PANDUAN
PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN TAHFIZH
SDITQ AL-IRSYAD
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Sekolah Dasar Tahfizhul Qur’an Al Irsyad Tengaran (SDITQ) terus berbenah untuk mencapai tujuan yang terbaik sesuai dengan visi misinya, terutama dalam hal penanganan proses KBM tahfizh yang menjadi unggulan, tentunya hal ini sangat membutuhkan pemikiran, curahan dan pengorbanan baik dari tenaga waktu dan biaya tentunya. Buku panduan tahfizh ini untuk memberi solusi guru, walisantri dan santri yang terkadang lupa atau belum memahami sistem pembelajaran tahfizh dan penilaianya
Berangkat dari masih belum terbukukan panduan tahfizh maka kami menyusun buku panduan pembelajaran tahfizh untuk mempermudah kepada pihak-pihak yang membutuhkan untuk bisa menjadi rujukan dan pegangan baik dalam proses KBM maupun dalam proses penilaianya, sehingga tujuan bersama untuk mencapai target bersama bisa mudah dan tercapai dengan baik. Dalam buku panduan ini, inti pembahasan pada panduan proses pembealajaran, penargetan dan model penilaian tahfizh
Harapan besar semua langkah dan program tahfizh di SDITQ betul-betul bisa terukur dan setiap langkanhnya ada panduan, berharap buku panduan ini bisa mewakili harapan besar semua pihak yang membutuhkan dan bila ada sesuatu yang kurang tepat maka buku ini masih sangat butuh untuk direvisi
BAB II
B. Panduan Proses Pembelajaran Tahfizh dan model Penilain Tahfizh 1. Menentukan KKM mapel tahfizh SDITQ Al Irsyad Tengaran.
Untuk menentukan KKM tahfizh maka tidak terlepas dari melihat 3 aspek yaitu karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran dan daya pendukung baik dari tenaga pendidik maupun dari sarana dan prasarana, dengan melihat 3 aspek itu maka SDITQ menentukan KKM tahfizh dari kelas 1 sampai kelas 6 yaitu 65.
2. Pembelajaran tahfizh dengan metode (Sabaq, Sabqi dan Manzil)
Metode menghafal ini secara umum hampir semua pesantren menggunakn metode ini.
Dan SDITQ memilih metode ini bukan tidak ada alasanya, dengan berbagai pertimbangan dan pendalaman sehingga SDITQ menentukan menggunkan metode ini dalam mengaplikasikan proses KBM tahfizh disetiap harinya. Dan yang dimaksud dengan istilah Sabaq, Sabqi dan Manzil adalah:
Sabaq : Penambahan Hafaan baru
Sabqi : Mengulang hafalan pada Juz yang sedang di hafal
Manzil : Mengulang hafalan yang lama / lain Juz yang sedang dihafal
3. Penanggung jawab atas kemampuan perkembangan tahfizh santri adalah guru tahfizh halaqahnya
Penanggung jawab halaqah tahfizh adalah guru pengampu tahfizh setiap harinya, baik mengenai perkembangan karakter santri, bacaan, murajaah dan hafalan baru dalam halaqah, dan sebagai tempat orang tua berdiskusi atau menanyakan tentang perkemabangan karakter santri, bacaan, murajaah dan hafalan baru serta untuk meneyelesaikan permasalahan bersama bila ada permasalah yang bekaitan dengan perkembangan tahfizh dan sebagai media berkomunikasi memngenai perkembangan tahfizh para santri. Untuk mengetahui Penanggung jawab tahfizh disetiap santri ini bisa dilihat dijadwal harian.
4. Proses KBM dengan cara halaqah, bisa di kelas dan di luar kelas pelaksanaanya.
Sekolah ingin memberikan yang terbaik untuk mendorong dan mengawal suksesnya hafalan anak-anak dalam mencapai target hafalanya maka untuk itu sekolah memberikan kelonggaran untuk guru dan santri dalam melaksanakan proses KBM tahfizh, dengan ketentuan masih dilingkungan SDTQ dalam memilih tempat yang cocok untuk melaksanakan KBM tahfizh.
