NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)
Dosen Pengampu:
Dr. Didi Susanto, M.I.Kom, M.Pd Disusun Oleh :
Kelompok 7
Nera Kumala Sari NPM. 2002020001
Tiya Indriani NPM. 2002020039
PENDAHULUAN
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang dikenal sebagai Nusantara artinya negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang dihuni oleh ratusan juta penduduk. NKRI dikenal juga sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, ras, suku, dan agama yang berbeda-beda sehingga tercermin dalam satu ikatan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu juga".
Indonesia mengalami beberapa kali pergantian bentuk negara, mulai dari tanggal 6-15 Desember 1949, terbentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS), kemudian tanggal 27 Desember 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia berubah menjadi Negara Serikat, bangsa Indonesia bertekad untuk mengubah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada 17 Agustus 1950. RIS secara resmi dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan.
Tujuan NKRI adalah seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu pada alinea ke 4 yang berbunyi
“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan berhak untuk menentukan nasib dan tujuannya sendiri. Bentuk negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. dalam perjalanan sejarah ada upaya untuk menggantikan bentuk negara, tetapi upaya itu tidak bertahan lama dan selalu digagalkan oleh rakyat. Hingga saat ini negara kesatuan itu tetap dipertahankan.
PENGERTIAN NEGARA, KESATUAN, REPUBLIK, INDONESIA
*Menurut KBBI* ( NEGARA ) Negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu serta diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.
*Menurut Wikipedia* ( NEGARA )Negara merupakan wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
*Menurut KBBI* ( KESATUAN ) Kesatuan adalah perihal satu, keesaan, atau sifat tunggal. Menurut Wordpress.com kesatuan artinya usaha untuk mempersatukan potensi perbedaan suku agama, budaya, dan kepentingan demi keutuhan bangsa dan negara.
*Menurut KBBI* ( REPUBLIK ) Republik adalah bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden. *Menurut Wikipedia* ( REPUBLIK )Republik adalah sebuah negara dimana bentuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan bangsawan dan sering dipimpin atau dikepalai oleh seorang presiden.
*Menurut KBBI* ( INDONESIA )Indonesia adalah nama negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia.
*Pengertian NKRI*Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah merupakan negara yang berbentuk kepulauan atau nusantara yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang sekaligus juga memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda pula. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dengan sistem desentralisasi (pasal 18 UUD 1945), di mana pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya di luar bidang pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
Berdasarkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, pada saat digulirkannya tanam paksa (Cultuure Stelsel) tahun 1615 oleh pihak Belanda menyebabkan hancurnya struktur tanah yang dimiliki pribumi, dimana tanah sebagai modal dasar pribumi dalam menjalankan segala aktivitasnya. Dengan adanya tanam paksa yang diterapkan telah mengubah jenis tanaman pribumi dengan jenis tanaman yang didatangkan dari Eropa yang nota bene tidak di kuasai oleh pribumi, hal ini menyebabkan pribumi tidak lagi mampu mengelola tanah yang dimilikinya dan tidak mengerti jenis tanaman yang berasal dari Eropa, sehingga pribumi pada saat itu terbodohkan, termiskinkan, terbelakang dan tertindas. Hal inilah kemudian yang di manfaatkan oleh pihak Belanda untuk membangun pemerintahan yang dinamakan Hindia-Belanda guna mengatur kehidupan pribumi yang semakin tertindas, yang pada akhirnya terjadilah sistem kerja rodi untuk mengeksplorasi hasil bumi yang ada di Indonesia.
Pada awal tahun 1900 pemerintah Hindia-Belanda menerapkan kebijakan politik ethis sebagai bentuk balas budi kepada pribumi dengan mengadakan suatu sistem pendidikan di wilayah Indonesia. Akan tetapi karena biaya yang dibebankan untuk mendapatkan pendidikan ini terlalu mahal, maknanya tidak semua pribumi mampu menikmati pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Dari sinilah terbangun strata sosial di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Adapun bentuk strata sosial tersebut telah memposisikan pribumi sebagai kaum mayoritas berada pada kelas terbawah, kelas di atasnya adalah ningrat-ningratnya pribumi dan para pendatang dari Asia Timur (Cina, India, Arab, dan sebagainya), kemudian kelas teratas adalah orang-orang Eropa dan kulit putih lainnya. Hal inilah yang menjadikan pribumi sebagai kaum mayoritas semakin terbodohkan, termiskinkan, terbelakang dan tertindas.
