• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF DR. M. SHOHIBUL ITMAM, MH - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF DR. M. SHOHIBUL ITMAM, MH - Institut Agama Islam Negeri Ponorogo"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

Budaya larangan nikah ketemu penganten liwat Gunung Pegat ing Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Mula saka iku panliti kasengsem ngunggahake irah-irahan “Kabudayan Larangan Nikah Nggawa Penganten Bebarengan Ngliwati Gunung Pegat ing Desa Nambak Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo”.

RUMUSAN MASALAH

TUJUAN PENELITIAN

MANFAAT PENELITIAN

KAJIAN PUSTAKA

Makalah Akhir, Riliana Zubaidah dengan judul “Tinjauan Ushul Fiqh Adat (“Urf) Kesesuaian Masyarakat dengan Adat Larangan Pernikahan di Bulan Muharramam (Studi Kasus di Desa Babadan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo)”. Penelitian ini untuk mengetahui lebih jelas ulasan ushul fiqh menurut “teori urf tentang wujud kesusilaan sosial mengenai adat melarang perkawinan di.

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini peneliti dapat menemukan data yang dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga menghasilkan teori-teori yang relevan untuk dijadikan acuan peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian adalah Gunung Pegat, sebuah gunung yang berada di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

PENDAHULUAN

BUDAYA LARANGAN PERKAWINAN MEMPERTEMUKAN PENGANTIN MELEWATI

BAB IV: ANALISA ANTROPOLOGI HUKUM TERHADAP

PENUTUP

Perspektif Antropologi Hukum 1. Pengertian Antropologi

  • Bidang Ilmu Antropologi
  • Metode Analisis Antropologi Hukum
  • Teori Antropologi Yang Relenvansi Untuk Analisa a. Teori/ Aliran Strukturalisme
  • Kebudayaan
  • Adat Perkawinan

Yang bertanggung jawab menyiram calon pengantin adalah: ayah dan ibu mempelai wanita, disusul ayah dan ibu calon pengantin, disusul oleh orang tua dan sanak saudara yang dianggap layak dijadikan panutan. Tata cara upacara siraman pasangan pengantin sama dengan siraman pengantin wanita, hanya saja ayah mempelai pria membilas terlebih dahulu. Setelah acara bridal shower selesai, kedua mempelai menuju ke penginapan masing-masing, tak jauh dari rumah mempelai wanita.

Upacara balangan sedah/lempar sirih melibatkan kedua mempelai yang saling melempar sirih, dilanjutkan dengan jabat tangan sebagai tanda saling kenal. Upacara sindur binayang ini mengharuskan kedua mempelai berjalan di belakang ayah mempelai wanita, sedangkan ibu mempelai mengikuti kedua mempelai. Pengantin pria menunggu dengan sabar hingga pengantin wanita menyelesaikan Dhaharan. Para ibu biasanya lebih cenderung membuang makanan.

Ayah dan ibu mempelai pria dijemput oleh ayah dan ibu mempelai wanita untuk menghadiri pengesahan pernikahan putrinya.

Perkawinan Dalam Islam Dan Mitos 1. Perkawinan Dalam Islam

  • Pengertian Rukun Dan Syarat
  • Rukun Perkawinan
  • Syarat Sah Perkawinan

Dari penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pernikahan merupakan suatu ikatan antara seorang pria dan seorang wanita untuk mencapai tujuan dan menjalani hidup bahagia bersama. Dalam fiqih, munakahat dalam pengertian rukun adalah sesuatu yang harus ada untuk menentukan sah atau tidaknya suatu pekerjaan (ibadah), dan sesuatu itu termasuk dalam serangkaian tugas, seperti mencuci muka untuk wudhu dan takbiratul ih. {domba jantan untuk didoakan atau kehadiran calon mempelai laki-laki - laki-laki/perempuan dalam perkawinan. Adapun fikih munakahat, dari segi syarat-syaratnya harus ada sesuatu untuk menentukan sah atau tidaknya pekerjaan (ibadah), tetapi sesuatu itu tidak termasuk dalam jenis pekerjaan, misalnya menutup aurat untuk shalat atau menurut syariat. dalam agama Islam calon pengantin pria/pacar harus beragama Islam.