5. Target untuk kelas 1 selesai Iqra disemester 1, dan disemester 2 sudah lancar membaca Al Qur’an.
Kenapa harus ditargetkan santri selesai Iqra disemester 1?
Santri dalam mengikuti KBM tahfizh selama semester 1 berkemungkinan besar sudah menyelesaikan Iqra’nya, bahkan sudah ada yang sampai Al Qur’an dengan bacaan yang sudah lancar, demikianpun sekolah tetap mengecek bacaan santri kelas 1 untuk dipetakan kemampuan anak-anak dalam membaca Iqra atau Al Qur’an, selanjutnya setelah diketahui kemampuan bacaan per-santri, sekolah menentukan santri ditempatkan di halaqah iqra tertentu atau bahkan ditentukan sudah langsung Al Qur’an, selama semester 1 santri belum diijinkan untuk menghafal, karena untuk memperbaiki bacaan, kelancaran bacaan, tajwid dan tahsinnya.
Bagaimana bila santri yang terkendala dalam kemampuan membacanya belum bisa menyelesaikan atau mencapai target yang ditentukan?
Secara garis besar santri yang terkendala dalam kemampuan membacanya akan sangat lambat dalam mencapai target tuntas Iqra’ tepat waktu, sehingga membutuhkan waktu tambahan dalam penyelesaiannya. Tentunya para guru halaqah akan segera mendata dan melaporkan sehingga nantinya akan diberikan jam-jam khusus (tambahan atau dalam mapel Tahsin) untuk segera menyelesaikan target tuntas Iqra’nya.
6. Target membaca Iqra minimal setiap harinya 2 muka atau satu lembar.
Setiap setoran anak-anak minimal 2 muka atau satu lembar dengan buku Iqra yang sudah disetandarkan dari sekolah yaitu Buku “Iqro’ Cara Cepat Baca Al-Qur’an” karya KH. As’ad Humam, Balai LPTQ Nasional”
Di sekolah dan di rumah santri selalu menggunakan buku Iqra yang sudah ditentukan tsb.
Walisantri menyiapkan bacaan iqra yang akan disetorkan di sekolah dan mengecek kembali bacaan iqra santri merujuk ke aplikasi siakad, nilai bacaan sudah sesuai dengan kriteria lanjut ataukah mengulang, bila mengulang, di rumah walisantri memberikan pendampingan pada halaman yang harus diulang, sehingga pertemuan selanjutnya di sekolah santri yang mengulang bisa lancar bacaanya dan mendapat nilai minimal boleh lanjut ke halaman berikutnya.
7. Target hafalan setiap harinya untuk juz 30, 29, 27, dan 26 minimal 1 ayat, untuk ayat yang dianggap panjang seperti pada juz 28 maka target minimal setengah ayat.
Pada ayat-ayat pendek, santri insyaAllah mudah untuk menghafal disetiap pertemuan bisa 2 baris atau lebih, tapi pada ayat yang cukup panjang sebagian santri ada yang cukup kesusahan maka dihitungan target kita hitung setepat mungkin agar santri dalam menghafal tidak keberatan sehingga santri tetap enjoy dalam menghafal ayat-ayat Al Quran dan tetap bisa mendapatkan target hafalan dengan baik, karena kami mengutamakan kualitas hafalan daripada kuantitasnya.
Akan lebih baik bilamana hafalan yang sedikit tapi kuat daripada hafalan yang banyak tapi kemudian banyak juga yang terlupa.
8. Target hafalan selama 6 tahun 5 Juz bagi santri pada umumnya.
Target hafalan insyaAllah tercapai dengan mudah bila sekolah dan wali santri bersama- sama berkomitmen untuk mengantarkan santri dalam menghafal, murajaah hafalan Al-Quran setiap harinya dengan pantuan, bimbingan, ketelatenan, keuletan dan kesungguhan.
Semua guru, wali santri dan santri bila memahami setrategi menghafal dan murajaah seperti yang disepakati dalamm buku panduan menghafal Al-Quran ini insyaAllah santri mendapatkan kemudahan karena teratur dan terukur, dan tetap memperhatikan kaidah menghafal dengan metode sabak sabqi manzil.
