• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pancakaki sebagai Kekuatan Sosial Masyarakat Sunda

N/A
N/A
Siti Ainun

Academic year: 2024

Membagikan "Pancakaki sebagai Kekuatan Sosial Masyarakat Sunda"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pancakaki sebagai Kekuatan Sosial Masyarakat Sunda

Drs. Apip Ruhamdani, M.Pd.

(2)

PANCAKAKI SEBAGAI KEKUATAN SOSIAL MASYARAKAT SUNDA

Menurut Kamus Basa Sunda karya R. Satjadibrata , pancakaki bermakna sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan.

Pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah, dan vertikal. Yaitu 1) Kolot, 2) embah, 3) buyut 4) bao,

5) janggawareng, 6) udeg-udeg dan 7) gantung siwur.

Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak .

Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan seterusnya.

(3)

Dalam Kamus Umum Basa Sunda (KUBS) pancakaki mengandung dua makna.

Pertama, hubungan seseorang dengan orang lain yang sekeluarga atau yang masih bersaudara. Contohnya, ibu, ayah, nenek, kakek, paman, bibi, anak, cucu, buyut, keponakan,.

Kedua, menyelusuri hubungan kekerabatan. merupakan makna tambahan dengan memasukkan perbuatan menyelusuri hubungan kekerabatan, seperti dalam contoh kalimat, "Cing urang pancakaki heula, perenah kumaha saenyana Ujang jeung Emang teh?"

(4)

 Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan silsilah.

 Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan, seperti A berputra B, B berputra C. beserta cabang-cabangnya, biasa digambarkan dalam bentuk pohon.

 Makna silsilah daftar asal-usul,

uraian keturunan .

(5)

Dari rumusan-rumusan di atas tampak adanya persamaan dan perbedaan antara makna pancakaki dengan makna sajarah dan silsilah.

Persamaannya terletak pada semuanya bertalian dengan masalah hubungan

kekerabatan atau kekeluargaan.

Perbedaannya terletak pada penekanan

hubungan kekerabatan yang dilambangkan dengan istilah-istilah tertentu bagi makna

pancakaki. Sedangkan makna sajarah, silsilah, terletak pada penekanan asal-usul (ke atas)

dan keturunan (ke bawah) serta gambaran

hubungan kekerabatan atau tali persaudaraan.

(6)

Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluarga dalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. Hal itu bukan hanya tercermin dari adanya istilah atau sebutan bagi setiap tingkat hubungan itu yang langsung dan vertikal (bao, buyut, aki, bapa, anak, incu) maupun yang tidak langsung dan horisontal (dulur, dulur misan, besan), melainkan juga berdampak kepada masalah ketertiban dan kerukunan sosial. Bapa/indung, aki/nini, buyut, bao menempati kedudukan lebih tinggi dalam struktur hubungan kekerabatan (pancakaki) daripada anak, incu, alo, suan. Begitu pula lanceuk (kakak) lebih tinggi dari adi (adik), ua lebih tinggi dari paman/bibi.

(7)

Hubungan kekerabatan seseorang

dengan orang lain akan menentukan

kedudukan seseorang dalam struktur

kekerabatan keluarga besarnya,

menentukan bentuk hormat

menghormati, harga menghargai,

kerjasama, dan saling menolong di

antara sesamanya, serta menentukan

kemungkinan terjadi-tidaknya

pernikahan di antara anggota-

anggotanya guna membentuk

keluarga inti baru.

(8)

Pancakaki dapat pula digunakan

sebagai media pendekatan oleh

seseorang untuk mengatasi kesulitan

yang sedang dihadapinya. Dalam

hubungan ini yang lebih tinggi derajat

pancakaki-nya hendaknya dihormati

oleh yang lebih rendah, melebihi dari

yang sama dan lebih rendah derajat

pancakaki-nya.

(9)

Betapa pentingnya kedudukan pancakaki dalam masyarakat Sunda, sampai-sampai pada zaman sekarang pun orang Sunda masih biasa melakukan pancakaki dalam kehidupan sehari-hari pada tiga jenis peristiwa berikut:

(1) Pertemuan antara orang Sunda yang sebelumnya sudah saling mengenal atau pernah berkenalan.

(2) Pertemuan antara orang Sunda yang baru berkenalan.

(3) Pertemuan antara dua pihak orang Sunda dalam proses pernikahan salah seorang anggotanya masing-masing

(10)

Bahkan jika ternyata di antara mereka

tidak memiliki hubungan kekerabatan

(darah), maka pembicaraan dilanjutkan

dengan mencari pertalian hubungan lain,

seperti melalui kenalan, tetangga, teman

sekolah, teman bekerja, dan lain-lain

yang sama-sama dikenal oleh mereka.

(11)

Pancakaki menempati kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Sunda.

Pancakaki memiliki fungsi individual dan sosial yang bervariasi pada setiap zaman, seperti untuk memperoleh

 Legitimasi kekuasaan

 Mempertinggi derajat dan martabat seseorang.

 Memperoleh dan mempertahankan jabatan dalam pemerintahan.

 Melakukan pendekatan dalam hubungan keluarga, pernikahan, dan sosial budaya lainnya

(12)

Pancakaki mencerminkan gambaran bahwa tata kehidupan orang Sunda berdasarkan kepada asas kekeluargaan yang ingin menempatkan setiap anggota keluarganya dalam hubungan pancakaki-nya

Dengan hubungan yang jelas tempatnya dalam struktur kekerabatan mereka, di samping akan terbentuk dan terbina suasana rukun dan damai, juga terbentuk dan terbina suasana tertib dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mereka akan menempatkan diri pada kedudukan hubungan pancakaki masing-masing serta menghormati dan menghargai sesamanya sesuai dengan tingkat hubungan pancakaki-nya.

Referensi

Dokumen terkait

Orang Sunda Lama mempercayai Dewi Pohaci mampu menyuburkan benih pada yang mereka tanam, maka dari itu orang Sunda Lama kerap kali mengadakan upaca

Pengajaran nilai budaya dalam perilaku masyarakat Sunda melalui media komik menjadi penting untuk diangkat ke dalam topik Tugas Akhir karena perilaku yang

Suku Sunda memiliki kharakteristik yang unik yang membedakannya dengan masyarakat suku lain.Kekharakteristikannya itu tercermin dari kebudayaan yang dimilikinya

suku terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa, memiliki sistem kepercayaan awal yang unik yang tercermin dalam agama Sunda Wiwitan yang dianut dan lestari pada

Hasil penelitian ini, diperoleh bahwa keberagamaan yang berkembang pada masyarakat kasepuhan Sunda didasari oleh pengaruh kebudayaan Sunda buhun/wiwitan dan juga

Secara umum pendidikan diperoleh dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting

Di desa Nusa Makmur, ketika masyarakat Jawa dan Sunda tinggal secara bersama-sama, ada sebagian dari mereka tetap mempertahankan untuk tidak menikahi orang dari suku lain

Latar belakang pekerjaan orang tua, masyarakat Suku Sunda menempatkan posisi pekerjaan sebagai buruh tani, supir, dan tukang muat sawit, tidak jarang mereka mengalami krisis keuangan