• Tidak ada hasil yang ditemukan

1742508230091 Modul 5 Karakteristik Fisik Tanah 2

N/A
N/A
Naila Alfarafisha Z

Academic year: 2025

Membagikan "1742508230091 Modul 5 Karakteristik Fisik Tanah 2"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

SA 3203

ILMU TANAH (SOIL SCIENCE)

Semester II 2024/2025

SIFAT FISIK TANAH-2

(2)

Genesis and Types of Structure

SEDERHANA

STRUKTUR GABUNGAN (COMPOUND

STRUCTURE)

1. Struktur butir tunggal (single grained)

2. Struktur pejal massive (coherent)

1. Spheroid

2. Platelike = struktur lempeng

3. Blocklike = struktur kubus

4. Prisma (struktur tipe tiang prismatik)

Klasifikasi Berbasis Bentuk/Struktur Dasar Tanah Klasifikasi Berbasis Jenis

Structureless-no

agregration (tidak beragregat)

Struktur Weak-poorly formed“ (derajat lemah)

Struktur “Moderate-well- formed“ (derajat sedang)

Struktur “Strong-durable

(derajat kokoh)

(3)

Genesis and Types of Structure

Peds tanah diklasifikasikan berdasarkan bentuk /struktur dasarnya

A. Struktur yang sederhana tidak ada bidang blahan alami atau tidak tampak jelas

1) Struktur butir tunggal “single grained”

• Campuran butir primer yang kasar tanpa adanya atau sedikit sekali bahan pengikat agregat.

• Partikel yang lepas dan incoherent.

• Porostas cukup tinggi dengan pori makro yang dominan sehingga mudah melewatkan untuk infiltrasi dan penguapan.air

• Contoh: tanah pasir, pasir berlempung dan pasir berdebu.

2) Struktur pejal massive (coherent).

Tidak memiliki agregasi yang dapat diamati atau tidak ada pengaturan garis-garis bilahan alami yang jelas dan teratur.

Kohesi besar sekali sehingga pejal dengan ruang pori yang bersambung

Biasanya terdapat pada horizon yang lebih bawah.

Contoh gumpalan tanah pejal hasil pembajakan/pengolahan tanah dengan bajak.

(4)

B. Struktur gabungan (compound structure)

• Mempunyai permukaan bilah alami yang jelas dan dapat diamati

• 4 tipe struktural dasar: spheroid, platelike, blocklike, dan prisma

1. Spheroid

• Struktur remah

• Terdapat ruang pori makro non kapiler yang diisi oleh udara tanah

• Terdapat pori mikro diantara agregat primer yang bersifat kapiler yang dapat menyimpan air dan tidak merembes ke bawah (tersedia bagi tanaman)

• Adanya bahan organik akan meningkatkan stabilitas agregat dengan struktur yang remah

(5)

2. Platelike= struktur lempeng

Sumbu harisontal lebih panjang dari sumbu vertical.

Permukaan bidang olah harisontal lebih dominan.

Terdapat beberapa kelas; sangat tipis = tebal kurang dari 1 mm, tipis = 1-2 mm, sedang = 2-5 mm, tebal atau kasar = 5-10 mm, sangat tebal > 10 mm.

3. Blocklike= struktur kubus

Sumbu horizontal dan vertical hampis sama.

Termasuk struktur tipe gumpal bersudut dan tipe gumpal membulat yang berusuk persegi tidak tajam.

Ukuran sangat halus = <5 mm, halus = 5-10 mm, sedang

= 10-20 mm, kasar = 20-50 mm, dan sangat kasar = >50 mm.

Struktur gumpal biasanya terdapat pada tanah liat.

Jumlah pori mikro yang terisi air lebih banyak.

Jumlah pori makro lebih sedikit sehingga aerase tanah kurang baik.

Mudah terurai apabila terkena air hujan.

4. Prisma(struktur tipe tiang prismatik)

Sumbu vertical lebih panjang dari sumbu horizontal.

Permukaan olah vertical lebih dominan.