PROSES SEJARAH NKRI
Sehingga pada tahun 1908, Dr. Soetomoe membangun pendidikan bagi kaum pribumi secara informal dan gratis dengan nama Budi Utomo sebagai bentuk kepedulian terhadap pribumi yang semakin tertindas.
Akhirnya pendidikan pribumi tersebut diteruskan oleh Ki Hajar Dewantara dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1920 secara formal, pendidikan pribumi yang di jalankan oleh Dr. Soetomoe dan Ki Hajar Dewantara telah membangkitkan jiwa-jiwa kebangsaan dan persatuan untuk melakukan perlawanan kepada Belanda, yang pada akhirnya mengakumulasi lahirnya Bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 melalui momen Sumpah Pemuda pada kongres Pemuda II di Jakarta yang berasal dari Jong-jong atau pemuda-pemuda dari berbagai kepulauan di Indonesia yang memiliki komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Orang-orang Indonesia (pribumi). Bangsa Indonesia yang terlahir pada tanggal 28 Oktober 1928 kemudian bahu membahu mengadakan perlawanan kepada pihak Belanda untuk merebut kemerdekaan Indonesia dan barulah 17 tahun kurang 2 bulan kurang 11 hari atau tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 atas berkat rahmat Allah SWT., bangsa Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya dalam bentuk Teks Proklamasi yang dibacakan oleh Dwi-Tunggal Soekarno-Hatta. Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Bangsa Indonesia membentuk suatu Negara Republik Indonesia dengan disahkannya konstitusi Undang-undang Dasar 1945 sebagai aturan dasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
PROSES SEJARAH NKRI
1. Periode 1945-1949
Sejak saat itu, Indonesia berhak menentukan sendiri ritme kehidupan bernegara tanpa campur tangan pihak lain.
Konsep negara kesatuan pada periode 1945-1949 dituangkan dalam UndangUndang Dasar negara. Pada periode tersebut Undang-undang Dasar negara Indonesia adalah UUD 1945. UUD 1945 menjadi konstitusi pertama yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Dalam UUD 1945 ditegaskan beberapa hal tentang negara Indonesia.
a.Susunan bentuk negara ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat (1) yang berbunyi “negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. b.Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik. c.Kedaulatan negara Indonesia adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Ketentuan ini ditegaskan dalam pasal 1 ayat (2) yang berbunyi “kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. d.Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem presidensial. Ketentuan ini ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1) yang berbunyi “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-undang Dasar”. e.Lembaga-lembaga negara merurut konstitusi pertama terdiri atas MPR, Presiden, Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Mahkamah Agung (MA).
DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
Dalam dinamika penyelenggaraan negara Indonesia menerapkan konsep negara kesatuan namun pada pelaksanaannya konsep persatuan mengalami pergeseran menjadi konsep federal. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Berikut ini dimanika kehidupan bernegara di Indonesia, yaitu:
DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
2. . Periode 1949-1950
Indonesia lahir kembali dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Republik Indonesia Serikat adalah negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar. Pada masa itu hukum dasar yang digunakan adalah konstitusi RIS (Republik Indonesia Serikat). Konstitusi RIS berlaku berdasarkan keputusan presiden RIS Nomor 48 tahun 1950 mengumumkan tentang Piagam Penandatanganan Konstitusi Republik Indonesia. Diumumkan di Jakarta pada tanggal 6 Februari 1950 oleh menteri kehakiman. Negara RIS terdiri atas daerah negara dan kesatuan kenegaraan yang tegak sendiri. a.Daerah negara adalah negara bagian yaitu Republik Indonesia, Indonesia Timur, Pasundan, Jawa Timur, Madura, dan Sumatra Timur. b.Kesatuan kenegaraan yang tegak sendiri yaitu Jawa Tengah, Bangka Belitung, Riau, Kalimantan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan Tenggara, dan Kalimantan Timur.
Berdasarkan ketentuan pasal 2 Undang-undang Dasar RIS, Republik Indonesia Serikat meliputi seluruh daerah Indonesia sebagai berikut: a.Negara Republik Indonesia, dengan daerah menurut status quo seperti tersebut dalam persetujuan Renville tanggal 17 Januari 1948 meliputi negara Indonesia Timur, Negara Pasundan (termasuk Distrik Federal Jakarta), Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Timur (dengan pengertian status quo Asahan Selatan dan Labuhan Batu berhubungan dengan Sumatra Timur tetap berlaku), dan Negara Sumatra Selatan. b.Satuan-satuan kenegaraan yang tegak sendiri meliputi Jawa Tengah, Bangka, Belitung, Riau, Kalimantan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan Tenggara, dan Kalimantan Timur. Daerah-daerah bagian tersebut memiliki kemerdekaan dengan menentukan nasib sendiri dan bersatu dalam ikatan federasi Republik Indonesia Serikat.
DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
3.Periode 1950-1959
Pada tanggal 15 Agustus 1950 ditetapkan UUD Sementara yang merupakan perubahan dari konstitusi RIS.
Perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara tertuang Dalam UU No. 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia menjadi UUD Sementara Republik Indonesia.
Undang-Undang Dasar ini dikenal dengan UUDS 1950. Pada periode ini susunan negara telah kembali pada kesatuan. UUDS 1950 ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dan mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.
4.Periode 1959-1966
Kembali menggunakan UUD 1945 sebagai Konstitusi Indonesia periode ini dikenal juga sebagai periode demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin berlaku di Indonesia tahun 1959-1966 dari di keluarkannya Dekret Presiden 5 Juli 1959 hingga jatuhnya kekuasaan Soekarno. saat itu mengandalkan kepemimpinan Presiden Soekarno. Pada periode ini terjadi pertambahan provinsi dari hasil pemekaran sebagai berikut:
a.Tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. b.Tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia. c.Tahun 1964 di bentuk Provinsi Lampung (pemekaran dari Sumatra Selatan) . Pada tahun yang sama dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Sulawesi Selatan).
DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
5.Periode 1966-1998
Periode ini dikenal dengan orde baru. Orde baru merupakan istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Ir. Soekarno (masa orde lama). ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela. Indonesia masih mempertahankan bentuk negara kesatuan dengan perkembangan jumlah Provinsi tersebut. a.Tahun 1967 Provinsi Bengkulu di mekarkan dari Pprovinsi Sumatra Selatan. b.Tahun 1969 Irian Barat secara resmi menjadi Provinsi ke-26 Indonesia. c.Pada Tahun 1969-1975 Indonesia memiliki 26 Provinsi, dua diantaranya berstatus Daerah Istimewa (Aceh dan Yogyakarta), dan satu berstatus Daerah Khusus Ibu Kota (Jakarta) d.Tahun 1976 Timur-timur menjadi bagian dari Indonesia dan sebagai Provinsi ke-27.
DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
6. Periode 1998-Sekarang
Periode 1998-sekarang dikenal dengan reformasi. Salah satu tuntutan reformasi 1998 adalah dilakukannya amandemen terhadap UUD 1945. perubahan UUD 1945 adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, Eksistensi perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. kesepakatan tidak mengubah pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (State Structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal dengan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mempertegas sistem pemerintahan Presidensial. Pada tahun 1999 Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan berada di bawah PBB hingga merdeka penuh pada tahun 2002, dan Indonesia memiliki 26 Provinsi. Selanjutnya terjadi pemekaran sejumlah Provinsi di Indonesia.
Pemekaran terjadi di Provinsi Indonesia sebagai berikut. a.Maluku Utara dengan Ibu kota Sofifi-Ternate, dimekarkan dari Provinsi Maluku menjadi provinsi Indonesia ke-27 pada tanggal 4 Oktober 1999.
b.Banten dengan Ibu kota Serang, dimekarkan dari Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi Indonesia ke-28 pada tanggal 17 Oktober 2000. c.Kepulauan Bangka Belitung dengan Ibu kota Pangkal Pinang menjadi provinsi Indonesia ke-29 pada tanggal 4 Desember 2000. d.Gorontalo dengan Ibu kota Gorontalo, dimekarkan dari provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi Indonesia ke-30 pada tanggal 22 Desember 2000. e.Irian Jaya Barat dengan Ibu kota Manokwari, dimekarkan dari Provinsi Papua menjadi provinsi Indonesia ke-31 pada tanggal 21 November 2001. Kini Irian Jaya Barat berganti nama menjadi Papua Barat. f.Kepulauan Riau dengan Ibu kota Tanjung Pinang, dimekarkan dari Provinsi Riau menjadi provinsi Indonesia ke-31 pada tanggal 25 Oktober 2002. g.Sulawesi Barat dengan Ibu kota Mamuju, dimekarkan dari Provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi Indonesia ke-33 pada tanggal 5 Oktober 2004.
h.Kalimantan Utara dengan ibu kota Tanjung Selor, dimekarkan dari Provinsi Kalimantan Timur menjadi provinsi Indonesia ke-34 pada tanggal 25 Oktober 2012.
