• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Membangun Kesepakatan Konservasi Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Membangun Kesepakatan Konservasi Masyarakat"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

Rangkaian proses membangun perjanjian konservasi masyarakat (CCA) merupakan bagian dari proses kolaboratif pengelolaan Taman Nasional. Buku ini melukiskan potret Taman Nasional Lore Lindu sebagai arena aksi pengelolaan Taman Nasional.

DAFTAR SINGKATAN

PENDAHULUAN

Kawasan taman nasional, termasuk Taman Nasional Lore Lindu, tidak lepas dari interaksi masyarakat sekitar. Konsep KKM akhirnya dijadikan role model kolaboratif pengelolaan taman nasional berbasis masyarakat di TNLL.

PARADIGMA BARU PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL DI INDONESIA

Keberadaan zona pemanfaatan dan zona lainnya sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 28 Tahun 2011 memberikan ruang untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional. Pendekatan pengelolaan sumber daya alam, termasuk pengelolaan taman nasional, selalu mengalami penyesuaian berdasarkan situasi permasalahan yang dihadapi.

Tabel 1. Perubahan paradigma pengelolaan kawasan konservasi
Tabel 1. Perubahan paradigma pengelolaan kawasan konservasi

KONSEP KESEPAKATAN KONSERVASI MASYARAKAT DAN KEMITRAAN

KKM sebagai alat untuk menjamin pengakuan hak pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam oleh pihak yang berkepentingan; KKM sebagai alat pembagian tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam antar para pihak;

POTRET TAMAN NASIONAL LORE LINDU

Daerah Penyangga Daerah Pengelolaan Seksi Kabupaten 1 Pakuli Gumbasa Sigi SPTN Wilayah I Mataue 2 Simoro Gumbasa Sigi SPTN Wilayah I Mataue. 7 Bolapapu Kulawi Sigi SPTN Wilayah I Mataue 8 Mataue Kulawi Sigi SPTN Wilayah I Mataue 9 Sungku Kulawi Sigi SPTN Wilayah I Mataue. Makuhi Kulawi Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 18 Oo Parese Kulawi Selatan Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 19 Watukilo Kulawi Selatan Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 20 Salutome Kulawi Selatan Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 21 Lawua Kulawi Selatan Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 22 Tom Kulawi Wilayah II Gimpu 23 Tomua Syd Kulawi Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 24 Gimpu Syd Kulawi Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 25 Lempelero Syd Kulawi Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 26 Pili/makujawa Syd Kulawi Sigi SPTN Wilayah II Gimpu 27 Moa Syd Kulawi Sigimp SP .

NO Desa Bubungga Bagian Kecamatan Wilayah Administratif Kabupaten 1 Sintuwu Palolo Sigi SPTN Wilayah III Bangun 2 Rahmat Palolo Sigi SPTN Wilayah III Bangun 3 Bangun Palolo Sigi SPTN Wilayah III Bangun 4 Karunia Palolo Sigi SPTN Wilayah III Bangun 5 Bulili Nokilalaki Sigi SPTN Wilayah III Bangun. 6 Sopu Duduk Cepat Tidur SPTN Wilayah III Bangun 7 Kadidia Duduk Tidur Cepat SPTN Wilayah III Bangun 8 Ruang B Duduk Tidur Cepat SPTN Wilayah III Bangun 9 Kamera A Duduk Tidur Cepat SPTN Wilayah III Bangun 10 Lambara Tanambulava Duduk SPTN Wilayah IV Bora 1 Bora 12 Utara Sibalaya Tanambulava Duduk SPTN Wilayah IV Bora 13 Sibowi Tanambulava Kursi SPTN Wilayah IV Bora 14 Bagian IV Kursi Kantor Kursi SPTN Wilayah IV Bora 15 Bagian III Kursi Kantor Kursi SPTN Wilayah IV Bora 16 Bagian II Kursi Kantor Kursi Bora SPTN 17 I Bagian Kursi Kantor Wilayah SPTN IV Bora 18 Bora Kursi Kantor SPTN Wilayah IV Kursi 19 Kursi Palolo Kursi SPTN Wilayah IV Kursi 20 Baku Bakulu Palolo Kursi SPTN Wilayah IV Kursi. 22 Bunga Palolo SPTN Wilayah IV 23 Kapiroe Palolo SPTN Wilayah IV 24 Pandere Gumbasa SPTN Wilayah IV 25 Kalawara Gumbasa SPTN Wilayah IV.