Iaitu penerimaan yang diucapkan oleh wali atau wakilnya di pihak perempuan dan dijawab oleh bakal pengantin lelaki. Seseorang yang dalam ih{ram tidak boleh berkahwin dengan sesiapa dan tidak boleh dikahwini oleh sesiapa pun. 82. Maksudnya ialah lelaki dan perempuan yang tidak mempunyai pertalian darah, tetapi disusukan (disusui) dengan ibu (perempuan) yang sama, dikira mempunyai pertalian susuan, oleh itu bangkitlah.

Haram bagi dua saudara perempuan untuk menikah dengan satu laki-laki pada waktu yang sama; Artinya haram bagi mereka untuk menikah dalam waktu yang bersamaan.

اف (

Pengertian Mitos

Menurutnya, legenda lebih merupakan cerita yang diyakini sebagai fakta sejarah, padahal pendongeng menggunakannya untuk mendukung keyakinan masyarakatnya. Pengetahuan dan kepercayaan baru yang muncul inilah yang kita sebut dengan mitos.Cerita yang berdasarkan mitos disebut dengan legenda. Mitos dalam kaitannya dengan agama menjadi penting bukan hanya karena mengandung peristiwa-peristiwa ajaib atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan makhluk gaib, tetapi karena mitos-mitos tersebut mempunyai fungsi eksistensial bagi manusia.

Dimensi religius dari mitos menjadi jelas ketika kita melihatnya sebagai faktor yang menciptakan kembali atau mengubah orang-orang yang menganggapnya sebagai mitos. Pertama, mitos penciptaan dalam arti sempit, yaitu mitos yang menceritakan tentang terciptanya alam semesta yang sebelumnya tidak ada sama sekali. Ketiga, adanya mitos asal-usul, yaitu menceritakan asal muasal atau awal mula segala sesuatu, binatang, jenis tumbuhan, lembaga, dan sebagainya.102.

Keempat, mitos tentang dewa dan makhluk gaib lainnya 103 Kelima, mitos yang berkaitan dengan kisah keberadaan manusia (antropogenik mitos) 104 Keenam, mitos.

Gambaran Umum Kondisi Masyarakat 1. Sejarah Berdirinya Desa Nambak

  • Kondisi Sosial Masyarakat
  • Kondisi Seni-Budaya Dan Kegiatan
  • Kondisi Keagamaan
  • Kondisi Pendidikan
  • Kondisi Perekonomian

Sebab masyarakat Desa Nambak merupakan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas dan gotong royong. Seni budaya masyarakat desa Nambak ada yang berupa reog, hadrah, krawitan dan elektun dan masih eksis hingga saat ini. Di bidang olah raga, warga desa Nambak mempunyai kegiatan bola voli dan sepak bola yang dilaksanakan oleh karang taruna.115.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa masyarakat Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, dan Kabupaten Ponorogo merupakan masyarakat terpelajar. Kondisi perekonomian masyarakat Desa Nambak Bungkal Ponorogo tergolong kelas menengah, namun masih banyak yang hidup dalam kemiskinan. Dan hal ini terlihat dari penghidupan sebagian warga desa Nambak seperti terlihat pada tabel berikut: 121.

Masyarakat Desa Nambak juga dapat dikatakan sebagai masyarakat agraris karena sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, meskipun terdapat kestabilan pekerja pertanian.

Sejarah Gunung Pegat

Awalnya gunung ini diberi nama Gunung Pegat karena pada zaman Belanda mereka menjajah bangsa Indonesia. Gunung tersebut harus dipisahkan dengan membuat jalan dengan membagi gunung menjadi dua bagian, sehingga banyak orang yang memberinya nama Pegatberg.124. Entah bagaimana mitos-mitos tersebut mulai berkembang di masyarakat hingga menjadi hal yang tabu untuk melintasi Pegatberg.

Sedangkan masyarakat menyebutnya "Glali", konon ada seorang ratu bernama Ratu Bakah. Kemudian dia dikejar sampai ke Pegatberg yang disebut Gunung Glali. Ratu Bakah tidak ingat apa pun tentang perang tersebut, sehingga dinamai Gunung Glali ketika menjadi sebuah desa. Di sana ratu lupa arahnya. Saat itu Ratu Bakah teringat kembali akan arah tersebut, sehingga kawasan tersebut dinamakan bungkal (penghubung pikiran) yang menjadi kecamatan hingga saat ini.126.

