• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi Proses Verifikasi Lemburan Tenaga Kerja Non Organik pada PT Pupuk Kujang

N/A
N/A
Ayu yuliani

Academic year: 2024

Membagikan "Optimalisasi Proses Verifikasi Lemburan Tenaga Kerja Non Organik pada PT Pupuk Kujang"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTIK

OPTIMALISASI PROSES VERIFIKASI LEMBURAN TENAGA KERJA NON ORGANIK (TKNO) PADA DEPARTEMEN OPERASIONAL

SUMBER DAYA MANUSIA PT PUPUK KUJANG

Disusun oleh,

1401213052 AYU YULIANI

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TELKOM

2023

(2)

LEMBAR PENGESAHAN I

(3)

LEMBAR PENGESAHAN II Laporan Kerja Praktik dengan judul

“Optimalisasi Proses Verifikasi Lemburan Tenaga Kerja Non Organik (Tkno) Di Departemen Operasional Sumber Daya Manusia Pt Pupuk Kujang Cikampek”

telah disetujui dan disahkan pada presentasi Laporan Kerja Praktik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika

Universitas Telkom Pada tanggal 25 Agustus 2023

Pembimbing Akademik,

Dr. Maria Apsari Sugiat, S.E., Ak., M.M NIP: 15780021

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat, serta petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang ini dengan baik dan lancar.

Penyusunan laporan magang ini tidak luput dari adanya dukungan, bantuan, dan arahan selama pelaksanaan magang serta penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Roni, Bapak Tri Cahyadi, Kak Anisa, dan Mas Aji selaku pembimbing dalam kegiatan kerja praktik di Biro Sumber Daya Manusia Departemen Remunerasi dan Hubungan Industrial, yang telah membimbing dan membantu sejak dimulainya kegiatan magang hingga kegiatan magang berakhir.

2. Ibu Yuhana Astuti sebagai dosen pembimbing akademik, yang telah memberikan bimbingan, dan dukungan, sehingga penulis berhasil menyelesaikan laporan ini.

3. Orang tua penulis, serta seluruh keluarga atas dukungan yang telah diberikan kepada penulis

4. Seluruh rekan di Biro Sumber Daya Manusia Departemen Remunerasi dan Hubungan Industrial PT Pupuk Kujang Cikampek yang senantiasa terus memberikan dukungan dan bantuan selama pelaksanaan magang.

5. Muhammad Faisal Ramdon, yang telah mendampingi dan memberikan dukungan dan dorongan semangat sepanjang periode pelaksanaan program magang.

6. Dena Lerika Putri, yang telah memberikan dukungan dan dorongan semangat sepanjang periode pelaksanaan program magang.

7. Seluruh rekan Dewan Anggaran DPM KEMA FEB 2024 yakni Raihan, Rachel, Gladiva, dan Shevi, yang telah menyemangati. Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi dalam membantu penulis menyelesaikan laporan magang ini.

Semoga apa yang telah dipelajari dan dihasilkan dari magang ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan di masa depan.

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Profil Perusahaan

Gambar 1.1 Logo PT. Pupuk Kujang Cikampek Sumber: Website PT. Pupuk Kujang, pupuk-kujang.co.id

PT Pupuk Kujang didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 dengan modal awal sebesar US$

260 juta, yang terdiri dari pinjaman sebesar US$ 200 juta dari Pemerintah Iran dan penyertaan modal sebesar US$ 60 juta dari Pemerintah Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia Holding Company. Pinjaman dari Iran lunas pada tahun 1989. Pembangunan pabrik pupuk pertama, yang dikenal sebagai Pabrik Kujang 1A dengan kapasitas produksi 570.000 ton/tahun urea dan 330.000 ton/tahun amonia, selesai dalam waktu 36 bulan dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 12 Desember 1978.

