• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Proyek Kearifan Lokal Fase D

N/A
N/A
Waga Dorce

Academic year: 2024

Membagikan "Modul Proyek Kearifan Lokal Fase D"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Modul Proyek Kearifan Lokal Fase D

Penyusun:

Pungky Aryogo Putro, S.Hut.

Pulung Anggi Yuwono, M.Pd.

Tahun 2022

(2)

Tujuan Proyek

1) Ingin mengetahui bentuk kearifan lokal masyarakat pedesaan ‘Beas Perelek’.

2) Menumbuhkan perilaku gotong royong, kolaborasi dan ikhlas berbagi dalam kehidupan bermasyarakat dalam usaha memperkuat ketahanan pangan.

3) Melestarikan budaya dan nilai-nilai luhur dari kearifan lokal ‘Beas Perelek’.

4) Mengimplementasikan kegiatan ‘Beas

Perelek’ dalam kehidupan sehari-hari dan

pembiasaan baik di sekolah.

(3)

Deskripsi Proyek

“Sampurasun! Beas Perelek!”, Kalimat ini sering diucapkan oleh pemuda dan pemudi desa yang ditugasi untuk mengumpulkan beras perelek dari setiap rumah di desa di Jawa Barat. Maknanya adalah ucapan permisi untuk mengambil beras perelek yang sudah disiapkan oleh si pemilik rumah.

Beas Perelek adalah sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai positif seperti: empati, peduli dan gotong-royong antar warga desa. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan zaman yang pesat dapat mempengaruhi perubahan nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat pedesaan. Sampai saat ini, budaya Beas Perelek masih dapat kita temukan di beberapa wilayah pedesaan di Jawa Barat. Beas perelek merupakan jawaban dalam menghadapi permasalahan sosial terutama dalam hal ketahanan pangan masyarakat desa.

Projek ini bertujuan untuk melatih peserta didik dalam mencari informasi, mengidentifikasi masalah, berkolaborasi, merancang dan menerapkan praktik Beas Perelek dalam rangka melestarikan budaya bangsa.

Projek ini diawali dengan perencanaan yakni identifikasi keadaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kemudian, peserta didik mencari informasi secara langsung atau turun lapang untuk mendalami makna dari Beas Perelek, setelah itu peserta didik mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dari riset yang sudah dilakukan.

(4)

Dimensi & Sub-Elemen: Capaian Fase

TEMA PROYEK

JUDUL DIMENSI ELEMEN SUB

ELEMEN

TARGET CAPAIAN

Kearifan Lokal

Sampurasun, Beas Perelek!

Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia.

Akhlak kepada Manusia

Berempati kepada orang lain.

Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan / atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya.

Bergotong-Royong

Kolaborasi Kerja sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.

Kepedulian Tanggap terhadap lingkungan sosial

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan

kebutuhan masyarakat.

Berbagi Berbagi Mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di sekitar tempat tinggal.

(5)

Dimensi & Sub-Elemen: Alur Perkembangan

ELEMEN SUBELEMEN AWAL BERKEMBANG SEDANG BERKEMBANG BERKEMBANG SESUAI HARAPAN SANGAT BERKEMBANG Ahklak Kepada

Manusia

Berempati Kepada Orang Lain

Terbiasa Memberikan Apresiasi Di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat.

Mulai Memandang Sesuatu Dari Perspektif Orang Lain Serta Mengidentifikasi Kebaikan Dan Kelebihan Orang Sekitarnya.

Memahami Perasaan Dan Sudut Pandang Orang Dan / Atau Kelompok Lain Yang Tidak Pernah Dikenalnya.

Memahami Dan Menghargai Perasaan Dan Sudut Pandang Orang Dan/Atau Kelompok Lain.

Kolaborasi Kerja sama Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok.

Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah).

Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.

Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

Kepedulian Tanggap terhadap lingkungan sosial

Peka dan mengapresiasi orang orang di lingkungan sekitar, melakukan tindakan untuk menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain.

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain.

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk

menghasilkan keadaan yang lebih baik.

Berbagi Berbagi Memberi dan menerima hal yang dianggap penting dan berharga kepada/dari orang-orang di lingkungan sekitar baik yang dikenal maupun tidak dikenal.

Memberi dan menerima hal yang dianggap penting dan berharga kepada/dari orangorang di lingkungan luas/masyarakat baik yang dikenal maupun tidak dikenal.

Mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di sekitar tempat tinggal.

Mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada

orang-orang yang membutuhkan di

masyarakat yang lebih luas (negara, dunia)

(6)

Alur Proyek

Tahapan alur projek Tahapan Pengenalan: Identifikasi apa itu ‘Beas Perelek’ ?

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 1: Identifikasi

Karakter Masyarakat Desa.

Jumlah JP : 2.

Deskripsi singkat kegiatan: Peserta didik membentuk 6 kelompok projek secara mandiri, setiap kelompok mencari informasi awal tentang kondisi pedesaan dan masyarakat Sunda secara umum. Setiap kelompok dapat menuliskan

deskripsi tentang kondisi masyarakat di pedesaan.

Nama kegiatan 2: Menonton video tentang ‘Beas Perelek’.

Jumlah: 2.

Deskripsi singkat kegiatan: Peserta didik mencari informasi asal-usul budaya Beas Perelek,

pengelolaan/praktiknya, manfaat dan nilai-nilai dalam Beas Perelek dengan menonton video dan diskusi dalam kelompoknya.

Nama kegiatan 3: Diskusi kelompok.

Jumlah JP: 2.