Glali" adalah nama bekas gunung Pegat yang dipisahkan untuk menghubungkan Slahung dan Bungkal.127 Sementara itu, jalan yang memisahkan gunung tersebut hingga saat ini belum diketahui kapan dibangun.

Dampak Terkait Mitos Budaya Larangan Perkawinan Mempertemukan Pengantin Melewati Gunung Pegat

Bagi orang Jawa, jika calon pengantin baru melewati Gunung Pegat dalam waktu singkat, maka ia akan mengalami Pegatan.” 130. Betul, pengantin baru, pada saat menikah dan bertemu mertua, tidak boleh melewati Gunung Pegat. Beliau merupakan anggota masyarakat Nambak dan pernah menjadi pelaku yang memegang teguh aturan adat atau budaya yang mengharamkan perkawinan mempertemukan calon pengantin melalui Gunung Pegat, dan pernah menjadi ketua Dusun Karang Taruna Domas, Kecamatan Nambak. .

Iya konon dulu ada yang bilang bakalan cerai, ada juga yang bilang gila akibatnya kalau melanggar mitos larangan Gunung Pegat." 132. Dia anggota dari masyarakat desa Nambak yang berprofesi sebagai petani yang merupakan salah satu pelaku yang tidak percaya dengan mitos Gunung Pegat yang menikah dengan orang asal kecamatan Jebeng. Keponakan saya juga pernah mendaki gunung pegat biasa tapi mungkin dia tidak tahu seberapa akurat mereka menunggu di sana.

Beliau merupakan tokoh masyarakat di Desa Nambak, menjabat sebagai Sekretaris Desa dalam bahasa lain Carik, Desa Nambak, dengan gelar UNMER (Universitas Mandiri).

Sikap/ Perilaku Masyarakat Nambak Terhadap Budaya Larangan Perkawinan Mempertemukan Pengantin Melewati Gunung Pegat

Beliau merupakan salah satu warga masyarakat Nambak yang selama ini menjadi pelaku yang taat pada aturan adat atau budaya yang melarang perkumpulan calon pengantin melewati Gunung Pegat, dan pernah menjabat sebagai Ketua Dusun Karang Taruna Domas Kecamatan Nambak. Calon mertua saya ingin jika bertemu dengan mertua saat menikahkan anaknya, dilarang melintasi Gunung Pegat. Dia adalah seorang pemuda, putra dari Tuan. Yudas Desa Nambak Tengah yang menjabat sebagai Ketua Karang Taruna "Permadi Wargatama" Desa Pusat Nambak Kecamatan Nambak.

Kecuali bagi masyarakat Desa Nambak yang menganut budaya dilarang menikah, membawa kedua mempelai melewati Gunung Pegat berbahaya jika dilanggar dan akan menimbulkan bencana. Ia merupakan salah satu warga yang pernah menjabat sebagai Kamituwo di Dusun Karang Tengah, Desa Nambak, Kecamatan. Selain itu, Jogoboyo juga berfungsi sebagai Sambong dan Kamituwo, Dusun Masaran, Desa Nambak, Kecamatan.

Beliau merupakan warga kampung Nambak yang bekerja sebagai petani yang pernah menjadi salah seorang pelaku yang tidak mempercayai mitos Gunung Pegat yang berkahwin dengan orang Jebeng di daerah Slahung.

Dampak Terkait Mitos Larangan Perkawinan Mempertemukan Pengantin Melewati Gunung Pegat Ditinjau Dari Segi Historis

Seperti halnya mitos masyarakat Gunung Pegat di Desa Nambak, merupakan kepercayaan animisme yang akhirnya menjadi budaya masyarakat desa hingga saat ini. Masyarakat Nambak percaya dengan mitos Gunung Pegat, jika pasangan pengantin baru melewati Gunung Pegat maka akan terjadi musibah yaitu perceraian. Sejarah mitos Gunung Pegat tetap sama sepanjang masa, namun terjadi evolusi dari segi pengaruhnya.

