1 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
ANALISIS PERHITUNGAN
KEWAJIBAN PEMENUHAN RASIO PENDANAAN STABIL BERSIH (NET STABLE FUNDING RATIO)
Nama Bank : Bank CIMB Niaga Posisi Laporan : Maret 2023
Analisis secara Individual
Bank CIMB Niaga selalu menjaga angka NSFR dalam batasan yang ditetapkan oleh Regulator (OJK) dan mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh regulator. Angka NSFR posisi Maret 2023 berada di angka 117,09% atau berada di atas batasan yang ditetapkan regulator. Angka NSFR di bulan Maret 2023 turun sebesar 2,33% dibandingkan posisi bulan Desember 2022 yang sebesar 119,42%.
Faktor utama yang mempengaruhi perhitungan NSFR :
Penurunan NSFR di bulan Maret 2023 bila dibandingkan Desember 2022 disebabkan oleh peningkatan nilai RSF setelah bobot yang lebih besar dibandingkan peningkatan nilai ASF setelah bobot.
ASF: Peningkatan ASF mayoritas disebabkan oleh peningkatan total Dana Pihak Ketiga sebesar eq. Rp. 12,48 Triliun atau sebesar eq.
Rp. 8,39 Triliun setelah memperhitungkan bobot. Selain itu juga terjadi peningkatan Modal Tier 1 dan Tier 2 sebesar eq. Rp. 1,93 Triliun.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga dialokasikan kepada peningkatan HQLA pada komponen Kas dan Setara Kas serta Penempatan pada Bank Indonesia dengan total sebesar eq. Rp. 5,26 Triliun. Selain itu, peningkatan yang terjadi juga dialokasikan kepada komponen Surat Berharga dengan kategori HQLA Level 1 yang meningkat sebesar eq. Rp. 6,70 Triliun dibandingkan posisi Desember 2022.
Secara Total, nilai ASF naik sebesar eq. Rp 9,53 Triliun setelah bobot bila dibandingkan dengan posisi bulan Desember 2022.
2 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Peningkatan total Dana Pihak Ketiga pada bulan Maret 2023, mayoritas terjadi pada Simpanan Non Operasional dari nasabah Korporasi. Simpanan Non-Operasional dari nasabah Korporasi non-keuangan naik sebesar eq. Rp. 5,61 Triliun atau eq. Rp. 3,13 Triliun setelah bobot. Peningkatan Simpanan Non Operasional Korporasi ini mayoritas terjadi pada bucket waktu < 6 Bulan atau dalam bentuk Time Deposit.
Selain itu, simpanan Non Operasional Lembaga Keuangan naik sebesar eq. Rp. 1,45 Triliun sebelum bobot, namun peningkatan tersebut mayoritas terjadi pada bucket Non Maturing (bobot ASF 0%) sehingga tidak berdampak kepada perhitungan NSFR.
Sementara terjadi peningkatan tipis pada bucket ≥ 6 Bulan – < 1 Tahun (bobot ASF 50%) dan ≥ 1 Tahun (bobot ASF 100%) dengan total sebesar eq. Rp. 326 Miliar atau eq. Rp. 280 Miliar setelah bobot. Di sisi lain, Simpanan Operasional dari nasabah Korporasi turun sebesar eq. Rp. 323 Miliar atau eq. Rp. 162 Miliar setelah bobot.
Selain simpanan nasabah Korporasi, simpanan nasabah perorangan juga naik sebesar eq. Rp. 5,47 Triliun atau eq. Rp. 4,90 Triliun setelah bobot. Peningkatan tersebut mayoritas berasal dari peningkatan Simpanan kurang stabil sebesar eq. Rp. 6,77 Triliun atau eq. Rp. 6,14 Triliun setelah bobot sedangkan Simpanan stabil turun sebesar eq. Rp 1,30 Triliun atau eq. Rp. 1,24 Triliun setelah bobot.