Horisontal lebih panjang dari sumbuvertical

Ujung maupun rusuknya persegi.

Kelas sangat halus = <10 mm, halus = 10-20 mm, sedang = 20-50 mm, kasar = 50-100 mm, sangat kasar = 100 mm.

(6)

Grade and Class

Structureless-no aggregation (tidak beragegrat)

Struktur “Weak-poorly formed

(derajat lemah)

Struktur “Moderate-well- formed” (derajat sedang)

Struktur “Strong-durable

(derajat kokoh)

Dapat diamati atau tidak ada pengaturan garis-garis kelemahan alami yang pasti dan teratur 1. Massive, jika koheren/berkohesi satu sama lain: LIAT

2. Single grained, jika tidak koheren/tidak berkohesi satu sama lain: PASIR

Membentuk ped tidak memiliki ciri yang jelas, sehingga sulit untuk diamati.

Jika tersentuh mudah hancur.

Membentuk ped cukup baik.

Tahan lama.

Memiliki ciri jelas, tapi sulit dibedakan pada tanah tidak tergangguundistrube soil”.

Tidak terlalu sulit dihancurkan.

Membentuk ped yang baik/agregatnya mantap.

Tahan lama.

Memiliki ciri jelas pada tanah tidak terganggu.

Ikatan antar ped lemah.

Terpisah saat tanah menjadi terganggu (distrube).

Terasa agak sulit dihancurkan/dipecahkan.

Kategori kelas bergantung pada jenisnya

(7)
(8)

Managing Soil Structure

Pengolahan tanah atau pembajakan tanah hanya pada topsoil untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Struktur yang stabil di permukaan tanah mendorong infiltrasi air yang lebih cepat.

Ketahanan peds bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan bentuknya setelah terkena ganggunan dari hujan dan pengolahan tanah.

Pada peds yang permanen, partikel dalam

peds nya selalu terikat satu sama lain baik

pada keadaan basah maupun kering.

(9)

Pembentukan dan Stabilitas Agregat Tanah

Hierarchial Organization of Soil Aggregates

(10)

Faktor yang Berpengaruh

Proses Fisik dan Kimia

Umumnya terjadi pada tanah dengan struktur halus

Terdiri dari 2 proses:

 Flocculation → Pengikatan materi organik oleh liat

 Pengembangan dan

penyusutan massa liat

(11)

Faktor yang Berpengaruh

Proses Biologis

Aktivitas organisme tanah dalam proses agregasi.

Pergerakan dari hewan tanah.

Penempelan partikel tanah pada akar dan hifa jamur.

Pembentukan lem organik tanah oleh mikroorganisme.

(12)

Plant roots especially humus play the major role in soil granulation

Pembentukan dan Stabilitas Agregat Tanah

(13)

Soil Consistence

• Consistence adalah daya tahan atau ketahanan tanah terhadap pengaruh-pengaruh luar yang akan mengubah keadaannya (dibentuk atau dihancurkan).

• Ditentukan oleh sifat kohesi dan adhesi dari massa tanah.

• Konsistensi paling besar pada saat kering disebabkan

adanya gaya kohesi, konsistensi

sedang pada waktu dalam keadaan lembab, dan

konsistensi rendah apabila dalam

keadaan basah, sangat basah/jenuh dengan air.

• Konsistensi penting berhubungan dengan pengolahan tanah, karena mempengaruhi mudah tidaknya pengolahan tanah.

(14)

Soil Consistence Terms

• Konsistensi dapat ditentukan dalam keadaan basah, lembab atau kering.

• Tanah tertentu mungkin lengket saat basah, teguh saat lembab, dan keras saat kering.

• Istilah yang digunakan untuk menggambarkan konsistensi meliputi:

1. Basah: tanah-tidak lengket, lengket, non-plastis, plastis

2. Lembab: lepas, gembur, teguh 3. Kering: lepas, lunak, keras

Tanah plastik mampu dibentuk atau dirubah bentuknya secara kontinu dan permanen, dengan tekanan yang relatif sedang, menjadi berbagai bentuk ketika basah.