Deskripsi singkat kegiatan: Peserta didik bekerja secara kelompok membahas topik: :

1.Asal-usul budaya Beas Perelek, sumber.

2.Tujuan kegiatan Beas Perelek, sasaran dan target.

3.Alur pengelolaan Beas Perelek, teknik pengumpulan.

4.Manfaat dan fungsi Beas Perelek, 5.Nilai-nilai dalam kegiatan Beas Perelek, 6.Usaha pelestarian budaya Beas Perelek.

Tahapan alur proyek

Tahapan Kontekstual: Menyusun rencana pengamatan lapangan.

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 4: Workshop.

Jumlah JP: 4.

Deskripsi singkat kegiatan: Setiap kelompok memaparkan hasil diskusi dan opini dari masing-masing topik.

Diskusi menggunakan analisa SWOT.

Pertanyaan pemantik:

Apakah Beas perelek bisa menjadi solusi mengatasi masalah pangan di pedesaan?

Nama kegiatan 5: Membuat Angket.

Jumlah JP: 6.

Deskripsi singkat kegiatan: Setiap kelompok membuat daftar pertanyaan yang disesuaikan dengan kearifan lokal beas perelek. Minimal ada 5

pertanyaan dan terdapat variasi pertanyaan (tertutup, terbuka atau tertutup dan terbuka). Tujuan siswa membuat angket adalah untuk menjawab tujuan dari riset Beas Perelek.

Nama kegiatan 6: Validasi Angket.

Jumlah JP: 4.

Deskripsi singkat kegiatan: Setiap kelompok melakukan uji coba angket dengan melakukan wawancara silang antar kelompok atau ke guru di sekolah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kesesuaian pertanyaan pada angket.

Lakukan revisi angket jika diperlukan.

(7)

Alur Proyek

Tahapan alur proyek Tahapan Aksi: Turun lapang (Observasi dan Wawancara).

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 7: Riset di lapangan.

Jumlah JP: 10.

Deskripsi singkat kegiatan: Setiap anggota kelompok dapat bertanya kepada masyarakat sekitar, tokoh agama/tokoh masyarakat, kepala Desa/RT/RW setempat menggunakan bahan angket yang sudah disiapkan.

Setiap kelompok juga membuat rekam data berupa video, foto, rekaman wawancara saat melakukan observasi di lapangan.

Nama kegiatan 8: Editing rekam data.

Jumlah JP: 10 JP

Deskripsi singkat kegiatan:

Setiap kelompok membuat laporan/

jejak rekam pilihan berupa artikel, video, slide presentasi, artikel, slide foto. Jejak rekam berupa audio visual dapat melalui proses editing dengan durasi 5-7 menit.

Tahapan alur proyek Tahapan Aksi: Implementasi.

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 9: Nonton bersama.

Jumlah JP: 4

Deskripsi singkat kegiatan:

Peserta didik menyaksikan hasil karya rekam data yang sudah dibuat oleh masing-masing kelompok.

Pertanyaan pemantik: Apakah kalian siap menerapkan kegiatan Beas Perelek di lingkungan sekolah?

Nama kegiatan 10: Mari kita ikut lestarikan budaya!

Jumlah JP: 2

Deskripsi singkat kegiatan:

Merancang aktivitas Beas Perelek di lingkungan rumah dan sekolah dengan prinsip gotong royong dan berbagi.

(8)

Alur Proyek

Tahapan alur proyek Tahapan Refleksi dan Evaluasi.

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 11: Refleksi dan Evaluasi.

Jumlah JP: 2.

Deskripsi singkat kegiatan: Guru dan siswa melakukan diskusi dan siswa mendapatkan feedback kegiatan.

Setiap kelompok melakukan refleksi dan evaluasi kegiatan Beas Perelek di lingkungan rumah dan sekolah. Evaluasi dapat berupa pencatatan data, kendala, dan rencana pengelolaannya.

Siswa dapat membuat kesimpulan dari aktivitas Beas Perelek..

Contoh:

1. Dari usaha sederhana bisa berdampak besar dengan mengedepankan nilai gotong royong.

2. Beas Perelek adalah kearifan lokal yang bisa menjadi ciri budaya di Jawa Barat

Tahapan alur proyek Tahapan Tindak Lanjut.

Kegiatan pada tahap ini Nama kegiatan 12: Beas Perelek di Sekolah ku.

Jumlah JP: 24

Deskripsi singkat kegiatan:

Setiap kelas di sekolah menerapkan Beas Perelek secara rutin dan melakukan pengelolaan sampai dengan penyalurannya.

Nama kegiatan 13: Aksi Sosial dan Lingkungan.

Jumlah JP: 6

Deskripsi singkat kegiatan:

Hasil pengumpulan Beas Perelek akan disalurkan ke warga yang membutuhkan. Teknisnya dengan mengundang warga sekitar sekolah untuk

menukarkan barang bekas yang dibawa dengan Beas Perelek/ Sembako.

(9)

Pengenalan: Karakter Masyarakat Desa di Jawa Barat.

Kegiatan pembuka:

Guru membuka kelas dengan cerita anak desa dan anak kota. Guru bertanya apa kelebihan dan kekurangan desa dibandingkan kota. Lalu siswa dapat menggambarkan kondisi desa dengan ciri-cirinya.

Desa mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan perkotaan. Siswa dapat menyebutkan kelebihan dan kekurangan yang nyata terlihat.

Siswa diminta bercerita tentang kondisi tempat tinggalnya.

Kegiatan Inti:

▪ Siswa akan membentuk kelompok kerja secara mandiri dengan bantuan guru.