Meskipun pada akhirnya semua akan kembali kepada kemampuan masing-masing santri dalam menghafal, santri pada umumnya akan mampu menyelesaikan target hafalan yang dicanangkan bilamana tidak terkendala dengan suatu halangan yang berat seperti cuti, sakit panjang, dsb. Namun ada juga sebagian santri yang berkemampuan lebih rendah dari yang lain sehingga tidak dapat mencapai target tersebut yang tentunya juga tidak menjadi masalah selama santri telah berusaha yang terbaik.
9. Buku IQRA disamakan (ukuran dan halamanya).
Buku IQRA yang semuanya ada 6 Jilid, penyusunannya ada yang dijadikan 6 jilid dan ada yang dijadikan 1 jilid IQRA 1 - 6 , untuk menyamakan maka kami menentukan ketetapan yaitu, IQRA yang digunakan adalah yang berbentuk 1 jilid yang isinya iqra 1 - 6 dan urutan halamannya urut dari jilid satu, bukan buku IQRA yang tercetak per jilid atau bentuk cetak yang lainya. Dengan disamakan kondisi buku IQRA, maka pengampu maupun wali santri akan mudah untuk memantau di aplikasi siakad tentang perkembangan bacaan IQRA santri dan ini memudahkan dan tidak membingungkan insyaAllah.
10. Mushaf Al-Qur’an disamakan dari kelas 1 semester 2.
Target kelas 1 semester 2 anak-anak sudah harus mencapai Al Quran dan hal ini harus diusahakan dengan sungguh-sungguh dan untuk mengusahakan tercapainya terget dan menindaklanjuti penyesuaian target Iqra maka di semester 2 santri sudah belajar dengan mushaf Al-Qur’an dan Mushaf Al-Qur’anya yang disamakan, kenapa harus disamakan?
a. Memudahkan santri menghafal, karena mushaf Al-Qur’annya tidak berubah-ubah, sehingga ingatan hafalan santri bisa fokus karena berkaitan dengan khot, baris ayat perhalaman dan halaman mushaf Al-Qur’an di setiap lembarnya.
b. Memudahkan untuk murajaah, karena fokus satu mushaf Al-Qur’an dari awal, sehingga menghafal dan murajaah tidak berubah-ubah fokus dalam satu ingatan di mushaf yang sama.
c. Al-Qur’an untuk dijaga sepanjang hayat, sehingga membutuhkan alat atau media yang tepat salah satunya dengan satu mushaf yang tidak berubah-ubah.
d. Bila hafalannya hanya beberapa surat mungkin tidak bermasalah dengan berubah-ubanya mushaf Al-Qur’an, tetapi bila hafalanaya sudah banyak bahkan sudah 30 juz maka hal ini sangat menyulitkan untuk murajaah atau menguatkan hafalan jika sering bergonta-ganti mushafnya dan tidak sama cetakannya.
11. Prota, Promes Tahfizh,Tahsin, dan IQRA terlampir.
12. RPP Tahfizh (mencakup tahsin, tahfizh, murajaah,menulis dan Tahsin) a. RPP Tahfizh
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Guru :
Mapel : Tahfizh Kelas/jam ke :
Hari/tgl/Sem :
No. Kegaiatan Ket
1 Muqadimah
a. Mengondisikan anak b. Salam sapa
c. Murajaah hafalan bersama (5 menit) Urut surat 2 Kegiatan Inti
a. Guru memerintahkan kepada santri menyiapkan setoran baru dan murajaah baru
b. Guru menerima setoran hafalan baru, murajaah hafalan baru, murajaah hafalan lama secara urut surat dan menahsin bacaan yang akan dihafalkan
selanjutnya
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis surat yang baru disetorkan
d. Guru menuliskan hasil setoran dan murajaah di buku mutaba’ah / di apliaksi siakad
e. Guru memberikan catatan di buku
penghubung/diaplikasi siakad bagi santri yang tidak tuntas
f. Guru memberi nilai di buku mutaba’ah/aplikasi siakad g. Jika waktu masih mencukupi, sisa waktu dugunakan
untuk muraja’ah bersama pada hafalan yang lama h. Guru mengondisikan halaqah dari awal sampai akhir
pembelajaran tetap kondunsif
3 Penutup
a. Refleksi
b. Membaca doa kafaratul majlis
Kepala Tengaran, ...