Tanah yang gembur, mudah terurai /dihancurkan dan tidak lengket saat lembab.

(15)

Some Field Tests and Terms Used to Describe the

Consistence and Consistence of Soils

(16)

Soil Density and Weight Realationships

Dua istilah yang digunakan untuk mengambarkan kepadatan tanah.

1. Particle density adalah rata-rata kepadatan partikel tanah.

• Berkisar dari 2.56 g/cm3 sampai 2.76 g/cm3.

• Rata-rata particle density untuk tanah mineral biasanya sekitar 2.65 g/cm3.

• Bulk densities for organic soils commonly range from 0.1 to 0.6 g/cm3.

2. Bulk density is kepadatan dari kumpulan tanah “the bulk soil” dalam kondisi alamiahnya, mencakup partikel tanah (bagian padatan) dan ruang pori (udara dan air).

• Ring sample digunakan untuk pengambilan tanah untuk mengukur Bulk Density (BD).

(17)

• Soil water content, soil bulk density, soil porosity, and solid particle density

Tanah mineral mempunyai particle density dan bulk density masing-masing sekitar 2.65 dan 1.3 g/cm3, tanah tersebut mempunyai sekitar 50% ruang pori total atau porositas.

(18)

Kepadatan Tanah Memengaruhi Bulk Density

• Bulk Density (Db) massa dari suatu unit volume tanah kering.

• Bulk Density (Db) dipengaruhi oleh tekstur tanah dan kedalaman pada profil tanah.

(19)

Faktor Memengaruhi Bulk Density

• Tekstur tanah→ fine texture (SL, C, and CL) generally have lower BD than do sandy soil. (The solid particle of the finetextured soil tend to be organized in porous granules).

• Kandungan bahan organik.

(20)

Kegiatan Manusia yang Berkaitan dengan Bulk Density

Manajemen hutan

Rekreasi

Manajeman tanah pada perkotaan

Green Roof

Tanah pertanian/kegiatan budidaya tanaman/peternakan

Salah satu pendekatan untuk mengurangi

pemadatan tanah dengan menyebarkan

bobot yang diterapkan pada area

permukaan tanah.

(21)

Kegiatan Manusia yang Berkaitan dengan Bulk

Density

(22)

Pengaruh Bulk Density pada Kekuatan Tanah dan Pertumbuhan Akar

01

Kandungan Air Tanah

Kekuatan tanah meningkat ketika tanah memadat dan

meningkatkanbulk density, juga soil dengan tekstur halus

mongering dan menjadi keras

02

Tekstur Tanah

Semakin banyak liat pada tanah, semakin kecil ukuran rata-rata

pori tanah, semakin besar daya tahan terhadap energi untuk

menenmbus

03

Penggunaan &

Manajemen Tanah

Kegiatan yang merubah kepadatan

tanah dapat menghambat atau

mendukung pertumbuhan akar dan pergerakan air

pada tanah

(23)

General Relationship of Soil Bulk Density to Root

Growth Based On Soil Texture (USDA, 1988)

(24)

Kondisi Bulk Desnsity untuk Berbagai Takaran

Bahan Organik Alang pada IV dan VIII MSA (Aos,

2017)

(25)

Pore Space of Mineral Soils

Factors Influencing Total Pore Space

• Faktor yang memengaruhi bulk density juga mempengaruhi jumlah ruang pori (porositas).

• Tanah pertanian cenderung memiliki jumlah ruang pori lebih sedikit dibandingkan tanah yang tidak dijadikan lahan pertanian.

• Penurunan pori tanah berasosiasi

dengan penurunan kandungan organik

yang menyebabkan penurunan

granulation.

(26)

Ukuran Pori Tanah

• Secara sederhana terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu macropores dan micropores

(27)

Ukuran Pori Tanah

• Struktur dan tekstur tanah memengaruhi keseimbangan antara macropores dan micropores pada tanah.

