ASPEK LEGAL
JASA KONSTRUKSI
Semester : VII Bobot : 3 SKS
Sifat : Matkul Pilihan
Pertemuan/Tatap Muka : 1 (sesi kedua)
(PERKEMBANGAN JASA KONSTRUKSI di INDONESIA)
JASA KONSTRUKSI
• Pengertia Jasa Konstruksi adalah layanan jasa
konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi
• Pengguna Jasa
• Penyedia Jasa Perorangan dan/Badan Usaha yang berbadan hukum maupun non badan hukum
Penyedia JaKon (perorangan) :
konstruksi/proyek resiko kecil, teknologi sederhana dan biaya kecil
Resiko besar, teknologi modern dan biaya
besar : BU dengan bentuk PT atau lainnya
PERANAN JASA KONSTRUKSI
• Jasa konstruksi punya peranan penting dan strategis dalam pencapaian berbagai sasaran guna menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional yaitu
mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945
• Perlu pengaturan secara rinci dan jelas mengenai jasa
konstruksi, yang kemudian dituangkan dalam di dalam
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa
Konstruksi
PERKEMBANGAN INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA
Periode 1945 – 1950
Industri jasa konstruksi belum bangkit, krn masih disibukkan dgn
usaha Belanda ingin menjajah kembali (Agresi Militer). Setelah Tahun 1950, RIS mjd NKRI barulah muncul perusahaan konstruksi : NV de Hollandshe Beton Maatschappij (PT. Hutama Karya), NV Volker
Associate (PT. Adhi Karya), NV Nederlandshe Aanneming Maatschappij (PT. Nindya Karya), NV Volker Aanneming Maatschappij (PT. Waskita Karya)
Periode 1951 – 1959
Industri konstruksi belum bangkit krn kabinet blm stabil, bentuk kontrak mengacu pada warisan Belanda : Burgelijk Wet Boek AV 42
Periode 1960 – 1966
Pembangunan baru dimulai : Proyek Monas, Hotel Indonesia, GBK,
Jemb Semanggi. Bentuk kontrak yg digunakan pd umumnya cost plus
fee, di mana pekerjaan ditujuk langsung oleh pemerintah dan sektor
swasta belum ikut serta
PERKEMBANGAN INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA
Periode 1967 – 1996
Awal kebangkitan industri konstruksi, Program Pemerintah : Pembangunan Jangka Panjang Tahap I (PJP I) Tahun 1969 – 1994 yang terdiri dari 5 (lima) Rencana
Pembanguna Lima Tahun (REPELITA) dan Pembangunan Jangka Panjang Tahap II (PJP II) Tahun 1994 – 2019. Konstruksi menjadi ‘Lokomotif Pembangunan” krn memberi peningkatan pendapatan domestik bruto
Periode 1996 – 2002
Pada pertengahan Tahun 1997 terjadi krisis moneter yg mengakibatkan Industri jasa konstruksi mengalami goncangan dan menurun drastis. Pada Tahun 1999,
Pemerintah menerbitkan Undang – Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi diikuti dengan 3 (tiga) Peraturan Pemerintah sebagai peraturan
pelaksanaannya, yaitu PP No. 28, 29 dan 30 Tahun 2000 namun peraturan ini belum teruji apakah dpt memenuhi kebutuhan industri konstruksi di masa mendatang
Periode 2002 – sekarang
Industri konstruksi semakin pesat, dengan munculnya proyek strategis nasional : Jalan Tol Trans Sumatera, Jawa dan Kalimantan, Energi Listrik 35.000 watt PLTU PLTA, Bendungan dll. Kemudian pemerintah menerbitkan UU No. 2 Tahun 2017 ttg Jasa Konstruksi sbg pengganti UU No. 18 Tahun 1999 beserta peraturan pelengkapnya : PP, Kepres dan Permen tentang Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi
PERJALANAN ASPEK HUKUM KONSTRUKSI
• Sejarah kontrak konstruksi CODE HAMMURABI (4000 SM)
• Jika ada pemborong bangunan, kemudian bangunan tsb roboh menimpa anak pemiliknya maka anak dari
pemborong juga harus di hukum mati
• Perkembangan konstruksi Indonesia maju pesat ><
hukumnya masih mengikuti peraturan jaman Belanda : Burgerlijk Wet Boek
• Banyak GREY AREA tdk fleksibel sesuai dengan perkembangan teknologi konstruksi
• Kontrak pemborongan/konstruksi sbg solusi agar masing2 pihak ada pegangan jika terjadi perselisihan
• Terbit UU No. 18 Tahun 1999 yg diperbarui UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi
• Peran lawyer di bidang konstruksi semakin di butuhkan
HUKUM KONSTRUKSI
•
Sejarah Hukum Konstruksi Kategori Hukum Barat
a.
kaidah hukum di Indonesia tp berasal dr hukum yg berlaku di Eropa (Pemerintah Hindia Belanda : Burgerlijk Wet Boek 1848)
b.
terdapat kaidah ttg pemborongan kerja dan perjanjian umum
c.
masih berlaku dan tanpa perubahan sampai skrg
d.
muncul UU Jasa Konstruksi, yang bertentangan tdk berlaku lagi
•
Sejarah Hukum Konstruksi Kategori Hukum Tradisional
a.
kaidah hukum tradisional di bid. Konstruksi disebut hukum adat
b.
Hukum adat tdk tercatat banyak dalam sejarahnya
c.