RSF: Peningkatan dari RSF disebabkan oleh peningkatan komponen Aset Lainnya yang memiliki bobot RSF 100%. Selain itu, terjadi perpindahan klasifikasi Aset dengan bobot RSF rendah menjadi Aset dengan bobot RSF yang lebih tinggi khususnya pada Kredit yang Beragun Rumah Tinggal sehubungan dengan berlakunya ketentuan baru terkait RWA pada bulan Januari 2023.
Total HQLA dalam perhitungan NSFR naik sebesar eq. Rp. 12,15 Triliun sebelum bobot, terutama dari komponen Surat Berharga
berkategori HQLA Level 1 dengan bobot RSF 5% yang naik sebesar eq. Rp. 6,70 Triliun atau eq. Rp. 335 Miliar setelah bobot. Selain
itu, sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, terjadi peningkatan komponen Kas dan Setara Kas serta Penempatan pada
3 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Bank Indonesia sebesar eq. Rp. 5,26 Triliun, namun komponen ini memiliki bobot RSF 0% sehingga tidak memberikan dampak terhadap perhitungan NSFR.
Hal terbesar yang memberikan dampak peningkatan RSF adalah peningkatan komponen aset dengan bobot RSF 100% yaitu Aset Lainnya dan dengan jangka waktu > 1 tahun sebesar eq. Rp 4,71 Triliun. Peningkatan Aset Lainnya mayoritas terjadi pada pos Tagihan Macam-Macam. Selain itu, terjadi peningkatan atas komponen Faktor Pengurang Modal sebesar eq. Rp. 206 Miliar.
Dari sisi Pinjaman yang disalurkan, terdapat peningkatan Pinjaman kepada Lembaga Non Keuangan sebesar eq. Rp. 3,40 Triliun atau eq. Rp. 2,92 Triliun setelah bobot. Selain itu, sebagai dampak dari berlakunya ketentuan baru RWA, Kredit Beragun Rumah Tinggal mengalami peningkatan sebesar eq. Rp. 2,65 Triliun setelah bobot walupun sebelum dikenakan bobot mengalami penurunan sebesar eq. Rp. 75 Miliar.
Faktor atau kondisi yang menyebabkan pergerakan turun :
Penurunan NSFR di bulan Maret 2023 dibandingkan posisi Desember 2022 disebabkan oleh peningkatan komponen RSF sebesar 6,64% atau eq. Rp. 11,63 Triliun setelah bobot yang lebih memberikan dampak terhadap nilai NSFR dibandingkan peningkatan ASF sebesar 4,55% atau eq. Rp. 9,53 Triliun setelah bobot.
Peningkatan nilai tertimbang pada komponen ASF terutama disebabkan oleh peningkatan Simpanan dari nasabah Perorangan sebesar eq. Rp. 5,47 Triliun atau eq. Rp. 4,90 Triliun setelah bobot. Selain itu, terjadi peningkatan Simpanan Non Operasional dari nasabah Korporasi sebesar eq. Rp. 3,41 Triliun setelah bobot, di mana mayoritas berasal dari perusahaan Non Keuangan sebesar eq. Rp. 3,13 Triliun setelah bobot sementara Simpanan Operasional mengalami penurunan sebesar eq. Rp. 162 Miliar setelah bobot.
Peningkatan nilai tertimbang pada komponen RSF terutama disebabkan oleh:
Peningkatan Aset lainnya sebesar eq. Rp. 4,71 Triliun.
Peningkatan Pinjaman kepada Perusahaan Non Keuangan sebesar eq. Rp. 2,92 Triliun setelah bobot.
4 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Peningkatan Kredit beragun Rumah Tinggal sebesar eq. 2,65 Triliun setelah bobot sebagai dampak perubahan RWA.
Peningkatan total HQLA sebesar eq. Rp. 374 Miliar setelah bobot.