▪ Dalam kelompok tersebut siswa akan berdiskusi dan masing-masing akan mendeskripsikan kondisi pedesaan dan masyarakatnya di Jawa Barat dengan melakukan kajian literasi yang ada (boleh ke perpustakaan/ mencari di internet).

▪ Deskripsi dapat dituliskan pada selembar kertas/ digambar/ atau jika disediakan gawai, dapat menuliskannya di MS word.

Kegiatan penutup:

Setiap siswa akan mengumpulkan tulisan/ deskripsi dari kondisi masyarakat desa sebagai bahan awal untuk diskusi lebih lanjut. Setelah menuliskan karakter masyarakat di pedesaan Jawa Barat, hal unik apa yang kalian dapatkan?

Jawaban setiap kelompok akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Pada tahap ini, siswa akan mengidentifikasi kultur budaya masyarakat pedesaan di Jawa Barat.

Jumlah jam pelajaran: 2JP Alat & bahan:

Slide/gambar kondisi pedesaan/ artikel tentang masyarakat desa/ video tentang karakter pedesaan di Jawa Barat.

Referensi:

Saba Desa Bojongloa, Melihat Indahnya Salah Satu Desa Terbaik Kab. Subang 2021 (Profil Desa)

https://www.youtube.com/wat ch?v=umg09NAYtrA

Asesmen:

Formatif: Diskusi dan berbagi dengan teman sebaya

(10)

Temukan: Menonton Video tentang Beas Perelek.

Kegiatan pembuka:

Guru membuka kelas dengan pertanyaan: “Apakah kamu bisa menyebutkan nilai-nilai sosial yang bisa

ditemukan di pedesaan?jelaskan!” Arahkan siswa untuk menjawab Gotong Royong. Jika jawaban tidak muncul, maka guru akan memerankan aktivitas gotong royong seperti piket kelas.

Kenapa gotong royong itu penting? Apakah di perkotaan masih bisa ditemukan nilai-nilai sosial budaya masyarakat seperti di desa? Kalau tidak, mengapa?

Kita akan menonton salah satu kearifan lokal di Jawa Barat.

Kegiatan Inti:

Siswa menonton video tentang kearifan lokal Beas Perelek.

Siswa dapat beropini setelah menonton video. Opini atau pendapat siswa disampaikan melalui lisan.

Setelah menonton, siswa mencari informasi terkait asal-usul budaya Beas Perelek, bagaimana

pengelolaan/praktiknya, apa manfaat dan nilai-nilai positif yang terjalin dalam kearifan lokal Beas Perelek.

Kegiatan penutup:

Setiap kelompok bisa menjelaskan kajian literasinya. Kelompok lainnya dapat bertanya dan menanggapinya.

Pada tahap ini, siswa akan menonton video dokumenter tentang kearifan lokal Beas Perelek.

Jumlah jam pelajaran: 2JP Alat & bahan:

Materi video, infokus, laptop, speaker.

Referensi:

Beas Perelek Culture Tradition Kab. Bandung Barat.

https://www.youtube.com/wa tch?v=CoTJsCWLUsc

Asesmen:

Formatif: Diskusi dan berbagi dengan teman sebaya.

Sumatif: Penilaian lembar kerja.

(11)

Evaluasi setelah Menonton Video

(12)

Rubrik Penilaian Lembar Kerja Evaluasi setelah Menonton Video.

Aspek Sangat Baik Baik Sedang Berkembang

Penjelasan ciri-ciri desa. Menjelaskan >3 ciri-ciri desa dengan benar dan rinci.

Menjelaskan 3 ciri-ciri desa dengan benar dan rinci.

Menjelaskan 1-2 ciri-ciri desa dengan benar dan rinci.

Penjelasan perbedaan

masyarakat desa dan perkotaan.

Menjelaskan >3 perbedaan masyarakat desa dan perkotaan dengan benar dan rinci.

Menjelaskan 3 perbedaan masyarakat desa dan perkotaan dengan benar dan rinci.

Menjelaskan 1-2 perbedaan masyarakat desa dan perkotaan dengan benar dan rinci.

Pemahaman tentang makna kearifan lokal.

Penjelasannya benar, rinci, runtut, dengan contoh-contoh.

Penjelasannya benar dan rinci. Penjelasannya kurang tepat.

Penjelasan tentang Beas Perelek.

(Indikator: Pengertian, tujuan, sasaran, manfaat, nilai-nilai yang terkandung)

Penjelasan indikatornya lengkap, rinci dan benar.

Penjelasannya hanya ada 3 indikator.

Penjelasannya kurang dari 3 indikator, kurang rinci.

Nilai-nilai positif dalam Beas Perelek.

Menyebutkan >3 nilai positif dengan benar.

Menyebutkan 3 nilai positif dengan benar.

Menyebutkan 1-2 nilai positif dengan benar.

(13)

Temukan: Diskusi Kelompok.

Pada tahap ini, siswa akan melakukan FGD per kelompok membahas tema-tema yang terkait dengan Beas Perelek.

Jumlah jam pelajaran: 4 JP Alat & bahan:

Infocus, papan tulis, spidol, slide PPT, sticky note.

Referensi:

https://media.neliti.com/media/p ublications/332207-modal-sosial -beas-perelek-analisis-keber-d4 4ee41d.pdf.

Asesmen:

Formatif: Diskusi dan berbagi dengan teman sebaya.

Sumatif: Penilaian lembar kerja.

Kegiatan pembuka:

● Guru membuka kelas dengan doa bersama. Lalu memperdengarkan lagu/ musik Sunda agar suasana kelas seperti berada di pedesaan.

