• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nia Novianti.pdf - - Electronic theses of IAIN Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Nia Novianti.pdf - - Electronic theses of IAIN Ponorogo"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

“Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Etika Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017”. Bagaimana etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo tahun ajaran 2016/2017.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Adakah pengaruh lingkungan belajar terhadap etika siswa III. kelas di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Dapat dijadikan sebagai informasi lingkungan belajar mengenai etika siswa, sehingga diharapkan dapat memberikan kebijakan yang tepat dalam menanamkan moral atau etika yang baik pada siswa di sekolah.

Sistematika Pembahasan

Bab keempat merupakan temuan dan hasil penelitian yang meliputi gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi data, analisis data (uji hipotesis) serta pembahasan dan interpretasi.

Landasan Teori

Heri Gunawan menjelaskan bahwa ‘lingkungan hidup (millie) adalah sesuatu yang melingkupi suatu makhluk hidup, seperti tumbuhan, keadaan tanah, udara dan interaksi sosial makhluk hidup yang selalu bersentuhan dengan orang lain atau juga dengan alam. lingkungan. Menurut Suryosubroto dalam bukunya Beberapa Aspek Dasar Pendidikan “Lingkungan dalam arti umum ada disekitar kita”.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Miftachul Riski Arianto, 2015, Pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan motivasi belajar terhadap perilaku belajar siswa jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Mesehi PSAK Ambarawa.37. 37Miftachul Riski Arianto, “Pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan motivasi belajar terhadap perilaku belajar siswa jurusan administrasi perkantoran di SMK Mesehi PSAK Ambarawa.” Lib.unnes.ac.id (September 2015). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan motivasi belajar terhadap perilaku belajar siswa Administrasi Perkantoran SMK Masehi PSAK Ambarawa secara simultan atau parsial.

Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Administrasi Perkantoran yang berjumlah 46 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan atau parsial lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan motivasi belajar terhadap perilaku belajar Administrasi Perkantoran siswa SMK Masehi PSAK Ambarawa.

Kerangka Berfikir

Sedangkan penelitian saat ini mengambil lingkungan belajar sebagai variabel X (variabel bebas) dan etika siswa sebagai variabel Y (variabel terikat). Di lingkungan sekolah, siswa dididik menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berperilaku baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka kerangka penelitian mengenai pengaruh lingkungan belajar terhadap etika siswa dapat diuraikan sebagai berikut.

Grafik di atas menunjukkan bahwa lingkungan belajar (X) sebagai variabel bebas dan etika siswa (Y) sebagai variabel terikat.

Pengajuan Hipotesis

Rancangan Penelitian

Lingkungan belajar sebagai variabel bebas (bebas) adalah variabel yang menyebabkan berubahnya atau terciptanya variabel terikat (lingkungan belajar terhadap etika siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/Tahun Pelajaran 2017 ). Etika mahasiswa atau menganggap perilaku mahasiswa sebagai variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau diakibatkan oleh adanya variabel bebas.

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sampel

Sampel dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo yang berjumlah 45 siswa.

Instrumen Pengumpulan Data

Data Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Etika Siswa Kelas III Medresah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner (Angket)

Dalam pelaksanaannya diberikan angket kepada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo untuk dijawab dan diisi sesuai dengan keadaan saat ini. Untuk memperoleh data tentang kondisi lingkungan belajar dan etika siswa, peneliti menggunakan skala Likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok terhadap fenomena atau gejala sosial yang didefinisikan oleh peneliti yang kemudian disebut sebagai variabel penelitian. Indikator-indikator tersebut kemudian dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.

Teknik Analisis Data

Pra Penelitian a. Uji validitas

Untuk mengetahui keabsahan data, peneliti menyebarkan angket dengan instrumen kondisi lingkungan belajar dan etika siswa (20 butir pertanyaan) kepada 33 siswa kelas IV MI Ma'arif. Hasil uji coba angket etika mahasiswa dapat dilihat pada Lampiran 1, dan perhitungan jawaban angket pada Lampiran 5.52. Untuk mengetahui angket, skor respon pengujian validitas variabel etika mahasiswa dapat dilihat pada Lampiran 4.

