LAPORAN MINI RISET MK. PEMB B.INGGRIS DI SD
PRODI S1 PGSD-FIP
ANALISIS KEMAMPUAN KOSAKATA SISWA PADA MATERI ANIMALS DI SEKOLAH DASAR
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 7
DIAN RANI TAMBUNAN (1202411031) HYSSA SIHOTANG (1203111124)
NURMAIDAH (1203311029) PESTA ROMAULI (1203311018)
DOSEN PENGAMPU : Dra. NAEKLAN SIMBOLON, M.Pd.
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SD
KELAS : PGSD-H-2020
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2023
SKOR NILAI:
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmatNya yang hingga saat ini memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga penulis diberi kesempatan untuk menyelesaikan Laporan Mini Riset tentang “Analisis Kemampuan Kosakata
Siswa Pada Materi Animals di Sekolah Dasar” dengan tepat waktu. Adapun penyelesaian tugas ini adalah sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pembelajaran Bahasa Inggris di SD, namun kiranya diharapkan laporan Mini Riset ini tidak hanya sebatas tugas saja melainkan menjadi informasi yang dapat menambah wawasan pembaca khususnya dalam hal bagaimana menganalisis kemampuan kosa kata siswa pada materi animals di sekolah dasar. Penulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Dra. NAEKLAN SIMBOLON, M.Pd. selaku dosen pembimbing atas bimbingan dan tugas yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan laporan Mini Riset ini.
Semoga laporan Mini Riset ini bisa memberikan sumbangan pemikiran sekaligus pengetahuan bagi para pembaca. Pada laporan ini akan dibahas mengenai Analisis Kemampuan Kosakata Siswa Pada Materi Animals di Sekolah Dasar. Pengetahuan kosa kata (Vocabulary) merupakan hal mendasar dan sangat penting bagi seseorang untuk dapat berkomunikasi. Semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk berbicara atau berkomunikasi. Begitu juga dengan siswa, semakin banyak kosa kata yang dimiliki siswa, semakin besar kemungkinan siswa untuk berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris. Dengan kerendahan hati, penulis memohon maaf apabila ada ketidaksesuaian kalimat dan kesalahan. Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna serta kesalahan yang penulis yakini diluar batas kemampuan penulis. Maka dari itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
Harapannya, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekaligus memberikan pemahaman kepada pembaca terkait pengembangan bahan ajar.
Medan, 1o Mei 2023
Kelompok 7
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
C. Tujuan Penelitian...2
D. Manfaat Penelitian...2
BAB II KAJIAN TEORITIS...3
A. Pembelajaran Bahasa Inggris...3
B. Vocabulary (Kosakata)...3
C. Kemampuan Kosakata Siswa...4
BAB III METODE PENELITIAN...6
A. Jenis Penelitian...6
B. Subjek Penelitian...6
C. Waktu dan Lokasi Penelitian...6
D. Teknik Pengumpulan Data...6
E. Analisis Data...7
BAB IV PEMBAHASAN...8
A. Hasil Penelitian...8
B. Pembahasan...11
BAB V PENUTUP...14
A. Kesimpulan...14
B. Saran...15
DAFTAR PUSTAKA...16
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang harus diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Banyak sekolah dasar mengintegrasikan bahasa Inggris ke dalam kurikulum, baik sebagai muatan lokal maupun ekstrakurikuler. Bahasa Inggris diajarkan di sekolah dasar sebagai dasar untuk pendidikan tinggi. Berdasarkan minat tersebut, mata pelajaran bahasa Inggris harus diperkenalkan mulai dari pendidikan dasar.