● Guru bertanya jenis alat musik apa yang terdengar dari musik Sunda yang lagi diputar.

● Siswa membagi kelompok sesuai kelompoknya untuk melakukan FGD. Diskusi bisa dilakukan di luar kelas/ di taman/ di tempat yang dirasa nyaman di sekolah.

Kegiatan Inti:

● Peserta didik bekerja secara kelompok untuk membahas topik: : 1. asal-usul budaya Beas Perelek, 2. tujuan kegiatan Beas Perelek, 3. alur pengelolaan Beas Perelek, 4. manfaat Beas Perelek, 5. nilai-nilai dalam kegiatan Beas Perelek, dan 6. usaha pelestarian budaya Beas Perelek.

● Siswa mempersiapkan bahan informasi ke dalam bentuk slide PPT.

● Proses membuat slide dilakukan secara kelompok.

● Setiap kelompok juga akan merumuskan informasi tentang Beas Perelek dengan membuat mind map.

Kegiatan penutup:

Setiap kelompok akan memaparkan kesimpulan hasil FGD pada pertemuan selanjutnya dalam bentuk slide PPT.

Durasi presentasi setiap kelompok adalah 30 menit. Lembar kerja dapat dimasukkan dalam PPT untuk dipresentasikan di pertemuan selanjutnya.

(14)

P.SAC

(15)

Temukan: Workshop.

Pada tahap ini, siswa akan melakukan workshop menampilkan informasi dan data yang sudah mereka diskusikan dalam FGD.

Jumlah jam pelajaran: 4 JP Alat & bahan:

Infocus, papan tulis, spidol, slide PPT, sticky note.

Referensi:

.

Asesmen:

Formatif: Diskusi dan berbagi dengan teman sebaya.

Kegiatan pembuka:

● Guru membuka kelas dengan doa bersama. Guru membuka sesi dengan bertanya apa perbedaan kearifan lokal dan budaya? Setiap peserta didik boleh berpendapat. Guru meminta siswa menuliskan dalam sticky note dan tempel di papan tulis.

● Kalau di desa, masyarakat masih kental dengan perilaku gotong royong dan peduli tetangga. Apakah di rumah atau di lingkungan kalian hal ini masih terlihat? Kalau tidak, apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

● Untuk mengungkap kearifan lokal Beas Perelek ini, maka mari kita saling tukar informasi dan data untuk saling menguatkan bahan sebelum turun lapangan.

Kegiatan Inti:

● Siswa saling ekspose data dan informasi. Setiap kelompok dapat mempresentasikan slide PPT nya dan ditanggapi oleh kelompok lainnya.

● Setiap kelompok mencatat hal-hal penting yang bisa menjadi rujukan dan informasi yang akan dianalisa sebelum turun lapang.

● Guru akan memberikan feedback dari hasil workshop setiap kelompok.

Kegiatan penutup:

Setiap kelompok membuat rumusan tentang Beas Perelek sebagai bahan menyusun alur kerja di lapangan.

(16)

Rubrik Penilaian Powerpoint dan Pemaparannya

Aspek Sangat Baik Baik Sedang Berkembang

Layout powerpoint yang pas (jangan menulis konten terlalu banyak dalam satu slide) . Tulisan yang ada di slide harus sesuai dengan topik yang dipilih (kontekstual).

Semua slide yang disajikan

menggunakan layout yang pas yaitu komposisi tulisan tidak terlalu banyak dan sesuai dengan topik.

Slide dengan layout yang pas dan sesuai dengan topik dengan persentase 80 - 99 persen dari total slide, jadi sisa persentasenya adalah slide dengan layout yang kurang pas (tulisan terlalu banyak).

Slide dengan layout yang pas dan sesuai dengan topik dengan persentase 60 - 79 persen dari total slide, jadi sisa persentasenya adalah slide dengan layout yang kurang pas (tulisan terlalu banyak).

Pemaparan menggunakan suara yang jelas/lantang, intonasi yang pas dan adanya gesture tubuh yang menggambarkan antusiasme dan kepercayaan diri.

Pemaparan Powerpoint dengan suara yang jelas/lantang, intonasi yang pas dan adanya gesture tubuh (tiga indikator). .

Pemaparan Powerpoint dengan dua (2) indikator saja.

Pemaparan Powerpoint dengan hanya satu (1) indikator saja.

Trustworthy, artinya segala kejadian, pelajaran, data ilmiah, tabel dan apa saja yang ada dalam presentasi merupakan kejadian nyata sebenarnya, bukan sebuah rekayasa.

Pemaparan secara keseluruhan disertai dengan bukti otentik, seperti adanya bukti data primer (data yang diolah sendiri) seperti: tabel/grafik dan bukti data sekunder (data dari stakeholders seperti data dari kantor desa). Kemudian, terdapat juga data kualitatif (pernyataan responden).

Pemaparan secara keseluruhan disertai dengan dua bukti otentik saja, misalnya: hanya ada bukti data primer-sekunder, data primer-kualitatif ataupun data sekunder-kualitatif.

Pemaparan secara keseluruhan hanya disertai satu bukti otentik saja, misalnya: hanya ada bukti data primer, data sekunder ataupun hanya data kualitatif saja.

(17)

Temukan: Membuat Angket dan Validasi Angket.

Pada tahap ini, siswa membuat angket dan pengujian (validasi) angket.

Jumlah jam pelajaran: 10 Alat & bahan:

Buku/Kertas, Pulpen, Penggaris.

Referensi: Metode

Penelitian Survai (Singarimbun, 1982)

Asesmen: Angket

Kegiatan pembuka:

Guru memberikan salam dan sapaan ke semua siswa yang hadir.