GEEN Desa Bubungga Kecamatan Afdeling Bestuursgebied 1 Lelio Wes Lore Poso SPTN Streek V Lengkeka 2 Kolori Wes Lore Poso SPTN Streek V Lengkeka 3 Lengkeka Wes Lore Poso SPTN Streek V Lengkeka 4 Kageroa Wes Lore Poso SPTN Streek V Lengkeka 5 Tomehipi Wes Lore Poso SPTN Streek V V Lengkeka 6 Tuare Wes Lore Poso SPTN Streek V Lengkeka 7 Sedoa Noord Lore Poso SPTN Streek VI Wuasa 8 Watumaeta Noord Lore Poso SPTN Streek VI Wuasa 9 Wuasa Noord Lore Poso SPTN Streek VI Wuasa 10 Kaduwaa Noord Lore Poso SPTN Streek VI Wudolo 11 Doen Noord Lore Poso SPTN Streek VI Wuasa 12 Wanga Lore Peore Poso SPTN Streek VI Wuasa 13 Siliwanga Lore Peore Poso SPTN Streek VI Wuasa 14 Watutau Lore Peore Poso SPTN Streek VI Wuasa 15 Betue Lore Peore Poso SPTN Streek VI Wuasa. 16 Talabosa Lore Peore Poso SPTN Streek VI Wuasa 17 Rompo Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa 18 Torire Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa 19 Katu Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa 20 Doda Lore Tengah Poso SPTN21 Tengah Poso Streek VI Bar Poso Lore SPTN Streek VI Wuasa 22 Hanggira Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa 23 Lempe Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa 24 Baliura Lore Tengah Poso SPTN Streek VI Wuasa.

Tabel 2. Tahapan Proses pemantapan kawasan TNLL
Tabel 2. Tahapan Proses pemantapan kawasan TNLL

INISIASI DAN KEBERLANJUTAN

KESEPAKATAN KONSERVASI MASYARAKAT DI TAMAN NASIONAL LORE LINDU

Dalam proses perencanaan, LKD berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya hutan dan membuat peraturan serta zonasi yang diperlukan untuk mendukung KMC. Teks perjanjian yang juga memuat rencana kegiatan menjadi landasan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan memanfaatkan sumber daya hutan di kawasan TNLL. Berdasarkan rangkaian hak yang dinegosiasikan di atas, posisi masyarakat terhadap sumber daya di TNLL adalah sebagai pemilik paksa (owner).

Aturan tingkat operasional mengatur pemanfaatan sumber daya di TNLL pada kawasan KKM yang boleh atau tidak boleh digunakan serta tata cara penggunaannya, proses pengawasan dan penegakan hukum/sanksi. Desa yang menerapkan aturan dalam perjanjian konservasi mampu melestarikan sumber daya hutan di wilayahnya. KKM merupakan perundingan dan pengakuan terhadap hak masyarakat lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan di kawasan TNLL.

Tahapan proses membangun kemitraan konservasi di TNLL diawali dengan survei untuk mengidentifikasi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya hutan dan proses membangun pemahaman dan kesepakatan di tingkat kecamatan dan desa untuk memastikan masyarakat dan pemangku kepentingan sepakat untuk bekerja sama. dalam sebuah konservasi. kemitraan. Susunan kesepahaman tersebut menegaskan bahwa secara sukarela, tanpa kewajiban apapun, masyarakat sepakat untuk mengembangkan kemitraan konservasi melalui akses pemanfaatan sumber daya hutan di wilayah adat kawasan TNLL.

