• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Pengukuran Perkembangan Anak - Jakarta

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Panduan Pengukuran Perkembangan Anak - Jakarta"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Pencipta umat manusia dan alam semesta, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Buku Pedoman Pengukuran Perkembangan Anak ini dapat diselesaikan. Buku ini berisi tata cara mengukur perkembangan anak usia 5-6 tahun yang penulis kembangkan berdasarkan kajian dari berbagai sumber. Tujuan penyusunan Panduan Mengukur Perkembangan Anak ini pertama sebagai alat ajar bagi mahasiswa ilmu keluarga dan perkembangan anak agar mahir dalam mengukur perkembangan anak.

Ketiga, sebagai media pengukuran tumbuh kembang anak yang dapat digunakan oleh para pendidik dalam kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Panduan Pengukuran Perkembangan Anak ini berisi instrumen pengukuran yang meliputi lima aspek perkembangan yaitu motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional dan kecakapan hidup. Sesuai dengan tujuan dan manfaat yang diharapkan, panduan pengukuran perkembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga, masyarakat, pendidik dan berbagai pihak tentang pentingnya pemantauan perkembangan anak.

Pelaksanaan praktik pengukuran perkembangan anak dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dan menjadi alat untuk pengembangan karir pasca kampus. Kegiatan Pengukuran Perkembangan Anak ditujukan bagi mahasiswa Program Studi CCP UNJ dengan konsentrasi Ilmu Keluarga dan telah atau sedang mengambil mata kuliah perkembangan manusia. Berdasarkan hasil pembelajaran program studi (CPL), Pengukuran Keterampilan Perkembangan Anak dapat mendukung aspek CPL Program Studi dalam bidang sikap, keterampilan umum, pengetahuan, dan keterampilan khusus.

Setelah mengikuti kursus pengukuran perkembangan anak, peserta dapat mengikuti penilaian prestasi perkembangan anak usia dini.

TINJAUAN PUSTAKA

Perkembangan motorik dibagi menjadi dua dimensi, yaitu dimensi motorik kasar dan dimensi motorik halus. Keterampilan motorik kasar merupakan dimensi perkembangan motorik yang melibatkan pematangan keterampilan dalam aktivitas otot tubuh besar seperti gerak lengan dan berjalan. Perkembangan motorik kasar pada anak meliputi berguling, merangkak, berjalan, melempar bola, melompat, berjinjit, dan berlari.

Motorik halus merupakan dimensi perkembangan motorik yang melibatkan kemampuan mempersepsi objek, melakukan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, dan mengkoordinasikan berbagai bagian tubuh untuk melakukan fungsi motorik. Beberapa contoh perkembangan motorik halus adalah menggenggam, meraih benda, mengancingkan baju, merajut, menulis, menyusun balok dan memotong. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan sistem kaidah bahasa yang berkembang pada manusia, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik (Santrok, 2007).

Ini dapat mengukur apakah seorang anak memahami apa yang dikatakan atau hanya meniru kata-kata yang didengarnya. Misalnya, anak dapat memahami perintah orang tua dan gurunya, atau anak dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan tujuan pertanyaan lawan bicara. Perkembangan bahasa ekspresif merupakan salah satu dimensi perkembangan bahasa dimana seorang anak dapat menyampaikan pesan kepada orang lain dengan menggunakan kata atau frase yang tepat.

Kemampuan berbahasa anak dapat dilihat dari bagaimana anak menggunakan kata dan kalimat saat bertanya atau mengungkapkan pendapatnya. Piaget menjelaskan bahwa ketika seorang anak mulai membangun pemahamannya tentang dunia, otak anak membentuk skema (Santrock 2007). Skema ini adalah pengorganisasian informasi dan pengetahuan yang diterima seorang anak dan direpresentasikan secara mental dengan membentuk persepsi atau mendorong suatu tindakan.

Sub tahap fungsi simbolik adalah tahap di mana anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada. Perkembangan sosio-emosional terdiri dari tiga aspek kapasitas pengaturan diri anak, yaitu bagaimana anak merasakan emosi, bagaimana anak berpikir dan peka terhadap lingkungannya, dan bagaimana anak memahami perasaan diri sendiri dan orang lain. Hal ini perlu dilatih agar kemandirian anak dapat berkembang, sehingga anak pada tahap perkembangan yang lebih tinggi menjadi kompeten dan mampu mengembangkan keterampilan lainnya.

METODE PELAKSANAAN

PENGUKURAN PERKEMBANGAN ANAK

Teller kemudian mengisi identitas dan mengecek kembali apakah form identitas sudah terisi lengkap atau belum. Pengisian identitas responden dan keluarganya dapat dilakukan dengan mewawancarai orang tua atau wali. Pengukuran perkembangan anak usia 5-6 tahun dilakukan dengan melihat lima aspek perkembangan anak yaitu aspek motorik, aspek bahasa, aspek kognitif, aspek sosial emosional dan aspek kecakapan hidup.

Pencatat dapat memberikan catatan pada formulir digital berdasarkan informasi tambahan yang diperoleh dari wawancara dengan orang tua atau wali.