Guru mempersilakan setiap kelompok untuk duduk berdekatan.

Guru memberikan apersepsi terkait angket, misalnya: dengan pertanyaan pemantik “Apakah kamu pernah mengisi survei?” dan “Bagaimana bentuk pertanyaan yang diberikan?”

Kegiatan Inti:

Guru menjelaskan materi bentuk pertanyaan terbuka, tertutup atau terbuka-tertutup.

Guru memaparkan topik yang akan dibuat dalam angket, misalnya: pertanyaan terkait profil responden (karakteristik pribadi) dan pertanyaan yang spesifik sesuai dengan topik yang dipilih.

Guru memberikan contoh dalam membuat pertanyaan terbuka, tertutup dan tertutup-terbuka.

Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada guru.

Guru mempersilakan setiap kelompok untuk membuat angketnya sesuai dengan topik yang dipilih. Pertanyaan yang disusun minimal ada 5 dan terdapat variasi pertanyaan (tertutup, terbuka atau tertutup dan terbuka).

Setelah angket selesai dibuat dan diperiksa oleh guru maka angket akan diuji validasinya dengan membagikan angketnya kepada semua siswa.

Jika ada pertanyaan yang kurang dipahami oleh responden (siswa) maka akan menjadi catatan kelompok yang membagikan angketnya tersebut dan setelah itu dilakukan revisi angket, sampai semua pertanyaan dalam angketnya dapat dipahami oleh semua responden (siswa yang ada di dalam kelas).

Kegiatan penutup:

Pada akhir sesi, setiap kelompok menyampaikan refleksinya dalam pembuatan angket dan setiap angket yang sudah divalidasi dan direvisi sudah siap untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data di lapangan.

(18)

Lembar Kerja Membuat Angket.

Topik: Alur Pengelolaan Beas Perelek.

1. Identitas Pribadi:

1.1. Nama :

1.2. Usia :

1.3. Jenis kelamin : Laki-Laki Perempuan 1.4. Pekerjaan :

2. Pertanyaan Inti:

2.1. Apakah Bapak/Ibu berperan dalam mengelola beas perelek?

Ya Tidak

Kalau iya, sebagai apa? Jelaskan:

……….

……….

2.2. Pertanyaan 2 2.3. Pertanyaan 3 2.4. Pertanyaan 4 2.5. Pertanyaan 5

Catatan: Angket terdiri dari dua bagian yaitu pertanyaan identitas pribadi dan pertanyaan inti yang menjawab topik terpilih.

(19)

Lembar Kerja Angket.

Topik: Alur Pengelolaan Beas Perelek.

1. Identitas Pribadi:

1.1. Nama :

1.2. Usia :

1.3. Jenis kelamin : Laki-Laki Perempuan 1.4. Pekerjaan :

2. Pertanyaan Inti:

2.1. Apakah Bapak/Ibu berperan dalam mengelola beas perelek?

Ya Tidak

Kalau iya, sebagai apa? Jelaskan: ……….

2.2. Apa bentuk perelek yang ada di desa ini?

Beas (Beras) Uang Lainnya: ………..

Alasannya: ………

2.3. Apakah Bapak/Ibu pernah mengalami kendala dalam proses pengumpulan beas perelek?

Ya Tidak

Kalau iya, kendala seperti apa? Jelaskan.

……….

2.4. Penerima beas perelek apakah hanya warga sekitar sini (satu RW) atau beda RW akan tetapi masih satu desa? Jelaskan.

……….

2.5. Bagaimana struktur dan pengelolaan beas perelek di desa ini, dari pengumpulan sampai penyaluran? Jelaskan.

………

(20)

Rubrik Penilaian Angket dan Validasi Angket

Aspek Sangat Baik Baik Sedang Berkembang

Variasi atau tipe pertanyaan. Angket berisi tiga (3) variasi bentuk pertanyaan yaitu:

tertutup, terbuka dan tertutup-terbuka.

Angket berisi dua (2) variasi bentuk pertanyaan.

Angket berisi satu (1) variasi bentuk pertanyaan.

Kesesuaian pertanyaan dengan topik yang dipilih.

Angket berisi lima (5) pertanyaan yang sesuai dengan topik yang dipilih.

Angket berisi tiga sampai empat (3-4) pertanyaan yang sesuai dengan topik yang dipilih.

Angket berisi satu sampai dua (1-2) pertanyaan yang sesuai dengan topik yang dipilih.

Pertanyaan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua responden (validasi).

Pertanyaan yang dikerjakan dengan baik dapat dilihat dari jawaban yang diberikan oleh responden (siswa) yaitu sesuai dengan konteks pertanyaan.

Semua angket yang disebar di dalam kelas dikerjakan

dengan baik oleh semua siswa dengan persentase 100 persen dari total keseluruhan siswa.

Angket yang disebar di dalam kelas dikerjakan dengan baik oleh sebagian besar siswa atau dengan persentase sebesar 80-99 persen dari total keseluruhan siswa.

Angket yang disebar di dalam kelas dikerjakan dengan baik oleh sebagian besar siswa dengan persentase sebesar 60- 79 persen dari total keseluruhan siswa.

(21)

Temukan: Riset di Lapangan.

Pada tahap ini, siswa melakukan turun lapang untuk mendapatkan data dengan metode survei (angket).

Jumlah jam pelajaran: 10 Alat & bahan: Angket

Buku/Kertas, Pulpen, Kamera.

Referensi: -

Asesmen: Kelengkapan

data dan LK.