Dengan demikian, item pernyataan instrumen dalam penelitian ini berjumlah 30 item yang terdiri dari 14 item pernyataan untuk variabel lingkungan belajar, dan 16 item pernyataan untuk variabel etika siswa. dibulatkan menjadi 0,763) Dari hasil perhitungan reliabilitas di atas terlihat nilai reliabilitas instrumen untuk variabel etika mahasiswa (Y) sebesar 0,763 kemudian melihat tabel “r” pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 0,349 .

Tahap Pasca Penelitian

Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2 adalah analisis deskriptif dengan terlebih dahulu mengetahui nilai mean dan standar deviasi. SDx dikatakan baik, ( ) - 1 SDx dikatakan buruk dan. 5) Setelah dilakukan pengelompokan, dicari frekuensinya dan hasilnya diurutkan berdasarkan rumus. Tujuan dilakukannya uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahui apakah populasi data tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Teknik yang digunakan untuk menguji normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Lilifors dengan rumus: 57 1) Merumuskan hipotesis. Untuk itu sebelum penulis akan menggunakan teknik statistik parametrik untuk menganalisisnya, terlebih dahulu harus diuji normalitas datanya, apakah data yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. 58 Seperti yang telah disebutkan di atas, sebelum melanjutkan ke uji hipotesis (analisis). , penulis melakukan uji normalitas dengan menggunakan rumus Lilifors.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya MI Ma’arif Setono

  • Letak Geografis MI Ma’arif Setono
  • Visi dan misi
  • Struktur Organisasi MI Ma’arif Setono
  • Kurikulum MI Ma’arif Setono

MI Ma'arif Setono dapat menyelenggarakan UAN sendiri di bawah pengawasan Departemen Agama, MI Ma'arif Setono juga mendapat bantuan dari Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. MI Ma'arif Setono berada di bawah naungan LP Departemen Agama dan Pembangunan Ma'arif Setono di bawah lindungan Camat Setono. MI Ma'arif Setono dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang membawahi bidang-bidang antara lain pembinaan dan konseling, tata usaha, kepala, pemimpin kurikulum, manajer lapangan.

Status dan kedudukan masing-masing pos di MI Ma'arif Setono terlihat dalam struktur organisasi yang jelas, dapat dilihat pada Lampiran 2. Guru kelas membantu kepala madrasah dalam menyelenggarakan kelas, menyelenggarakan administrasi kelas, menyusun statistik siswa bulanan , mengisi daftar peserta penilaian siswa (legger), membuat catatan khusus tentang siswa, mencatat.

Deskripsi Data

Deskripsi Data Tentang Lingkungan Belajar Siswa Kelas III Di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo

Selain itu, hasil jawaban angket tentang lingkungan belajar siswa III. kelas di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo dapat dilihat pada tabel berikut. Deskripsi data terkait etika mahasiswa III. kelas di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo.

Deskripsi Data Tentang Etika Siswa Kelas III Di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo

Selain itu, hasil tanggapan angket etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo dapat dilihat pada tabel berikut.

Analisis Data (Pengajuan Hipotesis)

Analisis Data Tentang Lingkungan Belajar Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo

Perhitungan untuk mencari mean dan deviasi standar lingkungan belajar kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang lingkungan belajar Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo, lihat tabel di bawah ini. Kelas III Kategorisasi Lingkungan Belajar Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo No Nilai Frekuensi Kategori Persentase.

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar di kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo dengan frekuensi 45 siswa dengan persentase 51,11% berada pada kategori sedang. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa lingkungan belajar siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo termasuk dalam kategori sedang.

Analisis Data Tentang Etika Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan Ponorogo

Untuk lebih jelasnya mengenai etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo lihat tabel berikut. Dari taraf tersebut terlihat bahwa yang menyatakan etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo berada pada kategori baik dengan frekuensi 7 siswa. Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa etika siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo dengan frekuensi 45 siswa termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 66,67%.

Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa etika siswa III. kelas di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo termasuk dalam kategori sedang. Analisis data pengaruh lingkungan belajar terhadap etika siswa III. kelas Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan.

Analisis Data Tentang Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Etika Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Setono Jenangan

Ho : data tidak berdistribusi normal Ha : data berdistribusi normal Langkah 2: Membuat tabel distribusi frekuensi Hitung mean dan deviasi standarnya. Probabilitas dibawah nilai Z dapat diketahui pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada tingkat signifikansi yang terdapat pada tabel tersebut. Hasil perhitungan uji normalitas masing-masing variabel x dan variabel y dapat dilihat secara rinci pada Lampiran 9.