Gambar Formulir Identitas Diri
Gambar Formulir Identitas Diri

INSTRUMEN

  • Perkembangan Motorik
  • Perkembangan Bahasa
  • Perkembangan Kognitif
  • Perkembangan Sosial-Emosi
  • Perkembangan Keterampilan Hidup

Anak itu berjalan dengan jari kakinya selama 15 langkah tanpa henti. Anak dapat menggambar garis lurus dari ujung kiri pola ke ujung kanan pola dengan alat tulis (pensil/kain/spidol) tanpa henti. Anak-anak dapat mengenali objek yang lebih besar. lingkaran dengan ukuran berbeda, minta anak untuk menunjuk.

Anak-anak dapat mengenali benda-benda yang lebih kecil. lingkaran dengan ukuran berbeda, minta anak untuk menunjuk. Anak dapat pergi ke toilet secara mandiri (anak pergi ke toilet, duduk di toilet, mencuci alat kelamin dan menyiram).

INTERPRETASI HASIL

Artinya anak telah memenuhi semua tugas perkembangan pada kelompok usia 5-6 tahun berdasarkan alat ukur yang digunakan. Artinya anak telah memenuhi semua tugas perkembangan pada kelompok usia 5-6 tahun pada aspek motorik berdasarkan alat ukur yang digunakan. Artinya anak telah memenuhi semua tugas perkembangan pada usia 5-6 tahun pada aspek bahasa berdasarkan alat ukur yang digunakan.

Artinya anak telah memenuhi semua tugas perkembangan pada rentang usia 5-6 tahun pada aspek kognitif berdasarkan alat ukur yang digunakan. Artinya, sesuai dengan alat ukur yang digunakan, anak memenuhi semua tugas perkembangan pada rentang usia 5-6 tahun dalam aspek sosial-emosional. Artinya anak telah memenuhi semua tugas perkembangan dalam rentang usia 5-6 tahun ditinjau dari kecakapan hidup sesuai dengan alat ukur yang digunakan.

Pengasuh dan pengasuh dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan mengajak anak berolahraga, menulis dan menggambar, bermain dengan teman sebayanya, serta melibatkan anak dalam mendukung kemandirian anak seperti mandi, makan, buang air kecil, berpakaian dan memakai sepatu. Jika Anda adalah mahasiswa PKK Fakultas Teknik UNJ yang ingin melakukan praktik pengukuran tumbuh kembang anak dan telah mendapatkan izin, silakan melakukan evaluasi perkembangan anak dengan mengisi formulir 05 Kuesioner Pengukuran Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun di link https://bit.ly/CDA_56. Jika Anda mahasiswa PKK Fakultas Teknik UNJ yang ingin melakukan magang pengukuran tumbuh kembang anak di kampus UNJ, maka silahkan melengkapi Form 01 Formulir Permohonan Izin Magang Pengukuran UNJ pada link berikut https://bit.ly/ PPA_DUNJ.

Jika Anda mahasiswa PKK Fakultas Teknologi UNJ yang ingin melakukan Praktek Pengukuran Tumbuh Kembang Anak di luar kampus UNJ, silahkan mengisi Form 02 Formulir Permohonan Izin Praktek Pengukuran di luar UNJ pada link berikut https://bit.ly/ FORM02PPA_PKKUNJ. Jika Anda adalah kelompok masyarakat/posyandu/lembaga PAUD/TK/masyarakat yang ingin mendaftarkan kelompok anak usia 5-6 tahun untuk diukur perkembangannya, silahkan mengisi formulir Formulir 03 untuk pengajuan pengukuran praktik kerjasama di luar UNJ pada link https ://bit.ly/AJUANPPA_UNJ . Jika Anda mahasiswa PKK Fakultas Teknologi UNJ yang ingin melakukan laporan pengukuran tumbuh kembang anak, silahkan download Form 06 Formulir Laporan Pengukuran.

TENTANG PENULIS

Gambar

Gambar Formulir Identitas Diri

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan anak memiliki beberapa dimensi diantaranya dimensi perkembangan motorik (motorik kasar dan halus), bahasa (aktif dan pasif), kecerdasan (kognitif),

Pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa ruang lingkup aspek perkembangan yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik (kasar dan halus), kognitif, bahasa dan

Pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa ruang lingkup aspek perkembangan yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik (kasar dan halus), kognitif, bahasa

 Jean Piaget menyebut perkembangan anak usia dini sebagai tahap operasional dalam perkembangan kognitif, karena anak pada usia ini belum siap terlibat dalam operasi mental logis

Kanak-kanak awal merupakan masa usia keemasan dimana perkembangan fisik, motorik, kognitif, soiso-emosional, moral, bahasa maupun segala kemampuananak sedang berkembang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat perkembangan (Motorik halus, motorik kasar, bahasa dan adaptasi sosial) anak usia 3-6 tahun pada PAUD Beato Tommaso

Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik perkembangan anak usia dini dari segala aspek perkembangan (moral, bahasa, fisik-motorik, kognitif, sosem, seni) Mahasiswa dapat

Tabel 4.2 Aspek Bahasa dalam Pembelajaran AUD usia 4-5 Tahun Tingkat Perkembangan Anak pada Aspek Bahasa Tujuan Pembelajaran Aspek Bahasa Menyimak perkataan orang lain bahasa ibu