• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Pedoman - Bulog

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Pedoman - Bulog"

Copied!
228
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Perlunya Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan yang baik yang selanjutnya disingkat GCG merupakan salah satu ketentuan penting dalam dunia usaha, termasuk bagi Perum BULOG sebagai salah satu badan usaha milik negara. Sedangkan soft struktur BULOG mengacu pada kebijakan internal yang ditetapkan perusahaan, seperti pedoman tata kelola perusahaan (Corporate Governance Code), Buku Pedoman Direksi, Peraturan Direksi, Keputusan Direksi, Standar Operasional Prosedur (SOP), Pedoman Perilaku, Piagam (Charter) yang berkaitan dengan Komite dan Audit Internal, serta sistem pelaporan pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS).

Tujuan Penerapan GCG

Kami berharap Pedoman Tata Kelola Perusahaan ini dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan BULOG, pedoman dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian, serta kriteria untuk memeriksa keabsahan seluruh keputusan dan peraturan perusahaan. kinerja) dan meningkatkan citra perusahaan (corporate image) serta meningkatkan nilai perusahaan (corporate goodwill) bagi pemilik modal. Pedoman tata kelola perusahaan ini merupakan langkah awal penerapan GCG sebagai norma dalam interaksi antara organ perusahaan dengan pemangku kepentingan lainnya.

Pengertian

Profil Perusahaan

Sedangkan pilar stabilitas dapat diwujudkan dengan menjamin stabilitas atau kontinuitas pasokan dan stabilisasi harga komoditas pangan yang dapat diharapkan oleh keluarga konsumen kapan pun dan di mana pun. Proses bisnis yang dilakukan BULOG merupakan kegiatan terpadu antara hulu dan hilir dalam sistem rantai pasok penyediaan komoditas pangan.

Visi dan Misi Perusahaan

Nilai-Nilai Utama Sumber Daya Manusia Perusahaan

Organ Perusahaan

Landasan Hukum Implementasi Pedoman Tata Kelola Perusahaan

Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. PER-09/MBU/2012 tentang Perubahan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: Per-01/MBU/2011 tentang Penerapan Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara.

Tanggung Jawab Implementasi Pedoman Tata Kelola Perusahaan

38 Pasal 5 Peraturan Menteri BUMN No. Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN. Pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan direksi didasarkan pada prinsip profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang baik.

PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN

Transparansi (Transparency)

Untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis, Perseroan menyediakan informasi material dan relevan dalam bentuk yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perseroan berinisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya hal-hal yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, namun juga hal-hal penting lainnya untuk pengambilan keputusan bagi pemegang saham/pemilik modal dan pemangku kepentingan lainnya sesuai dengan haknya masing-masing.

Akuntabilitas (Accountability)

Pertanggungjawaban (Responsibility)

Independensi (Independency)

Kewajaran (Fairness)

40 Ayat 3 Pasal 4 Peraturan Menteri BUMN Nomor: Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

HIERARKI PERATURAN DAN STRUKTUR KEBIJAKAN PERUSAHAAN

Hierarki Peraturan

Anggaran dasar BULOG sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perusahaan Umum (Perum) BULOG; Hal mendasar yang diperlukan dalam mengeluarkan keputusan Dewan Pengawas adalah menghindari ketergantungan Dewan Pengawas terhadap pengaruh Dewan Pengawas, dimana masing-masing Dewan Pengawas harus saling independen dalam menjalankan fungsinya masing-masing;

Struktur Kebijakan Perusahaan

ORGAN PERUSAHAAN

Pemilik Modal dan Rapat Pembahasan Bersama (RPB)

Dewan Pengawas

Direksi

Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Pengawas/Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara. Peraturan Menteri BUMN: Per-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Sekretariat Perusahaan

Sekretaris Perusahaan menyusun risalah rapat direksi dan mendokumentasikan risalah rapat direksi secara tertib dan terstruktur. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab menyelenggarakan program pengenalan bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Pengawas yang baru diangkat 27 j.