Pengelolaan Aset dan Liabilitas yang optimal dilakukan dengan tetap mengacu kepada kerangka Manajemen Risiko Likuiditas yang telah diterapkan oleh manajemen melalui Satuan Kerja Manajemen Risiko dengan prinsip kehati-hatian.
Analisis secara Konsolidasi
Bank CIMB Niaga selalu menjaga angka NSFR dalam batasan yang ditetapkan oleh Regulator (OJK) dan mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh regulator. Angka NSFR Konsolidasi posisi Maret 2023 berada di angka 117,77% atau berada di atas batasan yang ditetapkan regulator. Angka NSFR Konsolidasi posisi bulan Maret 2023 mengalami penurunan sebesar 2,33% dibandingkan posisi bulan Desember 2022 yang sebesar 120,10%.
Faktor utama yang mempengaruhi perhitungan NSFR :
Penurunan NSFR di bulan Maret 2023 bila dibandingkan Desember 2022 disebabkan oleh peningkatan nilai RSF setelah bobot yang lebih besar daripada peningkatan nilai ASF setelah bobot.
ASF : Secara total, nilai ASF meningkat sebesar eq. Rp. 9,45 Triliun setelah bobot bila dibandingkan dengan posisi Desember 2022.
Peningkatan ASF mayoritas berasal dari Bank sebagai perusahaan induk, utamanya disebabkan oleh peningkatan total Dana Pihak Ketiga sebesar eq. Rp. 12,66 Triliun atau eq. Rp. 7,84 Triliun setelah memperhitungkan bobot. Selain itu juga terjadi peningkatan Modal Tier 1 dan Tier 2 sebesar eq. Rp. 2,03 Triliun.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga dialokasikan kepada peningkatan HQLA pada komponen Kas dan Setara Kas serta Penempatan pada
Bank Indonesia dengan total sebesar eq. Rp. 5,26 Triliun. Selain itu, peningkatan yang terjadi juga dialokasikan kepada komponen
Surat Berharga dengan kategori HQLA Level 1 yang meningkat sebesar eq. Rp. 6,70 Triliun dibandingkan posisi Desember 2022.
5 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Peningkatan Dana Pihak Ketiga paling signifikan terjadi pada simpanan dari nasabah Korporasi khususnya Simpanan Non Operasional. Simpanan Non Operasional dari nasabah Korporasi non-keuangan meningkat sebesar eq. Rp. 5,61 Triliun atau eq. Rp.
3,13 Triliun setelah bobot. Peningkatan ini banyak terjadi pada bucket waktu < 6 Bulan atau dalam bentuk Time Deposit. Simpanan Non Operasional dari Lembaga Keuangan juga mengalami peningkatan sebesar eq. Rp. 1,92 Triliun sebelum bobot, namun setelah dikenakan bobot turun sebesar eq. Rp. 117 Miliar. Hal ini karena peningkatan mayoritas terjadi pada bucket waktu Non Maturing dan < 6 Bulan (bobot ASF 0%) sehingga tidak berdampak pada perhitungan NSFR. Seiring dengan terjadinya peningkatan Simpanan Non Operasional, Simpanan Operasional mengalami penurunan sebesar eq. Rp. 622 Miliar atau sebesar eq. Rp. 311 Miliar setelah bobot.
Selain simpanan nasabah Korporasi, simpanan nasabah Perorangan juga meningkat sebesar eq. Rp. 5,47 Triliun atau eq. Rp. 4,90 Triliun setelah bobot. Mayoritas peningkatan tersebut berasal dari Simpanan kurang stabil khususnya dalam bentuk Time Deposit sebesar eq. Rp. 6,77 Triliun atau eq. Rp. 6,14 Triliun setelah bobot sedangkan Simpanan Stabil mengalami penurunan sebesar eq.
Rp. 1,30 Triliun atau eq. Rp. 1,24 Triliun setelah bobot.
RSF : Secara total, nilai RSF meningkat sebesar eq. Rp. 11,55 Triliun setelah bobot bila dibandingkan dengan posisi Desember 2022.