Kegiatan pembuka:

● Guru memberikan motivasi kepada semua siswa agar tetap semangat dalam mencari data di lapangan.

● Guru mengingatkan untuk menjaga sopan-santun ketika siswa mulai mewawancarai warga setempat.

● Guru memberikan pengarahan adab ketika berjumpa dengan masyarakat, misalnya tersenyum dan menyapa warga.

● Guru (Penanggung jawab) sehari sebelum turun lapang dapat mengurus administrasi perizinan ke kantor desa dengan membawa surat izin dari sekolah untuk melakukan penelitian di lapangan yang disetujui oleh kepala sekolah.

Kegiatan Inti:

● Guru mengantar siswa turun lapang ke desa sekitar sekolah yang masih melestarikan budaya beas perelek.

● Guru melakukan serah terima kepada tokoh masyarakat (kepala desa).

● Siswa mulai melakukan survei dengan membawa angket, setiap ketua kelompok membagi tugas untuk anggota kelompoknya, ada yang mewawancarai responden (masyarakat), mengabadikan proses jalannya penelitian dengan bentuk foto maupun video.

Kegiatan penutup:

● Pada sore hari setelah pengambilan data selesai, siswa melakukan refleksi dipandu oleh guru, apa kendala yang dihadapi selama pengambilan data dan solusi apa yang ditawarkan.

● Kelompok yang belum mendapatkan data yang cukup maka esok hari dapat melakukan turun lapang kembali dengan dipandu oleh guru (mentor).

(22)

Temukan: Editing Rekam Data

Pada tahap ini, siswa dapat mengedit foto dan video yang telah didapat sewaktu turun lapang.

Jumlah jam pelajaran: 10 Alat & bahan: Aplikasi edit video.

Referensi: -

Asesmen: Hasil Karya (video).

Kegiatan pembuka:

● Guru memberikan sapaan dan apresiasi kepada semua kelompok yang telah melakukan turun lapang dengan baik.

● Guru mempersilakan setiap kelompok untuk menyampaikan pengalaman yang seru dan menyenangkan selama turun lapang kemarin.

Kegiatan Inti:

● Siswa mulai membuat hasil karya berupa kumpulan foto yang dibuat video atau video itu sendiri (silakan untuk dikreasikan).

● Foto/video harus menjawab topik penelitian yang kelompok pilih, yaitu asal-usul budaya Beas Perelek, tujuan kegiatan Beas Perelek, alur pengelolaan Beas Perelek, manfaat Beas Perelek, nilai-nilai dalam kegiatan Beas Perelek, dan usaha pelestarian budaya Beas Perelek.

● Setiap kelompok membuat video yang berdurasi minimal 5 menit dan maksimal 7 menit. Video dapat di-upload di channel Youtube sekolah.

● Setiap kelompok bebas menggunakan aplikasi apapun untuk mengedit video tersebut.

Kegiatan penutup:

● Guru meminta setiap kelompok untuk mengumpulkan videonya dengan menggugah di link yang telah disediakan (google drive).

● Guru dan siswa melakukan refleksi bersama-sama terkait kendala dan solusi yang ditawarkan selama pengeditan video hingga video tersebut siap untuk ditayangkan.

(23)

Rubrik Penilaian Jejak Rekam (Video)

Aspek Sangat Baik Baik Sedang Berkembang

Kreativitas video yaitu disertai dengan

foto/animasi, desain dan musik.

Video terdapat ketiga (3) indikator yaitu: foto/animasi, desain dan musik yang harmonis.

Video terdapat dua (2) indikator.

Video terdapat satu (1) indikator saja.

Penyampaian informasi yang sesuai dengan topik terpilih, runtut, jelas dan intonasi yang pas.

Penyampaian informasi dengan ketiga (3) indikator yaitu: runtut, jelas dan intonasi yang pas.

Penyampaian informasi dengan dua (2) indikator.

Penyampaian informasi dengan satu (1) indikator saja.

Video disertai dengan keterangan tempat/foto, nama-pekerjaan-jabatan responden dan story board.

Video disertai dengan tiga (3) indikator yaitu: keterangan tempat/foto,

nama-pekerjaan-jabatan responden dan story board.

Video disertai dengan dua (2) indikator. .

Video disertai dengan satu (1) indikator saja.

(24)

Temukan: Nonton Bersama

Pada tahap ini, siswa menonton video yang telah dibuat, kemudian setiap kelompok saling melempar pertanyaan ataupun sanggahannya untuk memperkaya hasil riset.

Jumlah jam pelajaran: 4 Alat & bahan: video,

proyektor.

Referensi: -

Asesmen: Hasil Karya

(video).

Kegiatan pembuka:

● Guru memberikan salam dan sapaan kepada semua siswa yang hadir.

● Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang sudah mengumpulkan tugas video tepat waktu.

● Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mengambil nomor urut pemutaran video.

● Ketua kelompok memilih anggota kelompoknya untuk menjadi moderator dan notulen. Mereka bertugas pada saat kelompoknya akan memutarkan video.

Kegiatan Inti:

● Moderator membuka link google drive tempat video dikumpulkan.

● Moderator mulai memutarkan video kelompoknya.

● Setelah satu video diputarkan, moderator mempersilakan kelompok lain untuk membahas video yang telah diputarkan. Pembahasan dapat berupa pertanyaan maupun sanggahan.

● Notulen mencatat jalannya diskusi, catatan notulen setiap kelompok diserahkan ke guru.

● Moderator menutup pemutaran video kelompoknya lanjut ke pemutaran video kelompok lain.