(28)

Cultivation and Pore Size

• Proses pertanian yang berlangsung terus-menerus, terutama pada tanah yang sebelumnya kaya akan materi organik, dapat menghasilkan penurunan ruang macropores.

(29)

Cultivation and Pore Size

(30)

Soil Color (Warna Tanah)

• Salah satu sifat tanah yang mudah dilihat dan dapat menunjukkan terutanam sifat fisiknya.

• Warna tanah penting karena merupakan ukuran tidak langsung dari karakteristik penting lainnya seperti drainase air , aerasi, dan kandungan bahan organik.

• Banyak orang memiliki kecenderungan

untuk menyamakan tanah berwarna hitam

dengan tanah subur dan produktif.

(31)

Faktor yang Mempengaruhi (Warna Tanah)

Bahan organik adalah zat pewarna utama yang mempengaruhi warna tanah, tergantung pada sifat alamiahnya, jumlah, dan distribusinya dalam profil tanah.

Gambut mentah/fibrik (belum mengalami penguraian secara sempurna) biasanya berwarna cokelat.

Bahan organik yang terurai baik, seperti humus,

berwarna hitam atau kehitam-hitaman, sehingga

tanah organik umumnya mempunyai warna hitam.

(32)

Soil Color (Warna Tanah)

Warna tanah diidentifikasi menggunakan

Munsell color chart

berdasarkan tiga komponen yang menentukan presepsi warna pada manusi →

hue

(derajat kemerahan atau kekuningan),

value

(tingkat kemudaan warna), dan

chroma

(intensitas atau kecerahan).

Ditentukan oleh 3 faktor:

1. Kandungan materi organik 2. Kandungan air

3. Kehadiran dari besi dan mangan oksida yang teroksidasi

Tanah dengan materi organik tinggi

memiliki warna gelap karena materi

organik menutupi mineral yang

berwarna lebih terang.

(33)

Deskripsi Profil

Tanah

(34)

Inventarisasi Karakteristik

Ekosistem Gambut

(35)

Pustaka

Aos (2017): Intercropping System on Dry Land Agroecosystem and Its Effect on erosion, Doctoral Dissertation, Institut Teknologi Bandung.

Brady and Weil. 2008. The Nature and Properties of Soil. Pearson Education Ltd.

Saipudin Sarief. Fisika-Kimia Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.

USDA. 1988. Soil Quality Indicators.

(36)

Referensi

Dokumen terkait

Pada pada saat sebelum pengolahan tanah, contoh kadar air dan bulk density yang diambil adalah 6 contoh secara acak pada setiap (masing-masing) perlakuan (petak) dengan

Kandungan mineral liat tanah memiliki permeabilitas yang rendah sehingga menghambat proses perkolasi air tanah pada daerah berlereng, semakin meningkat kadar liat

Sifat fisik tanah yang menentukan kualitas fisik tanah adalah yang terkait dengan perkembangan akar tanaman dalam tanah, pasokan air tersedia bagi tanaman serta

Kondisi optimum untuk pertumbuhan semai adalah bila ditanam pada kandungan air tanah 75%, sedangkan pada kandungan air tanah 50% mulai terjadi penurunan

Bulk density yaitu bobot padatan (padat kering konstan) dibagi total volume (padatan dan pori), bulk density mungkin lebih kecil dari 1 gr/cm³ pada tanah dengan kandungan

Kondisi optimum untuk pertumbuhan semai adalah bila ditanam pada kandungan air tanah 75%, sedangkan pada kandungan air tanah 50% mulai terjadi penurunan

Pada lapisan bawah semua peng- gunaan lahan, kandungan air tanah menurun, hal ini dipengaruhi oleh tekstur liat mengakibatkan daya serap air oleh tanah berjalan dengan lambat, rendahnya

Pengaruh Tekstur Tanah terhadap Persebaran Akar Kelapa Sawit Semakin dalam tanah tekstur tanah juga akan semakin halus tekstur yang didapatkan dan mendapatkan nilai bulk density yang