Pembelajaran bahasa Inggris diselenggarakan minimal seminggu sekali, agar Anak-anak dapat memahami arti kosakata, tetapi itu membutuhkan waktu sedikit lama bagi seorang anak untuk benar-benar mengerti. Pada saat pembelajaran kosa kata terdapat kendala yang sering dihadapi yaitu dikutip dari Ayu Bella Pertiwi, Anayanti Rahmawati danRuli Hafidah Kendala:2021 yang sering dihadapi guru adalah anak sulit untuk melafalkan kosa kata yang baru dipelajari, anak lebih mementingkan aktivitasnya sendiri seperti mengobrol dari pada memperhatikan guru. Pada saat proses pembelajaran, Guru harus menyampaikan pembelajaran dengan cara yang menarik agar anak senang belajar dan mengajar. Salah satunya menggunakan metode yang benar. Jika guru tidak menyampaikan pembelajaran dengan menarik, Akibatnya, siswa sering mengalami kebosanan dalam mengikuti pembelajaran dan siswa kesulitan memahami kosa kata ketika belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, Guru perlu memberikan pembelajaran menggunakan cara yang menarik untuk membuat anak merasa menikmati proses belajar mengajar. Salah satunya yaitu menggunakan metode yang tepat.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti memfokuskan untuk mengkaji masalah dengan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kemampuan Kosakata Siswa Pada Materi Animals di Sekolah Dasar”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti memfokuskan untuk mengkaji masalah dengan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kemampuan Kosakata Siswa Pada Materi Animals di Sekolah Dasar”.
1
C. Tujuan Penelitian
Mini riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan kosa kata siswa pada materi animals di sekolah dasar.
D. Manfaat Penelitian
Mini riset ini memiliki manfaat atau kegunaan dalam sebuah penelitian baik itu secara praktis dan akademis, yaitu:
1. Kegunaan praktis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan atau bahan informasi bagi peneliti selanjutnya ataupun mahasiswa lain yang ingin mengetahui dan mendalami studi mengenai kemampuan kosa kata siswa SD pada pembelajaran bahasa inggris.
2. Kegunaan akademis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan informasi mengenai bagaimana cara guru mengajarkan kosa kata kepada siswa dalam pembelajaran bahasa inggris.
2
BAB II KAJIAN TEORITIS
A. Pembelajaran Bahasa Inggris
Brown (1994: 89) mengatakan pembelajaran sering dianggap sebagai terjemahan dari istilah
“instructional” adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dijelaskan oleh Gagne dan Briggs dalam Brown, sebagai upaya orang yang tujuannya membantu orang belajar. Pada bagian lain, Uno (2007:54) menyatakan bahwa pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses interaksi antara peserta belajar dengan pengajar/instruktur dan atau sumber belajar pada suatu ingkungan belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Lebih lanjut Gagne dan Briggs dalam Brown (1994: 9-10) menjelaskan bahwa ada beberapa ciri pembelajaran, yaitu (1) menarik perhatian agar peserta didik siap menerima pelajaran, (2) memberitahukan tujuan pelajaran, (3) merangsang timbulnya ingatan atas ajaran sebelumnya, (4) presentasi bahan ajaran dan alat bantu belajar (5) memberikan bimbingan belajar, (6) membangkitkan timbulnya unjuk kerja dalam belajar, (7) memberikan umpan balik, (8) menilai unjuk kerja, dan (9) memperkuat retensi dan transfer belajar.
Sementara itu Hapsari (2012) menyatakan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia untuk siswa SD berlandaskan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 tanggal 25 Februari tentang dimungkinkannya program bahasa Inggris sebagai mata pelajaran muatan local SD, dan dapat dimulai pada kelas 4 SD (depdiknas). Kebijakan ini diambil karena adanya kebutuhan untuk berpartisipasi dalam era globalisasi. Dalam perkembangannya bahasa Inggris yang awalnya adalah mata pelajaran muatan lokal pilihan menjadi mata pelajaran muatan lokal wajib di beberapa daerah. Lebih lanjut pelajaran bahasa Inggris yang pada mulanya dimulai pada kelas 4 SD dimulai pada kelas 1,2 dan 3.