Satuan Pengawasan Intern (SPI)

Kualitas auditor yang ditugaskan pada SPI telah sesuai dengan persyaratan pelaksanaan tugas SPI.33.. h. SPI memiliki pedoman audit, mekanisme kerja dan pengendalian dalam organisasi SPI, serta penilaian terhadap program penjaminan dan peningkatan mutu34. SPI beroperasi secara independen sesuai dengan Piagam Audit Internal dan pedoman pelaksanaan SPI. k. SPI melaksanakan fungsi pengendalian intern dengan cara: 35.

Sekretariat Dewan Pengawas

Evaluasi terhadap kinerja sekretariat dewan pengawas dilakukan setiap 1 (satu) tahun sekali menurut cara yang ditentukan dewan.41.

Komite Audit

Anggota Komite Audit dapat berasal dari anggota Dewan Pengawas dan/atau dari luar perusahaan, paling banyak 2 (dua) orang.44. Dewan Pengawas melalui Komite Audit melakukan evaluasi terhadap proses penunjukan calon auditor eksternal sesuai dengan.

Komite Lainnya

Masa jabatan anggota komisi lain yang bukan anggota Dewan Pengawas paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk masa jabatan 2 (dua) tahun, dengan tidak mengurangi hak pengawas. Dewan dapat memberhentikan mereka kapan saja.59. Masa jabatan anggota lain yang bukan anggota Dewan Pengawas paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk masa jabatan 2 (dua) tahun, dengan tidak mengurangi hak Dewan Pengawas untuk memberhentikan. mereka. Di setiap waktu.

Auditor Eksternal

Hubungan Antar Organ Perusahaan

Hubungan Kantor Pusat dengan Kantor Wilayah dan/atau Anak Perusahaan

Direksi harus membangun sistem pengendalian internal yang efektif untuk melindungi investasi dan aset perusahaan.86. RPB tahunan dilaksanakan 2 (dua) kali, yaitu RPB yang mengesahkan/meneguhkan RKAP paling lambat akhir tahun sebelum tahun berjalan, dan RPB yang menyetujui laporan tahunan paling lambat 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun buku perseroan.88.

PROSES TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Pengawas dan Direksi

Calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi yang telah lulus uji kesesuaian wajib menandatangani kontrak manajemen sebelum diangkat menjadi anggota Dewan Pengawas dan Direksi. Dewan Pengawas yang ditunjuk harus menyusun rencana kerja, tujuan/sasaran yang ingin dicapai dan mengkomunikasikannya kepada Pemilik Modal.

Program Pengenalan Perusahaan kepada Direksi/Dewan Pengawas

Anggota Dewan Pengawas dan/atau Pengurus yang mengundurkan diri sebelum atau setelah masa jabatannya berakhir, wajib membuat laporan pelaksanaan tugasnya untuk disampaikan kepada Anggota Dewan Pengawas dan/atau Pengurus yang baru. dari Direksi. Perjanjian Pengangkatan Anggota Direksi (Statement of Corporate Purpose) ditandatangani oleh anggota Direksi tersebut dan kuasa dari pemilik ekuitas/pemilik ekuitas pada saat pengangkatannya sebagai anggota. Direksi yang memuat antara lain: tujuan yang ingin dicapai selama masa amanah, syarat-syarat pengangkatan dan pemberhentian termasuk tugas dan tanggung jawab.

RJP dan RKAP

Dewan Pengawas memberikan masukan pada saat penyusunan RJP dan RKAP, serta melakukan pembahasan bersama dengan Dewan sebelum persetujuan diberikan. Dewan Pengawas memantau pelaksanaan RKAP dan kepatuhannya terhadap RJP serta memberikan masukan dalam upaya mencapai hal tersebut.

Benturan Kepentingan

Dewan Pengawas tidak boleh mempunyai kepentingan apapun yang dapat menghalanginya untuk melaksanakan tugasnya secara independen dan kritis terhadap satu sama lain dan terhadap Direksi. Kepala departemen/pimpinan kantor wilayah/jabatan setingkat tidak boleh memangku jabatan lain pada perusahaan swasta yang dapat menimbulkan benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan kepentingan perusahaan.