Seperti halnya dengan ASF, peningkatan RSF mayoritas berasal dari Bank sebagai perusahaan induk, utamanya disebabkan oleh peningkatan komponen Aset Lainnya yang memiliki bobot RSF 100%. Selain itu, terjadi perpindahan klasifikasi Aset dengan bobot RSF rendah menjadi Aset dengan bobot RSF yang lebih tinggi khususnya pada Kredit yang Beragun Rumah Tinggal sehubungan dengan berlakunya ketentuan baru terkait RWA pada bulan Januari 2023.
Total HQLA dalam perhitungan NSFR meningkat sebesar eq. Rp. 12,22 Triliun sebelum bobot, terutama dari komponen Surat
Berharga berkategori HQLA Level 1 dengan bobot RSF 5% yang meningkat sebesar eq. Rp. 6,70 Triliun atau eq. Rp. 335 Miliar setelah
bobot.
6 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Hal terbesar yang memberikan dampak peningkatan RSF adalah peningkatan komponen aset dengan bobot RSF 100% yaitu Aset Lainnya dan dengan jangka waktu > 1 tahun sebesar eq. Rp. 4,48 Triliun. Peningkatan Aset Lainnya mayoritas terjadi pada pos Tagihan Macam-Macam.
Dari sisi Pinjaman yang disalurkan, terdapat peningkatan Pinjaman kepada Lembaga Non Keuangan sebesar eq. Rp. 3,76 Triliun atau eq. Rp. 3,19 Triliun setelah bobot. Selain itu, sebagai dampak dari berlakunya ketentuan baru RWA, Kredit Beragun Rumah Tinggal mengalami peningkatan sebesar eq. Rp. 2,65 Triliun setelah bobot walupun sebelum dikenakan bobot mengalami penurunan sebesar eq. Rp. 75 Miliar.
Faktor atau kondisi yang menyebabkan pergerakan turun :
Penurunan NSFR di bulan Maret 2023 dibandingkan posisi Desember 2022 disebabkan oleh peningkatan komponen RSF sebesar 6,48% atau eq. Rp. 11,55 Triliun setelah bobot yang lebih memberikan dampak terhadap nilai NSFR dibandingkan peningkatan komponen ASF sebesar 4,41% atau eq. Rp. 9,45 Triliun setelah bobot.
Saldo pinjaman yang disalurkan oleh Anak Perusahaan (CNAF) ke end user meningkat sebesar eq. Rp. 393 Miliar dibandingkan posisi Desember 2022 dan mayoritas dibiayai melalui fasilitas pinjaman dari Bank baik dalam bentuk Joint Financing maupun Direct. Total Aset dari CNAF per Maret 2023 adalah sebesar Rp. 7,33 Triliun atau meningkat sebesar Rp. 542 Miliar dibandingkan posisi bulan Desember 2022. Namun mengingat ukuran Aset yang dimiliki Anak Perusahaan relatif kecil dibandingkan Induk Perusahaan, komposisi Anak Perusahaan terhadap perhitungan NSFR Konsolidasi tidak terlalu besar.
Peningkatan nilai tertimbang pada komponen ASF utamanya disebabkan oleh:
Peningkatan Simpanan dari nasabah Perorangan sebesar eq. Rp. 4,90 Triliun setelah bobot.
Peningkatan Simpanan Non Operasional dari nasabah Korporasi baik Keuangan maupun Non Keuangan sebesar eq. Rp. 3,01
Triliun setelah bobot.
7 | P a g e A n a l i s i s K u a l i t a t i f N S F R
Peningkatan Modal Tier 1 dan Tier 2 sebesar eq. Rp. 2,03 Triliun setelah bobot.
Peningkatan nilai tertimbang pada komponen RSF terutama disebabkan oleh:
Peningkatan Aset Lainnya dengan jangka waktu > 1 tahun sebesar eq. Rp. 4,48 Triliun setelah bobot.