B. Vocabulary (Kosakata)
Vocabulary is the total number of words in a language. It is also a collection of words a person knows and uses in speaking and writing. Kosa kata atau perbendaharaan kata adalah jumlah seluruh kata dalam suatu bahasa; juga kemampuan kata-kata yang diketahui dan digunakan seseorang dalam berbicara dan menulis. Kosa kata dari suatu bahasa itu selalu
3
mengalami perubahan dan berkembang karena kehidupan yang semakin kompleks. Jumlah yang tepat mengenai kosa kata dalam bahasa Inggris sampai saat ini tidak dapat dipastikan, namun perkiraan yang dapat dipercaya menyebutkan sekitar 1 juta. Berdasarkan definisi di atas, jelas bahwa penguasaan kosa kata yang cukup, penting untuk bisa belajar bahasa dengan baik.
Richard, dkk, mendefinisikan kosakata merupakan seperangkat leksem yang meliputi kata tunggal, kata majemuk dan idiom.38 Sementara itu Vallente mengemukakan bahwa kosakata adalah kata atau kelompok kata yang mempunyai makna tertentu.39 Keraf menambahkan juga bahwa kosakata merupakan keseluruhan kata yang dimiliki oleh bahasa, dan kosakata seseorang.40 Hal ini berarti keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang yang segera akan menimbulkan reaksi bila didengar atau di baca.
C. Kemampuan Kosakata Siswa
Tarigan (2011: 14) mengatakan bahwa kualitas keterampilan berbahasa seseorangjelas bergantung kepada kualitas kosakata yang dimilikinya. Perkembangan kosakata mengandung pengertian lebih dari penambahan kata-kata baru ke dalam perbendaharaan pengalaman siswa.
Perkembangan kosakata berarti menempatkan konsep-konsep baru dalam tatanan yang lebih baik atau ke dalam urutan-urutan atau susunan-susunan tambahan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dinyatakan bahwa penguasaan kosakata dan struktur kalimat adalah bagian yang sangat penting dalam dunia pendidikan bahasa. Penguasaan kosakata dan struktur kalimat merupakan suatu syarat untuk dapat terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, pembelajaran kosakata dan struktur kalimat dapat diwujudkan melalui pembelajaran individu atau kelompok, pembelajaran komputer, belajar mandiri, dan penggunaan berbagai media dapat berpengaruh terhadap usaha penciptaan lingkungan kebahasaan.
Pembelajaran dalam dunia pendidikan menampakkan bahwa media pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang optimal. Mencermati uraian tersebut dapat dinyatakan bahwa tidak semua siswa di sekolah dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Berbagai usaha yang diterapkan oleh pendidik dalam pembelajaran kosakata dan struktur kalimat, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Dalam hal penguasaan siswa terhadap kosakata dan struktur kalimat yang masih sangat sangat kurang dikarenakan pembelajaran kosakata dan struktur kalimat yang belum memuaskan. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil penelitian di sekolah, di
4
antaranya: (Hadinah, 2006) terkait penelitian penguasaan perbendaharaan makna kosakata siswa melalui pembacaan novel yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penguasaan siswa masih kurang, dan; (2) Asriani (2008) yang mengkaji tentang kemampuan penggunaan kosakata dalam menulis karangan murid kelas VI SD 21 Malelang Kecamatan Pangkep Kabupaten Pangkep dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penguasaan kosakata masih kurang.
5
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok atau suatu kejadian.
B. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini yaitu Miss Fathya Hanita Wulandari, S.Pd. selaku Guru mata pelajaran Bahasa Inggris di MIS AL IKHLASIAH.
C. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada Kamis tanggal 13 April 2023. Penelitian ini dilaksanakan di MIS AL IKHLASIAH Jalan Beo, kecamatan Medan Sunggal, Sei Sikambing B.
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan bagian yang sangat urgen dari penelitian itu sendiri.
Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini wawancara dan dokumentasi.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu dengan Wawancara langsung. Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang berlansung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang diwawancara.
Dokumentasi yaitu setiap penglihatan / bukti fisik dapat berupa tulisan, foto, video klip, kaset dan lain-lain, yang telah dilakukan dan dapat dikumpulkan / dipakai kembali atau semua data.
Dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini, penelitian menggunakan metode wawancara tersruktur. Wawancara tersruktur adalah pertanyaan-pertanyaan mengarahkan jawaban dalam pola pertanyaan yang dikemukakan. Jadi pewawancara sudah menyiapkan
6
pertanyaanpertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai Pemahaman kosakata siswa Sekolah Dasar.
E. Analisis Data
Teknik analisis data kualitatif dilakukan sesuai dengan pendekatan studi kasus, sehingga analisis data yang digunakan dengan cara menelaah jawaban-jawaban yang dikumpulkan yang dapat didapat dari subjek penelitian. Jawaban-jawaban tersebut diorganisir dengan cara mengidentifikasikan dan mengkategorisasikan sesuai dengan tujuan-tujuan penelitian.
7
BAB IV PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Wawancara yang dilakukan dengan Guru mata pelajaran Bahasa Inggris No
.
Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana miss
mempersiapkan materi sebelum proses belajar mengajar berlangsung?
Biasanya untuk persiapan materi diambil dari Buku. Kalau dari sekolah ada 2 buku; ada buku paket dan buku Lks. Paling untuk tambahan saya searching searching dari internet misalnya Youtube. Dengan tujuan supaya pembelajaran lebih menarik.
2. Bagaimana cara miss
memahami karakteristik belajar setiap peserta didik di kelas?
Jadi setiap karakter anak di kelas memiliki perbedaan, biasanya guru menelaah terlebih dahulu. Misalnya pada tempat duduk baris A ini memiliki karakter belajar yang suka visual, yang B audio Visual. Jadi, guru berusaha agar pembelajaran di mix antara visual dan audio visual, supaya ada gambaran, ada cerita jadi digabungkan.
3. Bagaimana startegi miss ketika mengajarkan vocab Bahasa inggris dalam pelajaran terkhusus pada materi animals?
Kalau untuk mengajarkan vocabulary. Siswa dikenalkan dulu pronunciation atau pengucapan dengan cara siswa mengikuti atau mengulangi dari apa yang diucapkan gurunya, kemudian mereka writing dan hafal satu satu kedepan.
8
4. Secara umum masalah apa yang sering miss hadapi Ketika miss mengajarkan kosakata Bahasa Inggris?
Masalah yang sering terjadi adalah tidak bisa menghafal terlalu banyak. Misalnya saya suruh mereka maju “hafal yah 10 kosakata!” mereka seperti ogah-ogahan tetapi kalau disuruh hafal 4 kosakata mereka berlomba-lomba maju kedepan nyetor kosakata. Jadi itu tipsnya, lebih ke Kualitas bukan kuantitas vocabulary tersebut.
5. Kesulitan apa yang ditemui ketika miss mengajarkan vocabulary di kemampuan berbicara siswa?
Dalam speaking, Karena kita orang Indonesia Ketika mengucapkan Bahasa asing pasti banyak kesalahan-kesalahan pronuncitionnya
(pelafalannya). Jadi harus di ulang ulang, Ketika mereka salah terus diperbaiki supaya tidak berlanjut kesalahan tersebut.
6. Bagaimana miss mengajarkan vocab yang berkaitan dengan listening, reading, writing?
Listening sudah dapat Ketika saya melakukan praktek pengucapan misalnya “cat” siswa mengikuti maka berfungsi listeningnya. Kalau Writing biasanya melakukan dictation, misalnya
“coba ya ambil bukunya, tulis apa yang miss katakan! Number one Rabbits and whats the meaning?” setelah itu muncul lah listening, and writing tadi.
9
7. Kemudian bagaimana kemampuan menulis siswa ketika miss mengajarkan kosakata?
Kemampuan menulis siswa tergantung pada ingatan atau hafalan siswa terhadap vocabulary yang sudah di hafalkan, terkadang kalau menulis Bahasa inggris tidak melihat buku, misalnya menulis Rabbits, terkadang ada huruf yang kurang.
Mereka hanya menulis apa yang terdengar tanpa mengingat huruf yang lengkap.