Kegiatan penutup:

● Guru mengapresiasi kreativitas siswa dalam membuat video.

● Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang telah aktif bertanya dan menyanggah selama proses nonton bersama.

● Guru memberikan pertanyaan pemantik “Apakah kalian siap menerapkan kegiatan Beas Perelek di lingkungan sekolah?

(25)

Aksi: Mari Kita Lestarikan Budaya!

Pada tahap ini, siswa akan merancang implementasi kegiatan beas perelek di

lingkungan rumahnya dan di sekolah.

Jumlah jam pelajaran: 2 Alat & bahan:

Referensi: -

Asesmen: Hasil diskusi.

Kegiatan pembuka:

● Guru membuka pertemuan dengan salam dan mengajak siswa untuk merenung tentang permasalahan bangsa ini yang paling sering ditemui.

● Siswa boleh menjawab permasalahan bangsa yang sering ditemukan; masalah ekonomi, sosial, dan budaya.

● Bagaimana solusi menyelesaikan permasalahan bangsa ini?

Kegiatan Inti:

● Siswa diajak untuk melihat solusi sudah yang dilakukan masyarakat di pedesaan di wilayah Jawa Barat dengan kegotong-royongan Beas Perelek.

● Beas perelek ini perlu dilestarikan agar tidak punah, karena banyak nilai-nilai positif dari Beas perelek terutama dalam ketahanan pangan di masyarakat desa.

● Sebagai bentuk usaha ikut melestarikan budaya, maka siswa diminta untuk mengimplementasikan kegiatan Beas Perelek di rumah dengan cara menabung beras/ sembako/ uang. Pesertanya adalah semua anggota keluarga. Hasilnya nanti akan dikumpulkan dan disumbangkan.

● Siswa juga membuat rancangan kegiatan Beas Perelek di lingkungan sekolah. Aplikasinya akan

dilakukan di setiap level. Tahapannya adalah: sosialisasi, contoh aksi, menentukan waktu, alur aksi, cara pengumpulan dan penyalurannya.

Kegiatan penutup:

● Rancangan ini akan digunakan untuk melakukan kegiatan aktivitas Beas Perelek di rumah dan di sekolah. Project kelas ini dilakukan selama 1 bulan di setiap kelas. Pengumpulan dilakukan setiap minggu. Kendala-kendala yang dihadapi akan menjadi bahan evaluasi bersama.

(26)

Refleksi dan Evaluasi.

Pada tahap ini, Guru dan siswa melakukan diskusi dan siswa mendapatkan feedback kegiatan. Siswa dapat membuat

kesimpulan dari aktivitas Beas Perelek.

Jumlah jam pelajaran: 2.

Alat & bahan:

Lembar Refleksi Referensi: - Asesmen:

Sumatif berupa LK Refleksi.

Kegiatan pembuka:

● Guru membuka pertemuan dengan salam dan mengajak siswa untuk melakukan refleksi dengan pertanyaan pemantik:

- Apa dampak yang dirasakan setelah kita secara bersama-sama melakukan aktivitas Beas Perelek?

- Apa saja ancaman-ancaman yang dapat membuat kearifan lokal bisa punah?

- Apa saja usaha-usaha yang dapat dilakukan agar kearifan lokal Beas Perelek dapat lestari?

Kegiatan Inti:

● Jawaban dari siswa akan menjadi refleksi bersama untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi saat melakukan aksi Beas Perelek di rumah dan di sekolah.

● Siswa juga merumuskan langkah-langkah/ solusi dari kendala yang dihadapi.

● Siswa dapat berbagi cerita pengalaman-pengalaman mereka di lapangan saat melakukan pengamatan dan melakukan aksi Beas Perelek di lingkungannya.

● Siswa dapat menyebutkan perasaan yang dirasakannya satu per satu.

Kegiatan penutup:

Siswa dapat membuat kesimpulan dari aktivitas Beas Perelek. Contoh:

1. Dari usaha sederhana bisa berdampak besar dengan mengedepankan nilai gotong royong.

2. Beas Perelek adalah kearifan lokal yang bisa menjadi ciri budaya di Jawa Barat.

(27)
(28)

Nama : Kelas :

(29)

Nama : Kelas :

(30)

Tindak Lanjut: Beas Perelek di Sekolah ku.

Pada tahap ini, siswa melakukan praktik Beas Perelek di lingkungan sekolah, praktik ini dilakukan selama 1 bulan (4 minggu).

Jumlah jam pelajaran: 6 jp/minggu, total: 24 jp.

Alat & bahan: Perelek yang didesain oleh setiap

kelompok.

Referensi:

https://youtu.be/epieIH9KT0A

?t=5 (contoh bentuk perelek).

Asesmen: Obervasi langsung oleh guru.

Kegiatan pembuka:

● Guru memberikan salam dan sapaan kepada setiap kelompok dengan penuh semangat.

● Guru memberikan motivasi agar semua siswa dapat mempraktikan beas pereleknya dengan penuh tanggung jawab.

● Guru menanyakan ke setiap kelompok, “Apakah kalian sudah siap membuat perelek dan mempraktikannya di sekolah?”

Kegiatan Inti:

● Siwa membuat Perelek dari botol bekas (botol minum 1,5 liter) yang kemudian dihias dan dikreasikan oleh setiap kelompok.

● Kemudian Perelek setiap kelompok digantung atau diletakan di samping pintu kelas atau di depan kelas (dapat juga dipojokan kelas/ perelek-corner, jadi kalau setiap kelas ada 6 kelompok maka akan ada 6 perelek juga yang ada di kelas tersebut.