Gambar 6. Proses membangun KKM di TNLL yang difasilitasi TNC  (White, 2010)
Gambar 6. Proses membangun KKM di TNLL yang difasilitasi TNC (White, 2010)

TAHAPAN MENUJU PERJANJIAN KERJASAMA KEMITRAAN KONSERVASI

Terjalinnya kesepakatan dalam pelaksanaan kemitraan pelestarian alam tidak lepas dari upaya membangun rasa percaya antar para pihak. Kegiatan kemitraan konservasi berkaitan dengan pembagian tanggung jawab dan wewenang pengelola. Dalam petunjuk teknis kemitraan dan sebagaimana tertuang dalam teks perjanjian kemitraan konservasi, jangka waktu perjanjian kemitraan konservasi adalah 5 tahun. Format naskah PKS kemitraan konservasi masyarakat di TNLL mengacu pada petunjuk teknis tata cara kemitraan konservasi pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal KSDAE no. Hlm.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018.

Perjanjian Kemitraan Konservasi yang terjalin di TNLL antara pemerintah desa dan pusat TNLL merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di sekitar TNLL. Tujuan dari Perjanjian Kemitraan Kerja Sama Konservasi Masyarakat yang dibentuk oleh pimpinan BTNLL dan masyarakat adalah a) meningkatkan pengoperasian dan pengelolaan kawasan, b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat, c) memberikan akses masyarakat terhadap pemberdayaan masyarakat di TNLL Tradisional Daerah. Lokasi dan luas kawasan kemitraan konservasi disajikan dalam peta yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari dokumen perjanjian kemitraan antara Balai TNLL dan pemerintah desa.

Proses penyusunan perencanaan kemitraan konservasi berlangsung dengan melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga program kegiatan yang disusun benar-benar didasarkan pada potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan pengelola. Lembaga Pengelola Konservasi Desa (LPKD) merupakan lembaga lokal di tingkat desa yang berperan dalam pelaksanaan perjanjian kemitraan kerjasama konservasi masyarakat.

Tabel 13. Kuesioner untuk survei awal pembangunan KKM di TNLL
Tabel 13. Kuesioner untuk survei awal pembangunan KKM di TNLL

PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN KEMITRAAN KONSERVASI PARTISIPATIF

Tujuan dari kegiatan identifikasi sumber daya alam secara partisipatif adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai potensi sumber daya hutan pada zona adat kawasan TNLL. Nilai potensi sumber daya hutan dinyatakan dalam empat kriteria yang digambarkan dalam gradasi warna, yaitu; Pada tahap selanjutnya dilakukan penggalian informasi mendalam mengenai kondisi terkini setiap sumber daya hutan.

Dengan menempatkan metaplan di sekitar sumber daya (hal ini dilakukan di semua sistem sumber daya), fasilitator membantu proses dengan menggali informasi terkait gambaran keadaan sumber daya (penurunan populasi, sulit ditemukan, keindahan alam terganggu, populasi melimpah, air keruh, sering banjir). Metode penggalian ini juga menekankan pada upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang keadaan sumber daya hutan di wilayahnya. Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kegiatan utama yang mempengaruhi keadaan sumber daya hutan dan menentukan nilai pengaruh dari setiap kegiatan.

Para peserta menyusun meta-rencana kegiatan yang mempengaruhi sumber daya (merah) di sekitar kondisi sumber daya (kuning). Nilai status sumber daya ditulis pada metaplane dalam bentuk panah oranye dan dilampirkan. Perumusan strategi konservasi didasarkan pada permasalahan dan potensi sumber daya hutan pada kawasan adat, kondisi yang diharapkan, dan peran pihak-pihak yang berkepentingan.