Peningkatan Pinjaman kepada Perusahaan Non Keuangan sebesar eq. Rp. 3,19 Triliun setelah bobot.
Peningkatan Kredit beragun Rumah Tinggal sebesar eq. Rp. 2,65 Triliun setelah bobot.
Peningkatan total HQLA sebesar eq. Rp. 385 Miliar setelah bobot.
Dampak perhitungan Konsolidasi terhadap perhitungan Individual adalah sebesar 0,68%, di mana NSFR Individual bulan Maret 2023 tercatat di angka 117,09% sedangkan saat dihitung secara Konsolidasi NSFR di angka 117,77%. Hal ini dikarenakan di sisi anak perusahaan khususnya CNAF banyak membukukan pinjaman dari Bank lain dengan jangka waktu di atas 1 tahun, sehingga memiliki bobot 100% pada komponen ASF.
Induk Perusahaan dalam hal ini Bank diawasi secara tersendiri oleh regulator, demikian halnya dengan anak perusahaan yang mengikuti ketentuan yang berlaku dan diawasi secara tersendiri oleh regulator. Induk Perusahaan terus mengembangkan produk mobile banking (OCTO Mobile) salah satunya dengan fitur pembukaan produk Simpanan dan produk Investasi melalui OCTO Mobile agar nasabah dapat menjalankan aktivitas perbankannya dengan mudah dan tetap aman.
Pengelolaan Aset dan Liabilitas yang optimal dilakukan dengan tetap mengacu kepada kerangka Manajemen Risiko Likuiditas yang
telah diterapkan oleh manajemen melalui Satuan Kerja Manajemen Risiko dengan prinsip kehati-hatian.
Nama Bank : PT BANK CIMB NIAGA TBK (Individu) Periode Laporan : Maret 2023
Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun
1 Modal : 45,947,015 - 13,102 76,979 46,023,994 47,886,147 - 9,406 69,051 47,955,198
2 Modal sesuai POJK KPMM 45,947,015 - 13,102 76,979 46,023,994 47,886,147 - 9,406 69,051 47,955,198
1.1 1.2 3 Instrumen modal lainnya - - - - - - - - 1.3 4 Simpanan yang berasal dari nasabah perorangan dan pendanaan
yang berasal dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil: 66,870,254 31,357,762 4,652,675 15,987,388 111,809,694 65,552,397 36,905,403 5,750,434 16,401,133 116,957,369 2 3
5 Simpanan dan pendanaan stabil 49,444,423 14,037,414 1,111,853 796,586 62,160,591 48,975,930 13,174,452 1,226,125 788,322 60,996,004
2.1 3.1
6 Simpanan dan pendanaan kurang stabil 17,425,831 17,320,348 3,540,822 15,190,802 49,649,103 16,576,467 23,730,951 4,524,309 15,612,811 55,961,365
2.2 3.2 7 Pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi: 65,187,738 43,613,084 1,730,700 1,230,290 47,073,793 65,786,023 47,373,646 3,864,249 1,480,529 50,317,540 4 8 Simpanan operasional 53,056,053 - - - 26,528,026 52,732,755 - - - 26,366,377 4.1
9 Pendanaan lainnya yang berasal dari nasabah korporasi 12,131,685 43,613,084 1,730,700 1,230,290 20,545,766 13,053,268 47,373,646 3,864,249 1,480,529 23,951,162 4.2
10 Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang saling bergantung - 6,062,726.60 - - - - 8,443,390.78 - - - 5 11 Liabilitas dan ekuitas lainnya : 696,582 17,978,600 193,000 3,582,943 4,376,025 693,774 41,496,709 75,000 2,854,013 3,585,287 6
12 NSFR liabilitas derivatif 0 - - - 0 - - - 6.1
13 ekuitas dan liabilitas lainnya yang tidak masuk dalam
kategori diatas 696,582 17,978,600 193,000.00 3,582,943.15 4,376,025 693,774 41,496,709 75,000 2,854,013 3,585,287 6.2 s.d. 6.5
14 Total ASF 0 0 0 0 209,283,506 218,815,394 7
Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR 0 0 0 0 3,528,757 3,903,175 1