Tampak jelas bahwa pengenalan terhadap keberadaan mitos pegasus gunung bagi pengantin baru mengalami kemajuan, meski sedikit. Dengan kata lain, keyakinan warga Desa Nambak terhadap budaya pelarangan perkawinan calon pengantin di sepanjang Gunung Pegat telah berubah. Perubahan yang ada mengenai mitos Gunung Pegat adalah semakin besarnya pengaruh mitos yang beredar, walaupun sedikit.

Dalam masyarakat yang mitos-mitosnya masih ada dan mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat yang mengenal mitos Gunung Pegat di Desa Nambak.

Sikap/ Perilaku Masyarakat Nambak Terhadap Budaya Larangan Perkawinan Mempertemukan Pengantin Melewati Gunung Pegat

Sehingga dari bahasa tersebut muncul perbedaan pandangan di masyarakat mengenai adanya kepercayaan budaya yang melarang bertemunya kedua mempelai melalui Gunung Pegat di desa setempat, sehingga dapat digolongkan berdasarkan perbedaan tersebut. Dilihat dari bentuk perubahan sosial budayanya, budaya pelarangan perkawinan untuk mempertemukan kedua mempelai melalui Gunung Pegat di Desa Nambak merupakan perubahan yang progresif. Melihat keadaan di atas, maka memang benar tradisi mitos Gunung Pegat sudah ada sejak lama dan diketahui masyarakat Desa Nambak, namun tidak dapat diterima akal sehat dan bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Quran. hadis.

Budaya pelarangan perkawinan calon pengantin di Gunung Pegat Desa Nambak merupakan budaya yang bertentangan dengan syariat Islam, tidak termasuk larangan menikah, dan tidak mempunyai landasan syariat. Ada pula warga Nambaka yang menghormati tradisi ini, karena menurut mereka jika tradisi larangan pertemuan calon pengantin melalui Gunung Pegat dilanggar maka akan terjadi sesuatu yang membahayakan. Masyarakat Desa Nambak masih memegang teguh tradisi yang diwariskan nenek moyang mereka kepada generasi penerus, misalnya saja budaya bertemu calon pengantin atau tenghe Temante dengan melewati Gunung Pegat tidak diperbolehkan.

Masyarakat sosial Desa Nambak membebaskan masyarakatnya terkait kepercayaan mitos Gunung Pegat tanpa mempermasalahkan perbedaan sikap yang ada di masyarakat.

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Teori Strukturalisme Levis Straus”, diambil dari http://rydhasnote.blogspot.co.id/2013/11/theoretica-structuralism-levi-strauss.html. Ulya, “Prosesi dan Tata Cara Pernikahan Adat Jawa Beserta Filosofi dan Maknanya,” dalam http://ulyasalon.com/prikanika/produki-tatcara-pada- wedding-adat-jawa-beert-filosofi-dan-maknanya/, ( diakses pada 25 April 2017, pukul 04.00). Al-„Urf sebagai salah satu metode Ushul Fiqh untuk menghadapi setiap permasalahan dalam hidup”, diambil dari https://viewislam.wordpress.com al-%E2%80%98urf-as-.

Referensi

Dokumen terkait

Imam Fahrurrozi (NIM. 091111031) Judul “Peran Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Di BP4 Sebagai Upaya Mengurangi Perceraian Akibat Banyaknya TKI/TKW Ke Luar Negeri

ARAB BERBASIS ADROID (STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 PACITAN.. TAHUN

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pelaksanaan Akad Rahn Tanah Pertanian di Desa Kaduara Barat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Dakwah yang terjadi di Desa Saptomulyo Kecamatan Kotagajah Dai sangat berperan dalam

Skripsi yang berjudul “Peran Ibu Dalam Pendidikan Ibadah (Studi Kasus Keluarga Petani Desa TInggiran Baru Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala).”, ditulis

Rukun perwalian itu terdiri atas, Adanya calon suami dan istri yang akan melakukan perkawinan, adanya wali dari pihak calon pengantin wanita, adanya dua orang saksi sighat akad nikah

Pemasaran tidak langsung dalam bentuk promosi melalui media online dan offline; b Prinsip utama strategi pemasaran adalah mengutamakan Akhlak dan budaya kerja serta mengoptimalkan

Tradisi Bangun Nikah di Kecamatan Sambit Kabupaten ponorogo Pengertian Bangun Nikah sendiri secara umum adalah melakukan pernikahan kembali oleh sepasang suami istri karena pernikahan