8. Apakah Miss selalu memberikan kosakata pada setiap materi pembelajaran?
Iya, tentu. Karna memang untuk menguasai pembelajaran bahasa asing kita juga harus sebanyak banyaknya menghafal dan mengingat kosakata, walaupun saya menuntut siswa untuk 4 kosakata saja setiap pertemuan.
9. Bagaimana cara miss mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan terkhusus materi animals?
Cara mereka sudah paham atau belum, biasanya saya melakukan evaluasi yaitu dengan Give a Questions. “Whats the meaning of?”. Kita tanyakan one by one dengan verbal dan conversation. Kalau salah kita ulang lagiseperti itu. Ada pemberian soal tentang vocabulary
10. Selain dari kamus dan buku siswa tau darimana macam macam vocabulary?
Biasanya saya kasih materi yang saya dapat melalui searching searching di internet, kemudian saya tuliskan di papan tulis. Dan harus dihafalkan.
Setiap meeting ada vocabulary minimal 4 kosakata yang harus dikuasai dan dihafal oleh siswa
10
B. Pembahasan
Sebelum guru melakukan pembelajaran di kelas, sangat penting bagi guru untuk menyiapkan berbagai bahan pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. salah satu yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum mengajar yaitu menyiapkan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Biasanya untuk persiapan materi diambil dari Buku yang tersedia dari sekolah.
Bisa bersumber dari buku paket ataupun Lks. Dan untuk materi tambahan bisa searching dari internet misalnya Youtube. Dengan tujuan supaya pembelajaran lebih menarik. Oleh karena itu, Guru harus berperan aktif sebagai pengatur kegiatan belajar siswa. Guru juga harus dapat memanfaatkan lingkungan belajar siswa baik di dalam maupun di luar kelas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Setiap karakter anak di kelas memiliki perbedaan, biasanya guru menelaah terlebih dahulu.
Misalnya pada tempat duduk baris A ini memiliki karakter belajar yang suka visual, yang B audio Visual. Jadi, guru berusaha agar pembelajaran di mix antara visual dan audio visual, supaya ada gambaran, ada cerita jadi digabungkan. Dikutip dari Nevi Septianti & Rara Afiani : 2020 Karakteristik siswa yang dapat diidentifikasi sebagai faktor yang amat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, kemampuan awal, gaya kognitif, gaya belajar, motivasi, dan faktor sosial-budaya.
Ada tiga bagian penting dalam belajar bahasa Inggris yang harus dipelajari dengan baik, Dikutip dari Rini Endah Sugiharti & Yanti Riftina :2018 yaitu kosakata, tata bahasa, dan pelafalan. Strategi guru dalam mengajarkan vocabulary yaitu Siswa dikenalkan dulu pronunciation atau pengucapan dengan cara siswa mengikuti atau mengulangi dari apa yang diucapkan gurunya, kemudian mereka writing dan hafal satu satu kedepan.
Masalah yang ditemukan pada penelitian yang telah dilakukan adalah tidak mampunya siswa untuk menghafalkan kosakata terlalu banyak. Dalam belajar bahasa Inggris, hal yang tidak boleh diabaikan adalah kosakata. Menguasai kosakata adalah hal yang sangat dasar, akan terlihat aneh jika menguasai materi-materi bahasa Inggris seperti Tenses tetapi tidak menguasai kosakata, maka itu akan lebih sulit karena kosakata juga sangat penting untuk berkomunikasi.
Vocabulary sangat banyak jumlahnya, jika harus mempelajari atau menghafal setiap kosakata maka akan menjadi kesulitan tersendiri, namun ada sebuah metode yang dikutip dari Dewi
11
Kustanti: 2017 agar mempermudah pembelajaran kosakata ialah dengan menggunakan metode Clustering yaitu metode dengan cara melakukan pengembangan dari kata lain. Dan untuk speaking atau pengucapan juga menjadi salah satu kesulitan juga dalam belajar bahasa Inggris.