Seiring bertambahnya usia pabrik, biaya pemeliharaan meningkat, sehingga diperlukan dana besar untuk penggantian peralatan dan pembaruan. Untuk mengatasi masalah ini, PT Pupuk Kujang telah menyusun rencana tindakan, termasuk penggantian peralatan seperti reaktor urea pada tahun 2001 dan pembangunan Pabrik Kujang 1B. Pabrik Kujang 1B, dengan kapasitas produksi yang sama seperti Kujang 1A, dibangun dalam waktu 36 bulan mulai dari 1 Oktober 2003 hingga 6 September 2005. Proyek ini didukung oleh pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar JPY 27.048.700.000 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 3 April 2006.

Pada tanggal 4 Januari 2011, PT Pupuk Kujang melakukan refinancing kredit untuk

(6)

pembangunan Pabrik Kujang 1B dengan mengambil kredit sebesar Rp 1,9 triliun dari empat bank nasional Indonesia. Dana ini digunakan untuk pembelian yen dan pembayaran utang kepada JBIC, dengan rencana pelunasan dalam jangka waktu 8 tahun mulai tahun 2012 hingga 2019.

Sumber bahan baku utama untuk produksi urea adalah gas bumi, air, dan udara, yang diolah menjadi amonia dan akhirnya urea. Gas bumi diperoleh dari Pertamina dan perusahaan gas swasta, sedangkan air baku berasal dari Perum Jasa Tirta II Jatiluhur-Purwakarta. PT Pupuk Kujang juga memiliki lima anak perusahaan patungan dengan pihak swasta, yang memproduksi berbagai bahan kimia seperti asam formiat, ammonium nitrat, asam nitrat, hydrogen peroxide, dan katalis. Posisi strategis perusahaan di Provinsi Jawa Barat, dekat dengan Jakarta, menempatkannya dalam tantangan tersendiri untuk menyediakan pupuk yang cukup bagi lumbung padi nasional. Pemerintah memberikan subsidi pada pupuk urea melalui berbagai kebijakan untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi petani.

Pada tahun 2012, PT Pupuk Kujang mengubah warna pupuk urea bersubsidi menjadi merah jambu untuk memudahkan pengawasan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

A. Visi dan Misi Perusahaan

Berikut ini merupakan visi dan misi dari PT. Pupuk Kujang Cikampek a) Visi

Menjadi Industri Kimia dan Pendukung Pertanian yang berdaya saing dalam skala nasional

b) Misi

● Menghasilkan Produk Pupuk dan pendukung pertanian yang berkualitas untuk mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional

● Menjalankan bisnis dengan tata kelola yang baik dengan mengutamakan keselamatan dan pelestarian lingkungan

● Mengutamakan kepuasan pelanggan B. Struktur Organisasi

Berikut ini merupakan struktur organisasi dari PT. Pupuk Kujang Cikampek

(7)

Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Pupuk Kujang Cikampek Sumber: Website PT. Pupuk Kujang, pupuk-kujang.co.id

C. Strategi Bisnis

PT Pupuk Kujang menghadapi penurunan pasokan gas alam mulai tahun 2021, yang mengakibatkan Pabrik Kujang 1A harus dimatikan sehingga perusahaan hanya dapat mengoperasikan satu pabrik saja. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan telah merumuskan strategi operasional sebagai berikut:

1) Strategi untuk Dua Pabrik (Hingga 2030):

PT Pupuk Kujang berupaya untuk memperoleh alokasi gas total sebesar 101 BBTU agar dapat menjalankan dua pabrik.

2) Strategi untuk Satu Pabrik (2024-2035)

Dengan pasokan gas yang terbatas, perusahaan menargetkan alokasi sebesar 52 BBTU untuk mengoperasikan satu pabrik sambil tetap menyuplai utilitas dan bahan penunjang ke anak perusahaan dan pabrik NPK.

(8)

Untuk memaksimalkan potensi pendapatan pada periode 2024-2035, perusahaan telah merencanakan mode operasional sebagai berikut:

1) Pabrik Kujang 1B akan beroperasi sementara Pabrik Kujang 1A mati total. Pabrik Ammonia 1B akan beroperasi pada kapasitas maksimum, sementara Pabrik Urea 1B akan beroperasi pada tingkat minimum (80%).