Manajemen Risiko

Dewan Pengawas dengan bantuan Komite memantau pengelolaan risiko Perusahaan dan memberikan masukan untuk perbaikan. Direksi menyampaikan laporan pelaksanaan manajemen risiko 3 (tiga) bulan sekali dan/atau sewaktu-waktu jika diminta oleh Dewan Pengawas.77.

Tata Kelola Teknologi Informasi (IT Governance)

SPI memantau kecukupan manajemen risiko yang diterapkan Perseroan sebagai bahan kajian efektivitas penerapan manajemen risiko bagi Direksi. Pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam perusahaan diselaraskan dengan master plan dan disertai dengan perencanaan TI yang matang meliputi sumber daya manusia, struktur manajemen organisasi dan tingkat pelayanan yang diberikan TI.80.

Pengambilan Keputusan

Pemilik modal, Dewan Pengawas dan Direksi harus konsisten dalam melaksanakan keputusan yang diambil.

Media Komunikasi dan Informasi

Pendelegasian Wewenang

Kepala Divisi/Kepala Kantor Wilayah/Pejabat Tingkat melaksanakan wewenang yang dilimpahkan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan laporan berkala kepada Direksi mengenai pelaksanaannya. Dalam Anggaran Dasar Perkumpulan dapat ditentukan bahwa wewenang diberikan kepada Dewan Pengawas untuk memberikan persetujuan kepada Dewan Pengurus atas dilakukannya perbuatan hukum tertentu.

Pengelolaan Keuangan

Pengisian Formasi

Perusahaan berwenang menerima, mengangkat, menempatkan dan memberhentikan pegawai serta menjatuhkan sanksi disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Penempatan jabatan didasarkan pada prinsip profesionalisme berdasarkan kompetensi, prestasi kerja, dan persyaratan obyektif.

Suksesi Manajemen

Setiap pegawai mempunyai kesempatan yang sama dalam pengembangan karir sesuai dengan kemampuannya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, golongan atau agama. Perusahaan menetapkan standar prestasi kerja pada setiap jabatan/pekerjaan yang menjadi dasar penilaian prestasi kerja.

Pengadaan Barang dan Jasa

Satuan Pengawasan Internal (SPI) berkewajiban memantau dan mengawasi seluruh proses pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa dan menindaklanjuti penyimpangan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa, serta melaporkan hasil pengawasannya kepada Dewan. dari Direksi. Pengadaan barang dan jasa perusahaan dengan menggunakan dana langsung dari anggaran pendapatan dan belanja negara dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pelaporan

Pengurus menyampaikan laporan khusus kepada pengurus dan pemilik modal setiap kali ada peristiwa penting dan/atau atas permintaan pengurus/pemilik modal. Pengurus menyampaikan laporan pengelolaan triwulanan kepada Pengurus selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah akhir triwulan.

Pengendalian Intern

Dewan menindaklanjuti laporan hasil audit yang dilakukan oleh SPI dan auditor eksternal dan melaporkan perkembangan tindak lanjutnya kepada Dewan. Dewan memberikan penilaian dan masukan kepada SPI dan laporan audit auditor eksternal, yang meliputi materi laporan, tujuan audit, ruang lingkup audit.

Rapat dan Risalah Rapat

Sekretaris perusahaan mendokumentasikan rapat Direksi, Rapat Gabungan dan RPB dan menyediakannya atas permintaan Pemilik Modal, Dewan Pengawas dan/atau Direksi. Laporan tahunan perusahaan harus mencantumkan jumlah rapat Direksi dan Dewan Pengawas, serta jumlah kehadiran masing-masing anggota Direksi dan Dewan Pengawas.95.

Penilaian Kinerja

Penunjukan dan Peran Auditor Eksternal

Perusahaan harus menyediakan seluruh data akuntansi dan data pendukung yang diperlukan oleh auditor eksternal agar auditor eksternal dapat memberikan opini atas kewajaran, konsistensi dan kesesuaian Laporan Keuangan Perusahaan dengan standar akuntansi keuangan 101 h.