SDITQ Al-Irsyad Guru Pengampu
... ...
b. RPP Tahsin
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tahsin Nama Guru :
Mapel : Tahsin Kelas/jam ke :
Hari/tgl/Sem :
No Kegaiatan Ket
1 Muqadimah
d. Mengondisikan anak e. Salam sapa
f. Absensi 2 Kegiatan Inti
i. Guru menentukan bacaan tahsin sesuai target tahsin sekolah
j. Guru memberikan contoh bacaan tahsin dengan benar k. Guru meminta santri untuk menirukan bacaan dengan
benar
l. Guru menunjuk santri untuk mempraktikan bacaan dengan benar
m. Guru menjelaskan dan memberi contoh bacaan dengan benar dari mana keluarnya makrujul huruf
n. Santri menirukan bacaan guru dengan diulang ulang, sampai guru menyatakan bacaan santri sudah benar o. Guru menuliskan perkembangan tahsin di Aplikasi
siakad
p. Guru mengondisikan halaqah dari awal sampai akhir pembelajaran tetap kondunsif
3 Penutup
c. Refleksi
d. Membaca doa kafaratul majlis
Kepala Tengaran, ...
SDITQ Al-Irsyad Guru Pengampu
... ...
c. Rpp IQRA
RPP IQRA
Mapel : IQRA
Jilid :
Hari/Tgl :
NO Keterangan Waktu
1 Pembukaan (salam, tergur sapa, dan berdoa) 2 Pengondisian santri
Kegiatan Inti
1 Guru memanggil anak secara bergantian untuk setoran 2 Guru mengecek halaman Iqra yang disetorkan (sudah ada
tanda bimbingan dari ortu apa belum)
3 Guru memberikan contoh bacaan dengan benar 4 Santri membaca/menirukan bacaan Guru
5 Guru membetulkan bila ada bacaan yang masih salah 6 Guru memberi nilai sesuai kemampuan santri (penilain
merujuk pada lembar petunjuk penilaian)
7 Guru memberi tugas utuk menulis lembar Iqra yang dibaca Penutup
1 Refleksi
2 Membaca doa kafarotul majlis
Tengaran, ...
Guru Pengampu
……….
13. Rekap setoran harian di aplikasi siakad
Setiap hari santri setoran hafalan baru dan murajaah ke guru pengampu halaqahnya masing-masing dan setiap santri mendapatkan hak yang sama untuk bisa setoran dan murajaah dihadapan guru halaqahnya.
Di aplikasi siakad ada beberapa fungsi yang harus difahami, dimengerti dan dilaksanakan terutama oleh guru pengampu halaqah:
a. Setiap santri setor ke guru halaqah maka guru tersebut wajib memasukan catatannya ke aplikasi siakad
b. Aplikasi siakad sebagai buku pantauan perkembangan santri disetiap harinya, sehingga wali santri bisa mengecek perkembanagan putra/i-nya di setiap hari dan bisa memberikan umpan balik kepada guru bila ada hal-hal yang harus diperbaiki atau dikonfirmasikan.
c. Bila ada santri yang belum terdeteksi setoran harinya di aplikasi siakad maka walisantri bisa langsung konfirmasi ke guru halaqahnya.
14. Nilai harian yang direkap setiap bulanya diaplikasi siakad menjadi nilai tahfizh harian.
Disetiap hari santri setoran hafalan dan murajaah dan tercatat, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab guru dan sekolah untuk memberikan pantauan perkembangan disetiap harinya dan sebagai nilai harian yang masuk di rapot, yaitu nilai harian diolah dengan dijumlahkan dan dibagi sebanyak hari aktif dalam satu bulan, sehingga munculah nilai harian
Bagaimana dengan santri yang ijin atau sakit? Dalam keadaan seperti ini sekolah memberikan peraturan khusus:
a. Bagi santri yang sakit dan tidak memungkinkan untuk setoran maka masih mendapat nilai terakir yang disetorkan untuk dimasukan di aplikasi siakad
b. Bagi santri yang ijin maka wajib setoran dengan voice note, sehingga santri yang ijin tetap mendapat nilai diaplikasi siakad.