16 Simpanan pada lembaga keuangan lain untuk tujuan operasional 2,984,072 - - - 1,492,036 2,216,851 - - - 1,108,425 2 17
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam Perhatian Khusus
(performing) - 19,794,746 10,144,137 148,326,571 134,803,171 - 22,781,318 10,950,984 152,727,865 141,769,027 3 18
kepada lembaga keuangan yang dijamin dengan HQLA Level
1 - 510,307 - - 51,031 - 3,549,017 1,907,487 - 1,308,645 3.1.1 19
kepada lembaga keuangan yang dijamin bukan dengan HQLA Level 1 dan pinjaman kepada lembaga keuangan
tanpa jaminan - 1,166,636 1,007,488 5,183,723 5,862,462 - 1,052,947 1,348,576 5,144,026 5,976,256 3.1.2 3.1.3
20
kepada korporasi non-keuangan, nasabah retail dan nasabah usaha mikro dan kecil, pemerintah pusat, pemerintah negara lain, Bank Indonesia, bank sentral negara lain dan entitas
sektor publik, yang diantaranya: - 14,878,197 6,513,776 105,260,669 100,167,555 - 15,524,104 5,055,751 108,283,110 102,330,571 3.1.4.2 3.1.5 3.1.6 21
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35%
atau kurang, sesuai SE OJK ATMR untuk Risiko Kredit - 62,553 63,617 734,779 540,691 - 125,392 115,474 1,806,485 1,294,648 3.1.4.1 22
Kredit beragun rumah tinggal yang tidak sedang dijaminkan,
yang diantaranya : - 373,728 370,368 4,152,534 3,901,702 - 932,724 940,249 17,665,718 15,952,347 3.1.7.2 23
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35%
atau kurang, sesuai SE OJK ATMR untuk Risiko Kredit - 1,786,313 1,802,488 31,310,064 22,145,942 - 1,242,447 1,249,136 17,689,890 12,744,220 3.1.7.1
24
Surat Berharga dengan kategori Lancar dan Kurang Lancar (performing) yang tidak sedang dijaminkan, tidak gagal bayar , dan tidak masuk sebagai HQLA, termasuk saham yang
diperdagangkan di bursa - 1,017,012 386,401 1,684,801 2,133,787 - 354,687 334,310 2,138,638 2,162,341 3.2 25 Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang saling bergantung - - - - - - - - 4 26 Aset lainnya : - 2,513,314 145,539 32,483,331 34,617,925 - 15,020,256 152,947 37,107,651 39,234,118 5 27 Komoditas fisik yang yang diperdagangkan, termasuk emas - - - - - - - 5.1
28
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang dicatat sebagai initial margin untuk kontrak derivatif dan kas atau aset lain yang diserahkan sebagai default fund pada central
counterparty (CCP) - - - 5.2
29 NSFR aset derivatif - 1,509,925 1,529,005 5.3
30
NSFR liabilitas derivatif sebelum dikurangi dengan variation
margin - - - 5.4
31 Seluruh aset lainnya yang tidak masuk dalam kategori diatas - 1,003,389 145,539 32,483,331 33,108,000 - 13,491,251 152,947 37,107,651 37,705,113 5.5 s.d. 5.12
32 Rekening Administratif - 811,009 869,188 12
33 Total RSF - - - - 175,252,898 186,883,933 13
34 Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio (%)) - 0 0 0 119.42% 117.09% 14
No. Ref. dari Kertas Kerja NSFR Komponen ASF
Komponen RSF No. Ref. dari
Kertas Kerja NSFR
¹ Komponen yang dilaporkan dalam kategori tanpa jangka waktu adalah komponen yang tidak memiliki jangka waktu kontraktual, antara lain:
instrumen modal yang bersifat permanen (perpetual ), short positions, open maturity positions , giro, ekuitas yang tidak masuk dalam kategori HQLA dan komoditas
1,529,005 -