Akan tetapi hal ini hanya perlu untuk latihan yang terus menerus agar siswa mampu dan mahir dalam menyebutkan sebuah kata bahasa Inggris yang baik dan benar.
Cara mengajarkan penguasaan vocabulary yang dilakukan guru sekaligus melatih kemampuan listening, reading and writing ialah dengan melakukan praktik pengucapan yang dilakukan guru dan diikuti oleh siswa, ini akan melatih listening siswa. Kemudian siswa diperintahkan agar menuliskan kosakata yang sudah di sebutkan oleh sang guru, hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan writing siswa. Dalam Ketrampilan membaca pada proses pembelajaran melibatkan siswa secara langsung oleh guru dengan cara, memperhatikan sebuah teks bacaan di buku kemudian siswa secara bergantian ditunjuk oleh guru untuk membacakan teks tersebut ini merupakan salah satu cara untuk melatih keterampilan membaca bahasa Inggris siswa.
Kosa kata atau perbendaharaan kata adalah jumlah seluruh kata dalam suatu bahasa; juga kemampuan kata-kata yang diketahui dan digunakan seseorang dalam berbicara dan menulis.
Kosa kata bisa dipelajari dengan mengklasifikasikan berdasarkan topiknya, bisa berdasarkan kontek dalam kalimatnya atau bisa dengan mempelajari berbagai macam awalan dan akhiran.
Berdasarkan pembahasan di muka diduga terdapat hubungan positif antara penguasaan kosa kata dengan kemampuan membaca bahasa Inggris. Dengan kata lain makin tinggi kosa kata, makin tinggi kemampuan membaca bahasa Inggris siswa. Evaluasi dapat mendorong siswa untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong sekolah untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas belajar siswa. Dengan kata lain, melakukan evaluasi dengan cara bertanya kepada siswa dan mempersilahkan siswa untuk menjawab merupakan cara yang baik dan tepat dilakukan untuk mengetes tingkat pemahaman Siswa terhadap materi yang diajarkan.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa kamus elektronik dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Walaupun siswa terkadang menghadapi beberapa kendala dalam mempelajari kosakata, seperti menemukan sinonim yang sesuai atau antonim untuk beberapa kosakata dan menerapkan kosakata tersebut tepat dalam sebuah kalimat, tetapi penggunaan kamus elektronik
12
terungkap membantu mereka untuk meningkatkan penguasaan kosakata. Membawakan dan membiasakan siswa untuk mencari macam-macam vocabulary merupakan sebuah cara yang baik dan efektif dilakukan untuk meningkatkan vocabulary yang dimiliki oleh siswa. Dan tidak hanya dari buku atau kamus, siswa juga boleh mencari melalui internet atau kamus elektronik yang lebih simpel dan lebih mudah untuk dibuka dimana saja.
13
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebelum guru melakukan pembelajaran di kelas, sangat penting bagi guru untuk menyiapkan berbagai bahan pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Biasanya untuk persiapan materi diambil dari Buku yang tersedia dari sekolah. Oleh karena itu, Guru harus berperan aktif sebagai pengatur kegiatan belajar siswa. Setiap karakter anak di kelas memiliki perbedaan, biasanya guru menelaah terlebih dahulu. Ada tiga bagian penting dalam belajar bahasa Inggris yang harus dipelajari dengan baik, yaitu kosakata, tata bahasa, dan pelafalan.
Strategi guru dalam mengajarkan vocabulary yaitu Siswa dikenalkan dulu pronunciation atau pengucapan dengan cara siswa mengikuti atau mengulangi dari apa yang diucapkan gurunya, kemudian mereka writing dan hafal satu satu kedepan
Dalam belajar bahasa Inggris, hal yang tidak boleh diabaikan adalah kosakata. Vocabulary sangat banyak jumlahnya, jika harus mempelajari atau menghafal setiap kosakata maka akan menjadi kesulitan tersendiri, namun ada sebuah metode agar mempermudah pembelajaran kosakata ialah dengan menggunakan metode Clustering yaitu metode dengan cara melakukan pengembangan dari kata lain. Dan untuk speaking atau pengucapan juga menjadi salah satu kesulitan juga dalam belajar bahasa Inggris. Cara mengajarkan penguasaan vocabulary yang dilakukan guru sekaligus melatih kemampuan listening, reading and writing ialah dengan melakukan praktik pengucapan yang dilakukan guru dan diikuti oleh siswa, ini akan melatih listening siswa.