SISTEM PEMERINTAHAN NKRI
Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial, di mana Presiden berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Para Bapak Bangsa yang meletakkan dasar pembentukan negara Indonesia, setelah tercapainya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Mereka sepakat menyatukan rakyat yang berasal dari beragam suku bangsa, agama, dan budaya yang tersebar di ribuan pulau besar dan kecil, di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).
Indonesia pernah menjalani sistem pemerintahan federal di bawah Republik Indonesia Serikat selama tujuh bulan (27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950), namun kembali ke bentuk pemerintahan republik. Setelah jatuhnya Orde Baru (1996 - 1997), pemerintah merespon desakan daerah-daerah terhadap sistem pemerintahan yang bersifat sangat sentralistis, dengan menawarkan konsep Otonomi Daerah untuk mewujudkan desentralisasi kekuasaan.
Negara adalah organisasi kekuasaan, di mana sebagai sebuah organisasi kekuasaan Negara mempunyai suatu sistem pemerintahan yang berhierarkis dari tingkat yang lebih tinggi hingga terendah. Dari bentuk pemerintahan yang berhierarkis tersebut, tentu negara mempunyai tujuan dan kekuasaan untuk mencapai
tujuan tersebut.
NKRI pada dasarnya juga mempunyai tujuan nasional seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat yang berbunyi “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa Kemanusiaan yang adil dan beradab persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
” Sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 alinea ke-empat tersebut dapat diketahuibahwa,tujuanNKRIialah:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2. Memajukan kesejahteraan umum,
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa,
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Fungsi negara menurut Montesquie yaitu fungsi legislatif (membuat undang-undang), fungsi eksekutif (melaksanakan undang-undang), dan fungsi yudikatif (mengawasi agar semua peraturan ditaati).
FUNGSI DAN TUJUAN DARI NKRI
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari ras, budaya dan keagamaan yang heterogen. Tidak menutup kemungkinan bahwa terjadinya perpecahan dan perbedaan pendapat atau pandangan yang dapat menyebabkan goyangnya keutuhan NKRI ini . Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keutuhan NKRI adalah sebagai-berikut:
1. Dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengobarkan semangat Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan persatuan bangsa.
3. Menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan landasan konstitusional UUD 1945.
4. Melaksanakan usaha pertahanan negara.
CARA MENJAGA KEUTUHAN NKRI
5. Menghormati satu sama lain, yakni dalam suatu negara kita harus saling menjaga dalam bentuk hal apapun, menaati segala aturan yang telah di tetapkan dan saling menghargai baik dalam beda usia, suku, ras dan budaya ataupun agama yang dianut. Kita sebagai bangsa yang bijak harus dapat menjaga dan membentuk kedaulatan suatu negara agar selalu tetap makmur dan berwibawa walaupun adanya perbedaan antar pandangan namun akan tetap terjaga apabila saling menghargai dan
menerima pendapat lain.
6. Menerapkan keadilan dalam suatu negara, dengan terciptanya bangsa yang adil akan menjadikan suatu bangsa yang cerdas, kreatif dan terpandang dalam bidang apapun. Dalam negara sangat dibutuhkan tegaknya keadilan berbangsa dan bernegara. Karena dengan adanya keadilan akan
mewujudkan keutuhan NKRI.
7. Menumbuhkan rasa cinta pada tanah air yaitu kita sebagai negara harus membuktikan untuk mempertahankan supaya negara kita dapat selalu utuh dan terjaga dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Maka dengan tumbuhnya rasa cinta pada tanah air akan menjadikan negara berdaulat, keutuhan negara dan mempererat persatuan bangsa.
CARA MENJAGA KEUTUHAN NKRI
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang berbentuk kepulauan atau nusantara yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang sekaligus juga memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu negara persatuan adalah merupakan satu negara, satu rakyat, satu wilayah dan tidak terbagi-bagi misalnya seperti negara serikat, satu pemerintahan, satu tertib hukum yaitu tertib hukum nasional, satu bahasa serta satu bangsa yaitu Indonesia. Negara ada untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa agar dapat terwujud. NKRI dikenal juga sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, ras, suku, dan agama yang berbeda-beda sehingga tercermin dalam satu ikatan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu juga” yang mana semboyan tersebut terletak pada pita yang dicangkram oleh kaki burung garuda, hal tersebut mengartikan persatuan bangsa dan negara Indonesia. Sehingga keanekaragaman perbedaan yang dimiliki bangsa adalah suatu bawaan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
KESIMPULAN
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by
Flaticon, infographics & images by Freepik
THANKS
Please keep this slide for attribution