• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memastikan dampak akreditasi rumah sakit

N/A
N/A
cristo ginting

Academic year: 2023

Membagikan "Memastikan dampak akreditasi rumah sakit"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Memastikan

dampak akreditasi rumah sakit

Menuju regulasi mutu yang

“membangun”

Disampaikan pada Forum Mutu IHQN Lombok-2023

(2)

Apakah

akreditasi RS bermanfaat?

An umbrella review

(3)

Findings 1a

3

2008-2015

(4)

Finding 1b

4

(5)

Findings 2 nd round and umbrella review (2019-2023)

Tahun Penulis Judul

2019 Swathi K.S

Gopalkrishna Barkur Somu G

Impact of accreditation on performance of

healthcare organizations A review of global studies 2020 Claudia A.S.Araujo

Marina Martins Siquera Ana Maria Malik

Hospital accreditation impact on healthcare quality dimensions: a systematic review

2021 Mohammad Hussein Milena Pavlova

Mustafa Ghalwash Wim Groot

The impact of hospital accreditation on the quality of healthcare: a systematic literature review

2022 Salma Khan,

Taraneh Yousefinezhadi Reece Hinchcliff

The impact of hospital accreditation in selected Middle East countries: a scoping review

2023 Katherine Lewis Reece Hinchcliff

Hospital accreditation: an umbrella review

5

Positive impact

Negative impact In-consistent

Inconclusive Most researched

Less researched

Remain

poorly

understood

(6)

6

Most researched

Patient safety and healthcare quality,

healthcare professionals’ views clinical process and outcomes Dimension: Effectiveness, efficiency, patient-

centeredness, and safety Organizational impact

Positive & Consistent Safety culture, process- related performance

measures, efficiency, and the patient length of stay,

effectiveness, timeliness and patient-centeredness.

Less researched

“organizational performance” and

“consumers’ views or satisfaction,”

Access, equity, and timeliness

Patient safety

Inconclusive, Unrelated, Mixed View

Employee satisfaction, patient satisfaction and experience, and 30-day hospital readmission rate

Negative effect?

healthcare workers and particularly on

job stress

Stimulate performance improvement and safety

?: sustaining and institutionalization

Mechanism of

accreditation impact?

Theoretical framework, implementation and behavioral science

(7)

Apa, mengapa dan untuk

apa?

Berkaca

(8)

ISQuA benchmark for accreditation system

8

Mempengaruhi standar dan cara pengukuran

(9)

Definisi

• Akreditasi Rumah Sakit yang selanjutnya disebut Akreditasi adalah pengakuan (rekognisi atau prosesnya?) terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa Rumah Sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. (UU RS dan Permen Akreditasi)

• “A self-assessment and external peer assessment process used by health care organizations to accurately assess their level of

performance in relation to established standards and to implement ways to continuously improve”

Sebuah “stamp” atau upaya mendorong

peningkatan mutu berkelanjutan ?

(10)

Tujuan Akreditasi

Permen 12 Tahun 2020

• meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit secara berkelanjutan dan

melindungi keselamatan pasien Rumah Sakit;

• meningkatkan perlindungan bagi

masyarakat, sumber daya manusia di Rumah Sakit, dan Rumah Sakit sebagai institusi;

• meningkatkan tata kelola Rumah Sakit dan tata kelola klinis;

• mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

Benchmark (ISQua & International Review)

• Keselamatan Pasien;

• Peningkatan Mutu Berkelanjutan; dan

• Pelayanan Berfokus Pasien.

• Memastikan pelayanan kesehatan

berkelanjutan (continuum of care)

(11)

Pertimbangan Standar

11

Mencerminkan

Tujuan akreditasi

• Fungsi kunci dan proses organisasi yang dievaluasi Standar yang bersifat mandatory dari pemerintah:

• Mencerminkan tujuan akreditasi yang ditetapkan

• Mencerminkan persyaratan perundangan

• Keselamatan dan praktik baik

• Relevan, dapat dipahami, dapat diukur, memberikan manfaat, dan dapat dicapai

• Memahami ketersediaan sumberdaya

(12)

Akreditasi dan peningkatan

mutu

berkelanjutan

Berkaca

(13)

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

2012 2013 2014 2015 2016 2017

%new accredited hospital % valid accredited hospital

JCI standard introduced

National health insurance

Special scheme

Figure 1: The proportion of new and valid accredited hospitals 2012- 2017

2018 standard introduced

Accreditation as regulatory tools Perilaku dan arah kebijakan

membentuk

perilaku organisasi

(14)

Keberlanjutan : akreditasi = CQI ?

Tahun 2012-2014

461 rumah sakit terakreditasi (Standar 2012)

27% dilakukan tepat waktu

65% status akreditasi meningkat

Faktor Determinan Kelas rumah sakit

Lokasi di Jawa- Bali

Tahun 2015-2017

73% melakukan

reakreditasi

(15)

Accreditation Life Cycle model

15

(16)

Triple loop learning

16

(17)

Accreditation impact mechanism

17

(18)

Continuous readiness

(improvement)

18

(19)

Accreditation and cultural changes

19

• Hierarchical culture declined following accreditation with corresponding increases in group culture and

developmental culture among physicians and nurses,

respectively.

• Allied health professionals did not perceive any significant cultural differences directly following accreditation,

• A significant increase in hierarchical culture and corresponding decrease in group culture was found 15- months post-accreditation.

• Following accreditation :

hierarchical culture declined but remained dominant, while group and developmental culture

increased.

• The decline in hierarchical culture was U-shaped with

scores increasing at 15-months post-accreditation, though not to pre-accreditation levels.

