• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul 13 - ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

N/A
N/A
Naufal Aryandi

Academic year: 2024

Membagikan "Modul 13 - ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

ELEKTRONIKA

TELEKOMUNIKASI

Instalasi, Perawatan, dan Troubleshooting PLC

Lukman Medriavin Silalahi, A.Md., ST., MT

1 3

FT

Teknik Elektro

Pembuka

Pembuka Daftar PustakaDaftar Pustaka Akhiri PresentasiAkhiri Presentasi

(2)

Sistem tata letak adalah sebuah pendekatan yang teliti untuk menempatkan dan menghubungkan komponen tidak hanya untuk memuaskan tetapi juga untuk memastikan bahwa controller akan bekerja tanpa masalah pada lingkungannya. Selain PLC, tata letak sistem juga mencakup komponen lain yang membentuk sistem total. Komponen-komponen seperti trafo

Pengantar

(3)

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI >>

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

Ketika tata letak dibuat dengan cermat, komponen-komponen ini mudah diakses dan dirawat. PLC dirancang untuk bekerja pada industri, dengan demikian PLC dapat bertahan di lingkungan yang keras. Namun, perencanaan pemasangan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas sistem dan mengurangi masalah perawatan.

Pengantar

(4)

Lokasi terbaik untuk PLC adalah dekat dengan mesin atau proses yang akan dikendalikan, selama suhu, kelembababan dan gangguan elektrikal tidak bermasalah. Menempatkan PLC dekat dengan mesin dan menggunakan remote I/O dimana dapat meminimalisasi pemakaian kabel dan mempermudah start-up dan perawatan.

Pengantar

(5)

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI >>

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

Secara umum PLC ditempatkan didalam panel.

Panel dapat melindungi PLC dari lingkungan yang berbahaya. Ukuran panel tergantung pada ruang yang dibutuhkan. Memasang komponen PLC dalam panel direkomendasikan untuk kebanyakan aplikasi untuk melindungi komponen dari kontaminasi seperti debu, kelembaban, karat dan zat berbahaya diudara. Panel juga membantu meminimalisasi efek radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat disekitarnya.

Panel dan Komponen

Sistem

(6)

Tata letak panel harus sesuai dengan standard NEMA dan penempatan komponen dan pengkabelan harus mempertimbangkan efek panas, gangguan listrik, getaran dan perawatan dan keamanan.

Panel dan Komponen

Sistem

(7)

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI >>

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

Gambar berikut mengilustrasikan tata letak panel yang umum, dapat digunakan untuk referensi dalam diskusi ini.

Panel dan Komponen

Sistem

(8)

Sumber untuk catu daya PLC umumnya satu phase 120 – 240VAC. Jika PLC di pasang di dalam panel, dua kabel daya secara normal masuk ke panel melalui bagian atas untuk meminimaslisasikan interferensi dengan kabel kontrol lainnya. Daya harus sebersih mungkin untuk menghindari masalah interferensi pada PLC dan sistem I/O.

Kebutuhan Daya

(9)

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI >>

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

Sistem catu daya dan perangkat I/O harus mempunyai sumber common AC. Ini meminimalisasikan gangguan saluran dan mencegahsinyal input yang salah berasal dari sumber AC yang stabil ke catu daya dan CPU, tetapi sumber AC yang tidak stabil ke perangkat I/O. Dengan menjaga kedua catu daya dan perangkat I/O pada sumber daya yang sama, pemakai dapat mengambil keuntungan penuh dari fitur pemantauan saluran catu daya.

Kebutuhan Daya

(10)

Jika kondisi saluran daya turun dibawah tingkat operasi minimum, catu daya akan mendeteksi kondisi abnormal dan memberikan sinyal ke processor, yang akan berhenti membaca input dan mematikan semua output.

Praktek baik lainnya adalah menggunakan trafo isolasi pada saluran daya AC yang menuju ke PLC.

Trafo isolasi sangat dibutuhkan ketika alat berat

Kebutuhan Daya

(11)

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI >>

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

Trafo isolasi juga dapat berkerja sebagai trafo step-down untuk mengurangi tegangan masuk ke tingkat yang dibutuhkan. Trafo harus mempunyai rentang daya yang cukup untuk memasok beban.

Kebutuhan Daya

(12)

Lebih lengkap, disimak dan dibaca file textbook yang disajikan di Portal POST dengan filename:

Materi 3 Automasi Industri.pdf

Ulasan dan Rangkuman

(13)

Daftar Pustaka

<< MENUMENU AKHIRIAKHIRI

MENUMENU AKHIRIAKHIRI

1. Dr.Eng Syahril Ardi, ST, MT, Sirin Fairus, STP, MT (2020), Disain Sistem Kendali dan Monitoring Proses Instalasi Pengolahan Air Limbah Buangan Boiler Berbasi PLC dan HMI (Human Machine Interface), LP2M POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA.

2. Oscar Carlsson (2017). Engineering of IoT Automation Systems, Sweden : Lule˚a University of Technology.

3. Mikell P. Groover (2015) Automation, Production Systems, and Computer - Integrated Manufacturing, Fourth Edition, Pearson Higher Education, Inc.

4. Lilik Subiyanto, ST. MT. Modul Ajar Praktikum Programmable Logic Controller (2015), Program studi Teknik otomasi, Politeknik Perkapalan Negri Surabaya.

5. William C. Dunn (2015) Fundamentals of Industrial Instrumentation and Process Control, McGraw Hill Education.

(14)

Daftar Pustaka

6. Tracy Adams, P.E (2014), SCADA System Fundamentals, Continuing Education and Development, Inc.

7. Frank Lamb (2013). Industrial Automation Hands-On, McGraw Hill Education.

8. F. Ebel, S. Idler, G. Prede, D. Scholz (2008), Fundamentals of automation technology. Festo Didactic GmbH & Co. KG, 73770 Denkendorf, Germany, 2008

9. PPPGT (1999). Programmable Logic Control (Hand out Pelatihan), Bandung : PPPGT

10. R. Ackerman, J. Franz, A.Hopf, M. Kantel, and B. Plagemann

(1994). Programmable Logic Controllers, Esslingen : Festo Didactic

(15)

Terima Kasih

Dr. Setiyo Budiyanto, ST., MT

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu diperlukan pendekatan ergonomi dalam tata letak tempat kerja secara.

Untuk itu perlu dilakukan perancangan tata letak penyimpanan komponen yang lebih baik sehingga dapat mengurangi waktu mencari komponen, mengurangi jarak perjalanan

Dalam merencanakan pembuatan inti tidak dapat dilupakan dengan apa yang dinamakan telapak inti. Untuk menempatkan inti, membawa dan menentukan letak dari inti. Pada dasarnya

• Ada banyak pendekatan untuk adopsi dari peraturan tata kelola perusahaan yang baru, tetapi mereka semua tidak bekerja dengan cara yang sama untuk organisasi. Sebagai contoh,

c) Pemeriksaan bahan bakar, minyak pelumas, air pendingin ulang dengan teliti untuk memastikan tidak ada kebocoran yang terjadi (1) Mampu memeriksa bahan bakar, minyak

Dalam merencanakan pembuatan inti tidak dapat dilupakan dengan apa yang dinamakan telapak inti. Untuk menempatkan inti, membawa dan menentukan letak dari inti. Pada dasarnya

Pendekatan sistem memberikan suatu kerangka konseptual untuk mengintegrasikan komponen-komponen yang bermacam-macam dalam suatu organisasi dan untuk menghubungkan

Perancangan ulang tata letak fasilitas dengan pendekatan lean manufacturing diperlukan oleh PT. Dwi Putra Sakti untuk mengatasi masalah penumpukan work in process dan tata letak fasilitas yang tidak