PANDANGAN TOKOH AGAMA TENTANG JUAL BELI PARFUM BERALKOHOL MEREK (Victoria dan Lilian Ashley Musk )
DI KECAMATAN MATARAM KOTA MATARAM
OLEH
DESI RAHMAWATI (160201087)
PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH (MUAMALAH) FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM
2020
i
PANDANGAN TOKOH AGAMA TENTANG JUAL BELI PARFUM BERALKOHOL MEREK (Victoria dan Lilian Ashley Musk )
DI KECAMATAN MATARAM KOTA MATARAM Sripsi
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Hukum
OLEH
DESI RAHMAWATI (160201087)
PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH (MUAMALAH) FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM
2020
ii
iii
v
vi MOTO
ٌَُٕكَت ٌَْأ َّلاِإ ِمِطبَجْنبِث ْىُكٍََُْث ْىُكَنا َْٕيَأ إُهُكْأَت لا إَُُيآ ٌٍَِرَّنا بٌََُّٓأ بٌَ
ْىُكُِْي ٍضا َسَت ٍَْع ًح َزبَجِت
1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.”
1 QS an-Nisa [4]: 29
vii
PERSEMBAHAN
“Karya sederhana ini kupersembahkan kepada: Untuk kedua orangtua ku tercinta (Usman dan Wahida) yang dengan penuh perjuangan dan pengorbanan telah diberikan kepada penulis, baik segi moril dan materil, serta sabar dan semangat dari beliau terus diberikan kepada penulis, dan selalu mendoakan penulis sehingga menyelesaikan tugas akhir ini.
Untuk kakak ku (Ahsan) dan adik-adikku (Arniati dan Muhammad alfariz) tersayang, yang selalu mensuport dan terus memberikan semangat.
Untuk kedua sepupuku tercinta (Mita Sayuti dan Leni Karlina) yang tiada hentinya terus memberikan masukan serta semangat yang luar biasa.
Untuk sahabat-sahabat ku tersayang, Ayu Indrian, Rizka Nuarmawaddah, Hikmah Meilina Aulia, Sarina Iswati, Syahrul gunawan dan Muhammad Lutfin, yang selalu ada dan menghibur disetiap saat. Dan yang terakhir untuk sang idolaku BTS yang selalu menghibur dan menemani lewat layar telepon”.
viii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabb Al-„amiin. Segala puja dan puji syukur penulis panjatkan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala atas segala kerunia dan petunjuk sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shlawat dan salam semoga senantiasa tercurahh kepada junjungan alam Nabi Muhammad saw.
Penyusun skipsi ini adalah salah stu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum (SH) pada Faskultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dengan berbagai upaya dan kerja keras selama ini untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Padangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram” akan selalu penulis kenang. Dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu dan memberikan saran, tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih yang tak tehingga kepada yang terhormat:
1. Pembimbing I Bapak Zaenudin Mansyur, M.Ag dan Pembimbing II ibu Nisfawati Laili Jalilah, MH atas waktu, masukan dan sarannya selama ini yang tanpa henti diberikan kepada penulis hingga skripsi ini selesai. Dan para dosen penguji pada saat proposal ataupun skripsi.
2. Bapak Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang telah membantu menyediakan saran dan prasarana bagi penulis dalam menuntut ilmu dan menyelesaikan skripsi.
ix
x DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN ... ii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii
PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN ... v
HALAMAN MOTO ... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii
KETA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
ABSTRAK ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 4
1. Bagi Penulis ... 4
2. Bagi Akademik ... 5
3. Bagi Objek Penelitian ... 5
E. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 5
1. Ruang Lingkup Penelitian ... 5
2. Setting Penelitian ... 5
F. Telaah Pustaka ... 6
G. Kerangka Teori ... 10
1. Pandangan Tokoh Agama ... 10
2. Jual Beli ... 11
a) Definisi Jual Beli ... 13
b) Dasar Hukum Jual Beli ... 14
c) Rukun dan Syarat Jual Beli ... 16
xi
d) Barang yang Haram Diperjualbelikan ... 19
e) Barang Yang Halal Diperjualbelikan ... 20
3. Jual Beli Parfum Beralkohol ... 20
a) Alkohol 97% ... 21
b) Alkohol Absolute ... 21
H. Metode Penelitian ... 24
1. Pendekatan Penelitian ... 25
2. Kehadiran Peneliti ... 26
3. Lokasi Penelitian ... 26
4. Sumber data ... 26
a) Sumber Data Perimer ... 27
b) Sumber Data Sekunder ... 27
5. Teknik Pengumpulan Data ... 27
a) Metode Observasi ... 27
b) Metode Wawancara ... 28
c) Metode Dokumentasi ... 29
6. Teknik Analisis Data ... 30
7. Keabsahan Data ... 31
a) Triangulasi ... 31
b) Menambah Waktu Penelitian ... 31
c) Diskusi Dengan Teman Sejawat ... 32
I. Sistematika Pembahasan ... 32
a. Bab I Pendahuluan ... 32
b. Bab II Paparan dan Temuan ... 32
c. Bab II Analisis ... 32
d. Bab IV Penutup ... 33
BAB II PAPARAN DAN TEMUAN ... 34
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitiann ... 34
1. Sejarah Toko Parfumm di Kecamatan Mataram Kota Mataram .. 34
a) Sejarah Toko Parfum HK ... 34
b) Sejarah Toko Parfum DP ... 34
xii
c) Sejarah Toko Parfum RJ ... 35
d) Sejarah Toko Parfum ATP ... 35
e) Sejarah Toko Parfum BP ... 36
2. Letak Geografis ... 36
3. Keadaan Sarana dan Prasarana ... 37
4. Jenis Barang (Produk) ... 38
B. Praktik Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram ... 40
C. Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram ... 47
1. Pandangan Tokoh Agama Yang Tidak Membolehkan ... 47
2. Pandangan Tokoh Agama Yang Membolehkan ... 48
BAB III PEMBAHASAN ... 50
A. Analisis Jual Beli Parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram ... 50
B. Analisis Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram ... 53
1. Pandangan Tokoh Agama Yang Tidak Membolehkan ... 53
2. Pandangan Tokoh Agama Yang Membolehkan ... 54
BAB IV PENUTUP ... 57
A. Kesimpulan ... 57
B. Saran-saran ... 59 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
xiii
PANDANGAN TOKOH AGAMA TENTANG JUAL BELI PARFUM BERALKOHOL MEREK (Victoria dan Lilian Ashley Musk) DI
KECAMATAN MATARAM KOTA MATARAM OLEH
DESI RAHMAWATI NIM. 160201087
ABSTRAK
Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram ini merupakan tema penelitian yang diangkat dalam skripsi ini, dimana fokus penelitian adalah Bagaimana Praktik Jual Beli Parfum Beralkohol dan Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual beli Parfum Beralkohol Merek Victoria dan Lilian Ashley Musk di Kecamatan Mataram Kota Mataram.
Kemudian metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriADif, selain itu sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Sedangkan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan, yang diantaranya teknik wawancara, observasi, dam dokumentasi. Sedangkang analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif induktif, dengan pembahasan sumber data dan triangulasi pada validasi datanya.
Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli parfum merek Victoria dan Lilian Ashley Musk sudah dilakukan dengan benar dari segi akad sedangkan dari segi syarat belum terpenuhi.