2) Interkoneksi antara Pabrik Ammonia Kujang 1B dan Pabrik Urea Kujang 1A memungkinkan Pabrik Ammonia 1B untuk beroperasi pada kapasitas maksimum, dengan Pabrik Urea 1A beroperasi pada tingkat minimum (60%).

3) Interkoneksi larutan urea dari Pabrik Urea 1B ke Pabrik Urea 1A pada tingkat minimum, sementara Pabrik Ammonia 1B tetap beroperasi pada kapasitas maksimum.

Selain itu, PT Pupuk Kujang juga sedang melakukan pembangunan proyek untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan lingkungan:

1) Pembangunan Pabrik CO2 Liquid untuk mengolah gas CO2 hasil sampingan dari produksi amonia menjadi produk berharga, sehingga mengurangi pencemaran udara.

2) Kolaborasi dengan PT Pertamina dan Institut Teknologi Bandung dalam pengembangan Pabrik Katalis Nasional menggunakan riset dan teknologi lokal, untuk mendukung kebijakan energi nasional menuju sumber energi terbarukan.

Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan respons strategis PT Pupuk Kujang terhadap tantangan operasional serta komitmennya terhadap praktik industri yang berkelanjutan dan kebijakan energi nasional.

D. Aspek Manajemen 1. Aspek Produksi

Aspek Produksi PT Pupuk Kujang mencakup beberapa produk ritel dan produk non subsidi korporasi sebagai berikut:

a) Produk Ritel i. Jeranti

(9)

Spesifikasi:

● Bentuk tablet

● Warna putih keabu-abuan

● Kandungan NPK dengan formula 18-10-14-2S+TE

● Ukuran tablet 10 gr

● Dikemas dalam kantong 5 Kg, 1 Kg dan 750 gr Kandungan:

● NPK dengan formula 18-10-14-2S+TE

● Kadar air 2%

Manfaat:

● Meningkatkan efisiensi pemupukan dibandingkan dengan pemupukan tunggal karena bentuknya tablet sehingga bersifat slow release

● Meningkatkan hasil mutu buah & meningkatkan kemanisan buah

● Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangga organisme pengganggu tanaman

● Cara penggunaan yang mudah pemupukan cukup 3x dalam 1 tahun Peruntukan:

● Sesuai untuk tanaman buah tahunan dan tanaman kayu tahunan Cara Penggunaan:

● Buat lubang secara melingkar pada jarak 1.25m dari batang pohon

● Masukkan jeranti sesuai dosis yang dianjurkan (1 butir/lubang) tutup kembali lubang dengan tanah

● Jeranti diaplikasikan 3x dalam setahun (Aplikasi awal pada musim hujan atau pada bulan Januari, Mei dan September)

(10)

Rekomendasi Penggunaan:

Komoditas Fase Dosis

1 Buah Naga, Salak, Nanas TBM 6-11 tablet/tanaman/pemupukan dan tanaman sejenisnya TM 12-24 tablet/tanaman/pemupukan 2 Pepaya, Manggis, Jeruk TBM 16-20 tablet/tanaman/pemupukan Durian dan sebagainya TM 25-42 tablet/tanaman/pemupukan 3 Tanaman Perkebunan TBM 11-20 tablet/tanaman/pemupukan

(Kopi, Cengkeh, Kelapa dan sejenisnya)

TM 21-23 tablet/tanaman/pemupukan

4 Tanaman kayu tahunan (Jabon, Jati, Sengon, Albasia dan sejenisnya)

16-25 tablet/tanaman/pemupukan

5 Tanaman buah dalam pot TBM 16-20 tablet/tanaman/pemupukan TM 24-25 tablet/tanaman/pemupukan TBM : Tanaman Belum Menghasilkan

TM : Tanaman Menghasilkan

● Nitrea

Spesifikasi:

● Kadar Biuret maksimal 1%

● Kadar Nitrogen minimal 46%

● Bentuk butiran prill uncoated

● 100% larut dalam air

● Warna pink untuk urea bersubsidi

(11)

● Dikemas dalam kantong bercap Nitrea dengan isi 50kg dan 25kg Kandungan:

● Nitrogen 46%

Manfaat:

● Membuat tanaman lebih hijau dan segar

● Mempercepat proses pertumbuhan

● Menambahkan nutrisi protein untuk tanaman Peruntukan:

● Tanaman pangan

● Hortikultura

● Tanaman keras

● Perkebunan Rekomendasi Penggunaan:

No. Komoditas Dosis (Kg/Ha) Waktu Aplikasi & Takaran

1 Padi 200 urea 7 HST : 50kg urea

21 HST: 50kg urea 35 HST : 100kg urea

2 Tomat 499 urea Dasar : 199kg urea

2 MST : 100kg urea 5 MST : 100kg urea 7 MST : 100kg urea

3 Jagung 200 urea 7 HST : 50kg urea

28-30 HST : 75kg urea 30-45 HST : 75kg urea

4 Cabai Merah 499 urea Dasar : 199kg urea

2 MST : 75kg urea 4 MST : 75kg urea 6 MST : 75kg urea

(12)

8 MST : 75kg urea 5 Kacang Panjang 224 urea Dasar : 112kg urea 3 MST : 112kg urea

6 Buncis 186 urea Dasar : 62kg urea

2 MST : 62kg urea 4 MST : 62kg urea

7 Bawang Merah 187 urea Dasar : 47kg urea

2 MST : 93kg urea 5 MST : 47kg urea

8 Tebu 275 urea Dasar : 100kg urea

30 MST : 175kg urea HST : Hari setelah Tanam

MST : Minggu setelah Tanam

● KCL Kujang

Spesifikasi:

● Kadar KCl 95 - 99,5%

● Bentuk padat

● Warna kemerahan/kecoklatan

● Ukuran 1" sized chickelts

● Dikemas dalam kantong 50 Kg, 25 Kg, dan 5 Kg

(13)

Kandungan:

● Uncoated KCl 95 - 99,5%

● NaCl 0,5 - 5%

● pH 7 - 10 (larut dalam air 10%)

● K2O 60%

Manfaat:

● Memperkuat batang tanaman

● Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit

● Mencegah agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur Peruntukan:

● Segala jenis tanaman Rekomendasi Penggunaan:

No. Komoditas Dosis (Kg/Ha) Waktu Aplikasi & Takaran

1 Padi 100 KCL 7-10 HST : 50kg KCL

30-35 HST: 50kg KCL

2 Tomat 225 KCL Dasar : 90kg KCL

2 MST : 45kg KCL 5 MST : 45kg KCL 7 MST : 45kg KCL

3 Jagung 250 KCL 7-10 HST : 100kg KCL

30-35 HST : 150kg KCL

4 Cabai Merah 226 KCL Dasar : 90kg KCL

2 MST : 34kg KCL 4 MST : 34kg KCL 6 MST : 34kg KCL 8 MST : 34kg KCL

5 Kacang Panjang 180 KCL Dasar : 112kg KCL

3 MST : 112kg KCL

(14)

6 Buncis 180 KCL Dasar : 90kg KCL 3 MST : 90kg KCL

7 Bawang Merah 224 KCL Dasar : 56kg KCL

2 MST : 112kg KCL 5 MST : 56kg KCL

8 Tebu 100 KCL Dasar : 30kg KCL

30 MST : 60kg KCL HST : Hari setelah tanam

MST : Minggu setelah tanam

● Kuriza

Spesifikasi:

● Mikoriza

● Dalam kemasan 5kg

● Warna Kandungan:

● Mikoriza Peruntukan:

● Cocok untuk tanaman sayuran dan perkebunan Manfaat:

● Memperluas sistem perakaran tanaman sehingga dapat membantu akar dalam penyerapan unsur hara terutama fosfat dan air dalam tanah

(15)

● Meningkatkan efektifitas pemupukan sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik

● Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan patogen tular tanah

● Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air tanah

● Meningkatkan toleransi tanaman terhadap tanah salin dan tanah yang terkontaminasi logam berat, seperti Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd)

● Mempercepat pertumbuhan dan adaptasi bibit tanaman

● Mempercepat umur berbunga dan berbuah serta memperpanjang masa panen

● Memperbaiki struktur tanah dan dapat digunakan

● Bion Up

Spesifikasi:

● Memiliki 6 kandungan mikroorganisme

● Warna coklat kehitaman

● Dalam kemasan 1 Liter

● Bentuk cair Manfaat:

● Berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara makro esensial nitrogen dan fosfat serta menstimulasi pertumbuhan tanaman melalui fitohormon yang dihasilkan mikroba di dalam pupuk hayati Bion-Up Berguna untuk meningkatkan hasil perkebunan

(16)

dan hasil berbagai jenis tanaman

● Mengandung konsorsium mikroba menguntungkan di mana potensi setiap mikroba telah diuji melalui penelitian laboratorium baik uji in vitro maupun uji hayati (bioassay), serta percobaan rumah kaca dan lapangan

● Mengandung mikroba yang dapat memproduksi Fitohormon Auksin, Sitokinin dan Giberelin untuk mendukung pertumbuhan tanaman

● Mengandung mikroba yang menghasilkan eksopolisakarida yang membantu dalam proses agregasi tanah

● Mampu mengurangi pemakaian pupuk NPK hingga 30%

Peruntukan:

● Hortikultura

● Padi

● Palawija Cara Penggunaan:

● Pupuk Dasar: Semprotkan Bion-Up yang telah dilarutkan secukupnya secara merata pada pupuk organik sebelum disebarkan ke bedengan dan tutup dengan tanah. Kemudian tutup dengan mulsa (jika perlu), biarkan selama 7 hari sebelum penanaman

● Pupuk Susulan: Pada 7 HST siram 150 mL Bion-Up yang telah dilarutkan ke setiap akar tanaman dan ulangi setiap 7-10 hari (kira-kira kurang lebih 2-3 kali)

Sebaiknya tidak diaplikasikan bersamaan dengan pupuk anorganik Dosis pupuk anorganik sebaiknya 70% dari dosis rekomendasi

● Benih Padi: Kocok botol terlebih dahulu, tuangkan 500 mL Bion-Up untuk 25 Kg benih padi. Tambahkan air hingga benih terendam

● Nitroku

(17)

Nitroku adalah pupuk NPK dengan kandungan hara lengkap untuk memacu pertumbuhan tanaman. Keseimbangan nutrisi yang bersumber dari Ammonium Nitrogen dan Nitrat Nitrogen menjadikan pemupukan pada tanaman lebih efisien dibandingkan pupuk NPK yang berasal dari urea/ammonium based. Dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan pada masa vegetatif tanaman.

Keunggulan:

● Sumber nitrogen berupa senyawa nitrat yang mudah diserap tanaman

● Pelepasan nutrient yang cepat dan tepat untuk tanaman

● Mengandung hara makro dan mikro yang lengkap dan seimbang

● Mudah diaplikasikan

● Cocok untuk semua jenis tanaman

Peruntukan:

Tanaman pangan, hortikultura, tanaman keras, perkebunan dan tanaman buah dalam pot (Tabulampot)

● Excow

(18)

Spesifikasi:

● Bentuk : Serbuk dan granul

● Warna : Abu-abu kehitaman

● Kemasan : 1 kg, 5 kg, 25 kg, 50 kg Kandungan:

● C-Organik : 20,26 %

● C/N : 16,47 %

● N : 1,23 %

● P2O5 : 2,19 %

● K2O : 1,05 %

● Kadar Air : 12,21 %

● pH : 7,21 Manfaat:

● Mengandung unsur hara esensial sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mengefektifkan penggunaan pupuk anorganik N dan P

● Menetralkan pH tanah karena mengandung dolomit/kaptan

● Meningkatkan KTK* tanah Peruntukan:

● Lahan Sawah

● Perkebunan

(19)

● Hortikultura

Rekomendasi Penggunaan:

● Media Tanah: Campurkan excow dengan media tanah perbandingan 1:1

● Lahan Sawah: Sebarkan excow sebagai pupuk dasar dengan dosis minimal 500kg/ha

● Hortikultura: Sebagai pupuk dasar dengan dosis minimal 2ton/ha

● Nitroku

Nitroku adalah pupuk NPK dengan kandungan hara lengkap untuk memacu pertumbuhan tanaman. Keseimbangan nutrisi yang bersumber dari Ammonium Nitrogen dan Nitrat Nitrogen menjadikan pemupukan pada tanaman lebih efisien dibandingkan pupuk NPK yang berasal dari urea/ammonium based. Dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan pada masa vegetatif tanaman.