● Perelek dapat diisi dengan beras atau uang (kertas/koin) sesuai kesepakatan bersama kelompoknya.

● Setiap minggunya (seminggu minimal satu kali) setiap anggota kelompok memasukan beras/uang ke dalam pereleknya masing-masing.

● Siswa mencatat hasil (total) dari uang/beras yang didapatkan selama 1 bulan melakukan praktik beas perelek.

Kegiatan penutup:

● Siwa memasukan beras yang terkumpul ke wadah yang telah disiapkan, uang yang terkumpul juga dimasukan ke dalam amplop.

● Beras dan uang yang telah dikemas siap untuk diberikan kepada warga sekitar sekolah yang membutuhkan.

(31)

Tindak Lanjut: Aksi Sosial dan Lingkungan Hidup.

Pada tahap ini, siswa akan melakukan aksi sosial dan lingkungan hidup yang dapat disinkronkan dengan

kegiatan Beas Perelek yang sudah dilakukan.

Jumlah jam pelajaran:6.

Alat & bahan: Aplikasi untuk membuat Poster (Canva), Printer, kertas A4, Beas Perelek yang sudah dikemas.

Referensi: -

Asesmen: Foto dan video aksi kegiatan.

Kegiatan pembuka:

Guru mengajak siswa membuat perencanaan aksi sosial dan lingkungan hidup dalam rangka menyalurkan hasil Beas Perelek yang terkumpul di rumah dan di sekolah.

Semua siswa boleh mengeluarkan ide dan pendapatnya terkait aksi sosial dan lingkungan hidup yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

● Siswa akan membuat poster secara digital dan cetak, yang isinya adalah kegiatan penyaluran Beas Perelek yang akan disebarkan ke RT-RW sekitar lingkungan sekolah.

● Siswa akan membuat aksi tukar barang bekas dengan barang hasil Beas Perelek yang terkumpul. Hasil dari aktivitas Beas Perelek yang utama adalah beras dan sembako berupa telur, minyak, kecap, gura, garam, dan bawang merah/ bawang putih.

● Masyarakat diminta membawa barang bekas yang ada di rumahnya bisa berupa: botol plastik, kardus, besi bekas, barang elektronik rusak untuk ditukarkan dengan barang hasil kegiatan Beas Perelek.

● Kegiatan akan dilakukan di lingkungan sekolah dengan bekerjasama dengan OSIS dan pak RT/RW setempat. Aksi akan dibantu dengan guru dan karyawan sekolah yang tinggal di desa sekitar sekolah.

Kegiatan penutup:

1. Kegiatan penyaluran Beas Perelek ini akan dilakukan selama 1-2 hari tergantung dari antusias warga yang hadir.

2. Kegiatan ini mengasah kepedulian siswa dan aksi gotong-royong yang dimaknai dari aktivitas Beas Perelek yang sudah dilakukan.

(32)

Daftar Pustaka

Suryalaga, Hidayat. 1995. Jati Diri, Sikap dan Nilai-nilai Budaya Sunda “Upaya Mencari Kiat untuk Menemukenali Jatidiri, Sikap Nilai Budaya Sunda dan Upaya Transformasinya”. Makalah.

Satjadibrata, 1948. Kamoes Basa Soenda. Djakarta: Bale Poestaka.

Rusnandar. Nandang. 2016. Beas Perelek: Pemberdayaan Masyarakat di kabupaten Purwakarta. Bandung. Thesis.

Singarimbun, Masri, dan Effendi, Sofian. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Kautsar. Nurul. 2020. Mengenal Beas Perelek, Tradisi Penjaga Stabilitas Pangan di Pedesaan Jawa Barat. Merdeka.com. Artikel.

Susanti. Reni. 2020. Beas Perelek, Budaya Selamatkan Warga di Masa Krisis dan Pandemi. Kompas.com/News/Regional.

Erwin.Haji. Kampung Perelek Beras. 25 Februari 2020, Youtube. https://youtu.be/epieIH9KT0A?t=5.

TV. Karimaca. Beas Perelek Culture Tradition Kab.Bandung Barat. 11 Agustus 2021, Youtube. https://youtu.be/CoTJsCWLUsc.

NGOBI. 10 Tips Presentasi Power Point yang Menarik dan Efektif. 14 September 2019, Youtube. https://youtu.be/lcm1v54b-fE.

Referensi

Dokumen terkait

kearifan lokal yang memiliki nilai luhur dalam masyarakat. Budaya dan kearifan lokal seperti gotong royong, kerjasama, hormat kepada orang tua, dan kearifan lokal lainnya

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan siswa dan guru terhadap modul prakarya dan kewirausahaan berbasis kearifan lokal; (2) mengembangkan modul

Geografi budaya dan kearifan merupakan mata kuliah dasar yang tidak memiliki prasyarat dalam menempuh mata kuliah, modul ini mempelajarii budaya dan kearifan lokal, kedudukan

Definis kearifan lokal secara bebas dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat.. Hal itu berarti untuk mengetahui suatu kearifan lokal

Kearifan lokal dalihan na tolu masyarakat Muslim Mandailing menghasilkan sikap kebersamaan atau semangat gotong royong, memiliki hak dan kewajiban yang sama dan menghasilkan

Kearifan lokal yang dilakukan masyarakat Desa Sungai Langka yaitu mulai dari tindakan pengelolaan yaitu kegiatan gotong royong yang dilakukan pada satu suro, tindakan konservsi

Implementasi nilai-nilai kearifan lokal gotong royong dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPA 2 di MAN 1 Surakarta sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi dan menganalisis secara mendalam tentang kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan batang aie