Pandangan tokoh agama tentang praktik jual beli parfum beralkohol ini terdapat dua pendapat yaitu pertama yang tidak membolehkan dengan alasan alkohol sama dengan khamr dan kedua yang membolehkan dengan syarat alkohol yang digunakan harus di bawah 50%, alasanya karena tidak ada zat lain yang bisa dijadikan solfent untu bibit parfum.
Kata kunci: Tokoh Agama, parfum beralkohol, Parfum Merek Victoria dan Lilian Ashley Musk
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Muamalah adalah salah satu dari hukum Islam yang mengatur beberapa hal yang berhubungan secara langsung dengan tata cara hidup antara manusia dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat sangat banyak melakukan bisnis antara yang satu dengan yang lainya, dari kebanyakan transaksi yang dilakukan di dalam lingkungan masyarakat, tidak sedikit masyarakat yang melakukan praktik jual beli parfum beralkohol .
Banyak ditemukan di kota Mataram Pedagang parfum beralkohol, ada yang menjual dengan cara isi ulang dan secara botolan langsung. Dalam penelitian ini peneliti secara khusus meneliti dua jenis parfum beralkohol yaitu parfum Victoria dan Lilian Ashley Musk. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti Victoria adalah jenis perfume yang memiliki konsentrasi wangi yang tinggi namun memiliki ketahan wangi yang tidak lama yaitu bertahan hanya 2-3 jam saja yang artinya alkohol yang terkandung dalam parfum ini tinggi yaitu 70%. Lilian Ashley Musk adalah jenis parfum yang mengandung sekitar 5-15% minyak parfum dan wanginya hanya bertahan 7 jam saja yang artinya alkohol yang terkandung dalam parfum ini yaitu 65%.
Hasil wawancara awal peneliti di dua toko parfum kota mataram yaitu toko parfum toko HK dan BP, kedua toko parfum ini menggunakan jenis alkohol yang berbeda dan kadar alkohol yang bebeda. Toko parfum HK
menggunakan alkohoh jenis dennat dan kadar alkohol yang digunakan yaitu 35:65, sedangkan toko parfum BP menggunakan alkohol jenis ethanol dan kadar alkholnya yaitu 40:60.2
Penggunaan Parfum beralkohol dalam Islam hukumnya tidak boleh digunakan apabila kadarnya melebihi 50% karena akan menimbulkan efek samping pada pemakainya yaitu memabukkan yang dimana dalam Islam zat yang memabukkan tidak diperbolehkan dan jika timbul hal yang memabukkan wajib ditinggalkan. Dalam hal ini kaidah yang berlaku adalah
“sesuatu yang menyebabkan mabuk adalah haram, baik yang banyak ataupun sedikit”. 3
Sebagaimana juga sabda Rasulullah SAW: “sesuatu yang (dalam jumlah) banyak dapat memabukkan, maka (dalam jumlah) sedikitnya pun haram hukumnya”. (HR. Ibnu Majjah)
Parfum beralkohol dengan kadar alkohol yang tinggi adalah haram, dan jika haram hukumnya maka memproduksi dan menjual belikanya pun ikut haram. Untuk parfum yang masuk dalam kategori haram tidak boleh diperjual belikan. Karena secara umum terkena larangan berdasarkan firman Allah SWT dalam surah al-maidah ayat 2 dan juga sabda Rasulullah SAW:
“Allah melaknat sepuluh (orang) dalam perkara Khamr: yang meminum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, dan pembelinya dan seterusnya”4.
2 Toko Parfum HK dan BP, Wawancara, Mataram Rabu 18 November 2020
3 Eramuslim, “Hukum Parfum Alkohol Dalam Islam, https://m.eramuslimin.com”, 9 Desember 2019, Pukul 19.49
4 Abdul Rahman Ghazaly dkk, Fiqh Muamlah, (Prenada Media Group Jakarta, 2010), h.
81
Selain dari timbulnya efek yang memabukkan parfum yang mengandung alkohol tinggi dapat membehayakan kesehatan pada kulit dan
mata, ungkapan dari bapak Dra Sjamsuliani menjelaskan bahaya penggunaan alkohol jenis methanol dalam parfum kalaupun menggunakan campuran alkohol jenis lain seperti ethanol bisanya hanya 40% saja.5
Hasil wawancara awal peneliti dengan beberapa Tokoh Agama yang ada di kota mataram yaitu Bapak Dzikrul Hamdi, Lc. Mengatakan bahwa:
“Parfum beralkohol tidak haram apabila kadar yang terkadung di dalamnya tidak melebihi dari ketentuan, menurut saya baik pengguna ataupun penjual lebih baik untuk berhati-hati”.6
Pendapat lain dari Ustadzah Siti Ahdina beliau mengatakan bahwa “Pebenarnya parfum beralkohol ini tidaklah najis, namun haram jadi artinya bisa dipakai, namun kembali lagi pada kadar alkohol yang terkandung di dalamnya jika kadarnya tinggi dan bisa menjadi mudarat bagi si pemakai lebih baik di hindari dan semoga ada kesadaran juga dari para pihak penjualnya, saya sendiri memakai parfum yang non-alkohol”.7
Dari pemaparan latar belakang di atas parfum beralkohol tinggi dilarang dalam Islam karena akan menimbulkan efek samping pada pemakainya yaitu memabukkan. Jadi Dengan maraknya penjualan parfum beralkohol tinggi di kota Mataram sehingga peneliti tertarik untuk mengangkat judul dengan Pandangan Tokoh Agama Tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) Studi Kasus di Kecamatan Mataram Kota Mataram.
B. Rumusan Masalah
5 Serambinews, “Bahaya parfum Alkohol Tinggi, https://aceh. Tribunnews.com”. 9 Desember 2019
6Ustad Dzikrul Hamdi, Wawancara, Pagesangan Indah, 22 Maret2020.
7 Ustadzah Siti Ahdina, Wawancara, Punia, 22 Maret 2020.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan merumuskan beberapa pokok masalah yang akan menjadi pembahasan dalam proposal ini, pokok permasalahan tersebut adalah:
1. Bagaimana praktik Jual beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram?
2. Bagaimana Pendapat Tokoh Agama di Kecamatan Mataram Kota Mataram tentang jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk)?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menjelaskan praktik Jual beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram
2. Untuk mengetahui Pandangan Tokoh Agama di Kecamatan Mataram Kota mataram tentang jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk)
D. Manfaat Penelitian
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi Penulis
a. Penelitian ini untuk memenuhi satu syarat guna mencapai gelar sarjana pada Fakultas Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
b. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sarana penulis dalam mempraktekkan ilmu-ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
2. Bagi Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan baik secara teori maupun secara praktis dan dijadikan salah satu bahan referensi dan rujukan bagi penelitian-penelitian selanjutnya.
3. Bagi Objek Penelitian
Penelitian diharapkan dapat menjadi penilaian bagi masyarakat bahwa parfum alkohol yang mengandung bahan yang berbahaya yang tidak dapat digunakan karena lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya.
E. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup
Berangkat dari konteks penelitian di atas, agar penelitian ini lebih terarah dengan baik, maka masalah yang akan dijadikan pokok bahasan dalam penelitian ini yaitu mencakup praktik jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) dan pandangan Anggota Tokoh Agama di Kecamatan Kota Mataram Kota Mataram tentang jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk).
2. Setting Penelitian
Peneliti mengambil lokasi dalam penelitian ini yaitu di Kecamatan Mataram kota Mataram, adapun alasan peneliti melakukan penelitian di lokasi ini karena maraknya penjualan parfum yang beralkohol tinggi di kota mataram sehingga peneliti merasa akan memperoleh data yang cukup.