c. Bila ada santri tidak setoran sesuai jumlah hari aktif disetiap bulanya maka nilai harian santri tersebut akan berkurang, karena pembagian nilai harian dijumlahkan dengan hari aktif dalam satu bulannya
15. Penilaian PTS, PAS dan PAT
Untuk mengukur kemampuan santri dalam capaian menyerap materi yang tersampaikan maka kita mengadakan ujian PTS, PAS dan PAT. Ada beberapa hal yang harus diperjelas disini mengenai 3 bentuk penilaian ini:
a. Penilaian PTS soal diambilkan dari 3 surat yang terakir dihafal dan pelaporannya ke wali santri yaitu nilai asli, dan yang remidial akan diberikan waktu tersendiri untuk remidial baik PTS di semester satu maupun PTS di semester dua.
b. Penilaian PAS soal diambilkan dari 3 surat yang terakir dihafal dan pelaporanya ke wali santri yaitu nilai yang sudah digabungkan antara nilai harian, PTS dan PAS. Adapun bagi
santri yang remidial akan diberikan waktu tersendiri, bentuk pelaporan nilainya dibuatkan rapor khusus tahfizh tersendiri.
c. Penilaian PAT soal diambilkan dari 3 surat yang terakir dihafal dan pelaporanya ke wali santri yaitu nilai yang sudah digabungkan antara nilai harian, PTS dan PAT, untuk yang remedial akan diberikan waktu tersendiri, bentuk pelaporan nilainya dibuatkan rapor khusus tahfizh tersendiri.
Bagi santri yang sudah melaksanakan tes Juz’iyyah dan sudah tercapai target hafalannya, maka santri tersebut sudah tidak mengikuti tes PTS, PAS dan PAT. Berikutnya nilai PTS, PAS dan PAT santri tsb diambilkan dari nilai tes Juz’iyyah.
16. Penentuan rentang nilai sesuai tabel
a. Penjelasan Rentang Nilai Tahfizh (harian) No Kreteria Nilai Ket
1 91 – 100 Mampu melafalkan bacaan Iqra/ Al Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makhroj (standar)
2 83 – 90,9 Mampu melafalkan bacaan Iqra/ Al Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makhroj masih ada kesalahan dalam gunnah
3 74 – 82,9 Mampu melafalkan bacaan Iqra/Al Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makhroj
Masih ada kesalahan (panjang pendek)
4 65 – 73,9 Kurang mampu dalam melafalkan bacaan Iqra/Al Quran sesuai kaidah tadwid dan makhroj
5 0, - 64,9 Diulang (Membaca terbata-bata, kesalahan harokat dan khuruf) b. Penjabaran penilaian PTS, PAS dan PAT
1) Maksimal penilaian skor hafalan tahfizh 3 surat yang diujikan 78%.
2) Maksimal penilaian sekor tahsin 22 % sesuai dengan target tahsin sekolah (terlampir) Dengan contoh format penilaian terlampir (di aplikasi siakad)
17. Penentuan penilaian PTS, PAS dan PAT tahfizh dan tahsin dibagi menjadi 5 grade, seperti tabel di bawah ini:
Grade Surat yang diujikan (TAHFIZH), surat ke 1, 2 dan 3 (dari hafalan terakir yang dihafal).
Surat yang diujikan sesuai kisi- kisi (TAHSIN)
Total Nilai
1 Maksimal sekor dari 3 surat 78 Maksimal sekor nilai 22 100 2 Maksimal sekor dari 3 surat 72 Maksimal sekor nilai 20 92 3 Maksimal sekor dari 3 surat 63 Maksimal sekor nilai 18 81 4 Maksimal sekor dari 3 surat 57 Maksimal sekor nilai 16 73 5 Maksimal sekor dari 3 surat 54 Maksimal sekor nilai 14 68
Penjabaran dalam penilaian 5 Grade di atas
KEL
AS GRADE 1 GRADE 2 GRADE 3 GRADE 4 GRADE 5
1 1.