Program akses pemanfaatan sumber daya hutan pada kawasan adat yang tercantum dalam dokumen RPP meliputi;

Gambar  16.  Kerangka  kerja  perencanaan  kemitraan  konservasi  partisipatif
Gambar 16. Kerangka kerja perencanaan kemitraan konservasi partisipatif

PERAYAAN PENANDATANGANAN DOKUMEN PERJANJIAN KERJASAMA KEMITRAAN

KONSERVASI

Perayaan adat penandatanganan perjanjian kerja sama ini diselingi dengan penampilan musik tradisional dan tari tradisional. Perayaan penandatanganan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi melalui pesta adat juga dapat menjadi media sosialisasi kepada masyarakat setempat, sehingga dengan adanya program kegiatan yang digagas oleh pemerintah desa dan pengelola TNLL kepada masyarakat. Pihak-pihak yang hadir dalam perayaan penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut adalah unsur masyarakat, pemerintah kecamatan dan pegawai pusat TNLL serta pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan TNLL.

Dalam perayaan tersebut, masing-masing pihak baik dari pihak pusat TNLL, pemerintah kecamatan, dan lembaga adat yang ada menyatakan komitmennya untuk mendukung pengelolaan TNLL secara berkelanjutan.

Gambar  35.  Putra  Putri  Bada  dalam  acara  adat  penyambutan  tamu  untuk  penandatanganan PKS
Gambar 35. Putra Putri Bada dalam acara adat penyambutan tamu untuk penandatanganan PKS

PENUTUP

Implementasi program dan tujuan yang telah dirumuskan bersama memerlukan dukungan para pihak agar program tersebut dapat tercapai. Komitmen antara Balai TNLL dan pemerintah desa sebagai perwakilan masyarakat desa untuk sepakat bekerjasama dalam pengelolaan taman nasional merupakan modal sosial yang harus dilestarikan dan diperkuat. Hal ini memerlukan komunikasi dan komitmen dari para pimpinan agar apa yang telah dirancang dapat terwujud sebagai salah satu cara menjaga fungsi kawasan TNLL dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Menggunakan insentif ekonomi untuk melestarikan keanekaragaman hayati: [IUCN] Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam. Hambatan keberlanjutan kelembagaan perjanjian konservasi masyarakat sebagai kerjasama pengelolaan di Taman Nasional Lore Lindu. Preferensi dan Motivasi Masyarakat Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Hutan di Taman Nasional Lore Lindu Provinsi Sulawesi Tengah.

Gambar

Gambar 1. Peta zonasi TNLL
Gambar 3. Cakupan wilayah masing-masing Resort  NO  RESORT TAMAN NASIONAL LORE
Gambar 4. Pembagian Resort Kawasan TNLL
Tabel 4. Sebaran Pegawai Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu  Menurut Golongan Per Lokasi Unit Kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya..  Aktivitas ekonomi yang berkaitan 

"proses" di mana usaha-usaha atau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat diintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk memperbaiki kondisi

Selain itu, juga dilakukan penetapan kawasan Usaha Tani berdasarkan kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan; fasilitasi Asuransi

Aktivitas pendukung yang meliputi budaya organisasi, struktur organisasi, dan sumber daya srtategis akan membatu setiap aktivitas pelayanan yang meliputi aktivitas

Salah satu prasarana primer untuk mendukung terwujudnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan, adalah dengan tersedianya data yang lengkap mengenai kondisi

- kecenderungan tata kelola pemerintahan dan dukungan politik; dan - kecenderungan perubahan kondisi lingkungan dan perubahan iklim. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan

Audit manajemen sumber daya manusia menekakan penilaian (evaluasi) terhadap berbagai aktivitas sumber daya manusia yang terjadi pada perusahaan dalam rangka

Laporan praktikum konservasi sumber daya alam dan lingkungan tentang penyusunan kuesioner responden dan pedoman wawancara konservasi tanaman pangan, obat, pewarna, aromatik, spa/kecantikan, dan sumber