Penelitian terhadap jual beli parfum beralkohol ini sangat penting, pentingnya penelitian ini bukan hanya sebatas keilmuan, tetapi untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang melakukan jual beli parfum beralkohol, dan memberikan cara-cara yang sah menurut ajaran Islam. Atas dasar inilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait hal-hal yang telah disebutkan di atas guna memberikan pengetahuan untuk peneliti maupun masyarakat.
F. Telaah Pustaka
Studi pustaka perlu dilakukan untuk menguasai teori yang relevan dengan topik atau masalah penelitian dan rencana model analisis yang dipakai. Dalam hal ini penulis mengetahui hal-hal apa yang telah diteliti dan yang belum diteliti sehingga tidak terjadi duplikasi penelitian. Pembahasan mengenai jual beli, baik dalam bentuk karya ilmiah, maupun skripsi yang membahas tentang jual beli sangat banyak namun sudut pandang yang digunakan terdapat perbedaan.
Berdasarkan hasil telaah pustaka, peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang dapat dijadikan referensi dan pertimbangan, yaitu:
1. Siti Rifaah, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemakaian Parfum Beralkohol.” (Analisis atas Pendapat KH. Abdul Wahab Khafidz dan Ustadz Sulakhan di Pondok Pesantren Putri Al-Irsyad Kauman Kabupaten Rembang) dalam skripsi ini dikemukakan bahwa KH Wahab Khafdz secara tegas mengharamkan pemakaian parfum beralkohol baik santri dan santriwan dalam lingkungan pondok pesantren. Dengan alasan yang paling mendasar selain kenajisan yang ditimbulkan dari alkohol yang terkandung dalam parfum beralkohol, di samping itu bahaya fitnah parfum beralkohol jika dipakai santri, agar tak menarik lawan jenis untuk menikmati harum akibat parfum beralkohol yang serba modern saat ini.
Sedangkan skripsi yang penulis kaji berbeda dengan penjelasan skripsi di atas yang dimana skripsi yang ditulis oleh Siti Rifaah memfokuskan pada larangan pemakaian parfum beralkohol oleh kiai di sekitaran pondok karena mengandung zat yang Nazis sedangkan skripsi yang penulis kaji lebih memfokuskan tentang Pandangan tokoh Agama tentang jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram.8
2. Safwatil Qirom. “Tinjuan Fiqh Muamalah tentang kewajiban pelaku usaha memberikan informasi pada konsumen dalam jual beli parfum isi ulang di toko perfume Kecamatan Mataram Kota Mataram.” Hasil penelitian skripsi di kemukakan bahwa kewajiban pelaku usaha dalam memberikan informasi pada konsumen dalam jual beli parfum isi ulang
8 Siti Rifaah, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemakaian Parfum Beralkohol, (skripsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2012)
sebagian diberikan informasi secara lisan, dan tidak ada informasi secara tertulis pada kemasan produk parfum isi ulangnya, secara konsep fiqh muamalah prinsip kerelaan pada jual beli parfum isi ulang secara sepenuhnya tidak dipraktikkan dalam memberikan informasi produk dan adanya akibat hukum yang meningkat. Perbedaan skripsi ini dengan skripsi peneliti yaitu peneliti membahas tentang larangan jual beli parfum beralkohol yang kadarnya mencapai di atas 50% dan membahas tentang analisis bagaimana pandangan tokoh agama tentang jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram.9
3. Sally Ramadani. “Hukum Penggunaan Alkohol sebagai pelarut (Solvet) dalam obat batuk ditinjau dari hadist Nabi.” Kesimpulan dari skripsi dikemukakan dari sekian banyak hadis yang di bahas dalam skripsi ini tidak ada satupun hadis yang membahas secara eksplisit tentang senyawa alkohol yang berada dalam obat batuk. Meskipun pada kenyataanya adalah kandungan utama dari khamr sehingga minuman tersebut dapat menyebabkan pengkonsumsi menjadi mabuk. Namun alkohol jika dipisahkan dari khamr ia merupakan suatu hal berbeda karena susunan partikel dan cara pembuatannya yang berbeda. Ditinjau dari segi hadist nabi Muhammad SAW, alkohol yang terkandung dalam obat batuk hukumnya adalah boleh (Mubah), karena pada dasarnya hadis nabi tentang khamar yang dilarang adalah pada konteks minuman yang telah
9 Safwatil Qirom, Tinjuan Fiqih Muamalah Tentang Kewajiban Pelaku Usaha Memberikan Infomasi Produk Pada Konsumen Dalam Jual Beli Pafum Isi Ulang di Toko Parfum Kecamatan Mataram Kota Mataram, (Skripsi, UIN Mataram, 2018)
mengandung unsur memabukkan, maka jika diminum dalam jumlah sedikit maupun banyak hukumnya adalah haram. Sedangkan dalam hal penggunaanya sebagai pelarut dalam obat batuk tidaklah demikian jika kadarnya tetap dalam batasan yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 1%. Sedangkan skripsi yang peneliti bahas yaitu tentang penggunaan alkohol sebagai bahan pelarut dalam parfum dan kadar penggunaanya yaitu tidak lebih dari 50% dalam skripsi yang peneliti teliti membahas tentang bagaimana pandangan tokoh agama tentang jual beli parfum alkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) sedangkan dalam skripsi Sally Ramadani membahas tentang bagaimana status hukum penggunaan alkohol dalam obat batuk sebagai pelarut dalam tinjuan hadis nabi.10
4. Jajang Nurjaman. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Jual beli parfum Beralkohol.” Dalam skripsi ini menyatakan bahwa parfum atau minyak wangi merupkan salah satu jenis kosmetik yang digandrung oleh manusia. Manusia, khususnya kaum wanita, memakai parfum agar terciADa kenyamanan dalam bergaul dengan manusia lainnya. Di samping itu, memakai parfum merupakan salah satu bentuk pe rbuatan yang dianjurkan Rasulullah SAW, terutama dalam melaksanakan ibadah.
Namun, dewasa ini sebagian besar parfum yang diperjualbelikan di pasaran mengandung alkohol yang digunakan sebagai pelarut (solvet).
Padahal dalam hukum islam, alkohol merupakan salah satu zat yang
10 Sally Ramadani, Hukum Penggunaan Alkohol Sebagai Pelarut (solvet) Dalam Obat Batuk ditinjau Dari Hadist Nabi, (Skripsi, UIN Alaudiin Makasar, 2018)
diharamkan Karena efek yang ditimbulkannya. Sedangkan skripsi yang peneliti kaji yaitu bagaimana pandangan tokoh agama terkait dengan jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk), perbedaannya juga dengan skripsi yang ditulis oleh Jajang Nurjaman ini yaitu metode penelitian yang digunakan yaitu telaah pustaka (library research) sedangkan peneliti menggunakan metode Kualitatif atau penelitian lapangan.11
G. Kerangka Teori
1. Pandangan Tokoh Agama
Di dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia Modern dijelaskan bahwa: “pandangan adalah hasil perbuatan memandang (memperhatikan, melihat, dan sebagainya) benda/orang yang dipandang (disegani/yang dihormati, dan sebagainya) pengetahuan atau pendapat”.