PTS 1
Iqra 3 1.
PTS 1
Iqra 2 1.
PTS 1
Iqra 1 1.
PTS 1
Selesai Iqra 1 1.
PTS 1
Iqra 1 2.
PAS
Iqra 6 2.
PAS
Iqra 5 2.
PAS
Iqra 4 2.
PAS
Selesai Iqra 3 2.
PAS
Iqra 2 kebawah
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
1.
PTS 2
AT THORIQ 1.
PTS 2
AD DHUHA 1.
PTS 2
AZ ZALZALAH 1.
PTS 2
AN NAS 1.
PTS 2
Iqra 6
2.
PAT
AL MUTHOFFIFIN 2.
PAT
AT TORIQ 2.
PAT
AS SYARH 2.
PAT
AL 'ADIYAT 2.
PAT
Iqra 6 KEL
AS Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
2 1.
PTS 1
AN NABA' 1.
PTS 1
AL INFITHOR 1.
PTS 1
AL MUTHOFFIFIN 1.
PTS 1
AT TORIQ 1.
PTS 1
IQRA 2.
PAS
AL QIYAMAH 2.
PAS
AL MURSALAT 2.
PAS
ABASA 2.
PAS
AL BURUJ 2.
PAS
IQRA
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
1.
PTS 2
AL JIN 1.
PTS 2
AL MUDDATSSIR 1.
PTS 2
AN NABA’ 1.
PTS 2
AL MUTOFFIFIN 1.
PTS 2
AD DHUHA
2.
PAT
AL QOLAM 2.
PAT
NUH 2.
PAT
AL INSAN 2.
PAT
AT TAKWIR 2.
PAT
AL BURUJ KEL
AS Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
3 1.
PTS 1
AL MULK 1.
PTS 1
AL HAQQAH 1.
PTS 1
AL MUZAMMIL 1.
PTS 1
AN NABA’ 1.
PTS 1
2. AT TAGHOBUN 2. AL MULK 2. AL MA’ARIJ 2. AL INSAN 2. AD DHUHA
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5 1.
PTS 2
AS SHAF 1.
PTS 2
AT TAGHABUN 1.
PTS 2
AL MUDDATSSIR 1.
PTS 2
AN NABA’ 1.
PTS 2
AT THORIQ
2.
PAT
AL HASYR 2.
PAT
AS SHAF 2.
PAT
AL JIN 2.
PAT
AL INSAN 2.
PAT
AL MUTHAFFIFIN KEL
AS Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
4 1.
PTS 1
AL MUJADILAH 1.
PTS 1
AS SHAF 1.
PTS 1
AL QOLAM 1.
PTS 1
AL MUDDATSSIR 1.
PTS 1
AN NAZI’AT 2.
PAS
AL WAQI'AH ½ 2.
PAS
AL HASYR 2.
PAS
AL MULK 2.
PAS
AL JIN 2.
PAS
AL MURSALAT
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
1.
PTS 2
AR ROHMAN 1.
PTS 2
AL MUJADILAH 1.
PTS 2
AT TAHRIM 1.
PTS 2
AL QOLAM 1.
PTS 2
AL MUDDATSSIR
2.
PAT
AN NAJM 2.
PAT
AL WAQI'AH ½ 2.
PAT
AS SHAF 2.
PAT
AL MULK 2.
PAT
AL JIN KEL
AS Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
5 1.
PTS 1
AT THUR – ADZ ZARIYAT
1.
PTS 1
AL WAQI'AH ½ – AR ROHMAN
1.
PTS 1
AL MUJADILAH 1.
PTS 1
AT TAHRIM – AT TAGOBUN
1.
PTS 1
AN NABA' 2.
PAS
QOF – AL HUJURAAT
2.
PAS
AL QOMAR – AN NAJM
2.
PAS
AL HADID – AL WAQI'AH ½
2.
PAS
AL MUNAFIQUN – AS SYOF
2.
PAS
AL MULK
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
1.
PTS 2
AL FATH 1.
PTS 2
AT THUR – ADZ ZARIYAT
1.