Kosa kata atau perbendaharaan kata adalah jumlah seluruh kata dalam suatu bahasa; juga kemampuan kata-kata yang diketahui dan digunakan seseorang dalam berbicara dan menulis.
Evaluasi dapat mendorong siswa untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong sekolah untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas belajar siswa. Dengan kata lain, melakukan evaluasi dengan cara bertanya kepada siswa dan mempersilahkan siswa untuk menjawab merupakan cara yang baik dan tepat dilakukan untuk mengetes tingkat pemahaman Siswa terhadap materi yang diajarkan. Membawakan dan membiasakan siswa untuk mencari macam-macam vocabulary merupakan sebuah cara yang baik dan efektif dilakukan untuk
14
meningkatkan vocabulary yang dimiliki oleh siswa. Dan tidak hanya dari buku atau kamus, siswa juga boleh mencari melalui internet atau kamus elektronik yang lebih simpel dan lebih mudah untuk dibuka dimana saja.
B. Saran
Menganalisis kosakata siswa di sekolah dasar, saran penulis kepada guru-guru di sekolah dasar yaitu, agar lebih sering dan membiasakan siswa untuk dilatih vocabulary nya. Agar siswa lebih terbiasa dan lebih mudah dalam berbicara dan menyebutkan dalam bahasa Inggris.
Kebiasaan tersebut dapat dilatih melalui cara guru memberikan pertanyaan atau mengulang pertanyaan kepada siswa contoh nya menyebutkan dan menanyakan nama hewan kepada siswa.
Begitu pula, pengajaran yang diberikan juga harus lebih luas, dan supaya sumber pembelajaran tidak terbatas, guru dapat menyarankan kepada siswa untuk lebih sering mencari dan memahami vocabulary melalui kamus elektronik atau melalui internet.
15
DAFTAR PUSTAKA
Aulina, C. N. (2012). Pengaruh permainan dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 1(2), 131- 144.
Dewi, R. C. (2022). Pengaruh Kamus Digital terhadap Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris. Jurnal Informatika dan Perancangan Sistem (JIPS), 4(2).
Kustanti,Dewi & Yadi. 2017. Problematika Budaya Berbicara Bahasa Inggris. Jurnal at Tsaqafa, vol 14(1), hal 170-181.Septianti, N., & Afiani, R.2020. Pentingnya Memahami Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Di SDN Cikokol 2. As-sabiqun, 2(1), 7-17.
Mahirah, B. (2017). Evaluasi belajar peserta didik (siswa). Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(2).
Munirah, M., & Hardian, H. (2016). Pengaruh kemampuan kosakata dan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(1), 78-87.
Pengertian Wawancara Terstruktur dan 4 Contohnya. (2022, December 30).
Penelitianilmiah.com - Penelitian Ilmiah.
https://penelitianilmiah.com/wawancara terstruktur/ .
Sugiharti, R. E., & Riftina, Y.2018. Upaya Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris melalui Model Scramble pada Siswa Kelas 4 SDN Jatimulya 04 Tambun Selatan.
Indonesian Journal of Primary Education, 2(2), 14-22.
Susanti, R. (2002). Penguasaan kosakata dan kemampuan membaca bahasa inggris. Jurnal pendidikan penabur, 1(1), 87-93.
Sutopo, M., & Kualitatif. (2002). In Metode Penelitian Pendidikan. Rosdakarya.
https://eprints.uny.ac.id/18100/5/BAB%20III%2009.10.033%20Aji%20p.pdf
Wijaya, I. K. (2015). Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(2), 120-128.
16
17