Tokoh Agama/ ulama adalah seorang yang diberi gelar oleh masyarakat tertentu karena memiliki kualifikasi ilmu dan kesalehan yang melebihi ilmu dan kesalehan masyarakat yang lain, di dalam masyarakat Indonesia pemanggilan untuk orang yang memiliki kualifikasi ilmu dan kesalehan itu diberi gelar kiai (Jawa, bahkan nasional), ajeng (sunda), buya (Minangkabau), teuku (Aceh), dan Tuan Guru imam (Bima) begitupun dengan Lombok biasa memanggil tokoh agama dengan sebutan tuan guru, yang dapat dipandang sebagai individu yang memiliki
11 Jajang Nurjaman, Tinjuaun Hukum Islam Terhadap Jual Beli Parfum Beralkohol, (Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta, 2010)
daya gerak (inner dynamic) sehingga mampu mempengaruhi dan menggerakkan anggota masyarakat.12
Terkait dengan penelitian ini, peneliti ingin mengetahui pandangan tokoh agama dalam hal jual beli yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat sekitarnya. Terkait dengan teks judul di atas dapat di simpulakan bahwa pandangan tokoh agama adalah hasil memandang yang dilakukan oleh seorang yang berpengetahuan lebih untuk menafsirkan sesuatu yang terkait dengan amaliah atau perbuatan manusia.
2. Jual Beli
a. Definisi Jual Beli
Jual beli (al-bai‟) secara bahasa artinya memindahkan hak milik terhadap benda dengan akad saling mengganti, dikatakan ( بٍسٍسا عبث ) jika dia mengeluarkannya dari hak “miliknya, dan ّعث jika dia membelinya dan memasukkannya ke dalam hak miliknya, dan ini masuk dalam kategori nama-nama yang memiliki lawan kata jika disebut ia mengandung makna dan lawannya seperti perkataan al-qir‟
yang berart haid dan suci. Demikian juga dengan perkataan syara‟
artinya mengambil dan syara yang berarti menjual. Allah SWT berfirman: dan mereka menjualnya dengan harga yang sedikit, artinya mereka menjual Yusuf, karena masing-masing pihak telah mengambil ganti dan memberi ganti, yang satu sebagai penjual
12 Cik Hasan Bisri, Model Penelitian Fiqih, (Bogor: Kencana, 2003), h. 140
dengan yang ia beri dan pembeli dengan apa yang ia ambil, maka kedua nama ini layak untuk dijadikan sebagai sebutannya.
Adapun makna bai‟ (jual beli) menurut istilah ada beberapa definisi dan yang paling bagus adalah definisi yang disebutkan oleh Syaikh Al-Qalyubi dalam hasyiyah-nya bahwa, akad saling mengganti harta yang berakibat kepada kepemilikan terhadap satu benda atau manfaat untuk tempo waktu selamanya dan bukan untuk bertaqarrub kepada Allah SWT.13
Jual Beli adalah menukar suatu barang dengan barang lain, dan uang sebagai alat pembayaran (akad). Kegiatan ini merupakan salah satu cara manusia mencari rezeki yang halal menurut agama, mencari rizeki merupakan usaha yang disuruh oleh agama. Oleh karena itu, manusia harus berusaha memenuhi kebutuhan mereka di dunia. Tidak dibenarkan manusia hanya hidup berpangku tangan, apalagi meminta-minta. Ajaran Islam menyatakan bahwa tangan di atas (memberi) adalah lebih baik daripada tangan di bawah (yang diberi).
Jual beli diperbolehkan dalam agama Islam asal dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Islam.14
Sebagaimana firman Allah SWT:
13 Abdul Aziz Muhammad Azzam, Fiqh Muamalat sistem tansaksi dalam fiqh Islam, (Amzah, 2014), h. 23-24
14 Amir Syarifuddin, Garis-garis Besar Fiqh, (Kencana Prenada Media Group Jakarta, 2003), h. 193
ٌَُٕهْتٌَ ٌٍَِرَّنا ٌَِّإ ْىُْبَُْق َش َز بًَِّي إُقَفََْأ َٔ َح َلََّصنا إُيبَقَأ َٔ ِ َّاللَّ َةبَتِك
َزُٕجَت ٍَْن ًح َزبَجِت ٌَُٕج ْسٌَ ًخٍََِ َلََع َٔ ا ًّسِس
15
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah SWT dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kamu anugerahkan kepada mereka dengan diam- diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Qs fatir (35):29
Secara umum para fuqaha mendefinisikan jual beli sebagai kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Tukar menukar barang ini pada masa awal sebelum ditemukan uang dinamakan barter. Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan alat tukar uang berupa setiap baran dinilai dengan sejumlah uang.
Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual.16
Dari berbagai pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jual beli adalah memberikan sesuatu benda untuk dimiliki dengan mendapatkan ganti sebagai imbalan, yang dibangun atas dasar saling rela dengan cara yang dibenarkan oleh agama.
b. Dasar Hukum Jual Beli
Jual beli sebagai sarana tolong-menolong antara sesama umat manusia mempunyai landasan yang kuat dalam Al-Quran dan sunah
15 QS Fatir [35]: 29.
16 Muhammad Harfin Zuhdi, Muqaranah Fiqh Muamalah, (Sanabil Cakranegara Mataram, 2017), h. 88
Rasulullah SAW.17 Terdapat beberapa ayat Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW. yang berbicara tentang jual beli, antara lain:
1) Surah al-Baqarah ayat 275:
َحَأ َٔ
بَث ِّسنا َو َّسَح َٔ َعٍَْجْنا ُ َّاللَّ َّم
18
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS.aAl-Baqarah: 275)
2) Surah al-Baqarah ayat 198:
ْىُكِّث َز ٍِْي ًلَْضَف إُغَتْجَت ٌَْأ ٌحبَُُج ْىُكٍَْهَع َسٍَْن
19
“tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari tuhanmu.” (QS. al-Baqarah: 198)
3) Surah an-Nisa‟ ayat 29:
ْىُكُِْي ٍضا َسَت ٍَْع ًح َزبَجِت ٌَُٕكَت ٌَْأ َّلاِإ
20
“...kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.” (QS. An-Nisa‟: 29)
Dasar hukum jual beli berdasarkan sunah Rasulullah SAW, Hadis yang diriwayatkan oleh Rifa‟ah ibn Rai‟:
ٍَِّْهَع ُ َّاللَّ ىَّهَص ًَِّجَُّنا ٌََّأ { َُُّْع ُ َّاللَّ ًَ ِض َز ٍعِفا َز ٍِْث َخَعبَف ِز ٍَْع ا ُّيَأ : َمِئُس َىَّهَس َٔ
َلبَق ؟ ُتٍَْطَأ ِتْسَكْن : ُّمُك َٔ ، ِِِدٍَِث ِمُج َّسنا ُمًََع ىِكبَحْنا َُّحَّحَص َٔ ُزا َّصَجْنا ُِا َٔ َز } ٍزٔ ُسْجَي ٍعٍَْث
Dari Rifa‟ah bin Rafi‟, nabi pernah ditanya mengenai pekerjaan apa yang paling baik. Jawaban Nabi, “kerja dengan tangan dan semua jual beli yang diberkati”. (HR. Al-Bazzar dan Al-Hakim)
c. Rukun dan Syarat Jual Beli
17 Abdul Rahman Ghazaly dkk, Fiqh Muamlah, (Prenada Media Group Jakarta, 2010), h. 68
18 QS al-Baqarah [2]: 275.
19 QS al-Baqarah [2]: 198.
20 QS an-Nisa [4]: 29.
Jual beli mempunyai rukun dan syarat yang harus dipenuhi sehingga jual beli itu dapat dikatakan sah oleh syara‟. Dalam menentukan rukun jual beli terdapat ulama Hanafiyah dengan Jumhur Ulama.