(20)

Akan

kemanakah Sistem

akreditasi kita?

Bagaimana memastikan dampak (Tantangan perubahan paradigma)

20

(21)

Tiga Tantangan Akreditasi (ISQua white paper)

21

• Pelayanan yang

berkesinambungan (intra dan ekstra organisasi

pelayanan kesehatan)

• Pelibatan penilaian

pasien tidak hanya dalam proses, namun

perancangan dan evaluasi

• Transformasi digital dan

medical genomic

(22)

Pergeseran Paradigma Fungsi Akreditasi

Regulation Tools Quality

Improvement

From Compliance to Improvement

Universal access to quality care

Health system reforms Quality standard (Input- Process-Output)

Supportive regulation

Incentive for improvement

Perubahan pada sistem akreditasi : standar, penilaian, survei, insentif,

lembaga Mandated by law

Linked to payment

(insurance credentialing) Sanction regulation

Dis incentive for non

compliance

(23)

Reframing accreditation (Nicklin W, Engel J, Stewart J, 2020)

23

Perbedaan Akreditasi 1.0

(Paradigma hingga 2020)

Akreditasi 2.0

(Paradigma sesudah 2020—2030) Sudut Pandang • Memberitahu rumah sakit apa yang harus

dilakukan

• Membantu rumah sakit mencapai apa yang ingin dicapai

Pernyataan Standar, Maksud-Tujuan, dan Elemen Penilaian

• Menetapkan daftar kriteria RS dengan perfoma yang baik

• Menetapkan agenda/rencana untuk mencapai tujuan yang diharapkan

• Menetapkan persyaratan struktur (input) dan proses secara spesifik

• Memberikan panduan struktur (input) dan proses yang adaptif dengan

konteks dan kompleksitas organisasi dan sistem kesehatan

Proses penilaian • Survei bersifat examinatory

(mengecek/memeriksa kesesuaian dengan syarat)

• Survei bersifat exploratory (menggali bagaimana rumah sakit mencapai tujuan yang ditetapkan)

• Menilai kepatuhan pelaksanaan proses sesuai persyaratan

• Menilai hasil (luaran) dan mengamati serta mempelajari proses untuk

memahami pencapaian luaran yang diperoleh

• Penilaian menggunakan metode survei klasik

• Penilaian menggunakan lebih banyak sumber data

(24)

Komponen Standar

• Mencakup semua kepentingan dan prinsip utama: governance, manajemen, pengguna dan mutu

24

Organizational Role, Planning and

Performance.

Menilai:

Kapasitas dan efisiensi organisasi

Keselamatan dan Risiko Menilai:

Kemampuan mengelola risiko dan melindungi:

• pengguna layanan

• Pemberi layanan

• Staf

• pengunjung

Person centred care Menilai:

Merefleksikan pelayanan

berkesinambungan yang berfokus pada

“person”

Kinerja Mutu Menilai:

Monitor, evaluasi, peningkatan

berkelanjutan

(25)

Pola hubungan antara standar : model teoritis dampak akreditasi

HMS: Hospital management standard PFR: Patient family right

QMS: Quality management system PoC: Process of Care

IPSG: International Patient Safety Goals

(26)

Perubahan paradigma peran Surveyor

• Peer reviewer : mitra dalam peningkatan mutu (bukan judges, bukan yang menetapkan kebenaran sebuah pedoman)

• Sifat eksplorasi:

• Memahami apa tujuan yang ditetapkan rumah sakit dan keselarasan dengan kebijakan nasional

• Bagaimana rumah sakit mencapai

• Bagaimana pencapaian

• Apa pembelajarannya

• Bagaimana upaya perbaikan

26

(27)

Perubahan paradigma elemen penilaian : konteks dan fokus pada proses

• 1. Rumah sakit dapat menunjukan ada proses identifikasi terhadap pasien yang berisiko tinggi

• 2. Rumah sakit dapat membuktikan telah melakukan mitigasi risiko terhadap risiko yang sudah teridentifikasi pada pasien

• 3. Rumah sakit dapat menunjukan hasil pemantauan terhadap mitigasi risiko yang sudah dilakukan

Kebijakan proses identifikasi Risiko apa saja yang sudah diidentifikasi rumah sakit

Bukti implementasi mitigasi Rencana mitigasi masing-

masing risiko Hasil dan pembelajaran

Memahami konteks risiko sesuai profil di rumah sakit

Berfokus pada proses dan hasil bukan pada struktur

(28)

Quality is never an accident; it always is the result of high intention, sincere effort, intelligent direction

and skillful execution; it represents the wise choice of many alternatives.

28

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Sesuai dengan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012.. Implementation

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, maka perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Susunan Keanggotaan Komisi Akreditasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik pengetahuan perawat tentang akreditasi rumah sakit meliputi; (falsafah dan tujuan, administrasi dan pengelolaan,

persyaratan kredensial rumah sakit. Sradjito telah melaksanakan satu kali kredensial terhadap staf rekam medis pada tahun 2012.Hal ini sudah memenuhi standar akreditasi Bab

Pusat Pelatihan dan Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (PPA-DHP) adalah divisi dari Yayasan Damar Husada Paripurna bekerjasama dengan

(3) Lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang mendapatkan rekomendasi penyesuaian penetapan status Akreditasi atau pelaksanaan kembali survei Akreditasi sebagaimana dimaksud

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik pengetahuan perawat tentang akreditasi rumah sakit meliputi; (falsafah dan tujuan, administrasi dan pengelolaan,

Pelaksanaan akreditasi rumah sakit di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat seperti tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah