Nama : Nafla Nisrina Khusna
NIM : K5418051
Kelas : B
Dosen pengampu : Bapak Naharus Surur
RANGKUMAN STRUKTUR ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING Bagan struktur organisasi BK di sekolah
Berdasarkan bagan yang dapat dilihat diatas dapat diketahui berbagai peran pada masing masing posisi dalam strukturnya. Maka dari itu penjelasan dari masing masing peran dan tugas dalam struktur bk di sekolah yaitu :
1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah memiliki peran dan jabatan tertinggi di dalam sekolah, tentunya memiliki peran yang besar dalam struktur bimbingan dan konseling, dengan dibantu oleh komite sekolah yang bertindah sebagai pengawas dan pemberi nasehat, juga ahli-ahli lain. Kepala sekolah merupakan penanggung jawab dalam membuat kebijakan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling., oleh karena itu kepala sekolah harus melakukan beberapa peran diantaranya. Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan, memberi kemudahan bagi terlaksanaprogram bimbingan dan konsleling di sekolah, membagi tugas guru BK dan menetapkan koordinator BK, mengadakan kerjasama dengan instansi lain agar mendukung pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
2. Koordinator BK
Koordinator Bimbingan dan Konseling adalah pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling dan mampu mengkoordinasi guru BK/Koordinator yang memiliki peran yaitu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, melakukan penyusunan program bimbingan dan konseling, melaksanakan program bimbingan dan konseling, mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling, melakukan evaluasi bimbingan dan konseling, melaksanakan tindak lanjut evaluasi program bimbingan dan konseling.
Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling dengan membuat usulan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana, mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah.
3. Guru BK
Guru BK atau konselor merupakan peran utama dimana guru BK melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling secara professional. Guru BK memiliki peran yaitu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, menyusun dan merencanakan program bimbingan dan konseling, melaksanakan persiapan kegiatan bimbingan dan konseling, melaksanakan layanan pada berbagai bidang bimbingan terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawabnya, melaksanakan kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan dan konseling, menganalisis hasil evaluasi, melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis evaluasi, mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling dan mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan kepada koordinator guru pembimbing 4. Guru Mata Pelajaran
Guru mata pelajaran memiliki peran penting dalam struktur organisasi dan bertugas membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa, melakukan kerjasama dengan guru pembimbing dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Guru mata pelajaran memiliki peran yaitu membantu siswa yang memerlukan bimbingan kepada guru BK, mengadakan upaya tindak lanjut layanan bimbingan seperti program perbaikan dan program pengayaan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan bimbingan dan konseling dari guru BK, membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
layanan bimbingan, ikut serta dalam program layanan bimbingan, berpartisipasi dalam kegiatan pendukung seperti konferensi kasus, berpartisipasi dalam upaya pencegahan munculnya masalah siswa dalam pengembangan potensi.
5. Wali Kelas
Wali kelas disini memiliki peran sebagai mitra kerja guru BK dan memiliki tugas yaitu membantu guru pembimbing melaksanakan layanan yang menjadi tanggung jawabnya, membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa; khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti layanan bimbingan, memberikan informasi tentang siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk memperoleh layanan bimbingan, menginformasikan kepada guru mata pelajaran tentang siswa yang perlu diperhatikan khusus dan ikut serta dalam konferensi kasus.
6. Staf Tata Usaha
Staf Tata Usaha/Administrasi memberikan peran dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yaitu, membantu dalam mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, membantu mempersiaokan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling, membantu sarana yang diperlukan dalam kegaitan bimbingan dan konseling, membantu melengkapi dokumen tentang peserta didik, seperti catatan komulatif peserta didik.
Dari penjabaran peran dari personil sekolah dari yang tertinggi yakni kepala sekolah sampai kepada siswa, dimana memiliki peran masing-masing yang membantu proses kelancaran bimbingan dan konseling bagi siswa. Setiap peran dari personil sekolah tentunya tidak dapat berdiri sendiri dan saling berkaitan satu sama lain, sehingga dalam struktur organisasi BK di sekolah setidaknya struktur organisasi sudah memenuhi sehingga bimbingan dan konseling di sekolah dapat berjalan dengan lancer.