Rukun jual beli menurut ulama Hanafiyah hanya satu, yaitu ijab (ungkapan membeli dari pembeli) dan Kabul (ungkapan menjual dari penjual). Menurut mereka, yang menjadi rukun dalam jual beli itu hanyalah kerelaan (rida/taradhi) kedua belah pihak untuk melakukan transaksi jual beli. Akan tetapi, karena unsur kerelaan itu merupakan unsur hati yang sulit untuk dihindari sehinga tidak kelihatan, maka diperlukan indikasi yang menunjukkan kerelaan kedua belah pihak yang melakukan transaksi jual beli menurut mereka boleh tergambar dalam ijab dan Kabul, atau melalui cara saling memberikan barang dan harga barang (ta‟athi).
Akan tetapi, jumhur ulama menyatakan bahwa rukun jual beli itu ada empat, yaitu:21
1) Ada orang yang berakad atau al-muta‟aqidian (penjual dan pembeli)
2) Ada shighat (lafal ijab dan Kabul) 3) Ada barang yang dibeli
4) Ada nilai tukar pengganti barang.
21 Ibid., h. 71
Ulama fiqih sepakat menyatakan bahwa urusan utama dalam jual beli adalah kerelaan kedua belah pihak. Kerelaan ini dapat terlihat pada saat akad berlangsung. Ijab merupakan pernyataan yang diucapkan oleh penjual dan kabul merupakan pernyataan menerima dari pembeli. Ijab kabul harus diungkapkan secara jelas dalam transaksi yang bersifat mengikat kedua belah pihak, seperti akad jual beli dan sewa-menyewa.
Para Ulama fiqih menyatakan bahwa jual beli dapat dikatakan sah apabila terpenuhi dua hal, yaitu:22
1) Jual beli itu terhindar dari cacat seperti barang yang diperjual belikan tidak jelas, baik jenis, kuantitas maupun kualitasnya.
Bagitu juga harga tidak jelas, jual beli itu mengandung unsur paksaan, penipuan dan syarat-syarat lain yang mengakibatkan jual beli rusak.
2) Apabila yang diperjual belikan itu barang yang bergerak, maka barang itu langsung dikuasai pembeli dan harga dikuasai penjual.
Sedangkan barang yang tidak bergerak, dapat dikuasai pembeli setelah surat-menyurat diselesaikan sesuai dengan kebiasaan („urf) setempat.
Apabila semua syarat jual beli di atas terpenuhi secara hukum, maka jual beli dianggap sah. Sehingga kedua belah pihak tidak dapat lagi membatalkan jual beli tersebut.
22 Ibid., h. 72-73
d. Barang yang Haram diperjualbelikan 1) Jual beli Khamar
Islam mengharamkan jual beli khamar, juga memproduksinya, hingga meminumnya. Alasannya, khamar benar-benar membawa dampak buruk dan merusak pikiran. Sebagaimana firman Allah SWT.23
ٌسْج ِز ُو َلا ْشَ ْلْا َٔ ُةبَصََ ْلْا َٔ ُسِسًٍَْْنا َٔ ُسًَْخْنا بًَََِّإ إَُُيآ ٌٍَِرَّنا بٌََُّٓأ بٌَ
ٌَُٕحِهْفُت ْىُكَّهَعَن ُُِٕجَُِتْجبَف ٌِبَطٍَّْشنا ِمًََع ٍِّْي ٌَأ ٌُبَطٍَّْشنا ُدٌ ِسٌُ بًَََِّإ
ٍَع ْىُكَّدُصٌَ َٔ ِسِسًٍَْْنا َٔ ِسًَْخْنا ًِف َءبَضْغَجْنا َٔ َح َٔاَدَعْنا ُىُكٍََُْث َعِقٌُٕ
ٌََُٕٓتُُّي ىُتََأ ْمََٓف ۖ ِح َلََّصنا ٍَِع َٔ ِ َّاللَّ ِسْكِذ
24
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk berhala, mengundu nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dengan khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu dari mengerjakan itu.
Dari ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:
َعِث ٍُّج َْٔأ ِح َسْشَع ىَهَع ُسًَْخْنا ِتَُِعُن ،بَْ ِس ِصَتْعُي َٔ بَْ ِس ِصبَع َٔ بٍَُِْٓ
،بًَََُِٓث ِمِكآ َٔ ،ٍَِّْنِإ ِخَنًُْٕحًَْنا َٔ بَِٓهِيبَح َٔ ،بَِٓعبَتْجُي َٔ بَِٓعِئبَث َٔ
بٍَِٓقبَس َٔ بَِٓث ِزبَش َٔ
25
“Allah SWT melaknat Khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya, dan orang yang meminta diantarkan”. (HR.
Ahmad)
23 Ibid., h. 80
24 QS al-Maidah [5]: 90-91.
25 Ahmad, Shahih Ahmad, (Kairo: al-Maktabah at-Taufiqiyah, tt.), Jilid 2, hlm. 230.
Yang dimaksud adalah Allah melaknat zat khamar agar setiap prang yang menjauhinya. Bisa pula yang dimaksudkan dengan
“Allah melaknat khamar” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khamar.
2) Jual beli anjing
Dari Abu Mas‟ud Al Anshori ra, beliau berkata,
ِ َّاللَّ َلُٕس َز ٌََّأ -
صلى الله عليه وسلم ٌِا َْٕهُح َٔ ِّىِغَجْنا ِسَْٓي َٔ ِتْهَكْنا ًٍََِث ٍَْع ىَََٓ -
ٍِِْبَكْنا
26
Rasulullah SAW melarang hasil jual beli anjing, penghasilan pelacur dan upah perdukunan. (HR. Bukhari)
Dalam hadis jabir bin „Abdillah dikecualikan anjing yang dimanfaatkan untuk buruan. Dari Jabir, ia berkata,
ٍَِّْهَع ُ َّاللَّ ىَّهَص ِ َّاللَّ َلُٕس َز ٌََّأ ِتْهَكْنا َٔ ِز َُِّّْٕسنا ًٍََِث ٍَْع ىَََٓ َىَّهَس َٔ
ٍدٍَْص َتْهَك َّلاِإ
27
Rasulullah SAW melarang upah penjualan kucing dan anjing kecuali anjing buruan. (HR. An Nasai)
3) Jual beli babi
Islam mengharamkan jual beli babi, daging babi, lemak babi, kulit babi, serta semua bagian dari tubuh babi karena babi itu najis.
Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya Allah SWT apabila mengharamkan memakan sesuatu maka dia mengharamkan juga memperjualbelikannya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4) Jual beli bangkai
26 Al-Bukhori, Shahih al-Bukhori, (Kairo: al-Maktabah at-Taufiqiyah, tt.), Jilid 3, hlm.
120.
27 An-Nasai, Shahih an-Nasai, ( Kairo: al-Maktabah at-Taufiqiyah, tt.), Jilid 4, hlm, 230
Islam mengharamkan jual beli bangkai dan bagian-bagiannya.
Yang dikecualikan dalam hal ini adalah bangkai ikan dan belalang.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “sesungguhnya Allah dan Rasulnya telah mengharamkan menjual arak, bangkai, babi dan berhala.” (HR. Bukhari Muslim)
5) Jual beli patung berhala
Islam mengharamkan jual beli patung berhala. Berhala ini menghancurkan islam itu sendiri dampaknya pada rusaknya agama dan menjerumuskan pada dosa syirik.
6) Jual beli barang yang belum Nampak. Misalnya, menjual ikan di kolam/laut, menjual ubi/singkong yang masih ditanam, menjual anak ternak yang masih dalam kandungan induknya. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW “dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW melarang memperjualbelikan anak hewan yang masih dalam kandungan induknya.” (HR. Al-Bazzr)
e. Barang yang Halal Diperjualbelikan
1) Barang Yang Diperjualbelikan Harus Suci
Benda-benda najis bukan hanya tidak boleh diperjualbelikan, tetapi juga tidak sah untuk diperjualbelikan seperti, bangkai, darah, daging babi, khamar, nanah, kotoran manusia, dan kotoran hewan.
Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW “dari Jabir Ibnu Abdullah ra bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda di
mekkah pada tahun penaklukan kota itu, sesungguhnya Allah melarang jual beli minuman keras, bangkai, babi, dan berhala.”
(HR. Muttafaq Alaih)
2) Barang Yang Diperjualbelikan Harus Punya Manfaat
Yang dimaksud dengan barang harus punya manfaat adalah bahwa barang yang itu tidak berfungsi sebaliknya. Barang itu tidak memberikan mudharat atau sesuatu yang membahayakan atau merugikan manusia.
3) Barang Yang Diperjualbelikan Harus Dimiliki Oleh Penjualnya Tidak sah perjualbelikan dengan selain pemilik langsung suatu benda, kecuali orang tersebut menjadi wali atau wakil. Yang dimaksud menjadi wali adalah bila benda itu dimiliki oleh seorang anak kecil, baik yatim atau bukan, maka walinya berhak untuk melakukan transaksi atas benda milik anak itu. Sedangkan yang dimaksud degan wakil adalah seseorang yang mendapat mandate dari pemilik barang untuk menjualkanya kepada pihak lain.
4) Barang yang Diperjualbelikan Harus Diketahui Keadaannya Barang yang tidak diketahui keadaannya, tidak sah untuk diperjualbelikan, kecuali setelah kedua belah pihak mengetahuinya. Baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitasnya.
3. Jual Beli Parfum Alkohol
Parfum Alkohol adalah campuran minyak esensial dan senyawa aroma (aroma compound), dan pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi untuk tubuh manusia, objek, atau ruangan.
Jumlah dan tipe pelarut yang bercampur dengan minyak wangi menentukan apakah suatu parfum dianggap sebagai ekstrak parfum.
Minyak wangi biasanya dilarutkan dengan menggunakan pelarut (solvent), namun tidak selamanya demikian dan jika dikatakan harus dalam solvent ini pun masih diperbincangkan. Sejauh ini solvent yang sering digunakan untuk minyak wangi adalah etanol atau campuran antara etanol dan air. Minyak wangi juga bisa dilarutkan dalam minyak yang sifatnya netral seperti dalam fraksi minyak kelapa, atau dalam larutan lak (lilin) seperti dalam minyak jojoba.28
Jenis-jenis pelarut parfum (Solvent Parfume) yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:29
1. Alkohol 97%
Alkohol 97% adalah pelarut yang dikhususkan untuk parfum dengan spesifikasi:
a. Tampa bau b. Tanpa Rasa
c. Terdapat zat khusus penguat aroma
28Eramuslim, “Hukum Parfum Alkohol Dalam Islam, https://m.eramuslimin.com”, 9 Desember 2019, Pukul 19.49
29Accessify,“Jenis-jenis Pelarut yang digunakan dalam Parfum Alkohol”, https://zyzaethanolchemical.wordpress.com, 23 Desember 2019, Pukul 20.19.
d. Terdapat zat khusus pengawet aroma e. Kadar penguapan 97%
Penyilangan bahan Alkohol 97% ini lain dengan yang lainnya, memang dikususkan, diteliti dan teruji di pasarkan sebagai Pelarut parfum (solven parfume)
2. Alkohol Absolute
Alkohol Absolute adalah pelarut yang dikhususkan untuk parfum dengan spesifikasi:
a. Tanpa bau b. Tanpa rasa
c. Terdapat zat khusus penguat aroma d. Terdapat zat khusus pengawet aroma e. Kadar penguapan 99,9%
Perbedaan Alkohol Absolute dan Alkohol 97% ada di zat penguat aroma, zat pengawet aroma dan kadar penguapan yang pastinya karena kelas Absolute yang membedakannya, telah diteliti dan teruji di pasaran sebagai pelarut parfum (solven parfume) paling best seller.30
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa sebagian parfum ada yang menggunakan pelarut (solvent) dari alkohol atau campuran antara alkohol dan air. Hasil observasi dan wawancara awal peneliti di Kecamatan Mataram kota mataram, penjual parfum menggunakan
30Accessify,“Jenis-jenis Pelarut yang digunakan dalam Parfum Alkohol”, https://zyzaethanolchemical.wordpress.com, 23 Desember 2019, Pukul 20.19.
campuran dengan berbagai macam alkohol yaitu alkohol jenis Absolute, ethanol, dennat, dan alkohol 97% dengan kadar yang berbeda-beda.
Menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan bahwa parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol rendah bukanlah najis, tetapi bisa menjadi haram. Jika kadar alkohol pada minyak wangi ini tinggi, maka memproduksi dan menjual belikannya pun ikut haram. Karena secara umum terkena larangan berdasarkan firman Allah SWT dalam suarah al-maidah: 2.
ِةبَقِعْنا ُدٌِدَش َ َّاللَّ ٌَِّإ ۖ َ َّاللَّ إُقَّتا َٔ ۚ ٌِا َْٔدُعْنا َٔ ِىْثِ ْلْا ىَهَع إَُ َٔبَعَت َلا َٔ
31
…
“…dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusnahan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaanya”
Dan juga sabda Rasulullah SAW:
بَْ َس ِصبَع َٔ بََٓعبَتْجُي َٔ بََٓعِئبَث َٔ بٍََِٓقبَس َٔ بََٓث ِزبَش َٔ َسًَْخْنا ُ َّاللَّ ٍََعَن َٔ بََٓهِيبَح َٔ بَْ َس ِصَتْعُي َٔ
ٍَِّْنِإ َخَنًُْٕحًَْنا
32
“Allah melaknat orang dalam perkara khamr: yang meminum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, pembelinya” (HR.
Bukhori)
Oleh karena itu beliau mengatakan untuk menjauhi perdagangan minyak wangi yang beralkohol, terutama jika kadarnya mencapai 50%, 70% dan seterusnya. Sebab besar kemungkinan akan
31 QS al-Miadah [5]: 2.
32 Al- Bukhori, Shahih al-Bukhori, (Kairo: al-Muktabah at Taufiqiyah, tt.) Jilid 3, hlm. 123.
berubah menjadi minuman yang memabukkan. Di dalam syariat terdapat kaidah yang disebut “saddu dzraai” yaitu menutup sarana- sarana yang menuju perbuatan haram, dan pengharaman khamar apa yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram. Ringkasnya beliau mengatakan bahwa tidak boleh menjual minyak wangi dengan kadar alkohol yang tinggi. 33
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan, jika kadar alkohol sedikit dan tidak membahayakan maka silakan ia memakainya tanpa harus ragu. Misalnya, kadar alkohol sekitar lima persen atau kurang dari itu tentu tidak menimbulkan efek yang membahayakan, jika kadarnya tinggi sehingga dapat menimbulkan efek samping terhadap pemakainya, maka yang paling baik adalah tidak menggunkannya kecuali untuk keperluan yang mendesak, seperti untuk mensterilkan luka dan sejenisnya. Adapun memakai parfum yang mengandung alkohol beliau mengatakan untuk berhati- hati yaitu dengan tidak memakainya karena lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya.