Keunggulan:

- Sumber nitrogen berupa senyawa nitrat yang mudah diserap tanaman - Pelepasan nutrien yang cepat dan tepat untuk tanaman

- Mengandung hara makro dan mikro yang lengkap dan seimbang - Mudah diaplikasikan

- Cocok untuk semua jenis tanaman

(20)

Peruntukan:

Tanaman pangan, hortikultura, tanaman keras, perkebunan dan tanaman buah dalam pot (Tabulampot)

2) Aspek Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan PT. Pupuk Kujang Cikampek tahun 2022, pada tanggal 31 Desember 2022, perusahaan melaporkan jumlah aset sebesar Rp9,46 triliun, yang meningkat 3,21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,17 triliun. Pada akhir tahun 2022, komposisi aset perusahaan terdiri dari aset lancar dan aset tidak lancar, yang masing-masing berkontribusi sekitar 38% dan 62% dari total aset perusahaan.

Pada akhir Desember 2022, perusahaan mencatatkan aset lancar sebesar Rp3,63 triliun, meningkat 11,57% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,25 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang subsidi dan persediaan. Kas dan setara kas juga mengalami peningkatan 13,22%, dari Rp1,14 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp1,29 triliun pada tahun 2022, didorong oleh tingginya penerimaan subsidi pupuk dan penurunan pembayaran kepada pemasok. Piutang subsidi naik signifikan 93,33% menjadi Rp783,85 miliar, sementara persediaan meningkat 31,62% menjadi Rp1,36 triliun akibat peningkatan persediaan bahan baku.

Namun, jumlah aset tidak lancar perusahaan pada akhir 2022 tercatat sebesar Rp5,83 triliun, turun 1,38% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,91 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pelunasan piutang subsidi dan penurunan nilai wajar aset keuangan tidak lancar lainnya. Di sisi lain, aset tetap perusahaan meningkat 0,59% menjadi Rp5,40 triliun, didorong oleh penambahan aset dalam penyelesaian, terutama yang berkaitan dengan pabrik dan peralatan pabrik.

Jumlah liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp1,63 triliun, turun 27,57% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,25 triliun. Komposisi liabilitas terdiri dari 71% liabilitas jangka pendek dan 29% liabilitas jangka panjang. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan bagian lancar atas pinjaman jangka panjang dan beban akrual yang turun 20,39% menjadi Rp451,26 miliar. Penjualan perusahaan mencapai Rp7,24 triliun selama tahun 2022, meningkat 4,29% dari tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan produk pupuk yang mencapai 87,57% dari total penjualan. Penjualan kepada pemerintah meningkat 14,16% menjadi

(21)

Rp2,99 triliun, sementara penjualan kepada pihak ketiga menurun 2,49% menjadi Rp3,58 triliun.

Beban pokok penjualan menurun 6,13% menjadi Rp5,37 triliun, sejalan dengan penurunan pemakaian bahan baku. Laba bruto perusahaan meningkat 52,99% menjadi Rp1,87 triliun, dan laba bersih mencapai Rp1,00 triliun, naik signifikan 89,47% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp336,163 miliar, yang digunakan untuk perolehan aset tetap, dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp884,248 miliar, yang digunakan untuk pembayaran pinjaman dan dividen.