PTS 2
AN NAJM 1.
PTS 2
AL MUMTAHANAH – AL HASYR
1.
PTS 2
AT TAHRIM – AT TAGOBUN 2.
PAT
MUHAMMAD 2.
PAT
QOF – AL HUJURAAT 2.
PAT
ADZ DZARIYAT 2.
PAT
AL HADID – AL WAQI'AH ½
2.
PAT
AL MUNAFIQUN – AS SYOF
KEL AS
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
6 1.
PTS 1
AL AHQAF 1.
PTS 1
MUHAMMAD 1.
PTS 1
AL HUJURAAT ½ 1.
PTS 1
AN NAJM 1.
PTS 1
AL MUJADILAH 2.
PAS
MUROJA'AH JUZ 30 – 29
2.
PAS
AL AHQAF 2.
PAS
AL FATH 2.
PAS
ADZ DZARIYAT 2.
PAS
AL WAQI’AH
Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Grade 5
1.
PTS 2
MUROJA'AH JUZ 30– 27
1.
PTS 2
MUROJA’AH JUZ 30 - 29
1.
PTS 2
MUHAMMAD 1.
PTS 2
AL HUJURAAT ½ 1.
PTS 2
AN NAJM
2.
PAT
MUROJA'AH JUZ 26 – 25
2.
PAT
MUROJA'AH JUZ 28 - 27
2.
PAT
AL AHQAF 2.
PAT
AL FATH 2.
PAT
ADZ DZARIYAT
CATATAN: BILA DITULIS IQRA JILID / SURAT: MAKSUDNYA SUDAH MENYELESAIKAN IQRA ATAU SURAT YANG DITULIS, SEBAGAI BATAS HITUNGAN TARGET
18. Penilaian Juz’iyyah
Penilaian Juz’iyyah yang dimaksud adalah santri akan diuji sekali duduk sebanyak 1 juz Al-Qur’an yang sudah dihafal, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Secara otomatis di aplikasi siakad bila santri sudah menyelesaikan hafalan barunya 1 juz maka sudah tidak bisa dibuka, kecuali setelah diujikan hafalan 1 juz-nya.
b. Santri yang sudah hafal 1 juz terbaru, maka berhaq mendapatkan waktu untuk diteskan dengan penjadwalan kusus dari sekolah dan diinformasikan ke wali santri.
c. Bagi santri yang mampu tes hafalan 1 juz terbarunya, berhak mendapatkan nilai/sertifikat dari sekolah.
d. Bagi santri yang belum lolos tes hafalan 1 juz terbarunya maka belum diperbolehkan untuk menambah hafalan barunya.
e. Bagi santri yang sudah dites hafalan 1 juz terbarunya dan sudah tercapai target hafalan di saat, PTS, PAS atau PAT maka secara otomatis anak tersebut sudah mendapatkan nilai dan tidak perlu ikut tes.
f. Teknis pengetesan:
- lanjut ayat
- Pemberian soal penguji ke santri maksimal 10 soal
- Sistematika penilaian disamakan dengan ujian PTS, PAS dan PAT - Hasil penilaian diinformasikan ke wali santri berbentuk sertifikat
BAB III PENUTUP
Dengan hadirnya buku panduan dan penilaian ini, harapan besar bisa menjadi setandar bersama antara sekolah, guru, wali santri dan santri untuk menjadi ketentuan yang disepakati bersama, sehingga proses KBM atau penilaian tidak keluar dari kesepakatan yang sudah ada dan bisa menjadi tolak ukur bersama.
Bila dalam buku panduan dan penilaian ini ada yang harus direvisi, maka sebaiknya untuk segera direvisi, dengan mengacu kepada keadaan yang dibutuhkan disertai dengan pendalaman yang utuh, karena perubahan itu pasti akan menimbulkan suatau pertanyaan yang sangat mendasar yaitu: mengapa harus ada perubahan? Sehingga bila ada perubahan harus betul- betul mengarah keperubahan yang tepat dan membawa perubahan kearah perbaikan.
Tengaran, 8 Mei 2023
Penyusun
Kepala Sekolah Beserta Team