Pejelasan LP POM MUI jika penggunaan alkohol hasil non khmar baik merupakan hasil sintesis kimiawi ataupu hasil industri fermentasi non khmar untuk produksi produk, makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan, hukumnya haram, apabila secara medis membahayalan.
33Syaikh Abdul Aziz, “Hukum Memakai Parfum-Parfum Yang Mengandung Alkohol”,
Dalam Https://Almanhaj.Or.Id/artikel, Diakses Tanggal 23 Desember 2019, Pukul 20.19
4. Metodologi Penelitian
Metodologi adalah proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Dengan ungkapan lain, metodologi adalah suatu pendekatan umum untuk mengkaji topik penelitian.
Metodologi penelitian adalah ilmu tentang berbagai metode penelitian.
Oleh karena itu, dalam metodologi penelitian dibicarakan berbagai jenis metode, teknik pengumpulan data yang cocok dan sesuai dengan metode tertentu.34 Dalam penyusunan skripsi ini peneliti memaparkan prosedur atau langkah-langkah penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian yang meliputi:
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Objek dalam penelitian kualitatif adalah objek yang alamiah, atau natural setting. Objek yang alamiah adalah objek yang apa adanya tidak dimanipulasi oleh peneliti.35
Adapun alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah karena pokok masalah yang akan diteliti merupakan suatu proses dan interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain secara
34 Deddy Mulyana, metodologi penelitian kualitatif, (Pt Remaja Rosdakarya Bandung, 2008), h. 145
35 Deni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian, (CV Pustaka Setia Bandung, 2008), h. 122
alami. Sedangkan tujuan digunakan jenis penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pandangan Tokoh Agama tentang praktik jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) di Kecamatan Mataram Kota Mataram.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan diri di lapangan dalam melakukan observasi untuk mengamati secara langsung terhadap objek yang diteliti. Dalam hal ini peneliti sebagai instrument kunci sekaligus mengumpulkan data melalui wawancara dengan informan untuk mendapatkan data yang memadai mengenai Pandangan Tokoh Agama tentang Jual Beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk). Kehadiran peneliti di lapangan sedapat mungkin dilaksanakan dengan cara efektif dan efisien guna untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan.
3. Lokasi Penelitian
Dalam hal ini Lokasi yang dipilih dalam melakukan penelitian adalah di Kecamatan Mataram Kota Mataram, Lokasi ini dipilih oleh peneliti karena peneliti banyak sekali menemukan penjualan parfum beralkohol terutama merek parfum (Victoria dan Lilian Ashley Musk) yang sudah melewati batas kebolehan dalam Islam yaitu di atas 50%
sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian dan akan memperoleh data yang cukup.
4. Sumber data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data yaitu:
1. Sumber Data Primer
Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.36
Data yang diperoleh dalam data primer ini, yaitu peneliti memperoleh data dengan cara wawancara dengan pemilik Toko Parfum dan Tokoh Agama Kota Mataram.
2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpulan data primer atau pihak lain misalnya catatan atau dokumentasi.37
5. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang
36 Husein Umar, Metodologi penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis, (PT Rajagrafindo Persada Jakarta Utara, 2011), h. 42
37 Ibid, h. 42
sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.38
Dalam hal ini peneliti menggunakan metode observasi non- partisipan, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (atau peneliti) tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya. Artinya peneliti hanya mengamati kegiatan di toko penjual parfum beralkohol untuk mengetahui bagaimana bentuk praktiknya dalam jual beli. Peneliti juga menemukan data sebanyak- banyaknya untuk menjadi bukti yang empiris dan mudah untuk dikaji.
2. Metode Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviwer) dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi langsung. Dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka antara pewawancara dengan sumber informasi dimana pewawancara bertanya langsung tentang sesuatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya.39
38 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Alfabeta Bandung, 2005), h. 64
39 Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (PT.
Fajar Interpratama Mandiri, 2014), h. 372
Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden. Adapun narasumber yang peneliti wawancara yaitu, pemilik toko parfum dan beberapa Tokoh Agama di Kota Mataram.
3. Metode Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah berlalu, dokumen tentang seseorang atau kelompok orang, peristiwa atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. Dalam teknik pengumpulan data diperlukan catatan-catatan terdahulu untuk mendukung data yang ditemukan di lapangan yang terkait dengan apa yang dikaji agar memperkuat hasil penelitian.40
Adapun dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen berupa catatan, buku dan gambar. Adapun data dari dokumen yang akan dipakai atau yang akan dikumpulkan adalah data-data yang berasal dari Kecamatan Mataram kota mataram, dimana dengan data itu peneliti dapat memudahkan untuk mengetahui dimana letak toko parfum yang ada di kota mataram.
40 Ibid., h. 319
Dengan begitu juga peneliti juga menggunakan buku-buku fiqh dan buku-buku lainnya yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini.
6. Teknik Analisis Data
Setelah data penelitian terkumpul, maka perlu ada proses pemilihan data dan kemudian dianalisis dan diinterpretasikan dengan teliti, ulet dan cakap sehingga memperoleh suatu kesimpulan yang objektif dari suatu penelitian.
analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan catatan di lapangan, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.41
Dengan demikian, data yang terkumpul tersebut dibahas dan ditafsirkan dan dikumpulkan secara induktif sehingga dapat diberikan gambaran yang tepat mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi, mengingat penelitian ini hanya menampilkan data-data kualitatif maka penulisan menggunakan analisis data induktif. Metode induktif ini
41 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 428
merupakan proses penalaran yang diturunkan dari sebuah pengamatan menuju teori/hipotesis yang sampai pada kesimpulan.42
7. Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan kelengkapan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses penelitian kualitatif. Ada keharusan untuk dilakukan sebagai penjamin kepercayaan proses dan hasil penelitian.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menguji keabsahan data adalah sebagai berikut:
1. Triangulasi
Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai sumber data.43
2. Menambah waktu penelitian
Secara tidak langsung perencanaan terhadap waktu penelitian sering kali tidak akurat akibat hal-hal yang tidak terduga yang menghambat waktu penelitian, untuk itu menambah waktu penelitian di lapangan bertujuan untuk keabsahan data yang diperlukan
42 Nusa Putra, Metode Penelitian Kualitatif pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h.
43
43 Deni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian, (CV Pustaka Setia Bandung, 2008), h. 189
menambah sumber-sumber data, sehingga penelitian tersebut hasilnya akan semakin akurat.
3. Diskusi dengan teman sejawat
Teknik yang dilakukan dengan mendiskusikan penelitian terkait dengan pembahasan bersama-sama memberikan saran dan masukan agar wawasan maupun konteks penelitian tidak keluar dari pembahasan yang difokuskan.
5. Sistematika Pembahasan
Penelitian ini akan menggunakan sistematika penulisan yaitu:
1. BAB I Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang Latar belakang Masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup atau setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metodologi penelitian, dan sistematika pembahasan.
