K.S
Gopalkrishna Barkur Somu G
Impact of accreditation on performance of
healthcare organizations A review of global studies 2020 Claudia A.S.Araujo
Marina Martins Siquera Ana Maria Malik
Hospital accreditation impact on healthcare quality dimensions: a systematic review
2021 Mohammad Hussein Milena Pavlova
Mustafa Ghalwash Wim Groot
The impact of hospital accreditation on the quality of healthcare: a systematic literature review
2022 Salma Khan,
Taraneh Yousefinezhadi Reece Hinchcliff
The impact of hospital accreditation in selected Middle East countries: a scoping review
2023 Katherine Lewis Reece Hinchcliff
Hospital accreditation: an umbrella review
5
Positive impact
Negative impact In-consistent
Inconclusive Most researched
Less researched
Remain
poorly
understood
6
Most researched
Patient safety and healthcare quality,
healthcare professionals’ views clinical process and outcomes Dimension: Effectiveness, efficiency, patient-
centeredness, and safety Organizational impact
Positive & Consistent Safety culture, process- related performance
measures, efficiency, and the patient length of stay,
effectiveness, timeliness and patient-centeredness.
Less researched
“organizational performance” and
“consumers’ views or satisfaction,”
Access, equity, and timeliness
Patient safety
Inconclusive, Unrelated, Mixed View
Employee satisfaction, patient satisfaction and experience, and 30-day hospital readmission rate
Negative effect?
healthcare workers and particularly on
job stress
Stimulate performance improvement and safety
?: sustaining and institutionalization
Mechanism of
accreditation impact?
Theoretical framework, implementation and behavioral science
Apa, mengapa dan untuk
apa?
Berkaca
ISQuA benchmark for accreditation system
8
Mempengaruhi standar dan cara pengukuran
Definisi
• Akreditasi Rumah Sakit yang selanjutnya disebut Akreditasi adalah pengakuan (rekognisi atau prosesnya?) terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa Rumah Sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. (UU RS dan Permen Akreditasi)
• “A self-assessment and external peer assessment process used by health care organizations to accurately assess their level of
performance in relation to established standards and to implement ways to continuously improve”
Sebuah “stamp” atau upaya mendorong
peningkatan mutu berkelanjutan ?
Tujuan Akreditasi
Permen 12 Tahun 2020
• meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit secara berkelanjutan dan
melindungi keselamatan pasien Rumah Sakit;
• meningkatkan perlindungan bagi
masyarakat, sumber daya manusia di Rumah Sakit, dan Rumah Sakit sebagai institusi;
• meningkatkan tata kelola Rumah Sakit dan tata kelola klinis;
• mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Benchmark (ISQua & International Review)
• Keselamatan Pasien;
• Peningkatan Mutu Berkelanjutan; dan
• Pelayanan Berfokus Pasien.
• Memastikan pelayanan kesehatan
berkelanjutan (continuum of care)
Pertimbangan Standar
11
Mencerminkan
• Tujuan akreditasi
• Fungsi kunci dan proses organisasi yang dievaluasi Standar yang bersifat mandatory dari pemerintah:
• Mencerminkan tujuan akreditasi yang ditetapkan
• Mencerminkan persyaratan perundangan
• Keselamatan dan praktik baik
• Relevan, dapat dipahami, dapat diukur, memberikan manfaat, dan dapat dicapai
• Memahami ketersediaan sumberdaya
Akreditasi dan peningkatan
mutu
berkelanjutan
Berkaca
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
2012 2013 2014 2015 2016 2017
%new accredited hospital % valid accredited hospital
JCI standard introduced
National health insurance
Special scheme
Figure 1: The proportion of new and valid accredited hospitals 2012- 2017
2018 standard introduced
Accreditation as regulatory tools Perilaku dan arah kebijakan
membentuk
perilaku organisasi
Keberlanjutan : akreditasi = CQI ?
Tahun 2012-2014
461 rumah sakit terakreditasi (Standar 2012)
27% dilakukan tepat waktu
65% status akreditasi meningkat
Faktor Determinan Kelas rumah sakit
Lokasi di Jawa- Bali
Tahun 2015-2017
73% melakukan
reakreditasi
Accreditation Life Cycle model
15
Triple loop learning
16
Accreditation impact mechanism
17
Continuous readiness
(improvement)
18
Accreditation and cultural changes
19
• Hierarchical culture declined following accreditation with corresponding increases in group culture and
developmental culture among physicians and nurses,
respectively.
• Allied health professionals did not perceive any significant cultural differences directly following accreditation,
• A significant increase in hierarchical culture and corresponding decrease in group culture was found 15- months post-accreditation.