3) Aspek Pemasaran

Pada tahun 2023, dalam laporan World Economic Outlook, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 3,4% pada tahun 2022 menjadi 2,9% pada tahun 2023. Bank Dunia, melalui laporan East Asia and the Pacific Economic Update, juga memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 5,3% pada tahun 2022 menjadi 4,9% pada tahun 2023. Faktor-faktor yang mempengaruhi perlambatan ini termasuk inflasi, suku bunga tinggi, dan penurunan ekspor, yang juga dihadapi oleh negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global ini diperkirakan akan mempengaruhi harga pupuk dunia, yang cenderung melandai meskipun masih ada volatilitas akibat peningkatan ekspor fosfat dari China dan kapasitas produksi urea di Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan daya beli petani di tengah penurunan harga pupuk dunia dan pengurangan alokasi pupuk subsidi. Usaha ini dilakukan dengan memperluas jangkauan petani penerima pupuk subsidi melalui pengurangan jumlah komoditas yang berhak mendapatkan pupuk subsidi dan memangkas jenis pupuk yang disubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Di tengah volatilitas pasar pupuk dunia pasca pandemi COVID-19 dan tekanan ekonomi domestik maupun global, PT Pupuk Kujang telah menunjukkan kinerja positif dalam berbagai bidang, termasuk produksi, laba usaha, serta tata kelola sosial dan lingkungan. PT Pupuk Kujang berkomitmen untuk memperluas pangsa pasar domestik dan internasional sepanjang tahun 2023 dengan menetapkan target dan rencana kerja. Strategi untuk mencapai target ini meliputi mengoperasikan pabrik dengan efisien, mencapai 8 juta jam kerja tanpa kecelakaan,

(22)

mendapatkan peringkat Hijau dalam penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER), serta menyiapkan pendanaan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan dan bunga pinjaman jangka panjang.

Pangsa pasar dalam negeri untuk pupuk urea pada tahun 2022 tetap sebesar 99%, sedangkan untuk pupuk NPK sebesar 41%. Pangsa pasar produsen dalam negeri untuk amoniak meningkat 3% menjadi 82%, atau 306.791 ton. PT Pupuk Kujang menerapkan berbagai strategi pemasaran untuk menjaga mutu produk, memberikan layanan terbaik kepada konsumen, dan mencari pasar baru melalui tenaga marketing yang andal, tender-tender pemerintah atau swasta, penjualan door to door, dan promosi melalui media cetak/elektronik. PT Pupuk Kujang juga proaktif dalam menangani keluhan konsumen, menggunakan pemasaran digital, dan meningkatkan pelayanan transaksi melalui teknologi digital. Strategi promosi dilakukan melalui demonstrasi plot, pameran, iklan di media, sponsorship, branding kios komersial, sosialisasi oleh mobil uji tanah, serta pemberian reward kepada konsumen dan sales yang berprestasi.

4) Aspek Sumber Daya Manusia

Perusahaan memiliki Departemen Operasional Sumber Daya Manusia serta Departemen Organisasi & Manajemen Talenta yang bertugas mengelola kompetensi SDM secara keseluruhan. Secara struktural, departemen ini melapor langsung kepada Direktur Keuangan dan Umum. Tugas departemen ini mencakup keseluruhan pengelolaan perencanaan, penetapan kebijakan, hingga pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Departemen SDM Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan SDM berjalan lancar dengan fokus pada perencanaan dan pengembangan sistem SDM, pembinaan karier, pendidikan dan pelatihan, manajemen pengetahuan, pengembangan organisasi, serta peningkatan tata kelola untuk meningkatkan efektivitas manajemen SDM.

Divisi ini juga mengurus administrasi pembinaan dan kinerja SDM, sistem informasi karyawan, serta menyediakan fasilitas kesejahteraan, remunerasi, dan manajemen pensiun, yang semuanya bertujuan untuk mendukung pencapaian target kinerja karyawan sesuai kebijakan Perusahaan.

Perusahaan juga menerapkan Program Perencanaan dan Pengembangan SDM (PPSDM) secara teratur untuk menjadikan pusat pendidikan dan pelatihan yang unggul berbasis kompetensi dengan daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan pekerjaan saat ini dan masa depan. Program ini didukung oleh roadmap SDM yang mengatur pelaksanaan dan pembinaan

(23)

SDM di Perusahaan, mencakup manajemen pengembangan organisasi, pembelajaran dan pengembangan, manajemen talenta dan karier, hubungan industrial, manajemen kompensasi dan manfaat, serta sistem informasi sumber daya manusia.