2. BAB II
Berisi tentang paparan data hasil temuan di lapangan. Dalam bab ini terdiri atas gambaran lokasi penelitian, praktik jual beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk) dan bagaimana pandangan Tokoh Agama di Kecamatan Mataram Kota Mataram Terhadap Praktik jual Beli parfum beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk).
3. BAB III
Berisikan analisis tentang pandangan Tokoh Agama di Kecamatan mataram Kota Mataram tentang Praktik Jual beli Parfum Beralkohol Merek (Victoria dan Lilian Ashley Musk).
4. BAB IV Penutup
Berisikan tentang kesimpulan dan saran, kesimpulan merupakan ringkasan dari seluruh materi kajian. Sedangkan saran merupakan kontribusi/rekomendasi pemikiran peneliti dengan permasalahan yang dikaji.
BAB II
PAPARAN DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Toko Parfum Kecamatan Mataram Kota Mataram
Dalam penelitian ini toko parfum yang dijadikan objek penelitian di kecamatan mataram kota mataram dengan beberapa toko perfum, akan tetapi peneliti mengambil lima toko parfum, dengan sejarah pendirian tokonya sebagai berikut:
a. HK
HK merupakan toko yang tidak hanya menjual berbagai macam parfum tetapi juga menjual berbagai fashion dan make up yang didirikan pada tanggal 9 Januari 2016, oleh SR, di Jln.
Kaharudin nomor 24b, Pagesangan timur Kecamatan Mataram, kota Mataram. HK memeliki dua cabang khusus fashion. Awal pendirian toko tersebut dikhususkan untuk fashion namun banyaknya peminat dari konsumen pada parfum khusunya parfum Victoria. Jumlah karyawan toko ini ada 8 orang.44
b. DP
DP merupakan toko parfum yang menjual berbagai jenis parfum, ada yang jenis isi ulang dan ada yang menjual langsung botolan yang dirikan pada tangga 11 Oktober 2015, oleh RH. Di
44 SR, Pemilik Toko Parfum HK, Wawancara, Pagesangan Timur, 9 November 2020
Jln. Airlangga Punia Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Tujuan didirikannya toko perfum tersebut adalah keinginan dari saudara RH serta banyaknya peminat dari konsumen pada parfum. Jumlah karyawan pada toko ini ada dua orang. 45
c. RJ
RJ adalah sebuah konter biasa yang menjual juga berbagai macam jenis parfum salah satunya yaitu merek Victoria dan Lilian Ashley Musk, yang didirikan pada tanggal 23 mei 2018 di Jln.
Pemuda Mataram. Tujuan didirikan awalnya hanya untuk menjual berbagai macam kartu dan pulsa namun karna keinginan dari saudara PJ untuk menambah berbagai jenis parfum sebagai penghasil tambahan.46
d. ATP
ATP adalah sebuah toko parfum yang menjual berbagai jenis parfum isi ulang dan berbagai jenis parfum botolan, yang didirikan oleh saudara AM pada tanggal 11 mei 2017 di Jln. Pendidikan Mataram. Tujuan didirikanya usaha parfum ini adalah keinginan langsung dari saudara AM yang ingin berdagang dan toko parfum ini memiliki dua orang karyawan DA dan AS.47
e. BP
45 RH, Pemilik Toko Parfum DP, Wawancara, Punia, 9 November 2020
46 PJ, Pemilik Toko Parfum RJ, Wawancara, Gomong Lama, 9 November 2020
47 AM, Pemilik Toko Parfum ATP , Wawancara, Gomong, 9 November 2020
BP adalah sebuah toko parfum yang menjual berbagai jenis parfum isi ulang dan berbagai jenis parfum botolan, yang didirikan oleh AD pada tanggal 11 januari 2018 di Jln. Pemuda Mataram.
Tujuan didirikanya usaha pefum ini adalah keinginan dari AD dengan jumlah karyawan 2 orang.48
2. Letak Geografis
Toko parfum diantaranya, HK, DP, RJ, ATP, dan BP yang berada di Kecamatan Mataram ini tempatnya cukup strategis dan dipusat keramaian sehingga para konsumen dengan mudah dapat melakukan transaksi jual beli perfume isi ulang sesuai dengan yang dibutuhkan dengan batas-batas sebagai berikut:
a. HK
a) Batas Timur : Rumah Penduduk Pagesangan Timur b) Batas Barat : Rumah Makan
c) Batas Utara : Toko Rental PS d) Batas selatan : Pertokoan49 b. DP
a) Batas Barat : Caffe Karsun b) Batas Timur : Rumah Penduduk
c) Batas Utara : Rumah Makan Lalapan Ayam d) Batas Selatan : Rumah Penduduk50
c. RJ
48 PT, Pemilik Toko Parfum BP, Wawancara, Gomong, 9 November 2020
49 Observasi, HK, Selasa 10 November 2020
50 Observasi, DP, Selasa 10 November 2020
a) Batas Barat : Tempat Pencucian Motor b) Batas Timur : Pertokoan
c) Batas Utara : Rumah Penduduk d) Batas Selatan : Taman Budaya51 d. ATP
a) Batas Barat : Tempat Print Foto Coppy b) Batas Timur : Morrocell
c) Batas Utara : Milenia d) Batas Selatan : Kos-kosan52 e. BP
a) Batas Barat : Indomaret
b) Batas Timur : Toko Baju Muslimah c) Batas Utara : Bengkel Honda d) Batas Selatan : Kos-kosan Putri53 3. Keadaan Sarana dan Prasarana
Toko parfum di Kecamatan Mataram Kota Mataam ini yang peneliti temukan ada empat toko parfum yang diantaranya: HK, RJ, DP, ATP, dan BP, yang dimana toko HK memeliki gedung yang sederhana dan tidak terlalu luas, yang di dalam tokonya terdapat berbagai macam Fashion remaja perempuan, laki-laki, anak-anak hingga dewasa dan bebarapa jenis peralatan rumah tangga, berabagai jenis kosmetik salah satunya yaitu berabagai jenis parfum. Toko RJ
51 Observasi, RJ, Selasa 10 November 2020
52 Observasi, ATP, Selasa 10 November 2020
53 Observasi, BP, Selasa 10 November 2020
memeiliki gedung yang sangat sederhana dan tidakk luas, yang di dalamnya terdapat dua lemari kaca untuk berbagai jenis kartu handphone dan lemari yang lain untuk berabagai jenis parfum. Toko DP, ATP, BP, memiliki masing-masing gedung pertokoan yang cukup sederhana dan tidak luas, yang di dalam tokonya terdapat beberapa lemari untuk berbagai jenis produk parfum, dan botol-botol kosong dengan berbagai ukuran serta terdapat alat-alat yang digunakan dalam meracik parfum isi ulang seperti alat suntik, alkohol, dan cairan pambersih botol.54
4. Jenis Barang (Produk)
Nama-nama produk parfum di toko parfum DP, ATP, BP Kecamatan Mataram Kota Mataram.55
Tabel 2.1
Nama produk parfum di toko DP, ATP, BP
NO NAMA-NAMA PRODUK PARFUM
1. Bvlgary Aqua Pour Homme 2. Chinique Happy Man 3. Soft Alrehab
4. Dunhill Dasire Blue 5. Vanilla Bodies Shop 6. Aigner Black Man
54 Observasi, Toko Parfum (HK, DP, RJ, ATP, BP), Rabu s/d Jumat 11 s/d 13 November 2020
55 Dokumen, Best Sellar Parfume For Male and Female, Toko Parfum (DP, ATP dan BP), Senin 16 November 2020