111,545,757 Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu (Dalam Juta Rupiah)
Total Nilai Tertimbang
-
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu (Dalam Juta Rupiah)
Total Nilai Tertimbang
- LAPORAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya (Desember 2022) Posisi Tanggal Laporan (Maret 2023)
1,509,925 -
92,129,917
Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya (Desember 2022) Posisi Tanggal Laporan (Maret 2023)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Tertimbang
Nama Bank : PT BANK CIMB NIAGA TBK (Bank & Perusahaan Anak) Periode Laporan : Maret 2023
Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan - < 1 tahun ≥ 1 tahun Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun
1 Modal : 47,099,328 - 13,102 76,979 47,176,308 49,134,700 - 9,406 69,051 49,203,751
2 Modal sesuai POJK KPMM 47,099,328 - 13,102 76,979 47,176,308 49,134,700 - 9,406 69,051 49,203,751 1.1
1.2 3 Instrumen modal lainnya - - - - - - - - 1.3 4 Simpanan yang berasal dari nasabah perorangan dan pendanaan
yang berasal dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil: 66,870,254 31,357,762 4,652,675 15,987,388 111,809,694 65,552,397 36,905,403 5,750,434 16,401,133 116,957,369 2 3
5 Simpanan dan pendanaan stabil 49,444,423 14,037,414 1,111,853 796,586 62,160,591 48,975,930 13,174,452 1,226,125 788,322 60,996,004 2.1
3.1
6 Simpanan dan pendanaan kurang stabil 17,425,831 17,320,348 3,540,822 15,190,802 49,649,103 16,576,467 23,730,951 4,524,309 15,612,811 55,961,365
2.2 3.2 7 Pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi: 64,829,677 43,786,782 1,827,753 4,390,318 50,103,317 65,128,816 48,429,714 3,933,954 4,257,023 52,800,282 4 8 Simpanan operasional 52,697,992 - - - 26,348,996 52,075,547 - - - 26,037,774 4.1
9 Pendanaan lainnya yang berasal dari nasabah korporasi 12,131,685 43,786,782 1,827,753 4,390,318 23,754,321 13,053,268 48,429,714 3,933,954 4,257,023 26,762,508 4.2
10 Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang saling bergantung - 6,062,727 - - - - 8,443,391 - - - 5 11 Liabilitas dan ekuitas lainnya : 696,582 17,978,600 193,000 4,374,034 5,167,116 693,774 41,496,709 75,000 4,017,873 4,749,147 6 12 NSFR liabilitas derivatif - - - - - - 6.1 13 ekuitas dan liabilitas lainnya yang tidak masuk dalam
kategori diatas 696,582 17,978,600 193,000 4,374,034 5,167,116 693,774 41,496,709 75,000 4,017,873 4,749,147 6.2 s.d. 6.5
14 Total ASF - - - - 214,256,435 223,710,549 7
Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun Tanpa Jangka Waktu¹ < 6 bulan ≥ 6 bulan -
< 1 tahun ≥ 1 tahun
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR 0 0 0 0 3,528,757 3,913,679 1
16 Simpanan pada lembaga keuangan lain untuk tujuan operasional 3,010,639 - - - 1,505,320 2,311,121 - - - 1,155,561 2 17
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam Perhatian Khusus
(performing) - 20,740,623 11,023,721 151,407,421 138,236,167 - 23,767,181 11,887,369 156,169,466 145,570,804 3 18 kepada lembaga keuangan yang dijamin dengan HQLA Level
1 - 510,307 - - 51,031 - 3,549,017 1,907,487 - 1,308,645 3.1.1
19
kepada lembaga keuangan yang dijamin bukan dengan HQLA Level 1 dan pinjaman kepada lembaga keuangan