1.2 Lingkup Unit Kerja Praktik A. Lokasi Unit Kerja Praktik

Kerja praktik dilaksanakan pada PT. Pupuk Kujang Cikampek, pada unit kerja Operasional Sumber Daya Manusia yang berlokasi di Jl. Jalan Jendral Ahmad Yani No.39, Kalihurip, Kec. Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

B. Lingkup Penugasan

Penempatan di Departemen Operasional Sumber Daya Manusia yang diawasi oleh Bapak Yusman selaku SVP (Senior Vice President) Melibatkan serangkaian tugas yang mencakup mengecek SPPD, mengarsip data Tenaga Kerja Non Organik (TKNO), mengarsip dan mengecek tagihan, mengecek dan merekapitulasi surat perintah lembur, menginput lemburan, serta mengecek LOI (Letter Of Intent) menggunakan website Demplon, dan SIO Manajemen PT. Pupuk Kujang Cikampek.

C. Rencana Penjadwalan Kerja

Hari Kerja Senin – Jumat

Jam Kerja 07.00 s.d. 16.30

Tanggal Mulai Kerja Praktik 1 Juli 2024 Tanggal Berakhir Kerja Praktik 9 Agustus 2024

Tabel 1 Rencana dan Penjadwalan Kerja Sumber: Olahan Penulis

(24)

BAB II

KAJIAN TEORITIS 2.1 Konsep Dasar Lembur

Jam kerja lembur adalah waktu kerja tambahan di luar jam kerja normal, yang umumnya adalah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Dalam jangka pendek, lembur dapat membantu mempercepat penyelesaian proyek. Namun, dalam jangka panjang, lembur dapat memiliki dampak negatif, seperti kelelahan berlebihan pada pekerja, penurunan produktivitas, masalah keselamatan kerja, dan peningkatan ketidakhadiran pekerja karena sakit. Penelitian ini bertujuan

(25)

untuk mengetahui pengaruh jam kerja lembur terhadap produktivitas tenaga kerja konstruksi serta dampak penurunan produktivitas terhadap kenaikan upah tenaga kerja.

2.2 Peraturan dan Kebijakan Lembur 2.3 Tenaga Kerja Non Organik (TKNO) 2.4 Proses Verifikasi Lemburan

2.5 Optimalisasi Proses Verifikasi 2.6 Studi Kasus dan Best Practices

BAB III

AKTIVITAS PENUGASAN KERJA PRAKTIK

3.1

Referensi

Dokumen terkait

untuk mengetahui perencanaan program Corporate Social Responsibility PT Pupuk Kujang yaitu Workshop Service Printer , mengetahui pelaksanaan program tersebut,

Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada kajian proses produksi pengemasan pupuk urea pada pabrik 1B Kujang dan pengendalian mutu yang diterapkan pada kegiatan pengemasan produk

Pelaksanaan Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Pupuk Kujang dilakukan secara berkelanjutan disemua aspek kegiatan, dengan tujuan agar K3 membudaya di

Curahan Tenaga Kerja TKDK dan TKLK Pada Tiap Tahap Kegiatan Usahatani Padi Non Organik Per Petani di Desa Lubuk Bayas Musim Tanam Maret-Juli, Tahun 2015. Curahan Tenaga Kerja TKDK

Harley Hutagaol (110304105 / Agribisnis) dengan judul skripsi “ANALISIS KOMPARASI PENGGUNAAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA USAHATANI PADI ORGANIK DAN PADI NON ORGANIK Di DESA

development dalam perolehan Proper Hijau di PT Pupuk Kujang, dapat ditarik.. kesimpulan sebagai

Permasalahan yang sering terjadi pada pompa tipe sentrifugal yang ada di PT Pupuk Kujang cikampek adalah Mechanica seal yang bocor yang dapat mempengaruhi

KETERSEDIAN NITROGEN DAN C-ORGANIK PUPUK KOMPOS ASAL KULIT PISANG GOROHO MELALUI OPTIMALISASI UJI KERJA KULTUR BAL 1 KETERSEDIAN NITROGEN DAN C-ORGANIK PUPUK KOMPOS ASAL KULIT