Probabilitas dibawah nilai Z dapat diketahui pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada tingkat signifikansi yang terdapat pada tabel tersebut. Karena Fhitung > Ftabel maka menolak Ho berarti variabel lingkungan bebas (X) yaitu lingkungan belajar berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu etika siswa.

Interpretasi dan Pembahasan 1. Interpretasi Parameter Model

Pembahasan

Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa lingkungan belajar Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo berada pada kategori baik dengan frekuensi 10 responden dengan persentase (22,22%), berada pada kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 23 responden dengan persentase (51,11%) dan pada kategori kecil dengan frekuensi sebanyak 12 responden dengan persentase (26,66%). Dengan demikian secara umum dapat dikatakan lingkungan belajar Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo sedang karena terindikasi dalam kategori menunjukkan persentase sebesar 51,11%. Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo berada pada kategori baik dengan frekuensi 7 responden dengan persentase (15,56%), berada pada kategori sedang dengan frekuensi 30 responden dengan persentase (66,67%), dan pada kategori kecil dengan frekuensi 8 responden dengan persentase (17,78%).

Jadi, secara umum dapat dikatakan. bahwa etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo adalah sedang karena dinyatakan dalam kategori menunjukkan persentase sebesar 66,67%. Dari model ini terlihat bahwa lingkungan belajar akan berkembang dengan baik jika etika siswa meningkat dan sebaliknya.

PENUTUP

Kesimpulan

Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar terhadap etika siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Setono Jenangan Ponorogo pada tahun pelajaran, dengan diperolehnya nilai dari hasil perhitungan regresi linier sederhana lebih besar dari nilai pada tabel distribusi frekuensi (df) 43 yang berada pada taraf signifikansi 5%. Artinya variabilitas/keanekaragaman faktor lingkungan belajar (X) sangat besar pengaruhnya terhadap etika siswa (Y), dan selebihnya dipengaruhi oleh nilai, moral, dan sikap individu.

Saran

Guru diharapkan mengetahui bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang baik bagi siswa, sehingga siswa semakin termotivasi untuk belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Harapannya, selain lingkungan belajar sekolah, kita juga dapat mengkaji faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi etika siswa untuk mengetahui kontribusinya terhadap etika siswa. Pengaruh kedisiplinan dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa VIII. kelas I semester di SMP Negeri 11 Semarang tahun pelajaran 2004/2005.

Pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD di wilayah binaan I Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Hubungan kenyamanan lingkungan sekolah dengan semangat kerja siswa kelas IV MI Ma'arif Darul Ulum Pondok Ponorogo Tahun Pelajaran 2015/2016.

Referensi

Dokumen terkait

Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Abid Rohmanu, M.H.I. Kata Kunci: Inovasi Kepala Madrasah

Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembiasaan di MI Ma‟arif Cekok dapat membentuk siswa terbiasa melakukan apa yang sudah diterapkan peraturan disekolah seperti Visi

6 Jika madrasah memiliki budaya yang baik, maka siswa juga akan memiliki perilaku yang baik begitu pula sebaliknya jika madrasah memiliki budaya yang jelek maka siswanya pun akan

Politisi perempuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Ponorogo dalam kiatnya mewujudkan pernikahan yang sakinah memiliki pandangan serta upaya- upaya dalam mempertahannkan

Seperti kasus di Kota Ponorogo dari bulan Januari sampai Juli 2016 data dari Pengadilan Agama Ponorogo menyebutkan 1.103 kasus.Tingginyakasusperceraian di

Dalam proses pembelajaran di Mapala Pasca IAIN Ponorogo pengintegrasian pendidikan karakter cinta lingkungan di lakukan pada setiap tahap pendidikan yang telah tersusun dalam rencana

Yang mana alasan yang mendominasi mahasiswa IAIN Ponorogo menikah dengan didasari oleh dorongan kedua orang tua mereka.2 Berdasarkan teori motivasi Herzberg bahwa pernikahan di kalangan

Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru kelas III SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo berpengaruh rendah terhadap motivasi belajar siswa/siswi kelas