• Following accreditation :
hierarchical culture declined but remained dominant, while group and developmental culture
increased.
• The decline in hierarchical culture was U-shaped with
scores increasing at 15-months post-accreditation, though not to pre-accreditation levels.
Akan
kemanakah Sistem
akreditasi kita?
Bagaimana memastikan dampak (Tantangan perubahan paradigma)
20
Tiga Tantangan Akreditasi (ISQua white paper)
21
• Pelayanan yang
berkesinambungan (intra dan ekstra organisasi
pelayanan kesehatan)
• Pelibatan penilaian
pasien tidak hanya dalam proses, namun
perancangan dan evaluasi
• Transformasi digital dan
medical genomic
Pergeseran Paradigma Fungsi Akreditasi
Regulation Tools Quality
Improvement
From Compliance to Improvement
Universal access to quality care
Health system reforms Quality standard (Input- Process-Output)
Supportive regulation
Incentive for improvement
Perubahan pada sistem akreditasi : standar, penilaian, survei, insentif,
lembaga Mandated by law
Linked to payment
(insurance credentialing) Sanction regulation
Dis incentive for non
compliance
Reframing accreditation (Nicklin W, Engel J, Stewart J, 2020)
23
Perbedaan Akreditasi 1.0
(Paradigma hingga 2020)
Akreditasi 2.0
(Paradigma sesudah 2020—2030) Sudut Pandang • Memberitahu rumah sakit apa yang harus
dilakukan
• Membantu rumah sakit mencapai apa yang ingin dicapai
Pernyataan Standar, Maksud-Tujuan, dan Elemen Penilaian
• Menetapkan daftar kriteria RS dengan perfoma yang baik
• Menetapkan agenda/rencana untuk mencapai tujuan yang diharapkan
• Menetapkan persyaratan struktur (input) dan proses secara spesifik
• Memberikan panduan struktur (input) dan proses yang adaptif dengan
konteks dan kompleksitas organisasi dan sistem kesehatan
Proses penilaian • Survei bersifat examinatory
(mengecek/memeriksa kesesuaian dengan syarat)
• Survei bersifat exploratory (menggali bagaimana rumah sakit mencapai tujuan yang ditetapkan)
• Menilai kepatuhan pelaksanaan proses sesuai persyaratan
• Menilai hasil (luaran) dan mengamati serta mempelajari proses untuk
memahami pencapaian luaran yang diperoleh
• Penilaian menggunakan metode survei klasik
• Penilaian menggunakan lebih banyak sumber data
Komponen Standar
• Mencakup semua kepentingan dan prinsip utama: governance, manajemen, pengguna dan mutu
24
Organizational Role, Planning and
Performance.
Menilai:
Kapasitas dan efisiensi organisasi
Keselamatan dan Risiko Menilai:
Kemampuan mengelola risiko dan melindungi:
• pengguna layanan
• Pemberi layanan
• Staf
• pengunjung
Person centred care Menilai:
Merefleksikan pelayanan
berkesinambungan yang berfokus pada
“person”
Kinerja Mutu Menilai:
Monitor, evaluasi, peningkatan
berkelanjutan
Pola hubungan antara standar : model teoritis dampak akreditasi
HMS: Hospital management standard PFR: Patient family right
QMS: Quality management system PoC: Process of Care
IPSG: International Patient Safety Goals
Perubahan paradigma peran Surveyor
• Peer reviewer : mitra dalam peningkatan mutu (bukan judges, bukan yang menetapkan kebenaran sebuah pedoman)
• Sifat eksplorasi:
• Memahami apa tujuan yang ditetapkan rumah sakit dan keselarasan dengan kebijakan nasional
• Bagaimana rumah sakit mencapai
• Bagaimana pencapaian
• Apa pembelajarannya
• Bagaimana upaya perbaikan
26
Perubahan paradigma elemen penilaian : konteks dan fokus pada proses
• 1. Rumah sakit dapat menunjukan ada proses identifikasi terhadap pasien yang berisiko tinggi
• 2. Rumah sakit dapat membuktikan telah melakukan mitigasi risiko terhadap risiko yang sudah teridentifikasi pada pasien
• 3. Rumah sakit dapat menunjukan hasil pemantauan terhadap mitigasi risiko yang sudah dilakukan
Kebijakan proses identifikasi Risiko apa saja yang sudah diidentifikasi rumah sakit
Bukti implementasi mitigasi Rencana mitigasi masing-
masing risiko Hasil dan pembelajaran
Memahami konteks risiko sesuai profil di rumah sakit
Berfokus pada proses dan hasil bukan pada struktur
Quality is never an accident; it always is the result of high intention, sincere effort, intelligent direction
and skillful execution; it represents the wise choice of many alternatives.
28