tanpa jaminan - 1,166,636 1,007,488 4,527,334 5,206,073 - 1,052,947 1,348,576 4,579,304 5,411,534 3.1.2 3.1.3
20
kepada korporasi non-keuangan, nasabah retail dan nasabah usaha mikro dan kecil, pemerintah pusat, pemerintah negara lain, Bank Indonesia, bank sentral negara lain dan entitas
sektor publik, yang diantaranya: - 15,824,075 7,393,360 108,947,779 104,214,329 - 16,509,967 5,992,137 112,239,303 106,654,459 3.1.4.2 3.1.5 3.1.6 21
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35%
atau kurang, sesuai SE OJK ATMR untuk Risiko Kredit - 62,553 63,617 734,779 540,691 - 125,392 115,474 1,806,485 1,294,648 3.1.4.1 22
Kredit beragun rumah tinggal yang tidak sedang dijaminkan,
yang diantaranya : - 373,728 370,368 4,152,534 3,901,702 - 932,724 940,249 17,665,718 15,952,347 3.1.7.2 23
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35%
atau kurang, sesuai SE OJK ATMR untuk Risiko Kredit - 1,786,313 1,802,488 31,310,064 22,145,942 - 1,242,447 1,249,136 17,689,890 12,744,220 3.1.7.1
24
Surat Berharga dengan kategori Lancar dan Kurang Lancar (performing) yang tidak sedang dijaminkan, tidak gagal bayar , dan tidak masuk sebagai HQLA, termasuk saham yang
diperdagangkan di bursa - 1,017,012 386,401 1,734,931 2,176,398 - 354,687 334,310 2,188,768 2,204,951 3.2 25 Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang saling bergantung - - - - - - - - 4 26 Aset lainnya : - 2,522,786 154,208 32,167,415 34,320,151 - 15,032,675 164,613 36,294,800 38,445,351 5 27 Komoditas fisik yang yang diperdagangkan, termasuk emas - - - - - - - 5.1
28
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang dicatat sebagai initial margin untuk kontrak derivatif dan kas atau aset lain yang diserahkan sebagai default fund pada central
counterparty (CCP) - - - 5.2
29 NSFR aset derivatif - 1,509,925 1,529,005 5.3
30
NSFR liabilitas derivatif sebelum dikurangi dengan variation
margin - - - 5.4
31 Seluruh aset lainnya yang tidak masuk dalam kategori diatas - 1,012,861 154,208 32,167,415 32,810,226 - 13,503,670 164,613 36,294,800 36,916,346 5.5 s.d. 5.12
32 Rekening Administratif - 811,009.01 869,188 12
33 Total RSF - - - - 178,401,403 189,954,583 13
34 Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio (%)) - 0 0 0 120.10% 117.77%14
No. Ref. dari Kertas Kerja NSFR Komponen ASF
Komponen RSF No. Ref. dari
Kertas Kerja NSFR
¹ Komponen yang dilaporkan dalam kategori tanpa jangka waktu adalah komponen yang tidak memiliki jangka waktu kontraktual, antara lain:
instrumen modal yang bersifat permanen (perpetual ), short positions, open maturity positions , giro, ekuitas yang tidak masuk dalam kategori HQLA dan komoditas
1,529,005 -
111,545,757 Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
(Dalam Juta Rupiah) Total Nilai Tertimbang
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
(Dalam Juta Rupiah) Total Nilai Tertimbang
-
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
(Dalam Juta Rupiah) Total Nilai Tertimbang
- LAPORAN NSFR
Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya (Desember 2022) Posisi Tanggal Laporan (Maret 2023)
1,509,925 -
92,129,917
Posisi Tanggal Laporan Sebelumnya (Desember 2022) Posisi Tanggal Laporan (Maret 2023)
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
(Dalam Juta Rupiah) Total Nilai Tertimbang