Budaya Kerja dan Etika

Mekanisme Kerja Komite Audit, Satuan Pengawasan Intern

Komitmen dengan Anak Perusahaan

Kinerja anak perusahaan diukur dengan indikator kinerja yang terdiri dari aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi. Indikator kinerja tersebut juga didasarkan pada jenis industri, pangsa pasar tertentu (captive market), nilai tambah ekonomi (economic valueadded) dan/atau nilai strategis bagi Perum BULOG.

Pemantauan Ketaatan GCG

Sekretaris Perusahaan memantau kepatuhan terhadap peraturan GCG dan melaporkan secara berkala kepada Direksi dan Dewan Pengawas. Dewan Pengawas memantau efektivitas penerapan praktik GCG yang diterapkan Perseroan dan melaporkannya kepada Pemilik Modal.

Pengukuran Terhadap Penerapan GCG

KEBIJAKAN TATA KELOLA

Panduan Perilaku Perusahaan (Code of Conduct)

Kebijakan Pengendalian Gratifikasi

Kebijakan Benturan Kepentingan

Penerapan kebijakan benturan kepentingan Perseroan yang meliputi kebijakan dasar benturan kepentingan, kebijakan benturan kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan usaha dan kegiatan pendukung Perseroan, tata cara penanganannya serta penjelasan faktor pendukung keberhasilan penanganan benturan kepentingan. minat;

Kebijakan Pengaduan Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS)

Pembentukan tim khusus/tim investigasi yang dibentuk khusus untuk menangani pelaporan pelanggaran yang terjadi di perusahaan; Pengelolaan laporan pelanggaran yang terdiri dari tahapan penyelesaian laporan, mulai dari tahap penerimaan laporan dengan menyediakan media pelaporan yang sesuai, proses penanganan laporan, penerapan sistem pelaporan, pemantauan tindak lanjutnya. mengambil dan menyerahkan tanggapan;

Kebijakan Pengendalian Internal

Pedoman Kerja Dewan Pengawas dan Direksi (Board Manual)

Memuat pengertian dan persyaratan Dewan Pengawas, susunan Dewan Pengawas, pengangkatan Dewan Pengawas, masa jabatan Dewan Pengawas, pemberhentian Dewan Pengawas, tugas, wewenang, kewajiban, hak dan tanggung jawab Dewan Pengawas, program kerja dan anggaran Dewan Pengawas, mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban Dewan Pengawas, program pengenalan dan pendalaman ilmu pengetahuan, remunerasi Dewan Pengawas, hal-hal yang berkaitan dengan rangkap fungsi, rapat Dewan Pengawas, surat menyurat, organ pendukung Dewan Pengawas , etika kedudukan Dewan Pengawas dan penilaian fungsi Dewan Pengawas. Termasuk tindakan Direksi yang memerlukan persetujuan tertulis dari Dewan Pengawas, tindakan Direksi yang memerlukan tanggapan tertulis dari Dewan Pengawas dan persetujuan Menteri sebagai wakil Pemilik Modal Perseroan, rapat formal Dewan Pengawas. Dewan Pengawas dan direksi, pertemuan informal, komunikasi formal dan komunikasi informal.

Piagam Komite

Sosialisasi yang diberikan untuk meningkatkan pemahaman yang baik mengenai Board Manual kepada Dewan Pengawas dan Pendukungnya, Direksi dan karyawan perusahaan yang berminat, termasuk pemberian materi dalam proses orientasi kepada Dewan Pengawas dan Direksi. Memberikan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman yang baik terhadap Piagam Komite kepada anggota Komite pendukung Dewan Pengawas, termasuk memberikan materi dalam proses pelantikan anggota Komite baru.

Piagam Internal Audit

Kebijakan Audit Internal

Rencana audit tahunan disetujui oleh Presiden, Direktur dan Komite Audit yang salah satu komponennya adalah proses audit internal dan tugas khusus. Pelaksanaan Audit Internal dan jenis tugas khusus lainnya mengacu pada standar kinerja audit dan menjamin kelancaran pelaksanaan audit sesuai dengan rencana waktu dan tujuan yang telah ditetapkan;

Kebijakan Sekretariat Perusahaan

Sekretaris Perusahaan menjadi fasilitator komunikasi antara Pemilik Modal, Dewan Pengawas, Direksi, Komite-komite dan pemangku kepentingan lainnya secara terbuka dan efisien sehingga hak dan kewajiban masing-masing mengenai informasi dapat terpenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris Perusahaan memastikan bahwa Dewan Pengawas, Direksi, Komite dan pemangku kepentingan lainnya memiliki informasi mengenai produk regulasi internal (Keputusan Menteri, Anggaran Dasar, Pedoman Tata Kelola Perusahaan, Pedoman Perilaku, dll.) dan produk regulasi eksternal yang relevan dengan Perusahaan, serta memastikan kepatuhan dengan peraturan ini.

Kebijakan Perencanaan Strategis Perusahaan

Standar penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Perusahaan (RJPP dan RKAP) mengacu pada peraturan yang berlaku. Standar realisasi Pelaporan Rencana Kerja Perusahaan (RJPP dan RKAP) disampaikan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Kebijakan Penganggaran (Budgeting)

Rencana kerja perusahaan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dan tingkat keberhasilannya dapat dipantau dan diukur. Rencana kerja perusahaan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dan tingkat keberhasilannya dapat dipantau dan diukur;

Kebijakan Keuangan

Memastikan setiap transaksi penerimaan atau pengeluaran keuangan perusahaan disertai dengan dokumen pendukung yang sah dan sesuai dengan prosedur perusahaan mulai dari pengajuan, verifikasi, persetujuan hingga pembayaran fungsi keuangan, sehingga fungsi pengendalian setiap dana masuk dan keluar dapat berjalan dengan baik. Hubungan jangka panjang Perseroan dengan bank/lembaga keuangan terkait sangat bermanfaat jika suatu saat Perseroan mengalami permasalahan terkait likuiditas keuangan.

Kebijakan Akuntansi dan Perpajakan

Comprehensibility, yaitu informasi yang disajikan harus dapat dipahami oleh pemangku kepentingan Perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap Laporan Keuangan yang disajikan; Andal, artinya informasi yang disajikan harus bebas dari penafsiran yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan oleh penggunanya untuk penyajian laporan keuangan yang jujur ​​(faithfulrepresentation);

Kebijakan Pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR)

Memastikan perusahaan memiliki strategi tanggung jawab sosial perusahaan yang selaras dengan strategi jangka panjang dan jangka pendek perusahaan; Direksi memastikan proses CSR mengarah pada pelaksanaan kegiatan CSR dengan metode yang efektif sesuai dengan tujuan dan sifat hubungan perusahaan dengan pemangku kepentingan.

Kebijakan Hukum dan Kepatuhan

Memastikan risiko dan dampak hukum dari seluruh perjanjian yang dibuat oleh Perusahaan telah melalui proses pengendalian dan pemantauan melalui Satuan Kerja yang berada di bawah kendali fungsi Hukum dan Kepatuhan; Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk pelaksanaan oleh Satuan Kerja yang mempunyai fungsi di bidang Hukum dan Kepatuhan, atau dalam bentuk bantuan dan nasehat kepada Divisi/Satuan Kerja lain yang bertanggung jawab atas perlindungan aset tersebut.

Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa

Efektif, artinya pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya sesuai dengan tujuan yang telah diidentifikasi; Adil dan wajar berarti menjamin perlakuan yang sama terhadap seluruh calon penyedia barang dan jasa yang memenuhi persyaratan;

Kebijakan Pengembangan Bisnis dan Investasi

Proses pengalihan dan pengintegrasian proyek-proyek pengembangan usaha/usaha ke dalam proses operasional Anak Perusahaan harus memastikan bahwa Perseroan mempunyai kendali yang kuat terhadap proses pengelolaan Anak Perusahaan; Hasil dari proses evaluasi tersebut menjadi masukan bagi pengelolaan bisnis dan investasi dalam upaya meningkatkan kinerja Perusahaan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang optimal bagi Perusahaan dan pemangku kepentingan;

Kebijakan Manajemen Risiko

Konteks strategis yaitu proses manajemen risiko harus memperhatikan lingkungan atau pihak-pihak yang berpotensi. Konteks manajemen risiko, yaitu proses manajemen risiko itu sendiri harus mempunyai tujuan, strategi, ruang lingkup serta keseimbangan antara manfaat dan biaya dalam pelaksanaannya;

Kebijakan Teknologi Informasi

Penerapan fungsi teknologi informasi harus mencakup metode pengelolaan risiko (IT risk) dengan pengamanan aset teknologi informasi, serta prosedur teknis kedaruratan yang memadai. 4) Proses pengembangan sistem informasi. Kepuasan pengguna teknologi informasi dari pihak internal dan eksternal perusahaan berupa layanan help desk;

Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Memastikan Perusahaan memiliki sistem penghargaan bagi pegawai yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan aspek kompetensi (orang), kinerja (kinerja) dan kedudukan (position). Pemutusan hubungan kerja telah sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku dan dilakukan secara adil dan harmonis.

Kebijakan Pengembangan Organisasi dan Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan ditujukan untuk mendorong pengembangan program perubahan (manajemen perubahan). 3) Proses pengembangan organisasi dan perencanaan sumber daya manusia a. Perencanaan SDM dan pengembangan organisasi harus dikaitkan dengan rencana pengembangan karir, rencana suksesi dan manajemen kinerja. 4) Desain organisasi dan proses komunikasi budaya perusahaan.

Kebijakan General Affair (Umum)

Ruang lingkup pengelolaan kebersihan meliputi pelayanan pembersihan eksterior dan interior Perseroan, pengelolaan limbah dan sampah, pengembangan kebersihan, serta pemeliharaan kebersihan sarana dan prasarana. Salah satu aspek penting dalam penerapan sistem transportasi Perseroan adalah standarisasi infrastruktur meliputi kuantitas dan kualitas petugas serta ketersediaan sarana transportasi yang sesuai untuk operasional Perseroan;

Kebijakan Pengelolaan Arsip dan Dokumen Perusahaan

Pemeliharaan arsip dan dokumen yang bernilai aktif dan dinamis dilaksanakan dengan baik oleh fungsi pembuat dokumen; Perseroan melakukan pengamanan terhadap seluruh arsip dan dokumen yang dimiliki Perseroan dengan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat serta nilai risiko.

Kebijakan Manajemen Aset

Kebijakan Pemasaran dan Penjualan

Kebijakan Operasi Bisnis

Kebijakan Mutu dan Pelayanan

PENGELOLAAN KOMITMEN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Karyawan

Pelanggan/Konsumen

Pemasok

Mitra Kerja

Kreditur

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapatlah disimpulkan sebagai berikut: 1) Bagi aparat pengawas yang mempunyai tanggung jawab atas kinerja pengawasan memiliki pemahaman

1) Direktur UUS telah memiliki kriteria, tingkat independensi, dan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara efektif. 2) Dewan Pengawas Syariah telah

Komite Audit memiliki fungsi utama membantu Dewan Komisaris melaksanakan tanggung jawab pengawasan atas metode dan proses pelaporan keuangan, manajemen risiko,

Tanggung jawab sosial perusahaan, apa artinya mengatakan bisnis yang memiliki tanggung jawab? hanya orang yang dapat memiliki tanggung jawab.

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan dewan Pengawas telah dilaksanakan dengan cukup baik. Pemenuhan struktur dan infrastruktur Direksi dan Dewan

Untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawab pengawasannya, Dewan Komisaris membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi (“KNR”) yang bertugas membantu Dewan

A Review X = dewan pengawas syariah Y = pengungkapan CSR Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh Dewan Pengawas Syariah terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan

Dewan pengawas syariah memiliki hubungan yang unik dengan lembaga keuangan syariah, yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan terhadap aturan syariah pada setiap transaksi